73340 PERKEMBANGAN TRIWULANAN PEREKONOMIAN INDONESIA Menjaga ketahanan Oktober 2012 PERKEMB AN G AN TRIW ULAN AN PEREKONOMI AN INDONESI A Menjaga ketahanan Oktober 2012 Kata Pengantar Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia menyajikan perkembangan utama ekonomi Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Laporan ini menempatkan perkembangan tersebut dalam konteks jangka panjang dan global, serta memberikan penilaian terhadap prospek ekonomi dan kesejahteraan sosial Indonesia. Laporan ini ditujukan untuk khalayak termasuk pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, pelaku pasar keuangan, serta komunitas analis dan professional yang terlibat dalam ekonomi Indonesia. Laporan ini disiapkan dan disusun oleh tim kebijakan makro dan fiskal Bank Dunia Jakarta di bawah bimbingan Jim Brumby sebagai Lead Economist dan Sector Manager, Ndiame Diop sebagai Economic Adviser dan Lead Economist dan Ashley Taylor sebagai Country Economist. Tim penyusun terdiri dari Magda Adriani (harga komoditas), Alex Sienaert (lingkungan internasional, sektor eksternal, pasar keuangan dan ringkasan eksekutif), Fitria Fitrani (ekspor manufaktur dan sektor eksternal), Faya Hayati (harga dan sektor riil), dan Ahya Ihsan (fiskal dan RAPBN 2013). Kontribusi tambahan diterima dari Dwi Endah Abriningrum (fiskal dan RAPBN 2013), Neni Lestari (perbankan), The Fei Ming (sektor korporasi), Christopher Smith dan Siwage Dharma Negara (UU pendidikan tinggi), Staffan Synnerstorm, Erwin Ariadharma dan Enda Ginting (belanja untuk pegawai negeri). Pengeditan dan produksi dilakukan oleh Alex Sienaert, Arsianti, Faya Hayati dan Ashley Taylor. Komentar serta masukan yang cukup detail diberikan oleh Mark Ahern, Jim Brumby, Ndiame Diop, Alex Drees-Gross, Yue Man Lee, Samar Al-Samarrai, Theo Thomas dan Soekarno Wirokartono. Diseminasi diorganisir oleh Dini Sari Djalal, Farhana Asnap, Indra Irnawan, Jerry Kurniawan, Nugroho, Marcellinus Winata dan Randy Salim. Akhirnya, dukungan administratif yang sangat berharga diberikan oleh Titi Ananto, Sylvia Njotomihardjo dan Nina Herawati. Dokumen ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Nicolas Novianto dan diedit oleh Magda Adriani, Fitria Fitrani, Ahya Ihsan, Arsianti, Soekarno Wirokartono, Wahyoe Soedarmono, Enda Ginting and Siwage Dharma Negara. Laporan ini disusun oleh para staf International Bank for Reconstruction and Development /Bank Dunia, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia - AusAID melalui program Support for Enhanced Macroeconomic and Fiscal Policy Analysis (SEMEFPA). Temuan-temuan, interpretasi dan kesimpulan-kesimpulan yang dinyatakan di dalam laporan ini tidak selalu mencerminkan pandangan AusAID dan Pemerintah Australia, para Direktur Pelaksana Bank Dunia atau pemerintah yang diwakilinya. Bank Dunia tidak menjamin ketepatan data-data yang termuat dalam laporan ini. Batas-batas, warna, denominasi dan informasi-informasi lain yang digambarkan pada setiap peta di dalam laporan ini tidak mencerminkan pendapat Bank Dunia mengenai status hukum dari wilayah atau dukungan atau penerimaan dari batas-batas tersebut. Foto sampul depan dan bagian dalam merupakan Hak Cipta @ PT. Unilever, PT Indika Energy dan Bank Dunia. Semua Hak Cipta dilindungi. Untuk mendapatkan lebih banyak analisa Bank Dunia terhadap ekonomi Indonesia: Untuk informasi mengenai Bank Dunia serta kegiatannya di Indonesia, silakan berkunjung ke website ini www.worldbank.org/id Untuk mendapatkan publikasi terkait melalui e-mail, silakan menghubungi madriani@worldbank.org. Untuk pertanyaan dan saran berkaitan dengan publikasi ini, silakan menghubungi asienaert@worldbank.org. Daftar Isi Kata Pengantar iii Ringkasan eksekutif: Menjaga ketahanan v A. PERKEMBANG AN EKONOMI DAN FISKAL TERKINI 1 1. Ekonomi dunia telah melemah dan perkiraan (outlook) tetap tidak jelas 1 2. Walaupun dihadapkan pada lemahnya lingkungan eksternal, ekonomi Indonesia masih tumbuh dengan kuat 3 3. Defisit neraca berjalan meningkat cukup besar pada kuartal kedua tahun 2012 6 4. Laju inflasi tetap bertahan pada tingkat yang moderat 9 5. Ekuitas meningkat pada kuartal ketiga dan pertumbuhan kredit yang cepat terus berlanjut 11 6. Posisi fiskal tetap kokoh tetapi risiko telah meningkat 13 7. Banyaknya risiko eksternal, kebijakan tanggapan domestik kembali menjadi fokus 18 B. BEBERAP A PERKEMBANG AN TERBAR U PEREKONOMI AN INDONESI A 20 1. Ekspor manufaktur Indonesia: dinamika jangka pendek dan tren jangka panjang 20 a. Dinamika terakhir pada ekspor manufaktur Indonesia .............................................................. 20 b. Ekspor manufaktur dan impor barang modal dan setengah jadi .............................................. 23 c. Membangkitkan kembali pertumbuhan pada sektor manufaktur dan ekspor Indonesia ........ 24 2. RAPBN tahun 2013 dan alokasi belanja 25 a. Memperkuat ekonomi domestik sementara meningkatkan kesiapan menghadapi krisis ...... 25 b. Walaupun posisi fiskal kuat, ruang efektif bagi belanja pembangunan utama dibatasi oleh peningkatan belanja subsidi energi ............................................................................................. 27 c. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah memproyeksikan surplus pada 2016 ................... 30 C. INDONESI A TAHUN 2014 DAN SELANJUTNYA: TINJ AUAN PILIHA N33 1. Faktor pendorong pesatnya peningkatan belanja untuk pegawai negeri 33 a. Pendorong utama peningkatan belanja pegawai di Indonesia .................................................. 34 b. Tidak adanya mekanisme atau kebijakan pengimbang ............................................................. 36 2. Undang-Undang Pendidikan Tinggi: suatu pencapaian tetapi masih banyak tantangan di depan37 a. Potensi manfaat peningkatan akuntabilitas dan otonomi kelembagaan .................................. 37 b. Peningkatan otonomi pada era Paradigma Baru Indonesia dan pada UU PT tahun 2012 ...... 38 c. Usulan inovatif pada UU PT yang baru ........................................................................................ 40 d. Langkah berikutnya dan tantangan masa depan ........................................................................ 42 LAMPIRAN: INDIKATOR G AMBARAN EKONOMI INDONESI A 43 DAFTAR GRAFIK Gambar 1: Pertumbuhan Indonesia masih tetap kuat di tengah perlemahan permintaan eksternal.......................................................................................................................... v Gambar 2: Penurunan keseimbangan neraca berjalan telah terlihat di negara-negara di kawasan dan juga di Indonesia .................................................................................................... vi Gambar 3: Belanja subsidi dan pegawai terus mengambil bagian besar dari total belanja .......... ix Gambar 4: Pasar ekuitas menunjukkan pemulihan yang kuat pada kuartal ketiga dan volatilitas ekuitas AS menurun… ................................................................................................... 2 Gambar 5: …sementara biaya pendanaan dolar negara pasar berkembang turun dengan merosotnya spread risiko .............................................................................................. 2 Gambar 6: Pertumbuhan PDB meningkat menjadi 6,4 persen pada kuartal kedua tahun 2012… . 4 Gambar 7: …didorong oleh percepatan pertumbuhan investasi sementara ekspor bersih sangat membebani pertumbuhan.............................................................................................. 4 Gambar 8: Sejumlah indikator kegiatan ekonomi frekuensi tinggi menunjukkan tanda-tanda perlambatan .................................................................................................................... 4 Gambar 9: Aliran keluar neraca pembayaran sekali lagi didominasi oleh peningkatan defisit neraca berjalan ............................................................................................................... 6 Gambar 10: Penyempitan surplus perdagangan mendorong peningkatan defisit neraca berjalan… ........................................................................................................................ 7 Gambar 11: …dengan penurunan neraca berjalan juga terlihat pada sejumlah negara tetangga . 7 Gambar 12: Turunnya pertumbuhan ekspor diikuti penurunan impor ............................................. 9 Gambar 13: Inflasi headline dan inti tetap berada pada tingkat yang rendah ................................. 9 Gambar 14: Perbedaan harga beras dalam dan luar negeri telah turun dari tingkat tertinggi pada awal 2012......................................................................................................................... 9 Gambar 15: Ekuitas Indonesia mencatat pertumbuhan yang kuat pada kuartal tiga tapi Rupiah tetap melemah… ........................................................................................................... 11 Gambar 16: …walau pembelian oleh asing untuk ekuitas dan obligasi meningkat dengan kuat pada bulan September ................................................................................................. 11 Gambar 17: Pertumbuhan kredit masih tinggi, terutama kredit investasi dan modal kerja… ...... 13 Gambar 18: …dengan perkiraan pertumbuhan kredit riil pada nil ai tertinggi yang lalu ............... 13 Gambar 19: Produksi minyak yang dibawah proyeksi telah berkontribusi kepada penerimaan bukan pajak yang lebih rendah ................................................................................... 14 Gambar 20: Ekspor berbasis sumber daya alam turun dengan tajam, dan ekspor manufaktur Indonesia juga melemah… .......................................................................................... 