Groupe de la Banque mondiale · Working Paper

Indonesia economic quarterly : continuity amidst volatility : Perkembangan triwulanan perekonomian Indonesia : kesinambungan di tengah guncangan

Indonésie Banque mondiale
Voir le document original

Le texte intégral est hébergé par l’organisation qui le publie. lawenc.com indexe les métadonnées et renvoie vers la source officielle.

Texte intégral

55221 PERKEMBANGAN TRIWULANAN PEREKONOMIAN INDONESIA Kesinambungan di Tengah Guncangan Juni 2010 Kata Pengantar Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia menyajikan perkembangan utama ekonomi Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Laporan ini menempatkan perkembangan dalam konteks jangka panjang dan global, serta menilai terhadap prospek ekonomi dan kesejahteraan social Indonesia. Laporan ini ditujukan untuk khalayak termasuk pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, pelaku pasar keuangan, serta komunitas analis dan professional yang terlibat dalam ekonomi Indonesia. Laporan Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia ini disusun dan dihimpun oleh tim analisa makroekonomi kantor perwakilan Bank Dunia di Jakarta dipandu oleh Shubham Chaudhuri (Lead Economist) dan Enrique Blanco Armas (Senior Economist): Andrew Blackman (rrus perdagangan, neraca pembayaran), Andrew Carter (penerimaan pemerintah dan deflator PDB), Andrew Ceber (Neraca nasional and Permintaan domestik), Fitria Fitrani (arus perdagangan), Faya Hayati (harga, harga komoditas, dan deflator PDB), Ahya Ihsan (pengeluaran pemerintah), Telisa Falianty (kondisi moneter), Neni Lestari (dektor perbankan), Diva Singh (pasar finansial, kondisi moneter, sektor perbankan), Djauhari Sitorus (sektor perbankan). Tim Bulman (ringkasan eksekutif, tenaga kerja, pendanaan pemerintah, dan deflator PDB) dan Andrew Ceber berbagi tugas penyuntingan dan produksi. Enrique Blanco Armas, Ashley Taylor, Nathan Dal Bon and Peter Milne, memberikan komentar-komentar rinci pada draft-draft awal. Dokumen ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Nicolas Novianto dan diedit oleh Magda Adriani, Fitria Fitrani, Telisa Falianty dan Ahya Ihsan. Untuk mendapatkan lebih banyak analisa Bank Dunia atas ekonomi Indonesia: Untuk informasi mengenai the World Bank serta kegiatannya di Indonesia, silakan berkunjung ke website ini www.worldbank.org/id Untuk mendapatkan publikasi terkait melalui e-mail, silakan menghubungi madriani@worldbank.org. Untuk pertanyaan dan saran berkaitan dengan publikasi ini, silakan menghubungi tbulman@worldbank.org. iii Daftar isi Kata Pengantar iii Ringkasan Eksekutif: Kesinambungan di tengah guncangan viii A . PERKEMBANGAN TERBARU FISKAL DAN EKONOMI 1 1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid terus berlanjut 1 a. Permintaan swasta meningkat pada paruh pertama tahun 2010, mengimbangi perlambatan dalam belanja negara ...................................................................................................................... 1 b. Sekarang impor meningkat lebih cepat dari ekspor, memperkecil surplus neraca perdagangan dan neraca berjalan ................................................................................................. 3 c. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tampaknya akan terus mengalami percepatan, dan proyeksi untuk tahun 2010 telah ditingkatkan .............................................................................. 4 2. Pasar keuangan Indonesia turun di bulan Mei karena krisis hutang Eropa 7 a. Saham dan obligasi Indonesia melemah di bulan Mei karena arus keluar modal berukuran besar yang juga memberi tekanan kepada rupiah........................................................................ 7 b. Pertumbuhan pasokan uang yang lesu dan terkedalinya inflasi membuat BI mempertahankan suku bunga rujukan tetap pada 6,5 persen .................................................. 11 c. Pertumbuhan kredit berlanjut naik, didorong oleh kredit konsumen, tetapi suku bunga kredit dan marjin bunga bersih masih tetap tinggi ............................................................................... 12 3. Surplus neraca pembayaran meningkat pada triwulan 1, tetapi diperkirakan akan menyempit pada dua tahun berikut 13 4. Pelemahan Inflasi berlanjut tapi peningkatan sudah tampak di depan mata 14 a. Inflasi inti bergerak tipis, sementara harga bahan pangan lebih begejolak dari biasanya ..... 14 b. Lemahnya inflasi inti menunjukkan bahwa tahun 2010 akan lebih lesu dibanding ramalan yang lalu, sementara kuatnya pertumbuhan ekonomi dan harga komoditas diperkirakan akan mendorong lebih tingginya inflasi di tahun 2011 .............................................................. 