':p'E K E'Rj.A,A N.':.U,ivi ...i t K E M E'N',T e: RrA O l:R E,K, T O R'A T' ' ,Bl.NA",TrEKN,l N u M' K sAT u AN K E RJ A, D rR KTo R:AT.i' f E,K I E ',,8 t.llR,;r'.: N't K Gd, Sapta Taruna Lt. lV, JL.Pattimrira No.20 Kebayoran Baru - Jakarta Selatan !2110. TIp.(021) ZZOOS4; Fax , (021!72790022 T E2593 V9 Penyusunan t Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) I dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) t I Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I I I I I I I l Tahun Anggaran 2011 I I I I PT. BLANTICKINDOANEKA I PLANNING ENGINEERING DESIGNING MANAGEMENT ECONOII'IICCONSULTANT Jl. Wjaya ll, Kel. Pulo- Kec. Kebayoran Baru. Jakarta Serafan Telp./Fax. (021 ) 7 247 489 I t PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO li KANTOR LINGKUNGAN HIDUP Jln.Imam Bonjol Kompleks Perkantoran Pemdakab. Mukomuko I i t -i l -lr ,I Nomor 660t eB E.4txv20rl Kepada Yth, I Sifat Lampiran Penting Kepala Direktorat Jend. Bina Marga Cq. Kasubdit Teknik Lingkungan I Perihal Rekomendasi Atas Dokumen UKL=UPL Peninskatan Jalan di- dan Kesalamatan Kerja JAKARTA T Menindaklanjuti surat Saudara Nomor : Um.0103let-03/59512011 I tertanggal 31 Oktober 201I perihal Penyampaian dan Pennohonan Pembahasan Dokumen UKL-UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar di Kabupaten t Mukomuko, bersama ini diberitahukan bahwa berdasarkan hasil evaluasi teknis yang telah dilakukan, maka terhadap UKL-UPL unhrk kegiatan Peningkatan I Ruas Jalan tersebut secara teknis dapat disetujui. UKL-UPL yang telatr disetujui merupakan bagian yang tidak terpisatrkan dari surat rekomendasi ini dan menjadi acuan bagi penanggung jawab kegiatan dalam menjalankan kegiatannya dengan tetap berpedoman pada .peraturan perundang-undangan yang berlaku. l3 Apabila terjadi pemindahan lokasi kegiatan, desain dan/atau proses dan/atau kapasitas dan/atau bahan baku dar/atau bahan penolong atas usaha t dan/atau kegiatan, tedadi bencana alarn danlatau lainnya yang menyebabkan perubahan lingkungan yang sangat mendasar baik sebelum maupun saat pelaksanaan kegiatan, maka penanggung jawab kegiatan wajib menyusun UKL- Ii UPL atau AMDAL baru sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepada Kepala Kasubdit. Teknik Lingkungan dan Keselamatan Jalan lr tl wajib melakukan seluruh ketentuan yang termaktub dalam UKL-UPL dan bertanggungfawab sepenuhnya atas pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan dari kegiatan Peningkatan Ruas Jalan. Kepada Kepala Kasubdit. l. Teknik Lingkungan dan Keselamatan Jalan wajib melaporkan pelaksanaan I upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang tercantum dalam I I UKL-UPL tersebut kepada Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko I dan instansi-instansi sektor terkait (termasuk instansi pemberi izin) setiap 3 (tiga) bulan sekali terhitung sejak tanggal diterbitkannya surat rekomendasi ini. l:. Selanjutnya Bupati Mukomuko, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan l-. Energi Kabupaten Mukornuko =melalerle*pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan t yang tercantum dalam perizinan sebagaimana dimaksud' Demikian disampaikan, atas perhatiarurya di terimakasih. I I lg fi= Il t Tembuson disampailmn kePada Yth: I l. Bapak Bupati Mukomuko (sebagai laporan) 2. Ketua DPRD KabuPaten Mukomuko 3. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan I dan Energi Kab. Mukomuko 4. KepalaKantor KPTSP Kabupaten Mukomuko 5. Arsip I I 't t l I I '1 i I l- I I KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM I DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA BINA TEKNIK SATUAN KERJA DIREKTORAT lV Jakarta Selatan 12110. Jl. pattimura No.20 Kebayoran Baru Gd. Sapta Taruna Lt. I iip.(ozr) 7246654, 72457s2, Fax-(o21) 727eoo22, 7246973 I SURAT PERNYATAAN No. l"_ I Dalam rangka mencegah, Meminimalkan dan/atau menanggulangi dampak lingkungan hidup yang akan terjadi akibat Pekerjaan Pembangunan Ruas Jalan I Muko-muko - Batas Sumbar sepanjang 32,2 km di Kabupaten Muko-muko Provinsi Bengkulu, serta sesuai dengan tugas kewenangannya, Direktorat Bina I teknik,Direktorat Jenderat Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum akan melaksanakan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya lf pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) dalam bentuk memasukkan rekomendasi UKL - UPL ke dalam Detail Design. I pada Tahap selanjutnya, yaitu tahap Pelaksanaan pekerjaan fisik, pelaksanaan rekomendasi UKL dan UPL akan dilakukan oleh pelaksana pekeria fisik ' Satker t Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi Bengkulu" 1.. Demikian pernyataan ini kami buat, sebagai penegasan untuk mendukung pelaksanaan Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup I (UpL) pekerjaan Pembangunan Jalan sepanjang 32,2 km di Kabupaten Muko'muko I Provinsi Bengkulu. I' ! Jakarta. 1 I I I I DIREKTORAI BINA MARGA Plh ngan I \ II \ a- I, I lr, Herrv Vaza. M.Ens.Sc. N I P. 1 9620 2041 987 031 002 - I I t I KATA PENGANTAR l. l, Sehubungan."dengan pekerjaan Studi Lingkungan Penyusunan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL) Kegiatan l: Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar di .Kabupaten Mukomuko oleh Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian l, Pekerjaan Umum Rl Tahun Anggaran 2011 yang telah kami laksanakan berdasarkan ketentuan dan syarat'syarat teknis pekerjaan, maka telah disusun Dokumen UKt/UPt. I lr Penyusunan Dokumen Studi Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKVUPL) inimengacu kepada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 86 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) t dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL). I Dokumen UKVUPL ini memuat tentang ldentitas Pemrakarsa, Rencana Usaha dan/atau Kegiatan, Rona Lingkungan Hidup, Dampak Lingkungan Yang Akan Terjadi, Program l. I,! Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup. li Dengan tersusunnya dokumen UKVUPL rencana Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar di Kabupaten Mukomuko ini diharapkan dapat berguna 1,- sebagai acuan dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dapat bermanfaat bagi semua Pihak yang terkait. lr li Jakarta, Desember 2011 li lli .l li l. l' I cDraf Eapnan.flLfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera t Tj DAFTAR ISI l, KATA PENGANTAR I DAFTAR lsf ............ tl Ti DAFTAR TABEL ........... tv DAFTARGAMBAR vt I BAB I IDENNTAS PEMRAKARSA DAN PENYUSUNAN DOKUMEN UKL - UPI. 1.1. l-1 t 7.2. ldentitas Pemrakarsa ldentitas Penyusunan Dokumen UKL - UPL t-t 1.3. t-2 I Peraturantan 1.3.1. Undang-undang :-2 1.3.2. Peraturan ............. t 1.3.3. Peraturan Menteri | l- 3 -2 t-3 t 1.3.4. Keputusan Menteri Menteri 1.3.5. Keputusan Menteri dan Kepala BAPEDAL ,-4 I BAB II RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN 2.t. Nama Rencana Dan/Atau Kegiatan..... ll- 1 lj 2.2. Lokasi Rencana Dan/Atau Kegiatan ll- 1 2.2.1. Lokasi Secara Administratif ................ ll - 1 lr 2.2.2.Kegiatan Lain diSekitar ll - 5 2.3 Skala Usaha Dan/Atau Kegiatan 1l -7 f' 2.4. Jadwal kegiatan ll - L2 2.5. Metode Pelaksanaan )l - Lz li 2.6. Kebutuhan Sumber Daya Manusia Dan Peralatan 11- 12 2.6.1. Kebutuhan Sumber Daya Manusia ll - t2 l; 2.6.2. Kebutuhan Peralatan ............ ll- 13 2.7. Garis Besar Komponen Rencana Kegiatan ll - 14 ljr 1 2.7.L. Tahap Pra Konstruksi .............. ll - 14 2.7.2. Tahap Konstruksi ll- 14 li l; T; I <Draf f,dporanAfrfrir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera l 2.7.3. Tahap Pasca Konstruksi (Operasional) ll - 18 li BAB III RONA LINGKUNGAN HIDUP li 3.1. Komponen Fisik- Kimia....-.....: 3.1.1. lklim. ::..-........'.. lll - lll- 1 1 ........'.. li 3.1.2. Kualitas Udara dan Kebisingan Topografi............. 3.1.3. lll- 7 lll - 3 3.1.4. GeologiTanah lll - 7 li 3.1.5. Kualitas Air Permukaan ........... lll - 8 I 3.1.6. KondisiDrainase Eksisting..... lll- 11 l, l 3.2. Komponen Biologi........ 3.2.1. Flora Darat......... lll- 12 llt- 12 3.2.2. Fauna Darat ......... lll- 13 I 3.2.3. Biota Perairan lll- 14 3.3. Komponen Sosial Ekonomi, Sosial Budaya Dan Kesehatan ....-.. lll - 15 I 3.4. Komponen Kesehatan Masyarakat lll- 25 BAB IV DAMPAK IINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI T. Dampak 4.!. Komponen Kegiatan Sebagai Sumber lV -1 I 4.1.1. Tahap Pra Kontruksi ............... 4.1.2. Tahap Kontruksi lV -1 lV -1 4.1.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi) lV -3 4.2. Jenis Dampak Lingkungan Yang Akan Terjadi........:......... lV -4 4.2.L Tahap Pra Kontruksi............,..... tV -4 4.2.2 Tahap Kontruksi... lV -4 4.2.3. operasi) Tahap Pasca Konstruksi (Tahap lV -9 4.3. Ukuran Yang Menyatakan Besaran Dampak lV -11 I 4.3.L. Tahap Pra Kontruksi................ 4.3.2. Tahap Kontruksi lV -11 lV -11 I 1 4.3.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap operasi) 4.4. Ringkasan Dampak lV -15 lV -16 I 4.5. Dampak Lingkungan Hidup Ruas Jalan I I I Waf LoporonALhir ,- I Mukomuko - Batas Sumatera Barat.'...'...' ]V -2O t BAB V PROGRAM PENGEIOTAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 5.1. ...-.-.......'..'.j V-1 t: Pengelolaan Lingkungan Hidup 5.1.1. Tahap Pra Kontruksi............".. 5.1.2. TahaP Kontruksi V -2 l. 5.1.3. .............. Tahap Pasca Konstruksi (operasi) " V - 29 5.2. Pemantauan Lingkungan Hidup.......-- V - 38 5.2.L. Tahap Pra Kontruksi..-........'.... " V - 38 I 5.2.2. TahaP Kontruksi 5.2.3. Tahap Pasca Konstruksi (operasi) .--.-......'.. .. V - 38 r V - 58 l; I l. l'" I l- I I I I, I I l, I cDrof LaporanA&frir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera I li DAFTAR TABEL T: li Tabel2.1. Kegiatan Lain Di Sekitar Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat... ll - 5 ll Tabel2.2. Data Teknis Kondisi Jalan (Eksisting)... ll - 7 Data Teknis Peningkatan JalanMukomuko - Batas Sumatera I Tabel2.3. n-7 '') fabel2.4. Jadwal Pelaksanaan Peningkatan ll - t2 I Tabel2.5. Jumlah dan Komposisi Tenaga Kerja (Kontraktor) Yang Dibutuhkan Untuk Kegiatan Proyek tl-13 I Tabel2.6. Jumlah dan Alat Berat Yang Dibutuhkan Untuk Kegiatan Proyek .... il-13 il-15 I Tabel2.7. Tabel3.1. Kebutuhan Air Tahap Konstruksi Curah Hujan di Lokasi Studi Yang Tercatat di Pos Hujan 2010 lll - I Mukomuko Tahun 2001sampai 1 Tabel3.2. Hari Hujan di Lokasi Studi Yang Tercatat di Pos Hujan Mukomuko Tahun 2001 sampai 2010......... lll - 2 I Tabel3.3. Klasifikasi lklim Berdasarkan Perbandingan Rata-rata Bulan Kering dan Bulan Basah lll- 3 I '-) Tabel3.4. Hasil Analisis Kualitas Udara.......... lll - 4 Tabel3.5. HasilAnalisis Tingkat Kebisingan.. lll - 5 t Tabel3.6. Hasil Analisis Kualitas Air Permukaan............... lll - 9 Hasil Pengukuran Debit Sesaat......... lll - 11 I Tabel3.7. Tabel3.8. Jenis Vegetasi Dominan Pada Kawasan Perkampungan, Pertanian Perkebunan............ lll- 12 I dan Tabel3.9. ........... Jenis Satwa Liar Yang Dijumpai di TepiJalan VA - 14 Jenis lkan Menurut Tangkapan Para Penduduk .............. lll - 15 l Tabel3.10. Tabel3.11. Banyaknya Kelurahan/Desa Menurut Kecamatan di kabupaten '1 Mukomuko lll- 15 I Tabel3.12. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk Dan Kepadatan Penduduk I I I {Drof LaporanA&frir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera I Masing-Masing Kecamatan Di Kabupaten Mukomuko.................. lll - 15 li Tabel 3.13. Banyaknya PencariKerja Menurut jenis kelamin dan Pendidikan Kabupaten Mukomuko Tahun 2008 .......... lll - 17 l,' Tabel 3.14. Matapencaharian Responden........... lll- 20 Tabel 3.15. Penghasilan Responden Per Bulan.... lll- 21 li Tabel 3.16. Tabel 3.17. Pendidikan Terakhir Responden Akses Ke Tempat Kerja........... 111 - 23 lll - 24 l; Tabel 3.18. Pengetahuan Responden Tentang Rencana Pembangunan Jafan .......... 111-24 t Tabel3.19. Pendapat Responden Tentang Rencana Pernbangunan lr Tabel3.20. Tabel5.1. Jalan .......... Pola 10 Penyakit Terbanyak Berbasis Puskesmas Tahun 2010 Ambient Baku Mutu Kualitas Udara ........ 1ll- 25 lll - 26 V -1 I Tabel5.2. Tabel5.3. Baku Mutu Tingkat Kebisingan Baku Mutu Kualitas Air Permukaan Untuk Parameter V-3 I Tabel.5.4. Kunci Kelas ll ................. Jenis -Jenis Vegetasi Yang Dapat Digunakan V -7 1," Untuk Pengelolaan Kualitas Udara V - 30 Tabel5.5. Jenis -Jenis VegetasiYang Dapat Digunakan I, Untuk Pengelolaan Kebisingan V - 34 Udara I) Tabel5.6. Metodg Peralatan Sampling dan Analisis Kualitas V- 39 Tabel5.7. Metode Analisis Kualitas Air Permukaan .............. V- 45 Tabel5.8. Metode Analisis Kualitas Air Tanah V - 47 I I li T I I I araf Loporonflf,,frir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Peta Lokasi Rencana Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera 8arat.......... ll - 3 Gambar 2.2 Peta Jaringan Jalan di Provinsi Bengkulu ll - 4 Gambar 2.3. Tipikal Potongan Melintang Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat Tipe I dan ll (Sumber : P2JJ Provinsi Bengkulu ,20LLl ll - 7 Gambar 2.4. Tipikal Potongan Melintang Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat Tipe lll dan lV (Sumber: P2JJ Provinsi Bengkulu,2011)... 11- I Gambar 2.5. Tipikal Potongan Melintang Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat Tipe V (Sumber : P2JJ Provinsi Bengkulu,z01l) ... ll- 9 Gambar 3.1-. Peta Lokasi Pengambilan Sampel Uji ) ...... lll - 6 Gambar 3.2. S. Majunto Desa Lubuk Pinang (Sta-28+000)........ . 