21 Gambar 21: …dan perlambatan serupa pada nilai ekspor manufakt ur juga tercatat pada negara sewilayah ...................................................................................................................... 21 Gambar 22: Penurunan harga turut menarik turun sejumlah ekspor manufaktur berbasis sumber daya alam Indonesia ...................................................................................... 21 Gambar 23: Ekspor Indonesia telah bergeser ke komoditas mentah dan produk berbasis sumber daya alam ........................................................................................................ 22 Gambar 24: Pertumbuhan ekspor barang setengah jadi merosot dengan penurunan ekspor manufaktur .................................................................................................................... 24 Gambar 25: Harga impor telah menurun dibanding ekspor ............................................................ 24 Gambar 26: RAPBN 2013 menjaga kuatnya posisi fiskal secara keseluruhan… .......................... 27 Gambar 27: …tetapi belanja program-program pembangunan inti yang efektif tetap stagnan terhadap PDB................................................................................................................ 27 Gambar 28: Peningkatan subsidi energi membatasi peningkatan alokasi untuk belanja modal dan program sosial ...................................................................................................... 29 Gambar 29: Setelah peningkatan pesat pada 2012, kementerian utama yang melaksanakan program infrastruktur menerima alokasi yang lebih rendah pada 2013 .................. 29 Gambar 30: Laju peningkatan alokasi APBN untuk belanja pegawai telah mengalahkan laju belanja modal… ............................................................................................................ 33 Gambar 31: …dan belanja pegawai mengambil bagian yang jauh lebih besar pada alokasi Anggaran pemerintah pusat dan daerah .................................................................... 33 Gambar 32: Honorarium umumnya merupakan bagian yang besar dari jumlah penghasilan pegawai negeri ............................................................................................................. 36 Gambar 33: Persentase siswa pendidikan tinggi yang berasal dari keluarga miskin sangatlah rendah ........................................................................................................................... 41 DAFTAR GRAFIK LAMPIRAN Lampiran gambar 1: Pertumbuhan PDB triwulanan dan tahunan .................................................. 43 Lampiran gambar 2: Kontribusi pengeluaran terhadap PDB .......................................................... 43 Lampiran gambar 3: Kontribusi sektor terhadap PDB ..................................................................... 43 Lampiran gambar 4: Penjualan sepeda motor dan mobil ................................................................ 43 Lampiran gambar 5: Indikator konsumen ......................................................................................... 43 Lampiran gambar 6: Indikator kegiatan industri .............................................................................. 43 Lampiran gambar 7: Aliran perdagangan riil .................................................................................... 44 Lampiran gambar 8: Neraca pembayaran ......................................................................................... 44 Lampiran gambar 9: Neraca perdagangan ........................................................................................ 44 Lampiran gambar 10: Cadangan devisa dan modal asing .............................................................. 44 Lampiran gambar 11: Term of trade dan implisit ekspor- impor berdasarkan chained Fisher- Price indices ................................................................................................................. 44 Lampiran gambar 12: Inflasi dan kebijakan moneter ....................................................................... 44 Lampiran gambar 13: Rincian tingkat harga konsumen .................................................................. 45 Lampiran gambar 14: Tingkat inflasi negara tetangga .................................................................... 45 Lampiran gambar 15: Harga beras kulakan di pasar domestik dan internasional ........................ 45 Lampiran gambar 16: Tingkat kemiskinan dan pengangguran ....................................................... 45 Lampiran gambar 17: Indeks saham regional .................................................................................. 45 Lampiran gambar 18: Indeks spot dolar dan rupiah ........................................................................ 45 Lampiran gambar 19: Yield obligasi pemerintah 5 tahunan mata uang lokal ................................ 46 Lampiran gambar 20: Spread EMBI obligasi pemerintah dengan obligasi dollar amerika ........... 46 Lampiran gambar 21: Tingkat kredit bank umum............................................................................. 46 Lampiran gambar 22: Indikator keuangan sektor perbankan ......................................................... 46 Lampiran gambar 23: Utang pemerintah........................................................................................... 46 Lampiran gambar 24: Utang luar negeri ............................................................................................ 46 DAFTAR TABEL Tabel 1: Menurut skenario baseline pertumbuhan Indonesia diproyeksikan sebesar 6,3 persen pada tahun 2013 ........................................................................................................... vii Tabel 2: Harga nominal komoditas tetap tinggi secara historis tetapi hasil terakhir merupakan campuran ........................................................................................................................ 2 Tabel 3: Menurut skenario baseline pertumbuhan PDB diproyeksikan sebesar 6,1 persen untuk tahun 2012, meningkat menjadi 6,3 persen pada 2013 ............................................... 5 Tabel 4: Menyempitnya surplus perdagangan akan menggerakkan neraca berjalan ke defisit untuk tahun 2012 secara keseluruhan.......................................................................... 9 Tabel 5: Defisit kemungkinan meningkat, walau rencana pembiayaan pemerintah berada pada jalur yang tepat ............................................................................................................. 14 Tabel 6: Laju pencairan APBN hingga akhir bulan Agustus mencatat peningkatan ..................... 15 Tabel 7: Belanja subsidi energi yang lebih tinggi dan moderasi pada pengumpulan penerimaan tampaknya akan meningkatkan defisit pada tahun 2012 .......................................... 16 Tabel 8: Peningkatan kebergantungan kepada China dan kenaikan bagian ekspor berbasis sumber daya alam ........................................................................................................ 22 Tabel 9: Asumsi APBN termasuk pertumbuhan PDB yang kuat sebesar 6,8 persen .................... 25 Tabel 10: Tingkat kemiskinan dan pengangguran diproyeksikan akan menurun pada 2013 ....... 26 Tabel 11: RAPBN 2013 memproyeksikan defisit sebesar 1.6% dari PDB ....................................... 28 Tabel 12: Pertumbuhan PDB diproyeksikan berada di atas 7 persen pada tahun 2014 ............... 31 Tabel 13: Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah menargetkan surplus fiskal pada tahun 2016 ............................................................................................................................... 32 DAFTAR TABEL LAMPIRAN Lampiran tabel 1: Realisasi dan proyeksi anggaran belanja pemerintah ...................................... 47 Lampiran tabel 2: Neraca Pembayaran ............................................................................................. 47 DAFTAR KOTAK Kotak 1: Basis Data Terpadu–untuk penargetan program-program bantuan sosial yang lebih baik ................................................................................................................................ 17 Kotak 2: Tren jangka menengah dalam ekspor manufaktur Indonesia ............................................... 