Группа Всемирного банка · Working Paper

Indonesia economic quarterly : enhancing preparedness, ensuring resilience : Perkembangan triwulanan perekonomian Indonesia : meningkatkan kesiagaan, memastikan ketahanan

Индонезия Всемирный банк
Открыть оригинал документа

Полный текст размещён на сайте публикующей организации. lawenc.com индексирует метаданные и ведёт на официальный источник.

Полный текст

 65978 PERKEMBANGAN TRIWULANAN INDONESIA ECONOMIC QUARTERLY PEREKONOMIAN INDONESIA Meningkatkan kesiagaan, memastikan ketahanan December Desember 2011 PERKEMBANGAN TRIWULANAN PEREKONOMIAN INDONESIA Meningkatkan kesiagaan, memastikan ketahanan Desember 2011 Kata Pengantar Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia menyajikan perkembangan utama ekonomi Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Laporan ini menempatkan perkembangan tersebut dalam konteks jangka panjang dan global, serta memberikan penilaian terhadap prospek ekonomi dan kesejahteraan sosial Indonesia. Laporan ini ditujukan untuk khalayak termasuk pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, pelaku pasar keuangan, serta komunitas analis dan professional yang terlibat dalam ekonomi Indonesia. Laporan Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia ini disusun dan dihimpun oleh tim analisa makroekonomi kantor perwakilan Bank Dunia di Jakarta dan dipandu oleh Shubham Chaudhuri (Lead Economist) dan Enrique Blanco Armas (Senior Economist): Magda Adriani (harga komoditas), Andrew Blackman (lingkungan internasional, sektor eksternal dan risiko), Andrew Carter (penerimaan pemerintah), Fitria Fitrani (sektor eksternal, tenaga kerja and manufaktur), Faya Hayati (harga), Ahya Ihsan (belanja fiskal dan APBN 2012), David Stephan (National Account) dan Ashley Taylor. Tambahan kontribusi diterima dari Mitchell Wiener and Lene Muliati (UU BJPS), Dwi Endah Abriningrum (APBN 2012), Sjamsu Rahardja, Deborah Winkler, Gonzalo Varela, Lili Yan Ing (Manufaktur) dan Pedro Cerdan-Infantes (R&D). Arsianti, Enrique Blanco Armas dan Ashley Taylor berbagi tugas penyuntingan dan produksi dengan bantuan dari Wahyoe Soedarmono, Yue Man Lee dan Elaine Tinsley. Jonas Arp Fallov, Hari Purnomo dan Djauhari Sitorus memberikan komentar dan masukan yang terperinci. Farhana Asnap, Indra Irnawan, Jerry Kurniawan, Nugroho, Marcellinus Winata dan Randy Salim mengatur diseminasi dan Titi Ananto, Sylvia Njotomihardjo dan Nina Herawati memberikan bantuan administrasi. Untuk mendapatkan lebih banyak analisa Bank Dunia terhadap ekonomi Indonesia: Untuk informasi mengenai Bank Dunia serta kegiatannya di Indonesia, silakan berkunjung ke website ini www.worldbank.org/id Untuk mendapatkan publikasi terkait melalui e-mail, silakan menghubungi madriani@worldbank.org. Untuk pertanyaan dan saran berkaitan dengan publikasi ini, silakan menghubungi ataylor2@worldbank.org. Daftar isi Kata Pengantar iii   Ringkasan Eksekutif: Meningkatkan kesiagaan, memastikan ketahanan viii   A .   PERKEMBANGAN EKONOMI DAN FISKAL TERKINI 1  1.  Masa bergejolak berlanjut pada ekonomi dan pasar keuangan dunia… 1  2.  …tetapi pertumbuhan Indonesia tetap stabil dan kuat pada triwulan ketiga 3  3.  Aliran keluar neraca pembayaran tercatat pada kuartal ketiga tahun 2011 5  4.  Pergerakan pasar keuangan internasional terus mempengaruhi Indonesia 8  5.  Inflasi headline terus menurun 10  6.  Selain pertanian, pertumbuhan pekerjaan masih tetap kuat 12  7.  Defisit fiskal tahun 2011 kemungkinan akan berada di bawah tingkat APBN-P 14  8.  Risiko-risiko jangka pendek dari perkembangan internasional membebani perkiraan outlook 17  B.   BEBERAPA PERKEMBANGAN TERBARU PEREKONOMIAN INDONESIA 19   1.  APBN 2012 menekankan pada kesiagaan menghadapi krisis dan pembangunan jangka menengah 19  a.  Menyeimbangkan belanja untuk kebutuhan pembangunan dengan kebijakan fiskal yang konservatif ..................................................................................................................................... 19  b.  Beberapa hal khusus dari APBN 2012 ......................................................................................... 20  c.  Defisit anggaran ditargetkan semakin menurun ke 1,5 persen dari PDB di tahun 2012 ......... 