Группа Всемирного банка · Working Paper

Routes to recovery in post-tsunami Aceh and Nias : infrastructure reconstruction through the IRFF projects : Jalan menuju pemulihan di Aceh and Nias pasca-tsunami rekonstruksi : infrastruktur melalui proyek-proyek IRFF

Индонезия Всемирный банк
Открыть оригинал документа

Полный текст размещён на сайте публикующей организации. lawenc.com индексирует метаданные и ведёт на официальный источник.

Полный текст

59077 JALAN MENUJU PEMULIHAN DI ACEH & NIAS PASCA-TSUNAMI REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR MELALUI PROYEK-PROYEK IRFF Daftar Isi Prakata 3 Singkatan dan Akronim 6 Jalan Menuju Pemulihan 7 Jalan Raya Pengharapan 11 Air dari Sungai (Krueng) Aceh 19 Jalur ke Calang 25 Hasil dari Penghalang Ombak Padang Lageun 31 Jalan Two-in-One 35 Dari Simpang Mamplam ke Keude Samalanga 41 Prasarana Bagi Kesejahteraan 47 Pelabuhan di Gunung Sitoli 55 JALAN MENUJU PEMULIHAN DI ACEH & NIAS PASCA-TSUNAMI REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR MELALUI PROYEK-PROYEK IRFF Kantor Bank Dunia Jakarta Kantor MDF Jakarta Gedung Bursa Efek Indonesia Tower II / Lantai 12 Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I / Lantai 9 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12910 Indonesia Jakarta 12910 Indonesia Tel: +62(21)5299-3000 Tel: +62(21)5229-3000 Fax: +62(21)5299-3111 Fax: +62(21)5229-3111 www.worldbank.org www.multidonorfund.org Dicetak Tahun: 2010 Publikasi ini adalah produk Bank Dunia dan Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias Pengakuan Booklet ini disiapkan oleh kelompok kerja proyek yang terdiri dari Suhail Jme'an, Khairy Al-Jamal, Agus Sjamsudin, Kris Hedipriyantoko, Lixin Gu, Andre Bald. Dengan dukungan dari: Rebekka Hutabarat, Ira Marina External Relations: Randy Salim, Puni Ayu Anjungsari Indrayanto Pewawancara dan Penulis Kontributor: Yuli Ismartono Design & Layout: Indra Irnawan & Aisuke Penterjemahan: Marcellinus Jerry Winata & Hendrayatna Tafianoto Foto: Edwin Karambe (GHD) Didanai oleh: Multi Donor Trust Fund 2 Prakata Pemulihan bencana tsunami pada bulan Desember 2004 dan gempa lanjutan pada bulan Maret 2005 menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Indonesia. Sebagai daerah bencana terparah, Provinsi Aceh dan Kepulauan Nias mengalami korban jiwa, kehilangan tempat tinggal, gangguan perekonomian, dan kehancuran luar biasa. Besarnya skala bencana tersebut sangat membuat kewalahan dan memerlukan bantuan dunia. Dari gelombang kehancuran itu, timbul gelombang solidaritas yang lebih besar dari kawan-kawan Indonesia di komunitas internasional. Multi Donor Fund untuk Aceh & Nias dibentuk pada 10 Mei 2005 oleh Pemerintah Indonesia dan komunitas internasional untuk membantu mengkoordinasikan dana yang disediakan bagi rekonstruksi pascabencana. MDF menghimpun komitmen pemberian dana senilai kira-kira $678 juta dari 15 donor bilateral dan multilateral (Komisi Eropa, Belanda, Inggris, Bank Dunia, Swedia, Denmark, Norwegia, Kanada, Bank Pembangunan Asia, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Finlandia, Selandia Baru, dan Irlandia), serta telah menunjukkan kemampuannya sebagai mitra tepercaya bagi Pemerintah Indonesia dalam proses pemulihan. JALAN MENUJU PEMULIHAN DI ACEH & NIAS PASCA-TSUNAMI 3 REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR MELALUI PROYEK-PROYEK IRFF Sebagai tanggapannya, Pemerintah Indonesia mendirikan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) untuk memimpin dan mengelola semua aspek pemulihan. Prioritas BRR adalah memberi perumahan dan membangun kembali infrastruktur penting. Bank Dunia, yang merupakan mitra MDF dan juga Pemerintah Indonesia, berperan penting dalam program pemulihan pascabencana. Salah