22 Ringkasan eksekutif: Menjaga ketahanan Tantangan dalam Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini masih bertahan terhadap perlemahan menjaga ketahanan… ekonomi dunia. Di tengah ketidakpastian ramalan ke depan (outlook), Indonesia harus mempersiapkan diri terutama dalam menghadapi konsekuensi potensi perlambatan di China dan penurunan harga komoditas, dan kemungkinan terjadinya gejolak baru di pasar keuangan dan komoditas. Melanjutkan penguatan kerangka kebijakan dalam menghadapi tekanan-tekanan dan membangun ketahanan ekonomi melalui peningkatan kualitas belanja dan regulasi menjadi kunci dalam mempertahankan, dan terus meningkatkan, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat. Kemajuan dalam mencapai sasaran- sasaran tersebut dapat menghadapi tantangan dengan semakin dekatnya pemilihan umum tahun 2014. … di tengah melambatnya Resesi yang masih berlanjut di wilayah Euro, lemahnya pemulihan ekonomi AS dan perekonomian dunia, perlambatan pada ekonomi-ekonomi berkembang utama, terutama China, telah yang mendorong berkontribusi kepada perlemahan ekonomi dunia. Di bulan September, Bank Sentral AS pembaruan ekspansi dan Jepang mengambil langkah tanggapan dengan pengumuman stimulus moneter yang moneter baru, sementara Bank Sentral Eropa menegaskan kesanggupannya mendukung pasar obligasi pemerintah di wilayah Euro. Upaya-upaya tersebut, yang telah banyak diantisipasi sebelumnya, telah membantu menstabilkan pasar-pasar keuangan internasional, dan mendorong peningkatan pasar-pasar aktiva risiko tinggi, termasuk ekuitas Indonesia. Harga-harga komoditas juga meningkat, terutama harga minyak yang dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap pasokan. Pergerakan harga ekspor komoditas utama lainnya bervariasi setelah penurunan yang besar pada tiga bulan sampai Juni 2012, dengan tembaga dan batu bara meningkat sejak Juni sementara karet dan minyak sawit terus menurun. Di tengah lemahnya Laju ekonomi Indonesia tetap Gambar 1: Pertumbuhan Indonesia masih tetap kuat di permintaan eksternal dan bertahan kuat di kuartal kedua tengah perlemahan permintaan eksternal harga komoditas, kinerja 2012, meningkat sebesar 6,4 (pertumbuhan PDB riil, persen tahun-ke-tahun) pertumbuhan Indonesia persen tahun-ke-tahun, sedikit di Persen Persen pada paruh pertama 9 9 tahun 2012 tetap kuat… atas pertumbuhan kuartal pertama Indonesia sebesar 6,3 persen (Gambar 1). Tingginya konsumsi swasta/rumah 6 6 tangga terus meningkatkan 3 3 permintaan dalam negeri, dan belanja investasijuga meningkat 0 0 dengan kuat. Walaupun laju kegiatan ekonomi meningkat -3 Mitra dagang -3 pesat, inflasi masih tetap bertahan utama Indonesia rendah. Inflasi IHK turun menjadi -6 -6 4,3 persen di bulan September Jun-07 Sep-08 Jan-10 Apr-11 setelah naik tipis menjadi 4,6 persen di bulan Agustus, karena Catatan: Pertumbuhan mitra perdagangan utama pengaruh sementara dari liburan ditimbang dengan nilai ekspor Indonesia Idul Fitri. Inflasi inti masih stabil, Sumber: BPS, CEIC, perhitungan staf Bank Dunia sedikit di atas 4 persen. …tetapi dampak Ketahanan kinerja pertumbuhan Indonesia hingga saat ini cukup mengagumkan perlemahan permintaan walaupun terjadi perlambatan di lingkungan eksternal. Akan tetapi, tidak ada alasan untuk dunia dan harga berpuas diri. Di satu sisi, pertumbuhan riil kredit tetap tinggi; sementara di sisi lain, komoditas telah terlihat sejumlah indikator frekuensi tinggi, seperti penjualan mobil, motor dan semen belakangan dan indikator frekuensi tinggi terakhir ini melambat. Namun masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti apakah hal itu menunjukkan tanda-tanda merupakan tanda-tanda awal dari perlambatan pertumbuhan permintaan dalam negeri, perlambatan terhadap atau apakah merupakan pengaruh masa liburan Idul Fitri. Sebaliknya, tekanan dari permintaan domestik perlemahan pertumbuhan ekonomi dunia terhadap ekspor Indonesia yang didominasi komoditas telah terlihat jelas. Pada kuartal kedua, ekspor netto merupakan beban yang signifikan terhadap pertumbuhan PDB, dan data perdagangan yang terakhir menunjukkan bahwa pendapatan ekspor terus menurun pada kuartal ketiga. Tren pelebaran defisit Neraca berjalan Indonesia Gambar 2: Penurunan keseimbangan neraca berjalan telah neraca berjalan semakin bergerak menuju terlihat di negara-negara di kawasan dan juga di Indonesia mencerminkan defisit pada kuartal ke dua (keseimbangan neraca berjalan, persen dari PDB) pertumbuhan relatif 2012. Secara struktural, Persen dari PDB Persen dari PDB ekonomi Indonesia dan kebutuhan investasi… neraca berjalan yang 15 15 melemah tersebut 2011 Q3 mencerminkan konsistensi 2011 Q4 permintaan investasi yang 10 10 2012 Q1 kuat yang melampaui tabungan dalam negeri. 2012 Q2 5 5 Perlemahan ekspor selama 2012, bersama-sama dengan permintaan impor yang 0 0 umumnya kuat, telah memperkecil surplus neraca -5 -5 perdagangan yang besar pada beberapa tahun terakhir. Hal itu, bersama-sama dengan aliran keluar neto yang konsisten pada sub- akun pendapatan dan jasa- Sumber: Haver Analytics, BI dan perhitungan staf Bank jasa, mendorong keseluruhan Dunia neraca berjalan ke posisi defisit sebesar 3,1 persen dari PDB pada kuartal kedua tahun 2012. Penyempitan yang serupa pada saldo neraca berjalan juga tercatat pada negara- negara tetangga, terutama Malaysia dan Thailand, yang juga peka terhadap jatuhnya harga-harga dan permintaan komoditas (Gambar 2). Penting untuk dicatat bahwa sejumlah tekanan yang belakangan terjadi terhadap neraca perdagangan mencerminkan siklus ekonomi dan sebagian akan bersifat memperbaiki diri sendiri ( self correction) dengan berkurangnya permintaan impor yang berkaitan dengan produksi ekspor - turunnya impor dengan tajam pada bulan Agustus dapat, secara sebagian terpengaruh dari hal tersebut dan juga pengaruh dari musim libur. …tetapi juga menyoroti Sementara defisit neraca berjalan untuk mendukung investasi dalam negeri dapat dilihat pentingnya keberlanjutan sebagai bagian yang alami dari jalur pembangunan ekonomi Indonesia, kebutuhan menarik aliran masuk pendanaan defisit- tersebut menyoroti pentingnya mempertahankan aliran masuk Penanaman Modal Asing penanaman modal asing langsung yang kuat, untuk membatasi ketergantungan terhadap (PMA) yang kuat aliran investasi portofolio yang rentan. Mempertahankan kemajuan menuju reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing produksi dalam negeri harus diprioritaskan, yang tidak hanya mendukung neraca perdagangan tetapi juga investasi dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja. Kebijakan jangka pendek yang bertujuan untuk substitusi impor hanya memiliki efektivitas terbatas dan bahkan memiliki dampak yang kontra produktif, dengan menyebabkan distorsi pada jangka menengah atau mempengaruhi kepercayaan investor dalam jangka pendek, sehingga sebenarnya menambah tekanan terhadap neraca pembayaran. Dengan membiarkan perlemahan bertahap nilai tukar rupiah, seperti tercatat belakangan ini, dapat juga memfasilitasi perbaikan pada neraca perdagangan. vi Defisit anggaran tetap Belanja untuk subsidi energi yang lebih tinggi dari perkiraan semula dan perlambatan rendah tetapi besarnya pertumbuhan pendapatan negara mendorong proyeksi defisit Bank Dunia menjadi 2,4 biaya subsidi energi persen dari PDB di tahun 2012, sedikit di atas 2,2 persen pada APBN-P 2012. Namun, menyebabkan pembiayaan defisit tetap berada dalam jalur yang aman. Tingginya saldo kas dan meningkatnya belanja fiskal pendekatan proaktif Pemerintah dalam menyiapkan pembiayaan darurat yang dapat digunakan ketika terjadi gejolak pasar akan menempatkan Indonesia pada posisi yang baik jika gejolak pasar internasional terus berlanjut. Rancangan Aanggran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) tahun 2013, yang kini sedang dibahas bersama DPR, menetapkan defisit yang lebih rendah menjadi 1,6 persen dari PDB, dengan kerangka fiskal jangka menengah mentargetkan pergerakan bertahap menuju surplus anggaran sebesar 0,3 persen dari PDB pada tahun 2016. Skenario dasar (baseline) Seperti pada Laporan Triwulanan yang lalu, skenario dasar ( baseline) masih tetap pada adalah berlanjutnya keadaan gejolak pasar internasional tetap berlanjut dan pertumbuhan dunia tetap lemah pertumbuhan yang kuat tetapi tidak ada krisis keuangan yang besar atau perlambatan perekonomian dunia yang hingga tahun 2013 berat. Bahkan, ekspansi moneter global baru-baru ini , pengaruh positif terhadap investasi dari harga aset keuangan yang lebih tinggi, dan peningkatan belanja publik di China, akan memberi kontribusi kepada mulai meningkatnya kegiatan ekonomi dunia memasuki tahun 2013. Akan tetapi laju perubahan siklus tampaknya akan terbatas dengan tingkat persediaan produksi yang tinggi dan dampak negatif dari berlanjutnya ketidakpastian konsumsi dan investasi swasta. Di samping itu, kendala yang terus bertahan yaitu penurunan pinjaman (deleveraging) dan penyesuaian belanja publik di negara maju terus berlanjut. Dalam skenario baseline ini, pertumbuhan diproyeksikan berada pada 6,1 persen untuk tahun 2012 secara keseluruhan (Tabel 1), naik sedikit dari 6,0 persen yang diproyeksikan pada laporan Triwulanan edisi bulan Juli 2012, yang mencerminkan pertumbuhan di atas perkiraan pada paruh pertama tahun 2012. Perkiraan pertumbuhan untuk tahun 2013 turun menjadi 6,3 persen dari 6,4 persen, yang mencerminkan sedikit revisi turun terhadap perkiraan pertumbuhan mitra perdagangan utama untuk tahun depan (dari 3,7 persen di Laporan Triwulanan bulan Juli menjadi 3,6 persen saat ini). Tabel 1: Menurut skenario baseline pertumbuhan Indonesia diproyeksikan sebesar 6,3 persen pada tahun 2013 2010 2011 2012 2013 (Persen perubahan Produk domestik bruto 6.2 6.5 6.1 6.3 tahunan) (Persen perubahan Indeks harga konsumen * 6.3 4.1 4.9 5.1 tahunan) Surplus/defisit anggaran ** (Persen dari PDB) -0.7 -1.1 -2.2 -1.6 Pertumbuhan mitra dagang (Persen perubahan 6.8 3.1 3.3 3.6 utama tahunan) Catatan: * tingkat inflasi Kuartal 4 terhadap Kuartal 4. ** Angka pemerintah untuk defisit APBN - 2012 adalah APBN angka tahun 2013 adalah usulan APBN Sumber: Kementerian Keuangan, BPS lewat CEIC, Consensus Forecasts Inc., dan staf Bank Dunia Risiko terhadap outlook Risiko-risiko internasional terhadap perkiraan pertumbuhan 2013 cenderung meningkat. pertumbuhan jangka Kebijakan-kebijakan yang diambil akhir-akhir ini telah membantu mengamankan keadaan pendek Indonesia tetap di wilayah Eropa tetapi belum menghilangkan kemungkinan berulang kembali ada, didorong oleh peningkatan intensitas krisis. Jika ekonomi AS terkena kontraksi fiskal pada skala yang potensi dampak perkembangan diindikasikan dalam legislasi yang masih berlaku dan akan berakhir, dampak terhadap internasional… pertumbuhan dunia kemungkinan akan cukup besar. Faktor ketidakpastian utama lainnya adalah dampak terhadap aliran masuk portofolio internasional dan harga-harga komoditas dari pembaruan pelonggaran moneter oleh bank-bank sentral utama. Pengulangan