Catatan Teknis November 2010 59829 Pengembangan Sektor Keuangan Peningkatan Akses terhadap Jasa Keuangan: Analisis dan Ide-Ide bagi para Penyusun Kebijakan Makna Penting: Akses terhadap jasa keuangan formal telah diakui secara luas akan peranan pentingnya di dalam meningkatkan sistem ekonomi dan keuangan yang inklusif, mengurangi ketimpangan pendapatan dan pemberantasan kemiskinan di seluruh dunia. Akan tetapi, hanya sekitar setengah dari penduduk Indonesia yang memiliki akses terhadap jasa keuangan formal. Bank umum, yang mendominasi sektor keuangan Indonesia, secara relatif hanya melayani sebagian kecil rumah tangga Indonesia. Kurang dari setengah penduduk Indonesia yang memiliki tabungan di bank, sementara hanya 17% penduduk yang meminjam dari bank. Peningkatan akses terhadap jasa keuangan formal tidak hanya akan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial; tetapi juga akan memberikan keuntungan bagi Pemerintah dan bank umum. Di Indonesia, masih terdapat sejumlah besar permintaan yang belum terpenuhi dimana konsumen menginginkan layanan keuangan formal namun tidak dapat memperolehnya, karena berbagai sebab, seperti tidak adanya produk yang tepat dan keterpencilan daerah mereka secara geografis. Kebijakan-kebijakan di masa lalu umumnya hanya menekankan pada pemeliharaan stabilitas sektor keuangan secara menyeluruh. Padahal, stabilitas dan peningkatan akses dapat dicapai secara beriringan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan data, analisis dan rekomendasi bagi penyusun kebijakan yang dapat membantu meningkatkan akses terhadap jasa keuangan di Indonesia. Apa itu akses terhadap jasa keuangan/ tahun 20091 adalah sebesar USD 4.204,8. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa sistem keuangan inklusif? Penelitian menunjukkan bahwa sekitar pendapatan per kapita dan populasi Pembiayaan mikro menjadi sangat populer separuh dari penduduk memiliki akses merupakan faktor utama yang dalam beberapa tahun terakhir dan operasi terhadap jasa keuangan formal. mempengaruhi jangkauan pelayanan sistem kredit mikro berkembang pesat di seluruh Gambar 1. Proporsi penduduk yang memiliki perbankan umum di Indonesia. Walaupun dunia. Pinjaman dalam skala kecil bagi akses keuangan formal bank umum memiliki wilayah jangkauan wirausahawan yang berasal dari rumah % yang luas, namun pelayanan mereka tidak tangga miskin dapat membantu mereka 100 cukup dalam hingga ke tingkatan masyarakat 80 untuk memperoleh penghasilan dan keluar Indonesia yang lebih miskin. 60 dari kemiskinan. Tabungan: Hampir 20% dari penduduk 40 Indonesia menabung secara informal 20 Dari pembiayaan mikro muncul konsep yang 0 lebih luas yaitu akses terhadap jasa keuangan Dari 68% penduduk Indonesia yang dan sistem keuangan inklusif, yang merujuk Sumber: Bank Dunia (2008); Bank Dunia (2009a). menabung, hanya 47% yang menabung di pada tingkat aksesibilitas individu atau bank. Data ini menunjukkan keberadaan perusahaan akan jasa dan produk keuangan Tingkat akses keuangan formal Indonesia potensi pasar yang besar bagi bank umum. seperti tabungan, kredit dan asuransi. berada di bawah Malaysia, Thailand dan Sri Lanka, namun masih lebih baik dari Gambar 2. Tingkat aksesibilitas jasa simpanan Berbeda dengan pandangan umum, akses terhadap jasa keuangan tidak hanya Bangladesh dan Filipina. 68% Terlayani jasa simpanan 32% Tidak terlayani terbatas kepada penyediaan kredit mikro, tetapi juga termasuk pembentukan aset Aspek sisi permintaan: Produk dan jasa keuangan dalam bentuk produk tabungan, apa yang dibutuhkan? Apa yang saat ini serta konsep pengurangan risiko keuangan tersedia bagi mereka? terhadap hal-hal yang tidak terduga melalui Hasil survei rumah tangga menunjukkan 0% 20% 40% 60% 80% 100% skema asuransi. adanya permintaan akan berbagai jenis jasa Bank Formal lainnya Hanya Informal Tidak menabung keuangan. Dari berbagai jenis tersebut, jasa Sumber: Bank Dunia (2009a). Untuk mengukur tingkat akses terhadap jasa keuangan yang terpenting