Investasi untuk 51935 Kesehatan dan Gizi Sekolah di Indonesia Joy Miller Del Rosso Rina Arlianti OKtOber 2009 Daftar Isi Daftar Isi i Daftar Tabel, Gambar, Kotak, dan Peta ii Ucapan Terima Kasih iii Akronim iv Daftar Propinsi v 1. Ringkasan Eksekutif 1 Kesehatan dan Gizi Buruk pada Anak-anak Usia Sekolah di Indonesia 2 Keuntungan Potensial dari Perbaikan Kesehatan dan Gizi Anak Usia Sekolah 3 Tahapan untuk Investasi Kesehatan dan Gizi Sekolah di Indonesia 4 2. Ringkasan Rekomendasi dan Langkah Selanjutnya 6 3. Pendahuluan 8 KGS dan Tujuan Pembangunan Milenium 10 4. Dampak Buruknya Kesehatan dan Gizi pada Pendidikan 11 Penyakit Menular pada Anak Usia Sekolah 12 - Diare dan Tifus 12 - Infeksi Saluran Pernapasan Akut 13 - Malaria 14 - Infeksi Parasit Usus 14 Kelaparan dan Gizi Buruk pada Anak Usia Sekolah 16 - Gagal Tumbuh pada Anak Usia Sekolah 16 - Defisiensi Mikronutrien 20 > Defisiensi Zat Besi 20 > Defisiensi Yodium 21 Gangguan Pancaindera 22 I Penyusunan laporan ini didanai Air dan Sanitasi 22 sebagian oleh Pemerintah Belanda 5. Potensi Keuntungan dari Perbaikan Kesehatan dan Gizi Anak Usia 23 INVESTASI UNTUK KESEHATAN & GIZI SEKOLAH DI INDONESIA dan Dana Perwalian Pendidikan Sekolah Dasar Komisi Eropa yang dikelola oleh Bank Dunia. Temuan, interpre- Sektor Pendidikan 24 tasi, dan kesimpulan yang diungkap- - Indikator Kunci Pendidikan 24 kan dalam laporan ini merupakan > Pendaftaran 24 pandangan penulis dan tidak secara otomatis mencerminkan pandangan > Kehadiran/Partisipasi dan Kemajuan 25 Bank Dunia, Pemerintah Belanda, Sektor Kesehatan 26 Komisi Eropa, atau Pemerintah 6. Tahapan untuk Investasi KGS di Indonesia 27 Indonesia. Bank Dunia tidak menjamin akurasi data yang dikutip Pendahuluan 27 dalam laporan ini. Program UKS 28 - Struktur Institusional dari UKS 29 Semua foto: ANTARA - Kekuatan dan Kelemahan UKS 29 Air dan Sanitasi di Sekolah 30 Klinik Kesehatan Dasar/Puskesmas dan Sekolah 31 Pemberian Makanan Tambahan di Sekolah 31 Layanan di Sekolah yang Didukung oleh Sektor Swasta dan LSM 31 7. Rekomendasi dan langkah Selanjutnya 32 DIcetaK Ulang JUnI 2010 Rekomendasi 34 Langkah Selanjutnya 35 8. Referensi 36 Daftar Tabel Ucapan Terima Kasih Tabel 1: Efektivitas Biaya dari Kesehatan dan Gizi Sekolah 9 Dokumen in merupakan hasil dari kegiatan analisis situasional yang dilaksanakan untuk Tabel 2: Sekilas tentang Kesehatan dan Gizi Sekolah 10 melakukan penilaian atas situasi kesehatan dan gizi sekolah, berbagai kebijakan terkait, mekanisme institusional, dan kegiatan/program kesehatan dan gizi sekolah yang tengah Tabel 3: Tingkat Infeksi Cacing Usus Sebelum dan Sesudah Program 15 berjalan di sektor pendidikan dasar; kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk Tabel 4: Akibat dari Defisiensi Mikronutrien pada Kesehatan, Perkembang 20 mengidentifikasi berbagai cara untuk memperkuat dan memperluas kesehatan dan dan Pendidikan gizi sekolah di Indonesia. Analisis situasional itu sendiri dilaksanakan pada tahun 2009 Tabel 5: Akses pada Air Bersih dan Sanitasi -- Perbandingan Antar Beberapa 22 oleh Joy Del Rosso (Manoff Group, Washington DC) dengan bantuan Rina Arlianti Negara (konsultan). Dalam melakukan tugasnya, kedua konsultan bekerja sebagai suatu tim Tabel 6: Statistik Pendidikan Dasar lintas-sektor untuk melakukan kunjungan lapangan, pertemuan-pertemuan, peninjauan 24 dan analisis atas berbagai dokumentasi terkait dengan kesehatan dan