111- 8 Gambar 3.3. Contoh vegetasi budi daya di sekitar Sta-8+000 )... . ......... lll - 12 Gambar 3.4. Contoh vegetasi budi daya di sekitarSta-29+000 lll - 13 Gambar 3.5. Foto Surveisosial Ekonomi .............. lll - 25 Gambar 5.1. Diagram Septic Tank Yang Memenuhi Persyaratan Kesehatan ... .. V - 10 Gambar 5.2. Contoh Contoh Penyimpanan Oli Bekas. V - 11 Gambar 5.3. Diagram Perangkap Minyak V - 72 Gambar 5.4. Kondisi Eksisting Tebing Jalan dan Rencana Pengelolaan Longsoran Tebing di Sta-29+000 sampaiSta 33+200 .. V - L7 Gambar 5.5. Contoh Rambu Sementara Yang Dipasang Pada Tahap Konstruksi V- 21 Gambar 5.6. Perambuan Sementara Penyempitan Satu Lajur Pada Jalan 2l2UD v -22 Gambar 5.7. Contoh Bak Sampah dan BIN Yang Akan Digunakan V - 28 VI rDraf f,oporanfuW UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Gambar 5.8. Skema Pengelolaan Kualitas Udara dan Kebisingan .........." I I I l;" li I T t, effifuE I li 1," EdffiWM l, M I ) I t I t I I I t traponnff.Qfir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I BAB I I IDENTITAS PEMRAKARSA DAN PENYUSUN DOKUMEN UKL - UPL l, I 1,1. IDENTITAS PEMRAKARSA I Nama lnstansi Satuan KerJa Direktorat Bina Jeknk, I Direktorat Jenderal Kementedan Pekeriaan Umum Bina Marga, lql Penanggung Jawab Jebatan lr.HerryYaza. M.Eng Sc. Kasubdit Teknik Lingkungan & Keselamatan Jalan t Alamat Kantor Gedung Sapta Taruna LantaiVl Jl. Pattimura No.20, Kebayoran 8mr Jakarta Selatan - 12110 f. Telepon (02r) 7246654 (0211724€,6* I Faksimil 1.2. IDENTITAS PENYUSUN DOKUMEN UKL-UPL I Nama Perusahaan PT Blanlickindo Aneka ll Penanggung Jawab Jabatan Ketua Tim Penyusun UKL-UPL Syafik FahmiSE. MM. Direktur Utama lr. Wsoko Alamat Kantor Jl. Ciniru lV No. 5 T Kebayoran Baru, Jakarta 12184 I Telepon Faximile (021) 725 0366 (0211727 87209 I Anggota Tim Penyusun: 1. lr. Affino Samulano AhliHidrologi I 2. 3. Sahlur SSi lr. M. Askhari Lingkungan Ahli JaladJembatan t ffEm I-t I I f,,apmnflftlir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 4. 5. Drs. Edwir lrfan MSc Drs. Mufiizah : : AhliSosial AhliBiologi I 1.3. PERATURAN DAN PERUNDANG.UNDANGAN I, Penyusunan UKL - UPL rencana kegiatan dilakukan berdasarkan peraturan dan perundangan - undangan yang berlaku saat ini. Adapun peraturan dan perundang - undangan yang menjadi dasar hukum penyusunan UKL - UPL l. rencana kegiatan Peningkatran Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat adalah sebagai berikut : I 1.3.1. Undang - Undang I 1) Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Konservasi Sumber 2, Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air I,J 3) UndangrUndang No. 32 Tahun 20O{ tentang Pemerintahan Daeralt 4) l 5) 6) Undang-Undang No.38 Tahun 2004 tentang Jalan. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan I 7) Angkuian Jalan. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan I 8) Fengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. 9) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2009, I Tentang Perikanan. l) 1.3.2. Peraturan Pemerintah 1) Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1993 tentrang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan. T 2) Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis I 3) Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang PengenHtrdn I Pencemaran Udara. 4) Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang Kewanaurgw Pemerintah Pusat dan Daerah. t 5) Peraturan Pemerintah Rl Nomor : 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, t PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioffi rblnx.k@h.rbs r#aF)N& ffiffi I-2 t I t Lapnranfl.Qfir UKL - UP[ Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 6) Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah I 7',) 8) Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah P rovinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota 9) Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 10) Peraturan Pemcrintah No. 26 Tahun 2008 tcntang Reneana TaE I Ruang Wilayah Nasional. 11) Peraturan Pemerintah Rl Nomor : 42 Tahun 2008 tentang I Pengelolaan Sumberdaya Air. I {.3.3. Peraturan Menteri 1) Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik lndonesia Nomor : 11 Tahun 2006 Tentang Rencana Usaha dan/atau I Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi AMDAL. l 2l Peratr.iiaR Mentefi Pekeijaan Umum No. 10/PRT/M12008 tentang Penetapan Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Wajib Dilengkapi Dengan Upaya I Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup. I 3) Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 20lO Tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya I Pemantauan Lingkungan Hidup 1,3.4. Keputusan Menterl I 1) Keputusan Menteri Negara Lingkungan 48/MENLH/1 1/1 996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Hidup No. I 2) Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 17lPKfS/M12003 tentang Penetapan Jenis Usaha dan i atau I Kegiatan Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Yang Waiib Dilengkapi Dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya I Pemantauan Lingkungan Hidup. t PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioffio@o*w iblnBkx@,'ab56 t&fr)tu6 I-3 I I I Laporonnffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I {.3.5. Keputusan Kepala BAPEDAL 1). Keputusan Kepala Badan Fengendalian Dampak Lingkungan I. (BAPEDAL) Nomor : 12411211995 Tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat Dalam Penyusunan AMDAL. Sebagai acuan l" dalam menelaah aspek kesehatan masyarakat 2). Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan I (BAPEDAL) Nomor : t(EP-299111/Tahun 1996 Tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan AMDAL. Sebagai acuan dalam menelaah aspek sosial. t I l.o I I f', T I ,.) I I I I t r-4 t, I I I I I, I I I I'l I k&ff I p 1,. RmremffffieMK I I ') I I I I I I t I f,aporonflf,,fiir - UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko Batas Sumbar I BAB II t RENCANA USAHA DAN/ATAU I KEGIATAN I I 2.1. NAMA RENCANA USAHA DAN'ATAU KEGIATAN t Nama rencana usaha dan/atau kegiatan adalah Peningkatan Ruas Jalan l-) Mukomuko - Batas Sumatera Barat. a. Panjang Jalan 33,2 Km I b. c. Type jalan Rumija A2UD 8,00 sampai 10,00 m li d. e. Lebar perkerasan Lebar lajur lalu lintas 6,00 m 2x3,00m l'. f. Jumlah lajur 2lajur g. Lebarbahu 1,50 sampai2,00 meter f' h. Kondisi jalan (bervariasi) Sedang I :,-., i. Tipe perkerasan Flexible LOKASI RENCANA USAHA DAN'ATAU KEGIATAN I 2.2. 2.2.1. Lokasi SecaraAdministratif I Secara administratif Ruas jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat masuk dalam 3 (tiga) wilayah kecamatan yaitu: Kecamatan Kota I Mukomuko, Kecamatan XIV Koto dan Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Desa-desa yang dtTewati I adalah Desa Pasar Mukomuko, Desa Ujung Padang, Desa Bandar Ratu dan Desa Pasar Sebelah di Kecamatan Kota Mukomuko, Desa Dusun Baru I Pelokan, Desa Rawa Bangun, Desa Lubuk Sanailll, Desa Lubuk Sanai, Desa I tr-l I tflFplnb KaX.aFs h .,s b t4tuI6tW4 f,aporanflfrfiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Pauh Teranjah, Desa Tanjung Mulya di Kecamatan XIV Koto, Desa Tanjung Alai, Desa Lubuk Gedang, Desa Arah Tiga, Desa Sumber Makmur, Desa f Lubuk Pinang diKecamatan Lubuk Pinang. I r'-- Titik Awal (Sta 0) terletak pada jembatan sebelum memasuki kota Mukomuko dengan koordinat 101" 7'6.15" Bujur Timur dan 2"35'12.27" Lintang Selatan. Sementara titik akhir (Sta 33+200) berada pada jembatan perbatasan Propinsi I Bengkulu dengan Propinsi Sumatera Barat dengan koordinat 101' 9'11.52" Bujur Timur dan 2o29'10.29" Lintang Selatan. Untuk lebih jelasnya lokasi I t rencana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat disajikan dalam Gambar 2.1. danGambar2.2- I I ,-) I I I I I I ',) I I I I I I PI. BLANTICKINDO ANEKA isoffioMorrwo@@M TT-2 rhAE&ref,@aaJ&ffi t+tu.pu)tu8 l, I Gambar 2.1. Peta Lokasi Rencana Kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat I LAMPIRAN 7A. Ke Tapan KEPUTUSAN MENTERI PEKERJMN UMUM I NOMOR TANGGAL : 31 DESMBER 2009. : 630 / KPTS l tt7 2009. I PROVINSI SUMSEL PROVTNST BENGKUTU (13) RtsPI'AIJT INDONIIIIA I U 'otr I I #a l,; JL STRATEGIS NASIOML RENCAM OERSAMBUNG) JL STRATEGIS NASIOML REl,lc. (BIm.TERSAMBUNG) JAI A}I AI{TEITI $"'f JAI.AN KOLEKTOR,I I Kml30 Sp.Airmuring +o l.-EI-l JATAI.I KOI-EKTOR 2 JATAN KOLEKTOR3 PKN (PUSAT KEGIATAN NASIOANAL) t Ketahun rat PI(W (PUSAT KEG!{TAN WILAYAH) 5 TH. PERTAMA [a-l PKW (PT'SAT KEG!{TAN WIIYAH) 5 TH. KEDUA Batik rf,l PKSN (PI.EAT KEGIATAN STRATEGIS I.IASIOML) 5 TH. PERTAITiA" I Lokasi Ruas Iais Tabamulaa Sp, Tambanulan Tb.llonok TilI @ pKsN (pr.tsAT KEGTATAN STRATEGTS NA,S|OML) 5TH. NO. RUAS KEDUA" Kepabiang BATAS PROVINSI I Mukomuko. Batas Sumalera Barat Tugu Eiu BATAS KABUPATEN BENG Bts.Sumsel o IBUKOTA PROVINSI Nakau @ KOTA l_. @ IBUKOTA IGBUPATEN o IBUKOTA KECAMATAN &' PROVINSI SUMSEL DAERAH TUJUAN WISATA NASIOML/ INTERNASIML : I ! usern er-,a,rtl /suNGAI/DANAU/cuNUNG / T. NASToNAL @ wrsere euoeve @l wrsnre ealnar Sp.Ngalan S! I wsnranusEUM/PENDTDTKAN Pasartalo SX, RTRVYIT. 5 IH XE KEIEMNGAN ill tv lti i H E E E I BANOAR IDARA KTAS I'PUSAT Kembangmumpu I PEI{YEBAMN PflMER Uaras fm.l20 Keluntum I 6A A PENYEAAMN SEKUITD€R o @ ee @ PENYEMRA}I TER,SIER I Sp.Itr MANNA A.Tembok/ wH M + BAI'IDARUDARA XI.AS M UJnnm69 U PELA8UMN INIERN/IS|OMI Sp.Kedurang g I Pd.Ieban TJ.Kemuning o dB @ PEWUIIAN NASPMI- PETABUHAN REGIONA! I Mentiring MENTERI PEKERJMN UMUM. Skala I TanjuDg t'UF--\z I PROY. IAI{PUNC 06 20 40 rm. ( 1 Ke lftui DJoKo KIRMANTO ) I Gambar 2.2. Peta Jaringan Jalan Propinsi Bengkulu I .t -- KEPUTUSAN MENTERI PEKERJMN UMUM LAMPIRAN 7A. Ke Tapan u' '- I xiBts.Sumbar. Lb.Pinang DEreU NOMOR :630 / KPTS TANGGAL : 31 DESMBER 2009. ltt 12009. i I I ! .at .r \ PROVINSI SUMSEL PROVTNST BENGKULU (13) I -;: Bantal Km.220 ''!' t I ! I Alr Sebakul I Tanbang l. I I I Ipuh l_ lla. t l{f Napalputih JL STMTEGTS N^Ststt{L RENCAN{ OERSAMBI.TNG} I JL STMTEGIS NASIOML RENC. @Im.TERSAMBUNG) i -1-rst JAI.AN ARTERI Kn-IEV Serqi' JATAN KOLEKTOR 1 t (l *** ......:- I Seblat K-130 Sp,Airmuring t, -t.l-.,. .Sp.Nangka €o --t''rl il S:3-FLB^T I ! t ure t-EI-t JAI.AN KOLEKIORz JAI.AN KOLEKTOR 3 PKN (PUSAT KEGIATAN MSIOAML) Ketahun TEI I _l PI(W (PUSAT KEGIATAN WILAYAH) 5 TH. PERTAI'A I I , [-r To--l pt(w (pusAT KEGTATAN W|TAYAH) 5 TH. PKSN (PUSAT KEGIATAN STRATEGIS NASIONAL} KEDUA Eatik mi, 5 Ttt PERTAIIIA" I Iais ! -: -a- t z* 'r' Tabamulan Sp. Tambrnulaa tEt PKST (PUSAT KEGIATAN STRATEGIS iIASIOML) 5NIKEDI'A =;=-}- Y \-- Tb.llonot KePnhiang @ NO. RIIAS BATAS PROVINSI I Tugu Eiu BENG , ra.shi Bts.Sumgel o @ BATAS XABI'PATEN IBUKOTA PROVINSI KOTA Nakau @ IBTJK('TA KABUPATEN l-Bts.sumsel l_) @") iivFa.capo:- o IBUKOTA KECAMATAN ! i-,,2 -,I PROVINSI SUMSEL f, wseranr-eM /suNGAVDAMU/GUNUNG / T. NASIoNAI I Sp,Ngalan\ NSaraIl| '-"i., I I r , [H wrseraeuonve ffl wtsnraearurar --,-la.-sp.Durionbubur ffi w,snrouusEUM/PENDTDTKAN p."".t"r)ffi-* sendavar 't * - I .t:' J \o.Ets.sumsel .:,. RtRltlt.5lHKE 5r! ,ENHU 'H ,lIY KEIERANGA},I Kembaagmumpu \,^1^6cil p29:" '. !lE E H E BNDAR UDARA KLAS I / PUSAT I Maraa I(m.120 \IYJ-,.T: \'{ff I(eluntum *= \ \j pkl.Bengkerung ra'DcuBAstut T?o* o-^n- ( I '' tA t /t\ * e A e6 @ PENYEBARN PRIMER WfrWMTS['|uI P€NYEBARAN SEKUiIOER BANDAR (EARA KIAS III/PI]SA] PENYEBARAN TERSIER I Sp.Itr UANNA Kayukun;t{<< KPd'H lltarlebah . A.Terabok/ Ujanmae ! EE + u EANOAR UOARA KI,AS IV 8A}DAR UDARA KI./ASV PEI.ABUMN II'ITERNASIOMT Sp.Kedurang I Pd.Ieban Tj.Kemualng Xa.Saung \ ! I I PELASUMN REGIOMT MENTERI PEKERJMN UMUM, I Skala : Mentiring Tanjung Biutuh nau \\ - -' ._ a l,'\rt---vz ffi -.i' PROV. LAUPUNG I 05 20 40 fm. 'Btr.lo-porrg ",'Ke (rui i ( n.loxo IcRMANTo ) taporani.Qfiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar 2.2.2. Kegiatan Lain Di Sekitar Dari hasil pengamatan lapangan, terlihat bahwa kegiatan lain di sepanjang koridor Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat bervariasi yaitu berupa: permukiman, sawah, kebun campuran, perdagangan, bengkel, kantor pemerintahan dan hutan. Jenis kegiatan fain di sekitar secara rinci disajikan pada Tabel 2.1. Pela kegiatan lain di sekitar ruas jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat yang diperoleh dari pemetaan setrip (Sfrrp Mapping) dapat dilihat pada gambar lampiran. tl I I I I !' l_--t '..) I I I T I I PT. BLANTICKII\DO AI\EKA il-s ijSid i€rblco iiijiji& o u[t€.t5.io *ltE*litrLili I o 4 rrtu, a w tu Ka X.ba., h r& $e t+u*l@tNE I Lapnranflftfi.ir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t Tabel2.1, Kegiatan Lain Di Sekitar Ruas Jalan llllukomuko - Batas Sumatera I Kid Jalan Barat Kanan Jalan t Sta, 0+000 s/d 5+200 Jenis Kegiatan Lain Merupakan Kota* Kecamatan Mukomuko yang di dalamnya Sta. 0+000 s/d 5+200 Jenis Kedfn Lain Merupakan l(@ Kecamatan Mukomuko yang d dalamnya terdapat warung, pengajin, terdapat warung, pengajin, rumah ibadah, rumah sekolah, rumah ibadah, rumah sekolah, T kantor permerintahan dan kantor permerintahan dan swasta swasta I 5+200 s/d 7+200 Bandara Muko-muko 5+200 s/d 7+850 Tanah kosong yang ditumbuhi semak belukar dan terdapat kantor Bandara pada STA I 7+2O0 sld 8+850 Telaga Pulau Cinto yang berjarak 12 meter dari jalan, 6+600 dan terdapat pertokoan pada I ) 8+850 s/d 12+000 STA 7+700 Perkebunan, terdapat beverapa didalamnya rumah 8+850 dd 12+000 Perkebunan, terdapat beverapa didalamnya rumah penduduk, sekolah, masjid, penduduk, I kantor organisasi, dan industri precast berupa buis beton kantor sekolah, masjid, orga_.nis"gs_i, orecast berunra bds beton dan industi 12+000 s/d Campuran antara pemukiman 12+000 s/d Gampuran antara pemukiman t 14+250 penduduk dengan perkebunan, didalamnya terdapat musholla, masiid. dan industri buis beton 14+250 penduduk dengan perkebunan gd Kawasan t 14+250 sld 14+400 Kawasan Perdagangan/pasar, terdapat kios, warung, toko dan benokel 14+250 14+4gg Peidagangan, terdapat kios, warung, toko 14+400 s/d Campuran antar kebun dan 14+400 s/d Campuran antar kebun dan t 26+000 permukiman, di Musholla, Masjid, Sekolah, Kantor Kepala Desa, TPU dalamnya 26+000 permukiman, di dalamnya Musholla, Masyr( Sekolah, Kantor Kepala Desa, Kantor I ) 26+000 s/d 26+800 Kawasan perdagangan, di dalamnya terdapat pasar, kios, 26+000 s/d 26+800 Camat. UPTD Penoairan Kawasan perdargangan, di dalamnya terdapat pasar, kios, warung, dan pertokoan warung, dan pertokoan dan I 26+800 sld 28+800 Permukiman penduduk. dalamnya terdapat puskesmas, Di 26+800 s/d 28+000 kantor camat Permukiman penduduk. Di dalamnya terdapat Polsek, I kantor kepala desa, Masiid TPU, 28+000 s/d sekolahi UPTD Pendidika+, Kawasan industri batu bata I 28+800 s/d 33+000 Perkebunan 28+800 28+80O s/d 33+000 merah Perkebunan 30+000 s/d Tanah Kosong dengan semak 30+000 s/d Tanah Kosong dengan semak I 30+400 belukar dan tebing dengan lereng yang terjal (> 50 %) dan tinggi tebing dari jalan sekitar 30+400 belukar dan tebing dengan lereng yang terjal (> 50 %) dan tinggi tebing dari jalan sekitar I 30+400 s/d 33+200 30 meter. dan tikunoan taiam Perkebunan di terdaoat pos polisi dalamnya 30+400 s/d 33+200 30 meter. dan tikunqan taiam Perkebunan SUmUer; 9ata Primer : Pemetaan Setrip (Srlrp Mapping),2011 I tr-6 I 4t!n AnA&f,erdwrl'E.