aliran masuk modal yang besar ke aset-aset pasar negara berkembang (emerging), termasuk ke Indonesia, seperti terlihat di tahun 2010 merupakan suatu kemungkinan, dan akan meningkatkan tantangan-tantangan kebijakan fiskal dan moneter secara signifikan. Akan tetapi tidak ada jaminan bahwa hal itu akan kembali terjadi dengan adanya ketidakpastian kebijakan yang mempengaruhi sentimen investor, dan perkembangan yang terjadi pada ekonomi dunia sejak periode pasca krisis keuangan dunia terakhir. vi i …dan khususnya dari Salah satu perbedaan terbesar, dan mungkin risiko luar negeri terbesar yang dihadapi perlambatan di China, oleh Indonesia, adalah perlambatan yang terjadi pada ekonomi China. Risiko ini juga dan dampaknya terhadap penting bagi beberapa negara lainnya, utamanya negara eksportir komoditi. Namun permintaan dan harga- pengaruhnya terhadap Indonesia sangat penting mengingat hubungan dagang langsung harga komoditas dan tidak langsung, bersamaan dengan dukungan terhadap pertumbuhan yang diberikan oleh harga komiditi dan produksi melalui efek pendapatan terhadap permintaan swasta. Misalnya, perkiraan dalam laporan IMF Artikel IV bulan September 2012 tentang Indonesia, dengan memasukkan pengaruh perdagangan langsung maupun tidak langsung dan dampak harga komoditas dunia, menunjukkan penurunan satu poin persentase pada pertumbuhan China dapat menurunkan PDB Indonesia hingga setengah poin persentase. Selain itu, terdapat pula kemungkinan pengaruh kepada Indonesia melalui jalur komoditas, yang berasal dari pergeseran komposisi pertumbuhan China dari investasi ke konsumsi. Secara khususnya, karena peranannya sebagai mesin utama pertumbuhan permintaan domestik Indonesia, adalah bagaimana pengaruh dari perkembangan di China terhadap investasi domestik di Indonesia. Hal ini cenderung memiliki hubungan positif dengan harga komiditas dunia dan laju pertumbuhan investasi mungkin belum membuktikan kerentanan terhadap pengaruh eksternal. Walaupun pertumbuhan secara keseluruhan masih bertahan kuat dari melambatnya harga komoditas, dampak lokal telah dapat dirasakan oleh rumah tangga dan usaha di daerah yang sangat tergantung terhadap komoditas untuk mata pencaharian dan pendapatan. Ketidakpastian outlook Ketidakpastian yang terus berlanjut di lingkungan internasional meningkatkan pentingnya semakin meningkatkan melanjutkan kemajuan yang telah dibuat oleh Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pentingnya membuat ekonomi. Hal ini akan memperkuat Indonesia untuk sepenuhnya memetik manfaat dari kemajuan dalam peningkatan pertumbuhan dunia secara bertahap seperti diperkirakan pada perkiraan membangun ketahanan ekonomi Indonesia… (outlook) dasar (baseline), dan juga untuk menghadapi penurunan lanjutan kondisi luar negeri jika terjadi. Seperti ditekankan pada Laporan Triwulanan edisi bulan Juli, tantangan kebijakan untuk Indonesia dan juga ekonomi-ekonomi berkembang adalah mempertahankan fokus ganda pada kesiagaan krisis jangka pendek, dan upaya-upaya struktural jangka yang lebih panjang, seperti dukungan pembangunan infrastruktur, ketrampilan dan pendidikan, yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. …melalui perbaikan pada Menjaga kejelasan dan konsistensi kebijakan, terutama di bidang regulasi bisnis dan konsistensi, kejelasan, investasi, akan semakin mendorong tujuan-tujuan tersebut. Akan sangat penting untuk dan kepastian menghindari pengambilan kebijakan yang keliru, seperti kebijakan yang dimaksudkan kebijakan… untuk mengatasi permasalahan jangka pendek, dapat membawa risiko dan biaya jangka panjang. Selain itu, menjaga kerangka kebijakan berorientasi kepada reformasi yang jelas dan konsisten akan sangat penting mengingat potensi ketidakpastian politik menjelang pemilu nasional di tahun 2014 dan masih rapuhnya kepercayaan investor di seluruh dunia. vi i i …dan terus Rancangan APBN 2013 yang sedang Gambar 3: Belanja subsidi dan pegawai terus meningkatkan kualitas dibahas dengan DPR mengusulkan mengambil bagian besar dari total belanja dan efisiensi belanja terus dilanjutkannya upaya mitigasi (belanja pemerintah pusat relatif terhadap PDB, persen) pemerintah untuk Regional transfers krisis dan upaya tanggapan lainnya mendukung tujuan-tujuan seperti yang telah dimasukkan pada Remaining central gov. pembangunan Indonesia APBN 2012. Belanja juga diarahkan ke Persen Central gov. personnel Persen dari dari prioritas-prioritas pembangunan utama Central gov. interest payments PDB PDB seperti penanganan ketertinggalan Central gov. subsidies pembangunan infrastruktur dan 20 20 peningkatan dan perluasan program- program bantuan sosial. 15 5.8 5.6 15 5.5 5.4 Akan tetapi fleksibilitas untuk 10 4.3 4.9 5.1 10 menanggapi penurunan pertumbuhan 4.2 2.4 2.5 2.6 dibatasi oleh tantangan-tantangan 5 2.3 1.3 5 1.4 1.3 1.2 pencairan anggaran di bidang 3.0 4.0 4.2 3.4 infrastruktur dan efisiensi belanja 0 0 dibatasi oleh beban subsidi energi yang terus berlanjut (sekitar 2010 2011 2012 GoI 2013 Semester proposed seperempat dari belanja pemerintah I proj. Budget pusat, tidak termasuk transfer ke daerah, dalam Rancangan APBN Catatan: Proj. adalah proyeksi 2013, Gambar 3) Belanja subsidi Sumber: Kementerian Keuangan dan perhitungan energi yang meningkat membawa staf Bank Dunia biaya/kesempatan yang hilang (opportunity cost) yang tinggi, menambah ketidakpastian terhadap kesehatan fiskal ke depan, sangat menguntungkan rumah tangga kaya daripada diarahkan untuk rumah tangga miskin, dan menghambat penggunaan energi secara efisien. Hal ini juga membawa resiko mengurangi investasi publik yang penting jika biaya energi subsidi terus naik, dengan kekhawatiran yang serupa terhadap meningkatnya biaya belanja pegawai. Oleh karena itu, perlu untuk terus meningkatkan baik kualitas dan efisiensi belanja. Kegagalan dalam melakukan perbaikan tersebut dalam jangka menengah dapat menurunkan outlook pertumbuhan di masa depan dan kemampuan Pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunannya. ix A. PERKEMBANGAN EKONOMI DAN FISKAL TERKINI 1. Ekonomi dunia telah melemah dan perkiraan ( outlook ) tetap tidak jelas Pemulihan ekonomi dunia Indonesia, seperti pasar ekonomi berkembang lainnya, masih menghadapi lingkungan telah kehilangan eksternal yang menantang. Ekonomi dunia tampaknya telah melemah secara signifikan momentumnya pada kuartal ketiga tahun 2012, dibebani oleh krisis zona Euro dan perlemahan kegiatan pada sejumlah ekonomi berkembang utama. Pada jangka pendek, kondisi ekonomi dunia tampaknya akan tetap lemah hingga akhir tahun 2012. Risiko turun terhadap perkiraan dasar (baseline) cenderung meningkat dan kemungkinan dislokasi pasar keuangan yang parah dan perlemahan lanjutan dari momentum ekonomi global tidak dapat diabaikan. Bank-bank sentral utama Tantangan terhadap sektor perbankan dan fiskal zona Euro menjadi perhatian utama bagi bereaksi terhadap investor dunia pada saat Triwulanan terakhir pada bulan Juli. Sejalan dengan itu, harapan peningkatan risiko bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengambil langkah-langkah lanjutan untuk stabilitas dan membatasi krisis membantu mendukung euro dan menurunkan yield zona Euro. Harga pertumbuhan dengan stimulus moneter yang aset dunia semakin didorong oleh pengumuman ECB pada tanggal 6 September bahwa baru… ECB telah siap untuk membeli hutang jangka pendek negara menurut program baru ―Outright Monetary Transactions‖. Hal ini kemudian diikuti dengan program pembelian aset tambahan yang diumumkan oleh Bank Sentral AS ( US Federal Reserve), yang umum disebut sebagai ―QE3‖, dan Bank Sentral Jepang. …yang telah membantu Upaya kebijakan ekspansif tersebut telah memperkuat sentimen dengan meningkatkan memperkuat pasar likuiditas dan menurunkan kemungkinan perkiraan skenario terburuk pada zona Euro. keuangan internasional Kebijakan itu juga telah memperkuat peningkatan pada pasar-pasar aset finansial utama, termasuk pasar hutang dan ekuitas berkembang. Sebagai contoh, ekuitas pasar berkembang pada akhir bulan September meningkat sebesar 13,6 persen dalam nilai dolar AS dari nilai rendahnya selama tahun 2012 pada bulan Juni, yang memberikan peningkatan sebesar 9,4 persen untuk tahun berjalan (Gambar 4). Perbedaan (spread) dari yield obligasi negara pasar berkembang dengan denominasi dolar dengan surat utang AS, seperti diukur oleh indeks EMBIG, menyempit menjadi 310 basis poin, setelah sebelumnya melebar hingga 440 basis poin pada awal bulan Juni (Gambar 5). Tetapi kondisi ekonomi Pelonggaran kondisi pasar keuangan dan moneter ini terjadi di tengah melemahnya tampaknya tetap akan indikator ekonomi utama dan frekuensi tinggi, yang mendorong revisi turun proyeksi menantang dalam jangka pertumbuhan dunia. Bank Dunia telah memangkas proyeksinya bagi pertumbuhan pendek… 1 ekonomi global pada tahun 2012 menjadi 2,3 persen dari 2,5 persen pada bulan Juni. Hal ini mencerminkan perkiraan bahwa pertumbuhan akan terus melambat pada kuartal ketiga dan juga kemungkinan bahwa laju kegiatan ekonomi pada kuartal akhir tampaknya tidak akan meningkat dengan kuat, walau perlambatan pada produksi industri dan perdagangan dunia tampaknya sudah tidak akan turun lebih jauh lagi pada bulan Juli atau 1 Lihat Bank Dunia Oktober 2012 East Asia and Pacific Economic Data Monitor http://www.worldbank.org/en/news/2012/10/08/east-asia-and-pacific-economic-data-monitor. 