52276 Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 Kantor MDF Jakarta Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lantai 9 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12910 Indonesia Tel: (+6221)5229-3000 Fax: (+6221)5229-3111 www.multidonorfund.org Dicetak 2009 Publikasi ini diproduksi oleh Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias Pemenang Lomba Foto Pertama Rajyasri Gayatri Ucapan Terima Kasih Laporan ini disusun oleh Sekretariat Multi Donor Fund dengan kontribusi dari para Badan Mitra (UNDP, WFP, ILO dan Bank Dunia) dan dari berbagai tim proyek. Pemenang Lomba Foto Kedua Muhammad Haikal Sekretariat Multi Donor Fund dipimpin oleh Manajer MDF Shamima Khan, dengan anggota tim: Sarosh Khan, Safriza Sofyan, Anita Kendrick, Shaun Parker, Lina Lo, Lanny Oktavia, Akil Abuljalil, Nia Sarinastiti, dan Geumala Yatim. Tim didukung oleh Rachmawati Swandari, Gabriella Inge Maria Susilo, Friesca Erwan, dan Olga Lambey. Kontributor : Christiani Tumelap Rancangan & Tata Letak: BYBWN Pemenang Lomba Foto Ketiga Chaideer Mahyuddin Percetakan: PT. Mardi Mulyo (atas) Pemenang Lomba Foto Multi Donor Fund 2009 Dermaga baru di Pelabuhan Gunung Sitoli, Nias dibangun melalui proyek Fasilitas Pendanaan Rekonstruksi Infrastruktur (IRFF) dari MDF. Foto: MDF Secretariat Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 | Pesan Pesan dari para ketua bersama MDF "Hasil nyata telah dicapai dalam Pemilik rumah dan anak-anaknya bergaya dengan bangga di depan rumah baru mereka yang pembangunannya didanai program pembangunan kembali aset fisik di REKOMPAK. Sampai dengan 30 September 2009, total 10.514 rumah tingkat masyarakat." telah dibangun dan 6.999 telah direhabilitasi, sedangkan 1.599 rumah lainnya masih dalam pembangunan. Foto: Tim Proyek REKOMPAK 2 Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi | Pesan 26 Desember 2009 merupakan peringatan lima tahun MDF terhadap rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh dan Nias peristiwa gempa bumi dan tsunami yang menyebabkan masih relevan, seiring masuknya MDF dalam paruh kedua bencana dan mala petaka yang luar biasa di Aceh dan mandatnya yang akan berakhir Desember 2012. Dana yang Nias. Disusul kemudian gempa bumi Maret 2005 yang masih tersedia kini dialokasikan untuk berbagai proyek menyebabkan kerusakan parah di Nias dan beberapa dalam portofolio MDF. bagian Aceh. Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias (MDF) dibentuk sebagai tanggapan terhadap upaya Pemerintah Berakhirnya masa tugas BRR pada bulan April tahun ini adalah Indonesia dalam mengkoordinasi dan mengerahkan tonggak penting dalam keseluruhan rekonstruksi Aceh dan dukungan donor bagi rekonstruksi dan rehabilitasi area Nias. Menyusul peristiwa penting ini dan terbentuknya yang terkena bencana. Selama lima tahun terakhir sejak kabinet baru setelah pemilihan presiden, kami menyambut terjadinya bencana, Pemerintah Indonesia telah mencapai perwakilan baru dari pemerintah sebagai ketua bersama hasil yang sangat baik dan MDF bangga menjadi bagian dari Komite Pengarah MDF. Komite Pengarah juga menyambut keberhasilan tersebut. kehadiran perwakilan baru dari para donor. MDF berkeinginan untuk terus memainkan peran penting Untuk selanjutnya, kami ingin menekankan kembali dalam proses rekonstruksi. Para ketua bersama melihat komitmen kepada Indonesia untuk "membangun kembali portofolio telah mengalami kemajuan yang pesat dan hasil dengan lebih baik" bagi masa depan rakyat Aceh dan Nias, kerja portfolio dapat dilihat dengan jelas di seluruh Aceh dan serta menjadikan rekonstruksi yang didukung MDF sebagai Nias. MDF tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan landasan bagi pembangunan dan pertumbuhan yang Pemerintah Indonesia demi memastikan bahwa kontribusi berkesinambungan. Armida S. Alisjahbana Irwandi Yusuf Joachim von Amsberg Julian Wilson Menteri Negara Gubernur Aceh Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Kepala Delegasi Badan Perencanaan Komisi Eropa Pembangunan Nasional 3 Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 | Daftar Isi Daftar Isi "Proyek Perbaikan Jalan dengan Sumber Daya Lokal Warga Mesjid Dijiem di Kecamatan Indra Jaya, Pidie, bekerja keras untuk memperbaiki jalan yang menghubungkan desa mereka dengan Pedesaan mewajibkan kontraktor untuk membeli jalan provinsi. Para perempuan, seperti yang tampak dalam foto, material secara lokal dan mempekerjakan penduduk bertugas menyingkirkan semak dan kotoran dari pinggir jalan, menata lokal, termasuk perempuan." pecahan batu, dan menyebarkan pasir. Foto: Christiani Tumelap 4 Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi | Daftar Isi Pesan dari para ketua bersama MDF.......................................................................................................................... 2 Daftar Isi ................................................................................................................................................................ 