|Id$ I4Eaaq)we I Laporanflfi,f;.ir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 2.3. SK.ALA USAHA DAN'ATAU KEGIATAN I Skala usaha dan/atau kegiatan dinyatakan dengan panjang ruas ialan yaitu 33,20 km, dimulai dari Pasar Mukomuko (kota kecamatan Kota I Mukomuko) sampai batas antara Kabupaten Mukomuko Propinsi Bengkulu dengan Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat. I Rencana peningkatan jalan selain peningkatan lapis perkerasan iuga ada penambahan lebar badan jalan maupun bahu jalan. I Secara ringkas data teknis kondisi jalan eksisting dan rencana peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat disajikan I dalam Tabel 2.2-2.3 dan Gambar2.3. l-) Tabel2.2. Data Teknis Kondisi Jalan (Eksisting) Bsan I No. 1. Panianq Jalan Uraian Satuan km meter &2 9"(m 2. Lebar Rumiia I 3. 4. Type jalan Lebar badan ialan meter 2nUD (2lajur unuk 2 ialur tanoa oemisah) 4,30 5. Laois Permukaan ATB I," 6. Lebar bahu ialan meter 2x1 7. Jenis Perkerasan Flexible Sumber: P2JN Provinsi Bengkulu, 201 T Tabel2.3 l,l No. Data Teknis Peningkatan Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat Uraian Satuan Besnn t 1. 2. Panianq Jalan Lebar Rumiia km meter ffi.2 E,m 3. Type jalan 2l2UD (2lajur unuk 2 I 4. 5. Lebar badan ialan Lebar bahu ialan meter meter ialur tanoa oemisah) 6,00 2 x 1,50 I 6. Kemiringan Melintang a. b. Badan Jalan Bahu Jalan o/o Yo 2 4 Lapis perkerasan: I 7. a. AC -WC b. Ac-Bc cm cm 4,00 6.e/J c. Aqreqat Klas A cm 15,00 I 8. d. Aqresat Klas B Jenis Perkerasan cm 20,00 FJexihle I PT. BLAI\TICKINDO ANEKA No#offioWolE&M w-v I ItfurAEMf,GreFrh Jtbs.@ I+n4la)we I Laporanflfrfrir - Batas Sumbar UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko No. Uraian Satuan Besaran t 9. Jenis Perkerasan Bahu Jalan Agregat Klas B Sumber: F2JN Proinsi : cm ra.00 T l. I I ll I t I I. l,r I I. I, 1,. I l. -D PT. BLAI\TICKINDO ANEKA tr-8 - t=iffi l'|i#ffi925*-*PatuJ*w li I Gambar 2.3. I Tipikal Potongan Melintang Peningkatan Jalan Mukomuko - Batas Sumbar Tipe I dan ll I (Sumber: P2JN Bengkulu ,2011) I t I RENGANA I Bahu Jalan PERKERASAN Jalan l) rloo I 1 I I I I t I I AC - WC (t=4 cm) I AC - BCL (t=5 cm) l- ll tt I \J tt *too-1so#1so-2oo 1so - 2ooLloo- 1sotr t Saluran Bahu Jalan PERKERASAN EXISTING Bahu Jalan Saluran I T I I t T Gambar 2.5. t Tipikal Potongan Melintang Peningkatan Jalan Mukomuko - Batas Sumbar l-ipe V I (Sumb er: P2JN Bengkulu, 2A1 1) I I I RENCANA I Bahu Jalan PERKERASAN Jalan l.r rloo I 1 I ..1 l-. I I I I I I I I I I I I I I 1 AC - WC (t=4 cm) I AC - BCL (t=5 cm) l._ I :) tl ll tl tl tt tl X'too - 150 #tso - zao 150 - 200.#too - 1so* I Saluran Bahu Jalan PERKERASAN Bahu Jalan Saluran EXISTING I I I I I I Laporanfl.frfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukornuko - Batas Sumbar t 2.4. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN l: Pada saat ini rencana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Srrnatera Barat baru dalam tahap Perencanaan Desain. Untuk t pelaksanaan konstruksinya diperkirakan akan dilaksanakan pada tahun 2012 dengan masa konstruksi selama 6 bulan. Selanjutnya untuk jadwal - Batas Sumatera I pelaksanaan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko Barat disajikan dalam Tabel 2.4 berikut: I Tabel2.4 Jadwal Pelaksanaan Peningkatan Ruas Jalan tukomuko - Batas Sumatera Barat t l) I I : P2JN Provinsi Bengkulu, 2011 I iIETODE PELAKSANAAN Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan cara menutup sementara satu l, lajur jalan eksisting sehingga arus lalu lintas masih tetap bisa berjalan secara bergantian. Untuk ini kelengkapan standar yang akan digunakan l ,l dalam pelaksanaan konstruksi antara lain: moveable concrete barrier, rotary lamp, fleshing lamp, trafiic cone, walkytalky, petugas pembawa I bendera dan kelengkapan lainnya. I 2.6. KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERALATAN I 2.6.1 Kebutuhan Sumber Daya ilanusia Kebutuhan sumberdaya manusia pada tahap konstruksi Peningkatan I Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat diperkirakan t 100 orang. Adapun komposisi dan jumlah tenaga keria yang dibutuhkan I ditunjukkan Tabel 2.5. I rTI I PT. BLAi\TICKINDO ANEKA tritailto diidiio iiiut-go lreiero EnKajliiifr II-12 ='I a trr&Fl&Mx-f,.4@DhJ&sb I a a tL:a f*tud)Ne I Capaanffiir UKL - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t Tabel 2.5 l Jumlah dan KomposisiTenaga Kerja (Kontraktor) Yang Dibutuhkan Untuk Kegiatan Proyek No. Komposisi Tenaga Keria Jumlah brano) I z 3 1 general supenntenuen Site Engineer I Manajer Froyek / Wakil G.S Pelaksana Geodesi I pengukuran I 3 3 I 1 5 6 7 Bagian Rumah Tangga Base Camp Pelaksana Teknik Peningkatan Jalan Estimator / Quantity Engineer Bagian Lingkungan Hidup dan K3 3 3 3 3 I I I 10 Administrasi Umum / Keuangan Logistik/ Pergudangan Peralatan / Pemeliharaan Alat Berat 3 3 3 t1 Keamanan 6 I 12 t3 Operator alat berat / driver Pekeda (Buruh lapanoan) Jumlah 6 60 r00 I ') I 2.6.2 KebutuhanPeralatan Perkiraan kebutuhan alai berat dalam kegiaian Peningkatan Ruas Jaian I Mukomuko - Batas Sumatera Barat, disajikan pada Tabel2.6. I Tabel2.6 Jumlah dan Alat Berat Yang Dibutuhlran Untuk Kegiatan Proyek No. Jenis Peralatan KapasitaslSpesifikasi Jumlah l. 2 1 Dump Truck Vibratory Roller 4-6 5- m" 8 ton 15 3 9 Tandem Roller 69ton 2 4 Motor Grader Min. 100 HP | ,-; 3 5 Excavator 80 - 140 HP 2 6 Pneumatic Tired Roller 8-10ton 3 7 WheelLoader 1,0 - 1,6 m? I T 8 Water tanker 3.000 - 4.500 liter 2 I Asphalt Sprayer 2 10 Hand Vibratory Compactor 1,5 - 3,0 HP 3 I 11 12 13 Air Compressor Flat bed truck Generator set 25 - 3000 KVA 4.000 -6.500l/m 3-4ton 2 3 1 I a 14 Buldozer - 100 150 HP I 15 Penggilas Bervibrasi 1,5 - 3,0 HP 3 16 Mollen 0.3 - 0.6 mo 2 Sumber: P2JN Ptovinsi Benokulu. 2011 I l, PT. BLAIYIICKINDO ANEKA doffioffioffio@@ tr- 13 IrFr.aRehe@h.Ea$ t*tuet)we l' I I tapmonfl.fi,fiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 2.7. GARIS BESAR KOMPONEN RENCANA KEGIATAN I 2.7.1. Tahap Pra Konstruksi 1. Survei dan Pengukuran I, Pada tahap pra konstruksi komponen kegiatan yang dilaksanakan adalah survei lapangan yang meliputi surveitopografi, survei tanah T dan survei hidrologi. Hasil dari survei tersebut digunakan dalam I 2. pembuatan desain peningkatan jalan. Pengadaan Tanah / Pembebasan Lahan I Pada tahap ini tidak dilakukan pengadaan tanah/pembebasan lahan, karena pelebaran jalan yang hanya sekitar 1 sampai 2 meter l'l masih berada dalam ruang milik jalan (RUMIJA), Sehingga tfdak akan terjadi dampak sebagai akibat dari pengadaan I tanah/pembebasan lahan I 2.7.2. Tahap Konstruksi Komponen kegiatan pada tahap konstruksi (pelaksanaan pekerjaan fisik I Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko kegiatan-kegiatan sebagai berikut: - Batas Sumatera Barat mellp,trti t 1. Penerimaan Tenaga Kerja Penerimaan tenaga kerja mencakup pengadaan tenaga kerja oleh t, I Kontraktor Pelaksana yang akan dipakai untuk pelaksanaan proyek. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan * 100 orang dengan I kualifikasi sebagaimana yang dibutuhkan proyek (lihat Tabel 2.3 di depan). Tenaga kerja tersebut akan direkrut oleh kontraktor t pelaksana konstruksi. Tenaga ahli dan terampil akan didatangkan dari luar lokasi. Sementara untuk pekerjaan yang tidak memerlukan I keahlian dan atau ketrampilan, akan direkrut tenaga kerja setempat, antara ldin keamanan, pembaRtu tukang ddn pembantu sopit'. I Namun tiddk tertutup kemungkinan bagi tenaga kerja setempat untuk jabatan yang lebih tinggi apabila memenuhi persyaratan yang I PT. BLANTICKINDOANEKA moffioffioffioffidffi ,ttf t B a!6hr6ryeh .bS tr-14 W@tno6 I I Laporaaflftfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar ditentukan. Proses penerimaan tenaga kerja baru didasarkan atas kualifikasi dan jumlah yang diperlukan. Waktu pelaksanaannya seerra bertahap sesuai jadwal kegiatan konstruksi. Mobilisasi Alat Beratdan Material Kegiatan mobilisasialat berat mencakup pengadaan peralatan yang akan dipakaiuntuk pelaksanaan proyek. Jenis peralatan berat untuk pelaksanaan kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat dapat ditihat pada Tabel 2.6 di depan. Sementara material yang dibutuhkan antara lain ; batu kali, baja tulangan, semen, pasir, batu pecah dan agregat. Peralatan berat yang tidak dapat berjalan cepat seperti buldozer, eksavator dan lain-lain akan diangkut dengan trailler, Sementaa peralatan berat yang dapat bergerak cepat seperti dump truck akan dimanfaatkan untuk mengangkut peralatan yang tidak rlanat bergerak. Pengangkutan material untuk batu kali dapat dilakukan dengan dump truck, sementara untuk baja tulangan, semen dan lainnya dengan truk biasa, Batu kali dan batu pecah diambil dari sungai terdekat dan tanah urug akan memanfaatkan galian tebing pada pelebaran jalan. Sementara untuk baja tulangan, semen dan lainnya akan didatangkan dari tempat lain antara lain dari kota Mukomuko dan Kota Bengkulu. Mobilisasi peralatan dan rna&anial dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal kegiatan konstruksi dan kebutuhan di lapangan. 3, Pengoperasr'an Base Camp Base camp yang terdiri dari kantor proyek, bengkel, gudang dan penginapan karyawan akan berada pada lahan yang sama dengan lokasi proyek. Kantor proyek hanya akan digunakan untuk al(lfftas kantor karyawan / pelaksana proyek. Bengkel untuk perbaikan dan perawatan alat-alat berat. Gudang untuk penyimpanan suku cadang dan material yang mudah rusak karena pengaruh cuaca. Penginapan karyawan untuk menginap karyawan / buruh lapangan yang berasal dari luar lokasi. Buangan limbah padat dan limbah cair PT. BLANTICKINDOANEKA tr- 15 ffioffioffi ffi@ t.W\UAhktuFlajsle t&@)ile T Laporcnffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I dari kegiatan di kantor proyek perlu mendapat penanganan yang baik agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitarnya. I 4. Penyiapan Lahan dan Pembersihan Lahan (Land Clearing) t Pembersihan lahan dilakukan untuk rnembersihkan sernua vegetasi dan benda-benda lain yang tidak diperlukan pada daerah kerja. I Semak dan belukar dibersihkan dengan Buldozer atau Eksavator, sementara untuk pepohonan ditebang dengan menggunakan "chain I sar,r/. Biomasa berikut tanah hasil pembersihan lahan diangkut dengan dump truck, untuk dlaniuinya diangkui ke iempai penimbunan yaitu berupa cekungan-cekungan kering di sekitar. I Sementara kayu hasil tebangan pohon diserahkan kepada pemilik pohon atan dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan konstruksi' ll Dalam penyiapan lahan dengan lebar 1 meter, tidak dilakakukan pembersihan terhadap bangunan milik penduduk karena bangunan I milik penduduk berada di luar rumija, pada beberapa ruas tertentu akan dilakukan pembersihan vegetasi dan benda-benda lain yang I tidak diperlukan, Vegetasi yang dibersihkan sebagian merupakan tanaman budidaya penduduk dan belukar. I 5. Kebutuhan Air Pada tahap konstruksi kebutuhan air secara spesifik diperlukan I untuk kebutuhan air pekerja dan kebutuhan air pekerjaan konstruksi termasuk penyiraman dan perkerasan jalan. Kebutuhan air unfuk I,) tahap konstruksidapat kita lihat pada tabel berikut: I Tabel 2.7 Kebutuhan Air Tahap konstruksi I NQ uraiaR v.oJu.:m.e Kebufuhan Ait Jumlah (iter t hari) l 1 Pekerja 100 orang 33,200 x6=199.200m' (liter/hari) 100 0,5 10.m0 99.600 Kegiatan Konstruksi I 2 Jumlah Total 109-fln I PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioffioffioffidtff tr-16 ,&@tNe ',W1tuebrd@hJl4s I I I Eaporanflf,ftir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 6. Pekerjaan Drainase Samping Pekerjaan drainase bertujuan menyalurkan air pada waktu I pelaksanaan konstruksi maupun pasc€l konstruksi, terutama di musim hujan. Sistem drainase eksisting yang terganggu akibat I pekerjaan penimbunan, dibuatkan drainase sementara guna menyalurkan air yang berasal dari jalan apabila turun hujan. Setelah I pekerjaan tanah selesai selanjutnya dibangun drainase yang permanen. Pekerjaan pembuatan saluran drainase meliputi pekeriaan galian tanah dan pekeriaan beton. Galian tanah dilakukan I pada lokasi renelna saluran untuk saluran terbuka dan pengecoran beton dilakukan untuk pembuatan saluran tertutup. I 7. l) Pekerjaan Perkerasan Jalan Jenis perkerasan jalan rencana kegiatan Peningkatan Mukomuko Batas Sumatera Barat adalah perkerasan lentur. Perkerasan lentur - I meliputi pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, penggilasan, dan pemadatan agregat dan campuran aspal panas di t atas permukaan yang telah disiapkan dan telah diterima sesuai perician yang ditunjuk dalam gambar desain. Pekerjaan perkerasan lentur jalan meliputi: I a. Pekerjaan lapis pondasi bawah (Agrcgat kelas B). b. Pekerjaan lapis pondasiatas (Agregat Kelas A dan ATB). I c. Pekerjaan lapisa permukaan (AC Binderdan ACWearing). l) Pekerjaan Lapis Pondasi (Sub Base) Pelaksanaan lapis pondasi pada dasarnya sama dengan pekerjaan I timbunan. Pengangkutan material subbase dari lokasi sumber material (quarry) menggunakan dump truck dan penghamparan di atas tanah dasar (subgrade) dilakukan dengan I material menggunakan Motor Grader. Pemadatan perlapis dilakukan dengan Vibratory Roller dan Pneumatic Tire Roller, dan bila perlu dilakukan I penyemprotan air dengan Water Tank Truck. I I PT. BLANTICKII{DO ANEKA ffioffi6reoF€offiffi rt4f'rt1tu e.breP !a .b Jds II- 17 t&W)tu6 I I I f,aporanffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t Pekerjaan Lapis ATB, Binder Course dan Wearing Course Pelaksanaan pekedaan lapis perkerasan ini terdiri dari t pengangkutan material aspal, penghamparan dan pemadatan. Selain juga penyemprotan lapis resap pengikat diatas lapisan I subbase dan lapis pengikat diantara tiap jenis lapisan aspal dengan menggunakan Asphalt Sprayer. I Pengangkutan material aspaldari lokasi Asphalt Mixing Plant (diasumsikan di Sta. 33+200 pada ruas Mukomuko - Batas I Sumatera Barat, lihat Gambar 3.1) dilakukan dengan menggunakan dump truck dengan bak tertutup. Penghamparan material aspal I ditakukan dengan Asphalt Finisher sampai dengan ketebalan / elevasi yang telah direncanakan. Pemadatan awal dilakukan dengan menggunakan peralatan Tandem Roller dan dilajutkan I ) dengan proses pemadatan akhir dengan menggunakan Tire Roller. I Pekerjaan Penasangan Sarana Pelengkap dan Penuniang Yang termasuk dalam kegiatan ini adalah : pemasangan rambu - I rambu dan marka jalan dan lain - lain. Pembuatan pagar pengaman dilakukan pada tikungan yang berada di atas jurang dalam dan I tebing terjal, dimaksud agar kendaraan yang tidak terkendali tidak masuk ke dalam jurang tersebut karena terhalang pagar. I 2.7.3. Tahap Pasca Konstruksi (Operasional) I ) 1. Pengoperasian Jalan Pengoperasian Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - I Batas Sumatera Barat (dengan kondisi yang sudah ditingkatkan) adalah dibukanya jalan untuk melayani pengguna jalan dengan persyaratan I teknis standar jalan yang telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Dengan pengoperasian ini diharapkan dan I dapat memperbaiki tingkat pelayanan jalan terhadap pengguna jalan. Dengan ditingkatkannya ruas jalan ini maka arus lalu lintas I yang menuju ke Sumatera Barat akan meningkat pula. I PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioEn*ox€'offiffi t.'