gizi sekolah di Tabel 7: Perilaku Anak Remaja yang Beresiko di Indonesia 26 Indonesia. Kunjungan lapangan itu sendiri dilaksanakan di Malang dan Batu. Tabel 8: Ilustrasi Inisiatif Air dan Sanitasi di Sekolah 30 Salah satu narasumber utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah dr. Widaninggar Widjajanti, Kepala Pusat Pengembagan Kualitas Jasmani, Kementerian Pendidikan Daftar Gambar Nasional. Narasumber dari Bappenas adalah Suharti, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini, dan Yosi Diani Tresna, Kepala Sub Direktorat Promosi Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Narasumber lainnya datang dari Kementerian Gambar 1: Prevalensi Diare pada Anak Sekolah Berusia 5-14 Tahun per Propinsi 12 Kesehatan; Kementerian Dalam Negeri; Kementerian Agama; Direktorat Pengembangan Gambar 2: Prevalensi Tifus pada Anak Berusia 5-14 Tahun per Propinsi 13 TK &SD dan Direktorat Pengembangan SMP; mitra donor utama di sektor Kesehatan dan Gizi Sekolah, termasuk UNICEF, Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Gambar 3: Persentase ISPA pada Anak Berusia 5-14 Tahun per Propinsi 13 Kesehatan Dunia (WHO), Micronutrient Initiative (MI), Proyek Layanan Lingkungan Gambar 4: Persentase Malaria pada Anak Berusia 5-14 Tahun per Propinsi 14 Hidup USAID, dan satu lembaga swadaya masyarakat yang bekerja di bidang kesehatan Gambar 5: Gagal Tumbuh pada Anak Berusia 6-15 Tahun per Propinsi 17 dan gizi sekolah: Yayasan Kusuma Buana. Gambar 6: Gagal Tumbuh Berdasarkan Usia dan Tempat Tinggal 17 Dalam kegiatan ini, Kota Malang direkomendasikan sebagai salah satu kabupaten/ Gambar 7: Tren Gagal Tumbuh di Tahun 1993-2007 Berdasarkan Usia 18 kota terbaik dalam pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Di Malang, para narasumber datang dari Dinas Pendidikan Kota, Puskesmas, serta kepala sekolah dan Gambar 8: Tren Gagal Tumbuh di Tahun 1993-2007 Berdasarkan Tempat Tinggal 18 II guru dari beberapa SD dan SMP. Narasumber di Batu datang dari Dinas Pendidikan Kota, III Gambar 9: Tingkat Anemia Karena Defisiensi Zat Besi berdasarkan Usia, Gender 19 Puskesmas, serta kepala sekolah dan guru dari beberapa SD dan SMP. dan Waktu Bank Dunia menyediakan dukungan teknis dan keuangan di bawah pengawasan INVESTASI UNTUK KESEHATAN & GIZI SEKOLAH DI INDONESIA INVESTASI UNTUK KESEHATAN & GIZI SEKOLAH DI INDONESIA Gambar 10: Tiga Pilar dan Aktivitas Utama dari Program UKS 19 Mae Chu Chang, Koordinator Sektor Pembangunan Manusia; Sheila Town, Petugas Gambar 11: Tingkat Anemia karena Defisiensi Zat Besi Berdasarkan Usia, Gender 21 Operasional; dan Claudia Rokx, Spesialis Kesehatan Utama. Dukungan keuangan dan Waktu disalurkan melalui Dana Amanat Kapasitas Pendidikan Dasar (BEC-TF). Eko Setyo Gambar 12: Tiga Pilar dan Aktivitas Utama dari Program UKS 28 Pambudi membantu membuat grafik dan diagram dari data yang ada. Gambar 13: Intervensi Kesehatan dan Gizi Sekolah yang Khas 28 Sebuah seminar di akhir studi diadakan oleh Bappenas, difasilitasi oleh Dr. Taufik Hanafi, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama. Daftar Kotak Kotak 1: Beban Ganda dari Gizi Buruk pada Anak Usia Sekolah 19 Kotak 2: Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS 26 Kotak 3: Perbaikan Kantin Sekolah 29 Daftar Peta Peta 1: Presentase Rumah Tangga dengan Garam Beryodium yang Cukup 21 Peta 2: Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Tingkat Pertama 25 