adalah rekening Ketika melihat alasan keterbatasan keuangan di Indonesia, Bank Dunia telah tabungan bank; lebih dari 40% responden jangkauan, akses fisik ke kantor cabang melakukan penelitian dengan melihat sisi memiliki rekening tabungan bank, sementara bank/ATM bukanlah merupakan masalah permintaan dan penawaran akses terhadap hanya 17% yang meminjam dari bank. Alasan umum bagi nasabah bank. Masalahnya jasa keuangan, serta kerangka peraturan utama untuk memiliki rekening tabungan lebih terletak pada buruknya persepsi akan terkait yang berlaku. bank adalah `jaminan keamanan'. berbagai produk tabungan seperti tabungan yang ditawarkan bank umum. Produk- produk tersebut dianggap memiliki biaya Dimana posisi Indonesia saat ini? 1 Angka itu adalah PDB per kapita, PPP (dalam pemeliharaan yang tinggi dan diperparah Besarnya PDB per kapita Indonesia pada internasional $), Bank Dunia (2010b); Indikator dengan rendahnya tingkat pemahaman Pembangunan Dunia. Pengembangan Sektor Keuangan Catatan Teknis keuangan mengenai cara menabung secara asuransi individu, dimana penggunanya 2. Keberadaan bank akan sangat formal. Tingginya biaya administrasi bulanan harus membayar sendiri preminya, masih membantu dalam perluasan akses dan besaran persyaratan saldo minimum rendah. Hasil survei menunjukkan adanya jasa keuangan, karena mereka akan merupakan hambatan akan akses tabungan permintaan diantara rumah tangga miskin mendorong tercipatanya tekanan formal. bagi produk-produk asuransi mikro yang persaingan kepada pemberi jasa memberikan perlindungan dengan premi keuangan lainnya, yang pada akhirnya Pinjaman dan kredit: Hampir 33% rendah terhadap gangguan kesehatan dan akan menekan biaya dan meningkatkan penduduk Indonesia meminjam secara buruknya kondisi usaha, seperti gagal panen. kualitas jasa keuangan. informal Gambar 4. Kepemilikan asuransi pekerja sektor BRI Unit Desa merupakan penyedia Survei rumah tangga tentang permintaan pertanian & pekerja kantoran pembiayaan mikro utama di Indonesia akan pinjaman menunjukkan bahwa cukup % dengan basis nasabah yang luas. Bank ini 30 banyak penduduk Indonesia (60%) yang memiliki potensi besar untuk melayani meminjam uang. Akan tetapi hanya 27% 20 nasabah-nasabah berpenghasilan rendah. penduduk yang meminjam dari bank atau Perubahan kebijakan di sisi manajemen lembaga keuangan mikro (LKM). 10 mungkin diperlukan dalam hal struktur biaya 0 dan kebijakan pemberian pinjaman yang Gambar 3. Tingkat aksesibilitas jasa pinjaman Pendidikan Aset Kesehatan Jiwa berlaku, yang saat ini merintangi kemampuan Swasta 60% Terlayani jasapinjaman BRI Unit Desa untuk menjangkau calon Pekerja Sektor Pertanian Pekerja Kantoran 40% Tidak terlayani Sumber: Bank Dunia (2009a). nasabah berpenghasilan rendah. Perbandingan antar-pulau: Survei Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menunjukkan bahwa hampir 35% penduduk menawarkan kesempatan yang lebih luas desa di pulau Jawa telah mengakses jasa untuk mengakses jasa keuangan bagi rumah 0% 20% 40% 60% 80% 100% perbankan, bandingkan dengan hanya 20% tangga yang lebih miskin dan usaha mikro, Bank Semi-Formal Informal Tidak INGIN meminjam Tidak DAPAT meminjam penduduk desa di luar pulau Jawa untuk kecil dan menengah (UMKM). BPR umumnya Sumber: Bank Dunia (2009a). kategori yang sama. Ini membuktikan beroperasi dengan biaya yang relatif rendah Sebagian besar penduduk meminjam dari keberadaan permintaan jasa keuangan dan lokasinya dekat dengan masyarakat, sumber informal, seperti dari teman atau yang belum dapat terpenuhi di daerah- karena mereka memiliki pengetahuan lokal keluarga. Hasil survei juga menunjukkan daerah pedesaan di luar pulau Jawa, serta yang lebih baik dibanding bank-bank umum. bahwa sumber pembiayaan formal lebih menegaskan pentingnya peranan penyusun Akan tetapi kurangnya kapasitas sumber daya sering digunakan untuk pinjaman usaha, kebijakan untuk melakukan intervensi dan manusia menjadi hambatan bagi BPR untuk sementara sumber-sumber