/bldtublerda!4.,&% II-18 t&F)no6 I t Eaporcnflf,f;ir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar Pemeliharaan Jalan Pemeliharaan jalan dilakukan dengan tujuan untuk tetap menjaga tingkat pelayanan jalan kepada pengguna jalan. Pemeliharaan jalan dikelompokan dalam 2 (dua) jenis, yaitu: pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala, yang dijelaskan sebagai berikut : a. Pemeliharaan rutin antara lain adalah pengembalian kondisi untuk perkerasan, bahu jalan, pembersihan saluran samping, perlengkapan jalan dan jembatan, pemotongan rumput dan inspeksi. Pekerjaan pemeliharaan ruiine perkerasan beraspal adalah untuk mempertahankan permukaan jalur lalu-lintas sehingga kerataannya konsisten dengan mutu permukaan rata- rata sebelumnya. Pemeliharaan rutin drainase mencakup: pembuangan endapan, sampah, rumput, semak dan bahan- bahan lain yang mengganggu kelancaran air pada saluran samping, gorong-gorong dan sistem drainase lain yang ada. Pemeliharaan rutin perlengkapan jalan mencakup pembersihan, perbaikan rambu jalan, patok pengaman dan patok kilometer yang rusak, dan pengecatan kembali huruf yang tak terbaca pada rambu jalan. Pelaksanaan pemeliharaan rutin akan berpotensi menimbulkan dampak terhadap gangguan lalu lintas bagi pengguna jalan,, tetapi dampak ini berskala kecil dan bersifat sementara. Untuk ini pengelolaan dampak dapat menggunakan SOP pelaksanaan pekeriaan peningkatan ialan. b. Pemeliharaan Beftala adalah: perbaikan kerusakan jalan yang bersifat kerusakan berat yang dilakukan tidak setiap tahun. Jenis perbaikan ini dapat berupa pelapisan ulang permukaan jalan atau overlay. Selain pelapisan ulang, jenis pemeliharan berkala lainnya antara lain: perbaikan guardrail, perbaikan rambu-rambu jalan dan perbaikan s/ope protection. PT.BLANTICKINDOANEKA II-19 ffioffio&ogo@@ff t.*Ff\utu.ki@a.{.bb t&@rna6 I I I l;, li I I I I t T t I I ) t I I I I I I I Eaporanflft$h UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I BAB III I RONA LINGKUNGAN HIDUP I 3.1. Komponen Fisik - Kimia I 3.1.1. lklim I Secara umum iklim di Kabupaten Mukomuko memiliki 2 musim yaitu musim I kemarau dan penghujan. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angtn yang beiliup tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakiba*an I musim kemarau. Sebaliknya pada butan Desember sampai bulan Maret arus I angin yang bertiup banyak mengandung uap air sehingga terjadi musim hujan. I I : ) Hj';i[lTJ:ilffi:ii,:i::T3?-:*ii;;:j5ifi:il::T':1ffi;15: dari Stasiun Mukomuko pada tahun 2001 sampai dengan 2010, terdapat curah hujan bulanan terkecil sebesar 7 mm dengan hari hujan 11 hari terjadi pada r I ilillT:::il'#ff::,:"ffi"ff,:HL'flil^:1"::1"ff.TTiril hujan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.1. dan harihuian Tanel3.2. t Tabet 3.1. Curah Huian di Lokasi Studi I t BULAN JAN Yang Tercatatdi Pos Hujan tukomuko Tahun 2001 sampai 2010 FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT ltov DES g I 2001 2002 194 200 176 45 104 89 145 231 386 191 214 55 67 65 M 90 106 49 189 111 5l 64 156 70 253 145 t25 278 320 206 54 240 I,l 2003 333 29 41 2004 218 127 130 132 186 152 86 62 158 49 123 472 2005 231 389 467 383 300 67 85 7 425 181 301 196 2006 420 431 347 251 257 149 206 247 219 228 285 435 t 2007 2008 371 363 386 276 277 161 2'16 291 93 229 210 288 198 172 87 188 128 245 152 289 326 244 521 l 2409 511 385 387 414 392 342 329 587 438 437 ?rot 310 2010 159 174 137 422 231 147 42 MA 210 615 203 323 Jumlah 3000 2142 22€,8 2591 2581 1459 't433 1fl6 1982 2197 2416 3305 226,8 259,1 258,1 149,1 143,3 146,6 158,2 219,7 241,6 330,5 I Rata2 300,0 214,2 Sumber: BMG Stasiun Ki m atologi Mukamuko Be ngkul u, 201 I M uko mu ko Benokulu, I t PT. BI,AI{TICKINDO ANEKA ffio@oE*o@officmw I&4n&kepl*J&ob f&@)eF m-l I T I [,aporanALfiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar l Tabel3.2. Hari Hujan di Lokasi Studi I Yang Tercatat di Pos Hujan Mukomuko Tahun 2001 sampa,2A10 BULAN JAN FEB MAR APR itEl JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES I 2041 2002 14 15 7 7 7 I 22 '|'7 12 10 4 7 11 19 22 26 I 2003 29 6 8 16 "14 6 7 13 8 13 21 24 2004 24 13 14 16 14 13 7 5 8 10 14 23 2005 19 20 13 14 15 7 22 11 11 17 12 11 I I 2006 2007 2008 19 16 18 15 16 12 20 15 14 10 15 15 14 12 15 9 9 10 11 10 11 12 6 10 6 7 18 11 I 15 13 16 14 18 18 I 2009 2010 14 13 14 12 14 12 15 9 10 6 10 I 15 7 13 10 19 8 17 14 22 13 17 23 l) Jumlah Rata- rata 181 1 8,1 122 12,2 126 12,6 132 13,2 Sumber : BMG Stasiun Kimatologi Mukomuko Bengkulu,2010 117 11,7 72 7,2 102 10,2 90 9,0 87 8,7 139 13,9 148 14,8 174 17,4 I Untuk menentukan type iklim setempat digunakan nilai menggunakan rumus sebagai berikut: Q (Quotient) dengan I a=f I dimana: K= Totalrata-rata bulan kering, dengan curah hujan < 100 mm B= Totalrata-rata bulan basah, dengan curah hujan > 100 mm I Sehingga nilai Q untuk lokasi studi adalah : K = 0 bulan ll B = {2 bulan I Q =; = o'oo Secara umum iklim di lokasi studi, berdasarkan klasifikasi iklim menurut t Schmidt dan Fergusson termasuk ke dalam Tipe A (0 . Q < 0,143)' Klasifikasi iklim menurut Schmidt dan Fergusson ini berdasarkan nilai Quotient (a) rata- t rata bulan kering dan rata-rata bulan basah. Untuk lebih jelasnya pembagian iklim menurut Schmidt dan Fergusson dapat dilihat pada Tabel 3.3 berikut' I I PT.BLANTICKINDOANEKA Moffio6*0@officF$w ,&44&h^&Ft!aJ#!e fvaltt)*6 IIT-2 I T T traponnflfrfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Tabel3.3. Klasifikasi lklim Berdasarkan Perbandingan Rata-rata Bulan Kering dan Bulan Basah I Tipe lklim Rasio Rata-rata gulan Ba:ah (Ql, *_ Bulan Kering dan I ,, A 0,000 < Q< 0,143 B 0,143< Q< 0,333 I c D 0,333 < Q< 0,600 0,600 < Q< 1,000 E 1,000 < Q< 1,670 I F G 1,670 < Q< 3,000 3,000 < Q< 7,000 I H 7,000 < Q Sumber: Schmidt & Fergusson, 1951 dalam Wisnubroto, 2000 l.l l. Berdasarkan nilai Q =0, berarti di sepanjang tahun te{adi hujan dengan rata- rata jumlah hari hujan > 100 hari. Pada bulan Oktober sampai Mei, curah hujan cukup tinggi yaitu di atias 200 mm. Hari hujan pada bulan OKober sam+ai' Mei a berkisar antiara 11,7 sampai 18,2 hari. Kondisi seperti ini akan berpengaruh terhadap ketancaran pekeriaan peningkatan ruas jalan. Bulan-bulan dengan I I curah hujan < 2OO mm terjadi pada bulan Juni sampai September dengan : jumlah hari hujan berkisar antara 7,2 sampai 10,2 hari. Dengan demikian kegiatan fisik di lapangan peningkatan ruas jalan akan lebih efeKif aeabila t dilaksanakan pada bulan Juni sampai September. I 3.1.2. Kualitas Udara dan Kebisingan I ) 3.1.2.1. Kualitas Udara I Untuk mengetahui kondisi kualitas udara pada saat penyusunan dokumen UKL- UPL initelah dilakukan pengambilan sampel untuk kualitas udara pada tanggal 16 Agustus 2011, dengan jumlah titik sampling dilakukan di 1 (safu) t{ak I pengukuran, yang diambil pada kota Mukomuko pada kawasan pemukiman. Parameter kuaiitas udara yang diukur meiiputi parameter: Karbon Monoksida I (CO) dan TSP (Debu). Hasil pengukuran kualitas udara disajikan pada Tabel 3.4. t I PT. &o@oM BLANTTCKIMOANEKA 4|&lnekldPh-b5e #c@W Itr-3 r&@)we I I I Coporanfl(fiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Tabel3.4 Hasil Analisis Kualitas Udara t No Parameter lletode Analisis SaL Hasil Analisb B&rHutu *) l, 1 2 Karbon Monoksida (co) Pararosanilin Gravimetri pg/Nm3 pg/Nm" 614,127 51,990 10.000 230 TSP / Debu (PMro) t Kondisi Guaca Suhu Udara Direct Reading "c 30,3 o/o 41 I Kelembaban Direct Reading Kecepatan Angin Direct Reading '/" 0,4 Arah Angin Direct Readinq Utara : Hasil Analisis Labontortum Lingkungan BLH >emeintah I Keterangan: Pengukuran 30 nenit Bengkulu,20l1 l) *) Baku Mutu Berdaarkan PP No- 41 Tahun 1999 Lokasi Sampling Jt Raya Mukomuko - Padang / S: 02" 33' 37,1" 21,3" E 101' 06' t Kandungan parameter kualitas udara yang dianalisis yang sampelnya diambil dari titik tersebut adalah sebagai berikut : l' 1. Karbon Monoksida (CO) Karbon Monoksida adalah gas yang tak berwama, tak berbau, dan tak I berasa. la terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berkafratr' dengan satu atom oksigen. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen. I Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempuma dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam. Karbon I -) monoksida terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Karbon monoksida mudah terbakar dan menghasilkan lidah api benpama biru, menghasilkan karbon dioksida. Walaupun ia brys'iraf I racun, CO memainkan peran yang penting dalam teknologi modem, yakni merupakan prekursor banyak senyawa karbon. t Pada lokasi dilakukan pengukuran nilai CO masih dibawah baku mutu yang ditentukan yaitu sebesar 614,127 pg/Nm3 sedangkan baku mutu I sebesar 10.000 Pg/Nm3. 2. Debu (TSP) t Debu merupakan polutan pada udara ambien yang berbentuk partikulat, sr-b"t t" P"da l. I PT. BLANTICKINDOANEKA NoffioM t|'Flb.tubtu,db&tu t&@)mE "t @cBu m-4 I I I Laponnflfrftir t-t - rtt -r"t r"l"t I yang melintas di ruas jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi debu di lokasi pengambilan I sampel 51,990 pg/Nm3, masih jauh di bawah ambang batas menurui PP 41 Tahun 1999 Yaitu 230 pg/m3. I 3.1.2.2. Kebisingan I Kebisingan dapat diartikan sebagai bentuk suara yang tidak diinginkan atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Secara umum I kebisingan dapat diartikan sebagai suara yang dapat menimbulkan gangguan kerugian terhadap manusia dan lingkungannya. Untuk memperoleh ganbaran / tentang tingkat kebisingan sebagai akibat aktifitas yang terjadi di Jalan t Mukomuko - Batas Sumatera Barat terhadap pemukiman yang berada di l) sekitar / tepi jatan tersebut, dilihat pada Tabel 3.5. telah dilakukan pengukuran dan hasilnya dapat Tabel3.5 I Hasil Analisis Tingkat Kebisingan Tingkat Kebisinga Bahtbrl No Lokasi Pengukuran Kawasan (GAI n (dBA} T /S; Permukiman dan : 1. Jalan Raya Mukomuko - Padang 56,4 70 02" 33' 37.1" E 101" 06' 21,3" Perdaoanoan t Simher : Hasil Analisa Laboratoium Lingkungan BLH Keterangan: ) Kep.MNLH No.41/MNLH/|1/1996 (untuk kawasan pemukiman = 55 dBA dan Provinsi Bet tgkulu, 201I untuk kawasan perdagangan = 70 dBA). I Dari hasil pengukuran kebisingan di lokasi menunjukkan bahwa tingkat kebisingan masih dibawah ambang batas menurut Kep. MNLH No. T ) 4SiMNLH/1 1/1996. T I I I I PT. BLANTICKINDOANEKA NOffiOM a&4nAAkld,@6luJl'3.*t ,ffi@)NP m-5 I t t I I I t t t I u.) I T I I l__ , I I I I I T I T Eaporonfl(,fir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 3.1.3. Topografi I Dari kajian Peta Lereng Kabupaten Mukomuko pada Rencana Tata Ruang \A/ilayah (RTRW) Kabupaten Mukomuko dengan ditambah data hasil I peninjauan lapangan yang dilakukan oleh tim penyusun. Diperoleh bahwa kondisi topografi ruas jalan Mukomuko - Batas sumatera Barat, chnal dibedakan menjadi2 (dua) macam, yaitu Ir : 3.1.3.1. Topografi Dataran Rendah Topografi dataran dengan kemiringan kurang dari 8 persen, berada dari Sta- T 0+000 sampai Sta-29+000. dengan ketinggian 5 m sampai 100 m ot afas permukaan laut. Meliputi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Kota Mukomuko, I Kecamatian XIV Koto dan Kecamatan Lubuk pinang, sementara Desa yang l) dilewati adalah Desa Pasar Mukomuko, Desa Ujung padang, Desa Bandar Rafu dan Desa Pasar sebelah di Kecamatan Kota Mukomuko, Desa Dusun Baru Pelokan, Desa Rawa Bangun, Desa Lubuk Sanai lll, Desa Lubuk Sanai, I Desa Pauh Teranjah, Desa Tanjung Mulya di Kecamatan XIV Koto, Desa Tanjung Alai, Desa Lubuk Gedang, Desa Arah riga, Desa sumber Mzknnr.lr, Desa Lubuk Pinang di Kecamatan Lubuk Pinang. Pada area kiri dan kanan I jaian ditempati oieh kawasan pergadangan, permukiman dan pe*ebunan campuran. I 3.1.3.2. Topografi Bergelombang Sampai Perbukitan Topografi bergelombang sampai perbukitan dengan kemiringan berkisar antara 8 persen hingga 8 persen, berada dari Sta-29+000 sampai Sta-33+200. Untuk T ruas jalan dengan ketinggian berkisar dari 100 m sampai 2s0 m di atas l,) permukaan laut. Meliputi Desa sumber Makmur dan Desa Lubuk pinang di Kecamatan Lubuk Pianang. Pada area kiri dan kanan jalan ditempati oleh kawasan kebun campuran. I 3.1.4. GeologidanTanah T Untuk kajian geologi selain dilakukan analisis Peta Geologi Berskala I Bakorsultanal, Selain itu dilakukan pengamatan terhadap singkapan-singkapan yang dijumpai di lapangan. Diperoleh bahwa kondisigeologi di kiri kanan Ruas Jalan Mukomuko - Batas sumatera Barat mulaidari sta 0 hingga sia &3+200 l. adalah sebagai berikut : li PT:BLANTICKINDOANEKA E,EoGoffioMow@w 4ttt-4dMki&Fh&5& t&@)w6 ET_V I, l; Gaporanfl{frir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar 1. Sta-o sampa; 512-l $+500 Adalah bebatuan sedimen plistosen. Sta-18+500 sampai Sta 22+000 Adalah bebatuan Terobosan Milosen Sta-22+000 sampal St{-33+200 Adalah bebatuan sedimen plistosen. 