Группа Всемирного банка · Environmental Assessment

Indonesia - Jakarta Urgent Flood Mitigation Project : environmental assessment (Vol. 4 of 14) : Analisis dampak lingkungan hidup : Kegiatan pengerukan sungai dan Waduk di dki Jakarta fase 1

Индонезия Всемирный банк
Открыть оригинал документа

Полный текст размещён на сайте публикующей организации. lawenc.com индексирует метаданные и ведёт на официальный источник.

Полный текст

E2658 v. 4 RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (RKL) KEGIATAN PENGERUKAN SUNGAI DAN WADUK DI DKI JAKARTA FASE 1 DALAM RANGKA JAKARTA URGENT FLOOD MITIGATION PROJECT / JAKARTA EMERGENCY DREDGING INITIATIVE PROJECT (JUFMP / JEDIP) JAKARTA 2010 KATA PENGANTAR Project Management Unit (PMU), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum yang akan melaksanakan Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk di DKI Jakarta Fase 1 Dalam Rangka Jakarta Urgent Flood Mitigation Project/Jakarta Emergency Dredging Initiative Project (JUFMP/JEDIP) merasa berkewajiban untuk ikut berperan serta dalam melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Berdasarkan hasil kajian ANDAL telah diidentifikasi adanya dampak- dampak penting akibat kegiatan tersebut baik pada tahap pra pengerukan, tahap pengerukan maupun tahap pasca pengerukan yang perlu dikelola agar kelestarian lingkungan dapat tercapai. Usaha-usaha pengelolaan terhadap dampak penting tersebut secara rinci diuraikan dalam dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) ini. Dengan adanya dokumen RKL dan RPL ini diharapkan dampak negatif yang akan muncul dapat dikurangi atau dihindari, dan dampak positif yang akan muncul dapat ditingkatkan atau dikembangkan. Atas kerjasama, perhatian serta bantuan dari semua pihak khususnya tim teknis dan komisi Amdal Daerah Provinsi DKI Jakarta sehingga dokumen RKL dan RPL ini dapat tersusun, kami ucapkan terima kasih. Jakarta, Februari 2010 Project Management Unit (PMU) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) [ i ] Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................ ii DAFTAR TABEL ........................................................................................... iv DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... v DAFTAR PETA ............................................................................................ vi BAB I PENDAHULUAN I-1 1.1 LATAR BELAKANG ..................................................................................................................I-1 1.2 KEBIJAKAN TERHADAP PELAKSANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP ......................I-3 1.3 TUJUAN DAN KEGUNAAN RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP ..........................I-4 1.3.1 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup ......................................................I-4 1.3.2 Kegunaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup..................................................I-4 1.3.2.1 Kegunaan Bagi Pemrakarsa ........................................................................I-4 1.3.2.2 Kegunaan Bagi Pemerintah Daerah ............................................................I-5 1.3.2.3 Kegunaan Bagi Masyarakat ........................................................................I-5 BAB II PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP II-1 2.1 PENDEKATAN TEKNOLOGI .................................................................................................... II-1 2.2 PENDEKATAN SOSIAL EKONOMI ........................................................................................... II-1 2.3 PENDEKATAN INSTITUSI........................................................................................................ II-1 BAB III RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (RKL) III-1 3.1 DAMPAK PADA TAHAP PRA PENGERUKAN .......................................................................... III-1 3.1.1 Persepsi Masyarakat ................................................................................................ III-1 3.2 DAMPAK PADA TAHAP PENGERUKAN ................................................................................. III-2 3.2.1 Kualitas Udara dan Kebauan ................................................................................... III-3 3.2.2 Kebisingan ............................................................................................................... III-4 3.2.3 Kuantitas Air Permukaan......................................................................................... III-6 3.2.4 Kualitas Air Permukaan........................................................................................... III-7 3.2.5 Limbah/Sampah Padat ............................................................................................. III-8 3.2.6 Kesempatan Kerja dan Berusaha ........................................................................... III-10 3.2.7 Persepsi Masyarakat .............................................................................................. III-11 3.2.8 Gangguan Kamtibmas ........................................................................................... III-13 3.2.9 Sarana dan Prasaran Kota ...................................................................................... III-14 3.2.10 Transportasi/lalu lintas .......................................................................................... III-15 3.3 DAMPAK PADA TAHAP PASCA PENGERUKAN.................................................................... III-17 3.3.1 Kuantitas Air Permukaan/Banjir............................................................................ III-17 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) [ ii ] Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) 3.3.2 Persepsi Masyarakat .............................................................................................. III-19 3.3.3 Transportasi/Lalu lintas ......................................................................................... III-20 3.4 STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP ......................................... III-24 3.5 SISTEMATIKA LAPORAN IMPLEMENTASI RKL DAN RPL .................................................... III-26 DAFTAR PUSTAKA Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) [ iii ] Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) DAFTAR TABEL Tabel III-1 Ringkasan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Jedi Fase 1 ....... III-27 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) [ iv ] Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) DAFTAR GAMBAR Gambar III-1 Struktur Organisasi Pengelolaan Lingkungan Tahap Pra Pengerukan, Pengerukan dan Pasca Pengerukan Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk dalam Rangka Jedi Fase 1................................................................... III-25 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) [ v ] Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) DAFTAR PETA Peta III-1 Lokasi Pengelolaan Lingkungan Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 ......................................................................................... III-23 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) [ vi ] Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Wilayah DKI Jakarta merupakan pusat politik dan ekonomi Indonesia, dengan populasi melebihi 24 juta. Wilayah Kota Jakarta sendiri berpenduduk sekitar 9 juta merupakan "Daerah Khusus Ibukota (DKI)". DKI terletak di delta Sungai Ciliwung dan sekitar 40% dari wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Setiap tahun, sebagian besar bagian kota mengalami banjir di musim hujan, umumnya dari bulan November hingga bulan April. Besarnya dampak yang diakibatkan oleh banjir di Ibu Kota telah menjadi isu Nasional akibat kerugian keuangan yang besar dan berdampak pada masyarakat di wilayah Jakarta. Dalam rangka mengurangi besarnya kerugian dan kerusakan akibat banjir, Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi serangkaian saluran pengendali banjir, saluran pembuangan dan waduk yang memerlukan perbaikan dalam waktu yang mendesak. Rehabilitasi bangunan ini akan mengurangi risiko banjir dan membawa manfaat langsung tehadap lebih dari satu juta orang yang tinggal dan bekerja di daerah-daerah rawan banjir. Pemerintah Indonesia telah mengajukan pinjaman kepada Bank Dunia untuk membiayai pekerjaan pengerukan dan perbaikan sebagian besar bagian dari sistem drainase yang ada di Jakarta. Salah satu proyek yang diusulkan adalah Jakarta Emergency Dredging Initiative-JEDI yang termasuk dalam Proyek Mitigasi Banjir Jakarta (Jakarta Urgent Flood Mitigation Project-JUFMP) yang bertujuan untuk mengurangi timbunan endapan di saluran pengendali banjir. Endapan tersebut dapat mengurangi kapasitas tampung menjadi setengah kali dari kapasitas desain. Salah satu kegiatan di dalam proyek JEDI adalah pekerjaan pengerukan ke 16 struktur drainase. Pemrakarsa proyek ini adalah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya dan serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta, dengan tanggung jawab untuk: 1) Tiga saluran drainase nasional di bawah kewenangan Ditjen Cipta Karya: (i) Tanjungan, (ii) Angke Hilir, dan (iii) Cideng-Thamrin. 2) Tiga banjir kanal di bawah kewenanganan Ditjen SDA: (i) Cengkareng Drain, (ii) Banjir Kanal Barat; dan (iii) Sunter. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) [ I1 ] Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) 3) Lima saluran drainase (DPU DKI): (i) Ciliwung-Gunung Sahari, (ii) Sentiong-Sunter, (iii) Grogol-Sekretaris, (iv) Pakin-Kali Besar-Jelakeng, dan (v) Krukut-Cideng. 4) Lima waduk (DPU DKI): (i) Waduk Pluit, (ii) Waduk Sunter Utara, (iii) Waduk Sunter Selatan, (iv) Waduk Sunter Timur III, dan (v) Waduk Melati. Pada Fase 1 dari proyek JEDI, empat saluran drainase/sungai dan satu waduk, telah dipilih sebagi lokasi uji perencanaan dan teknik desain serta metode-metode pengelolaan lingkungan hidup terhadap keseluruhan lokasi proyek. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena diperkirakan memiliki dampak lingkungan dan sosial yang relatif kecil, meskipun pekerjaan pengerukan tersebut harus memenuhi salah satu tujuan utama dari kegiatan proyek, dan memberikan manfaat yang signifikan terhadap upaya pencegahan banjir. Lokasi-lokasi yang termasuk ke dalam Proyek JEDI Fase 1 adalah: 1) Banjir Kanal Cengkareng Drain; 2) Saluran Drainase Ciliwung - Gunung Sahari; 3) Saluran Drainase Sentiong

Основные сведения
Тип документа Environmental Assessment
Дата принятия
Страна Индонезия
Источник Всемирный банк