informal lebih mengurangi kesenjangan yang ada, dengan melayani rumah tangga berpenghasilan digunakan untuk kepentingan konsumsi. mendorong tersedianya pelayanan jasa rendah. Selain itu, BPR juga memiliki daerah keuangan yang lebih baik di daerah pedesaan operasional yang terbatas secara geografis. Suku bunga: Suku bunga yang ditetapkan untuk pinjaman sangat bervariasi. Kredit dari bank umum dapat diperoleh dengan suku Aspek sisi penawaran: Siapa saja para Peraturan apa saja yang menghambat bunga sekitar 25% per tahun. Sementara pemain pasarnya dan apa peranan mereka akses terhadap jasa keuangan? pinjaman dari LKM dan skema kesejahteraan dalam memberikan akses terhadap jasa Di tahun 2001, Bank Indonesia (BI) memiliki suku bunga di atas 40%. Perlu keuangan? menetapkan prinsip Kenali Nasabahmu dicatat bahwa bank dan beberapa LKM Indonesia memiliki berbagai pemain pasar (Know-Your-Customer: KYC) bagi bank menawarkan suku bunga yang lebih rendah di dalam sistem perbankan. Secara singkat, umum dan BPR dalam upaya untuk bila sang peminjam memiliki rekening mereka adalah bank-bank tingkat pertama, memperkuat transparansi dan meningkatkan tabungan di bank. Dengan demikian, cara yaitu bank umum, serta bank tingkat kedua, informasi nasabah. Peraturan KYC yang sederhana untuk menekan biaya pinjaman seperti BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dan meminta penunjukkan dokumentasi yang adalah dengan membuka rekening tabungan BKD (Badan Kredit Desa). Beberapa pemain lengkap untuk memperoleh jasa keuangan di bank, yang berguna sebagai indikator pasar lainnya diantaranya adalah koperasi, menjadi hambatan akses jasa keuangan kelayakan kredit. LDKP (Lembaga Dana Kredit Pedesaan) dan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Asuransi: Terdapat perbedaan mencolok lembaga keuangan bukan bank (LKBB). Persyaratan identifikasi seperti KTP, SIM dalam penggunaan asuransi antara pekerja dan NPWP sulit untuk diperoleh, terutama Bank Umum dapat mengambil dua langkah pertanian dan pegawai kantoran. Pegawai bagi mereka yang memiliki penghasilan penting untuk memperluas akses terhadap kantoran memiliki kemungkinan sepuluh terbatas. Pendekatan yang lebih luwes untuk layanan keuangan. kali lebih besar dari pekerja pertanian untuk memenuhi prinsip KYC dan anti-pencucian membeli produk asuransi. Di Indonesia, 1. Sebagai inovator, bank merupakan uang telah diterapkan di negara-negara penjualan asuransi sangat condong terjadi lembaga yang paling mungkin untuk lain, seperti di Afrika Selatan, dan mungkin di kelompok berpenghasilan tinggi yang memunculkan terobosan teknologi dapat memberikan manfaat yang sama jika tinggal di daerah perkotaan. Sebagian besar guna melayani nasabah-nasabah diterapkan di Indonesia. pengguna asuransi adalah pegawai negeri berpenghasilan rendah di daerah- (fasilitas asuransi kesehatan) dan pengguna daerah terpencil, yang saat ini relatif membutuhkan biaya lebih tinggi. Fokus pada UMKM transportasi umum (fasilitas asuransi perjalanan). Dengan demikian, pengguna Secara luas, UMKM telah diakui memiliki Pengembangan Sektor Keuangan Catatan Teknis peranan penting dalam pembangunan tersebut, yang paling umum digunakan terlayani oleh bank dengan menggunakan ekonomi, dimana penelitian internasional adalah mesin ATM yang dapat menerima, cara dan biaya yang efisien. Karena jangkauan telah menunjukkan bahwa mereka mewakili menyimpan dan mengeluarkan uang tunai operasional posel yang luas, mobile phone sekitar 98% dari jumlah seluruh perusahaan serta perangkat point of source (POS) seperti banking menjanjikan peluang yang cukup dan menyerap sekitar 60% tenaga kerja sektor telepon selular/ponsel. besar untuk menyediakan jasa keuangan swasta. Akan tetapi mereka menjumpai bagi masyarakat miskin di daerah pedesaan. banyak hambatan ketika mengakses jasa Akan tetapi karena ATM harus dikosongkan Penetrasi ponsel di Indonesia mencapai 37% keuangan. dan diisi kembali secara teratur, akan lebih dari jumlah