BANGKITNYA INDONESIA. Prioritas Kebijakan untuk Tahun 2010 dan Selanjutnya 53479 Melindungi Generasi Sekarang dan yang akan Datang dari Kemiskinan Pesan Pokok Indonesia telah membuat kemajuan dalam mengentaskan kemiskinan dan sedang mengembangkan berbagai program perlindungan sosial. Pertumbuhan ekonomi, perluasan akses ke pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta peningkatan infrastruktur telah membantu mengentaskan kemiskinan. Bantuan langsung (block grants) kepada masyarakat telah berhasil mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah-daerah pedesaan. Sejumlah program perlindungan sosial (bantuan ekonomi dan asuransi) juga mulai dilaksanakan untuk melindungi rumah tangga dari berbagai risiko dan guncangan. Dibutuhkan upaya lebih lanjut untuk melindungi generasi sekarang dan mendatang yang masih rentan terhadap ancaman kemiskinan. Penduduk Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 32,5 juta jiwa dan setengah dari jumlah penduduknya masih sangat rentan terhadap kemiskinan. Program-program bantuan sosial terlalu terfragmentasi untuk dapat memberikan perlindungan yang memadai kepada keluarga- keluarga dari berbagai guncangan atau membantu mereka mengatasi risiko secara efektif. Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut dan mempertahankan laju pengentasan kemiskinan maka program dan sumber daya perlu dikonsentrasikan di daerah-daerah yang lebih miskin. Tindakan Utama Pemerintahan yang baru berada pada posisi yang kuat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengembangkan program-program perlindungan sosial tahap berikutnya. Dengan pertumbuhan yang berlanjut dan pergerakan fiskal yang lebih luas, Indonesia dapat melakukan investasi lebih lanjut dalam program-program yang mampu mengentaskan kemiskinan. Program-program bantuan dan asuransi sosial yang ada saat ini dapat menjadi landasan dalam pembentukan kerangka perlindungan sosial yang komprehensif. Dengan mengingat hal ini maka prioritas kebijakan dan program yang utama untuk lima tahun berikutnya adalah: 1. Mempertahankan program-program nasional bantuan masyarakat yang berfokus pada penyaluran sumber daya ke daerah-daerah termiskin. Memperluas cakupan bantuan investasi masyarakat PNPM-Mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Mandiri) untuk 2.000 kecamatan termiskin. Mendukung inovasi PNPM agar lebih efektif dalam mencapai masyarakat miskin yang hidup di kawasan tidak miskin pedesaan maupun perkotaan. 2. Mempersiapkan jaring pengaman darurat untuk membantu menstabilkan penghasilan keluarga-keluarga yang rentan terhadap guncangan (guncangan ekonomi dan kesehatan, bencana alam dan perubahan kebijakan). Mengembangkan mekanisme yang memantau guncangan dan memicu diterapkannya jaring pengaman darurat seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan/atau program-program padat karya. 3. Menciptakan kerangka terpadu untuk program-program bantuan sosial guna memutuskan mata rantai kemiskinan antar generasi. Menerapkan program bantuan kesehatan, beasiswa bagi keluarga miskin dan bantuan tunai bersyarat (CCT). Membentuk sistem manajemen "satu atap" yang terkoordinasi dan menyusun database terpadu, yang memuat daftar nama penerima program. Memperkuat kapasitas lembaga pelaksana untuk menargetkan dan melaksanakan program bantuan sosial secara tepat. 4. Mengembangkan program-program asuransi sosial generasi kedua yang dapat dipertanggungjawabkan melalui sistem fiskal. Mengkaji implikasi dari cakupan program yang lebih luas dan menjelaskan reformasi kelembagaan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan program-program asuransi sosial. Selanjutnya, melaksanakan reformasi secara bertahap dengan memastikan sistem yang dipergunakan jelas, layak dan terjangkau. 2 | BANGKITNYA INDONESIA tinggal di daerah-daerah pedesaan dan perkotaan yang Posisi Indonesia Saat Ini tidak tergolong miskin tersebut. Dengan meningkatnya urbanisasi, banyak hal perlu diketahui tentang sifat dan Indonesia telah membuat kemajuan dalam pengentasan penyebab kemiskinan perkotaan maupun jenis-jenis kemiskinan tetapi masih banyak penduduk yang miskin program terbaik yang dapat membantu penduduk kota dan rentan. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan agar keluar dari kemiskinan. telah membantu lebih banyak penduduk Indonesia untuk keluar dari kemiskinan dengan menciptakan lebih banyak Pemerintah telah meluncurkan program-program lapangan pekerjaan dan meningkatkan belanja publik di bantuan sosial untuk melindungi rumah tangga yang bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Sejak rentan dari guncangan dan keberlarutan kemiskinan pemilu tahun 2004, angka kemiskinan berkurang dari 16,7 dari generasi ke generasi. Pada tahun 2005, pemerintah persen menjadi 14,15 persen (2009). Walaupun terdapat mulai mengubah sumber daya dari subsidi regresif menjadi kemajuan, 32,5 juta rakyat Indonesia saat ini masih program bantuan sosial yang menargetkan rumah tangga hidup di bawah garis kemiskinan dan sekitar setengah miskin dan hampir-miskin. Bantuan Langsung Tunai dari seluruh rumah tangga masih berada di sekitar garis (BLT), suatu jaring pengaman bantuan tunai tanpa kemiskinan nasional (penghasilan Rp 200.262/bulan). syarat, telah membantu lebih dari 19 juta rumah tangga Kesenjangan antara yang miskin dan tidak miskin juga (sepertiga dari total penduduk) untuk menghadapi melebar. Rasio Gini, ukuran ketidakseimbangan konsumsi, guncangan inflasi akibat dihapuskannya subsidi BBM. telah meningkat dari 31,7 persen pada tahun 1999 menjadi Pemerintah juga sedang mengujicoba berbagai jenis sekitar 35 persen pada tahun 2009. Disparitas regional program bantuan sosial lain untuk mencegah keluarga- juga masih belum berubah; kawasan Indonesia timur keluarga menempuh jalan keluar yang negatif, seperti masih tertinggal dibandingkan kawasan Indonesia lainnya, memangkas pengeluaran kebutuhan dasar pangan - dan terutama Pulau Jawa. kesehatan, atau mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah untuk bekerja. Termasuk dalam program ini adalah Program nasional bantuan masyarakat telah mengurangi Program Keluarga Harapan (PKH) dan PNPM-Generasi angka kemiskinan dengan memberikan kesempatan sebagai program percontohan yang memberikan dana kepada masyarakat miskin untuk mandiri. Pemerintah bantuan kepada rumah tangga dan masyarakat berdasarkan telah memperluas Program Nasional Pemberdayaan kehadiran siswa di sekolah dan penggunaan fasilitas Masyarakat (PNPM-Mandiri) antara tahun 2007 sampai kesehatan masyarakat. 2009 dengan memberikan bantuan langsung (block grants) kepada kecamatan-kecamatan di daerah pedesaan dan Jaring pengaman juga mulai dilaksanakan, tetapi perkotaan yang mendukung proyek-proyek pembanguan tidak ada sistem menyeluruh yang dapat dengan cepat di tingkat masyarakat. Pendekatan tersebut berhasil diterapkan untuk melindungi keluarga-keluarga meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat untuk dari berbagai guncangan. Dampak dari kejadian- mengidentifikasi rintangan-rintangan pembangunan di kejadian yang tidak diharapkan terhadap rumah tangga daerah seraya meningkatkan kapasitas untuk melaksanakan seperti munculnya krisis kesehatan, bencana alam atau tindakan yang terkoordinasi. PNPM-Mandiri telah kemerosotan keuangan dunia, dan guncangan yang berhasil mempercepat laju pengentasan kemiskinan secara diperkirakan akan terjadi akibat reformasi kebijakan, dapat efektif, khususnya di daerah-daerah pedesaan terpencil menghambat kemajuan Indonesia dalam pengentasan yang membutuhkan infrastruktur padat karya yang kemiskinan. Padat Karya, suatu program jangka pendek produktif seperti sarana jalan yang menghubungkan warga untuk membantu pengangguran yang diluncurkan dalam desa dengan pasar dan jasa-jasa layanan. menghadapi krisis keuangan tahun 1997, telah gagal melindungi masyarakat miskin karena tidak tepat sasaran Kini PNPM memiliki cakupan nasional, tetapi sumber dan strukturnya yang terfragmentasi. Program berikutnya, daya perlu difokuskan pada daerah-daerah yang lebih BLT, lebih berhasil dalam penetapan sasaran sehingga miskin untuk mempertahankan laju pengentasan lebih efektif dalam menyangga rumah tangga setelah kemiskinan. Program PNPM-Mandiri kini telah subsidi BBM dikurangi. Namun karena tidak adanya jaring menjangkau 6.514 kecamatan di seluruh negeri tetapi pengaman yang terkoordinasi atau mekanisme pengelolaan tidak berfokus pada masyarakat termiskin. Jumlah bantuan risiko secara formal, maka rumah tangga rentan sering langsung untuk daerah-daerah tersebut masih terlalu kecil bergantung pada tabungan informal antar rumah tangga dan belum sesuai dengan laju inflasi. Pada saat yang sama, sebagai perlindungan diri. banyak orang miskin hidup di kecamatan-kecamatan yang tidak tergolong miskin. Program-program bantuan perlu Program-program bantuan sosial melindungi keluarga- lebih disesuaikan untuk