4 Ringkasan Eksekutif ................................................................................................................................................ 6 Operasi MDF dalam Konteks Rekonstruksi yang sedang Berubah......................................................................................7 Status Portofolio ............................................................................................................................................................. 9 Menatap ke Depan ......................................................................................................................................................... 11 Bab 1 | Operasi MDF Lima Tahun setelah Tsunami: Menggapai Hasil dan Menghadapi Tantangan ...................................12 Operasi MDF dalam Konteks Rekonstruksi yang sedang Berubah.................................................................................... 13 Koordinasi, Komunikasi, dan Penjangkauan Masyarakat yang Efektif ..............................................................................16 Bab 2 | Kemajuan dan Kinerja Portofolio ...................................................................................................................18 Pemulihan Masyarakat ...................................................................................................................................................21 Pemulihan Infrastruktur Skala Besar dan Transportasi .....................................................................................................23 Memperkuat Tata Kelola dan Membangun Kapasitas ...................................................................................................... 27 Mempertahankan Kelestarian Lingkungan......................................................................................................................29 Memperkuat Proses Pemulihan ......................................................................................................................................30 Pengembangan Ekonomi dan Mata Pencaharian ............................................................................................................ 31 Bab 3 | Keuangan.................................................................................................................................................... 34 Komitmen ......................................................................................................................................................................35 Dana yang Tersedia ........................................................................................................................................................35 Alokasi Pendanaan dan Komitmen .................................................................................................................................35 Penyaluran Dana ............................................................................................................................................................36 Tinjauan Kedepan ..........................................................................................................................................................36 Bab 4 | Menatap ke Depan: Perubahan Konteks Operasional ......................................................................................38 Perubahan Portofolio .....................................................................................................................................................39 Dukungan bagi Keseluruhan Proses Rekonstruksi ...........................................................................................................39 Tak Sekadar Membangun Kembali dengan Lebih Baik ....................................................................................................42 Kualitas Portofolio..........................................................................................................................................................43 Lampiran | Portofolio Proyek ...................................................................................................................................44 Daftar Singkatan ................................................................................................................................................... 