penduduk, sementara hanya menghemat biaya bila mereka ditempatkan 8,4% penduduk yang memiliki sambungan Hasil survei BI menunjukkan bahwa pada daerah-daerah dengan kepadatan telepon kabel. hambatan utama bagi usaha mikro adalah yang tinggi dan dengan jumlah nasabah Layanan mobile phone banking terus agunan, sementara untuk UKM adalah yang besar. Dengan demikian, layanan berkembang di Indonesia dan hingga akhir tingginya suku bunga. Bantuan terbesar yang perbankan melalui ponsel dapat menjadi tahun 2007, 23 bank telah menawarkan mereka harapkan dari Pemerintah adalah salah satu pilihan berbiaya rendah terbaik berbagai variasi layanan ini kepada para kredit, pelatihan dan informasi pasar. untuk menjangkau calon nasabah di desa- nasabahnya. Sayangnya layanan ini hanya Pinjaman kepada sektor UMKM di Indonesia desa terpencil.2 terbatas bagi para nasabah lama dan tidak memiliki proporsi yang cukup signifikan di cukup menjangkau populasi yang belum dalam total portofolio pinjaman perbankan. Mobile-phone banking dan penerapan terlayani bank. Indonesia juga merupakan Proporsi pinjaman tersebut terus meningkat praktik terbaik: Operasi perbankan salah satu dari sedikit negara yang memiliki dalam beberapa tahun terakhir, dan kini lewat ponsel (mobile phone banking) yang peraturan yang memperkenankan lembaga berada di kisaran 50%. bertujuan untuk meningkatkan jangkauan non bank untuk menerbitkan e-money jasa keuangan telah berkembang pesat melalui Telkomsel, salah satu penyedia jasa Gambar 5. Porsi Kredit UMKM terhadap total di negara-negara berkembang pada selular ternama. kredit beberapa tahun terakhir. Saat ini telah terjadi % Sayangnya, layanan perbankan yang 54 transformasi bentuk uang tunai kedalam 52 52 diberikan oleh operator seluler tidak dapat 51 sebuah nilai elektronis, yang memungkinkan 50 50 memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat 48 49 49 untuk disimpan dan dipindahkan melalui 47 miskin. Secara khusus, keterbatasan ini 46 ponsel. Di negara-negara yang telah berhasil 44 terletak pada ketidakmampuannya untuk 43 menciptakan sistem keuangan inklusif 42 melakukan pencairan dana dan fasilitas 40 melalui pemanfaatan ponsel, tersedia pemindahan dana antar individu (person- 38 sejumlah besar outlet jasa perbankan 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 to-person). Di beberapa negara lain, seperti sederhana (layanan penarikan dan Sumber: Bank Indonesia. Filipina, pengiriman dana dari satu orang ke pembayaran) yang memungkinkan transaksi orang lain dapat dengan mudah dilakukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program orang-ke-orang (person-to-person) di luar melalui ponsel. Sayangnya, kerangka terbaru pemerintah yang dimaksudkan kantor cabang/kas bank. Untuk mewujudkan peraturan yang berlaku di Indonesia saat ini untuk menjamin ketersediaan kredit kondisi seperti ini dibutuhkan penerbitan tidak memperkenankan hal tersebut. Hanya bagi para petani dan UMKM. Skema KUR peraturan yang sesuai dari pihak penyusun pemindahan dana antar rekening bank memberikan batasan risiko bagi bank umum kebijakan. Di Kenya, layanan mobile wallet sajalah yang diperkenankan. guna mendorong percepatan pembangunan yang ditawarkan oleh Safaricom hingga sektor primer dan pemberdayaan usaha kecil. September 20103 telah berhasil menarik 13 juta pelanggan (di negara yang kurang dari 4 Rekomendasi Kebijakan Utama Dengan KUR, bank umum dapat memberikan pinjaman kepada UMKM dimana 70% juta penduduknya memiliki rekening bank). Peraturan - Perubahan dalam kerangka kreditnya dijamin pemerintah. Per Desember Di Filipina, dua operator ponsel utamanya kebijakan bagi bank umum akan membantu 2009, pencairan KUR berada pada kisaran Rp juga menawarkan transaksi perbankan meningkatkan akses terhadap jasa keuangan 17,2 triliun yang dilakukan oleh enam bank berskala kecil melalui ponsel bagi sekitar 5,5 bagi rumah tangga miskin. KYC dapat pelaksana. Program ini memiliki potensi yang juta nasabah.4 disederhanakan