21  2.  UU BJPS dan transformasi struktur jaminan sosial Indonesia 26  a.  Program-program asuransi sosial saat ini terfragmentasi dengan cakupan yang terbatas ... 26  b.  UU BPJS menetapkan pengelolaan program-program jaminan sosial yang akan datang ..... 27  c.  Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan UU tersebut ................................ 30  C.   INDONESIA 2014 DAN SETERUSNYA: PANDANGAN SELEKTIF 32   1.  Sektor manufaktur Indonesia: Mengambang atau bangkit kembali? 32  a.  Dari peningkatan pesat ke resesi pertumbuhan ......................................................................... 32  b.  Faktor-faktor apa yang menjelaskan kinerja sektor manufaktur yang belakangan terjadi di Indonesia?...................................................................................................................................... 34  c.  Apakah kita melihat kesempatan baru sektor manufaktur Indonesia? .................................... 36  d.  Menjaga keberlanjutan pembangunan dengan memperluas kesempatan pertumbuhan manufaktur ..................................................................................................................................... 39  2.  Inovasi dan R&D di Indonesia 43  a.  Mengapa inovasi dan R&D itu penting? ...................................................................................... 43  b.  Rendahnya pengeluaran R&D Indonesia, terutama pada sektor swasta.................................. 45  c.  Pentingnya modal sumberdaya manusia dan kelembagaan bagi kinerja R&D........................ 46  LAMPIRAN: GAMBARAN EKONOMI INDONESIA 49   DAFTAR GRAFIK Gambar 1: Biaya pendanaan bagi negara-negara inti zona Eropa telah meningkat tajam pada kuartal terakhir ............................................................................................................... 1  Gambar 2: Indikator frekuensi tinggi menunjukkan perlemahan dalam kegiatan ekonomi dunia . 1  Gambar 3: Pasar ekuitas internasional telah bergerak turun naik dalam beberapa bulan terakhir3  Gambar 4: Harga komoditas non energi telah turun lebih jauh dan diproyeksikan akan menurun secara bertahap .............................................................................................................. 3  Gambar 5: Pertumbuhan kuartalan PDB bertahan di 6,5 persen pada kuartal ketiga thn 2011… .. 4  Gambar 6: …dengan pertumbuhan didorong oleh ekspor bersih dan konsumsi swasta .............. 4  Gambar 7: Aliran keluar neraca keuangan menggerakan neraca pembayaran secara keseluruhan menjadi defisit pada kuartal ketiga tahun 2011 ..................................... 6  Gambar 8: Nilai ekspor melemah pada bulan-bulan terakhir ............................................................ 7  Gambar 9: Harga ekuitas Indonesia telah mengalami naik-turun, sementara Rupiah mengalami depresiasi… .................................................................................................................... 8  Gambar 10: …dengan berlanjutnya aliran keluar portofolio investor asing, walaupun pada tingkatan yang jauh lebih rendah dibanding pada bulan September ........................ 8  Gambar 11: BI menurunkan BI Rate di bulan Oktober dan November ............................................. 9  Gambar 12: Inflasi headline terus menurun selama kuartal terakhir… .......................................... 11  Gambar 13: …dengan inflasi inti bulanan menurun pada beberapa bulan terakhir ...................... 11  Gambar 14: Pertumbuhan pekerjaan non-pertanian tetap kuat sampai bulan Agustus 2011… .. 13  Gambar 15: …dengan kontribusi yang luas terhadap peningkatan pekerjaan pada sektor non pertanian ....................................................................................................................... 13  Gambar 16: Lemahnya tingkat pencairan program inti dibanding tingginya realisasi subsidi energi............................................................................................................................. 15  Gambar 17: Secara nominal realiasi belanja modal meningkat tetapi tingkat pencairan masih di bawah tahun sebelumnya ............................................................................................ 