68 5 Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 | Ringkasan Eksekutif Ringkasan Eksekutif "Proyek yang berfokus pada pemulihan Kantor desa Amandraya di Nias Selatan ini sedang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Rehabilitasi dan masyarakat adalah yang paling awal Rekonstruksi Pulau Nias (PNPM-R2PN) yang memberikan perumahan dijalankan MDF dan pekerjaan di sektor ini dan membantu masyarakat membangun kembali infrastruktur kini sudah hampir selesai." masyarakat penting. Foto: Tim Proyek KRRP 6 Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi | Ringkasan Eksekutif Tanggal 26 Desember 2009 menandai lima tahun sejak sama erat dengan BAPPENAS, Pemerintah Aceh, dan terjadinya gempa bumi dan tsunami yang mengakibatkan Pemerintah Sumatera Utara untuk mengidentifikasi dan kerusakan dan korban yang besar di Aceh dan Nias. menanggapi kebutuhan yang belum terpenuhi dalam proses Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias (MDF) dibentuk rekonstruksi. Peran MDF yang terus berevolusi masih akan sebagai tanggapan atas upaya Pemerintah Indonesia dalam terus berlanjut sampai akhir masa tugasnya pada Desember mengkoordinasi dan mengerahkan dukungan donor bagi 2012. rekonstruksi dan rehabilitasi area yang terkena bencana. MDF mengumpulkan sumber daya hibah senilai kira-kira AS $ 685 juta yang diberikan oleh 15 donor untuk menunjang Operasi MDF dalam Konteks Rekonstruksi pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang Berubah pemerintah. Pencapaian BRR dirayakan seiring berakhirnya masa Sasaran keseluruhan MDF adalah memberikan tugas BRR bulan April 2009. Pencapaian rekonstruksi kontribusi yang efisien dan efektif untuk membangun juga diperlihatkan pada Forum Koordinasi bagi Aceh dan Aceh dan Nias yang "lebih baik" paska gempa bumi dan Nias (CFAN4) terakhir yang diadakan bulan Februari 2009. tsunami. Berbagai proyek MDF tak hanya merekonstruksi MDF memberikan penghormatan kepada BRR pada rapat infrastruktur dan merehabilitasi ekonomi sesuai Rencana Komite Pengarah MDF terakhir dengan BRR sebagai ketua Induk Pemerintah Indonesia, namun juga menjawab berbagai bersama, yang diadakan bulan April 2009. masalah yang menjadi perhatian seperti pengurangan kemiskinan, perbaikan mata pencaharian, peningkatan Dengan BAPPENAS sebagai pimpinan, MDF telah kesetaraan gender, dan pengelolaan lingkungan yang memberikan dukungan kepada mitra barunya, termasuk berkesinambungan. pemerintah Aceh dan Nias, selama masa transisi setelah selesainya masa tugas BRR. Selesainya masa tugas Lima tahun setelah terjadinya tsunami dan gempa bumi, BRR juga menandai berakhirnya tahap rekonstruksi dan upaya pemulihan dan rekonstruksi secara keseluruhan rehabilitasi sehingga prosedur persetujuan, pendanaan, sudah sangat berhasil. MDF menyumbang 10% dari dan pelaksanaan kembali lagi menjadi proses pemerintahan keseluruhan dana rekonstruksi, dan kontribusi tersebut telah reguler. Badan Koordinasi Rekonstruksi Aceh dan Nias mendukung upaya Pemerintah Indonesia dan memberikan (BKRAN) di tingkat pusat, Badan Koordinasi Rekonstruksi forum dialog dengan pemerintah pusat, provinsi, dan Aceh (BKRA) di tingkat Provinsi Aceh, dan Badan Koordinasi lokal, serta pemangku kepentingan utama lainnya untuk Rekonstruksi Nias (BKRN) di tingkat Provinsi Sumatera membicarakan strategi sektoral yang lebih luas mengenai Utara, telah didirikan untuk mendukung kelanjutan program rekonstruksi. Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi pelaksanaan upaya rekonstruksi sampai 31 Desember 2009. (BRR), lembaga Pemerintah Indonesia yang didirikan untuk Dibawah arahan BAPPENAS, MDF bekerja sama dengan mengkoordinasikan pemulihan dan rekonstruksi di Aceh badan-badan tersebut dan mitra pemerintah lainnya di dan Nias, telah berakhir masa tugasnya sesuai jadwal pada setiap tingkatan untuk memfasilitasi pelaksanaan semua April 2009. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional program yang tepat waktu dan lancar. (BAPPENAS) telah ditugaskan untuk mengkoordinasikan upaya rekonstruksi yang tersisa bersama dengan pemerintah provinsi dan semua kementerian yang terkait. MDF masih terus melanjutkan komitmennya paska BRR melalui kerja 7 Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 | Ringkasan Eksekutif Koordinasi dengan pemangku kepentingan utama dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi akan memastikan MDF masih terus memenuhi bahwa dukungan MDF sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh dan Nias. Melalui proses konsultasi mandatnya dan tetap berkomitmen yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pada proses rekonstruksi. MDF mendukung prioritas pemerintah dan mengisi kekosongan dalam keseluruhan upaya rekonstruksi. MDF juga memainkan peran koordinasi yang penting untuk menyatukan