3.1.5. Kualitas Air Permukaan Dalam kajian aspek kualitas air di lokasi rencana kegiatan peningkaian ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat ini tidak terlepas keberadaan air permukaan atau sungai di sekitar. Meskipun kegiatan peningkatan ruas jalan ini bukan merupakan penyebab utama penurunan kualitras air perairan sffryat tersebut. Unfuk memperoleh gambaran tentang kondisi kualitas air sungai telah dilakukan pengambilan contoh (sampel) pada tanggal 16 Agustus 2011, dengan lokasi sampling Sungai Manjunto (Sta-28+000). Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kondisi kualitas air permukaan tersebut menunjukkan bahwa hampir semua nilai parameter analisis masih berada dalam kisaran baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah Rl No. 82 Tahun 2001 Kelas ll yang digunakan. Namun ada beberapa nilai parameter yang berada di atas baku mutu Kelas ff, yaitu nilaikandungan BOD. Hasilanalisis kualitas air permrkaan secara rinci dapat dilihat pada Tabel 3.6. Gambar 3.2. S. Majunto Desa Lubuk Pinang (Sta-28+000) PT. BLANTICKINDOANEKA m-E Il|hlnlekbF.t.aJbtu ,*tu@)Np I G,aporenffih UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Surnbar I Tabel3.6. Hasil Analisis Kualitas Air Permukaan T No Parameter Satuan Hasil Analisis Baku hfrr A Fisika I B 2 1 ZatPadatTerlarut (TDS) 7at Kimia P adat Te rsuspen s i(TS S) mq/l mg/l 279 3 1.000 400 1 pH 7.4 6-9 T 2 BOD5 mq/l 7,4 6 3 coD msn 32 50 t 4 5 6 7 Amoniak Sulfat (SOa) Khlorida (Cl) Minvak Lemak mg/l mg/l mg/l msn 7 6 0,05 2.[,1 400 600 t : Hasil Lingkungan BLH Sumatera T Bengkulu,201A Keterangan : NAB : Nilai Ambang Bafas sesuai baku mutu PP No. 82 Tahun I 2OO1 ) Dari hasil analisis laboratorium lingkungan BLH Provinsi Bengkutu terhadap I sampel air sungai yang disajikan dalam tabeldi atas, maka kondisi kualitas air permukaan dari sungai manjunto diwilayah studi pada saat ini adalah sebagai berikut: T 1. Zat Padat TersuspensiflSS) dan Zat Padat Tertarut (fDS) Padatan tersuspensi (TSS) adalah padatan yang dapat menyebabkan T kekeruhan air, tidak terlarut dan tidak dapat mengendap secara langsung. Padatan terlarut (TDS) terdiri dari senyawa organik dan anorgarrik I Padatan terlarut dan padatan tersuspensi merupakan bahan pencemar yang umum didapatkan diperairan yang masih alami. Bahkan diperairan l) yang relatif bersih bahan pencemar pun juga didapatkan padatan tersuspensi berupa lempung dan lanau yang berasal dari proses pengikisan erosi. t Perairan dengan padatan yang tinggi menyebabkan penebasi cahaya matahari terganggu, aktifitas fotosintesa, jasad nabati perairan terganggu I dan mengakibatkan perairan itu kurang produktif. Konsentrasi padatan tersuspensi (@S) sampel air sungai adalah 3 mg/|, hal ini menunjukkan bahwa kualitas air sungai masih jauh d, ha${a}r I ambang batas (400 mg/l) air permukaan. Nifai konsentrasi TSS ini berkaitan dengan aliran partikel-partikel terlarut dalam air, misalnya tanah liaUlumpur serta jasad renik lainnya. Begitu juga dengan hasil analisis T laboratorium tefiadap TDS menunjukkan bahwa sampel air sungai 279 I PT. BI,ANTICKII\DO ANEKA h.Eo*&o&orwoffiffiw r&lrd&h&F r*tu@)wF !a.|d-b m-9 t I I Lapordn.flf,fir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Bltas Sumbar I mg/|, baku mutu untuk parameter adalah 1.000 mg/l. Hal ini menunjukkan bahwa parameter kualitas air baik TSS maupun TDS masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan. T Denjat Keasaman (pf) I Derajat keasaman (pH) memberikan petunjuk mengenai keseimbangan asam dan basa perairan. Nilai pH yang normal berkisar antara 6 - 9. Dari hasil pengukuran di lokasi pengambilan sampel, nilai pH per.airen T menunjukkan 7,4, masih berada di antara kisaran yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa kadar keasaman perairan sungai tersebut masih T tergolong normal karena tingkat keasamannya masih dalam kisaran baku mufu sesuai Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, yaitu 6 - 9. I Kebutuhan Oksigen Biologis ( BODI Pengujian kadar BODs adalah bertujuan untuk mengetahuijumlah oksigen l') yang dibutuhkan bakteri untuk menguraikan bahan - bahan organik menjadi senyawa - senyawa yang tebih stabil. Kebutuhan BODs adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses I mikrobiologis yang terjadi dalam air. Pemeriksaan BODs diperlukalt t.mtrk mengetahui adanya pencemaran oleh bahan organik di perairan. Dengan t demikian BOD menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk mengurai bahan - bahan buangan didalam air. Jadi nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organikyang sebenamya, tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang diJbrufi$kan T untuk mengoksidasi bahan - bahan buangan tersebut. Nilai BOD yang I berada di atas ambang batas kualitas air permukaan. Hal inl mengindikasikan banyaknya bahan organik yang ada di dalam perairan seiring dengan tingginya padatan suspensi yang masuk ke perairan I', ) sungai, serta pergerakan aliran air sungai yang memungkinkan tentrr$nya difusi oksigen yang tinggi dan dapat mendukung aktivitas mikroorganisme I pengurai. Jika konsumsi oksigen tinggi yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya sisa oksigen terlarut, maka berarti kandungan bahan - bahan buangan membutuhkan oksigen linggi. Nilai baku mutu untuk perairan berdatarlan T Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 200'1, adalah 6 mg/|. Kandungan BODs dari hasil pemeriksaan untuk sungai sudah melampauinilai ambang T batas yang berlaku, karena telah tercemar oleh air limbah domestik dari permukiman sekitar serta air limbah dari perkebunan di kawasan hulu. 1,. l' PI.BLANTICKINDOANEKA ''5oEoffiogoffirElh !ttt4A&hiAPh.B-b r&&)Bs ru- 10 t; l, I f,,apmnflffk UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 4. Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD) Pemeriksaan COD diperlukan untuk mengetahui jumlah oksigen yang I dibutuhkan untuk proses oksidasi sec€tra kimiawi. Nilai COD da+at digunakan memperkirakan beban pencemaran yang berasal dari zat - zat o:ganlc maupun anorganlk yang terdapat dalam air. Oleh karena itu hasil pemeriksaan COD berupa nilai kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dari pada pemeriksaan BOD, karena bahan - bahan yang stabil terhadap reaksi biologi dan mikroorganisme dapat ikut teroksidasi delam pemeriksaan COD. Kandungan COD di dalam perairan di lokasi sampling hasil pemeriksaan 32 mg/|, halini menunjukan bahwa kualitas air di ketiga zungai masih di bawah ambang batas yang diijinkan (NRB = 50 mgfl). 5. Minyak dan Lemak Kandungan minyak dan lemak yang diperiksa dari perairan di fokasi sampling. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan minyak dan lemak248,4 mg/l- Kandungan minyak dan lemak tersebut telah melampaui ambang batas yaitu sebesar 1 mgll. Tabel 3.7. Hasil Pengukuran tlebit Sesaat Sungai Kali Kali Kali Sungal Sungal Air Srl1gt' Tapian Bandar Atap Lubuk Lb B@ Air No Parameter Satuan Banda Ratu Seng Butal Sedang Tigo$a lanjunto Sta Sta Sta Sta Sta Sta 23+1i1; 1+100 3+100 l3+100 21+600 28+000 7+800 t Lebar aliran m 5 3.5 18 6 15 7 25 2 Kedalaman aliran m 1 0.75 1.5 1.2 2 0,5 1.5 3 Keceoatan aliran m/detik 0.8 0.8 0.75 0.85 1.2 1.2 0.5 4 Debil m3ldelik 4 2.1 20,25 6.12 36 42 18.75 Sumber : Data primer hasil pengukuran lapangan,2OlO 3.1.6. Kondisi Drainase Eksisting Dari hasil peninjauan lapangan, serta didukung oleh data-data yang tersedia maka dapat diidentiftkasi beberapa saluran-saluran drainase maupun sungai yang akan terpotong oleh rencana kegiatan peningkatan ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan adanya bangunan sihng/gorong-gorong yang berfungsi untuk mengalirkan h.ada,, at yang terpotong tersebut. Secara umum kondisi bangunan silang yang ada ditinjau dari segihidrologidan kapasitas bangunan, masih mampu mengalirkan debit limpasan yang terjadi, sedangkan keoepatan aliran dari bangunan silang (gorong- gorong) agak PT. BLANTICKINDOANEKA ttr- tt '.5o@.ryoi@o !Fbt4&hi&F&JeS t#@)e4 I Lapmanflftfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I kurang lancar, dikarenakan adanya sampah-sampah dan sedimen dalam gorong-goron9. I 3.2. KOUPONEN BIOLOGI I 3.2.1. Flora Darat Gambaran tentang vegetasi darat diwilayah studi yang merupakan kawasan I perkebunan dan pemukiman diselingi dengan kawasan perdagangan. Untuk jenis-jenis flora darat yang dijumpai disepanjang wilayah studi disaiikan rtalerrr I tabel berikut: I Tabel3.8. Jenis Vegetasi llomlnan Pada Kawasan Perkampungan, Pertanian dan Perkebunan I') No Nama Lokal Nama llmlah I A 1 2 3 Kebun dan Petkarangan Manqqa Rambutan Nanqka ifera indica Nephelium sp Afthoeamus integra 4 Kelapa Cocps nucifenl T 5 Durian Durio zibethinu - 6 Pinano Arcca catechu 7 Bambu roosa sD 7 Senqon Albazia falcataria T I Aren Arenoa pinatal 10 Pisans Musaoaradisiaca I 11 12 13 Cemoedalr Jambu air Pepaya Arthocamus campedens Shirisium Asuae Carica papaya I) 14 15 16 17 Karet Petai Jerinq Nenas Hevea braziliensis PaNa speciosa Phitellobium iirinoa Annanas 6tomusus I B 18 19 20 Jambu biiih Kemiri Kelaoa sawit Pertanian Psvdium ouaiava Aleurites sp E/aeis guineensis t 3 1 2 Padi Jaqunq Ubikavu (sinqkor Oiza sativa Zea mays Manihot esculenta I Sumber : Data Primer,', hasil hasil pengamatan lapangan, 2010 I I PT. BLANTICKINDOANEKA '.5offio&olr|'go&cGlU' IWlH&bbp'a.E6S f*tu@)*{ m-12 I I I Eaporonflftfir UKt - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Gambar3.3. Gontoh vegetasi budi daya di sekitar Sta€+000 Gambar3.4. Contoh vegetasi budi daia di sekitar Sta-29+000 3.2,2. Fauna Darat Pengamatan Euna dilakukan dengan metode penjeldjahbn di sekitar lokasi rencana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dengan melakukan pencatatiatan jenis - jenis fauna. Seperti diketahui lokasi rencana kegiatan Peningkatan. Rrlat Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat tedetak di daerah yang sudah lama terbuka dengan aktivitas operasional jalan, sehingga jarang dijumpai fuuna yang spesifik, yang ada adalah hewan piaraan masyarakat seperti: anjing, kucing, kambing, ayam, sapi dan kerbau. Sedangkan fauna liar meliputi kelompok ; insecta (serangga), Aves (burung) dan reptilia. Jenis - ienre faua liar yang ditemui di sekitar lokasi rencana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat diperlihatkan pada Tabel 3.9. PT. BLANTICKtrUDOANEKA a5oFEoe m- [3 riFtxde&&eF a.{J'*b 'ry1@)@q I Eapaonflffk UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Tabel3.9. Jenis Satwa Liar Yang Dijumpai di Tepi Jalan I No. A 1. Nama Lokal Seranqga Capung Nama llmiah Ordo Odonata Tidak Ketorangdr dilindungi I 2. 3. 4. Kepik Semut Belalang Deluyola guttata Oeaphulla sp. Valanga sp. Leoidootera Tidak Tidak Tidak dilindungi dilindungi dilindungi t 5. Kuou-kuou Tidak dilindunqi B Aves (Burung) 1. Perenjak Locusfella sp. Tidak dilindungi 2. Pipit Lonchura stiata Tidak dilindungi I 3. 4, 5. 6. Gereja Layang-layang Srindit Tekukur Passer montanus Hirundo rustica Ta nygn atus m ega Io rhyn chos Streotoneli a ch i ne n sis Tidak dilindungi Tidak dilindungi Tidakdilindwgi, Tidak dilindunqi t ,) c 1- 2. Reptiliadan Amphibia ular HUau Ular Tanah Elaphe oxycephala An g hitrosdo n rh od o sto n a Tidak Tidak dilindungi dilindungi I 3. lGdal Mabouia multifasiata Tidak dilindungi 4, Tokek Gec*o gecko Tidak dilindungi 5. Bunglon Dna folans Tidak dilindungfi 6. Katak Rana sp Tidak dilindunoi I D 1. 2. 3. tamalia Musang Tupai Tikus Mustela hamakeri Tupaica javanica Raftus sp TictaK dillndungl Tidak Tidak dilindungi dilindungi 4, Kera ekor panjang Macaca fascilulais Tidak dilindungi T 5. Babi hutan SusbarDaftrs : Data Pimer. hasil pengamatan lapangan, 2010 Tidak dilindunnf, T 3.2.3. Biota Perairan I Data biota perairan yang diamati hanyalah ikan (nekton) yang terdapat di sungai-sungai di sekitar Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. I Berbagai jenis ikan pada umumnya terdapat di sungai-sungai besar seperti Sungai Air Manjunto. Dari hasil wawancara dengan penduduk setempal d4pul diketahui jenis-jenis nekton atau ikan di Sungai Air Manjunto secara rinci I dlsajikan pada Tabel 3.10. Tabel3.10 Jenis lkan tlenurut Tangkapan Para Penduduk T No. Nama Daerah Nama Latin I 1 2 Baung Biawan Macronex nicrocantus Rasbona vailanti I 3 4 5 Gabus Keli Jelawat O p hy oc e p h a/us stn'a Clarias batrachus Laptobarbus hoeveni tus I PT. BLANTICKINDOANEKA I&4aeh@la.bs.{e f#4@tmo m- n4 t I I f,apomtflft$ir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumb,ar I No. Nama Daerah Nama Latin I 6 I Lais Lancing S/urades hypothalanus Pangasius micronema I 9 t0 11 Salap Seluang Sepat Puntius schawanfeldi Rasbora panciperyonta Trich og ade r tricopte ru s I 12 13 14 siti Sumpit Toman Micto{tishnchyrous Taxotes chatareus a ph iceph alu s m icropefte s t Sumber: Data Primer, wawancara, Agustus,2010 3.3. t Komponen Sosial, Ekonomi dan Budaya Secara geograffs Kabupaten Mukomuko terletak memburur sejajar dengan Bul(it l') Barisan pada 101001'15,1' dengan: - 101051'29,6' Bujur Timur dan pada 02016'32,0" - 03007'46,0' Lintang Selatan, secara administrasi kabupaten ini berbatasan I Sebelah Utara Berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Propinsl Sumatera barat Sebelah Timur Berbatiasan dengan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi. T Sebelah Selatan Berbatasan dengan Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. T Sebelah Barat Berbatasan dengan Samudera Hindia t Kabupaten mukomuko ini terdid dari 15 Kecamatan dengan 129 desa dan 3 kelurahan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut : I-) Tabel3.lt Banyaknya Kelurahan/Desa Menurut Kecamatan di kabupaten tlukomuke t No. Kecamatan Kelurahan Desa Jt# 1 lpuh 15 fl5 2 Air Rami 12 12 T 3 Malin Deman 7 7 I I 4 5 6 Pondok Sunquh Sunoai Rumbai Teramanq Jaya 9 8 12 I 12 I 7 8 9 Teras Teruniam Penarik Selangan Raya I 10 12 12 I 10 I PT. BLANTICKINDOANEKA i'Eoffioffiorqoffiru trylubbr6pla.b3& W@)8a m- n5 I I I fraporanffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I No. Kecamatan Kelurahan Desa JumHr t 10 11 Kota Mukomuko AirDikit XIV Koto 3 5 4 4 8 12 6 6 I 13 14 Lubuak Pinano Air Maniunto 7 8 7 8 15 VKoto I I T Jumlah 3 129 132 : Kabupaten Mukomuko Dalam I 3.3.1. Penduduk Berdasarkan sensus penduduk tahun 2008 Jumlah penduduk Kabupaten I Mukomuko adalah 142.O47 iiwa, jumlah penduduk tertinggi terlalak di Kecamatan Penarik yaitu 17.25i Jiwa atau 12,14 o/o dari jumlah penduduk ') I kabupaten, sedangkan jumlah penduduk terendah di Kecamatan V Koto yaitu 4.744 iiwa atau 4.