15  Gambar 18: Belanja untuk personil, modal dan transfer kepada daerah diperkirakan akan meningkat di tahun 2012… .......................................................................................... 23  Gambar 19: …dengan peningkatan alokasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.......................................................................................... 23  Gambar 20: Dibawah struktur jaminan sosial yang baru, manfaat akan diklasifikasikan berdasarkan program daripada jenis pekerja ............................................................ 27  Gambar 21: Setelah peningkatan pesat pada awal tahun 90an, sektor manufaktur Indonesia tumbuh jauh lebih lambat ............................................................................................ 32  Gambar 22: Sektor manufaktur Indonesia pulih lebih lambat dari krisis Asia dibanding negara se-kawasan ................................................................................................................... 32  Gambar 23: Kecuali peralatan transportasi, pertumbuhan output dari seluruh sub-sektor manufaktur telah menurun .......................................................................................... 33  Gambar 24: Pertumbuhan nilai ekspor manufaktur telah menurun, kecuali bagi produk-produk sumber daya ................................................................................................................. 33  Gambar 25: Ekspor produk manufaktur telah bergeser ke produk-produk yang berasal dari sumber daya alam ........................................................................................................ 34  Gambar 26: Rintangan utama usaha bervariasi antar jenis perusahaan dalam sektor manufaktur Indonesia....................................................................................................................... 35  Gambar 27: Kegiatan manufaktur menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada beberapa triwulan terakhir…....................................................................................................................... 37  Gambar 28: …bersama dengan pertumbuhan kegiatan manufaktur produk yang bukan berasal dari sumber daya alam................................................................................................. 37  Gambar 29: Rata-rata upah buruh di Indonesia telah turun di bawah upah di Cina & Vietnam ... 38  Gambar 30: Manufaktur menciptakan pekerjaan bernilai tinggi ..................................................... 40  Gambar 31: R&D domestik yang relatif rendah mengakibatkan perkiraan peningkatan produktivitas yang relatif rendah… ............................................................................ 42  Gambar 32: …tetapi peningkatan pendidikan atau iklim investasi dapat mendorong luapan produktivitas dari R&D asing ...................................................................................... 42  Gambar 33: Tingkat pengeluaran untuk R&D Indonesia terhadap PDB relatif rendah dan tidak tumbuh secepat negara pembandingnya… ............................................................... 45  Gambar 34: …dan persentase pengeluaran yang rendah oleh sektor swasta .............................. 45  Gambar 35: Publikasi adalah salah satu pengukur output kegiatan R&D ..................................... 46  Gambar 36: Indonesia memiliki jumlah peneliti yang rendah di dalam tenaga kerja… ................ 46  Gambar 37: …dan kualitas peneliti cenderung rendah.................................................................... 46  DAFTAR GRAFIK LAMPIRAN Gambar Lampiran 1: Pertumbuhan PDB triwulanan dan tahunan .................................................. 49  Gambar Lampiran 2: Kontribusi terhadap PDB (pengeluaran) ....................................................... 49  Gambar Lampiran 3: Kontribusi terhadap PDB (sektor) .................................................................. 49  Gambar Lampiran 4: Penjualan sepeda motor dan mobil ............................................................... 49  Gambar Lampiran 5: Indikator konsumen ........................................................................................ 