Группа Всемирного банка · Environmental Assessment

Indonesia - Western Indonesia National Roads Improvement Project : environmental assessment (Vol. 5 of 29) : Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) : Pasar Pedati-Kerkap

Индонезия Всемирный банк
Открыть оригинал документа

Полный текст размещён на сайте публикующей организации. lawenc.com индексирует метаданные и ведёт на официальный источник.

Полный текст

E2593 V5 PEMERINTAHPROVINSI BENGKULU I . BADAN LINGKUNGAN HIDUP Alamat :, Jalan Pembangunan Nomor 1 Bengkulu Telepon (0736) 24016 Pesawat: 180- 182 Faks (0736) 24016 I BENGKULU I Bengkulu, j November 2011 I Nomor Lampiran 660/ &t IBLH.II/20 11 Kepada Yth. Perihal Rekomendasi atas UKL-UPL Kasubdi( TelQiik Lingkungan (I '-- Kegiatan PeningkatAtt JtuasJalan Pasar Pedati - Ketkap oleh Satuan Satuan K~Jija Dirtktoraf Bina Teknik Ditektorat Jenderal Bina Marga Kelja Direktomt Bina Teknik Kementerian Pekerjaan Umum RI I Direktorat Jende:ral Bina Marga Kementerian Pekeljaan Umum Rl di di Kabupaten Bengkulu Utara dan JAKARTA ~( Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu I- Menindak:Ianjuti surat Saudara Nomor UM.Ol03/127.03/596/2011 bulan I Oktober 2011 perihal Penyampaian dan Permohonan UKL-UPL Ruas Jalan Pasar Pedati-Kerkap Provinsi Bengkulu dan Surat Kami Nomor I 660/777.IIl3LH.Il/2011 tanggal 2 November 2011 Perihal lJKL-UPL Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan Keija Direktorat Bina I Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Utnum RI di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, I bersama ini diberitahukan.bahwa berdasarkan hasilevaluasi teknis dan perbaikan t yang telah dilakukan, maka terhadap UKL-UPL untuk kegiatan Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satlian Kerja Direktorat Bina I Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu I tersebut secara teknis dapat disetujui. UKL·UPL yang telah disetujui merupakan bagian yang tidak terpisahkan I dari surat rekomendasi ini qan menjadi aeuan bagi penanggung jawab kegiatan dalam menjalankan kegiatannya dengan tetap berpedoman pada peraturan I perundang-undangan yang berlaku. I Apabila tel]adi pemindahan 1okasi kegiatan, desain dan/atau proses dan/atau kapasiti.l$ dan/atau bahan bakti dan/atau bahart penolong atas usaha I ~an/atau kegia,tan, teljadi l:>encana alam dan/atau lainnya yang menyebabkan perubahan iingkungan yang sangat mendasar .baik sebelum maupun saat I pe!aksanaan kegiatan, maka pe1llillggungjawab ·kegiatan wajib ·tnenyusun UKL. lr' "' UPL atau AMDAL baru sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang I betlaku. I Penanggung jawab Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Rl wajib melakukan se]uruh I ketentuan yang termaktub dalam UKL-UPL dan bertanggungjawab sepenuhnya atas pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan dari kegiatan Peningkatan I Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekeljaan Umtun Rl di Kabupaten I Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu Penanggung jawab Satuan Ketja Direktorat Bina Teknik Ditektorat I Jenderal Bina Marga Kementerian Pekeljaan Umum Rl wajib melaporkan t pelaksanaan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang tercantum dalam UKL-UPL tersebut kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu I setiap 3 (tiga) rekomendasi ini. bulan sekali terhitung sejak tanggal diterbitkm.mya surat I Selanjutnya Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh ~- penanggung jawab kegiatan yang tercantum dalam perizinan sebagaimana dimaksud. 1 Demikian disampaikan, atas perhatim.mya diucapkan terimakasih. l I I I I I I Tembusan disampaikan kepada Yth: 1. Bapak PLT. Gubemur Bengkulu sebagai laporan 2. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara di Arga Makmur I 3. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Tengah di Karang Tinggi PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU BADAN LINGKUNGAN HIDUP Alamat : Jalan Pembang unan Nomor 1 Bengkulu Telepon (0736) 24016 Pesawat : 180 - 182 Faks (0736) 24016 BE NGKULU . Beng~lu, 2 November 201 1 I Nomor 660/ ttf. I /BLH.JI/1011 Kepada Yth. Lampi ran ~I P~rihal UKL-UPL Kegiatan Pcningk;~tan . Ruas Jalat1 Pas'ar ~etlati - Kerkap KasuMit .Teknik Lingkungan Sittullb K;erja· Direktorat Bina Tekiiik oleh Satuan Kerja Direktorat Biha Direktorat Jenderal Bina Marga I Teknik Direktorat Jcndcral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Kementerian Pekerjaan Umum RI Umum Ri di Kabupatcn Berigkulu di I Utara dan Kabupaten BengkUlu Tengah Provinsi Bengkultf . JAKARTA . . ·- t Menindaklanjuti surat Saudara Nomor UM.OI03/l27.03/59612011 bulan I Oktober 2011 perihal Pcnyru.npaian dan Permohonan UkL-UPL Ruas Jalan Pasar I Pedati - Kerkap Provinsi Bengkulu, bersan1a ini diberitahukan bahwa berdac;:arkan hasil evaJuasi teknis ya11g telah dHakukM, maka terhadap UKL-UPL untlik i· kegiatan Kegiatan Peningkatap. Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan I Ketja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga· Keptentenan \: Peketjaan Umum RI di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaleo Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu masih memerlukan perbaikan sebagai berik-ut: II I. Yang menandatangani Kata Pengantar adalab pemrakarsa kegiatan bukan I konsultan peny\ISunnya 2. Agar istilab yang mcuggunak:an istilab asing agar dibuatkan semacarn daftar I yang memberikan pengertian atau definisi lerhadap haJ yang dimaksud di I dalam halamail Lnmpiran. Karena dokumen ini untuk di.ketahui secara umum ' dan orang a warn I... 3. Hasil uji laboratoriun1 dimasukan dalam lampiran I 4. Untuk institusi pcnerima taporan tcrbadap pengelolaan dan pematauan lingkungan hidup ditambah~an Dinas PU Provinsi dan Kabupalen yang terkait I dan Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten yang 'terkait i}! I I 5. Berdasarkan Kepmen LH Nomor 48 TahW1 1996 tentang Baku Mutu Tingkat ' I kebisingan pelaporan dilakukan 3 bulan sekali . 6, Masih ada penulisan yang tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan I r (EYD), agar d.iperiksa lagi dan diperbaiki. I 7. Gunakan Data terbaru untuk sensus, jumlah, kepadatan, sex ratio dan data kependudukan lainnya, karena pada langgal 26 September 2011 I telah f' dikeluarkan buku Provinsi Beog.kulu Dalam Angka 2011 oleh BPS Provinsi Beng.kulu I 8. Parameter yang dipantau ada parameter dctcrjcn tetapi dalam pengelolaan lingkungan hidup untuk parameter deterjeu tidak dimasukan I 10. Hal. III-16, Bel urn lertulis jLUD!ah jemaal1 haji yang bcrangkat ke Tanah Suci 1. l L Hal. lii-19 -9.2 Angkutan darat. Apa maksudnya? 12. Ballii-19, ... dapat dilihat table ..... , Mohon dilcngkapi I 13. Hal. V -12, masih tertulis Kabupaten Deli Scrda.ng, to long diperbaiki t 14.Hal V-17, Dinas Pasar, Kebersillan dan Pertamanau lidak tennasuk daalm Pemda Provinsi Bengkulu I 15. Hal TV -17, terdapat dampak potensial berbahaya yaitu potensi longsor dan I kttrnen tidak djballas cara pengelolaan dan pemantauannya tebing tapi dalam do. Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terimak:asih. I I I ... I I KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM I DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK Jl. Pattimura No.20 Kebayoran Baru Gd. Sapta Taruna Lt. IV, Jakarta Selatan 12110. I Tlp.(021) 7246654, 7245752, Fax.(021) 72790022, 7246973 I SURATPERNYATAAN No. ' I Dalam rangka mencegah, Meminimalkan dan/atau menanggulangi dampak I lingkungan hidup yang akan terjadi akibat Pekerjaan Pembangunan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap sepanjang 23,5 km di Kabupaten Bengkulu Utara dan I Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, serta sesuai dengan tugas kewenangannya, Direktorat Bina teknik,Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan I Umum akan melaksanakan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya { Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) dalam bentuk memasukkan rekomendasi UKL- UPL ke dalam Detail Design. I Pada Tahap selanjutnya, yaitu tahap Pelaksanaan peke~aan fisik, pelaksanaan I rekomendasi UKL dan UPL akan dilakukan oleh pelaksana pekerja fisik " Satker Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi Bengkulu" I Demikian pernyataan ini kami buat, sebagai penegasan untuk mendukung pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup I (UPL) Pekerjaan Pembangunan Jalan sepanjang 23,5 km di Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. ~ I Jakarta , 19 Desember 2011 I DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Plh Kasubdit Teknik Lingkungan I I lr. Herrv Vaza. M.Eng.Sc. I NIP.196202041987031002 I I I £aporan )l{liir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I I KATA PENGANTAR ¥ I I Laporan Akhir ini merupakan laporan ketiga dalam kegiatan Penyusunan Dokumen UKL - UPL3, tahun anggaran 2011. I Pada Laporan Akhir disampaikan identitas pemrakarsa, rencana usaha dan/atau I kegiatan, rona lingkungan hidup, dampak lingkungan yang akan terjadi, program { pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum Sub.Dit. I Teknik Ungkungan, Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dengan PT. BLANTICKINDO ANEKA. I Kepada semua pihak yang turut membantu menyusun Laporan Antara ini disampai"kan I terima kasih. I Jakarta, September 2011 ~. PT. BLANTICKINDO ANEKA I I I I I I I I £aporan~ir UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I I DAFTAR lSI I KATA PENGANTAR ••••••••••.••.••.•..••.•...•....•.•••.•.•••.••••••.•.••...•••••.•••..•••••••.••••.••••••.••••••••.... DAFTAR lSI ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••.•••••••••••••••••.••••••••••••...••......•...•.•....•......•••••.••.. li DAFTAR TABEL ............................................................................................................ v I DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... vii I BAB I IDENTITAS PEMRAKARSA DAN PENYUSUNAN DOKUMEN UKL- UPL 1.1. ldentitas Pemrakarsa ........................................................................ 1-1 1.2. I 1.3. ldentitas Penyusunan Dokumen UKL- UPL .................................. Peraturan ............................................................................................ 1-1 1-2 ( 1.3.1. Undang-undang .................................................................... 1.3.2. Peraturan ................................................................................ 1-2 f-2 1.3.3. Peraturan Menteri ................................................................ 1-3 I 1.3.4. Keputusan Menter! Menteri .............................................. 1-3 1.3.5. Keputusan Kepala BAPEDAL ............................................... 1-3 I BAB II RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN I 2.1. 2.2. Nama Rencana Dan/Atau Kegiatan ........................................... . Lokasi Rencana Dan/Atau Kegiatan ....................................... .. 11-1 11-1 I 2.2.1. Lokasi Secara Administratif ........................................... 2.2.2. Kegiatan Lain di Sekitar .................................................. 11-1 11-4 2.3 Skala Usaha Dan/Atau Kegiatan ..................................................... 11-8 '= I 2.3.1. Data Teknis .............................................................................. 2.3.2. Jadwal Kegiatan .................................................................... . 2.3.3. Metode Pelaksanaan ....................................................... 11-8 11-12 11-12 I 2.4. 2.3.4. Kebutuhan Sumber Daya Dan Peralatan ........................ Garis Besar Komponen Rencana Usaha Dan /Atau 11-12 Kegiatan ..................................................................................... 11-17 I 2.4.1. Tahap Pra Konstruksi.. ..................................................... 11-17 2.4.2. Tahap Konstruksi .............................................................. 11-18 I I ii I I --- - --- - - ------------------------- I £apom:n)f.~ir UKl- UPl Ruas Jaian Pasar Pedati- Kerkap I 2.4.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap Operasi) ........................ . 11-21 I BAB Ill RONA LINGKUNGAN HIDUP 3.1. Komponen Fisik- Kimia ............................................................ 111-1 I 3.1.1. lklim .............................................................................. Ul-1 3.1.2. Kualitas Udara dan Kebisingan ................................. .. 111-2 I 3.1.3. 3.1.4. Topografi ...................................................................... Geologi Tanah .............................................................. lll-4 111-4 I 3.1.5. 3.1.6. Kualitas Air Permukaan ................................................ Penggunaan Lahan ...................................................... fff-5 111-9 I 3.2. 3.1. 7. Kondisi Drainase Eksisting .......................................... .. Komponen Biologi ..................................................................... 'm-"11) 111-10 { 3.2.1. 3.2.2. Flora Darat ................................................................... Fauna Darat ................................................................. 111-10 111-11 I 3.3. 3.2.3. Biota Perairan .............................................................. Komponen Sosial Ekonomi, Sosial Budaya Oan Kesehatan .... .. \l't-12 111-13 3.4. Komponen Kesehatan Masyarakat .......................................... I 11/-23 BAB IV DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I 4.1. Komponen Kegiatan Sebagai Sumber Dampak....................... .. IV-1 4.1.1. Tahap Pra Kontruksi ..................................................... IV-1 I 4.1.2. Tahap Kontruksi ........................................................... . IV-1 4.1.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi)......................... \\/-'! ~ 4.2. Jenis Dampak lingkungan Yang Akan Terjadi............................ 4.2.1 Tahap Pra Kontruksi...................................................... IV-4 JV-4 I 4.2.2 4.2.3. Tahap Kontruksi............................................................ Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi) ......................... IV-4 LV-6 I 4.3. Ukuran Yang Menyatakan Besaran Dampak ............................. 4.3.1. Tahap Pra Kontruksi...................................................... IV-7 IV-7 I 4.3.2. 4.3.3. Tahap Kontruksi ......................................;..................... Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi) ........................ IV-7 IV-9 I 4.4. Hal-Hal Lain Untuk Menjelaskan Dampak Yang Terjadi ............ IV-10 I iii I I I £apomn JL{Iiir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 4.4.1. Tahap Pra Kontruksi. ..................................................... IV-10 4.4.2. Tahap Kontruksi ............................................................ IV-10 I 4.4.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi) ....................•..... IV-13 4.5. Ringkasan Dampak Dalam Bentuk Tabulasi ............................. . IV-14 I 4.6. Dampak lingkungan Hidup Ruas Jalan Pasar Pedati-Kerkap ..•.. IV-18 I BAB V PROGRAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 5.1. Pengelolaan Lingkungan Hidup.................................................. V-1 I 5.1.1. 5.1.2. Tahap Pra Kontruksi.. ................................................•... Tahap Kontruksi ............................................................ V-1 V-2 I 5.2. 5.1.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi) ............•..•.......... Pemantauan lingkungan Hidup ................................................. \1-22 V-36 t 5.1.1. 5.1.2. Tahap Pra Kontruksi.. .................................................... Tahap Kontruksi ............................................................ V-36 V-37 5.1.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi) ......................... . "1-56 I 5.3. Pengelolaan Dampak Lingkungan Hidup dan Kegiatan lain di sekitar Terhadap Ruas }alan Pasar Pedati - Kerkap ................. V-64 I BAB VI TANDA TANGAN DAN CAP I Tanda Tangan dan Cap .......................................................................... Vl-1 I ~ I I I I I iv I I I £apomn Jlfi.!iir UKL- UPI. Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I I , DAFTAR TABEL I I Tabel2.1. Rona Lingkungan Hidup dan Kegiatan Lain Di Sekitar Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap............................................... .. II - 4 I Tabel2.2. Tabel2.3. Data Teknis Rencana Kegiatan........................................................... II- 8 Jadwal Pelaksanaan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap.................................................................................... II - 12 I Tabel3.1. Data Curah Hujan dan Hari Hujan Tahun 2006 sampai 2010 ....... Ill- 1 { Tabel3.2. Tabel3.3. Hasil Ana !isis Kualitas Udara ...................................................... .. ll1 - 2 Hasil Analisis Tingkat Kebisingan ............................................... .. Ill - 2 Tabel3.4. Hasil Analisis Kualitas Air Permukaan ........................................•. fff- 6 I Tabel3.5. Hasil Pengukuran Debit Sesaat .................................................... Ill - 9 Tabel3.6. Jenis Vegetasi Dominan Pada Kawasan Perkampungan I Tabe\3.7. dan Pertanian....................................................................................... Ill - 11 Jenis Satwa liar Yang Dijumpai di Tepi Jalan ............................. .. Ill- 11 I Tabel3.8. Tabel3.9. Jenis lkan Menurut Tangkapan Para Penduduk ........................ .. Ill - 12 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk Dan Kepadatan Penduduk I Masing-Masing Kecamatan Di Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu T engah .................. ....... ....... ............................. ..... Ill - 1.4 ~ Tabel3.10. Banyaknya Angkatan Kerja , Bukan Angkatan Kerja Dan Siap Bekerja Dalam Kabupaten Bengkulu Utara ....... ............ 1\1 -15 I Tabel3.11. Tabel3.12. Matapencaharian Responden ................................................... .. Ill - 20 Penghasilan Responden Per Bulan .............................................. Ill- 21 Tabel3.13. Pendidikan Terakhir Responden .................................................. Ill - 21 I Tabel3.14. Akses Ke Tempat Kerja .................................................. .............. \!\- 21 Tabel3.15. Pend apat Responden Tentang Rencana Peningkatan .............. ... Ill- 22 I Tabel3.16. Banyaknya Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu Dan Puskesmas Keliling Per Kecamatan di Kabupaten I I v I I I Laporan ~frir UKL- UPL Ru as Jal an Pasar Pedati- Kerkap I Bengkul u Utara dan Bengkulu Tengah .............. ......................... . Ill - 23 Tabe14.1. Matrik Ringkasan Dampak Yang Terjadi ...................................... IV - 15 I Tabe1 4.2. M atrik Rlngkasan Dampak Yang Terjadi (Lanjutan-1) .................. IV - 16 Tabel 4.3. M atri k Ringkasan Dampak Yang Terjadl {Lanjutan-2) .................. IV - 17 I Tabel 5.1. Baku M utu Kualitas Udara Ambient ............................................ V- 3 Tabel 5.2. Baku M utu Tingkat Kebisingan .................. ...... ........................... . V - 4 I Tabel5.3. Baku M ut u Kualitas Air Permukaan Untuk Para meter Kunci Kelas I dan II ................................................................................. V- 7 I Tabe1. 5.4. Jenis - Jenis Veget asl Yang Dapat Digunakan Unt uk Pengelolaan Kualitas Udara .......................................... .... V - 23 I Tabei S.S. Jenis - Jenis Vegetasi Yang Dapat Digunakan Untuk Pengelolaan Kebisingan ............................................... ..... V - 27 f Tabel 5.6. Jenis dan Penempat an Rambu di Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap, Arah Pasar Pedat i - KerekaJ) ..................................... ..... V - 31 Tabel5.7. Jenis dan Penempat an Rambu di Ruas Jalan Pasar I Pedati - Kerkap, Arah Kerkap- Pasar Ped at i ......................... ..... V - 32 Tabel 5.8 M etode, Peralatan Sampling dan Analisis Kualit as Udara ....... ... V- 38 I Tabel 5.9. M etode Analisis Kualitas Air Permukaan .................................. ... V - 42 I I ~ I I I I I vi I I I Laporan }l~ir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I I DAFTAR GAMBAR I Gambar 2.1 Peta lokasi Rencana Dan/Atau Kegiatan ......................................... 11-3 I Gambar 2.5 Gam bar 2.6 Segmentasi Jalan Pasar Pedati- Kerkap ......................................... . Segmentasi Jalan Pasar Pedati - Kerkap ......................................... 11-9 II- 10 I Gambar 2.7. Tipikal Potongan Melintang Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap .........................•............................................... 11-11 I Gambar 3.1. Peta Lokasi Pengambilan Sampel Uji Kualitas Udara dan Kebisingan serta Kualitas Air Sungai ................................................ lll-3 ( Gambar 5.1. Gambar5.2. Skema Pengelolaan Kualitas Udara dan Kebisingan .................... . Contoh perambuan untuk kawasan rawan kecelakaan .............. . V- 25 V-Z9 I Gambar5.3. Contoh : Perambuan Sementara Selama Pelaksanaan Proyek Jalan ........................................................................................ \1 -30 Gambar 5.4. Contoh Penanganan Lereng............................................................... V- 66 I I I lc I I I I I vii I I I I I - I . I I . I IJ Babl I I , ld~-~,·~}~ DBlmr~~~-~it~lj}~ · ·~~Ul.o~ fWu.IJBJ~u. ·a • dan Pmyusm · bmen ,!~ , .. UPL I . I . I I I I I I I £aporan~ UKl- UPL Ruas Jaian Pasar Pedati- Kerkap I BABI I IDENTITAS PEMRAKARSA DAN I PENVUSUN DOKUMEN UKL- UPL I 1.1. IDENTITAS PEMRAKARSA I Nama lnstansi Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga, I Kementerian Pekerjaan Umum Penanggung Jawab lr. Herry Vaza. M.Eng Sc. I Jabatan Kasubdit Teknik Keselamatan Jalan Lingkungan & I Alamat Kantor Gedung Sapta Taruna Lantai VI Jl. Pattimura No. 20, Kebayoran Baru Jakarta Selatan - 1211 0 I Telepon (021) 7246654 Faksimil : (021) 7246654 I 1.2. IDENTITAS PENYUSUN DOKUMEN UKL-UPL I Nama Perusahaan : PT Blantickindo Aneka I Penanggung Jawab Jabatan : Syafik Fahmi SE MM : Direktur Utama I Ketua Tim Penyusun UKL-UPL : lr. Wisoko Alamat Kantor : Jl. Wijaya II Kel. Pulo Kec. Keba'Jman Baru, Jakarta 12180 I Teiepon : (021) 7247489 Faksimil : (021) 7247489 I Anggota Tim Penyusun : : Ahli Hidrologi 1. lr. Affino Samulano I 2. 3. Sahlur SSi lr. M. Askhari : Lingkungan : Ahli Jalan/Jembatan I I-1 I I I £aporan JL{Iiir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati · Kerkap I 4. Drs. Edwir lrfan MSc : Ahli Sosial 5. Drs. Muflizah : Ahli Biologi I 1.3. PERATURAN I 1.3.1. Undang- Undang 1) Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber I 2) Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air I 3) 4) Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang No.38 Tahun 2004 tentang Jalan. 5) Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. I 6) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan. I 7) Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. I 8) 9) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2009, I Tentang Perikanan. 1.3.2. Peraturan Pemerintah I 1) Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Untas Jalan. I 2) Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 1999 tentang Analisis I 3) Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. I 4) Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah. 5) Peraturan Pemerintah Rl Nomor : 82 Tahun 2001 Tentang I Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 6) Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan I Tanah 7) Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan. I I I-2 I I I £aporan~ UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I 8) Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah I Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota 9) Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi I Perangkat Daerah 10) Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata I Ruang Wilayah Nasional. 11) Peraturan Pemerintah Rl Nomor : 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumberdaya Air. I 1.3.3. Peraturan Menteri I 1) Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor : 11 Tahun 2006 Tentang Rencana Usaha dan/atau I 2) Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi AMDAL. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 10/PRT/M/2008 tentang I Penetapan Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Wajib Dilengkapi Dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan I Lingkungan Hidup. 3) Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2010 I Tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup I 1.3.4. Keputusan Menteri I 1) Keputusan Menteri Negara 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Lingkungan Hid up No. 2) Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. I 17/PKTS/M/2003 tentang Penetapan Jenis Usaha dan I atau Kegiatan Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Yang Wajib I Dilengkapi Dengan Upaya Pengelolaan Ungkungan dan Upaya Pemantauan lingkungan Hidup. I 1.3.5. Keputusan Kepala BAPEOAL I 1). Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) Nomor : 124112/1995 Tentang Panduan Kajian Aspel< I !!;~~!!S~?~2 ,JJ.I'flio!opM,Kel.,..,.,.~/(...,..,._l,l.oo>a_ T.-.(!11Zf)THT<UIJ __ l-3 I I I Laporun .fl.i..liir UKt- UPL Ruas Ja!an Pasar Pedati - Kerkap I Kesehatan Masyarakat Dalam Penyusunan AMDAL. Sebagai acuan dalam menelaah aspek kesehatan masyarakat I 2). Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan . (BAPEDAL) Nomor : KEP-299/11/Tahun 1996 Tentang Pedoman I Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan AMDAL. Sebagai acuan dalam menelaah aspek sosial. I I I I· I I I Jl I \ I I I I I 1- 4 I I I I I I I I I I I I . : RencJiaU . I I } I I I I I I I I Laporan Jl.ftliir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I BAB II I RENCANA USAHA DAN/ATAU I KEGIATAN I 2.1. NAMA RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN I Nama rencana usaha dan/atau kegiatan adalah Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. Kondisi jalan eksisting atau sebelum ada I peningkatan adalah sebagai berikut: a. Panjang Jalan 21 ,2 Km I' b. c. Type jalan Rumija 212 UD 8,00 sampai 10,00 m d. Lebar perkerasan 6,66m I e. Lebar lajur lalu lintas 2 x 3,00m f. Jumlah lajur 21ajur I g. h. Lebarbahu Kondisi jalan 1,50 sampai 2,00 meter (bervariasi) Sedang I i. Tipe perkerasan Flexible 2.2. LOKASI RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN I 2.2.1. Lokasi Secara Administratif I Ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara Propinsi Beng\<.u\u. I Desa-desa yang dilalui ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Pondok Kelapa adalah Desa Pekik Nyaring, I Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang Betuah, sementara yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Air Napal adalah I Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap. Titik awal (Sta 0) atau dari kota Pusat Kota Bengkulu terletak pada Km 6 I + 100 berada pada Jembatan Sungai Hitam yang membatasi antara wilayah Kota Bengkuiu dengan wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. I B-1 I I I Lapotr~n~ UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedatl- Kerkap I Dengan koordinat 102"15'39,2" Bujur Timur dan 3°45'17 ,1" Untang Selatan. Sementara titik akhir (Sta 21+200) atau dari kola Bengkulu I terletak pada Km 29+150 berada pada persimpangan jalan ke Argamakmur jalur timur dengan koordinat 102°25'38" Bujur Timur dan I 3"31'56,8" Lintang Selatan. dikenal dengan seburan Simpang Polwan. Untuk lebih jelasnya lokasi rencana Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap dapat dilihat pada Gambar 2.1. I I I I. II ! I I I I I I I I I U-2 I I I Gambar 2.1. Peta Lokasi Rencana Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I KE LAMPIRAN 7A. KEPUTUSAN MENTERI PEKERJAAN UMUM I. NOMOR : 630 I KPTS I M/2009. TANGGAL: 31 DESMBER 2009 . I PROVINSI SUMSEL PROVINSI BENGKULU (13) REPUBLIK INDONESIA I I I I JL. STRATEGIS NASIONAL RENCANA (TERSAMBUNG) JL STRATEGIS NASIONAL RENC. (Bim.TERSAMBUNG) JALAN ARTER! JALAN KOLEKTOR 1 I ............ JALAN KOLEKTOR 2 JALAN KOLEKTOR 3 PKN (PUSAT KEGIATAN NASIOANAL) I INSERT KOTA BENGKU PKW (PUSAT KEGIATAN WILAYAH) 5TH, PERTAMA PKW (PUSAT KEGIATAN WILAYAH) 5TH. KEDUA PKSN (PUSAT KEGIATAN STRATE GIS NASIONAL) 5TH. PERTAMA I Lokasi Ruas 17"\1 PKSN (PUSAT KEGIATAN STRATEGIS NASIONAL) ~ 5TH. KEDUA. @ NO.RUAS Pasar Pedatl - Kerkap - - BATAS PROVINSI I - - - BATAS KABUPATEN ~ ~ IBUKOTA PROVINSI KOTA © I\ IBUKOTA KABUPATEN 0 IBUKOTA KECAMATAN DAERAH TWUAN WISATA NASIONAL IINTERNASINAL: PROVINSI SUMSEL • WISATA ALAM /SUNGAVDANAU/GUNUNG IT, NASIONAL I (6] ~~~ WISATA BUDAYA WISATA PANTAI Ill WlSATA MUSEUM I PENDIDIKAN I KETERANGAN llANOAR UDARA KLAS II PUSAT I PENYEBARAN PRIMER llANDAR UOARA KLAS HI PUSAT PENYEBARAN SEKUNOER BANDAR UDARA KLAS Ill/ PIJSAT PENYEBARAN TERSIER I llANDAR UDARA KLAS W PELABUHAN INTERNASIONAl I PEtABUHAN NASIONAL PELABUHAN REGIONAl MENTERI PEKERJAAN UMUM, I Skala : ,......., PROV. ~G ~~ I 0 5 20 40 Km. ( DJOKO KIR~TO ) I £aporan jl.~r UKL- UPl Ruas Jaian Pasar Pedati - Kerkap I 2.2.2. Kegiatan Lain Di Sekitar I Dari hasil pengamatan lapangan oleh tim penyusun, terlihat bahwa kegiatan lain di sekitar ruas jalan Ps Pedati - Kerkap bervariasi yaitu I berupa kebun kelapa sawit, kebun campuran, kebun karet, kebun kelapa, permukiman, kantor pemerintahan dan lain-lain, yang dapat I dilihat pada peta stripmap terlampir. Kegiatan fain yang berada culi'.up jauh dari ruas jalan Ps Pedati - Kerkap namun berpengaruh terdahap I keberadaan ruas jaian lnl adalah sebagai berikut : Tabel 2.1. Rona Lingkungan Hidup dan Kegiatan Lain Di Sekitar Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap Kiri Jalan Kanan Jalan Sta Uraian Sta Uraian Kebun campuran: Permukiman penduduk 0+000 sd 0+050 mangga, kelapa, jambu 0+000 sd 2+000 I 0+000 sd 6+000 6+000 sd 6+250 dll Permukiman penduduk Toko, kios, waruna 2+000 sd 2+150 2+150 sd 2+480 Kebun kelapa saW.\ Permukiman oenduduk I 6+250 sd 6+400 6+400 sd 6+575 Permukiman penduduk Kebun campuran: kalapa, 2+480 sd 2+675 2+675 sd 3+390 Kebun campuran: kalapa, pisang, singkonQ Permukiman penduduk oisana, singkona I 6+575 sd 6+800 6+800 sd 8+400 Permukiman penduduk Kebun campuran: sawit, kelapa, pisano dll 3+390 sd 3+430 3+340 sd 4+400 Polsek Pondok Kelaoa Permukiman pemludu\t Belukar: pandan, kirinyuh SMP Negeri 1 Pondok I 8+400 sd 8+575 8+575 sd 9+150 alanQ-alang dll Kebun campuran: sawit, kelapa, pisang dll 4+400 sd 4+480 4+480 sd 5+950 Kelapa Permukiman penduduk I \ 9+150 sd 9+190 9+190 sd 9+200 Ali ran Sekotona sungai Kebun campuran: kelapa, Air 5+950 sd 6+000 6+000 sd 6+085 Toko, kios dan warung Terminal Pasar Pedati pisang dll I 9+200 sd 10+000 Permukiman penduduk Kebun campuran: sawit, 6+085 sd 6+095 Jalan ke Tala119 Boseng Agen Damri, toko, kios, 0+000 sd 10+800 6+095 sd 6+275 kelapa, pisang dll warung I 0+800 sd 10+940 Permukiman penduduk 0+940 sd 11+140 Kebun campuran: sawit, 6+275 sd 6+580 6+580 sd 6+610 Permukiman-oendudul< SD Negeri 02 Pondok kelapa, pisana dll Kelaoa I 1+140 sd 11+600 Permukiman penduduk 1+600 sd 11+670 Aliran Sungai Lemau 6+610 sd 6+800 6+800 sd 8+000 Permukiman pendudi.Jk Kebun campuran: sawit, kalapa, oisana, dll Kebun kelapa tepi pantai Permukiman penduduk dan I 1+670 sd 12+010 landai 2+010 sd 14+020 Permukiman penduduk 8+000 sd 8+080 8+080 sd 8+400 ialan masuk Kebun campuran: sawit, kalapa, Pisang, dll I 11-4 I I I £aporanJl{mr UKl- UPL Ruas .!alan Pasar Pedati- Kerkap I Sta Kiri Jalan Uraian Sta KananJalan Uraian Permukiman penduduk I ~4+020 sd 14+100 SPBU M4+100 sd 15+000 Permukiman 8+400 sd 8+830 8+830 sd 9+070 {ada balai dusun) Kebun campuran: sawit, ' kalaoa, oisant., f!Ho I 5+000 sd 16+400 Kebun campuran: sawit, kelapa, pisang dll 6+400 sd 16+800 Kebun kelapa sawit 9+070 sd 9+150 9+150 sd 9+190 Permukiman penduduk dan ialan masuk Aliran sunaai Air Sekotong Kebun campuran: sawit, Permukiman penduduk I 6+800 sd 17+120 kelapa, pisang dll 7+120 sd 17+200 Permukiman penduduk 9+190 sd 10+000 10+000 sd 10+800 Kebun campuran: sawit, kalapa, pisan!:l, f!Ho I 7+200 sd 17+400 Kebun campuran: sawit, kelapa, singkong ~7+400 sd 19+140 Permukiman penduduk 10+800 sd 10+940 10+940 sd Permukiman penduduk dan ialan masuk Kebun campuran: sawit, 11+050 kalapa, pisang, dll I 19+140 sd 19+150 Kantor Bembah Kades Pasar 11+050 sd 11+060 11+060 sd Jalan ke Sidorejo Permukiman penduduk ~9+150 sd 19+200 Kebun kelapa sawit 11+600 {ada warunal Kebun campuran: sawit, ,9+200 sd 20+345 11+600 sd 11+670 Aliran Sungai Lemau 1 kelapa, pisang dll Kebun campuran: sawit, ~0+345 sd 20+355 Aliran sungai Air Kerkap 11+670 sd 11+820 I ~0+355 sd 20+500 Kebun campuran: sawit, kelapa, pisang dll 11 +820 sd 12+000 kalaoa, pisano, dll Permukiman penduduk Masjid Baitus Sadiqin & I 20+500 sd 20+520 Kantor Kades Tepi Laut 20+520 sd 20+800 Permukiman penduduk Kebun campuran: sawit, 12+000 sd 12+100 MIN Pondok Kelaoa 12+100 sd 12+620 Permukiman penduduk Kebun campuran:: kelapa, 20+800 sd 21+000 12+620 sd 12+800 kelapa, pisang dll keladi, pisano, dll I 21+000 sd 21+100 Permukiman penduduk 21+100 sd 21+200 Kios, toko, warung 12+800 sd 13+230 Tepian Sungai Lemau 13+230 sd 13+360 Kebun campuran:: kelapa, keladi, Pisano, dll I 21+200 Patung Polwan 13+360 sd 14+900 Permukiman 14+900 sd 16+400 Kebun campuran: sawit, kelaPa, Pisano, dll 16+400 sd 16+650 Kebun kelapa sawil I 16+650 sd 16+680 Permukiman oenduduk 16+680 sd 15+800 Kebun kelapa sawit Kebun campuran: sawit, 16+800 sd 17+400 I kelapa, pisang, dll 17+400 sd 17+600 Permukiman 17+600 sd 17+650 eagar Budaya k Masjid Padang batuah I 17+650 sd 19+150 Permukiman Penduduk 19+150 sd 19+200 Kebun kelapa sawit Kebun campuran: sawit, 19+200 sd 20+345 kelapa, pisang, dll I 20+345 sd 20+355 Aliran sunoai Air Kerkao 20+355 sd 20+500 Kebun campuran: sawit, kelapa, pisano, dll I 20+355 sd 20+800 Permukiman oenduduk 20+800 sd 20+900 Kebun campuran: sawit, kelapa, pisano, dll I flj !'!.:~~!!S~?~.E Jl.""""li.Koli"uk>.JC-.~.e....-­ ~{(ll1)1U1. . D-5 I I I Lapuran )f.q,ir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Peclati - Kerkap I Kiri Jalan Kanan Jalan Sta Uraian Sta um.n I 21+000 sd 21+100 Pennukiman (ada masjid) penduduk . 