2 http://www.bphmigas.go.id/ 3 http://www.dmo.or.id/dmodata/6Publikasi/4Presentasi/2012/Investor%20Presentation%20- Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia Agustus. Secara umum, tingkat persediaan tetap tinggi pada dunia usaha ekonomi berpenghasilan tinggi utama dan sentimen konsumen tetap lemah, dan tantangan yang terus berlanjut dari penurunan tingkat hutang pada sektor swasta dan terbatasnya ruang fiskal. …tidak hanya karena Sementara zona Euro tetap menjadi fokus, kondisi pertumbuhan ekonomi yang rendah resesi pada zona Euro, dan risiko penurunan tidak hanya terjadi di wilayah itu. Pertumbuhan di Amerika Serikat tetapi juga karena risiko telah melambat selama 2012 dan potensi ―jurang fiskal‖ pada akhir tahun dapat menarik di AS dan perlambatan pertumbuhan tahun 2013 semakin turun, kecuali para pembuat kebijakan berhasil pada ekonomi berkembang seperti memperbarui dan mengamandemen legislasi anggaran yang berkaitan. Ekonomi China, China pendorong utama ekspor Indonesia dan harga komoditas global, juga melambat, dengan pertumbuhan sebesar 7,6 persen tahun-ke-tahun pada kuartal kedua, yang merupakan laju pertumbuhan paling lambat sejak pertengahan tahun 2009 dan merosot tajam dari 9,2 persen pada tahun 2011. Bank Dunia memproyeksikan PDB China meningkat sebesar 7,7 persen secara keseluruhan selama tahun 2012, masih relatif kuat tetapi lebih rendah dari perkiraan sebesar 8,2 persen pada bulan Juni 2012. Risiko penurunan dari proyeksi ini masih tetap ada dan perlambatan yang cepat ( hard landing) bagi ekonomi China akan semakin menurunkan permintaan dunia, terutama bagi ekspor komoditas. Gambar 4: Pasar ekuitas menunjukkan pemulihan yang kuat Gambar 5: …sementara biaya pendanaan dolar negara pasar pada kuartal ketiga dan volatilitas ekuitas AS menurun… berkembang turun dengan merosotnya spread risiko (Indeks ekuitas dolar AS, 1 September 2009=100; indeks VIX) (spread EMBIG, basis poin; yield SUN AS 10-tahun, persen) Indeks (2 Juni 2008=100) Indeks VIX Spread, basis poin Yield, persen 150 175 500 5 Pasar berkembang (kiri) Spread EMBIG (kiri) 150 400 4 125 125 100 300 3 100 75 200 2 Pasar maju (kiri) Indeks VIX (kanan) 50 75 Yield SUN AS 10-tahun (kanan) 100 1 25 50 0 0 0 Sep-09 Sep-10 Sep-11 Sep-12 Sep-09 Sep-10 Sep-11 Sep-12 Catatan: Indeks VIX mengukur perkiraan volatilitas 30-hari Catatan: EMBIG adalah Emerging Market Bond Index Global dari indeks S&P 500 menurut harga kontrak option. Ekuitas Sumber: JP Morgan adalah indeks MSCI Sumber: MSCI, Chicago Board Options Exchange, Perhitungan staf Bank Dunia Harga energi dan logam Pasar komoditas Tabel 2: Harga nominal komoditas tetap tinggi secara meningkat pada kuartal internasional menghadapi historis tetapi hasil terakhir merupakan campuran ini tetapi harga sejumlah penurunan kegiatan (persentase) produk ekspor utama Perubahan pada September Bagian ekonomi, dan pembaruan Indonesia semakin 2012 ekspor* menurun stimulus moneter, kekhawatiran politik dunia, Jan-05 Des-11 Jun-12 Batu bara 69,7 -17,9 5,1 14,0 dan tekanan di sisi Gas alam 38,9 -2,9 0,6 11,6 panawaran. Harga-harga Minyak sebagian besar komoditas 142,0 -5,3 -2,6 9,0 sawit telah turun hingga titik Minyak dasarnya pada pertengahan 156,0 5,1 18,6 6,5 mentah tahun dan sedikit tinggi Karet 156,8 -10,2 -5,0 4,5 pada akhir kuartal ketiga. Tembaga 155,1 6,9 9,0 2,5 Sebagai contoh, harga Catatan: Batu bara Australia, indeks gas alam dunia Bank minyak menunjukkan Dunia, minyak Brent, karet SGP/MYS; Bagian ekspor untuk peningkatan yang kuat pada Januari-Juli 2012 kuartal 3, dengan harga Sumber: BPS, DECPG-Bank Dunia dan perhitungan staf minyak Brent meningkat Bank Dunia THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 2 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia sebesar 18,6 persen. Namun pergerakan harga sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia yang lain mencatat peningkatan yang lebih lambat dibanding yang dicatat oleh pasar komoditas lainnya. Harga batu bara internasional meningkat beberapa persentase pada kuartal 3 tetapi masih di bawah tingkat harga yang tercatat pada tahun 2011. Harga karet turun pada kisaran 5 persen, dan minyak sawit merosot 3 persen (Tabel 2). Secara keseluruhan, Indonesia memasuki kuartal terakhir tahun 2012 dengan kondisi pasar komoditas dan perkiraan (outlook) dasar keuangan internasional yang sudah agak stabil dibanding keadaan pada pertengahan (baseline) pertumbuhan tahun, yang disebabkan oleh upaya pembaruan kebijakan stimulus di seluruh dunia. mitra perdagangan utama Namun masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti apakah laju peningkatan Indonesia tetap relatif lemah ekonomi dunia memang telah dimulai. Banyak hal bergantung kepada kemampuan zona Euro untuk bangkit dari resesi dangkalnya dan berakhirnya perlambatan di China, dua hal yang masih diselimuti ketidakpastian. Proyeksi dasar ( baseline) Bank Dunia adalah bahwa mitra perdagangan utama (MTP) Indonesia akan tumbuh pada laju yang relatif rendah sebesar 3,3 persen pada tahun 2012, sedikit meningkat ke 3,6 persen pada tahun 2013. Namun proyeksi peningkatan kecil bagi kondisi eksternal ekonomi Indonesia ini ditentukan oleh risiko penurunan yang signifikan, yang dirinci lebih lanjut pada akhir bagian ini. 2. Walaupun dihadapkan pada lemahnya lingkungan eksternal, ekonomi Indonesia masih tumbuh dengan kuat Pertumbuhan ekonomi PDB Indonesia meningkat sebesar 6,4 persen tahun-ke-tahun pada kuartal kedua tahun Indonesia sedikit 2012. Pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dari 6,3 persen yang tercatat pada kuartal meningkat menjadi 6,4 pertama tahun 2012 dan merupakan kuartal ketujuh dengan pertumbuhan di atas 6 persen pada kuartal persen secara berturut-turut (Gambar 6). Berdasarkan triwulan-ke-triwulan dengan kedua tahun 2012 penyesuaian musiman, ekonomi tumbuh sebesar 1,6 persen pada kuartal 2, naik dari 1,0 persen pada kuartal 1, yang mencerminkan kekuatan dari basis permintaan dalam negeri yang kokoh yang mengimbangi pengaruh dari lemahnya permintaan dari luar negeri (Gambar 7). Pertumbuhan didukung Pertumbuhan investasi swasta terus memberikan dukungan yang kuat bagi pertumbuhan oleh kuatnya kinerja pada kuartal kedua tahun 2012. Selama dua kuartal berturut-turut, pertumbuhan investasi… konsumsi pemerintah juga meningkat melampaui perkiraan, pada 7 persen tahun-ke- tahun. Investasi bahkan mencatat pertumbuhan yang lebih kuat, memberikan kontribusi sebesar 1,6 poin persentase kepada pertumbuhan dengan penyesuaian musiman, dengan pertumbuhan tahun-ke-tahun mencapai 12,3 persen, angka tertinggi sejak mulainya krisis keuangan dunia pada akhir tahun 2008. Peningkatan investasi ini juga mendorong rasio nominal investasi terhadap PDB ke nilai tertinggi yang pernah tercatat sebesar 33 persen, yang sebanding dengan negara tetangga seperti Thailand (28 persen) dan Malaysia (26 persen). Di dalam investasi, konstruksi (yang merupakan 70 persen dari jumlah investasi) mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 7,2 persen, tetapi peningkatan dalam belanja investasi umumnya didorong oleh investasi padat impor dalam mesin dan peralatan asing (meningkat sebesar 23 persen tahun-ke-tahun) dan transportasi asing (naik sebesar 60 persen tahun-ke-tahun). Tingginya laju pertumbuhan ini sejalan dengan kuatnya pinjaman investasi dan impor barang modal yang dibahas lebih lanjut di bawah ini. …sementara permintaan Setelah tidak menunjukkan pertumbuhan pada kuartal pertama tahun 2012, ekspor riil eksternal yang lemah turun sebesar 0,7 persen menurut penyesuaian musiman pada kuartal kedua. Namun membebani pertumbuhan impor meningkat lebih tinggi dari perkiraan, dengan pertumbuhan triwulan-ke-triwulan selama tiga kuartal dengan penyesuaian musiman sebesar 4,9 persen, yang mencerminkan kuatnya berturut-turut permintaan investasi bagi barang input setengah jadi dari luar negeri. Sebagai akibatnya, ekspor bersih menjadi beban pada pertumbuhan PDB secara kuartalan untuk tiga kuartal berturut-turut, mengurangi 2,2 poin persentase secara triwulan-ke-triwulan dengan penyesuaian musiman. Beban itu lebih besar dari beban ekspor bersih terhadap PDB pada kuartal 1/2012 dan kuartal 4/2011 masing-masing sebesar 0,3 dan 1,5 poin persentase. Namun pertumbuhan impor tampaknya akan menurun pada paruh kedua tahun 2012, karena perlemahan ekspor akan menurunkan kebutuhan untuk melakukan impor barang modal dan barang input setengah jadi. THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 3 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia Gambar 6: Pertumbuhan PDB meningkat menjadi 6,4 persen Gambar 7: …didorong oleh percepatan pertumbuhan pada kuartal kedua tahun 2012… investasi sementara ekspor bersih sangat membebani (pertumbuhan PDB riil, persen) pertumbuhan (pertumbuhan PDB Tw-ke-Tw riil, persen) Persen Persen Persen Persen 4 4 4 8 Tahun-ke-tahun (kanan) 3 3 2 2 3 6 1 1 T-k-T peny. musiman (kiri) 0 0 2 Rata-rata (kiri)* 4 -1 -1 -2 -2 1 2 -3 -3 Jun-09 Mar-10 Dec-10 Sep-11 Jun-12 0 0 Discrepancy Net Exports Investment Jun-05 Mar-07 Dec-08 Sep-10 Jun-12 Gov cons. Private cons. GDP Catatan: * Rata-rata pertumbuhan triwulan-ke-triwulan sejak Sumber: BPS dan penyesuaian musiman staf Bank Dunia kuartal 2/2002 Sumber: BPS dan penyesuaian musiman staf Bank Dunia Pertumbuhan pada sisi Pada sisi produksi, sektor jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara produksi didorong oleh kontribusi kepada pertumbuhan yang berasal dari sektor manufaktur, pertambangan dan sektor jasa, mengimbangi pertanian melemah. Jasa tumbuh sebesar 2,1 persen dengan penyesuaian musiman perlemahan pada sektor pada kuartal 2, dipimpin oleh perdagangan eceran dan kulakan yang naik hingga 9,8 manufaktur, pertambangan dan persen pada kuartal 2. Kinerja ini mengimbangi sebagian perlemahan pada hampir pertanian seluruh jenis kegiatan manufaktur, dengan pertumbuhan pada sektor tersebut menurun menjadi 5,4 persen tahun-ke-tahun dari 5,7 persen tahun-ke-tahun pada kuartal 1. Namun peralatan transportasi dan mesin, sub-sektor manufaktur terbesar, mampu menahan tekanan perlemahan dunia dan mencatatkan pertumbuhan kuartalan terbesar dalam lima tahun terakhir, sebesar 11,7 persen tahun-ke-tahun. Pada skenario dasar Sejumlah indikator parsial telah Gambar 8: Sejumlah indikator kegiatan ekonomi (baseline), PDB Indonesia menurun secara signifikan akhir- frekuensi tinggi menunjukkan tanda-tanda perlambatan diproyeksikan mencapai akhir ini, yang menunjukkan (perubahan tahun-ke-tahun dalam rata-rata bergerak 3- 6,1 persen pada tahun bulanan untuk produksi industri, penjualan mobil dan kemungkinan perlambatan 2012 dan 6,3 persen pada motor) 2013… dalam kegiatan ekonomi (Gambar 8), tetapi masih terlalu Persen Persen dini untuk mengetahui seberapa 10 Produksi industri (kiri) 125 besar penurunan itu disebabkan oleh dampak musiman yang 8 100 besar dari bulan Ramadan. 