49  Gambar Lampiran 6: Indikator kegiatan industri .............................................................................. 49  Gambar Lampiran 7: Aliran perdagangan riil ................................................................................... 50  Gambar Lampiran 8: Neraca pembayaran ........................................................................................ 50  Gambar Lampiran 9: Neraca perdagangan ....................................................................................... 50  Gambar Lampiran 10: Cadangan devisa dan dana modal asing .................................................... 50  Gambar Lampiran 11: Term of trade dan implisit ekspor- impor berdasarkan chained Fisher- Price indices ................................................................................................................. 50  Gambar Lampiran 12: Inflasi dan kebijakan moneter ...................................................................... 50  Gambar Lampiran 13: Rincian tingkat harga konsumen ................................................................. 51  Gambar Lampiran 14: Tingkat inflasi negara tetangga .................................................................... 51  Gambar Lampiran 15: Harga beras domestik & internasional ........................................................ 51  Gambar Lampiran 16: Tingkat kemiskinan & pengangguran .......................................................... 51  Gambar Lampiran 17: Indeks saham regional .................................................................................. 51  Gambar Lampiran 18: Indeks spot dolar dan rupiah........................................................................ 51  Gambar Lampiran 19: Yield obligasi pemerintah 5 tahunan mata uang lokal ............................... 52  Gambar Lampiran 20: Spread EMBI obligasi pemerintah dengan obligasi dollar amerika .......... 52  Gambar Lampiran 21: Tingkat kredit bank umum ............................................................................ 52  Gambar Lampiran 22: Indikator keuangan sektor perbankan ......................................................... 52  Gambar Lampiran 23: Hutang pemerintah ........................................................................................ 52  Gambar Lampiran 24: Hutang luar negeri ......................................................................................... 52  DAFTAR TABEL Tabel 1: Pertumbuhan sebesar 6,2 persen diproyeksikan untuk tahun 2012 ................................. ix  Tabel 2: Setelah revisi penurunan pada perkiraan eksternal, PDB diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,2 persen di tahun 2012 ................................................................................. 5  Tabel 3: Neraca berjalan diproyeksikan akan mencatat sedikit defisit di tahun 2012 dan aliran masuk keuangan akan menurun ................................................................................... 7  Tabel 4: Defisit APBN diproyeksikan akan turun di tahun 2012 ..................................................... 16  Tabel 4: Asumsi makro Pemerintah................................................................................................... 22  Table 6: Subsidi energy diperkirakan akan terus mengkonsumsi sebagian besar anggaran ...... 24  Tabel 7: Defisit APBN diproyeksikan untuk turun secara bertahap ............................................... 25  Tabel 8: Pergeseran orientasi pasar pada perusahaan manufaktur Indonesia ............................. 38  DAFTAR TABEL LAMPIRAN Lampiran Tabel 1: Realisasi dan estimasi anggaran belanja pemerintah ...................................... 53  Lampiran Tabel 2: Neraca Pembayaran ............................................................................................ 53  DAFTAR KOTAK Kotak 1: Pengesahan UU OJK.............................................................................................................. 10  Kotak 2: Upaya-upaya kesiagaan menghadapi krisis dalam APBN 2012 ............................................ 20  Kotak 3: Asumsi ekonomi makro APBN 2012 dan kerangka belanja jangka menengah .............. 