bagi rekening-rekening besar untuk meningkatkan ketersediaan dalam jumlah kecil. Persyaratan kepemilikan kredit bagi rumah tangga miskin, walaupun Mobile phone banking di Indonesia: NPWP juga dapat dikesampingkan bagi masih menghadapi rintangan yang perlu Dengan kondisi geografis Indonesia yang pinjaman bernilai kecil yang tidak melampaui diatasi. tersebar luas, masalah utama yang muncul batas jumlah tertentu. adalah bagaimana menjangkau masyarakat Tabungan dan TabunganKu - Pemerintah miskin di daerah-daerah terpencil yang tidak menempatkan isu peningkatan akses jasa Peran TIK dalam meningkatkan akses terhadap jasa keuangan keuangan dalam posisi yang penting. Pihak 2 CGAP's "Using Technology to Build Inclusive berwenang pun sedang memprakarsai Peran teknologi informasi dan komunikasi Financial Systems" (2006). kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk (TIK) sangatlah penting dalam meningkatkan 3 http://www.bloomberg.com/news/2010- mengatasi hambatan dibidang jasa keuangan akses terhadap jasa keuangan tanpa 10-14/safaricom-of-kenya-will-boost-access- formal. Peluncuran produk tabungan baru meningkatkan biaya bagi penyedia jasa. to-credit-insurance-for-unbanked-.html, http:// www.safaricom.co.ke bernama TabunganKu di awal tahun 2010 Bank memiliki sejumlah pilihan TIK yang 4 CGAP's "Regulating Transformational Branch- merupakan suatu langkah yang tepat karena dapat menggantikan peranan transaksi less Banking: Mobile Phones and Other Technol- kemampuannya untuk menyediakan akses melalui kantor cabang. Dari beberapa pilihan ogy to Increase Access to Finance" (2006). Pengembangan Sektor Keuangan Catatan Teknis layanan perbankan kepada jutaan penduduk berbiaya rendah untuk meningkatkan tujuan secara keseluruhan, target kelompok Indonesia yang memiliki kapasitas keuangan jangkauan operasional, skala keekonomian penduduk yang dituju dan keterkaitan antar untuk menabung, walaupun hanya dalam (economies of scale) yang dapat dicapai inisiatif kebijakan. jumlah yang kecil.5 Upaya-upaya tersebut melalui penggunaan agen-agen ritel Rasionalisasi program-program yang harus dilanjutkan pada skala yang lebih besar sangatlah penting untuk menurunkan biaya telah ada: Berbagai inisiatif kebijakan sistem untuk memberikan insentif bagi masyarakat per unit ke tingkat yang ekonomis. Dengan keuangan inklusif, terutama program kredit, pedesaan agar menabung lewat penyedia populasi yang menduduki peringkat keempat telah banyak bermunculan pada berbagai layanan formal seperti bank umum. Dampak terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi kementerian dan pemerintah daerah. ekonomi dari TabunganKu harus diukur. yang besar untuk mendorong operasi Seringkali keberadaan mereka bersifat saling Fungsi TabunganKu saat ini hanya sebatas mobile-phone banking dan mengurangi tumpang tindih atau bahkan kontradiktif. pada titik masuk yang baik bagi penduduk biaya. Karenanya, syarat yang diperlukan Program-program tersebut seharusnya dapat yang belum tersentuh oleh bank. Berbagai untuk mensukseskan mobile-phone dikonsolidasikan dan dirasionalisasikan guna insentif tambahan dapat diberikan guna banking adalah kerangka peraturan yang memaksimalkan efisiensi. mendorong para nasabah untuk "naik memungkinkan lembaga-lembaga komersial kelas" dari TabunganKu menjadi tabungan untuk beroperasi pada skala besar. Seperti Reformasi peraturan dan hukum: perbankan reguler di bank umum. telah disinggung sebelumnya, kerangka Memberikan bantuan teknis untuk Asuransi
Группа Всемирного банка · Brief
Improving access to financial services : analysis and ideas for policy-makers : Peningkatan akses terhadap jasa keuangan : analisis dan ide-ide bagi para penyusun kebijakan
Открыть оригинал документа
Полный текст размещён на сайте публикующей организации. lawenc.com индексирует метаданные и ведёт на официальный источник.
Полный текст
Основные сведения
Организация
Группа Всемирного банка
Тип документа
Brief
Страна
Индонезия
Источник
Всемирный банк