Akronim Daftar Propinsi ARI Angka Partisipasi Murni (Net Enrollment Rate) Singkatan Nama Propinsi BAPPENAS Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (National Development Aceh Nanggroe Aceh Darussalam Planning Agency) Sulut Sulawesi Utara BIAS Bulan Imunisasi Anak Sekolah (School Immunization Program) Sumbar Sumatera Barat Depag Departemen Agama Riau Riau Depdagri Departemen Dalam Negeri Jambi Jambi Depdiknas Departemen Pendidikan Nasional Sulsel Sulawesi Selatan Depkes Departemen Kesehatan Bengk Bengkulu DS Deviasi Standar (Standard Deviation) Lampung Lampung EPI Expanded Program on Immunization (Perpanjangan Program Imunisasi) Babel Kepulauan Bangka Belitung FRESH Focusing Resources on Effective School Health (Pemfokusan Sumber Kepri Kepulauan Riau Daya pada Kesehatan Sekolah yang Efektif) Jakarta DKI Jakarta IDD Iodine Deficiency Disorders (Gangguan Kekurangan Yodium) Jabar Jawa Barat IQ Intelligence Quotient Jateng Jawa Tengah IRD International Relief and Development Yogya DI Yogyakarta ISPA Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Acute Respiratory Infection) Jatim Jawa Timur KGS Kesehatan Gizi dan Sekolah (School Health and Nutrition) Banten Banten LSM Lembaga Swadaya Masyarakat (Non-Governmental Organization) Bali Bali MDG Millennium Development Goal (Tujuan Pembangunan Milenium) NTB Nusa Tenggara Barat MOU Memorandum of Understanding (Nota Kesepakatan) NTT Nusa Tenggara Timur IV V NHHS National Health and Household Survey (Survei Kesehatan dan Rumah Kalbar Kalimantan Barat Tangga Nasional) Kalteng Kalimantan Tengah INVESTASI UNTUK KESEHATAN & GIZI SEKOLAH DI INDONESIA INVESTASI UNTUK KESEHATAN & GIZI SEKOLAH DI INDONESIA SD Sekolah Dasar (Primary School) Kalsel Kalimantan Selatan SHN School Health and Nutrition (Kesehatan Gizi dan Sekolah) Kaltim Kalimantan Timur SISWA System Improvement for Sector-Wide Approaches (Peningkatan Sistem Sumut Sumatera Utara Pendidikan melalui Pendekatan Lingkup Sektoral) Sulteng Sulawesi Tengah SMA Sekolah Menengah Atas (Senior Secondary School) Sumsel Sumatera Selatan SMP Sekolah Menengah Pertama (Junior Secondary School) Sultra Sulawesi Tenggara SPM Standar Pelayanan Minimal (Minimum Service Standards) Goron Gorontalo UKS Usaha Kesehatan Sekolah (School Health Program) Sulbar Sulawesi Barat UNESCO United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization Maluku Maluku UNICEF United Nations Children's Fund Malut Maluku Utara USDA United States Department of Agriculture Pabar Papua Barat USAID United States Agency for International Development Papua Papua WFP World Food Program (Program Pangan Dunia) WHO World Health Organization (Organisasi Kesehatan Dunia) YKB Yayasan Kusuma Buana 1. Ringkasan Eksekutif Intervensi Kesehatan dan gizi Sekolah (KgS) atau School Health and Nutrition (SHN) adalah investasi yang penting untuk pendidikan karena kesehatan dan gizi buruk pada anak usia sekolah dapat menghambat tercapainya tujuan pendidikan. Dampak negatif dari penyakit dan gizi buruk pada anak-anak dapat terasa sepanjang masa pertumbuhan mereka. Selain itu meskipun resiko kematian yang diakibatkan penyakit dan gizi buruk pada anak usia sekolah cukup kecil, penyakit dan gizi buruk dapat mempengaruhi partisipasi dan kemajuan di sekolah serta proses belajar mereka. 