22  Kotak 4: Bagaimana insentif ekonomi makro mempengaruhi ekspor produk manufaktur? ........ 35  Kotak 5: Peningkatan manufaktur belakangan ini disebabkan oleh kuatnya permintaan domestik dan perkembangan dunia internasional yang kondusif ........................... 39  Kotak 6: Iklim investasi yang lebih baik dapat meningkatkan produktivitas yang berasal dari luapan penelitian & pengembangan asing ................................................................. 41  Kotak 7: Dana Hibah Riset Kompetitif .................................................................................................. 48  SINGKATAN DAN AKRONIM APBN : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara MP3EI : Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia APBN-P : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara- MSME : Micro, Small, and Medium-sized enterprises Perubahan (Usaha Kecil dan Menengah Mikro) ASABRI : Asuransi ABRI MTP : Major Trading Partners (Mitra Perdagangan Utama) ASEAN : The Association of Southeast Nations MTEF : Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (Perserikatan negara-negara Asia Tenggara) ASKES : Asuransi Kesehatan OECD : Organization for Economic Co-operation and Development BBM : Bahan Bakar Minyak OJK : Otoritas Jasa Keuangan BI : Bank Indonesia PDB : Produk Domestik Bruto BKPM : Badan Koordinasi Penanaman Modal PKH : Program Keluarga Harapan BOS : Bantuan Operasional Sekolah PMA : Penanaman Modal Asing BPJS : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial PNPM : Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat BPS : Badan Pusat Statistik RASKIN : Beras untuk rakyat miskin BUMN : Badan Usaha Milik Negara R-APBN : Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara CMP : Crisis Management Protocol (Protokol Manajemen R&D : Research and Development (Penelitian dan Krisis) Pengembangan) CPI : Consumer Price Index (Indeks Harga Konsumer) RHS : Right Hand Side (Sisi Kanan) CRG : Competitive Research Grants (Hibah Riset RISTEK : Riset dan Teknologi Kompetitif) DAU : Dana Alokasi Umum Rp : Rupiah DJSN : Dewan Jaminan Sosial Nasional RPJM : Rencana Pembangunan Jangka Menengah DPR : Dewan Perwakilan Rakyat RUU : Rancangan Undang Undang DRN : Dewan Riset Nasional SBI : Sertifikat Bank Indonesia EU : European Union (Uni Eropa) SBN : Surat Berharga Negara FY : Fiscal Year (Tahun Fiskal) SAL : Sisa Anggaran Lebih IEQ : Indonesia Economic Quarterly Satker : Satuan Kerja Jamkesmas : Jaminan Kesehatan Masyarakat SJSN : Sistem Jaminan Sosial Nasional Jamsostek : Jaminan Sosial Tenaga Kerja SUNs : Surat Utang Negara JHT : Jaminan Hari Tua STI : Science, Technology and Innovation (Ilmu pengetahuan, Teknologi dan Inovasi) JS : Jaminan Sosial TASPEN : Tabungan Asuransi Pegawai Negeri KemenKeu : Kementerian Keuangan TCF : Textile, Clothing and Footwear (Tekstil, pakaian dan alas kaki) KIN : Komisi Inovasi Nasional TFP : Total Factor Productivity (Jumlah faktor produktivitas) LIPI : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia UNESCO : United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization LHS : Left Hand Side (Sisi kiri) US : United States (Amerika Serikat) LKPP : Laporan Keuangan Pemerintah Pusat USD : United States Dollar (dolar Amerika Serikat) LPNK : Lembaga Pemerintah non Kementerian UU : Undang Undang MG : Hibah yang disetarakan WB : World Bank (Bank Dunia) mKL : million kilolitre (juta kiloliter) WDI : World Development Indicator (Indikator Pembangunan Dunia) MoF : Ministry of Finance (Kementerian Keuangan) VA : Volt Amper Ringkasan Eksekutif: Meningkatkan kesiagaan, memastikan ketahanan Ekonomi global masih Pasar keuangan internasional tetap bergejolak, didominasi oleh permasalahan politik dan bergejolak, membayangi ekonomi yang berasal dari krisis hutang zona Euro dan tanda-tanda perlambatan outlook perekonomian pertumbuhan ekonomi dunia. Akan tetapi hingga saat ini ekonomi dalam negeri Indonesia Indonesia masih bertahan kuat, walaupun telah terlihat adanya aliran keluar modal portofolio. Ekonomi Indonesia masih berada pada posisi yang relatif baik dalam menghadapi goncangan eksternal dimasa depan, dan langkah-langkah