21+100 sd 21+200 21+200 Kios, toko warunn Patung Polwan I Sumber: Data primer pengamatan lapangan, 2011 2.2.2.1. Pertambangan Batubara I Pertambangan batubara berada di kawasan Ketahun Bengkulu Utara. berjarak lebih dari 50 km dari Pasar Kerkap pada Simpang Jalan ke I Argamakmur (Sta 21+200). Batubara yang dihasilkan oleh pertambangan batubara dari lokasi tambang diangkut ke Pelabunan I Batubara di Pulau Baai Kota Bengkulu. Pengangkutan batubara dari lokasi tambang ke pelabuhan batubara tersebut melalui ruas jalal\ '?<!lOaf I' Pedati - Kerkap. Pengangkutan batubara berpotensi menimbulkan dampak selain gangguan lalu lintas bagi pengguna jalan yang lain, ju9a berdampak kerusakan ruas jalan. Jika armada angkut yang digunakan I melebihi kapasitas jalan (lebih dari 8 ton). maka kerusakan ruas jalan tidak dapat dihindarkan lagi. Contoh foto armada pengangkutan I batubara yang sedang lewat di Sta 8+900 dapat dilihat pada Gambar 2.2 dan di Sta 16+500 pada Gambar 2.3. I I I I I Gambar 2.2. Armada Pengangkutan Batubara I Yang Sedang Lewat dl Sta 8+900 I I 0-6 I I I Laporan~ UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I I . I I I I Gambar2.3. Armada Pengangkutan Batubara Yang Sedang Lewat dl Sta 16+500 I' 2.2.2.2. Pertambangan Batu (Quarry) I Pertambangan batu berada di tepi jalan antara Lais ke Argamakmur, berjarak ±10 km dari Simpang Lais. Berbagai jenis batu yang dihasilkan I oleh pertambangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. Di samping kualitasnya memaaai, I jaraknya pun tidak terlalu jauh dari lokasi kegiatan. Foto kegiatan pertambangan batu dapat dil\hat pada Gambar 2.4. I I I I I Gambar2.4. I Keglatan Tambang Batu di Tepl Jalan Lals - Argamakmur Km 10 I UJ . .......... - ·- ·- -- PT. BLANTICKINDO ANEKA "-- ~. ,..."'"' ~ ~fiii\!TI#1- · ....... ~~­ 0 -7 I I I £a1J07'anjl~r UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - l<erkap I 2.3. SKALA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN I 2.3.1. Data Teknis Skala usaha dan/atau kegiatan dinyatakan dengan panjang ruas jalan I yang akan ditingkatkan yaitu 21,200 km, dimulai dari batas antara Kota Bengkulu dengan Kabupaten Bengkulu Tengah. Peningkatan ruas jalan I yang akan dilakukan berupa peningkatan lapis perkerasan tanpa ada penambahan Iebar badan jalan maupun bahu jalan, Secara ringkas data teknis rencana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I dapat dilihat pada Tabel2.2. I Tilbel2.2. Data Teknis Rencana Kegiatan I' No Uraian Satuan Ukuran 1. Rumra Meter 8,00-10,00 I 2. 3. Lebar Perkerasan Jalan Lebar Bahu Jalan Meter Meter 6,00 1 00 sam ai 1,50 I 4. La is Perkerasan a. AC-WC em 4,00 b. AC-BC em 5,00 I 5. em 15,00 I 4. 5. Jenis Perkerasan 2 Flexible Sumber: P2JN Provinsi Bengku/u, 2011 I \. I I I I I flj~ T. BLANTICKINDO ANEKA ,._o-¢0BICilall¢-<;~~ lli\IOPitiW.P>Jlo.&c.._,........ _ ~(WIJ'fU'J'4'1 _,.,hlilu<l ll-8 I I I Gambar 2.5. I Tipikal Potongan Melintang Peningkatan Jalan Pasar Pedati - Kerkap Tipe I dan II I (Sumber: P2JN Bengkulu, 2011) . I I I RENCANA I Bahu Jalan PERKERASAN / L 100 .....,/>~"-v-------600 - - - - - - - - - > Bahu Jalan /v~ 100 /v I' I I I - - - l r - \ I \ I / / I I\ I /i 100 - 150 7~150 - 200 /-,t'L'----------600 - - - - - - - / +1 / 150 - 200 7i 100- 150 ;Y I Saluran Bahu Jalan PERKERASAN Bahu Jalan Saluran EXISTING I I I I I I Gambar 2.7. I Tipikal Potongan Melintang Peningkatan Jalan Pasar Pedati - Kerkap Tipe Ill dan IV I (Sumber: P2JN Bengkulu, 2011) I I I RENCANA I Bahu Jalan PERKERASAN 100~-------------600------------~r100 Bahu Jalan I I I I - - - ' - - - - AC - we (t=4 em) I ' - - - AC- BCL (t=7 em) ' - - ACCA(t=15cm) ACC B (t=20 em) I\ L___ I 100 - 150 150 - 200 -;;1'---------600 -------~150 - 200 100 - 150 I Saluran Bahu Jalan PERKERASAN Bahu Jalan Saluran EXISTING I I I I I I Gambar 2.8. I Tipikal Potongan Melintang Peningkatan Jalan Pasar Pedati - Kerkap Tipe V I (Sumber: P2JN Bengkulu, 2011) ' I I I RENCANA I Bahu Jalan PERKERASAN Bahu Jalan /~ 100 _...,/,j<--v-------600 --------?!'/v'--1 00 -;/ I ..... ,..... /I / I I ..... .... ~ / I I I I I I I I = ___ l ___ _ I - - - - 1 - - - ~ ~ ~ AC- we (t=4 em) ~ I AC- BCL (t=5 em) I ~ I /~ 100 - 150 :;~150 - 200 /"'/'---------600 - - - - - - - / + v 150 - 200 7~ 1oo - 150 :;/ I Saluran Bahu Jalan PERKERASAN Bahu Jalan Saluran EXISTING I I I I I I £aporan~ UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati • Ker kap I 2.3.2. Jadwal Kegiatan I I Pada saat lni rencana keglatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - I : Kerkap baru dalam tahap Perencanaan Teknik Akhir (Detail Engineering I Design). Untuk pelaksanaan konstrukslnya diperkirakan akan dilaksanakan pada tahun 201 2 - 2013 dengan masa konstruksi selama I 20 bulan. Selanjutnya unruk jadwal pelaksanaan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap disajikan dalam Tabel 2.3 berikut: I Tabel2.3 Jadwal Pelaksanaan Penlngkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap Tahonke 1 TihunMl. No. Uralll'l Pt"ktrjlll'l I 2 J 4 s 6 1i 8.1_ 9_l_l!U_IU. U I 2 ) • s • 7 •• JD II 11 1 U!"!'o:JI':'I ~·~ - - 1 ·- 1 2 Orcl:-:ist 1 PeY.er-~an To:-.ah r- • :>e)eb• r. .., >•rlo:•raul"'o d an &ahu li iAn - s I ~ l!-k4!fJU:'t ~M 6 ~\:~.•M'"' .:0S!)II 7 >e:C~,ti¥11 S:r.ilrl•.lf I I :tente-•~.att.:m <ordl1.1 Ci t'\ >t'r.- "#ll"Qf :>t:-~~thh¥U "'' ~U":It"\ 1 - ' 1-· $umber. P2JN Provmst Bengkulu, 201 1 I 2.3.3. Metode Pelaksanaan I Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan cara menutup satu line ja'ran eksisting sehingga arus lalu lintas masih tetap bisa berjalan meskipun I hanya satu lane. Kelengkapan standar yang akan digunakan dalam pelaksanaan konstruksi antara lain: moveable concrete barrier, rotary I lamp, fleshing lamp, traffic cone, walky-talky, petugas pembawa bendera dan kelengkapan lainnya). I 2.3.4. Kebutuhan Sumber Daya Manuala Dan Peralatan I 2.3.4.1. Kebutuhan Sumber Oaya Manusia Kebutuhan sumberdaya rnanusia pada tahap konstruksi Peningkatan I Ruas Jalan Pasar Pedati - Keri<ap diperi<irakan ± 56 orang. Adapun I PT. BLANTICKINDO ANEKA ........... ~ · -$ ~,...nc_ _ ___......,....._...._.,_ -· .......· -~ D - 12 I I I £aporan}f.~ir UKl- UPL Ruas Ja!an Pasar Pedati - Kerkap I komposisi dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan ditunjukkan Tabel I 2.5. Tabel 2.4. Jumlah dan Komposisi Tenaga Kerja (Kontraktor) Yang Dibutuhkan I Untuk Kegiatan Proyek No. Komposisi Tenaga Kerja Jumlah I 1 2 3 General Superintendent Site Engineer I Manajer Proyek I Wakil G.S Pelaksana Utama 1 1 2 4 Pelaksana Pengelolaan Lingkungan Hidup 2 I 5 6 7 Pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Ke~a Karyawan Pelaksana Peningkatan Jalan Assisten Pelaksana Peningkatan Jalan 2 2 2 8 Pelaksana Geodesi I Pengukuran 1 I 9 10 11 Assisten Pelaksana Geodesl Bagian Rumah Tangga Base Camp Draftman 2 2 2 12 Estimator I Quantity Engineer 3 13 Tata usaha 3 14 Keuangan 2 15 Logistik I Pergudangan 2 I 16 17 18 Peralatan I Pemeliharaan Alat Berat Keamanan Operator alat berat I driver 3 6 5 19 Tenaaa Keria Pembantu (Heloerl 13 I Sumber. P2JN Provms1 Bengku/u, 2011 Jumlah 56 I Kebutuhan sumber daya manusia tersebut terbanyak adalah tenaga pekerja lapangan yang pada umumnya mereka dalam manajemen I proyek termasuk tenaga lepas dari kontraktor, namun mereka ir.i ~ooah menjadi satu tim dari kontraktor. Sedangkan untuk tim proffesional baik kontraktor/konsultan supervisi maupun direksi adalah tenaga tetap dari I masing-masing perusahaan atau instansi. Tugas dan tanggung jawab dari tenaga kerja/jabatan sebagaimana disajikan pada Tabel2.6. secara I garis besar diuraikan sebagai berikut : 1. General Superintendent I Memimpin dan bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan pekerjaan konstruksi peningkatan ruas jalan, baik secara fisik, I administrasi dan finansial. Pendidikan minimum Teknik Sipil, dipersyara\~a?r S1 I I 11-B I I I £aporan jll.~ir UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I 2. Wakil General Superintendent Bertugas mewakili General Superintendent apabila tidak ada di I tempat. Selain itu membatu General Superintendent dalam memimpin dan bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan I pekerjaan konstruksi peningkatan ruas jalan, baik secara fisik, administrasi dan finansial. Pendidikan minimum dipersyaratkan S1 Teknik Sipil, I 3. Manajer Proyek Bertugas di lapangan untuk memimpin dan bertanggung jawab atas I seluruh pelaksanaan fisik di lapangan. Manajer proyek harus tiffgga/ di lapangan selama melaksanakan tugasnya dalam kegiatan I peningkatan jalan. Pendidikan minimum dipersyaratkan S1 Teknik Sipil, I, 4. Site Engineer Bertugas di lapangan untuk membantu Manajer Proyek dalam menjabarkan seluruh desain termasuk UKL dan UPL, agar dapat I dilaksanakan di lapangan. Site Engineer harus tinggal di \afl~ selama melaksanakan tugasnya dalam kegiatan peningkatan ruas I 5. jalan. Pendidikan minimum dipersyaratkan adalah S1 Teknik Sipil, Pelaksana Utama Bertugas di lapangan untuk membantu Manajer Proyek dalam I melaksanakan seluruh desain, berdasarkan program yang telah dibuat oleh Site Engineer, Pelaksana Utama harus tinggal di I lapangan selama melaksanakan tugasnya dalam kegiatan peningkatan ruas jalan. Pendidikan minimum dipersyaratkan 03 I 6. Teknik Sipil, Pelaksana Pengelolaan Lingkungan Hidup Bertugas di lapangan untuk membantu Manajer Proyek dalam I melaksanakan program UKL dan UPL, berdasarkan dokumen UKL dan UPL yang telah disetujui oleh instansi yang berwewenang, I Dalam hal ini termasuk menyusun laporan berkala yang \Yc!ii't.Y3 disampaikan kepada instansi penerima laporan pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup dan pelaksanaan pemantauan I lingkungan hidup. Pelaksana Pengelolaan lingkungan Hidup harus tinggal di lapangan selama melaksanakan tugasnya dalam kegiatan I peningkatan ruas jalan. Pendidikan minimum dipersyaratkan S1 Teknik Lingkungan., I UJ ~~~~~?~~ T.......,_ jim} 'fUT_, Jt.~tf.Kiti,~.,!Coc.~S.U.~~ D-14 I I I £aporan .JL{Iiir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - 1\erkap I 7. Pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Ke~a (K3) I Bertugas di lapangan untuk membantu Manajer Proyek dalam melaksanakan seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan masalah K3, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. I Pelaksana K3 harus tlnggai dl iapangan selama melaksanakan tugasnya dalam kegiatan peningkatan ruas jalan. Pendidikan I 8. minimum dipersyaratkan D3 Teknik Sipil atau Teknik Mesin, Pelaksana Peningkatan Jalan I Bertugas di lapangan untuk membantu Pelaksana Utama dalam melaksanakan tugas perkerasan badan jalan sesuai arahan Pelaksana Utama. Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari I dimantu oleh Asisten Pelaksana Peningkatan Jalan, Selain itu Pelaksana Peningkatan Jalan termasuk asistenya harus tinggal di I' lapangan selama melaksanakan tugasnya peningkatan ruas jalan. Pendidikan minimum dipersyaratkan SMK dalam kegiatan Teknik Sipil, I 9. Pelaksana Pengukuran (Geodesi) Bertugas di lapangan untuk membantu Pelaksana Utama dalam I melaksanakan tugas pengukuran dan pemetaan sesuai arahan Pelaksana Utama. Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari I dibantu oleh Asisten Pelaksana Pengukuran. Pengukuran termasuk asistennya harus tinggal di lapangan selama Pelaksana melaksanakan tugasnya dalam kegiatan peningkatan ruas jalan. I Pendidikan minimum dipersyaratkan SMK Teknik Sipil, 10. Bagian Rumah Tangga Base Camp I Bertugas di lapangan untuk membantu Site Manajer dalam mengoperasikan seluruh bangunan base camp (kantor proyek, I gudang, bengkel dan penginapan karyawan). Meliputi kebersihan, perawatan bangunan sampai pada penyediaan makanan bagi tenaga ke~a. Pendidikan minimum dipersyaratkan SLTA, I 11. Draftman Bertugas di lapangan untuk melayani para tenaga ahli apabila I mereka membutuhkan gambar desain teknis, peta maupun gambar- gambar lain yang berkaitan dengan proyek peningkatan ruas jalan. Draftman harus menginap di lapangan. Pendidikan minimum I dipersyaratkan SLTA, I UJ PT. BLANTICK1NDO ANEKA l'i..-c-<> ~jWI}TZn- -o-r<>~~ Jl. ...,.. .. lbiPulo.ICK..~S....~:w.­ II- 15 I I I £aporan.Jl~ UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 12. Estimator/ Quantity Engineer I Bertugas di lapangan untuk membantu Site Manajer dalam mengestimasi bahan-bahan atau material kebutuhan proyek, Mereka harus tinggal di lapangan. Pendidikan minimum I dipersyaratkan S1 feknlk Sipil. 13. Tata Usaha I Bertugas di lapangan untuk membantu Site Manajer dalam meiaksanakan jalannya administrasi atau manajemen proyek, Mereka harus tinggal di lapangan. Pendidikan minimum I dipersyaratkan SMK Administrasi. 14. Keuangan I Bertugas di lapangan untuk membantu Site Manajer dalam mengelola keuangan proyek, Mereka harus tinggal di lapangan. I Pendidikan minimum dipersyaratkan SMK Administrasi. 15. Logistik.Pergudangan Bertugas di lapangan untuk membantu Site Manajer dalam I mengelola atau menyediakan bahan-bahan atau materia\ 'fi!d'!9 dibutuhkan oleh proyek, Mereka harus tinggal di lapangan. I Pendidikan minimum dipersyaratkan SMK Administrasi. 16. Peralatan/Pemeliharaan Alat Berat I Bertugas di lapangan untuk membantu Site Manajer dalam mengelola atau menyediakan atau menelihara peralatan berat yang digunakan oleh proyek, Mereka harus tinggal di lapangan. I Pendidikan minimum dipersyaratkan SMK. 17. Keamanan I Bertugas di lapangan untuk membantu Site Manajer dalam hal mengamankan seluruh bangunan atau barang-barang milik proyek. Mereka harus tinggal di lapangan. Pendidikan minimum I dipersyaratkan SLP. 18. Operator Alat Berat/Driver I Bertugas di lapangan untuk membantu Site Manajer dalafl'l 'rial mengoeprasikan alat-alat berat seperti buldoser, loader, motor I grader, dump truck dan lainya .. Mereka harus tinggal di lapangan. Pendidikan minimum dipersyaratkan SLP. I I II- 16 I I I Laporan JWiir UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati - Kerkap I 19. Tenaga Kerja Pembantu (Helper) I Bertugas di lapangan untuk membantu siapa saja yang perlu bantuan. Mereka harus tinggal di lapangan. Pendidikan tidak dipersyaratkan .. I 2.3.4.2. Kebutuhan Peralatan I Perklraan kebutuhan alat berat daiam melaksanakan kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap, disajikan pada Tabel I 2.7. Tabel2.5 I Jumlah dan Alat Berat Yang Dibutuhkan Untuk Kegiatan Proyek No. Jenis Peralatan Jumlah I 1 2 3 Dump Truck 4 - 7 mJ Vibratory Roller 9 - 20 ton Tandem Roller 4 2 2 Motor Grader I 4 5 6 Excavator Pneumatic Roller 1 1 1 7 Wheel Loader 1 I 8 9 10 Water tanker Asphalt Paner Asphalt Sprayer 1 1 1 11 Agigutor Truck Mixer 2 I 12 13 14 Skipform Concrete Paner Air Compressor Generator set 25-3000 KVA 1 2 2 15 Buldozer 1 I 16 Flat Bed Truck Sumber. P2JN Provmst Bengkulu, 2011 1 I 2.4. GARIS BESAR KOMPONEN RENCANA USAHA DAN /ATAU KEGIATAN I 2.4.1. Tahap Pra Konstruksi I Pada tahap pra konstruksi kegiatan yang dilaksanakan adalah ; Survei lapangan yang meliputi survei topografi, survei tanah dan survei I hidrologi. Survei-survei ini dilakukan untuk perencanaan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. Untuk pelal<sanaan akhir kegiatan ini tidak diperlukan pengadaan tanah karena rencana kegiatan I hanya berupa peningkatan tanpa ada pelebaran atau penambahar. ~ I 11-17 I I I Laporan~ir UKl- UPl R:uas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I 2.4.2. Tahap Konstruksi I Komponen kegiatan pada tahap konstruksi atau pelaksanaan pekerjaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap meliputi kegiatan- I kegiatan sebagai berikut: 2.4.2.1. Penerimaan Tenaga Kerja I Penerimaan tenaga kerja konstruksi mencakup pengadaan tenaga kerja oleh Kontraktor Pelaksana yang akan dikerahkan untuk pelaksanaan I proyek. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan ± 56 orang dengan kualifikasi seperti yang dibutuhkan proyek (lihat Tabel 2.5). Penerimaan I tenaga kerja dapat dilakukan dengan cara mendatangkan tenaga kerja lama I sudah dimiliki oleh Kontraktor serta melakukan pene.~ 1\ tenaga kerja baru. Proses penerimaan tenaga kerja baru didasarkan atas kualifikasi dan jumlah yang diperlukan. Waktu pelaksanaannya adalah bertahap sesuai jadwal kegiatan pekerjaan konstruksi. I 2.4.2.2. Mobilisasi Alat Berat dan Material I Mobilisasi alat berat mencakup pengadaan peralatan yang akan digunakan untuk pelaksanaan proyek. Jenis peralatan berat untuk I pelaksanaan kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap dapat dilihat kembali pada Tabel 2.6. Material konstruks1 yang I dibutuhkan antara lain berupa : batu kali, baja tulangan, semen, pasir, batu pecah dan lain -lain. Mobilisasi alat - alat berat ke lokasi proyek dilakukan dengan Flat Bed I Truck atau Boogy Trailler, sedangkan pengangkutan material da~;>at dilakukan dengan menggunakan Dump Truck dengan bak tertutup, I sesuai tatacara pengangkutan material di jalan. Mobilisasi peralatan dan material dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal kegiatan I konstruksi dan kebutuhan di \apangan. I 2.4.2.3. Pengoperasian Kantor Proyek, Gudang dan Penginapan Karyawan Kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan yang akan digunakan I berada pada lokasi di sekitar rencana kegiatan (dalam ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap). Kantor proyek akan digunakan untuk aktifrtas kantor I JI-lll I I I £apomn)l#ir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I karyawan I pelaksana proyek. Untuk penginapan para pekerja lapangan (tenaga kontraktor) akan dibuatkan barak untuk penginapan yang I bersifat temporer yang ramah lingkungan. Buangan limbah padat dan limbah cair dari kegiatan di kantor proyek menimbulkan dampak I menurunnya kualitas air permukaan dan sanitasi !ingkungan sekitar. I 2.4.2.4. Pembersihan Lahan (Land Clearing) Dalam pelaksanaan peningkatan jalan secara spesifik tidak ada I komponen kegiatan pembersihan !ahan. Dalam hal ini, peml>ersihan hanya bersifat menyiapkan badan jalan dari air dan tanah yang akan I dilakukan lapis ulang. Sehingga tidak ada pembersihan !ahan terhadap vegetasi. 2.4.2.5. Kebutuhan Air Pada tahap konstruksi kebutuhan air secara spesifik diperlukan untuk I kebutuhan air pekerja dan kebutuhan air pekerjaan konstruksi termasu'K penyiraman dan perkerasan jalan. Kebutuhan air untuk tahap konstruksi I dapat kita lihat pada tabel berikut: I Tabel2.6 Kebutuhan Air Tahap konstruksi I No uraian volume Kebutuhan Air Jumlah (iler I hari) (liter/hari) I 1 Pekerja 56 orang 100 5.600 2 Kegiatan Konstruksi 21.200x 6 =127.200 m~ 0,5 63.600 I Jumlah Total 19..2110 I 2.4.2.6. Pekerjaan Drainase Samping I Pekerjaan drainase bertujuan menyalurkan limpasan air hujan yang jatuh pada area Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap pada I musim hujan. Drainase ini dibuat kanan-kiri dan dialirkan atau dibuang ke badan air permukaan terdekat. Pekerjaan pembuatan saluran I Bll-19 I I I £aporan JIR.fiir UKl-- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati - Kerkap I drainase meliputi pekerjaan galian tanah, pekerjaan pasangan batu. Galian tanah dilakukan pada lokasi rencana saluran untuk saluran I terbuka I tertutup. 'I 2.4.2.7. Pekerjaan Perkerasan Jalan Perkerasan lentur meliputi pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, penggilasan, dan pemadatan agregat dan campuran aspal panas di atas permukaan yang telah disiapkan dan telah diterima I sesuai spek. Pekerjaan perkerasan lentur peningkatan jafan adatah sebagai berikut : I 1. Pekerjaan Lapis Pondasi (Sub Base) Pelaksanaan lapis pondasi pada dasarnya sama dengan pekerjaan I' timbunan. Pengangkutan material subbase dari lokasi surnber material (quarry) menggunakan dump truck dan penghamparan I material di atas tanah dasar (subgrade) menggunakan Motor Grader. Pemadatan perlapis dilakukan dengan dilakukan aengan I Vibratory Roller dan Pneumatic Tire Roller dan bila perlu dilakukan penyemprotan air dengan Water Tank Truck. I 2. Pekerjaan Lapis ATB, Binder Course dan Wearing Course Pelaksanaan pekerjaan lapis perkerasan ini terdiri dari I pengangkutan material aspal, penghamparan dan pemadatan. Selain juga penyemprotan lapis resap pengikat diatas lapisan I subbase dan lapis pengikat diantara tiap jenis lapisan aspal aengan menggunakan Asphalt Sprayer. I Pengangkutan material aspal dari lokasi AMP (Asphalt Mixing Plant) dilakukan dengan menggunakan dump truck dengan bak tertutup. Penghamparan material aspal dilakukan dengan Asphalt F~her I sampai dengan ketebalan I elevasi yang telah direncanakan. Pemadatan awal dilakukan dengan menggunakan peralatan I Tandem Roller dan dilajutkan dengan proses pemadatan akhir dengan menggunakan Tire Roller. Kegiatan ini berpotensi I menimbulkan dampak penurunan kualitas udara. I !!:~~!!E~?2!.~ Jtll'f8:'p .. K..t,.,...K.o<:..~Bartt.-5.­ ~fl1Z1}1UT>dfl D-lO I I I £aporan )t~ir U!<l- UPL Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I 2.4.2.8. Pekerjaan Pemasangan Sarana Pelengkap dan Penunjang I Yang termasuk dalam kegiatan ini adalah ; pemasangan rambu- rambu dan marka jalan, instalasi penerangan, pemasangan pagar pembatas I dan lain - lain. Utilitas umum seperti kabel telepon, listrik, pipa air minum apabila terganggu, maka akan dipindahkan dengan berkoordinasi dengan pengelola infrastruktur tersebut (PLN, Telkom, I PDAM, dll). I 2.4.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap Operasi) I 2.4.3.1. Pengoperasian Jalan Pengoperasian jalan disini adalah dibukanya jalan untuk melayani pengguna jalan setelah pekerjaan konstruksi selesai dilakukan secara bertahap. I 2.4.3.2. Pemeliharaan Jalan I Pemeliharaan jalan secara garis besar diklasifikasikan dalam 2 (dua), yaitu: pemeliharaan rutine dan pemeliharaan berkala. Pemeliharaan rutine antara lain adalah pengembalian kondisi untuk perkerasan, bahu I jalan, pembersihan saluran samping, perlengkapan jalan dan jem'i>a+..ar., pemotongan rumput dan inspeksi. Pekerjaan pemeliharaan rutine I perkerasan beraspal adalah untuk mempertahankan permukaan jalur lalu-lintas sehingga kerataannya konsisten dengan mutu permukaan I rata-rata sebelumnya. Pemeliharaan pembuangan endapan, sampah, rumput, semak dan bahan-bahan lain rutine drainase mencakup: yang mengganggu kelancaran air pada saluran samping, gorong-gorong I dan sistem drainase lain yang ada. Pemeliharaan rutin perlengk~an jalan mencakup pembersihan, perbaikan rambu jalan, patok pengaman I dan patok kilometer yang rusak dan pengecatan kembali huruf yang tak terbaca pada rambu jalan. Pelaksanaan pemeliharaan rutin akan I berpotensi menimbulkan dampak terhadap gangguan lalu lintas bagi pengguna jalan, tetapi dampak ini berskala kecil dan bersifat sementara. Untuk ini pengelolaan dampak dapat menggunakan SOP pelaksanaan I pekerjaan peningkatan jalan. Sedangkan pemeliharaan ~alta merupakan perbaikan kerusakan jalan yang bersifat kerusakan berat I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~c~<>-<> _ _ c_,_!';(IIUI1l)INI' .II. .....,... .. K4ll. l'ulo.K.K.K$,.,...,B.:u. ~,..., lll-21 ~(OZ1)7UTUII I I I £aptmm .Jli..liir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I yang dilakukan tidak setiap tahun. Jenis perbaikan ini dapat berupa I pelapisan ulang permukaan jalan atau overlay. Selain pelapisan ulang, jenis pemefiharan berkala lainnya antara fain: perbaikan guardrail, perbaikan rambu-rambu jalall dan perbaikan slope protection. I I I I I I I I I I I I I I n-22 I I I I I i :I I I I I Babm .. : Rona Lingkungan Hi "!! . .· ' ' . ~ t ~ I I I I I I I I I Laporan jl~ir UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I BAB Ill I RONA LINGKUNGAN HIDUP I I 3.1. KOMPONEN FISIK- KIMIA I 3.1.1. lklim Kondisi iklim di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten I Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu secara umum bertemperatur sedang, suhu tertinggi terdapat pada bulan Mei dengan rata-rata 24,5° C, Rata- I rata suhu udara tertinggi per tahun adalah 29,7°C dan rata-rata terenoah per tahun 20,4°C. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, rata-rata curah I hujan (CH) sebesar 254,53 mm per bulan dengan jumlah hari hujan (HH) rata-rata 11 ,85 per bulan. Curah hujan tertinggi 626 mm terdapat pada bulan Desember 2006 dengan hari hujan sebanyak 27 hari. Curah I hujan terendah sebesar 0 mm terjadi pada bulan Januari 2007 hujan dengan hari hujan sebanyak 0 hari. Data curah hujan dan hari hujan I selengkapnya dapat dilihat pada Tabel2.1. Tabel3.1. I Data Curah Hujan dan Hari Hujan Tahun 2006 sampai 2010 2007 2008 2009 2010 Tahun 2006 HH I CH HH CH HH I c~ HH CH CH IIH I Bulan I 13 I Janu2ri I 195 14 0 0 250 I 13 396 14 218 15 165 I 8 195 6 105 11 393 23 februart 127 9 328 9 424 24 I Maret April I 123 206 127 14 11 11 259 I 15 257 116 17 9 195 393 82 9 2 355 115 17 7 307 280 17 16 Mei 13 ! 383 7 79 5 201 8 I Juni Juli 134 267 31 15 B 2 313 208 74 l 7 I 74 6 305 2 11 141 219 8 b 349 304 15 17 Agustus 9 177 7 372 8 123 5 I September Oktober Nopember 51 44 357 6 4 19 158 254 369 10 15 I 246 543 12 14 321 409 13 18 3')8 350 22 9 27 356 16 373 " 361 23 250 16 I 626 h Desember Sumber: BKMG Stasiun Klimatologi Kill Pu/au Baai Bengku/u, 2011 I ~~~~~?~~ JLWio;pli(K#t--/KJK:.~-.w.u~ T~(fmJ n4'14!f ffi-1 I I I Laporanjl.~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I 3.1.2. Kualitas Udara dan Kebisingan I 3.1.2.1. Kualitas Udara Untuk mengetahui kondisi kualitas udara pada saat pen)IUS\lT!an dokumen UKL-UPL ini telah dilakukan pengambilan sampel untuk I kualitas udara pada tanggal 13 Agustus 2011, dengan jumlah titik sampling dilakukan di 1 (satu) titik pengukuran. Titik ini diambil untuk I mewakili kualitas udara kawasan permukiman, pada peta tergambar dekat Sta 12+1 00. Parameter kualitas udara yang diukur meliputi I Karbon Monooksida (CO) dan TSP (Debu). Parameter yang dianalisis masih berada di bawah nilai ambang batas (NAB) yang berlaku. Hasil analisis kualitas udara disajikan pada Tabel 3.2. I Tabel3.2 Hasil Analisis Kualitas Udara I No Parameter Metode Analisis Sat. Hasil Anallsis (U-1) IIIAB *) 1 Karbon Pararosanilin !JQim• 286,438 11®.000 I 2 Monooksida (CO) TSP (Debu) Gravimetri !JQ/m" 55,4 230 Sumber . Has1/ Ana/ISIS UPT Laboratonum Ungkungan H/dup, BLH Pemenntah Provms1 Bengkulu. 2011 I Keterangan : U- 1 : Depan Masjid Baitus Sadiqin!MIN Pondok Kelapa (Sta 12+100) *)NAB: Nilai Ambang Balas berdasarkan Baku Mutu PP No. 41 Tahun 1999 I 3.1.2.2. Keblsingan Kebisingan dapat diartikan sebagai bentuk suara yang tidak diinginkan I atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat dan w'i!Mtvm,-a. Secara umum kebisingan dapat diartikan sebagai suara yang dapat menimbulkan gangguanlkerugian terhadap manusia dan lingkungannya. I Untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kebisingan sebagai akibat aktifitas yang terjadi di jalan Pasar Pedati-Kerkap terhadap pemukiman I yang berada di sekitarltepi jalan di Sta 12+1 00, telah dilakukan pengukuran dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 3.3. I Tabel3.3 Hasil Analisis Tingkat Kebisingan Tingkat Billlllllutu*) No Lokasl Pengukuran Kawasan I 1. Depan Masjid Baitus Sadiqin/MIN Pondok Kelapa (Sta 12+1 00) .. Permukiman Kebisingan(dB& 52,3 {lEA) 55 Sumber . Hasil Anal/SIS UPT Laboratonum Ungkungan Hldup, BLH Pemenntah Provms1 Bengkulu, I 2011 Keterangan : *) Kep.MNLH No.4BIMNLH/1111996 (untuk kawasan pemukiman =55 dBA dan untuk kawasan perrfagangan = 70 dBA). I lli-2 I I Laporan.ft~ir UKL - UPL Ruas Jalan Pasar Pedat i • Kerkap Oamblr 3.1. Ptta l.oklll Pengambllan lampel UJII<ualltae Udara dan l<tblalngan aerta Kualltaa Air lungal LokM P«~u•mbtlan ..mpol uJI ki.Mittaa a ir 81.JrQ81 . . . . . ~~~?~~EKA fll ~~~ rn - , '1#1-', ... III · 3 / r---------------------------------- I Laporan )l.fjiir UKl- UPl Ruas Jal;:m Pasar Pedati - Kerkap I 3.1.3. Topografi I Dari pengamatan lapangan, diperoleh bahwa kondisi topografi ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis I topog rafi, yaitu : 3.1.3.1. Topografi Datar I Topografi datar dengan kemiringan berkisar antara 0 persen hingga 10 persen, berada dari Sta 0 sampai Sta 14 dan dari Sta 18 sampai Sta I 21+200. Ketinggian 5 m sampai 10 m dan 40 sampai 45 m di atas permukaan laut. Pada areal kiri dan kanan jalan ditempati oleh kawasan I permukiman, perdagangan, kebun kelapa sawit, kebun campuran, pertanian baik lahan basah maupun lahan kering serta sedikit belukar. 3.1.3.2. Topografi Landai Topografi landai dengan kemiringan antara 10 sampai 30 persen, I berada dari Sta 14 sampai Sta 18. Ketinggian berkisar antara 10 m sampai 50 m di atas permukaan !aut. Pada areal kiri dan kanan ja'lan I ditempati oleh kawasan permukiman, peragangan, kebun kelapa sawit, kebun campuran serta sedikit belukar. I 3.1.4. Geologi dan Tanah I Untuk kajian geologi selain dilakukan analisis Peta Geologi Berskala 1 : 250. 000 Lembar Bengkulu terbitan Puslitbang Geologi (1982) dan lembar Sidikalang terbitan Puslitbang Geologi (1983), serta dilal'<ul<an I pengamatan terhadap singkapan-singkapan yang dijumpai di lapangan. Diperoleh bahwa kondisi geologi di kiri kanan Ruas Jalan Pasar P~a+.i.­ I Kerkap mulai dari Sta 0 hingga Sta 21+200 tersusun sebagai berikut: 3.1.4.1. Sta 0 sampai Sta 14 I Pada Sta 0 sampai Sta 14 ditempati oleh endapan aluvium sungai dan pantai (Qa), terdiri dari kerakal, kerikil, pasir, lempung dan lumpur yang I belum kompak. Endapan aluvium tersebar di dataran rendah di sekitar sungai besar dan pantai landai. I I m-4 I I I £aporan~ UKL - UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I 3.1.4.2. Sta 14 sampal Sta 21+200 I Pada Sta 0 sampai Sta 21+200 ditempati oleh satuan batuan yang terdiri dari konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu, I batulempung tufan, batuapung, dan kayu tekersikan. Satuan batuan ini menempati areal dengan topografi datar sampai landai dengan elevasi lebih dari 10 m di atas permukaan laut. Hanya ada satu tempat pada I tebing jalan yang curam terdapat gejala longsoran yaitu di Sta 16+000 (Gambar 3.3.). Jika dikorelasi dengan Peta Geologi lembar Bengkulu I (Gafoer, Amin & Pardede. 2007). maka satuan batuan ini termasuk dalam Formasi Bintunan (QTb) j I Jenis tanah di wilayah studi termasuk jenis Andosol dan as.oooiasi andosol dengan podsolik merah kuning ang tertutup oleh humus tebal IJ · sehingga memudahkan air untuk meresap ke dalamnya. Bahkan induk I• tanah ini berasal dari letusan gunung berapi purba, kondisi tanah bersifat asam dengan pH antara 4,5 sampai 5,6. I I I I I I Gam bar 3.2 Baglan Tepl Jalan Yang Rawan Longsor dl Sta-16+900 I 3.1.5. Kualitas Air Pennukaan Untuk memperoleh gambaran tentang kondisi kualitas air permukaan I telah dilakukan pengambilan sampel uji air permukaan pada tanggal 13 Agustus 201 1, dengan lokasi sampling sebanyak 1 (satu) titik, yaitu I III - 5 I I I £aporan Jitliir UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I Sungai Lemau. Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kondisi kualitas I air permukaan tersebut menunjukkan bahwa kecuali BOD, parameter lain analisis masih berada di bawah ambang batas kualitas air permukaan menurut Peraturan Pemerintah Rl No. 82 Tahun 2001, untuk I kualitas air permukaan kelas II. Hasil analisis kualitas air permukaan secara rinci dapat dilihat pada Tabel3.4. I Tabel3.4. Hasil Analisis Kualitas Air Permukaan I No Parameter Satuan Hasil Analisis BakuMutu1 Kelas II Kelasl A Fisika I 1 2 Zat Padat Tertarut (TDS) Zat Padat Tersuspensi (TSS) mg/1 mg/1 62 9 1.000 50 1.000 50 B Kimia 1 pH - mg/1 7,6 6,8 6-9 3 6-9 2 BODs 2 3 COD mg/1 12,8 25 10 4 Sulfat mg/1 3 - 400 I 5 6 7 Khlorida Amonia Minvak dan lemak mg/1 mg/1 mg/1 5,5 0,04 0,259 1 - - 600 0,05 1 I Sumber . Hasll AnaiiSIS UPT Laboratonum LJngkungan Hldup, BLH Pemenntah Provms1 Bengkulu, 2011 Keterangan :NAB: Nilai Ambang Batas sesuai baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 Dari hasil analisis UPTD Laboratorium Lingkungan BLH Provinsi I Bengkulu dapat dijelaskan bahwa kondisi kualitas air permukaan pada saat ini adalah sebagai berikut : I 1. Zat Padat Tersuspensi (TSS) dan Zat Padat Terlarut (TDS) I Padatan tersuspensi menyebabkan kekeruhan air, (TSS) adalah padatan yang tidak terlarut dan tidak dar;>at dapat I mengendap secara langsung. Padatan terlarut (TDS) terdiri dari senyawa organik dan anorganik. Padatan terlarut dan padatan tersuspensi merupakan bahan pencemar yang umum didapatkan di I perairan yang masih alami. Bahkan di perairan yang relatif bersih bahan pencemar pun juga didapatkan padatan tersuspensi 'oerupa I lempung dan lanau yang berasal dari proses pengikisan erosi. Perairan dengan padatan yang tinggi menyebabkan penetrasi I cahaya matahari terganggu, aktifttas fotosintesa, jasad nabati I !'!:~~~?2~ JI.""""'&KolltiVA«.o:c.~-~­ T....,.,-.(nt}7Ul- IH-6 I I I £apomnft~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I perairan terganggu dan mengakibatkan perairan itu kurang produktif. I Kandungan padatan tersuspensi (TSS) sebesar 9 mgll, menunjukkan bahwa kualitas air sungai masih jauh di bawah baku I mutu (50 mg/1) air permukaan. Nilai konsentrasi TSS ini berkaitan dengan aliran partikel-partikel terlarut dalam air, misalnya tanah I liatllumpur serta jasad renik lainnya. Kandungan TDS menuniukkan sebesar 62 mg/1, menunjukkan bahwa masih jauh di bawah ambang I batas yang ditetapkan. 2. Derajat Keasaman {pH) I Derajat keasaman (pH) memberikan petunjuk mengenai keseimbangan asam dan basa perairan. Nilai pH yang normal I berkisar antara 6 - 9. Dari hasil pengukuran menunjukkan nilai pH sebesar 7 ,6, masih berada di antara kisaran yang ditetapkan. HaJ ini I menunjukkan bahwa kadar keasaman perairan ketiga sungai tersebut masih tergolong normal karena tingkat keasamannya I masih dalam kisaran baku mutu sesuai Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, yaitu 6- 9. I 3. Kebutuhan Oksigen Biologis (BODs) Pengujian kadar BODs adalah bertujuan untuk mengetahui jumlah I oksigen yang dibutuhkan bakteri untuk menguraikan bahan - ba'han organik menjadi senyawa-senyawa yang lebih stabil. Kebutuhan I BODs adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses mikrobiologis yang terjadi dalam air. I Pemeriksaan BOD5 diperlukan untuk mengetahui pencemaran oleh bahan organik di perairan. Dengan demikian BOD adanya I menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk mengurai bahan - bahan buangan di dalam air. I Jadi nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya, tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen I yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan - bahan buangan tersebut. Nilai BOD yang berada di atas ambang batas air I ill-7 I I I Laporanftqdr UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati • Kerkap I permukaan, mengindikasikan banyaknya bahan organik yang ada di dalam perairan seiring dengan tingginya padatan suspensi yang I masuk ke perairan sungai dan danau, serta pergerakan aliran air sungai yang memungkinkan terjadinya difusi oksigen yang tinggi I dan dapat mendukung aktivitas mikroorganisme pengurai. Jika konsumsi oksigen tinggi yang ditunjukkan dengan semakin I kecilnya sisa oksigen terlarut, maka berarti kandungan bahan - bahan buangan membutuhkan oksigen tinggi. Nilai baku mutu untuk I perairan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, untuk kualitas air permukaan kelas II adalah 3 mg/1 dan kelas I adalah 3 mg/1. Hasil pemeriksaan untuk perairan tersebut adalah I 6,8 mg/1 (melewati ambang batas kualitas air permukaan ke~as ll yaitu 3 mg/1). Hal ini menunjukkan bahwa BOD5 sudah melampaui I nilai ambang batas yang berlaku, karena telah tercemar oleh air limbah domestik dari permukiman sekitar serta air limbah dari I perkebunan di kawasan hulu. I 4. Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD) Pemeriksaan COD diperlukan untuk mengetahui jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk proses oksidasi secara kimiawi. Nilai COD I dapat digunakan memperkirakan beban pencemaran yang berasal dari zat - zat organic maupun anorganik yang terdapat dalam air. I Oleh karena itu hasil pemeriksaan COD biasanya menghasill<an nilai kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dari pada pemeriksaan I BOD, karena bahan-bahan yang stabil terhadap reaksi biologi dan mikroorganisme dapat ikut teroksidasi dalam pemeriksaan COD. I Kandungan COD adalah 12,8 mg/1 (masih berada di bawah ambang batas kualitas air kelas II yaitu 25 mg/1). I 5. Minyak dan Lemak Dari pemeriksaan, kadar minyak dan lemak sebesar 0,259 mg/1, dari I data hasil pemeriksaan di perairan tersebut kadar minyak dan lemak masih di bawah ambang batas yang telah ditetapkan (1 mg/1). I I PT. BLANTICKINDO ANEKA l'UIIIIM!OO _ _ <>_O_~~t:aeiii.'Wfr Jt -..... Ko!LPu$o.¥M.~a.n.. ,.,._,.,._, .,.,.....,....,. (JmJ no,_ lli-1 I I I £aporan .Jif#iir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Selain pengujian kualitas air permukaan juga dilakukan pengukuran debit sesaat pada tanggal 13 Agustus 2011 di lokasi yang sama I dengan hasil sebagaimana disajikan pada Tabel3.5. I Tabel3.5. e 1t Sesaat Hast'I Pengu kuran Db' S. Lemau I -·" No 1 2 Parameter Lebar aliran Kedalaman aliran Satuan m Sta 11+800 61,2 2,50 m I 3 4 Kecepatan aliran Debit Sumber. Data pnmer has11 pengukuran lapangan, 2011 m/detik m3 /detik 0,55 84,15 I 3.1.6. Penggunaan Lahan I Penggunaan lahan di sekitar rencana kegiatan peningkatan ruas jalan Pasar Pedati- Kerkap, merupakan : I 3.1.6.1. Sisi Kiri Jalan (dari arah Pasar Pedati- Kerkap): 1. Permukiman penduduk I 2. 3. Kebun campuran Kebun kelapa sawit I 4. 5. kebun kelapa Pertanian I 6. 7. Belukar Perdagangan I 3.1.6.2. Sisi Kanan Jalan {dari arah Kerkap ke Pasar Pedati): 1. Permukiman penduduk I 2. 3. Kebun campuran Kebun kelapa sawit I 4. 5. Pertanian Belukar I 6. Terminal angkot 7. Perdagangan I I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~o--o__,,_,.o;~~ .JI• .,..,. .. K.t.Pafo..Kfi.~S....._.._sw­ T......,.u.(fn1}7UidU m-9 I I ,------------------- I £aporan)f{mr UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - l<erkap I 3.1.7. Kondisi Drainase Eksisting I Dari hasil peninjauan lapangan, serta didukung oleh data-data yang tersedia maka dapat diidentifikasi beberapa saluran-saluran drainase maupun sungai yang akan terpotong oleh rencana kegiatan peningkatan I ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap. Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan adanya bangunan silang/gorong-gorong yang berfungsi untuk I mengalirkan badan air yang terpotong tersebut. Pada umumnya kondisi bangunan silang yang ada ditinjau dari segi I hidrologi dan kapasitas bangunan, masih mampu mengalirkan debit limpasan yang terjadi, sedangkan kecepatan aliran dari bangunan silang I (gorong- gorong) cukup lancar. Namun demikian saluran drai.nase eksistin kebanyakan kurang terawat dengan baik, ditandai dengan I adanya sedimen dan tumbuh gulma. I 3.2. KOMPONEN BIOLOGI 3.2.1. Flora Darat I Jenis-jenis vegetasi yang dtanam di sepanjang kiri kanan jalan yang didominasi oleh tanaman pelindung seperti Mahoni (Swietinian I mahagom), Angsana (Pteropus indicus), Akasia mangium (Acacia mangium) dan Akasea daun panjang (Acacia auriculfformis). Sementara I jenis vegetasi yang ditanam di pekarangan rumah dan kebun antara lain jenis Mangga (Mangifera indica), Rambutan (Nephelium sp), Nangka I (Arthocarpus integra), Kakao (Cocoa sp), Kelapa (Cocos nucffera) dan tanaman-tanaman kembang penghias pekarangan, Durian (Durio zibethinus), Nenas (Annanas comusus), Pinang (Palma sp), Kelapa I Sawit (Eiaeis guineensis), Bambu (Bamboosa sp), Terap (Arthocarpus sp), Sengon (Aibazia fa/cataria), Aren (Arenga pinata), Kemiri (Aieurites I sp ) dan Petai (Parkia speciosa). Jenis vegetasi pada kawasan perkampungan dan perkebunan yang dijumpai di kiri kanan ruas jalan I Pasar Pedati- Kerkap dapat dilihat pada Tabel 3.6. I I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~9 ~o ~Q (lm) TUUIM - . - w f c Et!!!HaMK:I:tliiSIUAWT .II.~II,KAII..l'u#u.ll:or<:.~- ... ~- T.......,__ m-10 I I I £aporanjl~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I Tabel3.6. Jenis Vegetasi Dominan Pada Kawasan Perkampungan dan Pertanian I No Nama Lokal Nama llmiah 1 Mahoni Swietinian mahagoni I 2 3 Angsana Akasia mangium Pteropus indicus Acacia mangium 4 Akasea daun panjang Acacia auriculiformis), I 5 6 7 Mangga Rambutan Nangka Manaifera indica Nephe/ium sp Arthocarpus integra 8 Kakao Cocoasp I 9 10 Kelapa Durian Pinang Cocos nucifera) Durio zibethinu 11 Pa/masp 12 I 14 Kelapa Sawit 13 Bambu Terap Elaeis guineensis Bamboosasp Arthocarpus sp 15 Sengon Albazia fa/cataria I 16 17 18 Aren Pi sang Cempedak Arenga pinata) Musa paradisiaca Arthocarpuscampedens 19 Jambu air Shirigium Aquae I 20 21 Pepaya Karet Carica papaya Hevea braziliensis 22 Ubi kavu Manihot utilissima I 23 24 25 Petai Jerina Nenas Parkia speciosa Phitellobium jiringa Annanas comusus 26 Jambu biiih Psvdium auajava I 27 28 Kemiri Suren Aleurites sp Toona sureni Sumber. Data Pnmer, hasil pengamatan lapangan, 2011 I 3.2.2. Fauna Darat I ' Pengamatan fauna dilakukan dengan metode penjelajahan di sekitar lokasi rencana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dengan melakukan pencatatatan jenis - jenis fauna. Seperti diketahui lokasi rencana I kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap terletak di daerah yang sudah lama terbuka dengan aktivitas operasional jalan, sehingga jarang dijumpai fauna yang spesifik, yang ada adalah hewan I piaraan masyarakat seperti: anjing, kucing, kambing, ayam dan sapi. Sedangkan fauna liar meliputi kelompok ; insecta (serangga), Aves I (burung) dan reptilia. Jenis - jenis fauna liar yang ditemui di sekitar I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~"'-"~"'-"-~ .II.~Mj;wp~/Gol.Pvf<>.ltD<:-~.... T~(t!n)TUTUII -.-a- lll-11 I I I Laporan JL{Iiir UKL- UPL Ruas .!alan Pasar Pedati- Kerkap I lokasi rencana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap diperlihatkan pada Tabel3.7. I Tabel3.7. · Satwa L'sar Y ang o·· J ems . d'I Tep1'JaIan IJUmpal I No. A Nama Lokal Mamalia Nama llmiah Keterangan 1. Musang Mustela hamakeri Tidak dilindungi I 2. 3. 4. Tupai Tikus Kera ekor panjanQ Tupaica javanica Rattus sp Macaca fascilularis Tidak dilindungi Tidak dilindungi Tidak dilindungi B Reptilia dan Amphibia I 1. 2. Ular Hijau Kadal Elaphe oxycephala Mabouia multifasciata Tidak dilindungi Tidal< dilindungi 3. Tokek Gecko gecko Tidak dilindungi I c 4. 5. Bunglon Katak Aves (Burung) Draco folans Rana sp Tidak dilindungi Tidak dilindungi 1. Perenjak Locustella sp. Tidak dilindungi I 2. 3. 4. Pipit Gereja Layang-layang Lonchura striata Passer montanus Hirundo rustica Tidak dilindungi Tidak dilindungi Tidak dilindungi D Serangga I 1. 2. Capung Kepik Ordo Odonata Deluyola guttata Tidak dilindungi Tidak dilindungi 3. Semut Oecophulla sp. Tidak dilindungi I 4. 5. Belalang Kupu-kupu Valanga sp. Lepidoptera Sumber. Data Pnmer, hasil pengamatan /apangan, 2011 Tidak dilindungi Tidak dilindungi I 3.2.3. Biota Perairan Untuk menilai kualitas perairan melalui kemampuannya dalam I mendukung komunitas biota perairan. Dari hasil wawancara dengan penduduk setempat dapat diketahui jenis-jenis nekton atau ikan di I Sungai Lemau secara rinci disajikan pada Tabel3.8. I Tabel3.8 Jenis lkan Menurut Tangkapan Para Penduduk I No. 1 Baung Nama Daerah Nama Latin Macronex nicrocantus 2 Biawan Rasbora vailanti I 3 4 Gabus Jelawat Ophyocephalus striatus laptobarbus hoeveni 5 La is Silurades hypothalanus I 6 7 Lancing Lele (Keli) Pangasius micronema Clarias pangilatus PT. BLANTICKINDO ANEKA lli-12 ~t> _ _ _, -o--.rtv ~tl:li!$I.UM'r Jl."""""ilifJII.Fvki.I(.K..~a-....,._,.~ T~ pq!J '!MTUIII I I Lapora.njl~ UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati • Kerkap I 8 Salap Puntius schawanfeldi 9 Seluang Rasbora panciperporata I 10 11 Sepal Sili Trichogaster tricopterus Microphis brachyrous 12 Sumpit Taxotes chatareus I Sumber. Data Pnmer, wawancara, Agustus 2011 I 3.3. KOMPONEN SOSIAL EKONOMI, SOSIAL BUDAYA DAN KESEHATAN I Kabupaten Bengkulu Utara merupakan sa!ah satu daerah di wilayah propinsi Bengkulu. Daerah ini ber lbukota di Arga Makmur. Luas I Kabupaten Bengkulu Utara adalah 4.424,60 Km2. Yang terdiri dari 12 Kecamatan dan terletak antara 101° 32' - 102°8' BT dan 2°15-4° LS. Kondisi geografisnya sebagian besar merupakan dataran derigan I ketinggian kurang dari 150 m dpl terdapat dibagian barat membujur searah pantai dari selatan ke utara, sedangkan dibagian timur I topografinya berbukit - bukit dengan ketinggian 541 m dpl Wilayah Kabupaten Bengkulu Utara berbatasan dengan : I a. b. Sebelah Utara dengan Kabupaten Mukomuko Sebelah Selatan dengan Kabupaten Bengkulu Tengah I c. Sebelah Timur dengan Prop Jambi, Kab. Lebong dan Kab. Kepahiang d. Sebelah Barat dengan Samudera Indonesia . I Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan salah satu daerah di wilayah propinsi Bengkulu. Daerah ini ber ibukota di Karang Tinggi. Luas I Kabupaten Bengkulu Tengah adalah 1.123,94 Km2. Yang terdiri dari 10 Kecamatan, 112 Desa Definitif dan 1 Kelurahan Kondisi geografisnya I sebagian besar merupakan dataran dengan ketinggian dibawah 150 m dpl, sedangkan dibagian timur topografinya berbukit - bukit dengan I ketinggihan 541 m dpl. Kabupaten Bengkulu Tengah berbatasan dengan: a. Sebelah Utara dengan Kabupaten Berigkulu Utara. I b. Sebelah Selatan dengan Kab. Seluma. c. Sebelah Timur dengan Kabupaten Kepahiang I d. Sebelah Barat dengan Kota Bengkulu I !!:~~.!S~?~~ Jf."""""j(IU(..t>ala.KA~c.~$ww.<.~iotari:o­ T...,.__ flU'~) TMl#/1 III-13 I I I £aporan Jl{/iir UK!.- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - l<erkap I Tabel 3.9. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk Dan Kepadatan Penduduk Masing-Masing Kecamatan I Di Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah No Kecamatan Luas Jumlah Penduduk Kepadatan I Wilayah {km') L p Total Penduduk (J" Bengkulu Utara 4.424,60 131.635 121.417 253.052 57,2 1 AirNapal 123,32 5.271 5.250 10.521 85,3 I 2 La is 335,51 8.551 8.201 16.752 499 Bengkulu 1.123,94 48.953 45.153 94.106 83,72 I TenQah 1 Pondok Kelapa 165,20 14.623 13.512 28.135 170,3 Sumber: Kabupaten Bengkulu utara dan Bengku/u Tengah Dalam Angka 2010 I 3.3.1. Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Bengkulu Utara berdasarkan I Sensus Penduduk Tahun 1980 dan 1990 adalah 6,75 % . Selanjumya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir laju pertumbuhan penduduk I Kabupaten Bengkulu Utara mengalami penurunan. Dari hasil sensus penduduk tahun 2000, pertumbuhan penduduk Bengkulu Utara tahun 1990 - 2000 adalah sebesar 3.24 %. I Penduduk Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2009 sebanyak 253.052 Jiwa. Pada tahun 2008 Kabupaten Bengkulu Utara mengalami I pemekaran kabupaten, sehingga luas wilayah yang dulunya 5.548,54 Km2 menjadi 4.424,60 Km2. Berdasarkan kondisi terakhir ini, maka I kepadatan penduduk Kabupaten Bengkulu Utara adalah 57,2 Jiwa/Km2. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan kota Arga Makmur I yaitu447,7 Jiwa/Km2. Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Bengkulu Tengah berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2000 adalah 6,75 % . Selanjutnya dalam I kurun waktu 9 tahun terakhir laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bengkulu Tengah mengalami kenaikan. Dari hasil sensus penduduk I tahun 2000, pertumbuhan penduduk Bengkulu Tengah tahun 2000 adalah sebesar 3.24 %. Penduduk Kabupaten Bengkulu Tengah tahun I 2009 sebanyak 94.106 Jiwa. Berdasarkan kondisi terakhir ini, ma'Ka kepadatan penduduk Kabupaten Bengkulu Tengah adalah 61,25 I Jiwa/Km2. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan kota Pondok Kelapa yaitu 438,03 Jiwa/Km2. I !!:~~~~?~~ Jf."""""II(IC.t""*"ICo>c.,~,._Jilobrto~ ,....,..,..jlrn)l'HT- ill-14 I I I £aporan jl~ir UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- "~;·:,;c.., I 3.3.2. Tenaga Kerja Yang termasuk kategori tenaga karja adalah penduduk yang berumur 15 I tahun ke atas. Dependency Ratio atau Tingkat Ketergantungan Umur penduduk kabupaten Bengkulu Utara tahun 2008 sebesar 48,21. Hal ini I menggambarkan bahwa seorang penduduk yang berusia produktif 15- 64 tahun harus menanggung sebanyak 48 orang penduduk yang I berusia non produktif . Pencari kerja yang terdaftar di Dinas Nakectrans Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2009 sebanyak 1.037 Orang, jumlah I tersebut didominasi oleh tamatan SMU sederajat (68 Orang}, Sa~ana (420 Orang) dan Sa~ana Muda (279 Orang). I Tabel3.10. Banyaknya Angkatan Kerja, Bukan Angkatan Kerja Dan Siap Bekerja Dalam Kabupaten Bengkulu Utara I Tingkat Pendidikan Laki-Laki Perempuan Jumlah I Tidak!Belum Tamat SD Sekolah Dasar 3 1 4 SMTP 12 4 16 I SMU STM SPMA 94 46 1 75 15 0 169 61 1 SMEA 6 14 20 I SMA Sarjana Muda Sari ana 31 75 174 37 204 264 68 279 420 Bengkulu Utara 442 595 1037 I Sumber: Kabupaten Bengku/u Utara Dalam Angka 2010 I Total Dependency Ratio atau Tingkat Ketergantungan Umur penduduk kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2009 sebesar 48,21. Hal ini I menggambarkan bahwa seorang penduduk yang berusia produ'KYIT "15- 64 tahun harus menanggung sebanyak 48 orang penduduk yang I berusia non produktif 0-14 tahun dan 65 tahun keatas (penduduk usia muda dan tua). Pencari ke~a yang terdaftar di TTS Kabupaten Bengkulu I Tengah tahun 2009 sebanyak 1.277 Orang, jumlah tersebut didominasi oleh tamatan SMU sederajat (612 Orang), Sarjana (992 Orang) dan Sa~ana I Muda (784 Orang). I m-15 I I I £aporanjl~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- !<erkap I 3.3.3. Pendidikan Pembangunan bidang pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan I bangsa. Partisipasi masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan harus diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Di I Kabupaten Bengkulu Utara, sarana dan prasaranan pendidikan sudah cukup memadai, walaupun demikian masih perlu ditingkatkan kuantitas I dan kualitasnya. Fasilitas Pendidikan menurut jenjang pendidikan di kabupaten Bengkulu Utara sudah cukup lengkap, karena wilayah ini I sudah ada Taman Kanak-Kanak, Sekolah dasar, SMTP, SMTA Umum (SMU), SMTA Kejuruan, dan Sekolah Tinggi atau Universitas sendiri. Kabupaten Bengkulu Utara memiliki 209 SD, 62 SMTP, 22 SMTA I Umum, 8 SMTA Kejuruan, 2 Universitas (UNIHAZ Cabang Arga Ma'mmr serta UNRAS), I Sarana dan Prasarana pendidikan di Kabupaten Bengkulu Tengah sudah cukup memadai, walaupun demikian masih perlu ditingkatkan I kuantitas dan kualitasnya. pendidikan di kabupaten Bengkulu Tengah sudah cukup lengkap, Fasilitas Pendidikan menurut ienj,ang I karena wilayah ini sudah ada Taman Kanak-Kanak, Sekolah dasar, SMTP, SMTA Umum (SMU), SMTA Kejuruan, dan Sekolah Tinggi atau Universitas sendiri. Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki SD, SMTP, I SMTA Umum, SMTA Kejuruan, dan belum memiliki perguruan tingg·l, I 3.3.4. Agama Sarana dan prasarana tempat peribadatan akan sangat diperlukan untuk I menunjang kegiatan keagamaan. Di kabupaten Bengkulu Utara terda.pat 504 Masjid, 142 Mushollah!Langgar, 36 gereja, 1 Wihara dan 1 buah I Pura. Jumlah Jemaah Haji yang berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada tahun 2009 yakni sebanyak 2.472 Jemaah. Dari keseluruhan Jemaah semuanya kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. I Kerukunan umat beragama di kabupaten Bengkulu Tengah cukup 'calk. Dipandang dari sudut sarana peribadatan, di kabupaten Bengkulu I Tengah terdapat 187 Masjid, 58 Mushollahflanggar, 1 gereja, D Wihara dan 1 buah Pura. Jumlah Jemaah Haji yang berangkat ke Tanah Suci I Mekkah pada tahun 2009 yakni sebanyak Jemaah. I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~o--o ~»IUIIItQliiEJif<> 1lllp.,H'"-(IIn)7U14fil ii!DlHillllli:J::fliiiJIU;UIJ ./l..Mfo!pM,HitLAJ<>.JI'.o<c-..,.,.....,a-..~s- W-16 I I I £aporanjl~r UKL- UPI. Ruas Jalan Pasar Pedati- l<erkap I 3.3.5. Perkonomian Wilayah 3.3.5.1. Pertanian I Pertanian merupakan sektor yang penting, karena memiliki peran yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkulu Utara. Hal I tersebut dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap peningkatan PDRB Kabupaten Bengkulu Utara, terutama sub sektor I tanaman bahan makanan, yaitu padi dan palawija. Pada tahun 2009, sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 38,13 persen terhadap I total PDRB Kabupaten Bengkulu Utara. Sektor pertanian mencakup lima sub sektor, yaitu Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan, Perhutanan, Peternakan, dan Perikanan. I Pertanian tanaman pangan meliputi padi, palawija, sayur-sayuran oan buah-buahan. Pada tahun 2009, produksi padi ladang sebesar 3.992 I Ton, sedangkan produksi padi sawah sebesar 79.072. Tanaman palawija yang diusahakan di Kabupaten Bengkulu Utara adalah I tanaman jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kedelai. Tanaman palawija yang banyak diusahakan petani adalah tanaman I jagung. Pada tahun 2009, luas panen tanaman jagung seluas 4.028 Ha dengan produksi sebanyak 13.263 Ton. Tanaman sayur-sayuran yang diusahakan di Kabupaten Bengkulu Utara diantaranya kacang panjang, I cabe, terung, buncis, dan lain-lain. Namun produksi tanaman ·10·1 pada umumnya berfluktasi. Hal yang sama juga terjadi pada tanaman buah- I buahan. Sub sektor perkebunan memiliki potensi yang cukup besar untuk I dikembangkan di kabupaten Bengkulu Utara. Hal ini dapat kita liha:t pada beragamnya jenis tanaman yang diusahakan oleh masyarakat., I dan umumnya kondisinya adalah tanaman muda dan tanaman rnenghasilkan. Jenis tanaman yang banyak diusahakan terutama adalah karet, kopi dan kakao. Hutan adalah kekayaan lainnya yang dimiliki oleh I kabupaten Bengkulu Utara. Secara Keseluruhannya ada 193.085 He'K'tar hutan di Kabupaten ini yang digunakan sebagai hutan produksi, hutan I lindung, hutan suakalwisata, hutan konvensi dan kegunaan lainnya. Produksi hasil hutan ini antara lain meliputi kayu, rotan damar, serta I sarang burung walet. I !!~~:!S~?~!..~ Jl.~;t;l(l,l_,...,.Jilo.<;_l(.,.,.-.,~---$olllllon 1Wp./F«.(nt)TU14t W-17 I I I £apomnJI.t6ir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I Sub sektor peternakan mencakup temak besar dan unggas. Umunya ternak yang diusahakan di Kabupaten Bengkulu Utara adalah sapi, I Kerbau, Kambing dan jenis unggas. Populasi ternak itu setiap tahun senatiasa meningkat. Demikian juga produksi dagingnya.Sub sektor I perikanan meliputi perikanan darat dan perikanan laut. Pada Tahun 2009 produksi perikanan darat mencapai 647.872.240 ton untuk kolam, I 4.937.400 ton untuk perikanan sawah dan 750.960 ton untuk tambaiL Sektor pertanian mencakup lima sub sektor, yaitu Pertanian Tanaman I Pangan, Perkebunan, Perhutanan, Peternakan, dan Perikanan. Sektor ini merupakan sektor utama pendukung Pembangunan di Kabupaten Bengkulu Tengah. Lebih Kurang 78 persen penduduk Kabupaten ini I bergerak disektor tersebut. Selain itu 10,5 persen luas wilayah Beng'Kulu Tengah adalah lahan pertanian dan perkebunan. Pertanian tanaman I pangan meliputi padi, palawija, sayur-sayuran dan buah-buahan. Padi merupakan tanaman pokok bagi petani. Secara umum produksi padi di I Kabupaten Bengkulu Tengah pada tahun 2007 mencapai 118.583 ton untuk padi sawah dan 8.837 untuk padi lading. Selain kenaikan produksi I padi, produksi palawija secara umum juga menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tanaman palawija ini terdiri dari jagung, kedele, ubi kayu, ubi jalar. kacang tanah dan kacang hijau. Pada I umumnya tanaman ini ditanam di lahan bukan sawah (lahan Ker1ng). Produksi sayur-sayuran di kabupaten Bengkulu Tengah terutama adalah I kcang panjang, cabe, dan terung. Namun produksi tanaman ini pada umumnya berfluktasi. Hal yang sama juga te~adi pada tanaman buah- I buahan. Sub sektor perkebunan memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di kabupaten Bengkulu Tengah. Hal ini dapat kita I lihat pada beragamnya jenis tanaman yang diusahakan masyarakat., dan umumnya kondisinya adalah tanaman muda dan oleh tanaman menghasilkan. Jenis tanaman yang banyak diusahkaan I terutama adalah karet, kopi dan kakou. Hutan adalah kekayaan lainnya yang dimiliki oleh kabupaten Bengkulu I Tengah. Secara Keseluruhannya ada 226.116,07 Hektar hutan di Kabupaten ini yang digunakan sebagai hutan produksi, hutan lindung, I hutan suakalwisata, hutan konvensi dan kegunaan lainnya. Produksi hasil hutan ini antara lain meliputi kayu, rotan damar, serta sarang I ill-IS I I I £aporan }lijiir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I burung walet. Sub sektor peternakan mencakup ternak besar dan unggas. Umunya ternak yang diusahakan di Kabupaten Bengkulu I . Tengah adalah sapi, Kerbau, Kambing dan jenis unggas. Populasi ternak itu setiap tahun senatiasa meningkat. Demikian juga produksi I dagingnya. Sub sektor perikanan meliputi perikanan darat dan perikanan laut. Pada Tahun 2007 produksi perikanan darat mencapai 62.512,94 I ton sedangkan produksi perikanan laut sebesar 7.428,7 ton. I 3.3.5.2. Perindustrian Perindustrian yang dikembangkan di kabupaten bengkulu Utara terutama adalah industri kecil, baik formal maupun non formal. Adapun I jenis usaha yng dikembangkan dikelompokan menjadi 4 Yaitu industri logam, mesin elektronik industri kimia, aneka industri dan industri hasil I pertanian. Air minum yang disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2009 I berdasarkan jenis pelanggan mencapai 3.158.182 M3. Volume penyaluran air ini selalu menunjukan peningkatan dari tahun ke ketahun I seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan. Dalam hal ini pelanggan terbanyak adalah katagori Rumah Tempat Tinggal. Listrik yang terjual selama tahun 2009 di Kabupaten Bengkulu Utara I mencapai 34.590.969 Kwh. lni digunakan untuk memenuhi kebutu'nan pelanggan baik untuk keperluan rumah tangga, industri maupun I k.eperluan umum. Pertambangan yang terdapat di Kabupaten Bengkulu Utara diantaranya adalah batu bara. Produksi batu bara pada tahun I 2009 mencapai 888.88 ton. Batu bara ini selanjutnya dipasarkan untuk. keperluan ekspor maupun luar negeri. Untuk jenis tambang Emas dan I Perak produksi sampai bulan April 1995, dan setelah bulan itu perusahan pertambangan tidak lagi berproduksi. Perindustrian yang dikembangkan di kabupaten bengkulu Tengah I terutama adalah industri kecil, baik formal maupun non formal. Aoapun jenis usaha yng dikembangkan dikelompokan menjadi 4 Yaitu industri I logam, mesin elek.tronik industri kimia, aneka industri dan industri hasil pertanian. I I !!:~~~~?~~~ JL~&Kooi.~/I'.K.~ ....... ~~ T.....,....,.f11:17)72na# W-19 I I I £aporan )If(/iir UKl- UPl Ruas Jaian Pasar Pedati - l<erkap I 3.3.5.3. Perhubungan Jalan merupakan sarana yang paling utama untuk kelancaran I perekonomian, pembangunan dan sektor lainnya di Kabupaten Bengkulu Utara. Pada tahun 2008 panjang jalan di Kabupaten Bengkulu I Utara : Diaspal = 398,3 Km, Kerikil/ Koral = 175,5 Km, Tanah = 50,8 Km. Sarana Angkutan Darat yang diuji di Kabupaten Bengkulu Utara I terdiri dari Bus Penumpang Umum 42 buah, Bus Umum 149 buah, Bus Swasta 42 buah dan mobil barang umum 998 buah, dan mobil barang I swasta 2.629 buah. Pada tahun 2009 panjang jalan di Kabupaten Bengkulu Tengah : @ Diaspal =179.51Km@ Kerikil/ Koral= 116.215 Km@ Tanah =60.075 I Km. Sarana Transportasi Darat yang diuji di Kabupaten Beng'Ku'ru Tengah terdiri dari Bus Penumpang Umum 0 buah, Bus Umum 60 buah, I Bus Swasta 0 buah dan mobil barang umum 121 buah, swasta 282 buah. I 3.3.5.4. Pekerjaan Utama Responden Jenis pekerjaan dikelompokkan dalam 8 kategori, yaitu (a) petani, (b) I pedagang, (c) Karyawan, (d) pegawai negeri, (e) wiraswasta, (f} ourull, (g) tukang, (h) guru, (i) Lain-lain. Kategori jenis pekerjaan yang dimiliki I oleh responden cukup bervariasi sehingga rentang mata tersebut cukup menggambarkan realitas sosial di wilayah tersebut. pencaM~;i.an I Pekerjaan utama responden yang terbesar adalah sebagai petani sebesar 34%; disusul pedagang (21%); wiraswasta (16%); buruh (13%); I pegaWai negeri (9%) dan guru (7%) .. Secara rinci pekerjaan atau matapencaharian responden dapat dilihat pada Tabel3.10. Hal ini dapat dipahami karena sepanjang rencana peningkatan ruas jalan banyak I terdapat kawasan pertanian. Responden lain memiliki pekerjaan sebagai pedagang~asa baik seperti, warunglkios, toko, jasa bengkel. I No Tabel 3.11. Matapencaharian Responden Kate ori Persentase Frekwensi % I 2 3 4 1 Petani Pedagang Wiraswasta Buruh 34 21 16 13 34 21 16 13 5 Pegawai negeri I 9 9 6 Guru 7 7 Jumlah 100 100 Sumber: Hasil Survai, 2011 I PT. BLANTICKINDO ANEKA ,.,_,,.._.,~"-"~~ Jt~.;J<OL,..,.,.~~a-..~~ r....,.u.tN'JJn'"'"' m-20 I I I £aporan .JL{/i.ir UKL- UPl Ruas Jai<m Pasar Pedati- Kerkap I 3.3.7. Pendapatan Responden Dilihat dari tingkat pendapatan, Responden yang memiliki I pendapatanlbulan sekitar < Rp 500.000 sekitar 32 %; disusul responden dengan pendapatanlbulan Rp 500.000,- - Rp 1.000.000,- sekitar 23 %. I Tingkat pendapatan sebagian besar responden masih tergolong rendah yang berimplikasi terhadap masih rendahnya taraf kehidupan I masyarakat sekitar.. I No label 3.12. Penghasilan Responden Per Bulan Kategori Jumah Frekwensi (%) 1 < 500.000 32 32 I 2 3 4 500.000- 1.000.000 1.000.000- 1.500.000 1.500.000- 2.000.000 23 19 14 23 19 14 5 2.000.000-2.500.000 7 7 I 6 > 2.500.000 Jumlah 5 100 5 100 Sumber: Hasil Survai, 2011 I 3.3.8. Pendidikan Responden I Yang dimaksud pendidikan disini adalah pendidikan formal yang pet"nah diikuti oleh responden. Sebagian besar responden berpendidikan setingkat SMP; disusul yang berpendidikan SO. Gambaran rinci tingkat I pendidikan responden dapat dilihat pada tabel 3.18 I No Tabel3.13. Pendidikan Terakhir Responden Kategori Jumlah Frekwensi I 1 2 Tidak Sekolah so 18 24 18 24 3 SMP 33 33 I 4 5 6 SMA Akademi PT 14 9 2 2 14 9 Jumlah 100.00 100,00 I Sumber: Hasil Survai, 2011 I 3.3.9. Akses Ke Tempat Kerja Sebagian besar responden berjalan kaki menuju tempat kerja. Seperti I gejala umum di wilayah lain, maka kepemilikan kendaraan sepeda motor juga menjadi pemandangan yang banyak dijumpai di wilayah penelitian. I ID-21 I I I £aporan)t(liir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Sebagian besar responden memanfaatkan sepeda motor untuk kegiatan sehari-hari terutama untuk beke~a. Disusul kemudian responden yang I hanya berjalan kaki ke tempat kerja mengingat jarak antara rumah dengan tempat kerja tidak terlalu jauh. I Tabel3.14. Akses Ke Tempat Kerja I No 2 1 Jalan Kaki Sepeda Kategori Jumlah 43 14 Frekwensi 43 14 3 Sepeda motor 23 23 I 4 5 Mobil pribadi Angkutan umum Jumlah 4 16 100 4 16 100 I Sumber: Hasi/ Swvat, 2011 3.3.1 0. Persepsi Masyarakat Terhadap Peningkatan Jalan I Aspek paling penting untuk menyukseskan rencana peningkatan ruas jalan adalah dukungan optimal dari seluruh. Hal ini terutama I menyangkut pemahaman warga terhadap manfaat dari rencana pembangunan jalan tersebut. Seluruh responden menyatakan setuiu I terhadap rencana peningkatan jalan. Alasan utama yang dikemukakan bahwa jalan tersebut ssangat bermanfaat bagi kemudahan aksesibilitas masyarakat untuk berbagai kepentingan. I Tabel3.15. Pendapat Responden Tentang Rencana Peningkatan I No Kategori Jalan Jumlah % I 1 2 Setuju Tidak setuju 100 - 100 - Jumlah 100 100 I Sumber: Has/1 Surva1, 2011 I 3.3.11. Persepsi Responden Terhadap Kesempatan Kerja Tentang Dampak Pembangunan Jalan Masalah ketenagake~aan masih menjadi masalah utama di wnaya'n I studi. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa responden menyatakan bahwa pengganguran merupakan merupakan masalah utama di wilayah I studi mengingat kurangnya kesempatan kerja di wilayah tersebut. I m-22 I I I £aporan)l~ir UKl- UPL Ruas Jalan Pasa:r Pedati- l<erkap I Adanya rencana peningkatan ruas jalan diharapkan dapat mengikutsertakan tenaga ke~a lokal untuk beke~a di proyek. I 3.4 Komponen Kesehatan Masyarakat I Kesehatan penduduk merupakan salah satu bagian dari tujuan pembangunan. Peningkatan kesehatan penduduk suatu wilayah akan I mempengaruhi sumber daya manusia yang ada pada wilayah tersebut, dan mempengaruhi sektor-sektor yang lain yang akan memajukan I pembangunan daerah. Untuk menunjang kesehatan penduduk, maka sangat diperlukan sarana dan prasarana kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas,tenaga medis, dan lain-lain. I Pada tahun 2009 di Kabupaten Bengkulu Utara sudah terdapat 2 (dua) buah Rumah Sakit, yaitu di Kecamatan Arga Makmur (satu buah Rumah I Sakit Umum dan satu buah Rumah Sakit swasta) , 18 Puskesmas, 102 Puskesmas Pembantu, 25 Puskesmas Keliling, 334 Posyandu dan I 21 Pos Obat. Disetiap kecamatan, puskesmas. minimal sudah terdapat satu I Pada tahun 2009 di Kabupaten Bengkulu Tengah belum memiliki fasilitas Rumah Sakit Umum, hanya memiliki Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Posyandu dan Pos Obat I Tabel3.16. Banyaknya Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu I dan Puskesmas Keliling Per Kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah I No Kab/ Kecamatan Rumah Sa kit Puskesmas Pustu Puskesmas Keliling A Bengkulu Utara 2 18 102 25 I 1 2 Air Napal Lais - - 1 1 4 8 1 2 B Bengkulu 1 20 28 19 I Tengah 1 Pondok Kelapa Sumber: Has!/ SuNBI, 2011 - 3 7 4 I I I !.!:~~~~?~~ Jf.~«K<tl.I'JMJ.IfJH:.~--~,..,_, r,(p..F.u;.(U'IJ77C4.11 ill-23 I I I I 'I I I I I I I I I I I I. ' I I I a · . I I I Laporan}f.~r UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- l<erkap I BAB IV I DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN I TERJADI I 4.1. KOMPONEN KEGIATAN SEBAGAI SUMBER DAMPAK I 4.1.1. Tahap Pra Konstruksi I Survel Topografi, Tanah dan Hidrologi Pada tahap pra konstruksi komponen kegiatan yang dilaksanakan I adalah survei lapangan yang meliputi survei topografi, survei tanah dan survei hidrologi. Survei topografi, survei tanah dan survei hidrologi a'Kan I menimbulkan dampak timbulnya persepsi masyarakat terhadap proyek. 4.1.2. Tahap Konstruksi I 4.1.2.1. Penerimaan Tenaga Kerja I Penerimaan tenaga kerja untuk pelaksanaan peningkatan jalan diperlukan tenaga ke~a ±56 orang tenaga kerja pembantu (lihat Tabel I 2.2). Komponen kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak positif yaitu timbulnya kesempatan kerja dan peluang berusaha, Namun a·, s·lsi I lain berpotensi k.ecemburuan sosial. menimbulkan dampak negatif yaitu timbulnya I 4.1.2.2. Mobilisasi Alat Berat dan Material I Mobilisasi alat berat dan material untuk pelaksanaan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap ini diperlukan berbagai peralatan berat I (lihat Tabel 2.3) dan material (batu kali, baja tulangan, semen, pasir, batu pecah dan lain - lain). Komponen kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak penurunan kualitas udara, peningkatan I kebisingan, rusaknya ruas jalan dan terganggunya lalu lintas terutama yang akibat dari pengangkutan material. I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~<;>-<>~<>~o~C!ii!IIA.'Wif .R,. """'"'lt,K..t. ~{fmj12'i74M ,.__lb,c_~-.._..--. IV- 1 I I I £aporan }f.{liir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 4.1.2.3. Pengoperaslan Kantor Proyek, Gudang dan Penginapan Karyawan I Kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan yang akan digunakan berada pada lokasi di sekitar rencana kegiatan (dalam Ruas Jalan Pasar I Pedati - Kerkap). Kantor proyek akan digunakan untuk aktifitas manajemen dan administrasi pada pelaksana proyek. Untuk pengirTapan para pekerja lapangan (tenaga kontraktor) akan dibuatkan barak untuk I penginapan yang bersifat temporer yang ramah linglr-~. Pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan I berpotensi menimbulkan dampak penurunan kualitas air permukaan dan sanitasi lingkungan di sekitar. I 4.1.2.4. Pembersihan lahan (Land Clearing) I Pembersihan hanya bersifat menyiapkan badan jalan agar bersih dari air dan tanah yang akan dilakukan lapis ulang. Untuk itu tidak dilakukan I pembersihan lahan dari vegetasi, sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup di sekitar. I 4.1.2.5. Pekerjaan Drainase Pekerjaan drainase bertujuan menyalurkan air pada waktu pelaksanaan I konstruksi maupun pasca konstruksi, terutama di musim hujan. S"ls,em draianse eksisting yang terganggu akibat peke~aan penimbunan, I dibuatkan drainase sementara guna menyalurkan air yang berasal dari jalan apabila turun hujan. Setelah pekerjaan tanah selesai selanjutnya I dibangun drainase yang permanen. Pekerjaan pembuatan saluran drainase meliputi pekerjaan galian tanah dan pekerjaan beton. Galian I tanah dilakukan pada lokasi rencana saluran untuk saluran terbuka dan pengecoran beton dilakukan untuk pembuatan saluran tertutup. Komponen kegiatan ini berpotensi menimbulkan terganggunya aliran air I atau timbulnya genangan air. I 4.1.2.6. Perkerjaan Perkerasan Jalan Yang termasuk peke~aan lapis perkerasan adalah perkerasan lentur I dan perkerasan kaku. Perkerasan lentur meliputi pengaaaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, penggilasan dan I I I Laporan)I~r UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I pemadatan agregat dan campuran aspal panas di atas permukaan yang I telah disiapkan dan telah diterima sesuai perician yang ditunjuk dalam gambar desain. Pekerjaan perkerasan lentur jalan melipu~1 sub pekerjaan lapis pondasi bawah (Agregat kelas 8), sub pekerjaan lapis I pondasi atas (Agregat Kelas A dan ATB) dan sub pekerjaan lapis permukaan (AC Binder dan AC Wearing). Komponen kegiatan ini I berpotensi menimbulkan dampak penurunan peningkatan kebisingan dan terganggunya lalu lintas. kualitas udara., I 4.1.2. 