1 Anak usia sekolah yang kelaparan dan bergizi buruk kebijakan dan program Kesehatan dan Gizi Sekolah yang memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah; dimulai pada tahun 2000 pada Forum Pendidikan Untuk INVESTASI UNTUK KESEHATAN & GIZI SEKOLAH DI INDONESIA kemampuan kognitif yang hilang pada usia ini bisa Semua di Dakar (Dakar Education for All Forum). Kerangka lebih besar daripada kemampuan kognitif yang hilang kerja ini menetapkan empat komponen inti yang perlu yang diakibatkan oleh kekurangan gizi dan kesehatan dipertimbangkan ketika merancang program-program yang buruk yang dialami selama masa usia dini. Tidak Kesehatan dan Gizi Sekolah, yaitu: kebijakan sekolah mengherankan bahwa anak usia sekolah dengan masalah yang berhubungan dengan kesehatan; pengadaan air gizi seperti ini memiliki kinerja yang lebih rendah serta bersih dan sanitasi; pendidikan kesehatan berbasis- berkemungkinan jauh lebih besar untuk mengulang kelas keterampilan; dan pelayanan kesehatan dan gizi di dan putus sekolah dibandingkan anak-anak yang tak sekolah. pernah mengalami masalah serupa. Sering absennya Intervensi KGS juga dapat meningkatkan kesetaraan. anak-anak yang bergizi buruk dan kurang sehat adalah Penyakit dan beberapa jenis gizi buruk lebih sering salah satu faktor kunci dari rendahnya kinerja mereka. menyerang mereka yang miskin daripada yang mampu. Sebenarnya, banyak jenis penyakit dan gizi buruk yang Anak-anak dari keluarga yang miskin cenderung kurang memberikan dampak pada anak usia sekolah dapat memiliki akses atau bahkan tidak mampu membayar dihindari atau diobati. Untuk menjangkau anak-anak biaya pengobatan. Intervensi KGS mampu mengubah tersebut, kita dapat menggunakan prasarana yang ketidaksetaraan ini dan, tidak seperti kebanyakan telah tersedia, yaitu sekolah, melalui intervensi KGS. intervensi pendidikan lainnya seperti penyediaan buku Selain itu, karena banyak jenis pengobatan dalam KGS teks, pelatihan guru atau lainnya yang cenderung lebih tidak membutuhkan biaya yang besar, intervensi KGS menguntungkan siswa yang berprestasi baik (yang benar-benar merupakan suatu intervensi kesehatan mungkin akan lebih meningkatkan ketidaksetaraan dalam yang efektif biaya. Kerangka kerja "Memfokuskan sistem pendidikan), KGS akan lebih menguntungkan bagi Sumber Daya pada Kesehatan Sekolah yang Efektif" anak-anak miskin dan memberi kesempatan bagi mereka (Focusing Resources on Effective School Health, FRESH) yang kurang beruntung untuk memanfaatkan sepenuhnya adalah kerangka kerja yang dibentuk melalui usaha peluang pendidikan mereka. antar lembaga untuk mempromosikan dan mendukung kekurangan zat besi dapat mempengaruhi perkembangan di tingkat kabupaten bervariasi secara signifikan mulai mental dan kemampuan kognitif anak. Sementara itu, dari 9 sampai 100 persen, dengan 21 persen kabupaten IDD dapat meningkatkan resiko komplikasi selama masa melaporkan bahwa kurang dari 50 persen rumah tangga kehamilan pada perempuan. IDD juga bisa berdampak di wilayahnya mengkonsumsi yodium secara cukup . secara langsung pada gangguan kognitif, baik pada bayi Anak
Группа Всемирного банка · Working Paper
Investing in school and health and nutrition in Indonesia : Investasi untuk kesehatan sekolah dan gizi di Indonesia
Открыть оригинал документа
Полный текст размещён на сайте публикующей организации. lawenc.com индексирует метаданные и ведёт на официальный источник.
Полный текст
Основные сведения
Организация
Группа Всемирного банка
Тип документа
Working Paper
Страна
Индонезия
Источник
Всемирный банк