telah diambil untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi krisis, seperti peningkatan fleksibilitas dari tanggapan fiskal. Zona Euro masih terus Tanggapan politik dan kebijakan terhadap krisis hutang zona Euro terus berubah hampir bergulat dengan setiap hari, yang mempengaruhi pasar-pasar keuangan dunia, tingkat pengambilan risiko kebijakan tanggapan dan aliran modal ke ekonomi-ekonomi berkembang (emerging) seperti Indonesia. untuk menghentikan Peningkatan tekanan pembiayaan yang dialami oleh lembaga-lembaga keuangan Eropa krisis… telah ditanggapi dengan pengumuman yang terkoordinasi untuk pengaturan swap likuiditas oleh bank-bank sentral termasuk Bank Sentral Amerika Serikat dan Eropa. …dan berlanjutnya tanda- Indikator-indikator kepercayaan dunia usaha dan frekuensi tinggi menunjukkan tanda penurunan perlemahan kegiatan yang terus berlanjut di zona Euro yang PDB-nya diperkirakan akan kegiatan ekonomi global mengalami kontraksi pada dua kuartal berikut. Penyesuaian fiskal akan menghambat telah menekan harga- pertumbuhan ekonomi jangka menengah, yang makin menyoroti pentingnya dukungan harga komoditas untuk segera mengambil langkah reformasi struktural yang sudah sangat mendesak. Sementara laporan kinerja ekonomi Amerika Serikat terbaru menunjukkan sedikit peningkatan yang mengejutkan, terdapat tanda-tanda penurunan kegiatan ekonomi di negara-negara berkembang Asia. Pertumbuhan output industri telah menurun, baik karena faktor regional, seperti dampak dari banjir Thailand, dan penurunan permintaan dunia. Harga-harga komoditas internasional semakin menurun, dengan harga komoditas non-energi telah jatuh sedikit di atas 10 persen antara bulan September dan November. Namun demikian, Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2011 hanya menunjukkan ekonomi riil Indonesia sedikit pengaruh dari ketidakpastian prospek ekonomi internasional. PDB riil meningkat terus menunjukkan sebesar 6,5 persen tahun-ke-tahun selama tiga kuartal berturut-turut, walaupun kinerja yang kuat pada pertumbuhan kuartalan sedikit menurun menjadi 1,3 persen setelah dilakukan kuartal ketiga… penyesuaian musiman. Pertumbuhan konsumsi swasta masih bertahan kuat seperti juga pertumbuhan ekspor riil, walau sedikit lebih rendah pada kuartal kedua. Di sisi produksi, industri pengolahan masih terus menunjukkan prestasi yang baik. Pertumbuhan PDB terakhir juga diiringi dengan penciptaan lapangan kerja yang pesat, dengan lapangan pekerjaan non-pertanian meningkat hingga 5,4 persen di tahun berjalan hingga bulan Agustus 2011, walaupun lapangan kerja di bidang pertanian telah menyusut. …dengan proyeksi dasar Indikator-indikator perkiraan di dalam negeri menunjukkan gambaran positif, dengan pertumbuhan sebesar 6,2 sentimen konsumen yang didorong oleh inflasi telah turun ke tingkat paling rendah persen untuk tahun 2012 selama satu setengah tahun. Akan tetapi, mencerminkan hasil-hasil yang lebih rendah dari perkiraan awal dan berlanjutnya ketidakpastian perekonomian dunia, proyeksi pertumbuhan mitra dagang Indonesia untuk tahun 2012 telah diturunkan menjadi 3,5 persen dari 3,9 persen seperti yang tercantum pada Triwulanan edisi Oktober 2011. Sebagai akibatnya, perkiraan pertumbuhan dasar (baseline) Bank Dunia untuk tahun 2012 bagi perekonomian Indonesia telah diturunkan menjadi 6,2 persen, sedikit lebih rendah dari 6,3 persen pada Triwulanan edisi Oktober 2011. Perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2011 tetap tidak berubah pada 6,4 persen. Tabel 1: Pertumbuhan diproyeksikan sebesar 6,2 persen untuk tahun 2012 2009 2010 2011 2012 Produk domestik bruto (% perubahan tahunan) 4,6 6,1 6,4 6,2 Indeks harga konsumen* (% perubahan tahunan) 2,6 6,3 4,1 5,6 Defisit anggaran** (Persen dari PDB) -1,6 -0,6 -2,1 -1,5 Pertumbuhan mitra dagang utama (% perubahan tahunan) -1,4 6,8 3,3 3,5 Catatan: * kuartal 4 pada laju inflasi kuartal 4. ** Angka 2011 dari APBN-P dan 2012 dari APBN Sumber: Kementerian Keuangan, BPS lewat CEIC, Consensus Forecasts Inc., dan Bank Dunia Risiko penurunan yang Sementara skenario dasar bagi prospek ekonomi jangka pendek masih berkisar kepada signifikanterhadap pertumbuhan yang lebih lemah di ekonomi negara maju, melambatnya