pelaku utama dari berbagai tingkat pemerintahan, donor, dan masyarakat sipil dalam proses ini. MDF terus menggunakan pendekatan penjangkauan masyarakat dari berbagai aspek untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dan para penerima manfaat mengenai kegiatan yang didanai MDF. Donor dapat terus mengikuti perkembangan pada tingkat proyek dan portofolio melalui berbagai rapat Pemutakhiran bagi Donor, rapat Kelompok Kajian Teknis, dan rapat Komite Pengarah. MDF masih terus memenuhi mandatnya dan tetap berkomitmen pada proses rekonstruksi. MDF terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung proses transisi setelah berakhirnya masa tugas BRR dan memastikan penyerahan aset yang telah selesai kepada berbagai lembaga pemerintahan. BAPPENAS kini mengambil alih peran utama dalam mengidentifikasi dan mendukung proyek baru, serta memberikan pendanaan tambahan bagi proyek yang ada. MDF terus menciptakan hubungan yang kuat dengan mitra-mitra baru dari setiap tingkat pemerintahan demi melanjutkan upaya rekonstruksi dan rehabilitasi, serta mendorong keberlanjutan investasi yang telah dibuat. Sisa dana terakhir kini dialokasikan untuk berbagai proyek dalam portofolio MDF. Sisa dana yang belum dialokasikan hanya 7% atau senilai kira-kira AS $ 47 juta. Sejumlah alokasi pada program baru sedang dimulai atau sedang dalam proses persetujuan. Alokasi baru tersebut akan berfokus pada program pembangunan ekonomi, kebutuhan infrastruktur strategis yang belum terpenuhi, Sekitar 290 km jalan kabupaten dan provinsi telah dibangun sebagai investasi infrastruktur besar. Foto: Sekretariat MDF 8 Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi | Ringkasan Eksekutif dan penguatan kapasitas lokal, yang semuanya bertujuan (ILO), dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Lebih mendorong keberlanjutan dan diteruskannya pembangunan kurang 66% dari dana yang dialokasikan (AS $ 399 juta) di daerah yang terkena bencana. Prioritas yang sangat telah disalurkan ke berbagai proyek. Pengeluaran dana penting saat ini adalah segera mengalokasikan dana tersisa selama setahun terakhir lebih tinggi dari tahun-tahun agar tersedia waktu yang memadai untuk penyelesaian sebelumnya karena sebagian besar proyek telah memasuki proyek sebelum berakhirnya MDF pada December 2012. tahap pelaksanaan penuh. MDF tetap berkomitmen untuk menyalurkan dana proyek melalui anggaran pemerintah manakala memungkinkan. Terdapat sisa dana sebesar AS $ 47 juta1 yang belum dialokasikan MDF. Dengan mempertimbangkan waktu yang MDF baru saja menyelesaikan Kajian Paruh Waktu dibutuhkan untuk persiapan proyek dan pelaksanaannya, (Mid Term Review - MTR) yang menyimpulkan bahwa dana yang masih tersisa ini perlu segera dialokasikan. program MDF sangat relevan dan telah berkinerja baik. Diharapkan agar dana yang tersisa dapat dipakai untuk MTR diadakan untuk menilai kinerja MDF di tingkat proyek, pendanaan tambahan bagi proyek yang sudah berjalan portofolio, dan operasional. Kajian tersebut menyimpulkan sehingga waktu yang dibutuhkan dalam persiapan proyek bahwa MDF mencapai hasil yang diinginkan dan merupakan dapat dikurangi. mekanisme yang berhasil dalam pendanaan dan koordinasi paska bencana, serta relevan dan responsif terhadap Pada saat ini MDF mempunyai 22 proyek dan satu proyek prioritas Pemerintah. Tidak ada perubahan besar yang dalam tahap persiapan. Beberapa proyek MDF yang direkomendasikan, hanya beberapa usulan kecil untuk dimulai pada awal program sudah hampir selesai. Sampai memperbaiki operasional, termasuk rekomendasi agar dengan 30 September 2009, tiga proyek telah selesai, dan Sekretariat mendukung kesempatan pembelajaran bagi 14 proyek yang lain dijadwalkan akan selesai tahun depan. dana perwalian paska bencana di masa depan. MDF telah Program sertifikasi tanah dari MDF, RALAS, yang mengalami mulai menindaklanjuti berbagai rekomendasi MTR dan sejumlah permasalahan selama periode pelaksanaannya akan mengembangkan rencana aksi untuk menindaklanjuti telah selesai pada 30 Juni 2009. Pada 30 September 2009, sisa rekomendasi melalui proses konsultatif. sebuah proyek tambahan telah dialokasi dana, yaitu Proyek Akses Pedesaan dan Pembangunan Kapasitas (Rural Access and Capacity Building Project) yang dilaksanakan oleh ILO Status Portofolio di Nias. Satu proyek lagi, juga difokuskan di Nias, sedang dalam tahap persiapan. Sejumlah proyek yang dijadwalkan Sampai dengan 30 September 2009, MDF telah selesai pada 2010 diperkirakan akan meminta pendanaan memperoleh komitmen total senilai AS $ 685 juta, tambahan atau perpanjangan jadwal penyelesaian dalam dengan dana yang telah diterima dari donor senilai AS bulan-bulan mendatang. Perpanjangan dan dana tambahan $ 511 juta. MDF telah mengalokasikan dana AS $ 601 juta ini akan digunakan untuk menyelesaikan atau meningkatkan untuk 21 proyek sampai dengan 30 September 2009. Kira- skala kegiatan dengan fokus pada perbaikan strategi kira 73% dari dana yang dialokasikan untuk berbagai proyek pengakhiran dan keberlanjutan proyek tersebut. tersebut telah masuk dalam anggaran pemerintah sehingga disalurkan melalui Anggaran Pemerintah dan Belanja Negara (APBN). Selebihnya dana program disalurkan melalui United Nations Development Programme (UNDP), World Food Programme (WFP), International Labour Organization 1 Perkiraan ini dapat berubah tergantung fluktuasi nilai tukar dan suku bunga. 