17 5. Pertumbuhan pekerjaan menyamai laju angkatan kerja pada semester pertama tahun 2009, tetapi semua pekerjaan baru bersifat tidak resmi/informal 18 6. Penerimaan yang lebih tinggi dan belanja yang lebih rendah diperkirakan akan memperkecil defisit anggaran 18 a. Defisit anggaran untuk tahun 2010 diperkirakan akan lebih rendah dari yang diantisipasi sebelumnya, dan defisit di tahun 2011 diperkirakan akan cukup rendah sebesar 0,4 persen dari PDB ......................................................................................................................................... 18 b. Penerimaan pemerintah diperkirakan akan sedikit lebih kuat dari yang diproyeksikan sebelumnya .................................................................................................................................... 19 c. Realisasi belanja modal, subsidi dan belanja `lain-lain' rendah pada awal tahun 2010, dan tampaknya akan membuat belanja setahun penuh di bawah sasaran ..................................... 20 7. Keseluruhan risiko terhadap perkiraan ekonomi Indonesia telah meningkat dengan meningkatnya ketidakstabilan dalam pasar keuangan dunia 23 B . PERKEMBANGAN TERAKHIR PEREKONOMIAN INDONESIA 26 1. Tingginya Suku Bunga Kredit dan NIM di Indonesia: Apakah Langit Menjadi Batasnya? 26 a. Indonesia memiliki NIM tertinggi di kawasannya, didorong oleh tingginya suku bunga kredit26 b. Struktur Pasar: Bank-bank bersifat oligopoli dan mendominasi sektor keuangan ................. 27 c. Premi Risiko: Catatan inflasi dan yield obligasi yang tinggi dan cepat berubah meningkatkan risiko ............................................................................................................................................... 29 d. Efisiensi: Kompetensi perbankan mungkin bukanlah yang mendorong tingginya NIM ......... 31 e. Temuan Utama dan Jalan di Depan ............................................................................................. 31 2. Bagaimana Deflator PDB menyimpang dari IHK pada akhir tahun 2000an, dan apa artinya terhadap proyeksi penerimaan pemerintah 34 a. Harga investasi yang lebih tinggi telah membuka dua pengukur harga utama di Indonesia . 34 b. Deflator PDB adalah pengukur yang lebih lengkap bagi harga-harga yang relevan untuk peramalan penerimaan pemerintah, dan dengan percepatannya pada setengah dekade yang lalu, dapat memberikan Grafikan yang lebih akurat untuk keseimbangan anggaran ............. 36 3. Pergerakan harga komoditas yang besar dan sulit diramalkan... ternyata mempunyai peran terhadap pertumbuhan, inflasi dan pendanaan masyarakat di Indonesia 39 a. Harga-harga komoditas selalu berubah dan sulit diramal ......................................................... 39 b. Fluktuasi harga-harga komoditas ternyata tidak hanya mempengaruhi harga-harga dan ekonomi nominal dalam jangka pendek tapi juga mendapat respon dari beberapa kegiatan di sektor riil 41 c. Harga komoditas yang selalu berubah mempunyai dampak yang cukup besar pada penerimaan pemerintah; pada neraca, harga yang lebih tinggi menurunkan defisit anggaran43 d. Kebijakan pemerintah dapat meringankan dampak perubahan harga komoditas .................. 45 C . INDONESIA 2014 DAN SELANJUTNYA: SEBUAH PENGAMATAN SELEKTIF 47 1. Tantangan perubahan iklim Indonesia 47 2. Meningkatkan kesehatan kelahiran anak di Indonesia melalui sistem kesehatan yang lebih kuat51 3. Memperkuat tanggung jawab dan pelaporan Dana Alokasi Khusus (DAK) 56 LAMPIRAN: GAMBARAN EKONOMI INDONESIA 60 DAFTAR GRAFIK Grafik 1: Pertumbuhan PDB triwulanan tetap berada pada atau di atas tingkat rata-rata .............. 1 Grafik 2: Pertumbuhan mitra dagang utama terus pulih pada triwulan 1 ........................................ 1 Grafik 3: Belanja pemerintah mencatat penurunan terbesarnya dari yang pernah tercatat di triwulan 1......................................................................................................................... 2 Grafik 4: Pulihnya investasi membawa bagian mereka dalam keseluruhan belanja pada ekonomi ke tingkat yang mendekati nilai tertinggi yang pernah tercatat ................................. 2 Grafik 5: Keluaran yang tidak diperdagangkan terus meningkat di atas sektor yang diperdagangkan .............................................................................................................. 3 Grafik 6: Keluaran manufaktur Indonesia bergerak ke samping, berbeda dengan negara-negara tetangganya .................................................................................................................... 3 Grafik 7: Pemulihan nilai impor berlanjut... ........................................................................................ 