harga-harga prospek ekonomi komoditas dan berlanjutnya gejolak pasar keuangan, ada beberapa skenario lain dengan internasional masih tetap risiko penurunan yang lebih buruk, tetapi dengan kemungkinan yang lebih kecil, seperti ada… diuraikan pada Triwulanan edisi Oktober 2011. Bila salah satu dari kedua skenario yang lebih buruk itu – terhentinya pasar keuangan internasional atau bahkan penurunan yang lebih buruk dan berkelanjutan yang membayangi ekonomi-ekonomi berkembang (emerging) – maka goncangan yang menghantam Indonesia melalui saluran perdagangan, komoditas dan keuangan akan menjadi lebih kuat, yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi berada di bawah proyeksi dasar. Juga terdapat skenario dimana ketidakpastian di zona Euro akan selesai lebih cepat dari perkiraan, yang dapat memicu kembalinya aliran masuk modal yang kuat ke pasar-pasar berkembang (emerging) secara lebih cepat, beserta tantangan-tantangannya. …yang dapat memicu Setelah mengalami tingginya aliran masuk modal pada kuartal-kuartal yang lalu, neraca goncangan eksternal keuangan Indonesia bergerak menuju defisit yang tajam pada kuartal ketiga 2011 dengan negatif lebih lanjut aliran keluar modal portofolio yang disebabkan oleh peningkatan penghindaran risiko terhadap aliran portofolio dunia. Cadangan devisa juga mengalami penurunan yang cukup besar selama bulan dan terhadap harga dan permintaan komoditas September sementara penurunan yang lebih bertahap juga tercatat pada bulan Oktober dan November ketika aliran keluar portofolio investor asing mengalami perlambatan dan Rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika. Akan tetapi, jumlah cadangan devisa masih cukup besar dan dapat menutupi 2,3 kali jumlah hutang luar negeri jangka pendek yang jatuh tempo. Tanda-tanda awal pengaruh dari perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas terlihat pada penurunan yang belakangan tercatat pada nilai ekspor bulanan, dan penurunan pada neraca perdagangan. Aliran masuk penanaman modal asing (PMA) atau FDI juga menurun tetapi tetap bertahan kuat, dan dengan neraca berjalan yang hampir seimbang, aliran itu akan memiliki peran yang penting dalam menutupi kebutuhan pembiayaan luar negeri untuk Indonesia. Pencairan pinjaman swasta luar negeri dan tingkat roll-over tetap bertahan tetapi bila pembiayaan dalam dolar Amerika secara global mengalami pengetatan lebih lanjut, maka akan berdampak pada beberapa pengaruh yang penting, seperti bagi bank- bank dengan likuiditas valuta asing yang terbatas dan bagi ketersediaan pembiayaan perusahaan dari luar negeri yang lebih luas, termasuk kredit perdagangan. Namun Indonesia berada Kecuali biaya yang cukup besar bagi subsidi energi, defisit fiskal masih tetap dibatasi pada posisi yang cukup pada APBN 2012 dengan target sebesar 1,5 persen dari PDB, sedikit lebih rendah dari kuat untuk menghadapi perkiraan realisasi pada tahun 2011. Lebih penting lagi, APBN 2012 juga menetapkan goncangan tersebut dan sejumlah upaya untuk mengantisipasi berbagai situasi krisis yang mungkin terjadi, seperti upaya-upaya telah dilakukan untuk kerangka stabilisasi obligasi dan mekanisme penyesuaian belanja dan pembiayaan meningkatkan persiapan sesuai kebutuhan. Perencanaan dini dari tanggapan krisis tersebut juga dapat membantu, dalam menghadapi krisis dengan masih adanya masalah-masalah pada pencairan belanja pemerintah. Kebutuhan pembiayaan fiskal bruto untuk tahun 2012 berjumlah cukup besar tetapi Pemerintah memiliki beberapa penyangga dari saldo kasnya dalam hal terjadi kesulitan pendanaan sementara. Kebijakan moneter juga telah disesuaikan dengan lingkungan global, bersama-sama dengan inflasi domestik yang lebih rendah. Bank Indonesia memotong BI Rate sebesar 75 basis poin pada bulan Oktober dan November, walaupun dengan tingginya likuiditas dalam negeri, dampak sebenarnya dari pemotongan itu sendiri akan sulit dirasakan. ix Pertumbuhan pinjaman masih tetap kuat pada akhir bulan September dan sektor perbankan secara agregat berada pada kondisi yang sehat. UU Otoritas Jasa Keuangan yang telah lama ditunggu telah mendapatkan ratifikasi, yang membuka perkembangan pengaturan yang baru. Melihat ketidakpastian pasar yang terus