7. Pekerjaan Pemasangan Saran a Pelengkap dan Penunjang I Pekerjaan pemasangan sarana pelengkap dan penunjang meliputi pemasangan rambu-rambu dan marka jalan, instalasi penerangan dan I lain - lain. Komponen kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak terganggunya lalu lintas bagi pengguna ruas jalan Pasar Pedati' - Kerkap. I 4.1.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi) I 4.1.3.1. Pengoperasian Jalan I Pengoperasian Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap (dengan kondisi yang sudah ditingkatkan) adalah peningkatan pelayanan bagi pengguna jalan dengan persyaratan teknis standar jalan yang telah memenuhi peraturan I dan perundangan yang berlaku. Pengoperasian jalan berpotensi menimbulkan dampak negatif yaitu pengguna jalan memacu I kendaraannya lebih tinggi yang pada akhirnya akan menimbulkan kecelakaan. Selain itu dengan peningkatan kepadatan kendaraan maka I akan terjadi penurunan kualitas udara karena peningkatan kadar debu dan gas pencemar di udara serta peningkatan kebisingan. Terlebih I bahwa kondisi jalan dari Pasar Pedati - Kerkap mulai dari Sta 6 menanjak terus, kendaraan yang lewat harus memperbesar pembakaran (memperbesar gas), dampak sehingga penurunan 'Kua'itras I udara dan peningkatan kebisingan tidak dapat dihindarkan. I I lV-3 I I I £aporan )f.{liir UKl- UPL Ruas Ja!an Pasar Pedati - Kerkap I 4.1.3.2. Pemeliharaan Jalan .I Secara garis besar pemeliharaan jalan diklasifikasikan dalam 2 (dua), yaitu: pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala. Pemeliharaan rutin I antara lain adalah pengembalian kondisi untuk perkerasan, bahu jalan, pembersihan saluran samping, perlengkapan jalan dan jembatan, pemotongan rumput dan inspeksi. Sedangkan pemeliharaan berkala I adalah: perbaikan kerusakan jalan yang bersifat kerusakan hera\ '§al'\9 dilakukan tidak setiap tahun. Pemeliharaan jalan berpotensi I menimbulkan dampak terganggunya lalu lintas bagi pengguna jalan Pasar Pedati - Kerkap. I 4.2. JENIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP YANG TERJADI I 4.2.1. Tahap Pra Konstruksi Jenis dampak lingkungan yang terjadi pada tahap pra konstruksi yaitu I timbulnya persepsi masyarakat terhadap proyek sebagai akibat dari survei. I 4.2.2. Tahap Konstruksi I 4.2.2.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Penurunan Kualitas Udara I Penurunan kualitas udara karena peningkatan debu dan gas CO terjadi sebagai akibat dari a. Mobilisasi alat berat dan material, b. I Pekerjaan perkerasan jalan I 2. Peningkatan Kebisingan Peningkatan kebisingan terjadi sebagai akibat dari a. Mobilisasi alat I berat dan material, b. Pekerjaan perkerasan jalan I 3. Penurunan Kualitas Air Permukaan Penurunan kualitas air permukaan terjadi sebagai akibat dari I pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan, I lV-4 I I I £aporan~r UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I 4. Terganggunya Aliran Air/Timbulnya Genangan Air I Terganggunya aliran air atau timbulnya genangan air terjadi sebagai akibat dari pekerjaan drainase yang mengakibatkan tertutupnya I saluran I drainase eksisting. I 5. Kerusakan Ruas Jalan Kerusakan ruas jalan di sekitar terjadi sebagai akibat dari mobilisasi alat berat dan material untuk pekerjaan konstruksi. I 4.2.2.2. Komponen Biologi I Gangguan Kehidupan Biota Perairan Gangguan kehidupan biota perairan merupakan dampak turunan aar'1 I penurunan kualitas air permukaan atau merupakan dampak ytak langsung dari pengoperasian kantor proyek, gudang dan pengif18(Jan I karyawan, I 4.2.2.3. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya 1. Timbulnya Kesempatan Kerja Dan Peluang Berusaha I Timbulnya kesempatan kerja dan peluang berusaha sebagai akibat dari mobilisasi tenaga kerja untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. I 2. Timbulnya Kecemburuan Sosial I Timbulnya kecemburuan sosial sebagai akibat dari penerimaan tenaga kerja untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. I 3. Terganggunya Lalu Lintas I Terganggunya lalu lintas sebagai akibat dari a. Mobilisasi alat berat dan material, b. Pekerjaan perkerasan jalan, c. Pekerjaan pemasangan sarana pelengkap dan penunjang I I I lV-5 I I I £aporan )f.~Jiir UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 4.2.2.4. Komponen Kesehatan Masyarakat I 1. Gangguan Kesehatan Masyarakat Gangguan kesehatan masyarakat merupakan dampak turunan dari I penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan, atau dampak tak langsung dari mobiulisasi alat berat dan materiat serta pekerjaan perkerasan jalan. I I 2. Penurunan Sanitasi lingkungan Penurunan sanitasi lingkungan sebagai akibat dari pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan I 4.2.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap Operasi) I 4.2.3.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Penurunan Kualitas Udara I Penurunan kualitas udara karena peningkatan kadar debu dan gas CO karena peningkatan kepadatan lalu lintas sebagai aki'oa't oari I pengoperasian jalan pasca konstruksi. I 2. Peningkatan Kebisingan Peningkatan kebisingan terjadi karena peningkatan kepadatan lalu I lintas sebagai akibat dari pengoperasian jalan pasca konstruksi. I 4.2.3.2. Komponen Soslal Ekonomi dan Budaya 1. Peningkatan Kecelakaan lalu lintas I Peningkatan kecelakaan lalu pengoperasian jalan pasca konstruksi. lintas sebagai akiba't aari I 2. Gangguan lalu lintas I Gangguan lalu lintas bagi pengguna jalan terjadi sebagai akibat dari pekerjaan pemeliharaan jalan. I I UJ !!:~~:!S~?~2 Jt~Jt,/(AI'Dto.Kioo<".~--~­ T......,... (A'ltJ7U741111 IV-6 I I I £aporan Jl{liir U!<l- UPl Ruas Jaian Pasar Pedati - Kerkap I 4.2.3.3. Komponen Kesehatan Masyarakat I Terganggunya Kesehatan Masyarakat Gangguan kesehatan masyarakat sekitar terjadi sebagai dampak I turunan dari penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan atau dampak tak langsung akibat dari pengoperasian jalan. I 4.3. UKURAN YANG MENYATAKAN BESARAN DAMPAK I 4.3.1. Tahap Pra Konstruksi Besaran dampak persepsi positif masyarakat terhadap rencana I peningkatan ruas halan yaitu 100 % anggota masyarakat yang diwawancarai setuju dan mendukung rencana peningkatan ruas ja'lan tersebut. I 4.3.2. Tahap Konstruksi I 4.3.2.1. Komponen Fisik*Kimia 1. Penurunan Kualitas Udara I Besaran dampak penurunan kualitas udara adalah peningkatan kadar debu di udara dari semula berkisar antara 55,4 f!Qfrn-•, al'<an I meningkat sampai di atas 200 f.LQ/m". I 2. Peningkatan Kebisingan Besaran dampak peningkatan kebisingan semula berkisar antara I 52,3 dBA dBA, menjadi sekitar 78 dBA (melewati ambang oatas kawasan perdagangan 70 dBA). I 3. Penurunan Kualitas Air Permukaan I Besaran dampak penurunan kualitas air permukaan sebagai akibat timbulnya limbah cair domestik dari karyawan sebanyak 4 m3 /hari I dan oli bekas dari perawatan mesin alat-alat berat sebanyak 150 liter per bulan. Parameter yang akan mengalami pengi~W..'OI\ I adalah BOD, COD, TSS, detergent, amonia, minyak dan lemak serta koliform. I lV-7 I I I £aporan .Jl{/iir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I 4. Terganggunya Aliran Air/Timbulnya Genangan Air Besaran dampak terganggunya aliran air atau timbulnya genangan I air adalah luas dan kedalaman genangan air yang tidak diinginkan selama peke~aan konstruksi berlangsung, yang sebelum dilakukan I pekerjaan drainase tidak ada gangguan atau genangan air. I 5. Rusaknya Ruas Jalan Besaran dampak rusaknya ruas jalan di sekitar adalah panjang dan I Iebar kerusakan pada ruas jalan yang sebelum ada mobilisasi alat berat dan material tidak te~adi kerusakan ruas jalan. I 4.3.2.2. Komponen Biologi I Gangguan Kehidupan Biota Perairan Besaran dampak gangguan kehidupan biota perairan yaitu penurunan populasi biota perairan terutama ikan. I 4.3.2.3. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya I 1. Timbulnya Kesempatan Kerja Dan Peluang Berusaha Besaran dampak timbulnya kesempatan kerja dan peluang I berusaha yaitu besar lowongan pekerjaan yang dapat diisi oleh tenaga kerja setempat dan besar peluang usaha yang aapat I dimanfaatkan oleh usahawan setempat. I 2. Timbulnya kecemburuan sosial Besaran dampak timbulnya kecemburuan sosial adalah jumlah I anggota masyarakat setempat yang ingin bekerja pada proye'K ·1n'1 namun tidak dapat memanfaatkan kesempatan kerja yang ada. I 3. Gangguan lalu Lintas I Besaran dampak terganggunya lalu lintas adalah tingkat gangguan perjalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan Pasar Peaa'ti - Kerkap. I I IV-I I I I £aporanjl~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 4.3.2.4. Komponen Kesehatan Masyarakat .I 1. Gangguan Kesehatan Masyarakat Besaran dampak gangguan kesehatan masyarakat adalah keluhan I masyarakat berkaitan dengan peningkatan gangguan pernafasan dan iritasi mata akibat peningkatan debu di udara, gangguan kenyamanan akibat peningkatan kebisingan. I 2. Penurunan sanitasi lingkungan I Besaran dampak penurunan sanitasi lingkungan adalah jumlah sampah non 83 yang ditimbulkan oleh pengoperasian karrtor I proyek, gudang dan penginapan karyawan I 4.3.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap Operasi) I 4.3.3.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Penurunan Kualitas Udara I Besaran dampak penurunan kualitas udara adalah peningkatan kadar debu di udara dari semula berkisar antara 55,4 !!91m3 I meningkat sampai di atas 200 ~-tQfm•. ~-tQfm• mendekati ambang batas 230 I 2. Peningkatan Kebisingan Besaran dampak peningkatan kebisingan semula berkisar antara I 50,5 dBA meningkat menjadi sekitar 78 dBA (melewati ambang batas kawasan perdagangan 70 dBA). I 4.3.3.2. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya I 1. Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas Besaran dampak peningkatan kecelakaan lalu lintas yaitu I peningkatan frekwensi atau angka kecelakaan pada tahap pasca konstruksi akibat para pengguna jalan memacu kendaraannya I terlalu tinggi . I . flj PT. BLANTICKINDO ANEKA ~0-0_<>_¢~~'UI4f Jt~Jf,./(..t_Ao!fo......,.IW>sJ'<"""' ....... ~~ TlllpA'-.. ttmJ 'TU14f IV-9 I I I £aporan)l{liir Ul<l- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 2. Gangguan Lalu Lintas Besaran dampak terganggunya lalu lintas adalah tingkat gangguan perjalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan sebagai a'KI'oat pemeliharaan jalan. 4.3.3.3. Komponen Kesehatan Masyarakat I Gangguan Kesehatan Masyarakat Besaran dampak gangguan kesehatan masyarakat adalah keluhan I masyarakat berkaitan dengan peningkatan gangguan pernafasan dan iritasi mata ak.ibat peningk.atan debu di udara, gangguan kenyamanan I akibat peningkatan kebisingan. I 4.4. HAL-HAL LAIN UNTUK MENJELASKAN DAMPAK YANG TERJADI I 4.4.1. Tahap Pra Konstruksi 4.4.1.1. Komponen Soslal Ekonomi dan Budaya I Persepsi Positif Masyarakat I Merupakan dampak langsung yang terjadi pada waktu dilakukan survei topografi, survei tanah dan survei hidrologi. Masyarakat yang meiitlamya menyambut gembira dan bersersepsi positif terhadap rencana I peningkatan ruas jalan. Dampak terjadi selama tahap pra koo'i>\s'U\\.'i>i, karena pada tahap konstruksi harapan masyarakat telah menjadi I kenyataan. I 4.4.2. Tahap Konstruksi 4.4.2.1. Komponen Fisik-Kimia I 1. Penurunan Kualitas Udara Dampak penurunan kualitas udara merupakan dampak langsung, I terjadi ketika dilakukan mobilisasi alat berat dan material bangunan. Mobilisasi alat berat dilakukan dengan trailler (long vehicle) yang I apabila pembakaran pada mesinnya tidak sempurna akan terjadi pencemaran udara. Sementara pengangkutan material konstruksi I !!:~~~~?~~ A~JI,K<rf.,..X<v<;.-...--a........w..n..~W-. ~tn'IJ1W#II lV-10 I I I Lapomn)f.~ir UKL- Ul'l Ruas Jaian Pasar Pedati- l<erkap I dalam bentuk curah seperti pasir, ketika diangkut sebagian ada 1 yang tercecer jika tertiup angin akan menjadi debu. Selain itu penurunan kualitas udara akibat memasak campuran aspal dengan kayu bakar atau minyak bakar sehingga terjadi debu dan gas I pencemar. I 2. Peningkatan Kebisingan Peningkatan kebisingan merupakan dampak langsung, terjadi I sebagai akibat pengoperasian alat pengangkut alat berat dan dump truk pengangkut material. Selain itu sebagaai akibat pengoperasian I alat-aiat berat pada pekerjaan perkerasan jalan seperti kOffi9aldor dan lain-lain. I 3. Penurunan kualitas air permukaan I Penurunan kualitas air permukaan merupakan dampak langsung, terkadi sebagai akibat dari timbulnya limbah cair domes'il'K oari karyawan dan oli bekas dari perawatan mesin alat-alat berat yang I masuk ke sungai atau badan air atau danau di sekitar. I 4. Terganggunya aliran air/tlmbulnya genangan air Terganggunya aliran air atau timbulnya genangan air merupakan I dampak langsung, terjadi karena ketika dilakukan gali urug pada pekerjaan drainase samping, saluran drainase alami yang telah ada I kemungkinan tertimbun, sehingga terjadi gangguan aliran air a1a.u timbulnya genangan air. I 5. Kerusakan ruas jalan I Kerusakan ruas jalan merupakan dampak langsung, terjadi akibat mobilisasi alat berat dan material dengan menggunakan k.endaraan I dengan berat melebihi daya dukung jalan. 4.4.2.2. Komponen Blologi I Gangguan Kehidupan Biota Perairan .I lV-11 I I I £aporan .Jl~ir UKL- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- !<erkap I Gangguan kehidupan biota perairan yaitu penurunan populasi biota perairan terutama ikan merupakan dampak turunan dari penurunan kualitas air permukaan (sungai) khususnya peningkatan kadar zat padat tersuspensi (TSS) serta minyak dan lemak. 4.4.2.3. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya I 1. Timbulnya Kesempatan Kerja Dan Peluang Berusaha Timbulnya kesempatan kerja merupakan dampak langsung, terjadi I berkaitan dengan adanya lowongan pekerjaan yang dapat diisi oleh tenaga kerja setempat. Sementara peluang usaha merupakan I dampak langsung, katena adanya peluang yang dimanfaatkan oleh usahawan setempat seperti suplayer atau «>Ub dapat I kontraktor. I 2. Timbulnya Kecemburuan Sosial Timbulnya kecemburuan sosial merupakan dampak langsung, terjadi karena ada sejumlah anggota masyarakat yang berke.lng·man I untuk dapat bekerja pada proyek ini namun tidak dapat memanfaatkan kesempatan kerja yang ada karena kesempatan I kerja yang terjadi sangat terbatas. 3. Terganggunya Lalu lintas I Terganggunya lalu lintas berupa gangguan perjalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan merupakan dampak langsung, I terjadi akibat mobilisasi alat berat dan material serta pekerjaan perkerasan jalan. I 4.4.2.4. Komponen Kesehatan Masyarakat 1. Gangguan Kesehatan Masyarakat I Gangguan kesehatan masyarakat berupa keluhan masyarakat I merupakan dampak turunan berkaitan dengan peningkatan gangguan pernafasan dan iritasi mata akibat peningkatan debu di udara, gangguan kenyamanan akibat peningkatan kebisingan. lV-12 I I I Laporan )1{/iir UKL- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati - Kerkap I ., 2. Penurunan Sanitasi Lingkungan Penurunan sanitasi lingkungan merupakan dampak langsung, terjadi akibat sampah non 83 seperti potongan plastik, kertas dan dedaunan yang ditimbulkan oleh pengoperasian kantor proyek, I gudang dan penginapan karyawan I 4.4.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap Operasi) 4.4.3.1. Komponen Fisik-Kimia I 1. Penurunan Kualitas Udara Dampak penurunan kualitas udara karena peningkatan debu dan I gas pencemar merupakan dampak langsung, terjadi sebagai a'Ki'oat peningkatan kepadatan lalu lintas pasca konstruksi. I 2. Peningkatan Kebisingan I Peningkatan kebisingan merupakan dampak langsung, terjadi sebagai akibat terjadi sebagai akibat peningkatan kepadatan 'a\u I lintas pasca konstruksi. I 4.4.3.2. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya 1. Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas I Peningkatan kecelakaan lalu lintas yaitu peningkatan frekwensi atau angka kecelakaan pada tahap pasca konstruksi. Merupakan te~adi I dampak langsung yang akibat dari para pengguna ja(an memacu kendaraannya terlalu tinggi sehingga melewati batas kecepatan yang diizinkan. I 2. Gangguan Lalu lintas I Gangguan lalu lintas berupa gangguan perjalanan yang dirasakan I oleh para pengguna jalan merupakan dampak langsung, yang terjadi sebagai akibat dari pemeliharaan jalan pasca konstruksi. IV-13 I I I £apomn~ UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati • l<erkap I 4.4.3.3. Komponen Kesehatan Masyarakat I . Gangguan Kesehatan Masyarakat Gangguan kesehatan masyarakat berupa keluhan masyarakat I merupakan dampak turunan berkaitan dengan penlngkatan gangguan pernafasan dan iritasi mata akibat penlngkatan debu di udara. gangguan kenyamanan akibat peningkatan kebisingan. I 4.5. RINGKASAN DAMPAK DALAM BENTUK TABULASI I Ringkasan dampak yang akan terjadi disajikan dalam bentuk tabulasi dapat dilihat pada Tabel 4.1. berlkut ini. I I I I I I I I I I I .. I IV - 14 I I Laporan .fl.k.li:ir UKL - UPL Ruas Jalan Pasar Pedat i- Kerkap Tlbt14.1. M1trlk Rlngk111n D1mpak Y1ng Terj1dl No Sumber Dampak Jtnlt Dampak Betaran Dampak Keterang1n I Tahap Pra Konstruksl Survei topografi, tanah dan hidrologi Timbulnya persepsi positif 100 % anggota masyarakat yang diwawancarai setuju Merupakan dampak laogsung masyarakat dan mendukung rencana peningkatan ruas jalan tersebut. II TahaD Konatruksi 1 Penerimaan tenaga ke~a a. Timbulnya kesempatan kerja a. Besar lowongan pekerjaan yang dapat diisi oleh a. Merupakan dampak langsung dan peluang berusaha tenaga ke~a setempat dan besar peluang usaha b. Merupakan dampak langsung b. Tlmbulnya kecemburuan sosial yang dapat dimanfaatkan oleh usahawan setempat. b. Jumlah anggota masyarakat yang ingin bekerja pada proyek ini namun tidak dapat memanfaatkan kesempatan kerja yang ada. 2 Moblllsasi alai be rat d;111 m<~terial a. Penurunan kualilas udara a. Peningkatan kadar debu di udara dart sem ula a. Merupakan dampak langsung I b. Peningkatan kebisingan berkisar antara 55,4 llQim' meningkat sampai di b. Merupakan dampak langsung I c. Kerusakan jalan atas 200 1-lQfm'. c. Merupakan dampak langsung ' d. Gangguan lalu lintas b. Peningkalan kebislngan semula berldsar antara d. Merupakan dampak langsung e. Gangguan kesehatan 52,3 dBA. menjadi sekilar 78 dBA (metewati e. Merupakan dampak turunan dari masyarakat ambang batas kawasan perdagangan 70 dBA). penurunan kualitas udara dan c. P:anjang ruas jalan yang rusak peningkatan keblslngan. d. Tingkat gangguan perjalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan. e. Keluhan masyarakal berkaitan dengan peningkalan gangguan pemafasan dan lr!tasi mala akibat peningkatan debu di udara dan gangguan kenyamanan akibat peningkatan ----- kebisinqan I !'.!:~~'!!~~~9~A1~.~~ UJ JI. MfiltiJo,.. A ilooi."- JC ,_~.. tlll}la41.., IV- 15 ....- - ~- Laporan )1~ir UI<L- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- l<erkap Tabel4.1. Matrlk Ringkaaan Dampak Yang TerJadl (Lanjutan-1) No Sumber Dampak Jenls Dampak Besaran Dampak Keterangan I II Tahap Konstruksl I 3 Pengoperasian kantor, gudang dan a. Penurunan kualitas air a. Timbulnya limbah cair domestik dari karyawan a. Merupakan dampak langsung I penginapan karyawan permukaan sebanyak 4 m'lhari dan oli bekas dari perawatan b. Merupakan dampak turunan dari b. Gangguan kehidupan biota mesin alat-alat berat sebanyak 150 liter pe bulan. penurunan kualitas air perairan Patameter yang akan mengalami pengingkatan permukaan c. Penurunan sanitasi lingkungan adalah BOD, COO, TSS, detergent, amonia, c. Merupakan dampak langsung minyak dan lemak serta koliform. b. Penurunan populasi biota perairan terutama ikan. c. Jumlah sampah non B3 yang ditimbulkan oleh pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan kaJYawan 4 Pekerjaan drainase Timbulnya gangguan aliran air Luas dan kedalaman genangan air yang sebelum Merupakan dampak langsung (timbulnya genangan air) dilakukan peke~aan drainase tidak ada gangguan atau aenanaan air. 5 Peke~aan perkerasan jalan a. Penurunan kualitas udara a. Peningkatan kadar debu di udara dari semula a. Merupakan dampak langsung b. Peningkatan kebisingan berkisar antara 55,4 J.IQ/m' meningkat sampai di b. Merupakan dampak langsung c. Gangguan lalu lintas alas 200 J.IQ/m'. c. Merupakan dampak langsung d. Gangguan kesehatan b. Peningkatan kebisingan semula berl<isar antara d. Merupakan dampak turunan dari I masyarakat 52,3 dBA menjadi sekitar 78 dBA (melewali penurunan kualitas udara, ambang batas kawasan perdagangan 70 dBA). peningkatan kebisingan dan j c. Tingkat gangguan pe~alanan yang dirasakan oleh penurunan kualitas air ' para pengguna jalan. permukaan d. Keluhan masyarakat berkailan dengan I peningkalan gangguan pemalasan dan lrilasi mata akibat peningkalan debu di udara serta : gangguan kenyamanan akibat peningkatan kebisingan. PT. BLANTICKINDO ANEKA r ·· 1 eUl -"- 0 Jl ..... ---(lo ,...t«..t('llla,lfw,.otoa.wM!Ittlt;..llt.,.tti~ 1oU.,...'u, il'l tJ 'lo1$ ,u.o...oo --...jjol!(lo ;,c~;~- IV- 16 U KL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap Tabel4.1. Matrfk Ringkasan Dampak Yang Terjadl (L.anjutan-2) No Sumber Dampak Jenle Dampak Beu111n Dampak Kewrangan II Tahap Konstruksl 6 Pekerjaan pemasangan sarana Gangguan lalu lintas Tingkal gangguan perjalanan yang dirasakan oleh Merupakan dampak langsung pelengkap dan penunjang para pengguna jalan. Ill Tahap Pasca Konstruksl (Operas!) 1 Pengoperasian jalan a. Penurunan kuarrtas udara a. Peningkalan kadar debu di udara dari semufa a. Merupakan darnpak langsung b. Peningkatan kebisingan bet1c:lsar antara 55,4 119/m' maningkat sampal di b. Merupakan dampak langsung c. Peningkatan kecelakaan lalu atas 200 11~'rn'. c. Merupakan dampak langsung lintas b. Peningkatan kebisingan semula ber1<isar anlara d. Merupakan dampak turunan dari d. Gangguan kesehatan 52,3 dBA meningkat menjadi sekitar 76 dBA penurunan kualitas udara dan masyarakat {metewati ambang batas kawasan perdagangan peningkatan keblsingan 70 dBA). c. Peningkatan frekwensl atau angka kecelakaan pada tahap pasca konstruksi akibat para pengguna jalan memacu kendaraannya terlalu tinggi. d. Keluhan masyarakat berkailan dengan peningkalan gangguan pemafasan dan lrilasl mata akibat peningkatan debu di udara serta gangguan kenyamanan akibat penlngkatan kebisiooan 21Pemeliharaan jalan Gangguan la!u lintas Tingkat gangguan perjalanan yang dlrasakan oleh Merupakan dampak langsung para pengguna jalan. m !!!l~TICKIND_O AN_l!:I(A • ,...._,...lUI'.-. ..,.~u,.. c IV - 17 ---- - .-- .. I UKL- UP!. Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 4.6. DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP RUAS JALAN PASAR PEDATI -KERKAP I . Selain dikaji dampak yang terjadi akibat kegiatan peningkatan Ruas Pasar Pedati - Kerkap terhadap lingkungan hidup sebagaimana I tertuang dalam butir 4.1 sampai but\r 4.4. tersebut di depan, maka dikaji pula dampak lingkungan hidup di sekitar terhadap Ruas Ruas Pasar I Pedati - Kerkap sebagai berikut : 4.6.1. Dampak Genangan Air Terhadap Ruas Jalan I Dampak genangan air berpotensi terjadi di Sta 12+750 sampai 13+300, karena di sebelah kanan terdapat aliran Sungai Lemau yang sejajar I dengan ruas jalan. Jarak antara aliran sungai dengan ruas jalan kurang dari 5 meter dan perbedaan elevasi permukaan jalan dengan I permukaan aliran kurang dari 3 m. Apabila permukaan air sungai tersebut naik sampai 3 meter, maka ruas jalan Sta 12+750 sampai I 13+300 tersebut akan tergenang air. Sampai pada saat ini belum ada pencegahan seperti pemasangan tanggul sungai untuk mencegah agar supaya air tidak mengalir ke ruas jalan. I 4.6.2. Dampak Potensi Longsoran Tebing Jalan Terhadap Ruas Jalan I Di Sta 16+900 sebelah kanan jalan terdapat tebing jalan dengan panjang yang berpotensi longsor ±20 m. Tempat yang berpotensi I longsor belum dilakukan penanganan, selain itu drainase eksiting yang kurang terawat dan ditumbuhi gulma. Posisi tebing jalan yang rawan I longsor tersebut berada pada tikungan jalan yang cukup tajam. I I I I !!;~~~-S~?~K! JI• ......,..~X:.No.IW<:.~~.,.,.~ r...-, FJJ rurM~~ N-18 I I I I ., I I I I I ~ ,bV I . · . Program Pengelolun dan 1 1 • Pemantauan Lingkungan Hidup · I I I I I I ' I ' I I I £aporan)l~r UKl- UP!.. Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I BABV 'I PROGRAM PENGELOLAAN DAN I PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP I 5.1. PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP I 5.1.1. Tahap Pra Konstruksi Komponen Sosekbudkesmas I Timbulnya Perepsl Masyarakat a. Sumber Dampak I Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalah survei topografi, survei tanah dan survei hidrologi I b. Tolok Ukur Dampak I Tolok ukur dampak dampak persepsi masyarakat adalah jumlah atau presentasi anggota masyarakat yang berpersepsi \}ositif terhadap proyek. I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mengoptimalkan dampak positif berupa persepsi masyarakat. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya yang akan terkena dampak mengenai manfaat dari peningkatan ruas !,alan Pasar Pedati - Kerkap dan sosialisasi rencana upaya pengelolaan I dampak negatif yang kemungkinan akan timbul. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Permukiman di sepanjang ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, I "• meliputi Desa Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa ?onao'K Kelapa dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa I Ul !!~~~~?~~ Aill1ioJ"fiii,K«LI'uk>."--~--"'bri>­ ~(lmJ7UT4U V-1 I I I £apqran .Jl{/iir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I ., Kabupaten Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Selama tahap pra konstruksi tengah berlangsung. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana 2). Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina I "*'.r;o.W... Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Provinsi I Kab. Provinsi Bengkulu Bengkulu, Utara, Kab. Dinas PU Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan I Kab. Bengkulu Utara. I 5.1.2 Tahap Konstruksi 5.1.2.1. Komponen Fisik-Kimia I 1. Penurunan Kualitas Udara (Peningkatan dsebu dan Gas Pencemar) I a. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalan 1). I Mobilisasi alat berat dan material, 2). Pekerjaan perkerasan jalan I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak penurunan kualitas udara adalah nilai ambang batas dart parameter kualitas udara ambient yang I telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 (lihat Tabe/5.1.). I V-2 I I £aporan)f~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap Tabel5.1 Baku Mutu Kualitas Udara Ambient No Parameter Satuan Baku Mutu *) 1 Sulfur Dioksida (S02) IJQ/m 900 2 Nitrogen Dioksida (N02) 1Jglm3 400 3 3 Karbon Monooksida (CO) 1JQim 30.000 4 Timbal (Pb) IJQ/ma 2 3 5 TSP (Debul 1m 230 Sumber : PP 41 Tahun 1999. c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif penurunan I kualitas udara yang terjadi karena meningkatnya kadar de'ou dan gas pencemar. I d. Upaya Pengelolaan Llngkungan Hidup I 1). Dalam mengangkut material curah dari sumbernya (quany) ke lokasi proyek kendaraan pengangkut material di\en~api dengan penutup dari terpal. I 2). Pembatasan volume material agar tidak melebihi kapasitas kendaraan pengangkutnya. I 3). Memasang rambu/peringatan agar kendaraan penganqkut material mengurangi kecepatan apabila memasuki lokasi I proyek. 4). Memberikan peringatan dan sanksi kepada sopir I kendaraan pengangkut material jika terbukti melanggar ketentuan rambu lalulintas maupun batas kecepatan. 5). Melakukan penyiraman secara berkala Jahan tempat I kegiatan untuk mengurangi kadar debu di udara {terutama di musim kemarau). I 6). Kendaraan proyek yang akan keluar areal proyek .. ban kendaraan terlebih dulu dicuci (disemprot air) untuk I membersihkan dari kotoran (tanah /lumpur) sehingga tidak terbawa ke luar areal proyek Galan eksisting). I 7). Apabila masih terjadi ceceran pada jalan eksisting segera dibersihkan. I V-3 I I I £aporan)l~r UKL- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I 8). Apabila terjadi kerusakan permukaan jalan segera .I diperbaiki. 9). Peralatan dan kendaraan pengangkut material yang digunakan dalam kondisi laik jalan, untuk mengurangi I pencemaran dan emisi gas buang. 10). Melengkapi peke~a lapangan dengan masker dan I peralatan keselamatan kerja (safety helm, dll). I e. lokasi Pengelolaan lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di area tapak proyek terutama yang berdekatan dengan kawasan I permukiman, perdagangan, tempat ibadah dan bangunan sekolah. Yaitu pada seluruh ruas jalan Pasar Pedati dari Sta I 0+000 sampai Sta 21+200 ditambah ruas jalan Pasar Kerkap- Lais - Lais Argamakmur Km 10. I f. Periode Pengelolaan lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama mobilisasi alat- alat berat dan material serta pekerjaan perkerasan jaian sebagai sumber dampak tengah berlangsung. I g. lnstitusi Pengelolaan lingkungan Hidup I 1). Pelaksana 2). Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JNN I 3). Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Ke~a Direktorat Bina le"-r;>,W;. I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I .. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara I V-4 I I I £aporan}l~r UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 2. Peningkatan Kebisingan a. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalan "1). Mobilisasi alat berat dan material, 2). Pekerjaan perkerasan I jalan. I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak tingkat kebisingan adalah baku I mutu tingkat kebisingan yang telah Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep- ditetapkan dalam 48/MNLH /11/1996 (Tabe/5.2.). I Tabel 5.2 Baku Mutu Tingkat Kebisingan I No Peruntukan Satuan Baku lllulu "'} 1 Pemelintahan dan Fasilitas Umum dBA 60 I 2 Perkantoran dan Perd~aflgan 3 Perumahan dan Pemukiman dBA dBA 65 55 4 Perdagangan dan Jasa dBA 7'0 I 5 Ruang terbuka Hijau 6 Rekreasi 7 lndustri dBA dBA dBA 50 70 70 Sumber: Kepmen LH No.: Kep-48/MenLH/1111996. I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif peningkatan I kebisingan yang terjadi akibat kegiatan pengangkutan material dan pengoperasian alat berat dalam pelaksanaa~> fQ I Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Dalam pengaturan I menyusun jam ke~a perlu berkoordinasi dengan masyarakat setempat melalu·l \o'Kon I - tokoh masyarakat atau desa guna mengurangi gangguan kebisingan di saat masyarakat sedang I beristirahat. I V-5 I I --------------------------------- I Laporan}l{liir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 2). Menggunakan kendaraan dan kendaraan proyek dalam kondisi baik (tidak menimbulkan kebisingan). 3). Pekerja proyek diwajibkan menggunakan pelindung telinga (ear plug) dan peralatan keselamatan kerja (safety helm, I sepatu boot, dll). I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di area I tapak proyek terutama yang berdekatan dengan kawasan permukiman, perdagangan, tempat ibadah dan bangunan sekolah. Yaitu pada seluruh ruas jalan Pasar Pedati dari Sta I 0+000 sampai Sta 21+200 ditambah ruas jalan Pasar Kef'Kap- Lais- Lais Argamakmur Km 10. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu selama komponen kegiatan mobilisasi alat-alat berat aan peke~aan I material serta dampak tengah berlangsung. perkerasan jalan sebagai sumber I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga oan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengk.ulu, Kab. Bengk.ulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah Provinsi I dan Kab. Bengkulu Utara I Ul !!~~~?~~ Jtm}ll)'oiii.Kill.,..,...lf.ft:,~a-~~ T...,e. jQJJ 724UIS V-6 I I I £aporan)liJiir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati • Kerkap I 3. Penurunan Kualitas Air Permukaan I . a. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak. aca'Jan pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan I karyawan. I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak kua litas air permukaan adalah PP I 82 Tahun 2001, untuk kualitas air permukaan kelas II (lihat Tabe/5.3.) I Tabel5. 3 Baku Mutu Kualitas Air Permukaan Untuk Parameter Kunci Kelas Idanil I No Parameter Satuan BakuMulu Kelasl Kelasl I A 1 2 FISIKA Jumlah padat terlarut Jumlah padat tersuspensi 1.000 50 1.000 50 B KIMIA I 1 pH 2 Amonia bebas (NH3 -N) 6-9 0,5 6-9 3Oksigen terlarut (DO) 6 4 I 4 5 Minvak Lemak Deterjen 6 BODs 1 0,2 2 1 0,2 3 7 COD 10 25 I 8 Detergent c MIKROBIOLOGI 200 200 1 Fecal coliform MPNf100ml 100 WDD I 2 Total coliform Sumber: PP 82, Tahun 2001 MPN/100ml 1000 5000 c. Tujuan Pengelolaan Lingkunga n Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif penurunan I kualitas air permukaan yang terjadi akibat pengoperasian kantor proyek, gudang dan pengi napan karyawan. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I ., 1). Menyediakan tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) yang memenuhi persyaratan kesehatan. Urin dan tinja I [lj !!:~~~?~~ Jt~.I.Kri.Aifo.Kft.~---- ~(lm}nD'<I'WI V-1 I I I £aporan }l~ji:ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I dimasukkan ke kloset yang diteruskan ke tangki septik (septic tank) yang ramah lingkungan dan memenuhi persyaratan kesehatan. 2). Oli bekas yang timbul dari perawatan mesin-mesin alat berat termasuk genset ditampung dalam drum khusus secara periodik 1 bulan sekali diserahkan kepada I pengusaha pengolah ali bekas yang mempunyai izin. Oli bekas dapat dicampur dengan arang terbuat dari I pembakaran biomassa. Bahan bakar baru ini dapat digunakan pada industri bata, genting dan gerabah yang dilakukan oleh rakyat. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di area kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama kegiatan kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan sebagai sumber dampak tengah berlangsung. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN I 3). Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Ke~a Direktorat Bina ~~~ I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. V-S I I Laporan Jl{/iir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap 4. Terganggunya Ali ran Air atau Terjadi Genangan a. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak aoa\an peke~aan drainase yang mengakibatkan tertutupnya saluran I I drainase eksisting. I b. Tolok Ukur Dampak Luas dan kedalaman genangan air yang tidak diinginkan I berada di sekitar tapak proyek selama kegiatan konstruksi bertangsung, yang sebelum dilakukan pekerjaan drainase tidak ada gangguan atau genangan air. I c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif I terganggunya aliran air atau terjadinya genangan air akibat pekerjaan drainase baru. I d. Upaya Pengelolaan lingkungan Hidup 1). Menyiapkan saluran drainase sementara, agar air I permukaan di sekitar lokasi kegiatan dapat tetap mengalir ke saluran yang masih dapat berfungsi. I 2). Memastikan saluran drainase tidak tersumbat (buntu), terutama pada jam istirahat (sore) sehingga jika pada I malam hari turun hujan tidak te~adi jalan atau daerah sekitar proyek. genangan air di badan I 3). Melaksanakan kegiatan konstruksi di musim kemarau. e. lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan pada lokasi proyek yang berelevasi rendah seperti Sta 12+700 sampai Sta I 13+300. I .. I V-9 I I I £aporan.ft.~ UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I f. Periode Pengelolaan lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi, selama pembuatan saluran drainase yang permanen telah selesai dibuat. I g. lnstitusi Pengelolaan lingkungan Hidup I 1). Pelaksana 2). Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JNN I 3). Penerima laporan Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Proli1nsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. I 5. Kerusakan Ruas Jalan a. Sumber Dampak I Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalah mobilisasi alat berat dan material I b. Tolok Ukur Dampak I Tolok ukur dampak adalah panjang dan Iebar kerusakan pada ruas jalan yang sebelum ada mobilisasi alat berat dan material tidak terjadi kerusakan ruas jalan. I c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif rusalmya I .. jalan umum akibat mobilisasi alat-aiat berat dan material konstruksi . I V-10 I I - - - - - -- -- - - - - - · - - I Laporan ,.n.{fiir UKL - UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I d. Upaya Pengelolaan Llngkungan Hidup .I 1). Pembatasan volume material agar tidak melebihi kapasitas kendaraan pengangkutnya. 2). Pembatasan volume material agar bobot total kendaraan I berikut material tidak melebihi tonase kelas jalan. 3). Memberikan peringatan dan sanksi kepada sopir I kendaraan pengangkut material apabila muatannya melebihi ketentuan yang ditetapkan. kapasitas I 4). Kendaraan proyek yang akan keluar areal proyek, ban kendaraan terlebih dulu dicuci (disemprot air) untuk membersihkan dari kotoran (tanah /lumpur) sehingga tidak I terbawa ke luar areal proyek (jalan eksisting). 5). Apabila masih terjadi ceceran pada jalan eksisting segera I· dibefsihkan. 6). Apabila terjadi kerusakan permukaan jalan segera I diperbaiki. I e. Lokasi Pengelolaan Llngkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di jaringan jalan yang digunakan untuk mobilisasi alat-alat berat dan I material konstruksi, Yaitu pada seluruh ruas jalan Pasar Pet:acfli dari Sta 0+000 sampai Sta 21+200 ditambah ruas jalan Pasar I Kerkap- Lais- Lais Argamakmur Km 10. I f. Periode Pengelolaan Llngkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu I selama komponen kegiatan mobilisasi alat-alat berat dan material sebagai sumber dampak tengah berlangsung. I g. lnstltusl Pengelolaan Lingkungan Hldup 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I •. I V-II I I I £aporan )l{liir UKL- UPl Ruas Jaian Pasar Pedati- Kerkap I 3). Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik "I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup ?rovinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. I 5.1.2.2. Komponen Biologi Gangguan Kehidupan Biota Perairan a. Sumber Dampak I Merupakan dampak turunan dari menurunnya kualitas permukaan atau sebagai dampak tak langsung dari pengoperas·lan air I kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. b. Tolok Ukur Dampak I Tolok ukur dampak dampak adalah populasi biota perairan di perairan dekat dengan pengoperasian kantor proyek, gudang dan I penginapan karyawan. I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, I meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif menurunnya populasi biota perairan yang terjadi sebagai akibat tak langsung dari pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Dilakukan dengan mengelola dampak primernya yaitu pengelolaan kualitas air permukaan. I I V-12 I I I Laporan JlR.fiir Ul<l- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan di area kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan dilakukan selama kegiatan kantor proyek, I gudang dan penginapan karyawan sebagai sumber dampak tenq.ah berlangsung. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I' 3} Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Prov'msi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara I 5.1.2.3. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya I 1. Timbulnya Kesempatan Kerja dan Peluang Berusaha a. Sumber Dampak I Komponen kegiatan yang menjadio sumber dampak adalah penerimaan tenaga kerja untuk pelaksanaan konstru'Ksi f1s"I'K kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I b. Tolok Ukur Dampak I .. 1). Jumlah angkatan kerja setempat yang diterima di proyek. I !!':~~~?~~ J1. ~--~,.,..X.C.~/Utf'U.--s.~Nn T~ (ITZJJ 'IKI4a V-B I I I Laporan Jt(liir UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- l<erkap I 2). Tidak terjadi kecemburuan sosial masyarakat setempat .I terkait dengan kegiatan mobilisasi atau penerimaan tenaga kerja. 3). Tidak terjadi gangguan kamtibmas dari masyarakat. I c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah meningkatkan dan memaksimalkan dampak positif kesempa'tan untuk I kerja dan peluang berusaha yang terjadi akibat mobilisasi tenaga kerja untuk pe!aksanaan konstruksi fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan I' 1). Mensyaratkan kepada kontraktor pelaksana berkolaborasi dengan kontraktor lokal atau badan usana untuk I lokal seperti koperasi dalam penyediaan alat angkutan atau pengadaan material I 2). Memberikan informasi adanya penerimaan tenaga kerja melalui Pemerintah Kecamatan atau Desa setempat 3). Memberi upah gaji tidak kurang dari standar Upah I Minimum Kabupaten yang berlaku saat ini. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan di wilayah-wilayah desa yang dilalui oleh I ruas jalan Pasar Pedati- Kerkap, yaitu Desa Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang I Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten ~'U\\.1 Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napa! Kabupaten Ben,9kulu I Utara. I f. Periode Pengelolaan lingkungan Hidup Pengelolaan dilaksanakan pada saat mobilisasi tenaga kerja I .. sebelum pekerjaan konstruksi fisik dimulai. I v -114 I I I Laporan fl.{liir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup .I 1) Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) 2) Pengawas : Konsultan Supervisi dan M:jNN Provinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan I Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. I Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara I 2. Timbulnya Kecemburuan Sosial I a. Sumber Dampak Mobilisasi Tenaga Kerja atau penerimaan tenaga kerJa untuk I pelaksanaan konstruksi fisik kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I b. Tolok Ukur Dampak Sebagai tolok ukur dampak adalah jumlah anggota masyarakat I setempat yang ingin bekerja pada proyek ini namun tidak dapat memanfaatkan kesempatan kerja yang ada dan juga I kesempatan kontraktor lokal atau badan usaha berupa koperasi yang tidak diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan I kontraktor pelaksana. I c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif I kecemburuan sosial yang terjadi akibat mobilisasi tenaga kerja untuk pelaksanaan konstruksi fisik Peningkatan Ruas Jalan I Pasar Pedati - Kerkap. d. Upaya Pengelolaan Lingkungan I .. 1). Mengharuskan kepada Kontraktor pelaksana proyek, Suplayer dan Konsultan supervisi untuk memberi prioritas I V-15 I I I £aporan.JL~ UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I penerimaan tenaga kerja proyek yang berasal dari .I masyarakat setempat yang memenuhi kualifikasi. 2). Mensyaratkan kepada kontraktor pelaksana \Yi'l..""' berkolaborasi dengan kontraktor lokal atau badan usaha I lokal seperti koperasi dalam penyediaan alat angkutan atau pengadaan material 3). Memberikan informasi adanya penerimaan tenaga kerja I melalui Pemerintah Kecamatan atau Desa setempat. 4). Melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa I kesempatan kerja yang ditimbulkan sangat terbatas. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan di wilayah-wilayah desa yang dilakui oleh ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, yaitu Desa P'*-il>. I· Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten I Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan dilaksanakan pada saat mobilisasi tenaga kerja sebelum pekerjaan konstruksi fisik dimulai. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor I 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I •. Din as Perhubungan Provinsi I !!~~~~?~,E .JI.Wi\17ltN,IGot.A>Io.K<.e.~a-.~-. ~fii'Z1)1'UT411 v -1!6 I I I £aporan .Jl~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah 'I dan Kab. Bengkulu Utara 3. Terganggunya Lalu Lintas I a. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adatafl 1). I Mobilisasi alat berat dan material, 2). jalan, 3). Pekerjaan perkerasan Pekerjaan pemasangan sarana pelengk.a? -;!.an penunjang. I b. Tolok Ukur Dampak I Tolok Ukur Dampak adalah tingkat gangguan perjalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan. 1\ c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif gangguan I lalu lintas yang terjadi akibat kegiatan keluar-masuknya kendaraan proyek dan kemungkinan adanya penyempitan jaran I dalam pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Menerapkan proyek. traffic management dalam pelaksanaan 2). Pelaksanaan pekerjaan dilakukan di luar peak hour jalan I Pasar Pedati - Kerkap (akhir pekan) 3). Pemasangan rambu lalu lintas sementara terkait dengan I keberadaan proyek (spesifikasi perambuan mengmuti standart perambuan sementara) I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I .. Lokasi pengelolaan dilakukan pada ruas jalan yang sedang dilakukan pekerjaan perkerasan dan jalur pengangkutan I I I I £aporan Jl{liir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I material. Yaitu pada seluruh ruas jalan Pasar Pedati dari Sta .I 0+000 sampai Sta 21+200 ditambah ruas jalan Pasar Kerkap- Lais- Lais Argamakmur Km 10. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan selama mobilisasi alat berat dan I material, peke~aan perkerasan jalan serta peker]aan pemasangan sarana pelengkap dan penunjang sebagai sumber I dampak berlangsung. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 1\ 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan PZJNN Provinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina 1 e'Knil< Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I 5.1.2.4. Komponen Kesehatan Masyarakat 1. Gangguan Kesehatan Masyarakat I a. Sumber Dampak Gangguan kesehatan masyarakat merupakan dampak turunan I dari menurunnya kualitas udara dan meningkatnya ket>isingan atau dampak tak langsung akibat dari mobilisasi alat berat dan material serta peke~aan perkerasan jalan. I I ', :!~~~?~~ JL~.II;KM.Pvfo.KM:.~S.W...~~ r...,-. (W1J nn~• V-IS I I I £aporan )ff{fi.ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I b. Tolok Ukur Dampak .I Tolok ukur dampak dampak adalah keluhan masyarakat berkaitan dengan meningkatnya gangguan pernafasan dan iritasi mata akibat meningkatnya debu di udara, gangguan I kenyamanan akibat meningkatnya kebisingan. I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif gangguan kesehatan masyarakat yang terjadi akibat kegiatan pengangkutan material dan pengoperasian alat berat dalam pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Peda't1 - Kerkap. d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Mengelola dampak primernya yaitu menurunnya kualitas udara dan meningkatnya kebisingan. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di area I tapak proyek terutama yang berdekatan dengan kawasan permukiman, tempat ibadah, dan rumah, meliputi Desa Pekik I Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten I Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napa! Ka'oupa'l:en I Bengkulu Utara. f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama mobilisasi alat- alat berat dan material serta pekerjaan perkerasan ja'lan I sebagai sumber dampak tengah berlangsung. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~"-"-"~~~~ JI.Dilt!p,ll/{gAJ#o.lf.K.~Bwll...-.s- T~ Fl'J 'nQ,f,_ V-19 I I I £aporan Jl{liir Ul<l- UPl Ruas Jalan Pasar l'edati- Kerkap I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN .I 3). Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Tell:nik. Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I 2. Penurunan Sanitasi Lingkungan a. Sumber Dampak I Sebagai sumber dampak adalah pengoperasian kantor gudang dan penginapan karyawan Pf~K, I b. Tolok Ukur Dampak I Tolok ukur dampak dampak adalah jumlah sampah non 83 yang ditimbulkan oleh pengoperasian kantor proyek, gudang I dan penginapan karyawan. c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif penurunan I sanitasi lingkungan yang terjadi akibat pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Melarang karyawan yang membuang sampah pada sembarang tempat I 2). Menyediakan bak sampah pada setiap ruangan, setelah bak sampah penuh maka sampah yang ada dalam bak I I I ----- I £aporan~ UKl - UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I tersebut ditimbun pada tempat penimbunan sampah .I sementara (TPS) 3). Bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Provinsi Bengkulu untuk mengangkut sampah ke Tempat I Penimbunan Akhir (TPA) yang ditentukan oleh Pemerintah setempat, secara berkala 3 hari sekali. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di area kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hldup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan sebagai I sumber dampak tengah berlangsung. I g. lnstltusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN I Provinsi Bengkulu 3). Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Ungkungan Hidup Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah. Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu lengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I I .. UJ !!:~~~~~~ ,.....-....,qnn.... .ll ...... .lt-.-- ~- . . . . . ,_. v -21 I I ----------------------------------------------------------------- I £aporan .Jl{/iir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 5.1.3. Tahap Pasca Konstruksi (Operasi) I 5.1.3.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Penurunan Kualltas Udara I a. Sumber Dampak Pengoperasian jalan yang meningkatkan kepadatan kendaraan I sehingga menimbulkan emisi gas buang kendaraan bennotor khususnya CO, N02 , S02, Pb dan debu, yang mempengaruhi areal pemukiman penduduk, fasilitas pendidikan dan fasilitas I ibadah yang berada di ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap. I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak menurunya kualitas udara adalah nilai ambang batas dari parameter kualitas udara ambient yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun I 1999 (lihat Tabel5.1. di depan). c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif penurunan I kualitas udara yang terjadi akibat pengoperasian ruas jalan Pasar Pedati- Kerkap. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Melakukan penanaman pohon di sekitar tapak proyek untuk mengurangi penyebaran polutan. Agar pohon - pohon tersebut dapat berfungsi sebagai barrier maka pohon - pohon tersebut I ditanam rapat dari bawah ke atas. Hal ini dapat dilakukan dengan penanaman tumbuhan jenis tertentu yang berdaun I lebat. Jenis vegetasi yang dapat antara lain : berfungsi sebagai barrier I 1). Vegetasi jenis pohon rendah, sebagai barrier tingkat dua yang ditanam dibelakang tumbuhan barrier tingkat satu I antara lain : kembang merak (Euphorbiapulcherima), I V-22 I I - ------~~~~~~~~~~~~~~~---------- I £aporan)l~ir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I fillisium (Fillicium decipiens), tanjung (Mimusop sp), bungur (Lagerstroemia spesiosa) 2). Vegetasi jenis pohon tinggi sebagai barrier tingk.at tiga: Tembesi (Samanea saman),- asam (Tamarindus indica), mahoni (Swietenia mahagom) dan lain -lain. Vegetasi ini selain berfungsi mengurangi pencemaran juga I berfungsi meredam kebisingan, memberi rasa sejuk dan menambah keindahan. Jenis vegetasi pelindung lainnya yang I dapat digunakan untuk pengelolaan kualitas udara disajikan pada Tabel 5.4. Secara skematis upaya pengelolaan kualitas udara dengan penanaman jenis vegetasi disajikan pada I Gambar5.1. I' Tabel5.4. Jenis- Jenis Vegetasi Yang Dapat Digunakan Untuk Pengelolaan Kualitas Udara I No. 1 Nama llmiah Acalypha microphy/la Nama Daerah Teh-tehan Keluarga Euphorbiaceae 2 Aqave americana Agave america Agave ceae I 3 4 5 Allamanda cathartica Al/~qia exelsa Altemathera ficodes AI amanda Rasamala Kriminil merah Apocynaceae Hammamelidaceae Amaranthaceae I 6 7 8 Amherstia nobilis Axonopus compressus Arundinata pumilla Bunga ratu Rumput paitan Bambu pangkas Leguminosae Graminae Graminae 9 Bambusa multiplex Bambu cina Graminae I 10 11 12 Bambusa vulgaris Barringtonia asiatica Bauhinia purpurea Bambu jepang Keben I butun Bunga Kupu-kupu Graminae Myrtaceae Leguminoceae Nictaginaceae I 13 14 15 Bougeniella glabra Brownea capitella Carmona retusa Bougenvil ungu Bunga Lampion Serut Leguminoceae Boraginea 16 Cassia biflora Casia golden Leguminosae I 17 18 Cassia siamea Chlorophylum bichetti Johar Lili paris tepi daun putih Leguminosae Liliaceae 19 Chrysalidocarpus Palem kuning Palmae I 20 lutescens Clerodendron Nona makan sirih Verbenaceae thomsonae I 21 22 Coccos nucifera Dialium indum Kelapa Asam Kranji Palmae Leguminoceae ~ 23 Dillenia phipinensis Dilleniaceae 24 Duranta repens s kuning Verbenaceae I 25 26 27 Duranta variegata Ficus benyamina Ficus glabela Terang bulan Beringin Ficus glabela Verbenaceae Moraceae Moraceae I ~~~~~?~!.~ ..if.,..,..M,ICM..AA>.Ib<:.~S....~s--.. V-23 T~ (IP;HJ 1'MT4_, I I I £aporan )f.{liir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap No. Nama Daerah Kelua a 28 Dollar 29 Garnal 30 Soka kecil 31 Bambu Kuning I 32 33 34 I 35 36 37 I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Secara umum lokasi pengelolaan lingkungan untuk meminirnasi dampak penurunan kualitas udara adalah dengan melaksanakan penanaman pohon di seluruh ruas jalan proyek I ini, dari Sta 0+000 sampai Sta 21+200. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan secara terus rnenerus selama ruas jalan I Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan. g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN I 3). Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengl<ulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara I !!:.~~~~?~K! V-24 r.-. Jl.~ .. l'tlll.PtlkJ..IIft.~Ban!!.-s-.. pn:tJ1'Uun I I I £aporan)l~r UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap Gambar 5.1. Skema Pengelolaan Kualitas Udara dan Kebisingan . ~-------lTerdispersi ke atmosfir Emisi gas buang kendaraan ~~~nm~o~t~ocL_ __________~/ I Rambatan bisine Poho11 Tillggi I I RUMIJA ..... . I Jenis- jenis tanaman yang disarankan : Perdu : Teh-tehan, bluntas, pangkas kuning (atau yang lain lihat Tabel 5.1) Pohon rendah : Kembang merak , filisium, angsana, turi, akasia, dll. I Pohon tinggi : Tembesi, asam, mahoni, cemara laut, flamboyant. Kiara payung, dll Keterangan : I 1. Ditanam di area yang berdekatan dengan pemukiman penduduk. 2. Penanaman pohon dilakukan dengan menambah kerapatan karena pada sisi jalan sudah ada tanaman penghijauan baik dikiri maupun kanan. I 2. Peningkatan Kebisingan a. Sumber Dampak I Pengoperasian jalan yang meningkatkan kepadatan kendaraan sehingga menimbulkan suara I bunyi yang berasal dari suara I mesin kendaraan bermotor yang melintas di ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap. I b. Tolok Ukur Dampak I Tolok ukur dampak dampak peningkatan kebisingan adalah Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Kep- 48/MNLH/1111996 (Tabel 5.2. di depan). I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif peningkatan V-25 I I Laporan )lkjiir UK!..- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I kebisingan yang te~adi akibat pengoperasian jalan Pasar Pedati- Kerkap. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan dilakukan dengan penanaman vegetasi di sekitar ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap (bariei) I sebagaimana pada pengelolaan kualitas udara. Penanaman vegetasi terutama yang berbatasan langsung <iengan I pemukiman serta area sensitif seperti fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadah (lihat Tabel 5.5. dan Gambar 5.1 ). I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lahan di sekitar tapak proyek yang I berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk serta area sensitif seperti fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadan, I sebagaimana telah disampaikan pada lokasi pengelolaan lingkungan untuk meminimasi dampak menurunnya 1<-ua'.i\as I udara. f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hldup I 1). Pelaksana 2). Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2.JNN I 3). Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I V-26 I I I £aporan)l~ir UK!..- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara I Tabel5.5. Jenis- Jenis Vegetasi Yang Dapat Digunakan I Untuk Pengelolaan Kebisingan N Nama llmiah Nama Volume Jarak dari Ketinggi Rata-lata I o. Daerah kerimbunan sumber daun (m') dampak(m) an penguku n!duksi kebisinga ran-(m) n(dBA) I 1. 2. Acacia mangium Bamboosa sp. Akasia mangium Bambu 114,39 122,03 30,20 16,40 4,00 2,50 4,1 4,9 pringgodani I 3. 4. Casia siamea Durant repens lxora javanica Johar Anaknakal Soka 60,74 1,68 1,350 9,80 9,80 11,20 1,20 1,20 1,20 0,3 0,8 0,9 5. I 6. 7. 8. Hevea sp Heliconia sp. Vermenia Kekaretan Sebe Likuan-Yu 1,105 1,792 2,464 4,60 3,20 8,20 1,20 1,20 1,20 0,9 3,4 2,3 obtusifolia .. I .. Sumber: Pedoman Mit1gas1 Dampak Kebtsmgan Akibat Lalu Untas Jalan, 2004 DPU 5.1.3.2. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya I 1. Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas a. Sumber Dampak I Sumber dampak adalah pengopersian jalan Pasar Pedati - Kerkap (dengan tingkat pelayanan jalan yang sudah bail</, yang I akan membawa kecenderungan pengguna jalan memacu kendaraannya dengan kecepatan lebih tinggi. I \ b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak adalah meningkatnya frekwensi atau angka I kecelakaan pada tahap pasca konstruksi akibat para pengguna jalan memacu kendaraannya terlalu tinggi. I c. Tujuan Pengelolaa Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan adalah untuk mencegah meminimalkan terjadinya kecelakaan akibat pengoperasian dan/atau I Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap. I V-27 I I ---- --------- ------------------------------------------------~ I £.aporan jl.~ir UK!.- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pemasangan rambu peringatan kondisi jalan (tanjakan, I tikungan, penyempitan) 2). Pemasangan rambu pemberitahuan adanya fasilitas I umum, seperti: sekolahan; tempat ibadah dan pasar sehingga akan banyak penyeberang jalan I 3). Pemasangan rambu pengurangan kecepatan 4). Pembuatan zebra cross dan traffic light I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup adalah kawasan I permukiman, tempat ibadah, gedung sekolah dan kawasan perdagangan serta kawasaan yang rawan kecelakaan, I khususnya yang belum dipasang rambu-rambu lalu lintas atau pemah ada rambu namun sudah rusak, sebagaimana disajikan I pada Gambar 5.2., Tabel 5.6 dan tabel 5.7. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana 2). Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan PZJNN I 3). Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Ke~a Direktorat Bina I elt.l\il< I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I -. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. I V-28 I I I Lapomn.ft{mr UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I Gambar 5.2. Contoh perambuan untuk kawasan rawan kecelakaan .I I ~ <0 ~ I I) Tikungan ke Kiri 2) Tikungan ke Kancm 3) Tikungan Tajam ke Kanan I I €1 ~ I 4) Tikungan Tajam ke Kiri 5) Tanjakan Curam 6) Turunan I I ¢i ~ <!> 7) Tikungan Ganda 8) Awas Anak-anak 9)Hatt-hali I I I'· 10) Rawan Longsor 11) Banyak Penyeberang Jalan 12)K~ I Mamun m I I 13) Banyak Tikungan 14) Jalan Menanjak I ' I ~!!;~~~?~~A .!!;""'" ..-.--. r.....-aiWV rHt•• ............--..- V-29 I I I .lAporan)f.~ UKl- UPl Ru as Jalan Pasar Pedati- Kerkap I ., Gambar 5.3 Contoh Rambu Lalu lintas Yang Akan Dipasang I I I I I' I I I I I\. I I :a I I !'!~~~~~E T.,..__ Jl. ....... -.""""~~----,_, fWII~.. v- 30 I I I £aporan )f.ftliir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati • Kerkap I Tabel 5.6 Jenis dan Penempatan Rambu di Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap, Arah Pasar Pedati - Kerekap I Batas Kota Kode No. Bengkulu sbg Jenis Rambu Keterangan Rambu I 1. 2. Sta 0 **) 0 + 800 4 +450 Tikungan ke kiri Zebra Cross 1 - Rumah sekolah SMP Ban yak penyeberang jalan 11- - - -· I --- 3:- 5 + 500 Tikungan ke kanan 2 4. 6 + 050 Zebra Cross . Kawasan pergadangan Banyak penyeberang jalan 11 Pembatasan kecepatan kendaraan 12 I 5. 6. 6 + 100 6 + 300 Zebra Cross ~~an~am~kiri _________ . 4 :------· -Kawasan perdagan_gan 7. 6 +700 Tikungan tajam ke kanan 3 - I 8. 9. 8+ 500 9 + 350 Banyak tikungan Hati-hati Tikungan tajam ke kiri 13 9 3 Permukiman ~embatan PJr Sekotong I' 10. 11. 9 +800 Tikungan tajam ke '5anan 11 +sao- Banyak tikungan Hati-hati 3 13 9 -- Permukiman Permukiman Jembatan Sungai Lemau . I 12. 13. 11 + 900 12 + 100 Peringatan rawan kecelakaan Tikungan ~ajam ke kiri Tikungan tajam ke kanan 3 4 1----- c£.~rmukiman -~·-·· 14. 12 + 500 Tikungan tajam ke kiri 3 4-- r--· -- I 15. 16. 17.- - - - 13 + 500 14 + 100 --· 14 + 400 Tikungan tajam ke kanan Tikungan ke kanan Tikungan ganda 2-- 7 1--··· ~--- 18. 15 + 700 Tikungan ke ~iri 1 I 19. 20. 16 + 500 16 + 800 Tikungan ke kanan Rawan longsor 2 -- r--- 10-- 21. 17 + 500 Tikungan ganda 7 -- I 22. ~_+600 23." 18 + 850 24. 19 + 650 ____________ Tikung<!f!__gamla Tikungan tajam ke kiri Tikunqan tajam ke kanan 7 ~--·--·· 3 3 r----··- 25. 20 + 250 Tikungan ganda 7 Tertutup pepohonan I \ -;-- Hati-hati Rawan kecelakaan 9 - ---- 26. 20 + 300 Pemasangan cermin cembung - Jembatan PJr Bintunan I 27. 28. 29. 20 + 600 21 + 000 23 + 450 Tikungan ke _kiri _____ Tikungan ke kanan Zebra Cross 1 2 - Kawasan perdagangan -- Banyak penyeberang jalan 11 I •) Pembatasan kecepatan kendaraan Keterangan: Dasar penentuan rambu ada/ah stnpmap 12 : Batas Kota Bengkulu dengan Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai Sta 0..000 I I I v -31 I I I £aporan )lijiir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Tabel 5.7 Jenis dan Penempatan Rambu di Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap, Arah Kerkap - Pasar Pedati I Batas Kota Bengkulu Kode No. Jenis Rambu Keterangan sbg Sta 0 Rambu I 1. **) 23 +450 Zebra Cross Banyak penyeberang jalan - 11 Kawasan perdagangan Pembatasan kecepatan 12 I ~--~-- 3. 21 + 100 20 + 800 Tikungan ke kiri Turunan 6 1 4. 20 + 700 Tikungan ke kanan 2 I 5. 20 + 400 Tikungan ganda Hati-hati Peringatan rawan kecelakaan 7 9 - ------ 6. 20 + 300 Pemasangan cermin cembung - Jembatan Air Bintunan I 7. 8. 19 + 700 18 + 850 Tikungan ke kiri Tikungan kekanan 1 --- 2 ··- 9. 18 + 700 Ti_kungan 9.'1!:1da 7 ·-· I' 10. 11. 12. 17 + 600 16 + 900 16 + 600 Tikungan ganda Rawan longsor Tikungan tajam ke kiri ... - 7 10 4 "-~··-- -- ----- 13. 15 + 050 Tikungan ke kanan 2 I 14. 15. 14 + 600 12 + 500 Tikungan ganda Tikungan ke kiri __ - · · -1 7 - - - - · ·- -----------· ------- -- ~- 12 + 100Banyak tikung~------------- - - - - 13- - - · r------·-·---·-··--- I 17. 18. 12 + 400 11 + 700 Rawan lo_!!g_sor Banyak tikungan Hati-hati 10 -- 13 9 . Permukiman ·--- Peringatan r~an kecelaka_'!_fl__ _____ - - - - - - c - - c-- -- I 19. 20. 11 + 200 9+ 900 Banyak tikungan Hati-hati Tikungan ke kiri . ___ - 13 9 __ 1 --- ------ ·------------~-~----- 21. 9+ 400 _]iklj!_l_gan ke kanan __________ 2 I 22. 23. 8+ 550 6 + 700 Banyak tikungan Tikungan tajam ke kiri '-------;-.,--- ------ ··-------- 13 4 - ·---- -- 24. 6 +400 Tikungan t~am ke kanal"l__ _ _ _ _ 3 Permukiman !-· I 25. 6+ 100 Zebra Cross Banyak penyeberang jalan Pembatasan kecepatan kendaraan - Kawasan pergadangan- f-26. -- 6 + 050 - - - - r.: ------- Zebra Cross Kawasan~aga~~ I 27. 28. 5 + 100 4 +450 Tikungan ke kiri Zebra Cross 1 - Rumah sekolah SMP- Banyak t~en}'eberang jalan 11 I 29. 0 + 900 Tikungan ke kanan Keterangan: Dasar penentuan rambu adalah stnpmap 2 **) : Batas Kota Bengkulu dengan Kabu. Bengkulu Tengah sebagai Sta 0+000 I I I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~<>-olll!$llliiiGc-.rc~COI<Ill.'Woft .JI.~It/Cid.As!Q.Ibc_~-~~ Tl'lpJI"aor. (!nt) 1'NF41 v -32 I I I £aporan. )l.~ir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 2. Gangguan Lalu Lintas a. Sumber Dampak I Pemeliharaan jalan yang berakibat terganggunya lalu lintas bagi pengguna ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap. I b. Tolok Ukur Oampak I Tolok ukur dampak adalah tingkat gangguan perjalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan sebagai a\l.ibat I pemeliharaan jalan. c. Tujuan Pengelolaa Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif I terganggunya lalu lintas. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Menerapkan traffic management dalam pelaksanaan I proyek. 2). Pelaksanaan pekerjaan dilakukan di luar peak hour jalan Pasar Pedati- Kerkap (akhir pekan) I 3). Pemasangan rambu lalu lintas sementara terkait dengan keberadaan proyek (spesifikasi perambuan mengikuti I standart perambuan sementara) I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan dilakukan pada lokasi sebelum dilakukan I pemeliharaan jalan dan pada jalur pengangkutan material. f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama pekerjaan pemeliharaan ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap tengah I berlangsung. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I V-33 I I I Laporanfl.~ UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina T eknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. 1\ 5.1.3.3. Komponen Kesehatan Masyarakat Gangguan Kesehatan Masyarakat I a. Sumber Dampak Gangguan kesehatan masyarakat sekitar terjadi sebagai dampak I turunan dari menurunnya kualitas udara dan meningkatnya kebisingan atau sebagai dampak tak langsung akibat dari I pengoperasian jalan. I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak adalah keluhan masyarakat berkaitan I\ dengan meningkatnya gangguan pernafasan dan iritasi mata akibat meningkatnya debu di udara, gangguan kenyamanan akibat meningkatnya kebisingan. I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif terganggunya I kesehatan masyarakat yang te~adi akibat pengoperasian Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap setelah dilakukan peningkatan. I I ~~~,!S~?~~ v -34 UJ JtW§;qoolf,f(',o(_I"UUQ.H.e.~-JoA,rn.~ ~/Wt)'fMUtl I I I £aporan )l{lii1' Ul<l- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Mengelola dampak primernya yaitu penurunan kualitas udara dan I peningkatan kebisingan. I e. Lokasl Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan di area tapak I proyek terutama yang berdekatan dengan kawasan permukiman, tempat ibadah dan rumah sekolah, meliputi Desa Pekik Nyaring, I Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap I Kecamatan Air Napa! Kabupaten Bengkulu Utara. f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan. g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN 1 Provinsi Bengkulu 3). Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I \ Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Bengkulu Dinas Perhubungan Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. I I I PT. BLANTICKlNDO ANEKA Jt ~&XM.I"uuo.lf.ec.~&wu.--­ v -35 ~fi"NJ7U'UU I I I £aporan jl~ir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 5.2. PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP I 5.2.1. Tahap Pra Konstruksi Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya I Timbulnya Persepsi Masyarakat a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Persepsi masyarakat terhadap rencana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I b. Sumber Dampak I Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalah pekerjaan survei topografi, survei tanah dan survei hidrologi. 1\ c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana timbulnya persepsi positif masyarakat setempat terhadap Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap dapat I dioptimalkan. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Jumlah atau presentasi anggota masyarakat yang berpersepsi positif terhadap Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup I 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap anggota I masyarakat dengan menggunakan kuisioner. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup: Pemantauan dilakukan permukiman atau desa-desa yang dilalui oleh ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, meliputi Desa I Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten I Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut I !!;~~~~?~.!.~ V-36 UJ Jt~lll{al'vlo..Kloc.~ ...... ~-""'-" T*""'-fmt'} 721T4d I I I Laporan)I~ UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- l<erkap I dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napa! Kabupaten Bengkulu Utara. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Jangka waktu pemantauan dilakukan selama tahap pra I konstruksi dengan frekwensi cukup sekali saja. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu 3). Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Bengkulu I Dinas Perhubungan Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Provinsi Kab. Bengkulu Utara. I 5.2.2. Tahap Konstruksi I 5.2.2.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Penurunan Kualitas Udara I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah penurunan kualitas udara I karena meningkatnya kandungan debu, Timbal (Pb) dan gas pencemar {S02 , N02 dan CO) di udara. I b. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalah 1). I Mobilisasi alat berat dan material, 2). Pekerjaan perkerasan jalan. I I m PT.BLANTICKINDOANEKA 1'1..-0_0_0~<> ~.(W1)7241.f. $CDMQIIIIC~ Jl.~,!llf*.lllul>n.I!Jr<o.~.e-....~~n V-37 I I ,-------------------- I £aporanjl~ Ul<l- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan effektivitas pengelolaan lingkungan penurunan kualitas udara akibat mobilisasi alat I berat dan material serta pekerjaan perkerasan jalan. