Groupe de la Banque mondiale · Brief

Towards a stable, efficient, and accessible financial sector : Menuju sektor keuangan yang stabil, efisien dan mudah diakses

Indonésie Banque mondiale
Voir le document original

Le texte intégral est hébergé par l’organisation qui le publie. lawenc.com indexe les métadonnées et renvoie vers la source officielle.

Texte intégral

BANGKITNYA INDONESIA. Prioritas Kebijakan untuk Tahun 2010 dan Selanjutnya 53476 Menuju Sektor Keuangan yang Stabil, Efisien dan Mudah Diakses Pesan Pokok 1. Upaya pemerintah untuk menjaga dan memperkuat stabilitas sistem keuangan pada dekade lalu telah menunjukkan keberhasilan. 2. Walaupun stabilitas terjaga, sektor keuangan Indonesia didominasi oleh perbankan, dan pendanaannya didominasi oleh instrumen keuangan dengan masa jatuh tempo yang pendek, umumnya deposito berjangka. Jumlah pendanaan jangka panjang yang dibutuhkan oleh korporasi, infrastruktur dan UKM masih sangat terbatas, sehingga memperlambat pertumbuhan. Selain itu, sebagian besar penduduk tidak memiliki akses yang pantas terhadap berbagai produk dan jasa keuangan. 3. Telah tiba waktunya untuk menangani dua tantangan utama sektor keuangan, efisiensi dan akses. Tindakan Utama 1. Terus menjaga stabilitas sektor perbankan dengan (i) menyetujui dan melaksanakan jaring pengaman sektor keuangan, (ii) memperkuat LPS, termasuk dengan memberikan sumber daya manusia dan keuangan yang dibutuhkan, dan (iii) memperkuat kerangka kerja untuk tindakan perbaikan cepat yang berdasarkan aturan oleh Bank Indonesia. 2. Meningkatkan efisiensi sektor keuangan Indonesia dengan meragamkan dan memperkuat lembaga-lembaga keuangan nonbank (NBFI). (i) Merestrukturisasi perusahaan-perusahaan asuransi dan pensiun yang tidak dapat memenuhi kewajibannya. (ii) Merestrukturisasi program pensiun pegawai negeri dan skema jaminan sosial sehingga membuat mereka memiliki keberlanjutan fiskal. (iii) Menyusun kerangka kerja peraturan dan kelembagaan pendukung untuk pendanaan mata uang lokal dan jaminan sosial jangka panjang bagi penduduk melalui pengembangan sektor-sektor dana pensiun dan asuransi jiwa. (iv) Meningkatkan luas dan dalamnya pasar saham dan obligasi melalui pelaksanaan peraturan tata kelola perusahaan yang ditingkatkan. (v) Memperkuat koordinasi antar otoritas sektor keuangan. 3. Meningkatkan akses jasa-jasa keuangan kepada keluarga berpenghasilan rendah dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dengan (i) memperluas penekanan kebijakan dari pemberian kredit menjadi pemberian layanan keuangan, (ii) memberdayakan lembaga kredit mikro formal melalui peningkatan akses pembiayaan dan pembangunan kapasitas yang terarah (iii) penetapan kerangka kerja hukum yang memadai bagi institusi pembiayaan mikro nonbank/nonkoperasi, (iv) mendukung produk-produk keuangan berbasis modal ventura, sewa guna usaha dan Syariah, dan (v) memberikan kerangka kerja hukum dan peraturan yang jelas untuk produk/jasa keuangan yang inovatif/berdasar teknologi yang menjadi kunci untuk memberikan layanan keuangan rendah biaya. Menjaga stabilitas sektor perbankan tampaknya telah Posisi Indonesia Saat Ini menjadi fokus utama otoritas perbankan Indonesia sejak krisis tahun 1997/98. Stabilitas sektor perbankan Suatu sektor keuangan yang berfungsi baik akan telah tepat dipercaya sebagai prasyarat utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pihak otoritas daya cakup pertumbuhan, membantu pengentasan melaksanakan agenda reformasi yang berarti yang kemiskinan, dan memperkuat status Indonesia sebagai mencakup penyempurnaan peraturan dan pengawasan, dan negara berpenghasilan menengah. memperkuat peran penegak hukum/anti-korupsi untuk 2 | BANGKITNYA INDONESIA mencapai dan menjaga stabilitas. Keberhasilan program Gambar 1. Rasio Pinjaman terhadap Simpanan itu tercermin pada sektor perbankan yang sekarang lebih 120 kuat dibanding satu dekade yang lalu. Semua indikator 106 sektor perbankan, termasuk rasio kredit bermasalah 100 75 (NPL), imbal hasil aktiva, rasio kecukupan modal dan 80 72 62 66 60 rasio pinjaman terhadap tabungan telah meningkat 60 secara berarti. Kembalinya kepercayaan masyarakat telah 40 mendorong pertumbuhan sektor perbankan pada tahun- 26 20 tahun terakhir. 