9 Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 | Ringkasan Eksekutif Proyek pemulihan masyarakat telah terbukti berhasil dalam pendekatannya dan juga dalam memenuhi Proyek pemulihan masyarakat telah tujuannya. Hasil nyata telah dicapai dalam pembangunan kembali aset fisik di tingkat komunitas. Target perumahan terbukti berhasil dalam pendekatannya telah dicapai di Aceh dan kemajuan di Nias juga cukup baik, dan juga dalam memenuhi tujuannya. dengan total 19.112 rumah telah diselesaikan, direhabilitasi, atau dalam konstruksi sampai dengan 30 September 2009. Proyek pemulihan masyarakat telah membantu masyarakat merekonstruksi infrastruktur masyarakat yang penting, termasuk 2.655 kilometer jalan desa, 936 jembatan, serta 1.473 kilometer saluran irigasi dan drainase. Tingkat pemanfaatan infrastruktur dan tingkat hunian perumahan cukup tinggi dan survei mengindikasikan bahwa para penerima manfaat sangat puas dengan hasil yang diperoleh dari berbagai proyek tersebut. Hasil penting lainnya dari proyek pemulihan masyarakat MDF adalah pemberdayaan masyarakat yang berdampak jangka panjang. Bidang portofolio lain juga telah memperlihatkan kemajuan besar dalam pencapaian target selama setahun terakhir karena sebagian besar proyek kini telah masuk dalam tahap pelaksanaan penuh. Investasi infrastruktur besar yang saat ini sedang dilaksanakan sudah hampir selesai dan 41 dari 53 sub-proyek telah diselesaikan. Berbagai investasi tersebut telah menyelesaikan 290 kilometer jalan propinsi dan kabupaten, 9 sistem air perkotaan, dan tiga pelabuhan penting yang telah direhabilitasi. Hasil dari sektor lingkungan juga positif, dan program disektor pembangunan ekonomi, yang baru menerima pendanaan MDF, kini semakin mendekati tahap pelaksanaan. Proses rekonstruksi secara keseluruhan masih akan tetap menerima dukungan dari MDF dalam bentuk bantuan teknis, tata kelola, dan program pembangunan kapasitas. Pengaturan kelembagaan baru MDF paska selesainya masa tugas BRR telah menyebabkan tersendatnya berbagai kemajuan program dalam portofolio. Dikembalikannya mekanisme penyaluran dana ke mekanisme pemerintahan reguler, telah mengakibatkan tersendatnya pelaksanaan karena menunggu persetujuan anggaran. Jika penundaan PNPM-R2PN membangun kembali sekolah yang rusak akibat gempa bumi Maret 2005 di berbagai daerah di kepulauan Nias. Foto: Sekretariat MDF 10 Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi | Ringkasan Eksekutif ini terus berlanjut, dikhawatirkan pelaksanaan sejumlah proyek tidak dapat selesai. Ini adalah salah satu tantangan nyata yang kini dihadapi MDF. Menatap ke Depan Lima tahun setelah terjadinya tsunami dan gempa bumi, upaya pemulihan dan rekonstruksi secara keseluruhan sudah sangat berhasil. MDF mampu menunjukkan praktik yang baik dalam mekanisme pendanaan paska krisis, yang menyelaraskan upaya donor dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi upaya rekonstruksi. Berbagai manfaat dari investasi MDF yang telah selesai kini mulai dirasakan para penerima manfaat. Seorang ibu dan anak-anaknya sedang tersenyum gembira di depan rumah baru mereka yang dibangun melalui PNPM-R2PM. Meskipun Seiring dengan hampir berakhirnya upaya rekonstruksi, terjadi penundaan karena tantangan rekonstruksi yang unik di Nias, kebutuhan untuk peningkatan kesempatan ekonomi proyek telah mengalami kemajuan berarti dalam memenuhi target perumahan. bagi penduduk Aceh dan Nias kini menjadi perhatian Foto: Sekretariat MDF penting pemerintahan lokal. Beberapa proyek MDF baru, seperti Fasilitas Pendanaan Pengembangan Ekonomi Aceh (Aceh Economic Development Financing Facility) dan Proyek Pengembangan Ekonomi dan Mata Pencaharian reguler. Dukungan dari BAPPENAS sangat diharapkan Nias (Nias Livelihoods and Economic Development Project) untuk memastikan ketepatan waktu penerbitan Daftar yang masih dalam tahap persiapan, yang diperkirakan Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen Keuangan akan memulai kegiatan pada 2010 dan ditujukan untuk agar dana dapat disalurkan dan kegiatan proyek