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungann hidup yang dipantau adalah kandungan I debu, Timbal (Pb) dan gas pencemar di udara seperti 80 2 , N02 dan CO. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data I Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan sampel di lapangan, selanjutnya dilakukan analisis di I laboratorium lingkungan hidup. Analisis data dilakukan dengan metode perbandingan I antara hasil pemantauan dengan baku mutu yang telah ditetapkan (Tabel 5.1. di depan). Metode analisis, peralatan yang digunakan diperlihatkan Tabel 5.8. 1 Tabel5.8. Metode, Peralatan Sampling dan Analisis Kualitas Udara I Param Waktu Metode Samplin!l Metode Analis No Penguk Jenis eter Peralatan Analisis Peralatan I 1 so2 uran 1 jam Sampling Gas detection Gas Sampler Spektrofotomet rik Spektrofoto meter 2 NOz 1 jam Gas detection Gas Sampler Ana !isis Spektrofotomet I 3 co 1 jam Gas detection Gas Sampler Saltzman Non Dispersive er NO\R ll.nalyzer Infra Red I 4 Pb 1 jam Dust detection Dust Sampler (NDIR) Spektrofotomet rik Spektrofoto meter 5 Debu 1 jam Dust detection Dust Sampler Gravimetrik Timbangan I analitik I I v -38 I I I £aporan)l~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 2). Lokasi Pemantauan Ungkungan Hidup Lokasi pemantauan kualitas udara dilakukan di 3 titik I sesuai dengan pengambilan sampel kualitas udara pada rona awallingkungan, yaitu : I a. Titik satu (UA1) diambil di SMP Negeri Pondok Kelapa (Sta 4+450), titik ini diambil untuk mewakili kualitas I b. udara kawasan permukiman Titik dua (UA2) diambil untuk mewakili kondisi I lingkungan di lokasi fasilitas ibadah, sekolah dan permukiman (Sta 12+100). c. Titik tiga (UA3) mewakili kawasan perdagangan yaitu I di Pasar Kerkap (Sta 22+800) 3) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan I Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung dengan frekwensi 3 (tiga) bulan sekali. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1) 2) Pelaksana Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Tel\nik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Ungkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara I 2. Peningkatan Kebisingan a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah tingkat kebisingan terutama yang terjadi di permukiman penduduk. I !!';~~~~?2~ .JL.,.... K<I(.I'vfo."'""~'-'·~~ v -39 r..,_.,.... F"J""'"•• I I I £aporan}l~ir UKL- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I b. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalah 1). I Mobilisasi alat berat dan material, 2). Pekerjaan perkerasan jalan I c. Tujuan Pemantauan Lingkunga Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan I lingkungan peningkatan kebisingan akibat mobilisasi alat-alat berat dan material konstruksi serta pekerjaan perkerasan jalan. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah tingkat I kebisingan. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data_: I Pengumpulan data dilakukan melalaui pengukuran tingkat kebisingan di lapangan dengan menggunakan peralatan Sound Level Meter. Analisis data dilakukan dengan I membandingkan antara hasil pengukuran dengan baku mutu menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan I Hidup Nomor : Kep-481MenLH/1111996 (Baku mutu kebisingan dapat dilihat pada Tabel 5.3). I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi pemantauan kebisingan dilakukan di 3 titik sesuai I dengan titik pemantauan kualitas udara pada rona awal lingkungan. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan I Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung dengan frek.wensi 3 (tiga) bulan sekali. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1) Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I !.!:~~~~?~~ .II. "\\IPI;IIli!LI'Wo.tf-.~IJ-._,_.$$all ~AA-{In1}TUTU. V-40 I I ~-~~------------------------------------ I £aporan Jl{/iir UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I 3. Penurunan Kualitas Air Perrnukaan a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah penurunan kualitas air permukaan karena meningkatnya kadar TSS, TDS, BOD, COD, -I Amonia, Deterjen, Minyak dan Lemak serta koliform. b. Somber Dampak I Komponen kegiatan yang menjadi somber dampak adalah pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan I karyawan. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan menurunnya kualitas air permukaan akibat pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan I karyawan. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah kandungan I TDS, TSS, pH, BOD, COD, DO, Amonia, Deterjen, Minyak dan Lemak serta koliform. I v -41 I I I £aporan)l~ir UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data_: I Pengambilan sampel air permukaan pada setiap titik dilakukan dengan menggunakan alat Karemer Water I Sampler dan ditampung dalam alat penampungan air (jerigen), sehingga untuk satu kolom air akan diwakili oleh I satu jerigen sampel air. Untuk menjaga agar sampel air yang telah diambil tidak terkontaminasi dan rusak selama I pengangkutan maka sampel air tersebut diawetkan sesuai dengan parameter yang dianalisis dan jerigen-jerigen air tersebut dimasukkan dalam Coo/ Box yang berisi es. I Parameter-parameter kualitas air yang mudah berubah dan tidak dapat diawetkan seperti pH dan oksigen terlarut (DO) I diana!isis di lokasi pada saat pengambi!an sampel (in situ). Sedangkan untuk parameter-parameter kuiitas air yang lain I akan dianalisis di laboratorium (Tabel 5.7.). Selanjutnya hasil analisis dibandingkan dengan baku mutu menurut PP ·I 82 Tahun 2001 kualitas air sungai kelas I (Lihat Tabel 5.3). Tabel 5.9. Metode Analisis Kualitas Air Permukaan Spesifikasi Parameter Rentang Satuan Teknik Pengujian Metoda I Yang Diukur Amonium 5-60/50 mg/l Kolometri dengn Nessler Permujian SNI19-1655- 1989 0,005-0,25 mg/l Kolorimetri dengan perak SNI19-2601- I BOD mg/l dietil ditiokarbamat lnkubasi pada temperatur 1992 SNl 06-2503- ° 20 c. 5 hari 1991 I COD Oksigen 5-50 mg/l mg/l Refluks secara tertutup Titrimetri SNI 06-2504- 1991 SNI 06-2424- terlarut 1996 I pH Koli tinja 1-14 20-60 koloni/ - Jml/100 Elektrometri Saringan membran SNI 06-1140- 1989 SNI19-3956- 100mL mL 1995 I Koli total Jml/100 mL Tabung fermentasi SNI19-4158- 1995 TDS mg/l Gravimetri SNI 06-1136- I TSS mg/l Gravimetri 1989 SNI 06-1~'35- 1989 I V-42 I I I Laporan )f.{liir UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I Spesifikasi Parameter Rentang Satuan Teknik Pengujian Metoda I Yanjj Diukur Deterjen 0,01-2 !JQ/L Spektofotometri dengan biru metilna Pengujan SNI 06-2476- 1991 Minyakdan 1-50 mg/L Ekstraksi dengan SNI 06-4159- I Lemak Sumber Data. Petroleumeter 1996 Keputusan Menten Negara Lmgkungan Hidup Rl Nomor 37 Tahun 2003 tentang Metode Ana/isis Kualitas Air Permukaan dan Pengambilan Sampel Air Permukaan I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Sungai yang terdekat dengan kantor proyek, gudang dan I penginapan karyawan sebelah hulu sebanyak 1 titik dan sebelah hilir 1 titik, yaitu Sungai Sekotong dan Sungai I Lemau. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan I Pemantauan dilakukan selama masa berlangsung dengan frekwensi 6 (enam) bulan sekali. konstruksi I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) ·I 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu 1 3) Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah Provinsi I dan Kab. Bengkulu Utara 4. Terganggunya Aliran Air atau Terjadi Genangan I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Terganggunya aliran air atau terjadinya genangan di lokasi I proyek dan pemukiman sekitamya. ..I v -43 I I I £aporanjl~r UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I b. Sumber Dampak Sebagai sumber dampak adalah peke~aan drainase samping I yang mengakibatkan tertutupnya saluran I drainase eksisting. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hldup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan terganggunya aliran air atau terjadinya genangan air I akibat pekerjaan drainase samping. d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau I Luas dan kedalaman genangan air dan waktu terjadinya genangan air di lokasi proyek dan permukiman penduduk I terdekat I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hldup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I Pemantauan ada atau tidaknya genangan dilaku'Kan dengan peninjauan di lapangan, serta mendapatkan I menampung informasi yang berasal dari tingkungan masyarakat. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : I Pemantauan dilakukan di lokasi proyek dan area sensitif berupa pemukiman penduduk dan fasilitas umum, meliputi I Desa Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok I Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah serta Desa '?asar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napa! Kabupaten Bengkulu Utara. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi I berlangsung dengan frekwensi pada setiap saat ketika turun hujan lebat, meliputi . I I !!~~~~?~~<! Jt~.I;KK.,..,_.Itooc.~llwt>.~_,.,._, v -44 ~fi,W}nc.- I I I £apuran Jf.{liir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3} Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I 5. Kerusakan Ruas Jalan a. Jenis Dampak Yang Dipantau ·I Jenis dampak yang dipantau adalah rusaknya ruas jalan di sekitar lokasi proyek dan permukiman sekitamya. b. Sumber Dampak Sebagai sumber dampak adalah mobilisasi alat berat dan I material konstruksi melalui ruas jalan di sekitar. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan 1ingkungan rusaknya ruas jalan akibat mobilisasi alat berat dan material konstruksi. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau I Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah lokasi dan panjang ruas jalan yang rusak akibat mobilisasi alat berat dan I material konstruksi. I V-45 I I I £aporan Jl{/iir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I Pemantauan ada atau tidaknya rusaknya ruas jalan dilakukan dengan peninjauan di lapangan, serta I mendapatkan I menampung informasi yang berasal dari lingkungan masyarakat. I 2). Lokasi Pemantauan Ungkungan Hidup: Pemantauan dilakukan di lokasi proyek dan jaringan jalan I di sekitar yang digunakan untuk mobilisasi alat berat dan material konstruksi, sepanjang ruas jalan dari Sta 0+000 sampai Sta 21+200. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi I berlangsung dengan frekwensi pada setiap saat jika diperlukan. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) ., 2) 3) Pengawas Penerima Laporan Konsultan Supervisi dan PZJNN Provinsi Bengkulu Satuan Ke~a Direktorat Bina Telmik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Ungkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I I I !'!~~~?~Kf Jl~.ll;l'!.l!ILI"uuo.ft8~ ..... ~u... v -46 r..,.u Wl1J nn•• I I I £apomn)lqm. UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 5.2.2.2. Komponen Biologi Gangguan Kehidupan Biota Perairan I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah gangguan kehidupan biota I perairan khususnya ikan (nekton). I b. Sumber Dampak Sebagai sumber dampak merupakan dampak turunan dari I penurunan kualitas air permukaan atau dampak tak langsung dari pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan terganggunya kehidupan biota perairan akibat tak I langsung penginapan karyawan. dari pengoperasian kantor proyek, gudang dan ·I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah jenis ikan yang 1 berada di sungai yang terkena dampak. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data: I Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan penduduk setempat yang biasa menangkap ikan di sungai. I Hasil wawanxara dianalisis secara tabulasi dan dibandingklan dengan rona lingkungan hidup awal. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : I Pemantauan dilakukan di sungai-sungai yang terkena dampak yaitu Air Sekotong dan Sungai Lemau sesuai dengan titik I pemantauan kualitas air permukaan .. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan: I Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung dengan frekwensi pada setiap 6 (enam) bulan sekali. I PT. BLANTICKINDO ANEKA V-47 UJ ~0-<>~<>-0~~­ Jl.~ltx:.LI"'*.~"""""",...... T....-(llllf}T.H74D ....... ~w..sm I I I £aporan}l~ir UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati • Kerkap I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I· dan Kab. Bengkulu Utara. I 5.2.2.3. Komponen Soslal Ekonomi dan Budaya 1. Timbulnya Kesempatan Kerja dan Peluang Berusaha I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah timbulnya kesempatan .I kerja dan peluang berusaha yang diperoleh penduduk setempat dengan adanya mobilisasi tenaga kerja pada kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I b. Sumber Dampak I Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak terjadinya kesempatan kerja dan peluang berusaha adalah I mobilisasi/penerimaan tenaga kerja untuk pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan kesempatan kerja dan peluang berusaha akibat I mobilisasi tenaga kerja untuk pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I V-48 I I I £aporan)f.~ir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Jumlah tenaga kerja dari penduduk setempat yang diterima I I terserap oleh proyek dan usahawan lokal yang dapat memanfaatkan peluang berusaha terkait dengan proyek I peningkatan ruas jalan Pasar Pedati- Kerkap. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I Data dikumpulkan melalui pencatatan jumlah tenaga yang terdapat di proyek dan jumlah tenaga kerja dan ke~a usahawan yang berasal dari masyarakat setempat. Data I yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup: I Pemantauan dilakukan pada desa-desa yang dilalui oleh ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, meliputi Desa Pekik I Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa I Kabupaten Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan: Jangka waktu pemantauan kesempatan kerja dan peluang I berusaha dilakukan selama peke~aan tisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap tengah berlangsung I dengan frekuensi pemantauan dilakukan 6 bulan sekali. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN I Provinsi Bengkulu 3) Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I V-49 I I I £apqran}l~ir Ul(l- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I 2. Timbulnya Kecemburuan Sosial a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah timbulnya kecemburuan sosial bagi tenaga kerja setempat yang tidak dapat memanfaatkan kesemapatan kerja yang terjadi. I b. Sumber Dampak I Sumber dampak terjadinya kesempatan kerja dan peluang berusaha adalah mobilisasi tenaga kerja untuk pelal<sanaan I fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I c. Tujuan Pemantauan lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan I lingkungan kecemburuan sosial akibat mobilisasi tenaga kerja untuk pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - I Kerkap. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Jumlah tenaga kerja dari penduduk setempat yang tidak I diterima I terserap oleh proyek dan bersikap cemburu. e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup I 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : Data dikumpulkan melalui wawancara dengan penduduk I setempat terutama angkatan kerja. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. I I v -50 I I I £aporan)l~ir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan pada desa-desa yang dilalui oleh I ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, meliputi Desa Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan I Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, I Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara .. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Jangka waktu pemantauan kecemburuan sosial dilakukan selama pekerjaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Pasar I Pedati - Kerkap tengah berlangsung dengan frekuensi pemantauan 6 bulan sekali. I' f. lnstitusi Pemantauan lingkungan Hidup I 1) 2) Pelaksana Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JNN I 3) Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik .I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. I 3. Gangguan Lalu lintas a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah terganggunya lalu lintas di ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap dan jaringan jalan sekitar. I I v -51 I I I £aporan )f.~ir UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I b. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalah 1) I Mobilisasi alat berat dan material, 2) Pekerjaan perkerasan jalan, 3) Pekerjaan pemasangan sarana pelengkap dan I penunjang I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan terganggunya lalu lintas akibat mobilisasi alat berat dan material, peke~aan perkerasan jalan serta pekerjaan I pemasangan sarana pelengkap dan penunjang. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah peristiwa I terjadinya gangguan lalu lintas. e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data: -1 Pengumpulan langsung di data dilakukan lapangan dengan melalui parameter pengamatan peristiwa terjadinya gangguan lalu lintas. Data yang terkumpul I dianalisis secara tabulasi. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : I Pemantauan dilakukan pada ruas jalan yang sedang dilakukan pekerjaan perkerasan dan jalur pengangkutan I material, yaitu dari Sta 0+000 sampai Sta 21+200. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan : Jangka waktu pemantauan dilakukan selama kegiatan I konstruksi berlangsung dengan frekwensi setiap saat jika diperlukan. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1) Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I v -52 I I - ---------------------~ I £aporanjf.~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I 5.2.2.4. Komponen Kesehatan Masyarakat 1. Gangguan Kesehatan Masyarakat I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah gangguan kesehatan I masyarakat berupa terganggunya pernafasan, terjadinya iritasi mata dan terganggunya kenyamanan serta kesulitan -1 mmendapatkan air bersih. b. Sumber Dampak I Gangguan kesehatan masyarakat merupakan dampak turunan dari menurunnya kualitas udara, rneningkatnya kebisingan dan I menurunnya kualitas air permukaan atau dampak klangsung dari mobilisasi alat berat dan material konstruksi, tak I pekerjaan perkerasan jafan, pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan fingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan hidup kesehatan masyarakat yang telah dilakukan. I I !!:~~1S~?~!.K! .Jt~ .. K&~KoPc:.~a....-~~ ~(RI')TUTifH v -53 I I I £aporan )'1.{/iir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah keluhan I masyarakat atas terganggunya pemafasan, iritasi mata, kenyamanan dan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup I 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data: Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan I pengamatan langsung di lapangan serta wawancara dengan masyarakat setempat menggunakan kuisioner. Selain itu mengevaluasi surat aduan dari masyarakat. I Selanjutnya Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan pada permukiman penduduk yang I dilalui oleh ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, meliputi Desa Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa ·I dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, ·t Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napa! Kabupaten Bengkulu Utara. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan : I Jangka waktu pemantauan dilakukan selama kegiatan konstruksi berlangsung dengan frekwensi setiap saat jika I diperlukan. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2) Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN I Provinsi Bengkulu 3) Penerima Laporan: Satuan Kerja Direktorat Bina Teknilt; I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I flj ~~~~~?~~ AWjloyl>M;K<ot,...."""'~a..u,_.labriio~ v -54 .....,._ IIWJ 7UYfft I I I £aporan}f.~ir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. I 2. Penurunan Sanitasi Lingkungan a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah penurunan sanitasi lingkungan akibat terjadinya sampah domestik atau non 83. I b. Sumber Dampak Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penurunan I sanitasi lingkungan sebagai akibat dari sampah domestik atau non 83 yang timbul dari pengoperasian kantor proyek, gudang I dan penginapan karyawan c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan sanitasi lingkungan yang telah dilakukan. d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah jumlah I sampah domestik dan penanganan sampah domestik yang terjadi. I e. Metode Pemantauan Ungkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data: I Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan serta wawancara I dengan masyarakat setempat dengan menggunakan kuisioner. Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : I V-55 I I I £aporan.Jl{nir UKl- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I Pemantauan dilakukan pada ruang kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan serta TPS. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan : Jangka waktu pemantauan dilakukan selama kegiatan I konstruksi berlangsung dengan frekwensi setiap hari sekali. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1) 2) Pelaksana Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu -I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi 'I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. I 5.2.3. Tahap Pasca Konstruksi (Operasi) 5.2.3.1. Komponen Fisik-Kimia I 1. Penurunan Kualitas Udara a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah penurunan kualitas udara akibat dari meningkatnya kadar debu, tim bat dan gas pencemar (S02, N02 dan CO). I b. Sumber Dampak I Pengoperasian jalan yang meningkatkan kepadatan kendaraan sehingga menimbulkan emisi gas buang kendaraan bermotor I khususnya CO, N02 , 802 , Pb dan debu, yang mempengaruhi I PT. BLANTICKINDO ANEKA "-- Q _ , - " ' A~I«.Kf(.l'ufo.Kw<:.~s-...w...~ ~(WJ)TNUD -..;;$1B1lp ~~­ v -56 I I I Laporan }f{liir UKl- UPl Ruas Jaian Pasar Pedati- Kerkap I areal pemukiman penduduk, fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadah yang berada di ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan I d. lingkungan penurunan kualitas udara yang telah dilakukan. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau I Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah kandungan debu, timbal dan gas pencemar (S02, N02 dan CO) di udara. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan sampel di lapangan, selanjutnya dilakukan analisis di I laboratorium lingkungan hidup. Analisis data dilakukan dengan metode perbarldil\gan antara hasil pemantauan dengan baku mutu yang telah ditetapkan (Tabel5.1. di depan). Metode analisis, peralatan yang digunakan diperlihatkan Tabel5.6. di depan. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Di sepanjang ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap sebanyak 3 I lokasi yaitu permukiman penduduk 1 titik, tempat ibadah 1 titik dan rumah sekolah 1 titik. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Pemantauan dilakukan selama ruas jaian Pasar Pedati - I Kerkap dioperasikan dengan frekwensi 6 (enam) bulan sekali. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN Provinsi Bengkulu I 3}. Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I v -57 I I I Laporan jf.{(Pir UKl- Uf'l Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara. 2. Peningkatan Kebisingan I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah peningkatan kebisinagn I akibat meningkatnya kepadatan kendaraan serta kondisi jalan yang menanjak. I b. Sumber Dampak I Pengoperasian jalan yang meningkatkan kepadatan kendaraan sehingga meningkatnya kebisingan yang mempengaruhi areal pemukiman penduduk, fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadah yang berada di ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan peningkatan kebisingan adalah I untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan meningkatnya kebisingan akibat I pengoperasian Jalan Pasar Pedati- Kerkap. d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau I Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah tingkat kebisingan. I I I v -58 I I I Lapcrran )1(,/iir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data: I Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tingkat kebisingan di lapangan dengan menggunakan peralatan I Sound Level Meter. Analisis data dilakukan dengan metode perbandingan antara hasil yang pengukuran dengan baku I mutu sesuai KepMen Lingkungan 48/MNLH/11/1996 (Tabel5.2. di depan). Hidup No. I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Di sepanjang ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap sebanyak 3 lokasi yaitu permukiman penduduk 1 titik, tempat ibadah 1 I titik dan rumah sekolah 1 titik. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan I Pemantauan dilakukan selama ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan dengan frekwensi 3 (tiga) bulan I sekali. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN I Provinsi Bengkulu 3). Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. I I I v -59 I I I £aporan }l~ji:ir UKl- UPl Ruas Jaian Pasar Pedati- Kerkap I 5.2.3.2. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya 1. Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas I a. Jenis Oampak Yang Oipantau Jenis dampak yang dipantau adalah peningkatan kecelakaan I lalu lintas akibat dari rawan kecelakaan. I b. Sumber Oampak Sumber dampak adalah pengopersian jalan Pasar Pedati - I Kerkap (dengan tingkat pelayanan jalan yang lebih baik), yang akan membawa kecenderungan pengguna jalan memacu kendaraannya dengan kecepatan lebih tinggi. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan jenis dampak adalah untuk mengetahui sejauh mana keeffektifan pengelolaan yang telah dilakukan I dalam menangani dampak meningkatnya kecelakaan lalu lintas. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah tingkat dan I kefatalan korban kejadian kecelakaan lalu lintas. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hldup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan di lapangan dengan parameter tersebut di atas. Analisis data I dilakukan dengan metode perbandingan antara hasil pencatatan kejadian pada saat periode pemantauan dengan periode sebelumnya I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilaksanakan di lokasi-lokasi yang rawan I kecelakaan, antara lain: di depan lokasi fasilitas umum (pendidikan, ibadah, perdagangan/ pasar) dan tikungan I tajam. I v -60 I I I Lapomn Jl{liir UKL- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Jangka waktu pemantauan dilakukan adalah selama Ruas I Jalan Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan, dengan frekuensi setiap saat ketika diperlukan. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana 2). Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JNN I 3). Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. -I 2. Gangguan Lalu Lintas a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah gangguan lalu lintas di ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap. I b. Sumber Dampak I Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak adalah peme!iharaan jalan yang berak.ibat terganggunya lalu lintas bagi pengguna jalan. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengefofaan I lingkungan terganggunya lalu lintas akibat pemeliharaan jalan. I v -61 I I I £aporan )l{liir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah peristiwa I terjadinya gangguan lalu lintas. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan dengan acuan I parameter tersebut di atas. Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : I Pemantauan dilakukan pada ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap yang sedang dilakukan pekerjaan pemeliharaan I jalan dan jalur pengangkutan material. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan : I Jangka waktu pemantauan dilakukan selama pemeliharaan jalan tengah berlangsung dengan frekwensi setiap saat I ketika diperlukan. -I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN I 3). Penerima Laporan Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu I Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara. I I v -62 I I I Laporan )f.k/iir UKl- UP!. Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap I 5.2.3.3. Komponen Kesehatan Masyarakat I Gangguan Kesehatan Masyarakat a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah gangguan kesehatan I masyarakat berupa terganggunya pemafasan, iritasi mata dan kenyamanan. I b. Sumber Dampak I Terganggunya kesehatan masyarakat berupa gangguan pernafasan dan iritasi mata merupakan dampak turunan dari menurunnya I kualitas meningkatnya udara, sementara kebisingan. gangguan Atau kenyamanan dampak tak akibat langsung pengoperasian ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan I lingkungan terganggunya dilakukan . kesehatan masyarakat yang telah .I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah keluhan I masyarakat atas terganggunya pernafasan, iritasi mata dan kenyamanan. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup I 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data: Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan I pengamatan langsung di lapangan serta wawancara dengan masyarakat setempat menggunakan kuisioner dan mengevaluasi surat aduan dari masyarakat. Selanjutnya Data I yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : I Pemantauan dilakukan pada permukiman penduduk yang dilalui oleh ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, meliputi Desa I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~o-o~e-..ro~~ ..lt~l!.lt.ol. ~IIW)TUT4H __ lloo<:-_,..,.,.., _ _,_ V-63 I I I Laporan}l{ftir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten I Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napal Kabupaten I Bengkulu Utara .. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan : I Jangka waktu pemantauan dilakukan selama ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan dengan frekwensi setiap saat I ketika diperlukan. f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JNN I 3). Penerima laporan Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi ·t Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU .I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, Dinas Perhubungan Provinsi I Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara I 5.3. PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP DAN KEGIATAN LAIN Dl SEKITAR TERHADAP RUAS JALAN I PASAR PEDATI- KERKAP I 1. Dampak Longsoran Tebing Terhadap Ruas Jalan a. Sumber Dampak I Adanya tempat-tempat yang scara geologi terdapat batuan yang lemah dan mudah longsor apabila kemiringannya curam, I berakibat terjadinya longsoran bahu dan atau badan jalan serta tebing jalan pada Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I v -64 I I I Lapomn )f.l(jiir UKL- UPL Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I b. Tolok Ukur Dampak Panjang tebing jalan yang berpotensi longsor. I c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan adalah untuk mencegah dan/atau meminimalkan terjadinya longsorang tebing jalan akibat kondisi I alam. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan 1). Membuat terasering pada lereng tebing jalan yang berpotensi longsor yang di\engkapi dengan saluran I drainase 2). Memasang dinding penguat tebing setinggi 1 m pada kaki I tebing jalan yang berpotensi longsor. 3). Memperbaiki saluran drainase yang telah ada agar dapat I berfungsi secara normal 4). Pemasangan rambu peringatan adanya potensi longsoran I tebing jalan pada jarak 200 m sebelum lokasi potensi longsor tersebut. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi I longsoran tebing jalan Sta 16+900. I d. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilaksanakan selama dioperasikannya Ruas Jalan I Pasar Pedati - Kerkap. e. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JN I Provinsi Bengkulu 3). Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi I U1 !!:,~~~~?~K! Jt"'Vq;lfM;K«hfo.16oo;;._~S.u..~~ ~(O;H)TU141 v -65 I I I £aporan )f.{liir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- Kerkap I Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU I Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara I Lereng asli I embantu '' I Ll:l\eng yang dibentuk '' I I ' ' Perkerasan jalan I -I Gambar 5.4. Contoh Penanganan/Terasering I 2. Oampak Pengangkutan Batubara Terhadap Ruas Jalan a. Sumber Dampak I Pengangkutan batubara hasil penambangan, jika dilakukan dengan menggunakan truk melebihi kapasitas jalan 8 ton, berdampak terjadinya kerusakan ruas jalan. I b. Tolok Ukur Dampak I Panjang ruas jalan yang rusak karena dilalui oleh armada pengangkutan hasil tambang. I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan adalah untuk meminimalkan terjadinya dampak kerusakan Ruas Jalan Pasar mencegah dan/atau I fl) ~~~~?~~ Jl.~&l<a.""""'/(ol<:..~&.wo.t.~­ r...,-..... nu- 11m) v- 66 I I I £apomn jJ.~ir UKl- UPl Ruas Ja!an Pasar Pedati- Kerkap I Pedati - Kerkap oleh karena dilaluii armada angkut hasil tambang. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Mengharuskan para pemilik usaha pengangkutan batubara untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup sebagai I berikut: 1) Pembatasan volume batubara agar tidak melebihi kapasitas kendaraan pengangkutnya. I 2). Pembatasan volume batubara agar bobot total kendaraan berikut material tidak melebihi tonase kelas jalan. I 3). Memberikan peringatan dan sanksi kepada sopir kendaraan pengangkut material apabila kapasitas I muatannya melebihi ketentuan yang ditetapkan. 4). Kendaraan pengangkut batubara yang akan k.eluar areal I pertambangan, ban kendaraan terlebih (disemprot air) untuk membersihkan dari kotoran (tanah dulu dicuci /lumpur) sehingga tidal< terbawa ke luar areal pertambangan (ialan eksisting). 5). Apabila masih terjadi ceceran pada jalan eksisting segera dibersihkan. 6). Apabila terjadi kerusakan permukaan jalan segera diperbaiki. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan di sepanjang Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan dilaksanakan selama dioperasikannya Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana Pemilik Usaha I Kegiatan Pengangkutan Hasil Tambang I UJ :!:~~~~?