4 Grafik 8: ... sementara nilai ekspor telah mandek.............................................................................. 4 Grafik 9: RMB meningkat sekitar 20 persen terhadap dolar Amerika............................................... 6 Grafik 10: ... dan juga telah terapresiasi relatif terhadap rupiah ...................................................... 6 Grafik 11: Mekanisme transmisi apresiasi Rupiah ............................................................................. 7 Grafik 12: IDX dan indeks saham lainnya jatuh di bulan Mei karena investor yang gelisah beralih ke uang tunai dolar Amerika ......................................................................................... 8 Grafik 13:... dan yield obligasi pemerintah dalam rupiah meningkat tipis sementara milik negara tetangga tidak, menunjukkan kerentanan Indonesia terhadap kejutan permintaan eksternal.......................................................................................................................... 8 Grafik 14: Rupiah melemah tipis di bulan Mei setelah aliran modal keluar berukuran besar memangkas lebih dari 60 persen aliran modal masuk bersih tahun berjalan... ....... 9 Grafik 15: ...dengan penjualan SBI yang dimiliki asing merupakan 90 persen dari aliran keluar tersebut ........................................................................................................................... 9 Grafik 16: Dibandingkan dengan akhir tahun 2008, sektor keuangan Indonesia lebih tak terlindung terhadap perubahan arah yang dapat timbul dari krisis utang Eropa ...10 Grafik 17: ...tetapi investasi asing dalam SUN bertahan cukup baik tahun ini, jadi tampaknya tidak semua arus masuk merupakan "uang panas" ................................................. 10 Grafik 18: Pemerintah telah mengisi lebih dari setengah target penerbitan obligasi tahun 2010- nya, umumnya dari obligasi umum dalam mata uang rupiah .................................. 11 Grafik 19: BI telah meredam dampak fluktuasi cadangan terhadap uang primer melalui operasi pasar terbuka dengan menggunakan SBI .................................................................. 12 Grafik 20: Laju pertumbuhan M1 dan M2 tetaplah lemah dibanding tingkat catatan historis ...... 12 Grafik 21: Pertumbuhan kredit Tr-k-Tr masih positif di triwulan 1, dengan persetujuan kredit baru meningkat lebih dari 100 persen sejak bulan Desember... .............................. 13 Grafik 22: ...dan kredit konsumen memimpin, walaupun suku bunga kredit tetap tinggi ............ 13 Grafik 23: Harga-harga berbalik arah tetapi tetap berada di bawah rata-rata ................................ 15 Grafik 24: Sejak jatuh pada pertengahan 2009, harga konsumen Indonesia telah bertumbuh di bawah sebagian besar mitra dagangnya, hanya sebagian yang disebabkan oleh pengaturan harga energi ............................................................................................. 15 Grafik 25: Celah antara biaya ekonomis bahan bakar di Indonesia dan harga yang diatur telah stabil .............................................................................................................................. 16 Grafik 26: Jika harga bahan bakar telah mengalami deregulasi, dampak terhadap inflasi akan berangsur-angsur hilang dalam jangka pendek dan akan terdapat penghematan anggaran yang permanen ............................................................................................ 16 Grafik 27: Harga bahan pangan dunia menunjukkan harga bahan pangan Indonesia akan melambat pada lima bulan ke depan .......................................................................... 17 Grafik 28: Menggunakan deflator PDB sebagai dasar proyeksi pertumbuhan PDB nominal dan bukan menggunakan CPI yang tumbuh lebih lambat, menunjukkan penerimaan dapat lebih kuat secara berarti, dan defisit anggaran lebih kecil, di tahun 2010 dan 2011 ............................................................................................................................... 19 Grafik 29: Tarif bea ekspor kakao berdasarkan perkembangan dalam harga kakao internasional21 Grafik 30: Tarif ekspor kakao baru ... ................................................................................................ 22 Grafik 31: ... menyebabkan peningkatan kecil dalam potensi penerimaan bea ekspor ............... 22 Grafik 32: Belanja subsidi yang lebih tinggi merupakan penyumbang utama lebih tingginya defisit dalam anggaran 2010 yang telah direvisi ....................................................... 22 Grafik 33: Hasil anggaran triwulan sedikit di bawah tingkat tahun 2009 ....................................... 