dapat mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di Aceh dilaksanakan sesuai jadwal. Namun demikian, penyaluran dan Nias. dana melalui anggaran pemerintah diperkirakan akan terus menjadi tantangan bagi MDF dan para pemangku Memfasilitasi kelancaran pelaksanaan proyek masih kepentingan. akan terus menjadi perhatian utama MDF. BKRAN, BKRA, dan BKRN, lembaga sementara yang didirikan untuk Seiring dengan selesainya sejumlah proyek dalam membantu transisi dari BRR, akan selesai masa tugasnya portofolio MDF, berbagai pembelajaran penting pada akhir Desember 2009. BAPPENAS kini memegang mulai muncul. MDF berada dalam posisi unik untuk peran utama dalam koordinasi dengan kementerian mengidentifikasi pelajaran strategis dari pengalaman yang terkait, Departemen Keuangan, dan pemerintah paska tsunami dan gempa bumi di Aceh dan Nias. provinsi, untuk mengawasi pelaksanaan rekonstruksi dan Pelajaran tersebut dapat berkontribusi bagi pemulihan membuat program pemanfaatan sisa dana MDF. MDF dan rekonstruksi yang lebih efisien dan efektif dalam akan mendukung BAPPENAS dalam peran ini seiring dengan menghadapi bencana di masa mendatang, di Indonesia transisi pelaksanaan proyek MDF ke mekanisme pemerintah maupun di seluruh dunia. 11 Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 | Bab 1: Menggapai Hasil dan Menghadapi Tantangan Bab 1 | Operasi MDF Lima Tahun setelah Tsunami: Menggapai Hasil dan Menghadapi Tantangan "Dengan ikut serta dalam acara yang banyak diliput, Lebih dari 1.500 orang mengunjungi pameran MDF di CFAN4. Sekitar 1.000 di antara mereka ikut ambil bagian dalam kuis "Seberapa MDF dapat menarik perhatian terhadap pekerjaan banyak yang anda tahu tentang MDF?" yang sedang dilakukan MDF." Foto: Sekretariat MDF 12 Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi | Bab 1: Menggapai Hasil dan Menghadapi Tantangan Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias telah menghimpun Lima tahun setelah terjadinya tsunami dan gempa dana hibah sebesar kira-kira AS $ 685 juta dari 15 donor, bumi, upaya pemulihan dan rekonstruksi Aceh dan termasuk Bank Dunia, untuk mendukung pelaksanaan Nias secara keseluruhan sudah sangat berhasil. Sesuai program rehabilitasi dan rekonstruksi pemerintah paska dengan Deklarasi Paris Mengenai Efektivitas Bantuan bencana tsunami Desember 2004 dan gempa bumi (Paris Declaration on Aid Effectiveness)2 dan Prinsip-Prinsip Maret 2005. Atas permintaan Pemerintah Indonesia, Bank OECD-DAC Mengenai Model Keterlibatan Internasional Dunia bertindak sebagai perwalian untuk mengelola MDF, yang Tepat pada Negara dalam Situasi yang rentan/krisis dan selanjutnya diatur oleh Komite Pengarah yang terdiri (OECD-DAC Principles for Good International Engagement dari para donor, Pemerintah Indonesia, dan perwakilan in Fragile States and Situations)3 , MDF adalah bukti praktik masyarakat sipil, serta PBB dan LSM internasional sebagai yang baik dalam mekanisme pendanaan paska krisis, yang pengamat. Lima belas donor yang memberikan kontribusi mampu menyelaraskan upaya para donor dan meningkatkan kepada MDF adalah: Komisi Eropa, Belanda, Inggris, efektivitas dan efisiensi upaya rekonstruksi. Kanada, Bank Dunia, Swedia, Norwegia, Denmark, Jerman, Belgia, Finlandia, Bank Pembangunan Asia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Irlandia. Operasi MDF dalam Konteks Rekonstruksi yang sedang Berubah Sasaran keseluruhan MDF adalah memberikan kontribusi yang efisien dan efektif untuk rekonstruksi Aceh dan Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias bertujuan Nias yang "lebih baik" paska bencana gempa bumi dan memberikan dukungan yang efisien dan efektif pada tsunami. Oleh karena itu, berbagai proyek MDF tak hanya Rencana Induk Pemerintah Indonesia dalam upaya melakukan rekonstruksi infrastruktur dan rehabilitasi rekonstruksi. Badan Koordinasi untuk Rekonstruksi dan ekonomi sesuai Rencana Induk Pemerintah Indonesia, Rehabilitasi Aceh dan Nias (BRR) mendukung MDF dengan namun juga menjawab berbagai permasalahan sosial seperti mengkoordinasikan upaya rekonstruksi sampai akhir masa pengurangan kemiskinan, perbaikan mata pencaharian, dan tugas BRR pada April 2009. Saat ini koordinasi di tingkat peningkatan kesetaraan gender. pusat dipimpin oleh BAPPENAS dan MDF terus menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah provinsi di Aceh dan Sumatera Utara (Nias) dalam proses rekonstruksi. 2 Deklarasi Paris Mengenai Efektivitas Bantuan tahun 2005 mewajibkan semua penandatangan deklarasi untuk mencapai efektivitas bantuan melalui prinsip-prinsip (i) kepemilikan nasional; (ii) keselarasan ; (iii)keharmonian; (iv) pencapaian hasil; dan (v) akuntabilitas bersama. Indonesia bersama dengan 117 negara lainnya dan berbagai organisasi internasional telah menyetujui Deklarasi Paris dan berkomitmen untuk mengikuti prinsip-prinsip tersebut. 