(M o/o dart jumlah penduduk kabupaten. Luas Kabupaten ini adalah 4.036,69 km2 , berdasarkan kondisi ini maka kepadan penduduk I Kabupaten Mukomuko adalah 68F25 Jiwa/km2, Kepadatan tertinggi terJefak {t Kecamatan XIV Koto yaitu 140.70 Jiwa/km2, dan Kepadatan terendah terletak I di Kecamabn Air Rami yaitu 10,15 Jiwa/km2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut t Tabel3.12 Luas Wllayah, Jumlah Penduduk Dan Kepadatan Pendudul( ilasing-tasing Kecamatan Di Kabupaten Mukomuko I No Kecamatan LuasWlayah (kmz) Laki- Jumlah Penduduk Perempuan Total lcpadfft |Mfi$r (tu*gf) I) laki 1 lpuh 198.11 (4.91 o/o) 7,955 7,716 15,671 79.10 2 Air Rami 964.60 (23.90 Vo) 5,310 4,484 9,794 10.15 3 Malin Deman 292.99 (7.26 o/o) 2,792 2,451 5,243 ,r,? gg I 4 q Pondok Sunguh Sungai Rumbai 219.98 (5.45 %) 511.30 (12.67 %) 4,391 3,101 4,240 2,999 8,591 6,100 39.05 11.93 285.72 (7.08 7o) I 6 Teramang Jaya 4,755 4,405 9,'160 32.06 7 Teras Terunjam 144.36 (3.58 %) 3,554 3,241 6,795 47.07 I Penarik 296.64 (7.35 o/o) 9,002 8,249 17,251 58.15 I Selangan Raya 33e.00 (8.40 %) 4,332 3,974 9,306 24.54 T 10 Kota Mukomuko 227.00 (5.62 %) 6,295 6,184 12,469 s4.93 11 Air Dikit 91.00 (2.25 o/o) 3,018 2,737 5,755 63.24 I 12 13 14 XIV Koto Lubuak Pinang Air Manjunto 77.00 (1.91 o/o) 92.70 (2.30 Yo) 127.29 (3.15 o/o) 5,657 5,989 4,571 5,177 5,731 4,M3 10,834 11,720 8,614 140.70 126.43 67.G7 I PT. BLANTICKINDOANEKA E.EoGoffiorqoEdw rhrt3n&k|eFla.bb t#@)8D m-16 I I I f,,aporanffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 15 I V Koto 169.00 U.19 910 834 744 33.99 Jumlah 4,036.69 73,622 68,425 142,047 68,425 I Sumber: Kabupaten Mukomuko Dalam Angka 2009 ! 3.3.2. Tenaga Keria Jumlah pencari kerja yang mendaftarkan diri pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2008 adalah 4.023 orang. Yang didominasi oleh I tamatan Sedana sebanyak 1.771 orang, disusul Serjana Muda sebanyak 1461. Untuk lebih jelasnya tenaga kerja di Kabupaten Mukomuko ini dapat dilihat I pada tabel berikut: Tabel3.13. Banyaknya Pencari Kerfa llenurutienis kelamin I dan Pendidikan Kabupaten tukomuko Tahun l') No 1 Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah/Belum Tamat SD [aki-laki Percmpuan JumHr I 2 3 Sekolah Dasar Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), Setingkat 2 2 4 I 4 l-ainnya Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA), Setingkat Lainnya 356 431 787 t 5 6 Safana Muda Sarjana 439 657 1.031 1.114 1.461 1.771 Jumlah 1.U5 2.578 4.023 I Sumber: Kebupaten Mukomuko Angka 2009 1,, 3.3.3. Pendidikan Salah satu program pokok pembangunan Kabupaten Mukomuko adalah meningkatkan pembangunan sektor pendidikan formal mulai dan tinqlrat I sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan pendidikan non formal berupa pendidikan dan latihan berbagaibidang pengetahuan keterampilan yang I diperlukan untuk pembangunan serta pembinaan generasi muda dan generasi yang sehatjasmani dan rohani. I Jumlah sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Mukomuko tahun 2007/2008 adatah : I . o Taman Kanak-kanak(TK) sebanyakSl buah Sekolah Dasar(SD) sebanyak 111 buah I PT.BLANTICKS{DOANEKA '.Eoeo*oreo@.cr:ry Itrir.4n*kbP!a.bt.& &A)tuu m- I7 I I I taporanflfrftir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 2- Perkebunan Perkebunan di Kabupaten Mukomuko pada umumnya perkebunan rakyat, t produksi perkebunan rakyat yang terbesar adalah kelapa sawit den4an luas lahan 81.604,5 ha dan produksinya adalah 809.863,27 ton, dan I perkebunan karet dengan luas lahan 7.703,52 ha dan produksinya adalatt 7.606,80 ton. I 3. Petemakan dan perikanan Hasil data tahun 2008 petemakan di Kabupaten Mukomuko masih I mengadalkan ayam nts pedaging dengan produksi tertinggi yaitu 116,45 ton dan daging sapi yang sebesar 74,7A |on. Sedangkan pedkanan di Kabupaten Mukomuku ini terdiri dari ikan darat dan ikan laut, ikan air tewar I ,) memiliki luas lahan sebesar 946.008 ha, sedangkan ikan air laut nya 5.130 ton. $'vt*sl I 4. lndustri Perindustrian yang dikembangkan di Kabupatan Mukomuko terutama I industri kecil, baik formal maupun non formal. Adapun jenis usaha yang dikembangkan dikelompokan menjadi 4 yaitu, industri logam, mesin I ; 3.3.7. Pefiubungan elekbonik, industri kimia, aneka indusbi dan industri hasil pertanian. t Angkutan Darat Jafan merupakan prasarana untuk memperlancar kegiatan perekonomian, I meningkatkan usaha pembangunan. Peningkatan pembangunan jalan dapat memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar perdagangan antar I) daerah. Panjang jalan di Kabupaten Mukomuko pada tahun 2008 adalah 739,04 Km. Terdiri dari jalan baik 223,46 Km, jalan sedang 172,01 Km, jalan rusak 226,35 Km, dan jalan rusak berat 1 17 ,22 Km. I 3.3.8. SosialBudaya Sebagian besar penduduk Mukomuko ini merupakan transmigran yang berasal I dari Jawa, Sunda, Minang, dan lain sebagainya. Sebab, Bengkulu termasuk mukomuko sejak zaman kolonial Belanda dijadikan "tanah harapar{' hargi I penduduk luar Bengkulu. Disamping lokasi kawasan studi yang berdekatan dengan perbatasan Sumatera Barat, secara tidak langsung budaya minang pun menjadibagian dari budaya mereka. I t PT. BLANTICKINDOANEKA ''5offioffio|rffioffi@b li|'q\He.krrybtu% W@)m& ill- n9 I I I fi,aporanflQ$ir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Surnbar I Sistem kekerabatannya bersifat bilateral, garis keturunan ditarik rnelalui pihak laki-laki atau perempuan. Upacara pemikahan biasanya dilakukan selama tujuh I hari tujuh malam sebelum kedua mempelai bersanding di pelaminan. Budaya yang sangat terkenal dari suku Muko Muko adalah Tari Gandai, yang I merupakan bentuk kesenian dengan ciri budaya Melayu dan dipengaruhi kesenian Minangkabau. Pada saat tertentu, misalnya, menghadiri upacara adat tertentu, mereka memakai busana adat, yaitu jenis teluk belanga{as tutup I wama hitam fengkap dengan destar kain besurek (untuk pria) dan ipnis baju/kebaya "Betabu/' dengan pasangan kain songket berbenang emas (untuk I wani&a). Dalam komunikasi sehari-hari, suku Mukomuko memakai bahasa Rejang yang merupakan bahasa campuran antara bahasa Minangkabau dan bahasa Rejang. I 3.3.9. Pekerjaan Utama Responden l') Jenis pekerjaan dkelompokkan dalam 8 kategori, yaitu (a) petani, (b) pedagang, (c) Karyawan, (d) pegawai negeri, (e) wiraswasta, (f) buruh, (g) i tukang, (h) guru, (i) Lain-lain. Kategori jenis pekerjaan yang dimiliki oleh responden cukup bervadasi sehingga rentang mata pencahadan tersehxf.oJrup menggambarkan realitas sosial di wilayah tersebut. Pekefaan utama I responden yang terbesar adalah sebagal petani sebesar 37%; disusul pedagang (19%); wiraswasta (17o/o); buruh (17old; pegawai negeri (5%) dan I guru (5%). Secara rinci pekerjaan atau matapencaharian responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Hal ini dapat dipahami karena sepaniang rernnana peningkatan ruas jalan banyak terdapat kawasan pertanian. Responden lain I memiliki pekerjaan sebagai pedagangliasa baik seperti, warung/kios, toko, jasa bengkel. l) No Tabel 3.14. Matapencaharian Responden Kategori Jumah Frekwensi (%) 1 Petani 37 37 T 2 Pedagang 19 19 3 Wiraswasta 17 17 4 Buruh I 17 17 5 Pegawai negeri 5 5 6 Guru 5 5 Jumlah 100 100,00 I I ! PT.BLANTICKINDOANEKA |.Eoffioffiorffi6 ri,tttldA&hx&p!.B.gds.le 'FWJnaa Itr -?0 I I T fr,aporanflftfir UKL - UPL Ruas Jalan Mukornuko - Batas Sumbar I Matape ncaharian Responden I I E Pet.lni I l'.: Pcda8ang, Wiraswasta I I Buruh e Pegarvai rregc,rri I r Guru I ,) Sumber: Hasil Suruai. 2011 I I 3.3.10. PendapatanResponden Dilihat dari tingkat pendapatian, Responden yang memiliki pendapatan/bulan sekitar < Rp 600.000 sekitar 25 o/o', disusul responden deng,an t pendapatan/bulan Rp 600.000,- - Rp 900,000,- sekitar 23 o/o, pendapatan Rp. 900.000 - Rp. 1.800.000,- sebesar 21o/o, Rp. 1.800.000,- - Rp. 2.100.000,- I sebesar 18, Rp. 2.100.000,- - Rp. 2.400.000,- sebesar 8% dan teerkecil dengan pendapatan diatas Rp. 2.400.000,- sebesar 5%. Tingkat pendapatan sebagian I besar responden masih tergolong rendah yang berimplikasi terhad4p .masih rendahnya taraf kehidupan masyarakat sekitar. t ) No Tabel3.15. Penghasilan Responden Per Bulan Kategori Jumah Frekwensi (%) I I 2 3 < 600.000 600.000 - 900.000 900.000 i.800.000 - 1.800.000 25 23 21 25 23 21 4 - 2.r 00.000 18 JB I 5 6 2.100.000 - > 2.400.000 2.400.000 Jumlah 8 5 100 I 5 100,00 t I l' PT. BI.ANTICKINDO ANEKA '.EoffioE5 tf;F W@)tuo tn&kbFlaJbsdb tu-2[ I I I Laytronflffir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Penghasilan Responden Per Bulan I I r 600.000-900-000 n 900.000-1.800.0O0 I t E 1.800.000-2.100.0@ 2.100.000-2.400.@E t E > 2.400.000 I Sumber: Hasil Suruai. 201 1 ) T 3.3.11. Pendidikan Responden Yang dimaksud pendidikan disiniadalah pendidikan formal yang pemah dfin{i I oleh responden. Sebagian besar responden berpendidikan setingkat Sf,lP; disusul yang berpendidikan SD. Gambaran rincitingkat pendidikan respsoror I dapat dilihat pada tabel 3.16 I I l) I J ; I t PT.BLANTICKINDOANEKA t.b1&Mtutup'a.blrie r#@)wr o-'50 fficGrw m-w l I [,aporanfl.f,fih T UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t Tabel 3.16. Pendidikan Terakhir Responden I No 1 Katagori Tidak Sekolah/Tidak Tamat SD Jumlah 18 Frckwensi 18 2 SD 24 24 l, 3 4 5 SMP SMA Akademi 35 17 4 4 35 17 6 PT t 2 2 Jumlah r00 100,00 I Pendidikan Terakhir Responden I r Tidak Sckolah/Tidak lam.x 5llD !5D )/) a SMP r I sMA e Akadenri EPT I I Sumber: Hasil Suruai, 201 0 I 3.3.12, Akses Ke Tempat Keria Sebagian besar responden berjalan kaki menuju tempat kerja. Seperti gejala l-) umum diwilayah lain, maka kepemilikan kendaraan sepeda motor juga meqiadt pemandangan yang banyak dijumpai di wilayah penelitian. Sebagian besar responden memanfiaatkan sepeda motor untuk kegiatan sehari-hari terutama t untuk bekerja. Disusul kemudian responden yang hanya berjalan kaki ke tempat kerja mengingat jarak antara rumah dengan tempat kerja tidak terlalu ! jauh. I I I !ttn-tnMhbFlz.bb t&W)*e Ir5.-B I traporanflf,fik T UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Tabel 3.17 Akses Ke Tempat Kerja t No 2 1 Jalan Kaki Sepeda Kateqori Jumlah 32 9 Frekwensi 32 9 3 Sepeda motor 38 38 t 4 5 Mobilpribadi Anqkutan umum Jumlah 2 ts 100 2 t9 100,00 I Akses Ke Tempat Keria I E Jalan Kaki I| Sepcda T ", Sepeda nrotor l ) r Mobil pribodi s Ang,kutan utllut:ltl I Sumber Hasil Suwai, 2O1l I 3.3.13. Persepsi lllasyarakat Terhadap Peningkatan Jalan t Aspek paling penting untuk menyukseskan rencana peningkatan ruas jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat adalah dukungan optimal dari seluruh I masyarakat. Hal initerutama menyangkut pemahaman warga terhadap manhat dari rencana pembangunan jalan tersebut. Seluruh responden menyaiakan s) telah mengetahui rencana pengingkatan jalan ruas Mukomuko - Batas Sumatera Barat dan setuju terhadap rencana peningkatan jalan ini. Alasan utama yang dikemukakan bahwa jalan tersebut sangat bermantaat bagi I kemudahan aksesibilitas masyarakat untuk berbagai kepentingan. I No Tabel 3.18. Pengetahuan Responden Tentang Rencana Pembangunan Kategori Jalan Jumlah % t 1 2 Setuju Tidak setqju ':o 100 I Jumlah Sumber: Hasil Suruai, 2011 100 100 I PT. BI.ANTICKINDO ANEKA Eoffioryoffioffi@w !tFrrtb&h16,@&.bh 'vz&)N6 TII-24 I t I Loporanf.f,fir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomul<o - Batas Sumbar I Tabel 3.19. Pendapat Responden Tentang Rencana Pembangunan I : No Kategori Jalan iumiah dio l, 1 2 Setuju Tidak setuju Jumlah 100 100 100 100 I Sumber Hasil Suruai, 201 1 3.3.14. Persepsi Responden Tentang Dampak Pembangunan Jalan Terhadap t Kesempatan Keria Masalah ketenagakerjaan masih menjadi masalah utama diwilayah studi. Dari T hasil wawancara, diketahui bahwa responden menyatiakan I ') pengganguran merupakan merupakan masalah utama di bahwa wilayah stdi mengingat kurangnya kesempatan kerja di wilayah tersebut. Adanya rencana peningkatan ruas jalan diharapkan dapat mengikutsertakan tenaga kerja lokal I untuk bekefa di proyek. I : t t l) Gambar 3.5 Foto Survel Soslel Ekonolnl Komponen Kesehatan Masyarakat I Penyediaan berbagai sarana keeehatan di Kabupaten Mukomuko pada larhrr I 2008 terdapat 1 buah Rumah Sakit Umum Negeri, 15 buah Puskesmas, 53 buah Puskesmas Pembantu, l8 buah Puskesmas Keliling, 187 buah Posyandu, 37 buah buah POSKESDES dan 132 buah Desa Siaga. I Ditinjau dari segi penyakit yang di derita, dari data profil kesehatan darj Dinas t Kesehatan 2010 terlihat bahwa sebagian besar penyakit yang ada di wilayah ini t PT. BI.ANTICKINDO AITEKA i.Eoffiod* !ryle&kbFl|a.bs W-@)tuE Bc@uI m-25 I t I Laporanflf,fir UKL - UPL Ruas Jalan Mukornuko - Batas Surnbar I adalah lspa. Hal ini antara lain disebabkan karena faktor kemiskinan dan minimya sanitasi lingkungan. I Tabel 3.20 Pola 10 Penyakit Terbanyak Berbasis Puskesmas Tahun 201C I Ns Jenis Penyakit Jumlah Kasus Persentase I 1 2 ISPA Diare 11.819 4.303 31Yo 11o/o 4.292 1104 I 3 Gastritis 4 Malaria 3.681 10% 5 Hipertensi 3.127 8o/o I 6 7 Febris Rematik 2.830 2.806 Tblo 7o/o /) I Penvakit Lainnva 2.331 60/o I I 10 Penvakit Kulit dan Aleroi Kecelakaan dan Ruda Paksa 2.200 1.177 6% 3o/o I Pola lOPenyakitTerbanyak Berbasis Puskesmas Tahun 2O10 2.200 L.L77 I 1.806 7% 2.331 556 u*\ u,': N ISPA t t.83:) 7'/s lDare 3! I Gastritis Malana I K H perter]g E Febns Rcnrotik i:; PgnY;k11 Lainnya I .) ", Penytkit Ku itdan Alergi Kecelak.ran dan Ruda Paksa I Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko 2010. I I I I PT. BLANTICKINDOANEKA i'Eoffioffi ,tF f&@)nas lxd&keF&Jbse Ifi-26 I I I I I I I I I l) I I t YWffi I l) I I t I I t I I Lapaanflf,fiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I BAB IV I DAMPAK TINGKUNGAN YANG AKAN l, TERJADI l, 4.1. KOMPONEN KEGIATAN SEBAGAI SUMBER DAMPAK I 4.1.1 Tahap Pra Konstruksi 1. Suruei dan Pengukurcn I Pada tahap pra konstruksi komponen kegiatan yang dilaksanakan adalah survei lapangan yang meliputi survei topografi, survei tanah dan survei I '-) hidrologi. oleh karena survei topograf, survei tanah dan survei hidrotogi sudah selesai dilakukan, maka tidak ada lagi dampak yang ditimbulkan oleh komponen kegiatan ini. t 2. Pengadaan Tanah / Pembebasan Lahan Pada tahap ini tidak dilakukan pengadaan tanah/pembebasan lahan, I ; karena pelebaran jalan yang hanya sekitar 1 sampai2 meter masih berada dalam ruang milik jalan (RUMIJA), Sehingga tidak akan teriadi dampak l" sebagai akibat dari pengadaan tanah/pembebasan lahan 4.1.2 li Tahap Konstruksi 1. l) Penertmaan Tenaga Kerja Untuk pelaksanaan peningkatan jalan ini diperlukan tenaga kerja t 100 orang dengan berbagai kualifikasi keahlian. Tenaga kerja tersebut akan I direkrut oleh kontraktor pelaksana konstruksi. Komponen kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak positif yaitu kesempatan kerja dan peluang berusaha. Tetapi di sisi lain juga berpotensi menimbulkan dampak I negatif yaitu kecemburuan sosial masyarakat. 