satu program tersebut adalah Fasilitas Pendanaan Rekonstruksi Infrastruktur (IRFF) yang berfokus pada rekonstruksi pasokan air utama dan sistem drainase, sumber daya air, serta infrastruktur jalan dan pelabuhan di Aceh dan Nias. Meskipun pelaksanaan IRFF mengalami banyak tantangan dan keterlambatan karena lemahnya kapasitas lokal dan kondisi yang sulit, proyeknya sudah hampir selesai dan sebagian besar hasil yang diharapkan sudah tercapai. Laporan ini memberikan gambaran berupa tanggapan penduduk setempat secara terbuka terhadap beberapa proyek di bawah IRFF dan dampaknya terhadap kehidupan mereka sehari-hari. Tampak jelas bahwa IRFF telah menghasilkan dampak positif yang berarti. Kami berbahagia atas pencapaian ini dan bangga atas kerja sama, dedikasi, dan kerja keras berbagai pihak yang telah membantu membangun kembali masa depan yang lebih baik bagi Aceh dan Nias. Kami pun berterima kasih kepada kawan-kawan kami di komunitas internasional atas dukungan yang tak pernah putus. Irwandi Yusuf Agoes Widjanarko Stefan G. Koeberle Gubernur Aceh Sekretaris Jenderal Kementerian Direktur Bank Dunia untuk Pekerjaan Umum Indonesia 4 JALAN MENUJU PEMULIHAN DI ACEH & NIAS PASCA-TSUNAMI 5 REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR MELALUI PROYEK-PROYEK IRFF Singkatan dan Akronim IREP Infrastructure Reconstruction Enabling Program (Program Dukungan Rekonstruksi Infrastruktur) IRFF Infrastructure Reconstruction Financing Facility (Fasilitas Pendanaan Rekonstruksi Infrastruktur) MDF Multi Donor Fund for Aceh & Nias (Dana Multi Donor untuk Aceh & Nias) NGO Non-Governmental Organization (LSM/Lembaga Swadaya Masyarakat) USAID US Agency for International Development (Lembaga Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional) 6 Jalan Menuju Pemulihan Rekonstruksi Infrastruktur di Aceh dan Nias Melalui Proyek- Proyek IRFF Gempa bumi dan tsunami pada dan rumah penduduk. Tak lama Rekonstruksi (BRR), sebuah badan bulan Desember 2004 telah kemudian, pada bulan Maret otonom yang dibentuk Pemerintah menyebabkan kematian dan 2005, terjadi lagi gempa yang Indonesia untuk memimpin upaya kehancuran besar di daerah pantai menyebabkan kerusakan berat dan pemulihan dan rekonstruksi. di sekitar Samudera Hindia, korban jiwa di Pulau Nias yang Mandat BRR berakhir pada termasuk di Indonesia, Thailand, terletak di Provinsi Sumatera Utara April 2009 dan kini, Badan Sri Lanka, dan Provinsi Tamil dan sebagian wilayah Aceh. Karena Perencanaan dan Pembangunan Nadu di India. Lebih dari 300.000 itu, rekonstruksi infrastruktur yang Nasional (Bappenas)-lah yang orang kehilangan nyawanya dan rusak menjadi prioritas utama bagi memegang tanggung jawab 230.000 di antaranya berasal dari Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk mengkoordinasikan upaya Indonesia, yaitu dari Provinsi Aceh pemulihan setelah kedua bencana rekonstruksi yang tersisa setelah di ujung utara Pulau Sumatera. alam besar tersebut. berakhirnya masa tugas BRR. Gempa delapan menit berkekuatan 9,3 pada skala Richter ini Kehancuran luar biasa di Aceh Dana Amanah Multi-Donor untuk merupakan gempa terbesar kedua dan Nias telah mengundang Aceh dan Nias (Multi-Donor di dunia yang pernah tercatat. simpati dunia sehingga terkumpul Trust Fund for Aceh and Nias - Guncangannya menimbulkan hampir US$ 7 miliar untuk MDF) dibentuk untuk mendukung gelombang setinggi 30 meter yang mendanai program rekonstruksi upaya Pemerintah Indonesia menerjang ke darat sampai sejauh dan rehabilitasi. Pemerintah dalam mengkoordinasikan dan dua kilometer dan menghancurkan Indonesia mengkoordinasikan menggerakkan bantuan donor bagi semuanya: pelabuhan, jalan, keseluruhan upaya rekonstruksi rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh jembatan, bendungan, bangunan, melalui Badan Rehabilitasi dan dan Nias. MDF mengumpulkan JALAN MENUJU PEMULIHAN DI ACEH & NIAS PASCA-TSUNAMI 7 REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR MELALUI PROYEK-PROYEK IRFF JALAN MENUJU PEMULIHAN kontribusi bernilai sekitar US$678 terkoordinasi antara Pemerintah Proyek IRFF membiayai juta dari 15 donor untuk menunjang Indonesia dan MDF. Dana senilai serangkaian pekerjaan pelaksanaan program pemulihan US$ 137 juta telah dialokasikan oleh rekonstruksi infrastruktur bermutu dan rekonstruksi pemerintah. MDF MDF melalui Fasilitas Pendanaan tinggi yang mencakup jalan dipimpin oleh Komite Pengarah Rekonstruksi Infrastruktur (IRFF), nasional, provinsi, dan kabupaten, yang beranggotakan perwakilan sedangkan Pemerintah Indonesia jembatan, pelabuhan, dan sistem dari pemerintah pusat dan provinsi, menyediakan tambahan US$107.3 air. Melalui berbagai pekerjaan donor, dan masyarakat madani, juta untuk pendanaan bersama tersebut, IRFF berkontribusi serta dikelola oleh Bank Dunia melalui BRR. Selain itu, IRFF pun terhadap rekonstruksi jaringan selaku pemegang amanah (trustee). ditunjang oleh Program Dukungan transportasi strategis di Aceh dan MDF menyumbangkan kira-kira Rekonstruksi Infrastruktur (IREP) Nias. IRFF menggunakan rencana sepuluh persen dari keseluruhan senilai US$ 42 juta yang juga investasi infrastruktur setempat dana rekonstruksi untuk Aceh dan didanai MDF. Kedua proyek dan strategi IREP yang dibuat Nias. Dana tersebut disalurkan ini dijalankan bersama-sama bersama-sama dengan BRR, melalui 23 proyek di berbagai untuk mendukung perancangan, untuk mengidentifikasi proyek bidang yang mencakup pemulihan pembiayaan, dan pelaksanaan lebih yang dapat dilaksanakan. Kajian komunitas, infrastruktur besar dari 52 subproyek infrastruktur dampak lingkungan dan rencana dan transportasi, penguatan oleh Pemerintah Indonesia. pengelolaan terkait memastikan pemerintahan dan peningkatan Pelaksanaan proyek pada awalnya bahwa perlindungan lingkungan kapasitas, pelestarian lingkungan, dilakukan melalui BRR, tetapi sudah siap. Lingkungan operasi penyempurnaan proses pemulihan setelah selesainya masa tugas BRR, yang sulit menjadi tantangan secara keseluruhan, serta maka pelaksanaan ditransisikan bagi pelaksanaan proyek, baik pembangunan ekonomi dan mata ke Kementerian Pekerjaan Umum secara fisik maupun kelembagaan. pencaharian. Pusat dalam koordinasi dengan Bencana yang terjadi telah Dinas Pekerjaan Umum Provinsi. berdampak besar terhadap Tugas besar merekonstruksi Bank Dunia bertugas mengawasi infrastruktur, terutama di daerah infrastruktur utama di Aceh dan sebagai Lembaga Mitra MDF bagi yang paling parah di sepanjang Nias dilaksanakan melalui upaya kedua proyek tersebut. pantai barat Aceh. Jembatan, 8 jalan, pelabuhan, dan infrastruktur mencakup pembangunan kembali infrastruktur skala besar telah lainnya luluh lantak, sementara pelabuhan, sistem drainase, dan dimulai, yaitu konstruksi jalan kapasitas kelembagaan setempat sistem air. Bagian dari garis pantai nasional oleh IRFF sepanjang 50 telah melemah akibat konflik dan muara sungai yang rusak kilometer dari Calang ke Meulaboh selama beberapa dekade. dibangun kembali dan diperkokoh di pantai barat Aceh, termasuk lagi dengan penghalang ombak dan Jembatan Kuala Bubon. Proyek ini Proyek berfokus terutama pada dinding pelindung pasang yang diperkirakan mampu memberikan rekonstruksi infrastruktur transpor baru. manfaat bagi mata pencaharian dan yang penting untuk memberikan akses terhadap layanan dasar bagi akses ke pusat kegiatan ekonomi. IRFF dan IREP telah memberikan lebih dari 900.000 penduduk. Dalam kasus tertentu, seperti di ibu hasil yang sangat berarti karena kota provinsi