6 75 Penjualan Kinerja ekonomi dalam negeri kendaraan yang lebih kuat dari perkiraan 4 50 pada paruh pertama tahun 2012, dengan rata-rata 2 25 pertumbuhan sebesar 6,3 persen tahun-ke-tahun, lebih 0 0 Penjualan motor dari cukup untuk mengimbangi (kanan) perlemahan yang belakangan -2 -25 terjadi pada perkiraan (outlook) Aug-07 Nov-08 Feb-10 May-11 Aug-12 eksternal, sehingga menyebabkan peningkatan tipis Sumber: CEIC dan perhitungan staf Bank Dunia pada proyeksi pertumbuhan dasar (baseline) tahun 2012. Sebagai akibatnya, pertumbuhan PDB pada tahun 2012 diperkirakan akan mencapai 6,1 persen (peningkatan tipis sebesar 0,1 poin persentase dari proyeksi pada Triwulanan edisi bulan Juli). Perkiraan (outlook) untuk tahun 2013 tetap bertahan pada sedikit peningkatan menjadi THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 4 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia 6,3 persen karena sedikit peningkatan pada lingkungan eksternal. Hal itu menunjukkan proyeksi yang sedikit lebih rendah dari proyeksi Triwulanan bulan Juli karena revisi turun yang kecil pada mitra perdagangan utama Indonesia, mengikuti penurunan perkiraan (outlook) untuk China, As dan zona Euro. …dengan risiko Seperti dibahas pada bagian akhir Bagian A di bawah, risiko penurunan pada perkiraan penurunan terhadap (outlook) tetap cenderung meningkat dan dalam hal terjadinya tekanan yang lebih besar outlook tetap cenderung pada pasar keuangan internasional, harga komoditas maupun permintaan eksternal, tinggi pertumbuhan domestik dapat turun di bawah proyeksi dasar (baseline) tersebut. Anekdot menunjukkan adanya pengaruh pada sejumlah produksi dan keuntungan dunia usaha yang disebabkan turunnya harga komoditas dan bila hal ini menyebar maka akan terjadi dampak negatif terhadap proyeksi investasi dan konsumsi domestik. Tabel 3: Menurut skenario baseline pertumbuhan PDB diproyeksikan sebesar 6,1 persen untuk tahun 2012, meningkat menjadi 6,3 persen pada 2013 (persentase perubahan, kecuali bila dinyatakan lain) Tahun berjalan ke kuartal Revisi kepada Tahunan Desember Tahunan 2011 2012 2013 2011 2012 2013 2012 2013 1. Indikator ekonomi utama Total pengeluaran konsumsi 4,5 5,4 5,3 4,6 5,8 5,0 0,6 0,3 Pengeluaran konsumsi swasta 4,7 5,0 5,1 4,9 5,1 4,9 0,5 0,3 Konsumsi pemerintah 3,2 8,2 6,5 2,8 9,8 5,9 1,4 0,5 Pembentukan modal tetap bruto 8,8 12,3 11,2 11,5 13,4 10,1 2,7 1,2 Ekspor barang dan jasa 13,6 2,8 5,7 7,9 0,8 7,6 -3,6 -2,0 Impor barang dan jasa 13,3 7,1 4,7 10,1 2,5 8,2 -0,5 -3,3 Produk Domestik Bruto 6,5 6,1 6,3 6,5 5,7 6,6 0,1 -0,1 Pertanian 3,0 3,9 3,5 4,1 3,4 3,6 0,4 0,2 Industri 5,3 5,0 5,0 5,3 4,4 5,4 0,0 -0,3 Jasa-jasa 8,5 7,8 8,1 9,0 7,9 7,6 0,0 -0,1 2. Indikator eksternal Neraca pembayaran (miliar USD) 11,9 -7,0 3,3 n/a n/a n/a -10,0 -7,5 Saldo neraca berjalan (miliar USD) 1,7 -21,2 -16,4 n/a n/a n/a -13,3 -11,8 Neraca perdagangan (miliar USD) 24,2 0,2 6,8 n/a n/a n/a -11,1 -8,9 Saldo neraca keuangan (miliar USD) 13,4 15,9 19,7 n/a n/a n/a 4,6 4,3 3. Ukuran ekonomi lainnya Indeks harga konsumen 5,4 4,4 5,1 4,1 4,9 5,1 0,0 0,0 Indeks keranjang kemiskinan 8,2 6,8 7,1 6,3 6,5 7,4 0,2 -0,4 Deflator PDB 8,4 6,5 7,9 7,5 7,4 8,0 -0,7 -0,2 PDB nominal 15,4 13,0 14,8 14,5 13,5 15,1 -0,7 -0,3 4. Asumsi ekonomi Kurs tukar valuta (Rp/USD) 8773 9350 9400 9024 9400 9400 50 300 Harga minyak Indonesia (USD /barel) 112 115 100 111 113 105 5,0 0,0 Pertumbuhan mitra dagang utama 3,6 3,3 3,6 2,6 3,8 3,9 0,0 -0,1 Catatan: Proyeksi aliran perdagangan berkaitan dengan neraca nasional, yang dapat melebihkan pergerakan volume perdagangan sebenarnya, dan mengecilkan pergerakan harga karena perbedaan dalam rangkaian harga. Revisi bersifat relatif terhadap proyeksi pada Triwulanan bulan Juli 2012 Sumber: Kemenkeu, BPS, BI, CEIC dan proyeksi Bank Dunia THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 5 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia 3. Defisit neraca berjalan meningkat cukup besar pada kuartal kedua tahun 2012 Peningkatan defisit Aliran keluar neraca pembayaran Gambar 9: Aliran keluar neraca pembayaran sekali neraca berjalan pada secara keseluruhan sebesar 2,8 lagi didominasi oleh peningkatan defisit neraca kuartal kedua tahun 2012 miliar dolar AS pada kuartal kedua berjalan melebihi peningkatan (miliar dolar AS) aliran masuk neraca tahun 2012 berada pada tingkat yang sama dengan nilai rata-rata Miliar Net direct investment Miliar keuangan yang secara Net portfolio keseluruhan yang tercatat pada tiga kuartal yang USD USD Net other capital menghasilkan aliran lalu. Akan tetapi, tren yang berbeda 16 Current account 16 keluar neraca terlihat pada neraca berjalan dan Overall balance pembayaran untuk empat keuangan. Defisit neraca berjalan 12 12 kuartal berturut-turut sebesar 6,9 miliar dolar AS adalah 8 8 lebih dari dua kali lipat tingkat yang dicatat pada kuartal 1/2012, 4 4 sementara aliran masuk neraca keuangan juga meningkat dua kali 0 0 lipat, hingga mencapai 5,5 miliar -4 -4 dolar AS (Gambar 9). -8 -8 Di dalam neraca keuangan itu, aliran investasi portofolio bersih meningkat -12 -12 menjadi 3,8 miliar dolar AS, Jun-07 Sep-08 Jan-10 Apr-11 sebagian disebabkan oleh penerbitan obligasi pemerintah Sumber: BI global sebesar 2,5 miliar dolar AS pada bulan April tapi juga karena aliran masuk ke aset- aset portofolio sektor swasta. Walaupun terdapat aliran keluar dari kepemilikan ekuitas lokal, tercatat adanya aliran berskala besar yang masuk ke sekuritas hutang swasta (sebesar 2,8 miliar dolar AS, hanya sedikit di bawah jumlah yang tercatat pada sepanjang 2011). Aliran keluar investasi lainnya sedikit meningkat menjadi 2,2 miliar dolar AS sementara aliran investasi langsung bersih juga meningkat menjadi 3,9 miliar dolar AS. Hal ini terutama karena penurunan dalam investasi langsung di luar negeri, sementara aliran masuk FDI menurun relatif dibanding kuartal yang lalu, seperti dibicarakan di bawah ini. Tren perlemahan neraca Peningkatan defisit neraca berjalan belakangan ini, yang mencapai 3,1 persen dari PDB berjalan dan pada kuartal kedua tahun 2012, disebabkan oleh berkurangnya surplus perdagangan perdagangan diperparah barang (Gambar 10). Dengan defisit minyak mengimbangi surplus dari gas, hal ini oleh penurunan harga didorong oleh penurunan pada neraca perdagangan non-migas. Seperti disoroti pada komoditas dan penurunan permintaan Bagian B dari Triwulanan bulan Juli 2012, tren penurunan pada surplus perdagangan eksternal mencerminkan dukungan bagi impor domestik dari kuatnya permintaan dalam negeri dibanding permintaan luar negeri yang relatif lebih lemah. Selain itu, penurunan dalam harga komoditas pada kuartal kedua tahun 2012 semakin menurunkan ekspor. Ekonomi regional lainnya juga mencatat kemerosotan serupa pada saldo neraca berjalan mereka, terutama Malaysia dan Thailand yang juga relatif bergantung kepada ekspor komoditas, walaupun peningkatan telah mulai terlihat pada kuartal kedua untuk China, Korea dan Malaysia (Gambar 11). Gambaran pada aliran neraca perdagangan lainnya juga serupa dengan kuartal yang lalu. Defisit pada neraca jasa tetap relatif besar, terutama karena jasa transportasi (didukung oleh impor). Aliran keluar pendapatan, yang mengikuti peningkatan aliran masuk FDI pada beberapa tahun terakhir, sedikit meningkat sementara transfer berjalan secara umum tidak berubah. THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 6 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia Gambar 10: Penyempitan surplus perdagangan mendorong Gambar 11: …dengan penurunan neraca berjalan juga peningkatan defisit neraca berjalan… terlihat pada sejumlah negara tetangga (miliar dolar AS) (saldo neraca berjalan, persen dari PDB) Goods trade balance Services trade balance Persen dari PDB Persen dari PDB Income balance Current transfers Current account balance 14 14 12 2011 Q3 Miliar USD Miliar USD 12 10 2011 Q4 15 15 10 8 2012 Q1 8 10 10 6 2012 Q2 6 5 5 4 4 2 0 0 0 2 -5 -5 -2 0 -4 -2 -10 -10 -15 -15 Jun-07 Jun-08 Jun-09 Jun-10 Jun-11 Jun-12 Sumber: BI Sumber: Haver Analytics, BI dan perhitungan staf Bank Dunia Ekspor barang tetap Defisit perdagangan barang bulanan meningkat tajam pada bulan Juni menjadi 1,3 miliar melemah, sehingga dolar AS dengan penurunan ekspor hampir 9 persen pada bulan itu. Penurunan harga neraca perdagangan komoditas juga berperan tetapi volume, yang mencerminkan melemahnya permintaan secara kumulatif bergerak eksternal yang, seperti dirinci pada Bagian B, juga mendorong penurunan dalam ekspor relatif datar sepanjang tahun 2012 manufaktur yang tidak berkaitan dengan sumber daya alam. Penetapan peraturan baru tentang ekspor mineral juga mempengaruhi penurunan yang berarti pada ekspor mineral pada bulan Juni. Sejak itu neraca perdagangan telah meningkat, dengan defisit sebesar 264 juta dolar AS pada bulan Juli dan surplus kecil sebesar 249 juta dolar AS