3 Pada tahun 2007, Komite Bantuan Pembangunan (Development Assistance Committee - DAC) OECD mendukung serangkaian Prinsip Mengenai Model Keterlibatan Internasional yang Tepat di Negara dalam Situasi yang Rentan/ Krisis (Principles for Good International Engagement in Fragile States and Situations) yang bertujuan melengkapi dan memberikan dasar bagi komitmen yang telah ditetapkan dalam Deklarasi Paris Mengenai Efektivitas Bantuan tahun 2005, yang juga mencatat perlunya mengadaptasi dan menerapkan prinsip-prinsip efektivitas bantuan terhadap situasi negara yang berbeda- beda, terutama terhadap negara yang rentan. Pameran MDF di CFAN4 menampilkan informasi mengenai kemajuan proyek MDF di Aceh dan Nias. Lantai di atas pameran tersebut bermanfaat untuk menerima pejabat, donor, dan pemangku kepentingan MDF lainnya. Foto: Sekretariat MDF 13 Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 | Bab 1: Menggapai Hasil dan Menghadapi Tantangan Pencapaian BRR diperingati seiring berakhirnya masa dan rehabilitasi sehingga prosedur persetujuan, pendanaan, tugas BRR pada bulan April 2009. BRR menyiapkan laporan dan pelaksanaan kini kembali pada proses reguler yang memperlihatkan keberhasilan MDF dan memberikan pemerintah. Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh berbagai masukan untuk meningkatkan efektivitas proses dan Nias (BKRAN) di tingkat pusat, Badan Kesinambungan rekonstruksi. Pencapaian rekonstruksi juga disampaikan Rekonstruksi Aceh (BKRA) di tingkat Provinsi Aceh, dan dalam Forum Koordinasi Aceh dan Nias (CFAN4) terakhir Badan Kesinambungan Rekonstruksi Nias (BKRN) di tingkat yang diselenggarakan pada bulan Februari 2009. MDF Provinsi Sumatera Utara, telah dibentuk melalui Keputusan memberikan tribut kepada BRR dalam rapat Komite Presiden No. 3/2009 untuk mendukung kelanjutan Pengarah terakhir dimana BRR sebagai Ketua Bersama. pelaksanaan upaya rekonstruksi sampai dengan tanggal Dalam rapat ini, BRR mempresentasikan garis besar proses 31 Desember 2009. MDF memberikan dukungan terarah dan pencapaian rekonstruksi, serta menggarisbawahi peran dengan memprioritaskan sumber daya dan kapasitas untuk penting MDF sebagai mitra BRR. BRR juga menerbitkan satu membantu berbagai lembaga tersebut menjalankan peran seri buku yang didanai oleh MDF, yang mendokumentasikan baru mereka. MDF bekerja sama erat dengan lembaga- proses rekonstruksi di Aceh dan Nias secara lengkap dan lembaga tersebut di atas untuk memfasilitasi pelaksanaan menyeluruh. portofolio yang tepat waktu dan lancar. Berakhirnya masa tugas BRR telah menimbulkan MDF bermitra dengan BAPPENAS untuk memastikan sejumlah tantangan kelembagaan dan operasional bagi pelaksanaan proyek yang berkualitas, yang sesuai MDF, tetapi berbagai tantangan tersebut telah teratasi. dengan sasaran rekonstruksi Aceh dan Nias. MDF kini Koordinasi keseluruhan untuk proses pemulihan telah berada dalam tahap akhir pemilihan proyek dan komitmen dialihkan dari BRR ke BAPPENAS, termasuk peran sebagai pendanaan; sekitar 7% total dana MDF masih tersedia ketua bersama di Komite Pengarah MDF. BAPPENAS dan belum dikomitmenkan. Proses untuk mengalokasikan memainkan peranan penting dalam proses persetujuan dana yang masih tersedia kini diprakarsai oleh BAPPENAS berbagai usulan untuk mengalokasikan dana MDF yang sebagai koordinator pemerintah pusat bekerjasama masih tersedia. Revisi Prosedur Operasional (Operation dengan Pemerintah Aceh dan Sumatera Utara. Proses Manual) mencerminkan pengaturan baru ini yang telah pengkajian dan persetujuan MDF terus berlanjut dimana mendapat persetujuan dari Komite Pengarah. BAPPENAS memberikan persetujuan atas proyek baru kepada Sekretariat MDF untuk persetujuan lebih lanjut oleh Terdapat sebelas proyek dalam portofolio MDF yang Komite Pengarah. Beberapa proyek berjalan telah meminta berubah dalam proses transisi dari BRR ke lembaga tambahan dana sehingga diperkirakan sebagian besar dana pemerintahan lainnya dan semua persetujuan hibah tersisa akan dialokasikan dalam waktu dekat. MDF tetap telah diubah untuk mencerminkan pengaturan kemitraan berkomitmen untuk menyalurkan dana bagi proyek melalui baru. Pengalihan peran implementasi dari BRR kepada anggaran pemerintah manakala memungkinkan. Para donor Kementrian Lembaga telah berjalan dengan baik termasuk dapat terus mengikuti perkembangan pada tingkat proyek atas empat proyek pendanaan bersama dengan BRR. dan portofolio melalui berbagai rapat Komite Teknis, dan rapat Komite Pengarah. MDF telah memberikan dukungan kepada mitra barunya, termasuk pemerintah Aceh dan Nias, selama masa