59363 Memahami Dinamika dan Dampak Konflik di Indonesia No.3/November 2010 Policy Brief Memahami Dinamika Conflict and Development dan Dampak Konflik di Indonesia Program Edisi III November 2010 Pola-pola Baru Kekerasan di Indonesia: Data Awal dari Enam Provinsi dengan Pengalaman Konflik Berskala Tinggi Konflik kekerasan berskala tinggi yang terjadi selama masa transisi ketika Indonesia menuju demokrasi telah dikaji secara Catatan Kebijakan ini menyajikan seksama. Akan tetapi, data tentang frekuensi, bentuk, dan dampak kekerasan selama beberapa tahun terakhir kurang tersedia bukti awal dari Studi Konflik bagi para pembuat kebijakan. Catatan Kebijakan ini menyajikan data awal dari Studi Konflik Kekerasan di Indonesia (ViCIS), yang Kekerasan di Indonesia atau dipesan oleh Bappenas, mengenai dinamika konflik di enam provinsi yang terkena dampak dari konflik berskala besar--Aceh, Violent Conflict in Indonesia Study Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat--selama periode 1998-2008. Hasilnya menunjukkan bahwa: (VICIS), sebuah kerja sama antara Badan Perencanaan Pembangunan Meluasnya konflik komunal dan separatis yang mewarnai transisi demokrasi di Indonesia kini telah dapat dikatakan Nasional (Bappenas), JRI-Research, berakhir, setelah masa puncaknya 1999-2004. Meski demikian, berbagai faktor yang memicu dan mendorong beragam Program SERASI-USAID, dan konflik tersebut belum sepenuhnya ditangani dan persoalan konflik lama kerap memicu insiden kekerasan yang baru. Program Konflik dan Pembangunan- Pada enam provinsi tersebut terdapat tingkat konflik kekerasan rutin yang tinggi--yang seringkali berupa bentrokan antar Bank Dunia. Metodologi studi telah kelompok geng (preman), demonstrasi politik yang berujung ricuh, pengeroyokan terhadap pencuri, atau pertikaian masalah dipaparkan pada publikasi berikut lahan. Dari bentuk-bentuk konflik kekerasan tersebut, sejak 2006 terjadi rata-rata 2.000 insiden konflik kekerasan per tahun ini: pada enam provinsi yang dihuni hanya 4 persen dari penduduk Indonesia. Selama 2006-2008, konflik tersebut telah menelan Patrick Barron, Sana Jaffrey, Blair korban tewas lebih dari 600 orang, 6.000 korban luka-luka, dan lebih dari 1.900 bangunan hancur. Mengingat meluasnya Palmer, dan Ashutosh Varshney kekerasan berskala besar pada masa lalu diawali oleh insiden kekerasan berskala kecil, tingginya tingkat kekerasan rutin (2009). "Understanding Violent menandai potensi eskalasi konflik. Conflict in Indonesia: A Mixed Sifat konflik kekerasan di Indonesia telah mengalami perubahan secara gradual. Bila pada periode 1999-2004, isu-isu Methods Approach (Memahami identitas melatarbelakangi kebanyakan kasus kekerasan berskala besar, kini isu moral/tersinggung yang kian mengemuka, Konflik dan Kekerasan di Indonesia: dan menyebabkan lebih dari setengah jumlah korban tewas akibat konflik pada beberapa tahun terakhir. Bentuk dari insiden Sebuah Pendekatan Metode kekerasan yang marak terjadi pun berubah. Meski kerusuhan dan bentrokan antarkelompok masih terjadi, frekuensinya Campuran)". Indonesian Social telah berkurang, dan insiden penganiayaan dan perkelahian yang paling banyak menyebabkan korban tewas pada beberapa Development Paper No. 15. Jakarta: tahun terakhir. World Bank. Respon aparat keamanan terhadap konflik kekerasan masih lemah. Hanya 7 persen konflik kekerasan yang terdata dalam Sebuah film dokumenter database selama 2005-2008 ditangani secara langsung oleh pihak militer atau kepolisian, termasuk Brimob. Konflik singkat dapat diakses pada: antarunsur atau elemen dalam tubuh militer atau kepolisian, yang sempat menghambat efektivitas penegakan hukum http://www.youtube.com/ selama periode konflik berskala tinggi, terus terjadi dan menyebabkan insiden yang mematikan. watch?v=UCngGGjxhE4 Di antara keenam provinsi tersebut di atas, Papua merupakan provinsi dengan tingkat jumlah insiden kekerasan tertinggi dan Provinsi Maluku tercatat mengalami kenaikan yang paling tajam dalam jumlah insiden kekerasan pada beberapa tahun terakhir. Di Provinsi Aceh, kekerasan separatis berakhir pada 2005, namun sebaliknya jumlah insiden terkait isu moral/ Dua seri Catatan Kebijakan tersinggung justru meningkat sejak saat itu
Groupe de la Banque mondiale · Brief
New patterns of violence in Indonesia : preliminary evidence from six 'high conflict' provinces : Pola-pola baru kekerasan di Indonesia : data awal dari enam provinsi dengan pengalaman konflik berskala tinggi
Voir le document original
Le texte intégral est hébergé par l’organisation qui le publie. lawenc.com indexe les métadonnées et renvoie vers la source officielle.
Texte intégral
Informations clés
Organisation
Groupe de la Banque mondiale
Type de document
Brief
Pays
Indonésie
Source
Banque mondiale