0 1997 1998 1999 2005 2006 2007 2008 Walau krisis keuangan dunia yang sedang berlangsung Sumber: Bank Indonesia telah mempengaruhi Indonesia, secara keseluruhan bank-banknya cukup kuat untuk bertahan menghadapi terpaan badai. Akan tetapi, bank di Indonesia terbagi menjadi beberapa kelompok yang beragam dalam hal Tabel 1. Laporan Keuangan Utama Bank-Bank Umum likuiditas, modal dan risiko pada saat puncak gejolak di 2004 2005 2006 2007 2008 akhir tahun 2008, dan terdapat kekuatiran yang terus CAR (%) 19.40 19.30 21.27 19.30 16.76 mengganggu akan stabilitas beberapa bank yang berukuran NIM (%) 5.88 5.63 5.80 5.70 5.66 lebih kecil, dengan dua bank yang terpaksa tutup. Kredit NPL (Bruto) (%) 4.50 7.56 6.07 4.07 3.20 bermasalah meningkat sampai pertengahan tahun 2009 Aktiva Produktif (%) 175.54 127.25 126.88 193.95 168.12 walaupun secara jangka panjang kecenderungan penuruan ROA (%) 3.46 2.55 2.64 2.78 2.33 kredit bermasalah terus berlanjut. Rasio kecukupan modal ROE (%) 23.03 18.02 17.10 17.98 14.38 dan pencadangan kerugian pinjaman masih berada dalam LDR (%) 49.95 59.66 61.56 66.32 74.58 kisaran yang terjaga bagi keseluruhan sistem (Tabel 1). Total Tabungan & 963.1 1,127.9 1,287.1 1,510.8 1,753.3 Deposit Tingkat pertumbuhan kredit menurun pada triwulan % Peningkatan terakhir, seperti yang dialami oleh dunia internasional. n/m 17.1 14.1 17.4 16.0 (Penurunan) Kecenderungan peningkatan rasio pinjaman terhadap Total Aktiva 1,272.1 1,469.8 1,694.0 1,986.5 2,310.6 tabungan sekarang memberikan dukungan sektor riil % Peningkatan n/m 15.5 15.3 17.3 16.3 setelah pencapaian tinggi pada tahun 1997/98 (Gambar 1). (Penurunan) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang dibentuk pada Total Pinjaman 559.5 695.6 792.3 1,002.0 1,307.7 tahun 2004, melindungi lebih dari 90 persen penabung % Peningkatan n/m 24.3 13.9 26.5 30.5 (Penurunan) di sektor perbankan dan menjamin simpanan sampai Rp 2 miliar. LPS mengambil alih dua bank kecil yang pailit Sumber: Buku Statistik BUlanan Bank Indonesia dalam menghadapi krisis. Secara keseluruhan, patut dicatat bahwa sektor perbankan tetap stabil ditengah gejolak Gambar 2. Struktur Keuangan per Des 2008 dunia, bukti dari keberhasilan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas. O/S obligasi Reksa Dana korporat 2% Lembaga Desa, Sekuritas, Perusahaan Keuangan 2% Pegadaian, Modal Ventura 5% 2% Kepercayaan masyarakat dan pasar keuangan internasional pada lembaga keuangan Indonesia telah tumbuh berkat upaya pemerintah untuk meningkatkan Penjamin 5% pengaturan dan integritas sektor tersebut. Aturan perundangan mengenai kepatuhan, Pengenalan Nasabah (Know Your Customer), Antipencucian Uang dan peraturan lain telah diterbitkan bagi bank-bank dan lembaga- Dana Pensiun 4% lembaga keuangan nonbank dan dilaksanakan dengan efektif. Pencucian uang dikendalikan melalui operasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang terpercaya, yang telah beroperasi selama beberapa Bank tahun. 80% Kini para penyusun kebijakan harus menekankan pada Sumber: BI, Bapepam-LK, InfoBank, situs web lembaga, Kementerian Negara Koperasi peningkatan efisiensi dan akses pada sektor keuangan yang lebih luas untuk mempercepat pertumbuhan. Prioritas Kebijakan untuk Tahun 2010 dan Selanjutnya | 3 Delapan puluh persen aktiva sektor keuangan tersimpan industri tersebut. Dana pensiun dengan jumlah aktiva dalam bank-bank (Gambar 2). Sistem perbankan tidak sekitar Rp 90 triliun (akhir tahun 2007) sangatlah kecil dapat memobilisasi dan menempatkan sumber daya dibanding negara-negara setara. Indonesia juga memiliki dengan tingkat efisiensi yang serupa dengan sektor sistem jaminan sosial yang lemah dengan perlindungan keuangan yang lebih luas sehingga menghambat keuangan yang tidak memadai, terutama bagi penduduk pertumbuhan dan potensi pengentasan kemiskinan. Kredit miskin dan berusia lanjut. Walaupun bertumbuh sejak bank kepada sektor swasta sebagai bagian dari PDB tahun 2005, industri reksa dana tetap kecil, bergejolak dan tetap bertahan pada kisaran 25 persen - sangat rendah menawarkan macam produk yang terbatas. dibanding 85 persen di Thailand, 47 persen di India dan 114 persen di Cina. Selisih suku bunga kredit-tabungan Sebagai pengatur dan pegawas NBFI, Bapepam-LK di Indonesia

Informations clés
Type de document Brief
Date d'adoption
Pays Indonésie
Source Banque mondiale