transisi Operasi MDF berdasarkan pada Kebijakan Bantuan paska berakhirnya masa tugas BRR. Berakhirnya masa Pemulihan (Recovery Assistance Policy - RAP). RAP tugas BRR juga menandai berakhirnya tahap rekonstruksi memberikan petunjuk sektor yang menjadi prioritas 14 Lima Tahun Paska Bencana Tsunami: Kelanjutan Komitmen Upaya Rekonstruksi | Bab 1: Menggapai Hasil dan Menghadapi Tantangan sekaligus pendekatan yang dipakai untuk pendanaan MDF. - SSR) dan Tinjauan Kelestarian Lingkungan (Environmental RAP juga menjabarkan serangkaian arahan kualitas dan Sustainability Review - ESR) yang dilakukan secara terpisah, tema lintas sektoral yang harus dipertimbangkan dalam namun keduanya menjadi masukan untuk MTR. Tim proyek MDF, seperti misalnya kelestarian lingkungan, peninjau menyampaikan temuan dan rekomendasi mereka kesetaraan gender, dan pengentasan kemiskinan. Persoalan kepada Komite Pengarah pada tanggal 16 November lintas sektoral lainnya termasuk kepekaan terhadap konflik 2009. MDF telah berhasil sebagai mekanisme bagi usaha dan pencapaian keseimbangan geografis dalam pnyaluran rekonstruksi paska bencana dan berkontribusi pada proses bantuan rekonstruksi. pembelajaran bagi dana perwalian paska bencana di masa depan. MDF telah mulai menindaklanjuti berbagai MTR tersebut menyimpulkan bahwa MDF sangat relevan rekomendasi MTR dan akan mengembangkan rencana aksi dan berkinerja baik. Tinjauan Paruh Waktu (Mid Term untuk menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi tersebut Review - MTR) dilakukan untuk menilai kinerja MDF di tingkat melalui proses konsultatif. proyek, portofolio, dan operasional. Selain itu, diadakan pula Tinjauan Keberlanjutan Sosial (Social Sustainability Review Para konsultan dan tim proyek memeriksa mutu pekerjaan proyek drainase Lhokseumawe pada saat misi pengawasan. Foto: Sekretariat MDF 15 Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 | Bab 1: Menggapai Hasil dan Menghadapi Tantangan Koordinasi, Komunikasi, dan Penjangkauan khalayak luas. Situs MDF (www.multidonorfund.org) Masyarakat yang Efektif menyediakan rincian berbagai informasi proyek dan struktur tata kelola MDF. Sekretariat MDF juga memainkan Koordinasi dengan pemangku kepentingan utama peran utama dalam memfasilitasi kunjungan para donor dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi untuk dan delegasi dari berbagai lembaga untuk meninjau memastikan bahwa MDF memberikan tanggapan proyek-proyek MDF, yang memungkinkan para pengunjung yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Aceh dan tersebut memperoleh pengalaman mengenai kegiatan Nias. Melalui proses konsultasi yang melibatkan berbagai proyek dan bertemu langsung dengan penerima manfaat pemangku kepentingan, MDF mendukung prioritas serta tim proyek. pemerintah dan mengisi kesenjangan dalam keseluruhan upaya rekonstruksi. MDF memainkan peranan penting Peningkatan kualitas portfolio MDF melalui saluran dalam mengkoordinasikan para pelaku utama dari proses tanggapan atas umpan balik yang efektif. Semua proyek ini yang terdiri dari pemerintah dari berbagai tingkatan, dalam portofolio MDF diharuskan untuk menerapkan para donor dan masyarakat sipil. Peranan MDF dalam Rencana Aksi Anti Korupsi (Anti Corruption Action Plan mengkoordinasikan para pelaku utama rekonstruksi - ACAP). MDF juga menyediakan nomor telepon khusus, menjadi semakin penting seiring dengan berakhirnya masa yang dipantau oleh Sekretariat MDF, untuk menerima tugas BRR. penyampaian pertanyaan, keluhan, dan komentar. Semua persoalan ditangani pada tingkat proyek dengan upaya Partisipasi MDF dalam acara-acara penting untuk tindak lanjut langsung kepada masyarakat maupun kepada menarik perhatian khalayak pada kegiatan rehabilitasi pihak yang menyampaikan keluhan. dan rekonstruksi. MDF menggelar pameran mengenai kegiatan-kegiatannya pada acara CFAN yang keempat yang berfungsi sebagai wadah pertemuan para pemangku kepentingan MDF, termasuk para donor dan berbagai pihak pemerintah. Pameran tersebut dikunjungi oleh lebih dari 1.500 orang. MDF juga mengadakan pemutaran serangkaian film dokumenter di acara tersebut. Pameran foto diadakan di Jakarta dan Aceh, dan MDF pun ikut ambil bagian dalam Aceh International Expo
Groupe de la Banque mondiale · Working Paper
Five years after the tsunami : continuing the commitment to reconstruction : Lima tahun paska bencana tsunami : kelanjutan komitmen upaya rekonstruksi
Voir le document original
Le texte intégral est hébergé par l’organisation qui le publie. lawenc.com indexe les métadonnées et renvoie vers la source officielle.
Texte intégral
Informations clés
Organisation
Groupe de la Banque mondiale
Type de document
Working Paper
Pays
Indonésie
Source
Banque mondiale