berlangsung, adalah sangat penting untuk mengelola setiap risiko transisi dengan hati-hati dan juga menempatkan suatu UU jaring pengaman sektor keuangan sehingga kegagalan apapun yang akan dialami oleh lembaga-lembaga keuangan akan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Kemajuan reformasi yang Selain mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menangani dampak jangka pendek dari terus berlanjut terhadap goncangan apapun di masa depan, dengan melemahnya permintaan luar negeri yang iklim investasi dan tampaknya akan terus berlangsung, sekarang adalah waktu yang tepat untuk investasi investasi pada dan reformasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan dalam negeri dan infrastruktur dapat membantu menurunkan menarik aliran masuk modal yang lebih stabil dengan jangka yang lebih panjang. APBN rintangan-rintangan dunia 2012 sekali lagi meningkatkan belanja modal secara signifikan, walaupun tantangan usaha, mendukung pencairan anggaran yang masih terus terjadi dapat merintangi efektivitas dari peningkatan lingkungan penciptaan alokasi terhadap infrastruktur tersebut. inovasi dan memperkuat prospek pertumbuhan Peningkatan iklim investasi dan infrastruktur dapat mendorong kinerja positif baru-baru ini jangka menengah… padasektor manufaktur Indonesia, yang sebelumnya sempat melemah selama satu dekade setelah krisis Asia. Cakupan peningkatan produktivitas pada industri pengolahan dan sektor-sektor lain melalui penggunaan dan penyesuaian teknologi juga dapat ditingkatkan dengan penyempurnaan lebih lanjut pada kualitas pendidikan angkatan kerja dan lingkungan kelembagaan bagi riset dan pengembangan. …dan juga mendukung Upaya-upaya untuk mendukung pertumbuhan selanjutnya dari sektor industri pengolahan penciptaan lapangan dan jasa yang berkaitan dapat berperan penting dalam mendukung penciptaan lapangan kerja berkualitas untuk kerja yang berkualitas, yaitu pekerjaan dengan produktivitas dan upah yang lebih tinggi, pembagian manfaat yang dapat membantu menyerap sekitar dua juta penduduk yang masuk ke dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia masa depan angkatan kerja setiap tahun. Sehubungan dengan prospek pertumbuhan yang lebih secara lebih merata inklusif, UU BPJS yang baru ditetapkan mengenai badan penyelenggara jaminan sosial merupakan tahap yang penting dalam proses menuju suatu sistem jaminan sosial yang menyeluruh dan baru bagi seluruh rakyat Indonesia, walaupun masih banyak hal yang harus dilakukan pada sisi pelaksanaan. x A. PERKEMBANGAN EKONOMI DAN FISKAL TERKINI 1. Masa bergejolak berlanjut pada ekonomi dan pasar keuangan dunia… Perkembangan Perkembangan situasi eksternal Indonesia masih terus didominasi oleh dampak krisis pereekonomian dan hutang zona Euro dan berlanjutnya potensi melemahnya kegiatan ekonomi. Pasar keuangan internasional keuangan internasional masih sangat sensitif terhadap perkembangan politik yang masih terus bergejolak… berlangsung di kawasan Euro dan AS, dan juga terhadap setiap pergerakan cepat informasi yang terjadi di negara-negara ekonomi maju. Gejolak yang terus berlanjut ini terjadi sesuai estimasi skenario dasar (baseline) jangka pendek yang diuraikan pada Triwulanan edisi Oktober 2011. …didominasi oleh Kekhawatiran atas kebutuhan pembiayaan fiskal atau keberlangsungan hutang jangka tantangan ekonomi dan menengah makin menyebar ke negara-negara utama di zona Euro (Gambar 1). Yield politik krisis hutang zona (imbal balik) obligasi di Italia dan Spanyol meningkat makin tinggi dan yield negara- Euro… negara lain, seperti Prancis, juga turut meningkat, sebagian disebabkan oleh potensi beban yang akan mereka tanggung dalam mendukung negara-negara anggota lainnya. Tanggapan politik dan kebijakan terhadap krisis hutang berubah hampir setiap hari, yang mempengaruhi perkembangan pasar. Debat terus berlangsung berkenaan dengan kebijakan dan institusi apa yang seharusnya mengambil peran dalam menangani krisis ini. Pada awal bulan Desember kebijakan tanggapan yang diusulkan telah bergeser lebih dekat kepada kemungkinan kebijakan “penggabungan fiskal (fiscal union)

Основные сведения
Тип документа Working Paper
Дата принятия
Страна Индонезия
Источник Всемирный банк