pada bulan Agustus. Hal ini mencerminkan pemulihan pada sejumlah harga komoditas tetapi juga perlemahan dalam impor, sebagian karena bagian dari impor (barang modal dan setengah jadi) yang berkaitan dengan ekspor. Pengaruh dari masa liburan juga dapat memberikan pengaruh pada bulan Agustus. Secara keseluruhan, neraca perdagangan pada delapan bulan pertama tahun 2012 mencapai 497 juta dolar AS dibanding 19,8 miliar dolar AS pada periode yang sama pada tahun 2011. Pengamatan yang lebih cermat pada statistik perdagangan bulanan yang tersedia menunjukkan bahwa penurunan ekspor dalam beberapa bulan terakhir bersifat luas tetapi didominasi oleh gas, tembaga, karet dan batu bara. Impor yang tetap kuat sepanjang bulan Juli pada umumnya disebabkan oleh barang modal dan setengah jadi, terutama termasuk mesin dan komponen bagi produksi otomotif. Pertumbuhan pada industri otomotif domestik tercermin dari pola impor negara-negara sepanjang tahun 2012. Impor didominasi oleh Jepang, yang terutama terdiri dari komponen otomotif dan mesin. Impor otomotif dan suku cadang dari Thailand juga merupakan sumber pertumbuhan jumlah impor. Secara lebih luas, China masih menjadi pemasok produk modal dan setengah jadi yang penting ke Indonesia, dengan posisi hanya di belakang Jepang. Peningkatan dalam Seperti dibicarakan pada Bagian B dari Triwulanan edisi bulan Juli 2012, perlemahan neraca berjalan pada neraca perdagangan dan pergerakan ke defisit neraca berjalan memberikan menambah pentingnya tekanan yang lebih besar dalam mendapatkan sumber pendanaan eksternal yang stabil, mendukung aliran masuk terutama untuk FDI. Jumlah saldo neraca berjalan dan investasi langsung FDI, yang, walaupun masih kuat, telah sedikit (―keseimbangan dasar‖) berubah menjadi negatif pada dua kuartal pertama tahun 2012, menurun pada kuartal- menunjukkan pentingnya upaya kebijakan untuk semakin mendukung aliran masuk FDI kuartal terakhir dan mendorong kepercayaan investor portofolio. Walaupun aliran masuk FDI pada neraca pembayaran pada kuartal kedua tahun 2012 relatif besar di posisi 3,7 miliar dolar AS, tetapi secara umum ini melanjutkan penurunannya secara bertahap dari 5,4 miliar dolar AS seperti yang tercatat pada kuartal 4/2011. Tingginya tingkat FDI yang tercatat pada paruh pertama 2012 dibandingkan THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 7 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia dengan periode yang sama tahun 2011 didukung oleh investasi bukan pertambangan, sementara investasi asing yang berkaitan dengan pertambangan mencatat perkembangan yang mendatar pada paruh pertama tahun 2011, yang mencerminkan perkiraan global yang lebih berhati-hati bagi komoditas tetapi juga mungkin disebabkan oleh dampak peraturan baru pada sektor pertambangan di Indonesia. FDI tetap memiliki diversifikasi yang baik, dengan aliran masuk dari pertambangan, manufaktur dan utilitas yang mendominasi pada kuartal kedua. Penurunan pada neraca Sebagai tanggapan dari penurunan yang terjadi dalam kaitannya dengan defisit neraca berjalan telah mendorong berjalan pada angka-angka kuartal kedua, Bank Indonesia dan Pemerintah telah sejumlah usulan mengumumkan sejumlah kebijakan sebagai tanggapan untuk menyesuaikan defisit kebijakan… neraca berjalan ke ―tingkat yang berkelanjutan untuk mendukung momentum ekonomi nasional.‖ Sebagai contoh, Bank Indonesia menyatakan bahwa ia akan menetapkan fokus pada stabilisasi Rupiah ―sesuai dengan kondisi fundamental‖ dan akan mengambil langkah-langkah untuk mengelola pertumbuhan kredit dan memperdalam pasar valuta asing. Langkah-langkah yang diumumkan oleh Pemerintah termasuk dukungan untuk mendorong ekspor dan juga langkah-langkah yang bertujuan untuk membatasi kebergantungan kepada impor dan mendukung produksi dalam negeri, seperti usulan bagi kebijakan keringanan pajak yang bertujuan untuk mendorong investasi untuk menghasilkan barang-barang modal dan peraturan untuk menurunkan ―kebergantungan terhadap impor barang-barang jadi‖. …tetapi juga penting Merupakan hal penting bahwa kebijakan tanggapan tetap tepat. Sebagai contoh, ketika untuk memastikan bahwa melihat perkiraan (outlook) jangka pendek neraca berjalan, patut untuk dicatat penurunan kebijakan tetap alami impor seperti yang disinggung di atas dengan menurunnya ekspor. Langkah- mendukung langkah yang ditujukan pada substitusi impor, misalnya pada barang modal, tampaknya keberlanjutan investasi dalam dan luar negeri hanya akan membawa dampak yang perlambatan, kemungkinan adanya ketidak efektifan dan bahkan dapat membatasi manfaat yang diperoleh perusahaan-perusahaan di dalam negeri dengan penggunaan barang impor setengah jadi, seperti akses kepada rangkaian teknologi yang lebih luas atau manfaat dari biaya yang lebih rendah maupun kualitas yang lebih baik (lihat Bagian C dari Triwulan edisi bulan Juli 2012). Selain itu, kebijakan baru apapun harus tidak membawa ketidakpastian baru kepada arah penyusunan kebijakan perdagangan dan investasi yang akan semakin menekan neraca eksternal. Memperkenankan perlemahan bertahap kepada kurs tukar valuta, seperti yang terjadi belakangan ini, dapat mendukung peningkatan pada neraca perdagangan melalui dorongan penyesuaian harga relatif yang dapat mendukung kinerja ekspor dan membuat impor menjadi lebih mahal. Selain itu, kemajuan yang berkelanjutan pada reformasi struktural utama, seperti peningkatan infrastruktur dan lingkungan peraturan perundangan, dapat mendukung daya saing dalam negeri – mengangkat potensi ekonomi ekspor sementara juga membatasi daya saing impor terhadap perusahaan-perusahaan lokal – dan kepercayaan investor. Neraca pembayaran Neraca berjalan setahun penuh diproyeksikan defisit sekitar 21 miliar dolar AS untuk diproyeksikan defisit di tahun 2012, setara dengan sekitar 2,3 persen dari PDB. Pada tahun 2013 defisit neraca tahun 2012 secara total, berjalan diperkirakan akan turun menjadi 1,6 persen dari PDB dengan pemulihan pada dan diperkiraan kembali surplus perdagangan, yang mencerminkan peningkatan yang mulai tercatat pada ke surplus pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi mitra perdagangan utama dan dampak depresiasi Rupiah yang berjalan. Perkiraan (outlook) bagi neraca pembayaran secara keseluruhan akan bergantung pada potensi volatilitas aliran masuk portofolio bersih. Pada keadaan dasar, dengan bertahannya FDI dan berkontribusi kepada aliran masuk keuangan yang kuat, keseluruhan defisit neraca pembayaran yang tercatat untuk tahun ini diproyeksikan akan berakhir pada tahun 2013. THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 8 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia Gambar 12: Turunnya pertumbuhan ekspor diikuti Tabel 4: Menyempitnya surplus perdagangan akan penurunan impor menggerakkan neraca berjalan ke defisit untuk tahun 2012 (nilai perdagangan barang, miliar dolar AS, pertumbuhan secara keseluruhan tahun-ke-tahun rata-rata bergerak 3-bulanan untuk nilai (miliar dolar AS) rata-rata barang, persen) Export value (LHS) 2009 2010 2011 2012 2013 Import value (LHS) Trade balance (LHS) Seluruh Neraca miliar Pembayaran 12,5 30,3 11,9 -7,0 3,3 Export growth 3mma yoy (RHS) Persen USD 20 Import growth 3mma yoy (RHS) 80 Neraca Berjalan 10,6 5,1 1,7 -21,2 -16,4 Perdagangan 21,2 21,3 24,2 0,2 6,8 10 40 Pendapatan -15,1 -20,8 -26,6 -24,9 -27,3 Transfer 4,6 4,6 4,2 3,5 4,0 Neraca Modal & 0 0 Keuangan 4,9 26,6 13,4 15,9 19,7 Inv. Langsung 2,6 11,1 11,5 10,1 10,0 -10 -40 Portofolio 10,3 13,2 3,9 10,5 10,0 Lainnya -8,2 2,3 -2,1 -4,7 -0,3 -20 -80 Cadangan devisa(a) 66,1 96,2 110,1 110,2 n.a. Aug-08 Aug-09 Aug-10 Aug-11 Aug-12 Catatan: 3mma adalah rata-rata bergerak 3 bulan. Data Catatan: Kesalahan dan penghilangan tidak diperlihatkan. (a) pertumbuhan impor, termasuk impor ke Zona Ekonomi Cadangan 2012 pada akhir bulan September Khusus, hanya tersedia dari Januari 2009 Sumber: BI dan proyeksi staf Bank Dunia Sumber: BPS dan perhitungan staf Bank Dunia 4. Laju inflasi tetap bertahan pada tingkat yang moderat Inflasi IHK headline Inflasi IHK headline menyusut ke 4,3 persen tahun-ke-tahun pada bulan September 2012, tahun-ke-tahun bergerak turun 0,3 persentase dibanding bulan Juli dan Agustus (Gambar 13). Inflasi inti, yang turun ke 4,3 persen pada memberikan pengukuran yang lebih baik terhadap tekanan harga konsumen, relatif tetap bulan September 2012 rendah dan stabil, dengan turun tipis menjadi 4,1 persen pada bulan September. sementara inflasi inti tetap stabil pada sedikit Stabilnya inflasi headline, ditengah-tengah pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, di atas 4 persen menunjukkan bahwa perkiraan inflasi hingga saat ini tetap terjaga ditunjang oleh tidak terjadinya perubahan besar dari harga-harga barang yang dikelola pemerintah dan harga-harga komoditas, diimbangi oleh depresiasi nominal mata uang sepanjang tahun. Namun demikian, tetaplah masih perlu untuk terus mengamati adanya tanda-tanda tekanan inflasi yang akan datang pada ekonomi umum dan pada sektor-sektor tertentu, seperti terjadi peningkatan yang kuat pada sebagian pasar properti belakangan ini. Gambar 13: Inflasi headline dan inti tetap berada pada Gambar 14: Perbedaan harga beras dalam dan luar negeri tingkat yang rendah telah turun dari tingkat tertinggi pada awal 2012 (inflasi harga, persen) (perbedaan harga, persen; harga kulakan, Rp per kg) Persen Persen Persen Rp per kg 3 24 160 10,000 Inflasi pangan TkT Vietnam, pecah 15 Kualitas menengah (Kanan) persen (Kanan) domestik (Kanan) 120 8,000 2 16 Inflasi inti TkT Inflasi headline (Kanan) TkT (Kanan) 80 6,000 1 8 40 4,000 0 0 0 2,000 Inflasi headline BkB (Kiri) Perbedaan antara harga dalam dan luar negeri (Kiri) -1 -8 -40 0 Sep-08 Sep-09 