~!.~ JI.~II;,KR.hlo.~~a..._~~ T'*""""'-fll;l1Jnn4W v- 67 I I I Laporan jl.~ir UKL - UPL Ruas Jalan Pasar Pedati • Kerkap I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan Satuan Ke~a Direlctorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu Kab. Bengkulu Utara dan I Kab. Bengkulu Tengah, Dinas PU Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah I dan Kab. Bengkulu Utara I' I . I I' I I I I I v -68 I I I I -I .I I I I , I _ I Bah VI , . a11·angan d 1aDd an c ~ ap 1 'I T. I I I I I I I I I I Laporan }f.{liir UKl- UPl Ruas Jalan Pasar Pedati- "~"''··~·~ I BABVI I TANDA TANGAN DAN CAP I I Demikian Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hiaup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Peningkatan Ruas Jalan Pasar I Pedati - Kerkap ini, kami buat sesuai dengan Lampiran II Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 13 Tahun 2010 Tanggal 7 Mei 2010 Tentang Format Penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan I Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. I I Jakarta, Oktober 2011 Ka. Sub.Dit. Teknik Lingkungan & Keselamatan Jalan, Dit.Jen Bina Marga ·I .I I lr. Herrv Vaza. M.Eng SE. NIP:19620204 198703 1002 I I I I I I PT. BLANTICKINDO ANEKA ~o-o~o~<>~~'Wfr ..n..,...a;Kei.A#I.hc:..~-~­ VI- 1 T~(ni)1U14t I I I I I I I I I I I Lampiran 1 1 · Strip Map Ruas Jalan Pasar Pedati - ·1 Kerkap I I I I I I I I I I I PRELIMINARY RIGHT OF WAY (ROW) INVENTORY SURVEY PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP .I Masjid AI STA 0+400 S TA h400 STA 2+700 STA 3+600 .I ' ~ .-,~, ~~-~~ ~ -t=ii'i<-· ~ : . .. ;t: ;- :' -- - I t . STA 5•300 I I ..... .;~ I <=::::~ I I I • • ;· . - ~· -~··~~- .... - I I I I LEGENDA: I ~ 4\ Perkebunan Semak/Belukar ~,:t.'l iu•.;, Kantor """ ,!:. - ., Pertokoan .,-. • " ../.!.. Jembatan Sungai/Kah [J KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT S ATUAN ~ K ER JA w-... ·.._ =-t ti A BINA O I R EK T ORAT T EK NIK e•N A. ~>-..or•,.. )O~·~••"'·J-~-11 ' '11 f"tlttiHJn•~ TE K N I K , .. C'~Ql))7h0lln I - { ,.... . .. ... Masjid/Musholla 0 ,..; m an Pemuk< < UKL- UPL RUAS PASAR PEDATI - KERKAP _,_, ~ Makam 201 1 Sekolah I ' : I I PRELIMINARY RIGHT OF WAY (ROW) INVENTORY SURVEY PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP .I Pemukiman STA 10+700 .I I I I STA 1 :000 ~· I I ~~T I - "'. -it,-~~- ·.. -.,.~- ~{ .... ~~~ ··- ·-- - - - I Pemukiman I I LEGENDA: I Petkebunan ~ "'T """'" Kantor Jr Jembatan KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM OIREKTO RA T SA T U A N f<ER J A OIR EK TOFt -.T BINA TEKNIK 6 1H A T E.t<N I K ·-·.MI ,..tiot..I.C,.,. 17 ~ 11) Semak/Belukar .l!. .. Pertokoan 'f' Sungai/Kaii ;.. ~ T- ~1 \V. J l ,.~....,""' ... H~·.. lilp i,I WI)l?-=w '•l {W1)7l~V I MasjidiMusholla .< f} Pemukiman < UKL- UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP Sekolah Makam 2011 I I I PRELIMINARY RIGHT OF WAY (ROW) INVENTORY SURVEY PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI - KERKAP I POM Bensin STA 12+600 Masjd STA 17+300 I I STA 16+200 I I I <==:::J I .I STA 1 I I Jalan Beniku 12+900 I I Puskesmas Tj Sakt1 12 +700 Jembatan STA 16+000 l ri g~si I I I I . LEGENDA: ~-- Perkebunan Semak/Belukar ... .,. ;.,.. ;._ . ~ ... ' Kantor Pertokoan 1t ...< Jembatan SungaVKali K EM E NT E RIAN PEKERJAAN UMUM DIR E K TORAT $ AT U AN G4; . . . . . t...-u K ER J A N. A ••11-rt ... O I REt<TORAT lO ·~~" ·-· B I NA SINA TE KNIK TEKN I I< . , . _ ...,_• ., U l lC. TelO:l.f?....lo' ' •• lOlii '1'tOCI11 !. Masjid/Musholla 0 Pemukiman UKL - UPL RUAS PASAR PEDATI - KERKAP - . ~~ ·-· Sekolah ~ Makam 2011 I I I PRELIMINARY RIGHT OF WAY (ROW) INVENTORY SURVEY PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI - KERKAP I Masjid STA 18+000 Pemukiman STA 19+600 SRI STA 20+700 I ~ ~--' .;-r- .. . ..~ ~~· "!" . .. I Ma•J•d Kantor Desa Tepi Laut antor Oesa Pasar Kerka MTs Kerkap STA 21+100 STA 18+600 STA 19+400 STA 20+400 I I 1\ 1 ,{ \ c•. ) I <==::::~ ·I .I STA 1\lo ~ru I -- ·-· r . . _~··· . ~ -- __ Perkebllnan ......_- - I \ STA 19+500 I I Jembatan Air Kerkap STA 19+100 Masjid STA 19+900 SO 01 Ke11<ap STA 20+700 I I I I. I ~ . LEGENDA: Perkebunan Semak/Belukar - . ;..w.. Kantor .& .,..,; Penokoan .. i'l" ..IJ,. Jembatan Sunga~ali [ ] .;.., KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM O I REKTORAT SA T UAN I<EAJA .._,_._>.J "'.a. P "'"......,"'' a ~,.,.. BINA OIREKTORAT ... 5~-.., · J~~n·"o BINA II• TE KNIK tOt~ II?~ TEKNIK. ,......eru n.noon I ! - Masjid/Mushofla Q Pemukoman ' UKL - UPL RUAS PASAR PEDATI· KERKAP "~~--:~ Sekolah r. Makam 2011 I ' I ----' ' I I I I I I I I de)IJa)l- !lepad I Jesed ue1er sen~ ue~e)i6U!Uad eue~ua~ I_ 1>1n uese)I6U!H li!J~ew 1 z ueJ!dwe1 1 I I I I I I I I I I Lampiran-4 : Matrik Ringkasan UPL I Rencana Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati-Kerkap Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara Prov. Bengkulu Parameter Metode Pemantauan Lingkungan lnstitusi Pemantauan Lingkun~ an Hid up I No Jenis Dampak Yang Dipantau Sumber Dampak Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup yang Dipantau Metode Pengumpulan dan Analisis Data Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima laporan TAHAP PRA KONSTRUKSI I Komponen Sosekbud-kesmas Timbulnya persepsi Pekerjaan survei topografi, survei tanah dan survei Mengetahui mana sejauh timbulnya Jumlah atau presentasi anggota masyarakat Data dikumpulkan wawancara terhadap anggota melalui Permukiman desa-desa atau yang Selama tahap konstruksi pra dengan Kontraktor/8ub Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu 8atuan Ke~a Direktorat Bin a Teknik Direktorat masyarakat hidrologi. persepsi positif yang berpersepsi positif masyarakat dengan menggunakan dilalui oleh ruas jalan frekwensi cukup sekali Jenderal Bina Marga dan I masyarakat setempat terhadap Peningkatan terhadap Peningkatan Ruas Jalan Pasar kuisioner. 8elanjutnya data yang terkumpul dianalisis Pasar Kerkap, secara Pedati - meliputi saja. BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap tabulasi. Desa Pekik Nyaring, Bengkulu Utara I Pedati - Kerkap dapat dioptimalkan. Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Des a Padang Betuah Kecamatan I Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah serta Oesa I Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napa! ·I Kabupaten Bengkulu Utara. TAHAP KONSTRUKSI Komponen Fisik-Kimia 1 Penurunan kua- 1. Mobilisasi alai berat Mengetahui sejauh Kandungan debu, Pengumpulan data dilakukan Lokasi pemantauan Selama masa Kontraktor/8ub Konsultan Supervisi dan 8atuan Kerja Direklorat litas udara karena dan material mana keberhasilan Timbal (Pb) dan gas dengan cara pengambilan sampel kualitas udara konstruksi berlangsung Kontraktor P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat I Peningkalan kan- dungan debu, Timbal (Pb) dan 2. Pekerjaan perkerasan jalan dan pengelolaan kung an effektivitas ling- penurunan pencemar di udara seperti 802, N02 dan CO. di lapangan, selanjutnya dilakukan analisis di laboratorium lingkungan hidup. dilakukan di 3 titik sesuai dengan pengambilan sampel dengan frekwensi 3 (tiga) bulan sekali. Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. gas pencemar kualitas udara Analisis data dilakukan dengan kualilas udara pada Bengkulu Utara I {802, N02 dan CO) di udara. metode perbandingan antara hasil pemantauan dengan baku mutu rona lingkungan, yaitu : awal t yang telah ditetapkan a. Titik satu (UA1) I diambil di 8MP Negeri Kelapa Pondok (Sta 4+450), titik ini I diambil untuk mewakili kualitas udara kawasan I permukiman b. Titik dua {UA2) diambil untuk mewakili kondisi I lingkungan lokasi di fasilitas ibadah, sekolah I dan permukiman (8ta 12+1 00). c. Titik tiga (UA3) mewakili kawasan I I I I Parameter Metode Pemantauan Lingkungan lnstitusi Pemantauan Lingkun~ an Hidup Jenis Dampak Tujuan Pemantauan I No Yang Dipantau Sumber Dampak Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup yang Dipantau Metode Pengumpulan dan Analisis Data Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup perdagangan Periode Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima laporan yaitu di Pasar I Kerkap 22+800) (Sta I 2 Peningkatan kebisingan 1. 2. Mobilisasi ala! berat dan material Pekerjaan perkerasan Mengetahui mana sejauh keberhasilan dan efektivitas upaya Tingkat kebisingan. Pengumpulan data dilakukan melalaui pengukuran kebisingan di lapangan dengan tingkat Lokasi pemantauan kebisingan dilakukan di 3 titik sesuai Selama masa konstruksi berlangsung dengan frekwensi 3 KontraktoriSub Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. I jalan pengelolaan kungan peningkatan kebisingan ling- menggunakan peralatan Sound Level Meter. Analisis data dilakukan dengan membandingkan dengan pemantauan kualitas udara pada rona titik (tiga) bulan sekali. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara antara hasil pengukuran dengan awallingkungan. I 3 Penurunan Pengoperasian kantor Mengetahui sejauh Kandungan TDS, TSS, baku mutu yang berlaku Pengambilan sampel air Sungai yang terdekal Selama masa KontrakloriSub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat kualitas air proyek, gudang dan mana keberhasilan pH, BOD, COD, DO, permukaan pada setiap titik dengan kantor konstruksi berlangsung Kontraklor P2JN Provinsi Bengkulu Bina Teknik Direktorat I permukaan penginapan karyawan. dan efektivitas upaya pengelolaan kungan ling- Penurunan Amenia, serta koliform. Detergent, Minyak dan Lemak dilakukan dengan menggunakan alat Karemer Water Sampler dan ditampung dalam ala! proyek, gudang dan penginapan karya- wan sebelah hulu dengan frekwensi 6 (enam) bulan sekali. Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. kualitas air permukaan penampungan air Oerigen), sebanyak 1 titik dan Bengkulu Utara I sehingga untuk satu kolom air akan diwakili oleh satu jerigen sebelah hilir 1 titik, yaitu Sungai sampel air. Untuk menjaga agar Sekotong dan Sungai I sampel air yang telah diambil tidak terkontaminasi dan rusak selama pengangkutan maka sampel air Lemau. tersebut diawetkan sesuai dengan parameter yang dianalisis dan jerigen-jerigen air tersebut dimasukkan dalam Cool Box yang I berisi es. Parameter-parameter kualitas air yang mudah berubah dan tidak dapat diawetkan seperti pH dan I oksigen terlarut (DO) dianalisis di lokasi pada saat pengambilan sampel (in situ). Sedangkan untuk I parameter-parameter kulitas air yang lain akan dianalisis di laboratorium (Tabel 5.7.). Selanjutnya hasil analisis I dibandingkan dengan baku mutu menurut PP 82 Tahun 2001 kualitas air sungai kelas II dan dan I 4 Terganggunya Aliran Air atau Pekerjaan drainase samping yang mengakibatkan Mengetahui mana sejauh keberhasilan Luas dan kedalaman genangan air dan waktu danau kelas I Pemantauan ada atau tidaknya genangan dilaku kan dengan Lokasi proyek dan area sensitif berupa Selama masa konstruksi berlangsung KontraktoriSub Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Terjadi Genangan tertutupnya saluran I dan efektivitas upaya terjadinya genangan air peninjauan di lapangan, serta pemukiman dengan frekwensi pada Jenderal Bina Marga dan I drainase eksisting. pengelolaan ling- kungan terganggunya mendapatkan I menampung informasi yang berasal dari penduduk fasilitas dan umum, setiap saat ketika turun hujan leba!. BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. a;iran air atau terja- lingkungan masyarakat meliputi Desa Pekik Bengkulu Utara I dinya genangan air Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa I I 2 I I Metode Pemantauan Lingkungan lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup Parameter Jenis Dampak Tujuan Pemantauan Periode Pemantauan No Sumber Dampak Lingkungan Hidup Metode Pengumpulan dan Lokasi Pemantauan Pengawas Penerima laporan Pelaksana .I Yang Dipantau Llngkungan Hidup yang Dipantau Analisis Data Lingkungan Hidup Padang Betuah Kecamatan Pondok .I Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah serta Des a Pasar I Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napal Kabupaten I 5 Kerusakan Ruas Mobilisasi alai berat dan Mengetahui sejauh Lokasi dan panjang Bengkulu Utara. Pemantauan ada atau tidaknya Lokasi proyek dan Selama masa Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bin a Teknik Direktorat Jalan material konstruksi melalui mana keberhasilan ruas jalan yang rusak rusaknya ruas jalan dilakukan jaringan jalan di konstruksi berlangsung Kontraktor I ruas jalan di sekitar. dan efektivitas upaya pengelolaan ling- kungan rusaknya ruas dengan peninjauan di lapangan, sekitar serta mendapatkan I menampung digunakan informasi yang berasal dari mobilisasi alat berat yang untuk dengan frekwensi pada setiap diperlukan. saat jika Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. jalan lingkungan masyarakat. dan material kons- Bengkulu Utara I truksi, sepanjang ruas jalan dari Sta 0+000 sampai Sta I Komponen Biologi Terganggunya ke- Merupakan dampak turunan Mengetahui sejauh Jenis ikan yang berada Pengumpulan data dilakukan 21+200. Sungai-sungai yang Selama masa Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat hidupan biota dari Penurunan kualitas air mana keberhasilan di sungai yang terkena melalui wawancara dengan terkena dampak yaitu konstruksi berlangsung Kontraktor P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat perairan khusus- permukaan atau dampak tak dan efektivitas upaya dampak. penduduk setempat yang biasa Air Sekotong dan dengan frekwensi pada Jenderal Bina Marga dan nya ikan (nekton). langsung dari pengoperasian pengelolaan ling- menangkap ikan di sungai. Hasil Sungai Lemau sesuai setiap 6 (enam) bulan BLH Prov. Bengkulu, Kab. kantor proyek, gudang dan kungan terganggunya wawanxara dianalisis secara dengan titik sekali. Bengkulu Tengah dan Kab. penginapan karyawan. kehidupan biota tabulasi dan dibandingklan dengan pemantauan kualitas Bengkulu Utara perairan rona lingkungan hidup awal. air permukaan. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya I 1 Timbulnya kesem- Penerimaan tenaga kerja patan kerja dan untuk pelaksanaan fisik Mengetahui mana sejauh keberhasilan Jumlah tenaga kerja dari penduduk setempat Data dikumpulkan melalui pencatatan jumlah tenaga kerja Desa-desa yang dilalui oleh ruas jalan Selama pekerjaan fisik Peningkalan Ruas Kontraktor/Sub Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bin a Teknik Direktorat peluang berusaha Peningkalan Ruas Jalan dan efektivitas upaya yang dilerima lterserap yang terdapat di proyek dan jumlah Pasar Pedati - Jalan Pasar Pedati - Jenderal Bina Marga dan I yang penduduk setem- pat diperoleh Pasar Pedati - Kerkap pengelolaan kung an kesempatan kerja dan peluang ling- oleh proyek usahawan lokal yang dapat memanfaatkan dan tenaga kerja dan usahawan yang berasal dari masyarakat setempat. Data yang terkumpul dianalisis Kerkap, meliputi Desa Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Kerkap berlangsung tengah dengan frekuensi pemantauan BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara I berusaha peluang berusaha secara tabulasi. Desa Pondok Kelapa dan De sa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa dilakukan sekali. 6 bulan I Kabupaten Bengkulu Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa I Pasar Kerkap Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu I 2 Timbulnya kecem- Penerimaan tenaga kerja Mengetahui sejauh Jumlah tenaga kerja Data dikumpulkan melalui Utara. Desa-desa yang Selama pekerjaan fisik Kontraktor/Sub Ruas Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bin a Teknik Direktorat buruan sosial bagi untuk pelaksanaan fisik mana keberhasilan dari penduduk setempat wawancara dengan penduduk dilalui oleh ruas jalan Peningkatan Pedati - Jenderal Bina Marga dan I tenaga kerja se- tempat yang tidak dapat meman- Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap dan efektivitas upaya pengelolaan kungan kecemburuan ling- yang tidak diterima I terserap oleh proyek dan bersikap cemburu. setempat terutama angkatan kerja. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. Pasar Kerkap, meliputi Desa Pekik NvarinQ, Jalan Pasar Pedati - Kerkap denQan berlangsung frekuensi BLH Prov. Bengkulu, Kab. BenQkulu TenQah dan Kab. I 3 I I Parameter Metode Pemantauan Lingkungan lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup Jenis Dampak Tujuan Pemantauan Periode Pemantauan No Sumber Dampak Ungkungan Hidup Metode Pengumpulan dan Lokasi Pemantauan Pengawas Penerima laporan Yang Dipantau Lingkungan Hidup Pelaksana yang Dipantau Analisis Data Lingkungan Hidup faatkan kesem- sosial Desa Pasar Pedati, pemantauan dilakukan 8engkulu Utara patan kerja yang Desa Pondok Kelapa 6 bulan sekali. terjadi. dan Desa Padang 8etuah Kecamalan Pondok Kelapa I Kabupaten 8engkulu Tengah serta Desa Pasar 8embah, Desa Tepi Laut dan Desa I Pasar Kerkap Kecamatan Air Napa! Kabupaten 8engkulu I 3 Terganggunya lalu 1) Mobilisasi alat beral dan lintas di ruas jalan material Mengetahui mana sejauh keberhasilan Peristiwa terjadinya gangguan lalu lintas. Pengumpulan data dilakukan Pemantauan Utara. melalui pengamatan langsung di dilakukan pada ruas selama kegiatan konstruksi berlangsung Kontraktor/Sub Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat 8ina Teknik Direktoral Pasar Pedati - 2) Pekerjaan perkerasan dan efektivitas upaya lapangan dengan parameter jalan yang sedang dengan frekwensi Jenderal Bina Marga dan I Kerkap jaringan dan jalan jalan 3) Pekerjaan pemasangan pengelolaan kungan terganggunya ling- peristiwa lerjadinya gangguan lalu dilakukan pekerjaan lintas. Data yang terkumpul perkerasan dan jalur seliap diperlukan. saat jika 8LH Prov. 8engkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. sekitar. saran a pelengkap dan lalu lintas dianalisis secara tabulasi. pengangkutan ma- 8engkulu Utara I penunjang terial, yaitu dari Sta 0+000 sampai Sta 21+200. I Komponen Kesehatan masyarakat 1 Gangguan kese- Merupakan dampak turunan Mengetahui sejauh Keluhan masyarakal Pengumpulan data dilakukan Permukiman pen- Selama kegiatan Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direkloral halan masya-rakat dari penurunan kualitas mana keberhasilan alas terganggunya dengan cara melakukan duduk yang dilalui konstruksi berlangsung Kontraktor P2JN Provinsi Bengkulu 8ina Teknik Direktorat ~I berupa tergang- udara, peningkalan dan efektivitas upaya pernafasan, iritasi mala, pengamatan langsung di lapangan oleh ruas jalan Pasar dengan frekwensi Jenderal Bina Marga dan gunya per- kebisingan dan penurunan pengelolaan kenyamanan. serta wawancara dengan Pedati - Kerkap, setiap saat jika 8LH Prov. 8engkulu, Kab. nafasan, terjadinya kualitas air permukaan atau lingkungan hidup masyarakal setempat meliputi Desa Pekik diperlukan. 8engkulu Tengah dan Kab. iritasi mata dan dampak tak klangsung dari kesehatan masyarakat menggunakan kuisioner. Selain ilu Nyaring, Desa Pasar Bengkulu Utara I terganggunya ke- mobilisasi ala! beral dan nyamanan material konstruksi, yang telah dilakukan. mengevaluasi sural aduan dari masyarakat. Selanjutnya Data Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa pekerjaan perkerasan jalan,. yang terkumpul dianalisis secara Padang 8etuah I tabulasi. Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten 8engkulu Tengah serta Desa Pasar 8embah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan I Pengumpulan data dilakukan Air Napal Kabupalen 8engkulu Ulara. Ruang kantor proyek, Selama kegiatan Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat 2 Penurunan Akibat dari sampah domeslik Mengetahui sejauh Jumlah sampah dengan rnelakukan pengamatan gudang dan peng- konstruksi berlangsung Kontraktor P2JN Provinsi Bengkulu Bina Teknik Direktorat I sanitasi lingkungan akibat terjadinya sampah domestik atau non 83 yang limbul dari pengoperasian proyek, gudang kantor dan mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan ling- domestik penanganan sampah dan domestik yang lerjadi. langsung di lapangan serta wawancara dengan masyarakat in apan serta TPS. karyawan dengan frekwensi setiap hari sekali. Jenderal 8ina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. atau non 83. penginapan karyawan kungan sanilasi setempat dengan menggunakan 8engkulu Tengah dan Kab. I lingkungan kuisioner. Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. Bengkulu Utara TAHAP PASCA KONSTRUKSI (OPERAS!) I Komponen Fisik·Kimia 1 Penurunan kua- litas udara akibat Pengoperasian jalan yang rneninQkatkan kepadatan Mengetahui mana sejauh keberhasilan Kandungan timbal dan debu, gas Pengumpulan data dilakukan denoan cara penQambilan sampel Di sepanjang ruas jalan Pasar Pedati - Selama ruas jalan Pasar Pedati - Kerkao Kontraktor/Sub Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Bina Teknik Direktorat Direktoral I 4 I I I Parameter Metoda Pemantauan Lingj<ungan lnstitusi Pemantauan Li119_kun& an Hidup Jenis Dampak Tujuan Pemantauan No Sumber Dampak Lingkungan Hidup Metode Pengumpulan dan Lokasi Pemantauan Periode Pemantauan Yang Dipantau Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima laporan yang Dipantau Analisis Data Lingj<ungan Hidup dari Peningkatan kendaraan dan efektivitas upaya pencemar (SOz, NOz di lapangan, selanjutnya dilakukan Kerkap sebanyak 3 dioperasikan dengan Jenderal Bina Marga dan kadar debu, timbal pengelolaan ling- dan CO) di udara. analisis di laboratorium lingkungan lokasi yaitu frekwensi 6 (enam) BLH Prov. Bengkulu, Kab. dan gas pencemar kungan pemenurun- hidup, Analisis data dilakukan permukiman bulan sekali. Bengkulu Tengah dan Kab. (SOz, NOz dan nya kualitas udara dengan metode perbandingan penduduk 1 !itik, Bengkulu Ulara CO). antara hasil pemanlauan dengan tempa! ibadah 1 titik I baku mutu yang Ielah ditetapkan dan rumah sekolah 1 (Tabel 5.1. di depan). tilik. 2 Peningkatan ke- Pengoperasian jalan yang Mengetahui sejauh Tingkat kebisingan. Pengumpulan data dilakukan Di sepanjang ruas Selama ruas jalan Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat I bisingan akibat Peningkatan ke- meningkatkan kendaraan kepadatan mana keberhasilan dan efektivitas upaya dengan pengukuran ling kat kebisingan di lapangan dengan jalan Pasar Pedati - Kerkap sebanyak 3 Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan dengan Kontraktor P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan pad alan ken- pengelolaan ling- menggunakan peralatan Sound lokasi yaitu frekwensi 6 (en am) BLH Prov. Bengkulu, Kab. I daraan serta kondisi jalan yang menanjak. kungan Peningkatan kebisingan Level Meter. Analisis data dilakukan dengan metode perbandingan antara hasil yang permukiman pen- duduk 1 titik, tempat ibadah 1 titik dan bulan sekali. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara pengukuran dengan baku mutu rumah sekolah 1 litik. I sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hid up No. 48/MNLH/11/1996 (Tabel 5.2. di I Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya depan). 1 Peningkatan Pengopersian ruas jalan Mengetahui sejauh Tingkat dan kefatalan Pengumpulan data dilakukan Lokasi-lokasi yang SSelama Ruas Jalan Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat I kecelakaan lalu Pasar Pedati - Kerkap lintas akibat dari (dengan ling kat pelayanan mana pengelolaan keeffektifan yang korban kejadian kecelakaan lalu lintas . dengan car a pengamatan di lapangan dengan parameter raw an kecelakaan, antara lain: di depan Pasar Pedati - Kerkap dioperasikan, dengan Kontraktor P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan rawan kecelakaan. jalan yang lebih baik), yang telah dilakukan dalam tersebut di alas. Analisis data lokasi fasilitas umum frekuensi setiap saat BLH Prov. Bengkulu, Kab. I akan membawa kecen- derungan pengguna jalan memacu kendaraannya menangani dampak Peningkatan kecelakaan lalu lintas. dilakukan perbandingan dengan an tara metode hasil pencatatan kejadian pad a sa at (pendidikan, ibadah, perdagangan/pasar) dan tikungan tajam. ketika diperlukan. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara dengan kecepatan lebih periode pemantauan dengan I tinggi. periode sebelumnya 2 Terganggunya lalu Pemeliharaan jalan yang Mengetahui sejauh Peristiwa terjadinya Pengumpulan data dilakukan Pad a ruas jalan Selama pemeliharaan Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat ~ lintas di ruas jalan berakibat terganggunya lalu mana keberhasilan gangguan lalu lintas. dengan cara melakukan Pasar Pedati - jalan tengah ber- Kontraktor P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat Pasar Pedati - lintas bagi pengguna jalan. dan efektivitas upaya pengamatan langsung di lapangan Kerkap yang sedang langsung dengan Jenderal Bina Marga dan Kerkap pengelolaan ling- dengan acuan parameter tersebut dilakukan peke~aan frekwensi setiap sa at BLH Prov. Bengkulu, Kab. I kungan terganggunya lalu linlas di atas. Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. pemeliharaan jalan dan jalur peng- angkulan material. ketika diperlukan. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara I Komponen Kesehatan Masyarakat Terganggunya ke- Terganggunya kesehatan Mengetahui sejauh Keluhan masyarakat Pengumpulan data dilakukan Permukiman pendu- Selama ruas jalan Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Saluan Ke~a Direktorat sehatan masya- masyarakat berupa mana keberhasilan alas terganggunya dengan car a melakukan duk yang dilalui oleh Pasar Pedali - Kerkap Kontraktor P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat I rakat berupa gangguan pern afasan dan terganggunya per- iritasi mala merupakan nafasan, iritasi dampak turunan dari dan efektivilas upaya pengelolaan ling- kungan terganggunya pernafasan, iritasi mala dan kenyamanan. pengamatan langsung di lapangan serta wawancara masyarakat setempat meng- dengan ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap, meliputi Desa Pekik dioperasikan dengan frekwensi setiap sa at ketika diperlukan. Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. mata dan kenya- Penurunan kualitas udara, kesehatan masyarakat gunakan kuisioner dan Nyaring, Desa Pasar Bengkulu Utara I man an. sementara kenyamanan gangguan akibat mengevaluasi sural aduan dari masyarakat. Selanjutnya Data Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Des a Peningkatan kebisingan. yang terkumpul dianalisis secara Padang Betuah I Atau dampak tak langsung pengoperasian ruas jalan Pasar Pedati - Kerkap tabulasi. Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah I 5 I I I Parameter Metode Pemantauan Lingkungan lnstitusi Pemantauan Llngkungan Hidup Jenis Dampak Tujuan Pemantauan No Sumber Dampak Lingkungan Hidup Metode Pengumpulan dan lokasi Pemantauan Periode Pemantauan I Yang Dipantau lingkungan Hidup yang Dlpantau Analisis Data llngkungan Hidup serta Des a Pasar Pelaksana Pengawas Penerima laporan Bembah, Desa Tepi I Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napa! Kabupaten Bengkulu Utara.. I I I I I I I I I I 6 I I I I I I I I I d~Ja~ 1 - !Jepad Jesed ueter sen~ u~e)i6U!U9d 1 . (1~n) ue6un)i6U!1 ueetota6uad e~edn 1 £ ueJ!dwe1 1 I I I I I" I- I I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP "' ~ ~ Menjelang Kawasan Menjelang Kawasan Sekolahan di pasang Sekolahan di pasang rambu kejut rambu kejut STA STA STA STA STA 4+000 STA ·> < I I ) STA STA STA 1+000 STA 1+500 STA 2+500 STA STA 4+000 STA LEGENDA:. ~ <S> <S> <S> <S> KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 0 Tikungan ke kiri Tikungan ke kanan ~ Tikungan ganda Tikungan ganda <f> Banyak anak-anak Hati-hati <@:> Tanjakan Turunan I Rambu Kejut DIREKTORAT SATUAN Gd. ~ KERJA DIREKTORAT BIN A BINA TEKNIK TEKNIK Twuna Lt. IV, JL. Patllmur& No_ 2\l Kebayoflln aa.u -Jakarta Selatan 121HI. Tlp {1121}7246654, l'lhl (021) 727901!22 ~ Tikungan tajam ke kiri ~ Banyak tikungan e Batas kecepatan 0 Tikungan tajam ke kanan (> Jatuhan batu @ maksimum 40 km Akhir batas kecepatan I Zebra Cross I UKL · UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP 2011 UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP \ \ \ ·' \ \ \lJ \ .~ ~ I it• I • ---1. ....-($ 1 I ~ --- \ ·& \ i [fJ ·1 ....... ........... \b -/ I .......... .......... \ .......... ....... e9DETAILD SK/!I.A ms LEGENDA: I <S> 0 Tikungan ke kiri Tlkungan ke kanan <S> ~ Tikungan ganda Tlkungan ganda <S> <!> Banyak anak·anak Hati-hatl <8> ~ Tanjakan Turunan Rambu Keful gJ KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM D I REKTORA T S>.TUAN KERJA 011\E K T OR>.T BINA TE KN IK B I NA TE KN I K c.e. -...~~~ ,,.._ ~ ""· Jl f'ltlll'".,... NO. 'lO .......,_ . _ • »an. a.-.. ; 2110. ,_ (02t)'"'"~ , .. (Qltl fVIOCo%2 ~ Tlkungan tajam ke kiri ~ Banyak tlkungan ® Balas kecepatan ~ Zebra Cross maksimum 40 km UKL- UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP ~ Tikungan tajam ke kanan (> Jatuhan batu @ Akhir batas kecepatan 2011 -- - ---- -- - -- - - - ---- -- - - - UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN - - -- - - - PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP ~ ~&J . .. . ' ~ .... .. ; ' .. \ .. (/) ~ \ .·-- .. \ .. ;, .. - .· "' - ...·. ·--,: · .. .\ . . ....... .. \ '·, ' ~ , .. . . ' · ~· . ... -- , - . I \ ~ ~ \ k.w_J 200 \ ! I E:)~AIL A IllS ' ~ LEGENDA: <S> Tikungan ke kiri <S> Tikungan ganda <S> Banyak anak-anak <e> Tan]akan I Rambu Kejut KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIRE K TORAT BINA T EKNI K 0 Tikungan ke kanan ~ Tikungan ganda <J> Hati-hati ~ Turunan SATUAN Goii. S.,U KER J A 1. - Uft/, A.. ~ DIREKTORAT ., ,__,. ....,... ... . .w...ru ..... U110 BINA TEKNIK ,..f\llitf~'-•(IIQ,)JtnCIOU ~ Tikungan tajam ke klri ~ Banyak tikungan e Balas kecepatan ~ Tikungan tajam ke kanan (> Jatuhan batu @ maksimum 40 km Akhir batas kecepatan I Zebra Cross UKL - UPL RUAS PASAR PEDATI - KERKAP 2011 I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP I I I I 100 100 200 I I I 0 I I' I I ® I I I rt:,--_ : -': ~-~~:~:-"'< ~- -~ ~- ---~,-- -_-·~:: { .. : .-.-·~--;·,-:;~-.-~~ , .... - , - "'~ ~: -~---~ ~--- ..~ r ,. • . ,._ I - ': I j..:'~;[,·_ ·.... . -:~ ~-~:=,· --•r·•· ~-~· ,~..,_" ..,~.,.-.· • .... •-" -;:_:=~,~ '·· • . • .• -. - •• , •.. , ..•• ,. 'n_-.-1 I r .:. .. .. ..- - I I I @ lsEKoLAHI I I I I 200 1 so 1 so 1 50 1 so 1 50 1 so 1 100 1 100 1 I C)~TAILB I I I I LEGENDA: I <S> Tikungan ke kin <S> Tikungen ganda <S> Banyak anak-anak <8> Tanjakan I Rambu Kejut KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREK T ORAT BINA TEKNIK 0 Tikungan ke kanan ~ Tikungan ganda <I> Hali-ha!i ~ Turunan S A TUAN K E R J A O IREKTORAT BINA TEKNIK CW S.0. l . . - U. H. A. ~ *' .. .....,__ ..... . ...,...,..._ , l ltO. "-fU\}'1~. f- f031)7'2:79002'r I ~ Tikungan tajam ke kin <t> Banyak tikungan e Balas ke.:epatan makslmum 40 km ~ Zebra Cross UKL- UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP ~ (:> @ I Tikungan tajam ke kanan Jatuhan batu Akhir batas kecepatan 2011 I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP I 1 - I I "" -I I -.f.:~. ~. :- -::"."; t \ \ . ~~ .. -.._.:::·: ~- !,."· • ·.·.· .. .... ..... I \ . ·-· ~ ·· ~·- .- • . .:.·--· ' ' ' \ -r~ ·. ' I \ \ / I \ / / I / / / I \ / / I C9 ~AIL C I I I I LEGENDA: I I <S> 0 ~ Tikungan ke kiri Tikungan ke kanan Tikungan tajam ke kiri <S> ~ ~ Tikungan ganda Tikungan ganda Banyak tikungan <S> <l> e Banyak anak-anak Hati-hati Bal as kecepatan ~ <%> Tanjakan Turunan Rambu Kejul [J KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT $ATUAN Grl. &we- t - . lL K E RJA N , Jl.. , .,..,._ ,_ n DIREKTORAT l(oo~otlofl ~ • B I NA BINA TEKNIK TEKNIK JM.-. l el•lwl121 !0. ~ lot 1 ~4"... ,_.(Jt1) 7'27'90072 makSimum 40 km ~ Zebra Cross UKL - UPL RUAS PASAR PEDATI - KERKAP ~ (> @ I Tikungan tajam ke kanan Jatunan batu Akhfr batas kecepatan 2011 I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP I I I I "' I Menjelang jembatan Menjelang jembatan I dilakukan pengelolaan dengan menjaga ketinggian tanaman agar dilakukan pengelolaan dengan menjaga ketinggian tanaman agar pandang pengemudi pandang pengemudi I STA STA STA 7+000 tidak terganggu STA STA tidak terganggu STA 12+000 I I I <:=== I STA STA STA STA 9+000 STA STA 1 STA 1 I B D B I I LEGENDA: I <S> <:(;> Tikungan ke kiri Tikungan ke kanan <S> ~ Tikungan ganda Tikungan ganda <S> <t> Banyak anak-anak Hati-hati ~ ~ Tanjakan Turunan I Rambu Kejut [] KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT SATUAN K E R J A DIREKTORAT BIN A BINA TEKNIK TEKNIK Gd. Sllpla TaruM Lt. IV, JL. Pal!.lmum No. 20 Kllbayaran Saru • Jilkllrta Sulabln 12110. Tip (02.1)7246654, Fax {021) 1279otl22 <$) Tikungan tajam ke kiri ~ Banyak tikungan ® Balas kecepatan I ·~ Tikungan tajam ke kanan () Jatuhan batu @ maksimum 40 km Akhir batas kecepatan I Zebra Cross UKL- UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP 2011 I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP I I I I I I I I STA 12+000 STA 12+500 STA 13+000 STA 13+500 STA 14+000 STA 14+500 STA 15+000 STA 15+500 STA 16+000 STA 16+500 STA 17+000 STA 17+500 STA 18+000 I 0 'l 01 l"<s> I I 1-:-'-,.- -., ,~., '!> 1-- > I < < I ' STA 12+000 .. ' ...... STA 12+500 STA 13+000 §>," "' STA 13+500 .. STA 14+000 ..... '" STA 14+500 .. '' ,~,, STA 15+000 ...... . .. ' . ' STA 15+500 ,<e, " STA 16+000 ' . ...' STA 16+500 .. . . ' . STA 17+000 . .... STA 17+500 . '' ''' ... STA 18+000 I I I LEGENDA: <S> Tikungan ke kin <S> Tikungan ganda <S> Banyak anak-anak ~ Tanjakan I Rambu Keju! KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DJREKTORAT BINA TEKNIK <:?;> Tikungan ke kanan ~ Tlkungan ganda <l> Hati-hati ~ Turunan SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK I Gd. Sapllll Tiiii'UIIii Lt. IV, JL. Patllmura No. 20 Ket>ayonm Ban!· Ja~arta Sela!8n12110. Tip {02'1)7246854, Fax {021} 72790022 ~ Tikungan tajam ke kiri ~ Banyak tikungan e Balas kecepa!an I Zebra Cross maksimum 40 km UKL- UPL RUAS PASAR PEDATI· KERKAP <0 (> @ I Tikungan tajam ke kanan Jatuhan batu Akhir batas kecepatan 2011 r------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP I I I ! )> I I I I Menjelang jembatan dilakukan pengelolaan dengan menjaga ketinggian tanaman agar jarak pandang pengemudi tidak terganggu I STA 18+000 STAt~TA <$>....... .. 