2. I Mobilisasi Alat Berat dan Material Dalam pelaksanaan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat ini diperlukan berbagai peralatan berat (lihat Tabel2.6) dan material I (batu kali, baja tulangan, semen, pasir, batu pecah dan lain _ lain). Mobilisasi alat berat dan material menimbulkan dampak kerusakan jalan I flEl Pr. BLANrrcKrNpo ANEKA lEJW##ffiffiH** ry-r I I I .G,apmanflfi,fir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I dan gangguan lalu lintas terutama yang diakibatkan pengangkutan material. Selain itu kegiatan penurunan kualitas udara dan I peningkatan kebisingan yang berdampak turunan terganggunya kesehatan masyarakat berupa gangguan pemafasan, iritasi mata dan gangguan I kenyamanan. Pengoperasian Base Camp I Base camp yang terdiri dari kantor proyek, bengkel, gudang dan penginapan karyawan akan dibangun di sekitar rencana kegiatan. Pengoperasian base camp berpotensi menimbulkan dampak penurunan T kualitas air permukaan, penurunan kualitas air ianah dan penurunan sanitasi lingkungan. I Pembercihan Lahan (Land Clearing) l) Pembersihan lahan dilakukan untuk membersihkan semua vegetasi dan benda-benda lain yang tidak dipedukan pada daerah kerja. Semak dan belukar dibersihkan dengan Buldozer atau Eksavator, sementara untuk t pepohonan ditebang dengan menggunakan "chaln sa/. tanah hasil pembersihan lahan diangkut dengan dump truck, untuk Biomasa berikut dlanjutnya diangkut ke tempat penimbunan yaitu berupa cekungan- I : cekungan kedng di sekitar. Sementara kayu hasil tebangan pohon diserahkan kepada pemilik pohon atan dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan konstruksi. I Pembersihan lahan menimbulkan dampak penurunan kualitas udara (meningkatnya debu), Apabila musim hujan akan menimbulkan adanya I lumpur pada permukaan jalan yang akan berakibat permukaan jalan menjadi licin. Selanjutnya akan mengakibatkan turunnya keselamatan bagi l) 5. pengguna jalan. Karena permukaan tanah kering merupakan potensi sumber debu, Pekerjaan Tanah (Galian dan Timbunan) / lahan terbuka dalam kondni I Pekerjaan tanah meliputi pekerjaan galian dan timbunan, penyiapan permukaaan jalan, pekerjaan stabitisasi tanah serta penanganan I pembuangannya. Pekerjaan ini dilakukan untuk menyesuaikan garis ketinggian penampang melintang seperti yang ditunjukkan dalam gambar desain. Pekerjaan tanah berpotensi menimbulkan dampak penurunan I kualitas udara (meningkatnya debu), peningkatan kebisingan dan penurunan kualitas air permukaan. I I PT: BI..{NTICKIhID O ANEKA ^,Foffioffiowoffi@w tWlHMb,fulaJl*s& r#z@)ee tv -2 I I t Lapaonflf,,frir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t 6. Pekerjaan Drainase Pekerjaan drainase bertujuan menyalurkan air pada waktu pelaksanaan I konstruksi maupun pasca konstruksi, terutama di musim drainase eksisting yang terganggu akibat pekerjaan penimbunan, hujan. Siefiem I dibuatkan drainase sementara guna menyalurkan air yang berasal dari jalan apabila turun hujan. Komponen kegiatan pekerjaan drainase berpotensi menimbulkan gangguan aliran air atau timbulnya genangan air. I 7. Perkerjaan Perkerasan Jalan Yang termasuk pekedaan lapis perkerasan adalah perkerasan lentur dan I perkerasan kaku. Perkerasan lentur meliputi pengadaan, pernrosesan, pengangkutan, penghamparan, penggilasan, dan pemadatian agregat dan I campuran aspal panas di aias permukaan yang ielah disiapkan dan ielah diterima sesuai perician yang ditunjuk dalam gambar desain. Pekerjaan l) perkerasan lenfur jalan meliputi: a) Pekerjaan lapis pondasi bawah (Agregat kelas b). Pekerjaan lapis pondasi atas (Agregat Kelas ATB). Dan c) Pekerjaan lapis permukaan (AG Binder dan AC Wearing). A dan I Komponen kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan. l' : 4.1.3. Tahap Pasca Konstruksi l. Pengoperasian Jalan l, Dengan pengoperasian ruas jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat setelah ditingkatkan, diharapkan dapat memperbaiki tingkat pelayanan I jalan terhadap pengguna jalan. Di sisi lain tingkat pelayanan jalan yang tinggi ini akan menimbulkan dampak negatif yaitu pengguna jalan memacu l) kendaraannya lebih tinggi kecelakaan talu fintas. Selain yang gada akhirnya akan itu dengan meningkatnya kendaraan maka akan terjadi penurunan kualitas udara karena menimbulkan kepadalan meningkatnya kadar debu dan gas pencemar di udara serta peningkatan T kebisingan. I 2. Pemellharaan Jalan Secara garis besar pemeliharaan jalan diklasifikasikan dalam 2 (dua), I yaitu: pemeliharaan rutine dan pemeliharaan berkala. Pemeliharaan jalan berpotensi menimbulkan dampak timbulnya gangguan lalu fintas bagi pengguna jalan. I I t-E PT. BT.ANTICKTI*{pO ANEKA r.''1ffi#ffffi:ffi tv -3 I I I f,,aporenffih UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar T JENIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP YANG TERJADI I 4.2.1. Tahap Pra Konstruksi Tidak ada dampak I 4.2.2. TahapKonstruksi I 4.2.2.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Penurunan Kualitas Udara I Penurunan kualitas udara timbul sebagai akibat dari kegiatan transportasi kendaraan proyek yang berlangsung pada saat mobilisasi bahan material dan alat berat, serta pengoperasian sejumlah peralatan berat pada I pelaksanaan konstruksi pada saat pembersihan dan pekerjaan tanah. Adanya transportrasi kendaraan pengangkut material selama pelaksanaan ) konstruksi secara langsung akan menyebabkan terjadinya peningkatan T kandungan debu dan gas buang (Pb, CO, NOz dan SO2). Debu dan gas buang tersebut berasal dari pembakaran bahan bakar dari sejumlah I kendaraan yang dioperasikan baik ditapak kegiatan maupun di sepanjang jalur jalan yang dilaluinya. t : Pembersihan lahan berupa pembersihan semak dan belukar penebangan pohon berikut pembersihan biomasa dan perataan lahan serta akan berdampak penurunan kualitas udara. Dampak ini terjadiakibat dari I meningkabrya kadar debu terutama apabila kegiatan ini dilaksanakan pada musim kemarau. Berdasarkan data kondisi udara pada rona lingkungan awal, umumnya kondisi udara di wilayah studi masih di bawah nilai T ambang batas yang diijinkan maupun yang dikehendaki. Dengan adanya pencemaran debu selama kegiatan pembersihan lahan, maka diperkirakan I -) akan menimbulkan penurunan kualitas udara. Khususnya untuk parameter debu (adanya peningkatan terhadap parameter debu). I Perkerasan jalan menggunakan material pondasi agregat klas B agregat klas A serta pekerjaan lapis perkerasan dengan asphalt hot /nix. dan Dari aspek fisik kimia, maka perkerasan badan jalan dan lapis perkerasan I diperkirakan berdampak penurunan kualitas udara akibat pencemaran debu, Dampak akan terjadi terutama apabila kegiatan ini dilaksanakan I pada musim kemarau. Meningkatnya kadar debu dan gas buang sebagai akibat dari pengoperasian alat berat yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi tersebut I . Dari uraian seperti tersebut di atas, maka kadar debu di udara dapat diprakirakan akan melebihi nilai ambang batas 230 pg/m3 menurut PP No. I PT. BLANTICKINDOANEKA Eoffio tlrltsFld&btup.aJt's.b' t#a@)8& fficGlH tr/ -4 I I t Laporanflffir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara apabila tidak dilakukan pengelolaan. I 2. Peningkatan Kebisingan l, Peningkatan kebisingan terkait dengan bertambahnya arus lalu lintas dari mobilisasi peralatan dan material, pembasihan lahan dan pematangan lahan serta perkerasan jalan. Dari pengukuran yang dilakukan pada bulan I Agustus 2011, tingkat kebisingan maksimum yang terukur di sekitar lokasi rencana adalah 56,4 dBA di Kota Mukomuko. Kondisi ini bila dibandingkan I dengan baku mutu tingkat kebisingan untuk kawasan perdagangan (NAB untuk kawasan pemukiman = 70 dBA) tingkat kebisingan rona awal'ni masih dibawah NAB yang diperkenankan. I ,) Pada saat pengangkutan material yang akan menggunakan dump truck diperkirakan akan menimbulkan peningkatan kebisingan, seperti diketahui I bahwa satu unit dump truck akan menimbulkan dampak tingkat kebisingan 75 sampai 80 dBA pada jarak 7 sampai 10 m. Begitu juga dengan pengoperasian peralatan berat untuk pelaksanaan proyek akan menambah t tingkat kebisingan. 3. Gangguan Aliran Air atau Terjadi Genangan I Pekerjaan tanah yang meliputi penggalian dan penimbunan tanah (yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknik) akan mengakibatkan teftutupnya I saluran / drainase eksisting sehingga mengakibatkan gangguan aliran air aiau terjadinya genangan. Terganggunya aliran air atau terjadinya t genangan pada lingkungan proyek dan permukiman penduduk. l) 4. Pengotoran Jalan Sumber dampak terhadap pengotoran jalan adalah kegiatan pengangkutan material untuk pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - I Batas Sumatera Barat dan pekerjaan tanah (galian dan timbunan). Pengotoran jalan yang terjadi akibat ceceran tanah yang jatuh pada saat pengangkutan dan yang terbawa oleh ban kendaraan proyek pada saat I keluar dari area (ruas jalan) proyek serta pekerjaan tanah. I 5. Penurunan Kualitas Air Permukaan Menurunnya kualitas air permukaan terjadi sebagai akibat dari komponen kegiatan pembersihan lahan serta pekeriaan galian dan timbunan, Hal ini I terjadi karena tanah yang terkelupas atau tercecer di jalan, apabila furun hujan maka tanah tersebut akan terbawa air larian dan merupakan zat I PT. BLANTICKINDOANEKA tU,q.1utu.btu,ddhJeh f+tu@)*e lv-5 I I t Laporanflfr,fir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I padat tersuspensi (TSS). Selanjutnya air larian dengan kandungan TSS tinggi masuk ke badan air sehingga terjadi peningkatan kandungan TSS. I Badan air yang akan mengalami peningkatan TSS adalah Sungai gnat( Selagan akibat pekerjaan yang dilakukan dari Sta-0+000 sampai Sta- I - 10+500 dan Sungai Air Manjunto akibat pekerjaan yang dilakukan dari Sta- 10+500 sampai Sb-33+200, kedua sungaitersebut masih merupakan DAS Air Selagan. I Di sisi lain penurunan kualitas air permukaan terjadi sebagai akibat dari pengoperasian base camp. Pada saat penggantian oli pada peralatan oli bekas dibuang pada sembarangan tempat akan I berat, apabila menimbulkan pencemaran air permukaan dengan kandungan minyak dan lemak. Selain itu air limbah domestik dari karyawan juga akan I menimbulkan pencemaran air permukaan. 