Banda Aceh, dibangun telah mendukung perancangan, Saat ini belum banyak laporan jalan yang betul-betul baru. pembiayaan, dan pelaksanaan lebih mengenai dampak keseluruhan Langkah ini dimaksudkan untuk dari 52 subproyek infrastruktur dari infrastruktur yang baru memastikan supaya para penduduk oleh Pemerintah Indonesia. Sampai dibangun dan direkonstruksi memiliki peluang keberhasilan dengan 30 September 2010, 50 di daerah yang terkena gempa yang lebih besar saat menjalani subproyek telah diselesaikan, dan tsunami. Dalam upaya kembali hidupnya seperti sebelum sementara dua lagi masih dalam mendokumentasikan pandangan tsunami. Selain itu, sejumlah jalan pembangunan, dan satu lagi jujur dari penduduk yang tinggal dipilih untuk perbaikan tak hanya sedang disiapkan untuk dimulai. di daerah pelaksanaan proyek karena mengalami kerusakan Sejauh ini, kedua proyek yang IRFF dan IREP, seorang jurnalis akibat gempa dan tsunami, tetapi dijalankan bersamaan tersebut ditugaskan mengunjungi sejumlah juga karena jalan tersebut sudah telah membangun kira-kira 500 lokasi proyek untuk mewawancarai lama terabaikan akibat konflik kilometer jalan tingkat nasional dan para penduduk yang merasakan bersenjata selama 25 tahun di Aceh provinsi, 87 kilometer jalan tingkat dampak pekerjaan infrastruktur, antara pemerintah dan Gerakan kabupaten, lima pelabuhan, dan baik langsung maupun tidak Aceh Merdeka (GAM). Program 11 sistem pasokan air. Investasi langsung. Buklet ini menampilkan rekonstruksi infrastruktur juga strategis terakhir oleh MDF dalam hasil pengumpulan informasi JALAN MENUJU PEMULIHAN DI ACEH & NIAS PASCA-TSUNAMI 9 REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR MELALUI PROYEK-PROYEK IRFF tersebut, yang dimaksudkan untuk Tulisan ini hanyalah catatan memberikan gambaran tentang jurnalistik yang dimaksudkan tanggapan penduduk setempat untuk mengumpulkan kesan dan terhadap beberapa proyek dan persepsi penduduk di Aceh dan dampak proyek pada kehidupan Nias mengenai dampak upaya sehari-hari mereka. pemulihan terhadap kehidupan mereka, juga harapan dan Laporan ini juga menampilkan kekecewaan mereka, serta cara pandangan pejabat publik setempat, mereka menghadapi realita baru seperti bupati dan pejabat senior. setelah bencana besar enam tahun Namun, sebagian besar komentar lalu. berasal dari para penduduk yang mengungkapkan pendapatnya Penduduk Aceh dan Pulau secara jujur dan terbuka tentang Nias menghadapi tantangan pandangan mereka terhadap besar seiring berakhirnya upaya perubahan yang terjadi di sekitar pemulihan. Namun, dengan adanya mereka setelah pembangunan dan fasilitas baru yang diberikan rehabilitasi jalan perkotaan dan melalui berbagai proyek IRFF dan pedesaan, pelabuhan, sistem air, IREP, mereka kini memiliki dasar serta berbagai fasilitas lainnya. yang lebih kuat untuk membangun kembali kehidupan mereka dan Kumpulan cerita berikut ini berusaha mencapai pertumbuhan tidak dimaksudkan sebagai ekonomi berkelanjutan. analisis atau studi mendalam atas dampak berbagai proyek. 10 Jalan Raya Pengharapan Nama Proyek : Jalan Akses Kota Baru, Banda Aceh Biaya : US$ 2,99 Juta Tanggal Penyelesaian Pembangunan : 31 Maret 2009 Serah Terima Manajemen Aset : 9 April 2009 Sebelum Sesudah JALAN MENUJU PEMULIHAN DI ACEH & NIAS PASCA-TSUNAMI 11 REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR MELALUI PROYEK-PROYEK IRFF JALAN RAYA PENGHARAPAN Jalan raya baru sepanjang dua kilometer di sebelah selatan Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh, belum juga dinamai tiga bulan setelah resmi dibuka pada April 2009. Tetapi, jalan raya berlajur empat yang nama proyeknya adalah

Основные сведения
Тип документа Working Paper
Дата принятия
Страна Индонезия
Источник Всемирный банк