22 Grafik 34: Hipothesis penurunan hipotetis ekonomi yang berpusat di Eropa tidak memiliki dampak yang berarti terhadap ramalan Indonesia tahun 2010 ................................ 23 Grafik 35: Dampak kejutan harga komoditas terhadap ekonomi nominal dan defisit anggaran . 25 Grafik 36: Suku bunga kredit telah turun kurang dari suku bunga tabungan setelah pemotongan suku bunga referensi BI pada tahun 2008-2009... ..................................................... 26 Grafik 37: ...mempertahankan NIM Indonesia menjadi yang terlebar di wilayah dengan selisih yang besar .................................................................................................................... 26 Grafik 38: Tabungan telah turun terhadap PDB pada dekade yang lalu sementara kredit telah meningkat ... ................................................................................................................. 28 Grafik 39: ...berkat pertumbuhan kredit yang tinggi pada tahun-tahun sebelum 2009, tetapi tabungan bertumbuh lambat ....................................................................................... 28 Grafik 40: Bank pada umumnya merupakan sumber dana tunggal di sektor keuangan Indonesia yang baru tumbuh........................................................................................................ 29 Grafik 41: ...dengan obligasi korporat, penawaran saham perdana dan penerbitan obligasi selama ini hanya memainkan peran kecil dalam pengumpulan modal ................... 29 Grafik 42: Suku bunga kredit swasta di Indonesia menyertakan premi karena catatan inflasi dan yield yang tinggi dan cepat berubah .......................................................................... 30 Grafik 43: Rata-rata suku bunga, inflasi dan yield obligasi negara di Indonesia lebih tinggi secara berarti dibanding negara-negara lain ... ........................................................ 30 Grafik 44: ...seperti juga spread antara suku bunga kredit dan tabungan Indonesia, dan yield 5 tahunan dan inflasi ....................................................................................................... 30 Grafik 45: Catatan inflasi di Indonesia lebih tinggi dan cepat berubah dibanding negara-negara lainnya ... ...................................................................................................................... 33 Grafik 46: ...seperti juga dialami oleh yield obligasi pemerintah Indonesia .................................. 33 Grafik 47: Harga-harga keseluruhan ekonomi telah melewati indeks harga konsumen sejak pertengahan tahun 2000an... ...................................................................................... 35 Grafik 48: ...umumnya karena percepatan dalam harga-harga investasi ...................................... 35 Grafik 49: Celah antara Deflator PDB dan IHK didorong oleh harga investasi yang lebih tinggi dengan biaya konstruksi yang lebih tinggi ... ........................................................... 36 Grafik 50: ...yang meningkat kecepatannya karena peningkatan biaya masukkan yang merata selama ledakan harga komoditas dunia ..................................................................... 36 Grafik 51: Penggunaan Deflator PDB meningkatkan peramalan seluruh penerimaan pajak sebesar, secara rata-rata, hampir 2 persentase poin secara keseluruhan, terutama ketika pertumbuhan dalam Deflator PDB meningkat di depan inflasi IHK .............. 38 Grafik 52: Pemilihan pengukur harga untuk pertumbuhan nominal memberi dampak yang cukup berarti terhadap proyeksi penerimaan ....................................................................... 38 Grafik 53: ...dibanding pengaruh komoditas terhadap negara-negara tetangganya .................... 39 Grafik 54: Revisi ramalan Bank Dunia tahun 2010 dan 2011 untuk Indeks Harga Energi............. 40 Grafik 55: Revisi ramalan Bank Dunia tahun 2010 dan 2011 untuk Indeks Harga Non-Energi .... 40 Grafik 56: Skenario-skenario ramalan harga energi......................................................................... 41 Grafik 57: Skenario-skenario ramalan harga non-energi ................................................................. 41 Grafik 58: Perkiraan dampak kejutan komoditas terhadap perkiraan pemerintah tahun 2010 .... 44 Grafik 59: Perkiraan dampak kejutan komoditas terhadap perkiraan pemerintah tahun 2011 .... 44 Grafik 60: Kendati peningkatan berarti, tingkat MMR Indonesia tetaplah tinggi dan laju peningkatan harus makin dipercepat untuk memenuhi sasaran MDG kelima........ 52 Grafik 61: Penggunaan layanan rawat jalan oleh perempuan melonjak setelah peluncuran ASKESKIN ..................................................................................................................... 