mencapai masyarakat miskin yang keluarga dari risiko tetapi harus dikoordinasi dan Prioritas Kebijakan untuk Tahun 2010 dan Selanjutnya | 3 dilaksanakan dengan lebih baik untuk memutuskan bantuan, sedangkan Dewan Jaminan Sosial Nasional mata rantai kemiskinan generasi ke generasi. (DJSN) menyiapkan rancangan sistem asuransi sosial. Program-program percontohan bantuan tunai bersyarat Administrasi yang lemah dan kapasitas pengelolaan memperlihatkan hasil yang menjanjikan untuk menjamin yang terbatas di lingkungan instansi pemerintah juga bahwa keluarga-keluarga mampu mengelola risiko seraya menghambat pelaksanaan program-program perlindungan tetap melakukan investasi dalam pelayanan kesehatan sosial, seperti PKH, secara efektif. dan pendidikan. Namun, untuk memperluas jangkauan program tersebut, perlu diatasi beberapa masalah pelaksanaan dan perlu dipastikan bahwa fasilitas pelayanan Posisi yang Diinginkan Indonesia kesehatan dan pendidikan siap melayani lebih banyak pengguna jasa dari keluarga miskin dan hampir miskin Untuk mengatasi masalah kemiskinan dan mengurangi (menyelesaikan masalah sisi penawaran). Program-program tingkat kerentanan, dibutuhkan upaya komprehensif dan bantuan sosial lain seperti pelayanan kesehatan gratis juga terkoordinasi. Mempertahankan tingkat pertumbuhan menghadapi tantangan pelaksanaan dan belum berjalan ekonomi, melaksanakan reformasi ketenagakerjaan optimal. Sistem bantuan sosial yang kini terfragmentasi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan tidak selalu menargetkan, atau secara memadai mencakup, tenaga kerja yang lebih terlatih, meningkatkan akses ke keluarga-keluarga yang paling rentan. pelayanan kesehatan dan pendidikan, dan memperluas infrastruktur adalah komponen-komponen penting Dengan semakin banyaknya penduduk Indonesia yang dalam pengentasan kemiskinan. Namun, dalam bagian keluar dari kemiskinan, maka dibutuhkan program- ini memfokuskan pada bagaimana program-program program asuransi sosial tahap berikutnya. Landasan pengentasan kemiskinan nasional dan sistem perlindungan sistem asuransi sosial telah tersedia, termasuk Askes, sosial dapat mempercepat laju pengentasan kemiskinan suatu program asuransi kesehatan dan Jamsostek, sebuah dan melindungi keluarga-keluarga dengan lebih baik dari program pensiun untuk pekerja di sektor formal. Walaupun risiko-risiko yang mereka hadapi. Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) (No. 40/2004) menyatakan aspirasi nasional untuk memberikan perlindungan universal atau cakupan Meningkatkan program-program semesta, tidak ada rencana yang jelas tentang bagaimana mengembangkan sistem nasional yang berpautan dan pengentasan kemiskinan nasional yang layak. Masalah-masalah yang dihadapi mencakup ada kekuatan dan efektivitas program, besaran manfaat yang diberikan, lingkup cakupan program, keterjangkauan dan Mendanai program PNPM-Mandiri yang telah keberlanjutan secara fiskal. Tanpa persiapan yang memadai, ditingkatkan dan mengkonsentrasikan sumber daya di Indonesia mungkin berada pada posisi yang sama dengan 2.000 kecamatan termiskin. Jaringan PNPM nasional negara-negara berpenghasilan menengah lainnya yang menawarkan mekanisme teruji sehingga pemerintah dapat memberikan manfaat asuransi sosial yang murah namun menciptakan lapangan pekerjaan secara efektif bagi warga harus berjuang menghadapi tanggungan finansial besar miskin dan menyalurkan sumber daya kepada masyarakat. yang ditimbulkannya. Peningkatan alokasi dana bantuan langsung (block grants) dan pemberian sumber daya tambahan kepada 2000 Untuk memperluas lingkup program perlindungan kecamatan termiskin akan mendatangkan manfaat bagi sosial, dibutuhkan pengaturan kelembagaan yang jelas sekitar 16 sampai 18 juta keluarga. Namun, PNPM perlu untuk memastikan pelaksanaan program berjalan terus berinovasi dengan pendekatan-pendekatan baru secara efektif. Tanggung jawab untuk mengembangkan untuk mencapai keluarga-keluarga miskin yang tinggal strategi perlindungan sosial
Groupe de la Banque mondiale · Brief
Protecting present and future generations from poverty : Melindungi generasi sekarang dan yang akan datang dari kemiskinan
Voir le document original
Le texte intégral est hébergé par l’organisation qui le publie. lawenc.com indexe les métadonnées et renvoie vers la source officielle.
Texte intégral
Informations clés
Organisation
Groupe de la Banque mondiale
Type de document
Brief
Pays
Indonésie
Source
Banque mondiale