19+000 ~ STAT500 ...... ~rooo . ..STA 20+500 STA 21+000 .... I I <~:::::JI < I ··············~··········· {~ I STA 18+000 STA 18+500 STA 19+000 STA 19+500 .......Y....... . STA 20+000 STA 20+500 STA 21+000 I I LEGENDA: I ~ <S> <S> ~ . KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 0 Tikungan ke kiri <S> Tikungan ganda <1> Banyak anak-anak Tanjakan I Rambu Kejut DIREKTORAT BIN A TEKNIK ~ K E R J A DIREKTORAT ~ SATUAN BIN A TEKNIK Tikungan ke kanan Tikungan ganda Hati-hati Turunan Gd- S!!pls Taruna Lt_ IV, JL. Patum~m~ No. 2.0 Kebayofllll f!aru ~ J~kl!rta Selatan 1211tt Tip (021)7246!154, Fu {021) 72790022. I <$> Tikungan tajam ke kiri ~ Banyak tikungan ® Balas kecepatan ~ (> @ maksimum 40 km I Zebra Cross UKl· UPl RUAS PASAR PEDATI· KERKAP I Tikungan tajam ke kanan Jatuhan batu Akhir batas kecepatan 2011 I I .I .I I I I I . I Lampiran 4 ·1 Matrik Ringkasan UPL 1 - Rencana Peningkatan Ruas Jalan Pasar I Pedati - Kerkap I I I I I I I I I I Lampiran-2 : Matrik Ringkasan UKL .1 Rencana Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkulu Utara Prov. Bengkulu lnstitusi Pengelolaan Lingkun an Hidup Perlode Tujuan Pengelolaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Lokasl Pengelolaan No Jenis Dampak Sumber Dampak Tolok Ukur Dampak Pengelolaan Pelaksana Pengawas Penerima laporan Lingkungan Hidup Hid up Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup TAHAP PRA KONSTRUKSI Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya I 1 Timbulnya persepsi Survei topografi, survei tanah dan survei hidrologi Jumlah atau presentasi anggota Mengoplimalkan dampak positif berupa Melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya yang akan Permukiman di sepanjang ruas jalan Selama tahap pra konstruksi tengah Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat masyarakat masyarakat yang persepsi masyarakal. terkena dampak mengenai Pasar Pedati-Kerkap berlangsung. Jenderal Bina Marga dan I berpersepsi positif terhadap proyek. manfaat dari peningkatan ruas jalan Pasar Pedati-Kerkap Selain itu sosialisasi rencana upaya BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkuliu Utara pengelolaan dampak negatif yang I kemungkinan akan limbul. TAHAP KONSTRUKSI I A. Komponen Fisik·Kimia 1 Penurunan kualitas udara 1. Mobilisasi alai berat dan material Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 Mencegah, meminimisasi dan 1). Dalam mengangkut material curah dari sumbernya (quarry) Area tapak proyek terutama yang Selama kegiatan komponen mobilisasi Kontraktor/Sub Kon!raktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bin a Teknik Direktorat 2. Pekerjaan perkerasan mengendalikan dampak ke lokasi proyek kendaraan berdekatan dengan alat-alat berat dan Jenderal Bina Marga dan I jalan negatif Penurunan kualitas udara pengangkut material dileng- kapi penutup dari terpal. kawasan permu- kiman, perdagangan, material serta pe- ke~aan perkerasan BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. 2). Pembatasan volume material tempat ibadah dan jalan tengah ber- Bengkuliu Utara I agar tidak melebihi kapasitas kendaraan pengangkutnya. 3). Memasang rambu/peringatan bangunan sekolah. Yaitu pada seluruh ruas jalan Pasar langsung. agar kendaraan pengangkut Pedati dari Sta 0+000 material mengurangi kece- sampai Sta 21 +200 patan apabila rnemasuki ditambah ruas jalan lokasi proyek. Pasar Kerkap - Lais I I ! 4). Memberikan peringatan dan & Lais - Argamakmur sanksi kepada sopir Km 10. kendaraan pengangkut I material jika terbukti I I melanggar ketentuan rambu lalulintas maupun batas I I I ' kecepatan. I I 5). Melakukan penyiraman secara berkala lahan tempat kegiatan untuk mengurangi I kadar debu di udara (terutama I 6). di musim kemarau). Kendaraan proyek yang akan keluar areal proyek, ban I kendaraan terlebih dulu dicuci (disemprot air) membersihkan dan kotoran untuk (tanah !lumpur) sehingga tidak I terbawa ke luar areal proyek Qalan eksisting). 7). Apabila masih te~adi ceceran I pada jalan eksisting segera dibersihkan. 8). Apabila te~adi kerusakan I I I I Peri ode lnstitusi Pengelolaan Lingkun an Hidup Tujuan Pengelolaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Lokasi Pengelolaan Jenis Dampak Sumber Dampak Tolok Ukur Dampak Pengelolaan Pengawas Penerima laporan .I No Lingkungan Hidup Hidup permukaan jalan segera Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Pelaksana diperbaiki. I 9). Peralatan dan kendaraan pengangkut material yang digunakan dalam kondisi laik jalan, I 10). Melengkapi pekerja lapangan dengan masker dan peralatan keselamatan ke~a (safety I helm, dll). 2 Peningkatan 1. Mobilisasi alai berat Keputusan Menteri Mencegah, meminimi- 1). Dalam pengaturan I Area tapak proyek Selama komponen Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Ke~a Direktorat P2JN Provinsi Bengkulu I kebisingan 2. dan material Peke~aan perkerasan jalan Negara Lingkungan Hidup No. 48/MNLH /11/1996 sasi dan mengen- dalikan dampak negatif peningkatan kebi- menyusun jam kerja perlu berkoordinasi dengan masyarakat setempa! melalui terutama berdekatan dengan kawasan yang permu- kegiatan mobilisasi alat-alal berat dan material serta Kontraktor) Bin a Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. singan tokoh masyaraka! atau desa kiman, perdagangan, pekerjaan perike- Bengkulu Tengah dan Kab. I guna mengurangi gangguan kebisingan di saal masyarakat tempa! ibadah dan bangunan sekolah. rasan jalan tengah berlangsung. Bengkuliu Utara sedang beristirahat. Yaitu pada seluruh I 2). Menggunakan kendaraan dan kendaraan proyek dalam kondisi baik (tidak ruas jalan Pasar Pedati dari Sta 0+000 sampai Sta 21+200 menimbulkan kebisingan). ditambah ruas jalan I 3). Pekerja proyek diwajibkan menggunakan pelindung Pasar Kerkap - Lais & Lais - Argamakmur telinga (ear plug) dan Km 10. -I peralatan keselamatan ke~a (safety helm, sepatu boot, dll). 3 Penurunan kua- Pengoperasian kantor PP 82 Tahun 2001, Mencegah, meminimi- 1). Menyediakan tern pat mandi, Kantor proyek, Selama pengope- Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat I litas air pemukaan proyek, gudang penginapan karyawan. dan unluk sungai kuali!as air permukaan kelas II sasi dan mengen- dalikan dampak negatif cuci dan kakus (MCK) yang memenuhi persyaratan gudang dan peng- inapan karyawan. rasian kantor proyek, gudang dan Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Penurunan kualitas air kesehatan. Urin dan tinja penginapan kar- BLH Prov. Bengkulu, Kab. I permukaan dimasukkan ke kloset yang diteruskan ke langki seplik yawan berlangsung. tengah Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkuliu Utara \ (septic tank) yang ramah lingkungan dan memenuhi I persyaratan kesehatan. 2). Oli bekas yang timbul dari perawatan mesin-mesin ala! I berat termasuk genset ditampung dalam drum khusus secara periodik 1 bulan sekali diserahkan kepada pengusaha I pengolah oli bekes yang mempunyai izin. Oli bekas dapat dicampur dengan arang I terbual dari pembakaran biomassa. Bahan bakar baru ini dapat digunakan pada industri bata, gentlng dan gerabah yang I \ dilakukan oleh rakyat. I 2 I I I Peri ode lnstitusi Pengelolaan Lingkun an Hidup Tujuan Pengelolaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Lokasi Pengelolaan No Jenis Dampak Sumber Dampak Tolok Ukur Dampak Pengelolaan Pelaksana Pengawas Penerima laporan I 4 Terganggunya Pekerjaan drainase yang Luas dan kedalaman Lingkungan Hidup Mencegah, meminimi- Hidup 1). Menyiapkan saluran drainase Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan Lingkungan Hidup Selama pembuatan Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat Aliran Air atau mengakibatkan tertutupnya genangan air yang sasi dan mengen- sementara, agar air lingkungan hidup saluran drainase Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bina Teknik Direktorat I Terjadi Genangan saluran I drainase eksisling. lidak diinginkan dalikan dampak negatif terganggunya aliran air atau terjadinya permukaan di sekitar lokasi kegialan dapat tetap mengalir ke saluran yang masih dapat dilakukan pada lokasi proyek berelevasi yang rendah yang perrnanen Ieiah selesai dibuat. Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. genangan air berfungsi. seperti S!a 12+700 Bengkuliu Utara I 2). Memastikan saluran drainase tidak tersumbat (buntu), sampai Sta 13+300. terulama pada jam istirahal I (sore) sehingga jika pada malam hari turun hujan tidak terjadi genangan air di badan jalan atau daerah sekitar I proyek. 3). Melaksanakan kegiatan konstruksi di musim kemarau. I 5 Kerusakan Jalan Ruas 1. Mobilisasi ala! beral dan material Panjang dan Iebar kerusakan pada ruas Mencegah, meminimi- 1). Pembatasan volume material sasi dan mengen- agar tidak melebihi kapasitas Jaringan jalan yang digunakan untuk Selama komponen kegiatan mobilisasi Kontraktor/Sub Konlraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik Direktorat 2. Pekerjaan perkerasan jalan yang rusak dalikan dampak negatif kendaraan pengangkutnya. mobilisasi alai-alai alai-alai berat dan Jenderal Bina Marga dan I jalan rusaknya jalan umum 2). Kendaraan proyek yang akan keluar areal proyek, ban berat dan material konstruksi, Yaitu material berlangsung. tengah BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. kendaraan terlebih dulu dicuci pada seluruh ruas Bengkuliu Utara I (disemprot air) membersihkan dari kotoran untuk (tanah /lumpur) sehingga tidak jalan Pasar Pedati dari Sta 0+000 sampai Sta 21 +200 I terbawa ke luar areal proyek ijalan eksisting). 3). Pembatasan volume material ditambah ruas jalan Pasar Kerkap - Lais dan Lais - agar bobol total kendaraan Argamakmur Km 10. I berikut material tidak melebihi tonase kelas jalan. 4). Memberikan peringatan dan sanksi kepada sopir kendaraan pengangkul ' I material apabila kapasitas mualannya melebihi ketentuan yang ditetapkan. 5). Apabila masih te~adi ceceran pada jalan eksisting segera I dibersihkan. 6). Apabila terjadi kerusakan permukaan jalan segera diperbaiki. I Komponen Biologi 1 Terganggunya Dampak turunan dari Populasi biota Mencegah, meminimi- Dilakukan dengan mengelola Areal kantor proyek, Selama pengo- Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Ke~a Direktorat I Kehidupan Biota Penurunan Perairan kualitas air perairan yang ada di permukaan atau sebagai sungai-sungai yang dampak tak langsung dari terpotong ruas jalan sasi dan mengen- dalikan dampak negatif Penurunan populasi dampak pengelolaan permukaan. primernya kualitas yaitu air gudang dan peng- inapan karyawan. perasian proyek, gudang dan penginapan kantor kar- Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. pengoperasian kantor Pasar Pedati-Kerkap biota perairan yawan tengah Bengkulu Tengah dan Kab. I proyek, gudang penginapan karyawan. dan khususnya jenis ikan yang terdapat di berlangsung. Bengkuliu Utara I 3 I I I Tujuan Pengelolaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Lokasi Pengelolaan Periode lns!itusi Pengelolaan Lingkun an Hidup No Jenis Dampak Sumber Dampak Tolok Ukur Dampak Pengelolaan Pelaksana Pengawas Penerima laporan Lingkungan Hidup Hidup Lingkungan Hidup I perairan dekat dengan pengoperasian kantor Lingkungan Hidup I Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya proyek, gudang dan penginapan karyawan. Timbulnya Kesem- Penerimaan lenaga kerja 1). Jumlah angkalan Meningkatkan dan 1). Mengharuskan kepada Wilayah desa yang Pada saat peneri- Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Ke~a Direktoral I patan Ke~a dan untuk Peluang Berusaha konstruksi pelaksanaan ke~a setempal yang dilerima di proyek. memaksimalkan dampak positif Kontraktor pelaksana proyek, dilalui oleh ruas jalan Suplayer dan Konsullan Pasar Pedati-Kerkap, maan tenaga kerja sebelum pekerjaan Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan ~). Tidak terjadi kecem- kesempatan kerja dan supervisi untuk memberi yaitu Desa Pekik konstruksi fisik BLH Prov. Bengkulu, Kab. I buruan sosial/ kere- sahan masyarakat setempat terkail peluang berusaha prioritas penerimaan tenaga Nyaring, Desa Pasar kerja proyek yang berasal dari Pedali, Desa Pondok masyarakat setempat yang Kelapa dan Desa dimulai. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkuliu Utara dengan kegialan memenuhl kualifikasi. Padang Betuah I mobilisasil peneri- maan lenaga kerja. 2). Memberikan informasi adanya Kecamatan Pondok penerimaan lenaga kerja Kelapa Kab. ~). Tidak terjadi gang- melalui Pemerintah Keca- Bengkulu Tengah I guan kamtibmas dari masyarakat. matan atau Desa setempat. serta Desa Pasar 3). Memberi upah gaji minimal Bembah, Desa Tepi sesuai standar Upah Minimum Laut dan Desa Pasar Kabupaten Simalungun yang Kerkap Kecamatan I berlaku saal ini. Air Napal Bengkulu Utara. Kab. 2 Timbulnya Kecem- Mobilisasi Tenaga Kerja I Jumlah anggota Mencegah, meminimi- 1). Mengharuskan kepada Wilayah desa yang Pada saat Pene- Kontraklor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat I buruan Sosial penerimaan tenaga ke~a untuk konstruksi pelaksanaan masyarakat setempat yang ingin bekerja pada proyek ini namun sasi dan mengen- dalikan dampak negatif kecemburuan sosial Kontraktor pelaksana proyek, dilalui oleh ruas jalan Suplayer supervisi dan Konsultan Pasar Pedati-Kerkap, untuk memberi yailu Desa Pekik rimaan tenaga kerja sebelum pekerjaan konstruksi fisik Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. tidak dapat meman- yang terjadi prioritas penerimaan tenaga Nyaring, Desa Pasar dimulai. Bengkulu Tengah dan Kab. I faatkan kesempatan kerja yang ada. Juga ke~a proyek yang berasal dari Pedati, Desa Pondok masyarakat setempat yang Kelapa dan Desa Bengkuliu Utara kesempatan kontraktor memenuhi kualifikasi. Padang Betuah I lokal atau badan usaha berupa koperasi yang tidak diberi 2). Memberikan informasi adanya Kecamatan Pondok penerimaan tenaga kerja Kelapa melalui Pemerintah Kecamatan Bengkulu Kab. Tengah kesempatan untuk atau Desa setempat. serta Desa Pasar 'I berkolaborasi dengan 3). Melakukan sosialisasi kepada Bembah, Desa Tepi kontraktor pelaksana. masyarakat bahwa kesempatan Laut dan Desa Pasar \ ke~a yang ditimbulkan sangal Kerkap Kecamatan terbatas. Air Napal Kab. 4). Mensyaratkan kepada Bengkulu Utara. kontraklor pelaksana untuk berkolaborasi dengan I kontraktor lokal atau badan usaha lokal seperti koperasi dalam penyediaan alat I angkutan atau pengadaan material Terganggunya 1. Mobilisasi alat berat Tingkat gangguan Mencegah, memini- 1). Menerapkan traffic mana- Pada ruas jalan yang Selama mobilisasi Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Ke~a Direklorat I 3 Lalu Lintas 2. dan material Peke~aan perkerasan pe~alanan yang dirasakan oleh para misasi dan mengen- dalikan dampak negatif gement dalam pelaksanaan proyek. sedang dilakukan pekerjaan perkerasan alat berat dan material, pekerjaan Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan jalan pengguna jalan. gangguan lalu lintas 2). Pelaksanaan peke~aan dan jalur peng- perkerasan jalan BLH Prov. Bengkulu, Kab. I 3. Pekerjaan pemasangan sarana pelengkap dan yang te~adi akibat kegiatan keluar- dilakukan di luar peak hour jalan Pasar Pedati - Kerkap - angkutan material. Yaitu pada seluruh serta pemasangan peke~aan sa- Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkuliu Utara I 4 I - - ----------------------------------------------------------------------------------------------- I I Tujuan Pengelolaan Periode lnstitusi Pengelolaan Lingkun an Hidup Upaya Pengelolaan Lingkungan Lokasi Pengelolaan No Jenis Dampak Sumber Dampak Tolok Ukur Dampak Pengelolaan Pelaksana Pengawas Penerima laporan I penunjang Lingkungan Hidup masuknya kendaraan Hid up Lais dan Lais Argamakmur Lingkungan Hidup ruas jalan Pasar Lingkungan Hidup rana pelengkap dan proyek dan kemung- 3). Pemasangan rambu lalu lintas Pedati dari Sta 0+000 penunjang sebagai I kinan adanya penyem- pitan jalan semen tara terkait dengan keberadaan proyek (spesifikasi perambuan mengikuti standart sampai Sta 21+200 ditambah ruas jalan Pasar Kerkap - Lais sumber berlangsung. dampak perambuan sementara) dan Lais - Argamak- I Komponen Kesehatan Masyarakat mur Km 10. 1 Gangguan Merupakan dampak turunan Keluhan masyarakat Mencegah, memini- Mengelola dampak primernya yaitu Wilayah desa yang Selama mobilisasi Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Ke~a Direktorat I Kesehatan Masyarakat dari Penurunan kualitas udara, Peningkatan kebisingan dan Penurunan berkailan Peningkatan dengan misasi dan mengen- gang- dalikan dampak negatif guan pemafasan dan terganggunya kese- Penurunan Peningkatan kualitas kebisingan udara, dan menurunya kualitas air permukaan. dilalui oleh ruas jalan Pasar Pedati-Kerkap, yaitu Desa Pekik alat-alat bera! dan material, pekerjaan perkerasan jalan Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. kualitas air permukaan atau iritasi mala, gangguan hatan masyarakat Nyaring, Desa Pasar Bengkulu Tengah dan Kab. I dampak tak langsung akibat dari mobilisasi alai berat dan kenyamanan Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Desa Bengkuliu Utara material, pekerjaan perke- Padang Betuah I rasan jalan Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Kab. Tengah serta Desa Pasar I Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap Kecamatan I 2 Penurunan Pengoperasian kantor Jumlah sampah non Mencegah, memini- Air Napal Bengkulu Utara. 1). Melarang karyawan yang Area kantor proyek, Kab. Selama peng- Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat Sanitasi proyek, gudang dan B3 yang dilimbulkan misasi dan mengen- membuang sampah pad a gudang dan peng- operasian kantor Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktorat Lingkungan penginapan karyawan. oleh pengoperasian dalikan dampak negatif sembarang tempat. inapan karyawan. proyek, gudang dan Jenderal Bina Marga dan kantor proyek, gudang Penurunan sanitasi 2). Menyediakan bak sampah penginapan kar- BLH Prov. Bengkulu, Kab. dan penginapan lingkungan pada setiap ruangan, setelah yawan tengah Bengkulu Tengah dan Kab. I karyawan. bak sampah penuh maka sampah yang ada dalam bak tersebut ditimbun pada tempal berlangsung. Bengkuliu Utara penimbunan sampah semen- ~ tara (TPS) 3). Bekerja sama dengan Dinas Pasar, Kebersihan dan Per- I taman an Kabupaten Sima- lungun untuk mengangkut sampah ke Tempat Penim- bunan Akhir (TPA) yang I ditentukan Pemerintah setem- pat, 3 hari sekali. I Komponen Fisik·Kimia TAHAP PASCA KONSTRUKSI OPERAS!) 1 Penurunan Pengoperasian jalan yang Peraturan Pemerintah Mencegah, memini- Melakukan penanaman pohon di Secara umum lokasi Selama ruas jalan Kontraktor/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat I Kualitas Udara meningkatkan kendaraan kepadatan sehingga .. menimbulkan em1s1 gas No. 41 Tahun 1999 misasi dan mengen- sekitar lapak proyek untuk dalikan dampak negatif mengurangi penyebaran polutan .. Penurunan kualitas Agar pohon - pohon tersebut pengelolaan ling- kungan hidup untuk meminimasi dampak Pasar Kerkap rasikan. Pedati- diope- Kontraktor) P2JN Provinsi Bengkulu Bin a Teknik Direktoral Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. buang dan debu udara dapa! berfungsi sebagai barrier penurunan kualitas Bengkulu Tengah dan Kab. I maka pohon - pohon tersebut ditanam rapat dari bawah ke atas. udara adalah dengan melaksanakan Bengkuliu Utara I 5 I I I Periode lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan Pengelolaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Lokasi Pengelolaan No Jenis Dampak Sumber Dampak Tolok Ukur Dampak Pengelolaan Pelaksana Pengawas Penerima laporan I Lingkungan Hidup Hidup Hal ini dapat dilakukan dengan Lingkungan Hidup penanaman pohon di Lingkungan Hidup penanaman tumbuhan jenis seluruh ruas jalan I tertentu yang berdaun lebat. proyek ini, dari Sta 0+000 sampai Sta 21+200. I 2 Peningkatan Kebisingan Pengoperasian jalan yang meningkatkan kepadatan Kepulusan Menleri Negara Lingkungan Mencegah, memini- misasi dan mengen- Dengan penanaman vegetasi di sekitar ruas jalan Pasar Pedati- Lokasi pengelolaan lahan di sekitar tapak Selama ruas jalan Pasar Pedati- Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik Direktorat kendaraan sehingga Hidup Nomor Kep-48/ dalikan dampak negatif Kerkap (barier) sebagaimana pada proyek yang Kerkap Jenderal Bina Marga dan I menimbulkan emisi gas buang dan debu MenLH/11/1966 peningkatan singan kebi- pengelolaan kualitas Penanaman vegetasi terutama udara. yang berbatasan langsung dengan berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk serta area BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkuliu Utara pemukiman serta area sensitlf sensitif seperti I seperti fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadah fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadah, sebagaimana Ieiah I disampaikan lokasi pengelolaan lingkungan pada untuk meminimasi dampak I menurunnya kualitas udara. I Komponen Social Ekonomi dan Budaya 1 Peningkatan Pengopersian jalan Pasar Kecelakaan Lalu Pedati - (dengan tingkat Peningkatan kwensi atau angka fre- Mencegah, memini- 1). Pengelolaan misasi dan mengen- lingkungan dilakukan dengan pemasangan Kawasan kiman, permu- tempat Selama ruas jalan Pasar Pedati- Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Ke~a Direktorat Bina Teknik Direktorat I Lintas pelayanan jalan yang sudah balk), yang akan membawa kecenderungan pengguna kecelakaan lahap pasca kons- truksi akibat para pada dalikan dampak negatif terjadinya kecelakaan. rambu lalu-lintas (rambu peringatan adanya lokasi sekolah, ibadah, dan pemu- ibadah, gedung sekolah dan kawasan perdagangan serta Kerkap rasikan. diope- Jenderal Bina Marga dan BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. jalan memacu kendaraannya pengguna jalan kiman penduduk) dan rambu kawasaan yang Bengkuliu Utara I dengan kecepatan lebih tinggi. memacu kendara- annya terlalu tinggi. pengurangan kecepatan. 2). Pemasangan lampu kuning di raw an kecelakaan, khususnya yang lokasi fasilitas pendidikan, belum dipasang I ( fasilitas ibadah dan pemukiman padat penduduk. p). Pembuatan zebra cross untuk rambu-rambu lintas atau pernah ada rambu namun lalu para penyeberang jalan. sudah rusak, seba- I gai mana disajikan pada Gambar 5.8., Tabel 5.7. dan Tabel I 2 Terganggunya Lalu Lintas Pemeliharaan jalan yang berakibat terganggunya lalu Tingkat gangguan pe~alanan yang Mencegah, memini- 1). misasi dan mengen- Menerapkan traffic mana- gement dalam pelaksanaan 5.8. Pada lokasi sebelum dilakukan peme- Salama pekerjaan pemeliharaan ruas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktoral Bina Teknik Direktorat lintas bagi pengguna ruas dirasakan oleh para dalikan dampak negatif proyek. liharaan jalan dan jalan Pasar Pedati- Jenderal Bina Marga dan I jalan Pasar Pedati-Kerkap pengguna jalan terganggunya lin las. lalu 2). Pelaksanaan pekerjaan dila- kukan di luar peak hour jalan pada jalur peng- angkutan material. Kerkap BLH Prov. Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah dan Kab. Pasar Pedali - Kerkap (akhir Bengkuliu Utara I pekan) 3). Pemasangan rambu lalu lintas sementara terkait dengan keberadaan proyek (spesifikasi I perambuan mengikun standar perambuan sementara) I 6 I L _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ I I Periode lnstitusi Pengelolaan Lingkun an Hidup Tujuan Pengelolaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Lokasi Pengelolaan No Jenis Dampak Sumber Dampak Tolok Ukur Dampak Pengelolaan Pelaksana Pengawas Penerima laporan I Lingkungan Hidup Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Komponen Kesehatan Masyarakat I Terganggunya Kesehatan Masyarakat Sebagai dampak turunan dari penurunan kualitas udara dan peningkatan Keluhan masyarakat berkaitan Peningkatan dengan gang- Mencegah, memini- misasi dan mengen- dalikan dampak negatif Mengelola dampak primemya yaitu penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan. Area tapak proyek terutama yang berdekatan dengan Selama ruas jalan Pasar Kerkap Pedati- diope- Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bin a Teknik Direktora! Jenderal Bina Marga dan kebisingan atau sebagai guan pernafasan dan terganggunya kese- kawasan rasikan. BLH Prov. Bengkulu, Kab. I dampak tak langsung akibat dari pengoperasian jalan. iritasi mala akibat peningkatan debu di hatan masyarakat permukiman, tempat ibadah dan rumah Bengkulu Tengah dan Kab. Bengkuliu Utara udara, gangguan sekolah, meliputi I kenyamanan peningkatan singan. akibat kebi- Desa Pekik Nyaring, Desa Pasar Pedati, Desa Pondok Kelapa dan Des a Padang I Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu I Tengah serta Desa Pasar Bembah, Desa Tepi Laut dan Desa Pasar Kerkap I Kecamatan Air Napa! Kabupaten Bengkulu Utara. 1 I I I ( I I I I I I 7 I I I I I I I I I ) II Lampiran 5 ·1 Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) .I Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - I Kerkap I I I I .I I I I I I UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI - KERKAP I I I I I I 0 I I I s r;., 1+00( 1 SlA 1• 500 STA 2+l100 STA 2+£,00 STA 6+000 .. . ....... ...... .. .............. ,.. I I I I STA 110\lO STA H-5tJ() STA 2+5W ST A. 3 , ::>Of.i STA 4·1500 STA 5+(1()() I I LEGENDA: I Kecelakaan Laf111 K EM E NTERIAN P E K E RJAAN UMUM DIR E K T ORA T BINA TEK NI K ~ S ATUA N KER JA O I RE )( 1'0R AT 8 1 NA lEI<N i k. Keslabilan Lereng W s- t . ..... u tV A -~ .... - ~~~.~.- ...... , J ....... h!llo!MUH (I '•llr.1Jn•~ '•t f071)6'l"r~l I Kuafitas Udara dan Keblslngan UKL • UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP Kuafitas Air Permukaan 2011 I I I UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI - KERKAP I I I I rn .... :> I I I I I STA STA 500 STA 5TA sr;, , ;{ lf;c STA 1 I I I <~=:J I STA STA ~+5(~ STA S-66() STA STA ~ I I LEGENDA: I I !I ~ Kecelakaan lalin Kestabilan Lereng Kualitas Udara dan Kebisingan [J K EMENTERIAN PEKERJAAN UMUM OIREKTORAT S AT UAN ~ S.,C. T· - KE~ J .a. U N, A,. ~.n- O I REKl O RAT BINA TEK NIK B I NA TCKN I I< N. 20- JIU.,OWI kilo • J ..4"W . ._ , ,,,,. f\) \t2:1"J'1~ , ... (011·1~ UKL • UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP Kualt1as Air P&nnukaan 2011 I I I UPAYA PEMANTAUAN UNGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI- KERKAP I I I I I I I I I I I I I ST.'\ i 3+f;()(j STA !5~50-J I I LEGENDA: I Kece!akaan lalln [] KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM D IREK TO RA T SATU A N KER J A BINA O I A:EK TOR. AT TEKN I K 8 tN A. TEK N I K Kestabilan Lereng 0c1 a....r..,..... ,, N Jt ZQI<i.tt.,....._.,...,... ,_,.., tl• •o lf•Mw-.'" ~(Q;l)n~ ••• 1o;>11 l:thlolln I Kualltas Udara dan Kebislngan UKL- UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP Kualrtas Air Permukaan 2011 I I I UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS PASAR PEDATI - KERKAP I I I I I I I I I STA 19..~10 ST." '19+()(\Q S TA20 -~-5DO I I <===::::::~ <===::::::~ I I ST1\ HI< O<J(l STA 20+500 I I LEGENDA: I Kecelakaan Lafin KEMENTERIAN PEKE RJAAN U MUM O I R E KTO R AT SAT U AN K E:AJ A O I REK TO RAT BINA TEKNIK 8 1 NA l E .C:H I K Kestabilan lereng .,. a.not-•~o• ,.., JL ·~l!ifii... .,N. 20~... a..... ,... .... ..,••...,,, no '• t~•Jn,..... , ... to,•t711t011U I Kualllas Udara dan Kebisingan UKL- UPL RUAS PASAR PEDATI- KERKAP Kualilas Air Permukaan 2011 I I I I I I I I I a a .. - - I • ';/ ~' " ..... ' ':I"JI ~ i' • . • . ·• I I I I ' I I I I I I I HASIL ANALISIS PENGUJIAN KUALITAS UDARA AMBIENT I Nomor: 012 /Lab-HIPERKES-05/2011 I Tanggal Pelaksanaan Lokasi ! ! 13 dan 16 Agustus 2011 1 Desa Durian Daun/Jl :raya Benteng-Bengkulu Uta:ra I No 1 Parameter Karbon Monoksida Rum us Kimia co ·I!W'Nm3 Satuan Hasil Analisis 1 248,663 BML Metode 10,000 Pararosanilin Perala tan UV-VIS Spectrofotometer I ~-~g/Nm 3 2 Debu PM(lo) 26,85 230 Gn.Yimetric Dust sampler - AAS Kondisi cuaca I - suhu udaxa - kelembaban - kecepatan angin •c % m/s 34,3% 42% 0,3 Direct readiog Direct readiog Direct reading Heat Stress Digital Heat Stress Digital Heat Stress Digital I - a:rah angin Ketetagan: - Selatan Direct readiog * Pengulruran 30 menit I ' * BML : Baku Mutu Iingkungan Berdasaxkan Peratw:an Pemerintah No. 41 T ahun 1999 Bengkuln, Agustus 201 1 I Mengetahui : Kepala Balai Hiperkes dan KK Propinsi Benglrulu Petugas, I I Ir. YENIDA. MKM NIP. 19670925199203 2.004 Yock)!: Masrizal, ST NIP. 198211122009031 001 I I I \ I I I I I I I I·~ PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU BADAN LINGKUNGAN HIDUP I Alamat :, Jalan Pembangunan Nomor 1 Bengkulu Telepon (0736) 24016 Pesawat: 180- 182 Faks (0736) 24016 BENGKULU I Bengkulu, 3 November 2011 I Nom or Lampi ran 660/ e\H /BLH.Il/2011 Kepada Yth. I Perihal Rekomendasi atas UKL-UPL Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan Kasubdit Teknik Lingkungan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Ketja Direktorat Bina Teknik Kementerian Pekerjaan Umum Rl I Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI di di Kabupaten Bengkulu Utara dan JAKARTA II . Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu I Menindak!anjuti surat Saudara Nomor UM.Ol03/127.03/596/2011 bulan I Oktober 201 1 perihal Penyampaian dan Pennohonan UKL-UPL Ruas Jalan Pasar Pedati-Kerkap Provinsi Bengkulu dan Sumt Kami Nomor 660/777.118LHJI/20ll tanggal 2 November 2011 Perihal UKL-UPL Kegiatan I Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Rl di I Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, bersama ini diberitahukan bahwa berdasarkan hasil evaluasi teknis dan perbaikan I yang Ielah dilakukan, maka terhadap UKL-UPL untuk kegiatan Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan Kei:ia Direktorat Bina I T eknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Rl di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu tersebut secam teknis dapat disetujui. I l!KL-UPL yang telah disetujui merupakan bagi::m yang tidak terpisahkan I dari surat rekomendasi ini dan menjadi acuan bagi penanggung jawab kegiata:n dalam menjalankan kegiatannya dengan tetap berpedo111an pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. I Apabila teijadi pemindahan lokasi kegiatan, desain dan/atau proses I dan!atau kapasitas danlatau bahan baku dan/atau bahan penolong ata<; usaha dan!atau kegiatan, teijadi bencana alam dan/atau lainnya yang menyebabkan I perubahan !ingkungan yang sangat mendasar baik sebelum maupun saat pelaksanaan kegiatan, maka penanggung jaw-ab kegiatan wajib menyusun UKl>- I I I UPL atau AMDAL baru scsua1 ketentuan peraturan perundang-undangan yang bcrlaku. I Penanggung jawab Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kernenterian Pekerjaan Umurn Rl wajib rnelakukan seluruh I ketentuan yang termaktub dalam UKL-UPL dan bertanggungjawab sepenuhnya atas pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan dari kegiatan Peningkatan I Ruas .!alan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umurn Rl di Kabupaten I Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu Penanggung jawab Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat I ' Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI wajib melaporkan pelaksanaari upaya pengelolaan dan pemantauan !ingkungan hidup yang tercantum I dalarn UKL-UPL tersebut kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu setiap 3 (tiga) bulan sekali terhitung sejak tanggal diterbitkannya surat rekornendasi ini. I Selanjutnya Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh I penanggung jawab kegiatan yang tercanturn dalam perizinan sebagairnana dimaksud. I Demikian disampaikan, alas perhatiannya diucapkan terimakasih. I I I I I I Tembusan disarnpaikan kepada Yth: l . Bapak PL T. Gubcmur Bengkulu sebagai laporan 2. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara di Arga Makmur I 3. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Tengah di Karang Tinggi I I PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU BADAN LINGKUNGAN HIDUP Alamat : Jalan Pembangunan Nomor 1 Bengkulu Telepon {0736) 24016 Pesawat: 180- 182 Faks (0736) 24016 BENGKULU Bengkulu.,..2. November 2011 I Nomor Lampi ran 660/ ltl J /BLH.ll/2011 Kepada Yth. Peri hal UKL-UPL Kegiatan Peningkatan Kasubdit Teknik Lingkungan I Rua$ Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan Kelja Direktorat Bina Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat .Jenderal Bina Marga Teknik Direktorat Jendcral Bina Kementerian Pekerjaan Umum Rl I Marga Kementerian Pekeijaan Umum Rl di Kabupaten Bengkulu di Utara dan Kabupaten Bengkulu JAKARTA I ( ; Tengah Provinsi Bengkulu I Menindaklanjuti surat Saudara Nomor UM.OI03/127.03/596/20ll bulan Oktober 201 1 perihal Penyampaian dan Permohonan UKL-UPL Ruas Jalan Pasar I Pedati - Kerkap Provinsi Bengkulu, bersama ini diberitahukan bahwa berdasarkan I basil evaluasi teknis yang telah dilakukan, maka terhadap UKL-UPL untuk kegiatan Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Pasar Pedati - Kerkap oleh Satuan I Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Rl di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu I Tengah Pmvinsi Bengkulu masih memerlukan perbaikan sebagai berikut : I 1. Yang menandatangani Kata Pengantar adalah pemrakarsa kegiatan bukan konsultan penyusunnya I 2. Agar istilah yang menggunakan istilah asing agar dibuatkan semacarn daftar yang membcrikan pengertian atau definisi terhadap hal yang dimaksud di I dalan1 halarnan LaTTipiran. Karena dokumen ini untuk diketahui secara umum I 3. dan orang awam Hasil uji Jaboratorium dimasuk.an dalan1lampiran I 4. Untuk institusi penerima laporan terhadap pengelolaan dan pematauan lingkungan hidup ditambahkan Dinas PU Provinsi dan Kabupaten yang terkait I dan Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten yang terkait I I I I I 5. 13erdasarkan Kepmen LH Nomor 48 Tahw1 1996 tentang Baku Mutu Tingkat I Kebisingan pelaporan dilakukan 3 bulan sekal i. I 6. Masih ada penulisan yang tidak so::suai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), agar diperiksa lagi dan diperhaiki. I 7. Gunakan Data terbaru untuk sensus, jumlah. kepadatan, sex ratio dan d at:J kep~ndudukan lainnya. karena pacta tanggal 2 6 September 20 I I telah dikeluarkan buku Provinsi Bo::ngkulu Dalam Angka 20 11 oleh BPS Provinsi Bengkulu 8. Parameter yang dipant.au ada parameter dctetjen tet.api dalam pengelolaan I lingkungan hid up unt11k parameter deterjen tidak dimasukan I 0. Hal. IIJ- I 6, Belum tertulis jumlah jcmaah haji yang bcran gkat ke Tanah Suci I 11. Hal. Tll-19 -9.2 Angkutan darat. Apa maksudnya? I 12. Hallll - 19, ... dapat dilihat table . ..... Mohondile ngkapi 13. Hal. V ·12. masib tertulis Kabupaten Deli Scrdang, to long diperbaiki I 14. Hal V - 17, Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan tidak tennasuk daalm Pemda Provinsi Bengkulu I 15. Hal IV - I 7, tcrdapat dampak potensial berbahaya yaitu potensi longsor dan ' tebing tapi dalam dokumen tidak dibahas cara pengdolaan dan pcmantauannya I De mikiar1 d.isampaikan. atas perhatiannya diucapkan terimaka;;ih. I ~b:l~~l Lingkw1gan Hidup I It' --------- engkulu I I I I

Основные сведения
Тип документа Environmental Assessment
Дата принятия
Страна Индонезия
Источник Всемирный банк