53 Grafik 62: Penggunaan layanan rawat inap oleh perempuan melonjak setelah peluncuran ASKESKIN ..................................................................................................................... 53 Grafik 63: Indonesia mengalami kelangkaan dan ketimpangan distribusi tenaga medis spesialis kehamilan ...................................................................................................................... 54 Grafik 64: Cakupan jumlah bidan di Indonesia sangatlah bervariasi ............................................. 55 Grafik 65: Mekanisme alokasi DAK daerah ....................................................................................... 58 Grafik 66: Mekanisme pelaporan DAK............................................................................................... 59 DAFTAR GRAFIK LAMPIRAN Gambar 1:Pertumbuhan PDB ............................................................................................................. 60 Gambar 2: Kontribusi terhadap PDB (Pengeluaran) ........................................................................ 60 Gambar 3: Kontribusi terhadap PDB (Produksi) .............................................................................. 60 Gambar 4: Penjualan sepeda motor dan kendaraan bermotor ....................................................... 60 Gambar 5: Indikator konsumen ......................................................................................................... 60 Gambar 6: Indikator kegiatan industri ............................................................................................... 60 Gambar 7: Aliran perdagangan riil..................................................................................................... 61 Gambar 8: Neraca Pembayaran ......................................................................................................... 61 Gambar 9: Neraca pedagangan ......................................................................................................... 61 Gambar 10: Cadangan internasional ................................................................................................. 61 Gambar 11: Syarat perdagangan dan harga implisit ekspor dan impor, triwulanan ..................... 61 Gambar 12: Inflasi ............................................................................................................................... 61 Gambar 13: Inflasi, harga bahan pangan dan inflasi keranjang kemiskinan ................................. 62 Gambar 14: Rincian tingkat inflasi CPI bulanan ............................................................................... 62 Gambar 15: Inflasi di ekonomi negara tetangga ............................................................................... 62 Gambar 16: Kemiskinan, pekerjaan sektor formal dan tingkat pengangguran ............................. 62 Gambar 17: Indeks saham regional ................................................................................................... 62 Gambar 18: Indeks luas dolar dan spot rupiah................................................................................. 62 Gambar 19: Yield obligasi 5 tahunan mata uang lokal..................................................................... 63 Gambar 20: Spread EMBI obligasi pemerintah dolar Amerika ........................................................ 63 Gambar 21: Kredit internasional bank umum ................................................................................... 63 Gambar 22: Indikator keuangan sektor perbankan .......................................................................... 63 DAFTAR TABEL Tabel 1: Ramalan menyatakan pemulihan pertumbuhan secara bertahap ..................................... ix Table 2: Permintaan dalam negeri diperkirakan akan terus menjadi mendorong percepatan bertahap perekonomi Indonesia .................................................................................. 5 Table 3: Faktor-Faktor yang mempengaruhi Marjin Bunga Netto (NIM) ......................................... 32 Tabel 4: Pertumbuhan dalam PDB riil yang digembungkan oleh Deflator PDB lebih menyamai pertumbuhan dalam penerimaan pemerintah, terutama penerimaan pajak, dibanding ketika digembungkan dengan IHK ............................................................ 37 Tabel 5: Lintas item-item penerimaan pajak, penggunaan Deflator PDB memberi peningkatan terbesar dalam peramalan penerimaan yang paling berhubungan erat dengan harga-harga komoditas ................................................................................................ 38 Tabel 6: Produksi, penjualan dan konsumsi komoditas penting bagi ekonomi Indonesia .......... 39 Tabel 7: Dampak kejutan harga komoditas pada indikator kemiskinan dan ekonomi utama ...... 