Sep-10 Sep-11 Sep-12 Jun-08 Jun-09 Jun-10 Jun-11 Jun-12 Catatan: TkT adalah tahun-ke-tahun dan BkB adalah bulan- Sumber: Pasar Beras Cipinang, Food and Agriculture ke-bulan Organization dan Bank Dunia Sumber: BPS dan perhitungan staf Bank Dunia THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 9 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia Inflasi harga bahan Penurunan tahun-ke-tahun inflasi headline pada bulan September terutama disebabkan pangan lebih rendah dari oleh penurunan harga bahan pangan menjadi 6,6 persen. Harga beras dalam negeri yang biasanya stabil selama bulan Ramadan adalah faktor utama yang menjaga pertumbuhan inflasi bahan pangan lebih rendah dari biasanya. Pertumbuhan harga beras pada sembilan bulan pertama tahun 2012 mencapai 3,1 persen, tingkat paling rendah (juga terjadi pada tahun 2009) dari tahun kalender manapun sejak tahun 2004. Melemahnya tekanan harga bahan pangan mendorong turunnya laju inflasi keranjang kemiskinan dari 7,7 persen pada bulan Juni menjadi 5,9 persen pada bulan September. Walaupun harga beras hanya mencatat pertumbuhan yang rendah sepanjang tahun 2012, tingkat harganya tetap tinggi dan masih berada 50 persen lebih tinggi dibanding harga pada awal tahun 2010 setelah terjadi lonjakan harga yang besar pada akhir tahun. Dimulainya tahun ajaran baru mendorong peningkatan biaya pendidikan sebesar 2,9 persen sepanjang bulan Agustus, sementara dengan tidak adanya perubahan harga energi bersubsidi selama lebih dari satu tahun, laju inflasi biaya transportasi dan energi rumah tangga tetap moderat. Perbedaan antara harga Perbedaan antara harga beras dalam dan luar negeri menyusut dari nilai tertingginya beras dalam dan luar yang tercatat pada bulan Juni (Gambar 14). Pada bulan September 2012, harga beras negeri menyusut dari nilai kulakan dalam negeri lebih tinggi sebesar 65-76 persen (sesuai kualitas) dari beras yang tertinggi pada bulan Juni sebanding di pasar internasional (masing-masing dari Thailand dan Vietnam), turun dari perbedaan harga tertinggi sebesar 73-101 persen pada bulan Februari 2012. Penyusutan perbedaan harga itu didorong oleh tiga faktor: peningkatan yang besar dalam harga beras internasional (peningkatan harga beras berkualitas rendah Vietnam sebesar 15 persen); berlanjutnya depresiasi Rupiah terhadap dolar AS; dan melemahnya peningkatan harga beras dalam negeri karena peningkatan produksi. Perkiraan harga jangka Seperti pada tahun-tahun yang lalu, setelah berakhirnya bulan Ramadan, perkiraan harga pendek turun dengan konsumen turun dengan tajam pada bulan Agustus ke tingkat yang lebih rendah secara tajam, merosot di bawah signifikan dari yang tercatat pada bulan-bulan menjelang masa liburan. Menurut survei BI, tingkat yang tercatat lebih banyak responden yang membandingkan ke bulan yang lalu melihat bahwa harga- sebelum peningkatan menjelang bulan harga dalam tiga dan enam bulan akan turun karena sejumlah bahan pangan memasuki Ramadan masa panen dan peningkatan pada distribusi barang-barang di seluruh negeri. Proporsi responden terbanyak memperkirakan penurunan harga terbesar akan terjadi pada bahan pangan, diikuti dengan sandang. Inflasi IHK diproyeksikan Menurut perkiraan dasar (baseline outlook), inflasi IHK diproyeksikan akan meningkat akan meningkat menjadi menjadi 4,9 persen tahun-ke-tahun pada kuartal terakhir tahun 2012, yang mencerminkan 4,9 persen tahun-ke- berlanjutnya tingkat pertumbuhan kredit yang tinggi, permintaan dalam negeri yang masih tahun pada kuartal akhir kokoh dan pengaruh dari harga impor yang lebih tinggi karena depresiasi nilai Rupiah tahun 2012, menuju batas atas target BI sebesar 4,5 terhadap dolar AS. Diperkirakan bahwa depresiasi Rupiah sebesar 10 persen terhadap ± 1 persen, dan akan naik dolar AS akan secara kasar berkaitan dengan peningkatan sebesar 0,5-1 poin persentase sedikit lebih tinggi pada pada inflasi headline pada kuartal tersebut. Perkiraan inflasi bergerak menuju batas tahun 2013 sasaran atas Bank Indonesia sebesar 4,5 ± 1 persen. Inflasi IHK tahunan untuk tahun 2012 secara keseluruhan diproyeksikan sebesar 4,4 persen. Pada tahun 2013, inflasi diproyeksikan akan meningkat menjadi 5,1 persen untuk keseluruhan tahun, sesuai pengaruh kuatnya permintaan konsumen, peningkatan kredit konsumen dan depresiasi nilai tukar valuta. Terdapat risiko penurunan pada perkiraan ini bila situasi luar negeri semakin tidak menentu (walaupun pengaruhnya dapat diimbangi dengan harga impor yang lebih tinggi jika diikuti dengan depresiasi nilai tukar valuta). Jalur bagi harga-harga yang dikelola pemerintah juga menjadi kunci perkiraan (outlook) itu, dengan perkiraan dasar (baseline) mengasumsikan tidak adanya peningkatan harga energi. Namun, RAPBN 2013 yang sedang dibahas di DPR turut menyertakan usulan peningkatan tarif listrik sebesar 15 persen, secara bertahap tiap kuartal, walaupun sementara ini tidak ada usulan untuk reformasi harga BBM. Hasil panen yang baik pada awal tahun telah mendorong turun perkiraan inflasi keranjang kemiskinan menjadi 6,5 persen pada kuartal 4/2012 dan 7,4 persen pada kuartal akhir tahun 2013. Pertumbuhan deflator Luasnya tingkat harga pada ekonomi, yang diukur oleh deflator PDB, meningkat sebesar PDB telah menyusut ke 5,7 persen tahun-ke-tahun pada kuartal 2/2012, tingkat paling rendah sejak tahun 2009. tingkat rendah yang Hal ini disebabkan oleh harga investasi yang hanya bertumbuh sebesar 0,1 persen pada tercatat pada waktu krisis keuangan dunia dengan kuartal kedua, pertumbuhan kuartalan paling rendah dengan penyesuaian musiman selama satu dekade. Inflasi deflator PDB diproyeksikan akan meningkat pada sisa tahun THE WORLD BANK | BANK DUNIA Oktober 2012 10 Perkembangan Triwulanan Menjaga ketahanan Perekonomian Indonesia turunnya pertumbuhan 2012 hingga mencapai 6,5 persen untuk sepanjang tahun (dengan rendahnya nilai inflasi harga investasi pada paruh pertama memberikan kontribusi kepada revisi turun pada perkiraan tersebut). Pada tahun 2013, pertumbuhan deflator PDB tahunan diperkirakan akan semakin meningkat, mencapai 7,9 persen berkat percepatan pertumbuhan ekonomi dan berlanjutnya kondisi kredit yang kuat, walau tetap masih berada di bawah nilai rata-rata 14,5 persen selama 4 tahun sebelum krisis keuangan dunia. 5. Ekuitas meningkat pada kuartal ketiga dan pertumbuhan kredit yang cepat terus berlanjut Ekuitas Indonesia Indonesia berpartisipasi penuh di dalam peningkatan pasar ekuitas dunia pada kuartal mencatat pertumbuhan ketiga. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat hampir 8 persen pada kuartal kuartal yang kuat tersebut, dibandingkan dengan 7,3 persen indeks S&P 500 Amerika Serikat (dalam sementara kinerja pasar perhitungan Rupiah), lebih dari cukup untuk menutupi penurunan yang terjadi pada obligasi lebih beragam kuartal kedua. Peningkatan ini didorong oleh kuatnya pembelian ekuitas bersih sebesar 14,4 triliun rupiah oleh investor asing. Yield obligasi pemerintah dalam negeri tercatat meningkat dan naik sebesar 50 basis poin pada akhir bulan Agustus dengan melemahnya Rupiah, tetapi dengan peningkatan risiko internasional, harga obligasi kembali pulih. Yield obligasi 5-tahun menutup kuartal itu pada tingkat 5,5 persen (Gambar 15). Rupiah terus sedikit Depresiasi rupiah berlanjut terhadap dolar AS belakangan ini, melemah sebesar 1,5 terdepresiasi terhadap persen sepanjang kuartal, dan tercatat terdepresiasi sebesar 5.7 persen dari awal tahun dolar AS hingga bulan Oktober. Melemahnya kinerja rupiah sepanjang tahun 2012, juga dialami sejumlah eksportir utama komoditas, seperti Brasil dan Afrika Selatan. Seperti disinggung di atas, Depresiasi valuta akan mendorong penyesuaian neraca perdagangan Indonesia, yang mencerminkan pilihan kebijakan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi pada waktu-waktu tertentu untuk menahan gejolak pasar mata uang. Menghadapi ini, tampaknya BI telah menggunakan masa pemulihan untuk membangun kembali cadangan devisanya dari aliran masuk modal portofolio pada bulan September.Cadangan devisa telah meningkat sebesar 3,7 miliar dolar AS pada kuartal ketiga (Gambar 16). Dengan memperhitungkan laju inflasi Indonesia yang agak tinggi dibanding mitra-mitra perdagangan utamanya, depresiasi mata uang tetap bertahan rendah secara riil. Kurs tukar efektif riil (dengan pembobotan IHK) pada akhir bulan Agustus berada pada 5,7 persen, lebih rendah dari nilai puncaknya pasca krisis keuangan pada bulan Agustus 2010. Gambar 15: Ekuitas Indonesia mencatat pertumbuhan Gambar 16: …walau pembelian oleh asing untuk ekuitas dan yang kuat pada kuartal tiga tapi Rupiah tetap melemah… obligasi meningkat dengan kuat pada bulan September (indeks ekuitas, 1 Agustus 2011=100; Rupiah per dolar AS; (miliar dolar AS) yield, persen) 1 Aug 2011=100 Persen, ribu IDR per USD Miliar USD SBI SUN Equities Miliar USD 105 10 150 5.0 Ribu Rp per dolar AS (Kanan) Cadangan devisa 100 9 (Kiri) 125 2.5 95 8 100 0.0 90 7 Ekuitas IHSG (Kiri) 75 -2.5 85 6 50 -5.0 80 5 Yield obligasi negara Rp Aliran masuk portofolio asing, 5-tahun (Kanan) (Kanan): 75 4 25 -7.5 Sep-11 Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Sep-09 Sep-10 Sep-11 Sep-12 Sumber: CEIC, Perhitungan staf Bank Dunia Catatan: “Aliran
Groupe de la Banque mondiale · Working Paper
Indonesia economic quarterly : maintaining resilience : Perkembangan triwulanan perekonomian Indonesia : menjaga ketahanan
Voir le document original
Le texte intégral est hébergé par l’organisation qui le publie. lawenc.com indexe les métadonnées et renvoie vers la source officielle.
Texte intégral
Informations clés
Organisation
Groupe de la Banque mondiale
Type de document
Working Paper
Pays
Indonésie
Source
Banque mondiale