41 Tabel 8: Perubahan terhadap perkiraan anggaran ........................................................................... 45 Tabel 9: Dampak kejutan harga komoditas pada indikator ekonomi utama, kemiskinan dan penerimaan dan belanja Pemerintah .......................................................................... 46 Table 10: Alokasi DAK telah meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dalam 6 tahun terakhir ...... 57 Tabel 11: Neraca Pembayaran ........................................................................................................... 63 Table 12: Di tahun 2010 defisit diproyeksikan turun menjadi 1,0 persen PDB, dibandingkan dengan proyeksi pemerintah sebesar 2,1 persen PDB, sementara di tahun 2011 defisit dapat turun hingga 0,4 persentase poin dari PDB ......................................... 64 DAFTAR KOTAK Kotak 1: Bagaimana penguatan Renminbi China berdampak pada perekonomian Indonesia ..... 6 Kotak 2: Pajak baru atas ekspor kakao ............................................................................................. 21 Kotak 3: Masalah Perubahan Iklim: Perubahan Penggunaan Hutan .............................................. 48 Ringkasan Eksekutif: Kesinambungan di tengah guncangan Indonesia terus Melalui lingkungan yang tidak pasti, ekonomi Indonesia terus memantapkan memantapkan kinerja pemulihannya dari krisis ekonomi dan keuangan dunia. Seperti diperkirakan, ekonominya yang kuat, pertumbuhan ekonomi pada tingkat moderat pada triwulan pertama tahun 2010, tetapi tetapi risiko tetap besar tetap berada di atas rata-rata pra-krisis, dan tampaknya telah meningkat pada triwulan dan cenderung kearah bawah. kedua. Pertumbuhan harga bertahan relatif sedang secara umum, mendukung daya belanja konsumen. Aliran keuangan internasional tetaplah besar tapi juga cepat berubah, memberi tantangan bagi pembuat kebijakan. Aliran besar lanjutan di bulan Maret dan April menjadi aktiva keuangan Indonesia yang likuid berbalik arah pada saat gejolak pasar keuangan global di bulan Mei. Tetapi pihak yang berwenang tampaknya telah mengelolanya dengan baik dan dampaknya terhadap pasar keuangan dalam negeri relative kecil. Ekonomi diperkirakan akan mengalami percepatan pertumbuhan secara bertahap hingga tahun 2011, sebagian besar karena permintaan dalam negeri. Gejolak yang baru terjadi dalam kondisi keuangan dunia dan ramalan ekonomi maju yang tidak pasti telah meningkatkan risiko turun jangka pendek terhadap perkiraan, sementara perkembangan politik dalam negeri tampaknya meningkatkan risiko jangka panjang bahwa pemerintah tidak mampu melaksanakan agenda reformasinya yang ambisius yang diperlukan untuk meningkat di atas 7 persen pada pertengahan dekade. Arus modal dan pasar Perkembangan di bulan Mei menegaskan bagaimana kerapuhan lingkungan global keuangan sangatlah melahirkan risiko-risiko bagi ramalan ekonomi Indonesia. Setelah aliran masuk modal cepat berubah di bulan berjumlah besar selama berbulan-bulan, peningkatan gejolak pasar keuangan global Mei, dan penyusun pada minggu-minggu pertama bulan Mei memaksa investor asing untuk menarik 5,1 miliar kebijakan telah mengelolanya dengan dolar Amerika dari simpanan SBI (sertifikat Bank Indonesia jangka pendek) mereka. baik. Aliran keluar menyebabkan sebagian besar peningkatan cadangan devisa di bulan April kembali mengalir keluar, dan kurs tukar valuta melemah dari 9.000 rupiah menjadi 9.375 rupiah per dolar Amerika. Investasi dalam aktiva pasar keuangan (saham dan obligasi pemerintah) tampaknya lebih ketat, setidaknya melalui masa pengetatan toleransi risiko di bulan Mei. Berbeda dengan ekonomi Negara-negara emerging lainnya, kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia bukan dari pengendalian modal (capital control), melainkan mengubah kebijakan dalam hal ini tidak secara langsung membedakan pihak asing, sebagai contoh untuk membuat investasi pada instrumen jangka pendek bank sentral menjadi tidak menarik dan mendorong bank-bank untuk menggunakan pasar antar bank dan bukan BI untuk intermediasi. Pertumbuhan, walaupun Pertumbuhan triwulanan di triwulan 1 yang moderat dibandingkan dengan kuatnya lebih lunak dari akhir pertumbuhan di akhir tahun 2009, sedikit di atas perkiraan, menjadi 1,3 persen. Angka itu tahun 2009, tetaplah kuat masih lebih kuat dari triwulan 1/2009, mengangkat tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun menjadi 5,7 persen. Mitra-mitra perdagangan Indonesia pada umumnya menunjukkan pertumbuhan yang moderat setelah mengalami goncangan lebih besar pada pertengahan dan akhir tahun 2009

Informations clés
Type de document Working Paper
Date d'adoption
Pays Indonésie
Source Banque mondiale