1) 6. Penuntnan Kualitas AirTanah Penurunan kualitas air tanah terjadi sebagai akibat dari pengoperasian base camp. Pada saat penggantian oli pada peralatan berat, apabila oli I bekas dibuang pada sembarangan tempat akan menimbulkan penc€$eran air tanah. Hal ini disebabkan oli bekas pada permukaan tanah akan I meresap ke dalam tanah sehingga menceman air tanah di sekitar base camp. I 7. Terjadinya Gangguan Sfab/atas LerenglLongsoran Tebing Jalan Terjadinya gangguan stabilatas lereng berupa longsoran tebing jalan di T Sta-29+000 sampai Sta-33+200, baik dari sebelah kanan maupun sebalah t) kiri jalan, yang memiliki topografi bergelombang sampai perbukitran. Penggalian tebing dengan lereng galian yang terjal, akan berakibat lereng tebing yang digali mudah longsor. Selanjutnya longsoran tanah atau I massa tanah yang longsor dapat menutupi badan jalan, sehingga jalan terputus. I 4.2.2.2. Komponen Biologi 1. Penurunan Populasi Flora dan Fauna Darat I Pembersihan lahan akan menimbulkan dampak berupa hilangnya jenis- jenis vegetasi yang terdapat di pinggir jalan di antamya adalah Pabm I (Palmae sp), Pinang (Palmae sp), Karet (Hevea braziliensis), Bambu (Bamboosa sp), Pinus (Pinus me*usii1 dan Kelapa (Cocos nucifera). l' PT. BI,ANTICKINIDO ANEKA i$offioMoWoffi@H Iblhhh&Fl4.,drle 7<n)we lv-6 l' I I f,,oporanflffir UKL - UPL Ruas Jalan Mukornuko - Batas Sumbar I Hilangnya tanaman di pinggh jalan yang berfungsi sebagai turus jalan akan berdampak kepada be*urangnya estetika, menurunnya kenyamanan t akibat berkurangya tungsi turus jalan sebagai peneduh. Selain itu jalan berguna bagihabitat satwa liar seperti burung-burung gereja. trus l. I I I ) Gambar4.l. I Contoh pepohonan penduduk yang berada di pinggir jalan, akan terkena pelebaran ruas jalan I I I I Gambar4.2. l) Contoh belukaryang berada dipinggirJalan, akan terkena pelebaran ruas jalan I 2. Terganggunya kehidupan biota perairan Terganggunya kehidupan biota perairan khususnya ikan (nekton), I merupakan danpak turunan dari menurunnya kuatitas air permukaan y,arfu Sungai Air Manjunto dan Sungai Anak Selagan. Menurunnya kualitas air permukaan ieruiama sebagai akibat meningkatnya kadar TSS, selain itu I kadar mintak dan lemak. I I PT. BI,ANTICKINDO ANEKA EoffioHotgo tW\H&htuph&s&t r#@)we ffia@ff trr -7 I I I Laporenffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 4.2.2.3. Komponen Sosekbudkesmas 1. Gangguan Lalu Lintas dan Kerusakanialan I Terganggunya lalu lintas dan kerusakan jalan terjadi sebagai akibat drari beberapa komponen kegiatan mobilisasi alat berat dan material. I Sementara pekerjaan perkerasan jalan serta pelcerjaan pemasangan sarana pelengkap dan penunjang hanya menimbulkan gangguan lalu lintas saja. Besaran dampak rusaknya ruas jalan di sekitar adalah panjang dan I lebar kerusakan pada ruas jalan yang sebelum ada mobilisasi alat berat dan material tidak terjadi kerusakan ruas jalan. Sementara besaran I dampak terganggunya latu lintas adalah tingkat gangguan peqalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan. I Peningkatan Kesempatan Keria dan Peluang Berusaha I) Timbulnya kesempatan kerja dan peluang berusaha sebagai akibat dari penerimaan tenaga keda untuk melaksanakan pekeriaan konstnrksi peningkatan jalan. Kontraktor akan menerima tenaga kerja baik dari luar maupun lokasi proyek. Kesempatan kerja dalam arti anggota masyarakat I bekerja sebagai karyawan proyek. Peluang berusaha dalam arti memanfaatkan peluang untuk melakukan usaha yang sifatnya melayani I proyek seperti jasa transportiasi, mensuptai bahan kebutuhan antxa latn bahan makanan, material konstruksi dan barang-barang kebutuhan l€ryawan proyek. I 3. Kecemburuan Sosial I Pada umumnya kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan fisik suatu proyek sudah memiliki satu tim yang tengkap dan sudah solid dimana tim rnf akan I -) selalu dibawa kemanapun konbaktor mendapatkan pekerjaan. Hal ini dilakukan oleh kontraktor untuk memperoleh hasil pekerjaan yang maksimal mengingat tim sudah berpengalaman dan sudah solid, Namun t ini akan berdampak negatif terhadap demikian kondisi setempat dengan munculnya kecemburuan sosial dari masyarakat masyarakat I setempat yang merasa tidak dilibatkan dalam proyek yang ada di wilayah seldtar tempat tinggalnya. Dampak ini akan timbul apabila dalam kegiatan rekruitmen tenaga kerja untuk pelaksanaan proyek Peningkatan Ruas I Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat tidak melibatkan warga setempat di sekitar tapak proyek. I I PT: BLANTICKINDOANEKA ffioF4oE* tb1tu&bb@hJss.b t&@)wa ffitRw nr- I I I I f,opmanfi.Qfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 4. Gangguan Kesehatan Masyarakat Terganggunya kesehatan masyarakat dengan indikator adanya keluhan I masyarakat berkaitan dengan meningkatnya gangguan pernafasan dan iritasi mata. Merupakan dampak turunan dari meningkatnya kadar debu dan gas polutan di udara. Selain itu terjadinya gangguan kenyamanan I , akibat meningkatnya kebisingan t 4.2.3. Tahap Pasca Konstruksi 4.2.3.1. Komponen Fisik-Kimia I 1. Penurunan Kualitas Udara Berdasarkan data rona lingkungan awal, kondisi kualitas udara untuk I semua parameter masih berada di bawah baku mutu PP No. 41 tahun 1999. Akan tetapi pada saat pengoperasian Ruas Jalan Mukomuko - Batas l) Sumatera Barat (setelah selesainya proyek peningkatan) diperkirakan terjadinya peningkatan jumlah kendaraan. Adanya pengoperasian Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat I (setelah selesainya proyek peningkatan) secara langsung afrart menyebabkan terjadinya peningkatan kandungan debu dan pembuangan I gas buang (Pb, CO, NOz dan SO2) yang berasal dari pembakaran bahan bakar dari sejumlah kendaraan yang dioperasikan di sepanjang jalur jalan yang dilaluinya. I Secara umum pertumbuhan lalu lintas di Indonesia berkisar dari 7 - per tahun, untuk memprediksi konsentrasi kualitas udara ambien di sekitar 15o/o t wilayah studi diasumsikan pertumbuhan lalu lintas tertinggi yaitu 15% per tahun. Angka konsentrasi masing-masing parameter bervariasi untuk jarak tertentu, semakin jauh jarak sumber dengan penerima maka semakin kecil 1,1 konsentrasi udara ambien yang didispersikan oleh udara. Pada pengoperasian Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat (setetah I selesainya proyek peningkatan), objek yang akan terpapar polutan terutama adalah kawasan pemukiman (masyarakat) yang berada dikoridor Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. Jarak pendispersian I masing-masing polutan berbeda tergantung pada sumber, besarnya konsentrasi udara ambien, faktor meteorologi dan pengaruh daerah I reseptor (penerima). 2. PeningkatanKebisingan I Tingkat kebisingan yang diakibalkan oleh pengoperasian Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat (setelah selesainya Ptotek t PT. BI.ANTICKINDO ANEKA ''Eo@od*ol@officFrw !bA&ek@'&Jstu r#a@)Na tv-9 I I I f,,apaanflffrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I peningkatan) akan berlangsung selama pengoperasian jalan tersebut dengan tingkat kebisingan bervariasi yang dapat mengakibatkan berbagai I gangguan bagi penduduk di sekitar Ruas Jalan Mukomuko - Sumatera Barat baik gangguan tidur, gangguan psikilogis, gangguan BaLas t produKivitas kerja, proses belajar-mengajar serta gangguan kesehatan. Pada..tahap operasional secara tidak langsung akan terjadi peningkatan lalu lintas kendaraan. Tingkat kebisingan total pada saat kegiatan I operasionaljalan yang dihasilkan sebesar 70 sampai 80 dBA (pada iarak 10 m dad sumber dampak). Apabila dibandingkan dengan survey awal t I yang angka kebisingan 56,4 dBA terlihat terjadi peningkatan kebisingan lebih. Hasil perhifungan di atas merupakan pendekatan karena tergantung juga pada jenis kendaraan yang melalui jalan Ruas Jalan Mukomuko - I Batas Sumatera Barat dan bktor lain yang mempengaruhi pema+arart kebisingan di antaranya yaitu intensitas, fekuensi, waktu pemaparan dan l) adanya bislng latar belakang serta kondisl meteorologi dan juga peruntukan kawasan. I 4.2.3.2. Komponen Sosekbudkesmas 1. Gangguan Keselamatan dan Rawan Kecelakaan t ; Dengan telah selesainya proyek Ruas Jalan Mukomuko - Batas Smeetera Barat dan dioperasikan untuk melayani pengguna jalan dengan kondisi I jalan yang telah ditingkatkan. Hal ini kadang memacu pengguna jalan atau pengemudi kendaraan menambah kecepatan kendaraannya tanpa memperhitungkan lingkungan di sekitarnya, yang pada akhimya akan I mengakibatkan te$adinya kecelakaan. Dampak gangguan kesalamatan dan rawan kecelakaan terutama terjadi pada lokasi-lokasi yang sensitive l) (sensfrive area) seperti: kawasan sekolah, kawasan pemukiman, fasilitas ibadah dan fasilitas perdagangan (pasar) dimana pada kawasan ini akan pada waktu-waktu tertentu banyak penyeberang jalan. I 2. Gangguan Lalu Lintas t Terganggunya lalu lintas bagi pengguna jalan terjadi sebagai akibat dari pemeliharaan jalan. Ketika dilakukan pemeliharaan jalan maka terl"di penyempitan ruas jalan yang berkibat tergangunya lalu lintas. Sehingga I terjadiantrian panjang bagi kendaraan yang melewati. I I PT: BLANTICKINDO ANEKA ,lrtulilMkbl,dla.bl.br r#@)ffie recqffi l\r- t0 I I I Laporanflf,Sir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sunrbar I Gangguan Kesehata n M asyarakat Terganggunya kesehatan masyarakat merupakan dampak turunan I berkaitan dengan meningkatnya gangguan pernafasan dan iritasi mata akibat meningkatnya debu dan gas penoemar di udara. Selain itu gangguan kenyamanan akibat meningkatnya kebisingan. I. Menurunnya Sanitasi Lingkungan Menurunnya sanitasi lingkungan terjadi sebagaiakibat kegiatan base camp l' berupa kantor proyek dan penginapan karyawan, Kantor proyek twlrya menghasilkan sampah kering saja berupa potongan kertas dan plastik I yang tidak membahayakan. Sementara penginapan karyawan selain menimbulkan sampah kering berupa potongan kertas dan plastik juga timbul sampah basah berupa sisa makanan dan sisa bahan makanan. I Sampah basah kalau tidak dikelola dengan benar akan menjadi sarervg vektor penyakit seperti nyamuk, lalat, kecoa dan tikus. VeKor penyakit l) tersebut dapat menyebar luaskan berbagaijenis penyakit ke masyaraltat sekitar. I 4.3. UKURAN YANG II'ENYATAKAN BESARNYA DAMPAK 4.3.1. Tahap Pra Konstruksi I Tidakada dampak I 4.3.2. TahapKonstruksl 4.3.2.1. Komponen Fisik-Kimia I 7, Menurunnya kualitas udara Berdasarkan data rona awal hasil pengukuran di lapangan, kadar debu di l) ketiga lokasi pengukuran masih di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan, nilai terbesar adalah 51,99 pg/m3 (di Kota Mukomuko). tGdar debu ini tergolong sangat rendah, diperkirakan pada saat adanya proyek I akan mengalami sedikit kenaikan kadar debu di lokasi proyek. Dampak tergolong sebagai dampak negatif, yang berpotensi menimbulkan I gangguan kesehatan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar dan pekerja proyek. Tolok ukur dampak adalah PP No. 41 Tahun 1999, unt\k debu yaitu 230 pg/m3. I . 2. Meningkatnya Kebisingan I di lokasi pemukiman diprakirakan akan melebihi 55 Tingkat kebisingan dBA, sedangkan di lokasi kegiatan diprakirakan akan melebihi 70 d'BA. l' PT. BLANTICKINDO AI\"EKA ffioffi6H Ibltuhkr@'.aJ,*b t&@)ffie tv- Il t I I Laporan,flftfir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kebisingan di lokasi pemukiman yang terdapat di sekitar jalan, angka kebisingan 56,4 dBA, tingkat I kebisingan ini belum melewati nilai ambang batas 70 dBA (Kepuflsan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MNLI-U11/1996). Kondisi ini I diprakirakan akan semakin meningkat dengan beroperasinya alat- berat pada saat pelaksanaan konstruksi nanti. Tergolong sebagai dampak alat negatif, yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan (gangguan I kebisingan) pada penduduk yang bermukim di sekitar rencana kegfetart Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. Sebagai I Tolok ukur untuk kawasan permukiman digunakan Keputusan Mentefi Negara Lingkungan Hidup No. 48/MNLH/11I1996 (NAB = 55 dB) Sedangkan untuk lingkungan kerja berdasarkan Kep.Men.Kes. No. t 261lMenKes/SlVll/1998 (NAB adalah 85 dB). l) Terganggunya aliran airftimbulnya genangan air Gangguan. aliran air atau terjadinya genangan karena tertutupnya (x20 Yo) di daerah sekitar proyek beberapa saluran samping jalan eksisting, hal I ini akan merupakan dampak besar terutama pada musim turtpn. Terganggunya aliran permukaan merupakan dampak negatil dengan I Tolok ukur terjadinya genangan pada di lokasi proyek dan pemukiman penduduk. I 4. Pengotoran Jalan Besaran dampak pengotoran jalan terhadap keberadaan opersional jalan I eksisting adalah besar karena Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko-Bcf,as Sumatera Barat merupakan jalan nasional dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi. Pengotoran jalan merupakan dampak negatif yang apabila I ) tidak dikelola akan menimbulkan dampak turunan yang lain seperti kerusakan permukaan jalan dan gangguan lalu lintas. Tolok ukur dampak I adalah tingkat pengotoran jalan. 5. Menurunnya kualitas air permukaan I Besaran dampak menurunnya kualitas air permukaan sebagai akibat masuknya air larian yang membawa lumpur (TSS). Hal ini terjadi sebagai akibat terbukanya tanah dan ceceran tanah di jalan yang hanyut terbasa T air larian. Kandungan TSS di badan air akan meningkat tajam sampai I diatas 50 mg/liter. l' PT. BLANTICKIhIDO ANEKA tl&lH&bb,mla.r&* t\[ -12 t&@)fre I I I tdporanflf,fir UKL - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Di sisi lain besaran dampak menurunnya kualitas air permukaan sebagai akibat timbulnya limbah cair domestik dari karyawan sebanyak 4 m3/hari I dan oli bekas dari perawatan mesin alat-afat berat sebanyak 150 tite-r ge hulan. Parameter yang akan mengalami pengingkatan adalah BOD, COD, I G TSS, detergent, amonia, minyak dan lemak serta koliform. Menurunnya kualitas airtanah Besaran dampak menurunnya kualitas air tanah sebagai akibat timbulnya t limbah cair domestik dari karyawan sebanyak 4 m3lhan dan oli bekas dari perawatan mesin alat-alat berat sebanyak 150 liter per bulan. Parameter I yang akan mengalami pengingkatan adalah TDS, detergent, amonia, minyak dan lemak serta koliform. Tolok ukur yang digunakan adalah Pemenkes Nomor: 41 6/MenKes lP erl 990. I 1N 1 7. l) Timbulnya Gangguan Kestabilan LerenglLongsoran Tebing Jalan Besaran dampak timbulnya gangguan kestabilan lereng atau longsoran I tebing sebagai akibat dari penggalian tebing jalan dapat dikatakan besar. Salah satu dari longsoran, dapat diasumsikan bahwa lebar bagian tebing yang longsor dapat mencapai sekitar 50 meter, dengan ketinggian sekitar t 30 meter dan ketebalan bagian yang longsor dapat mencapai 10 hingga 15 meter. Sehingga dapat diperkirakan volume massa tanah yang longsor I sebesar 1'1.250 m3. Longsoran tebing jalan akan menjadi lebih efektil karena dari peta geologi Lembar Mukomuko yang didukung denrgan pengamatan lapangan, menunjukkan di ruas jalan Mukomuko - Batas t Sumatera Barat termasuk terdapat banyak sesar dengan arah bidang sesar barat laut - tenggara. Selain itu merupakan wilayah dengan curah l,; hujan dan hari hujan tinggi (tihat Tabel 3.1. dan Tabel 3.2). Dari peta Rawan Gempa dan Peta Seismisitas (lihat lampiranl, ruas jalan Mukomr*o - Batas Sumatera Barat termasuk wilayah gempa dengan intensitas tinggi, I sehingga perlu diwaspadai apabila gempa yang terjadi dapat melongsorkan tebing jalan. Sehingga ruas jalan Mukomuko - Batas I Sumatera Barat termasuk dalam wilayah rawan bencana. 4.3.2.2. Komponen tsiologi I 1. Penurunan Populasi Flora dan Fauna Darat Besaran dampak menurunnya poputasi ftora dan fauna yaitu menurunnya T jumtah dan jenis flora darat maupun fauna darat. Dibandingkan dengan I PT. BLANTICKINDOANEKA Hoffi6M tffiltuMbel4la.b.e 7*a@)tuP ffic@w tv- !3 t I t EapmanflQfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I rona lingkungan awat, poputasi flora dan fauna darat akan sedikit mengatami penurunan akibat pembersihan lahan untuk petebaran jatan. I Dampak yang akan terjadi bersifat permanen sehingga perlu pengef.slaan. I 2.- Tergangganya Kehidapan Biota Peniran Besaran dampak terganggunya kehidupan biota perairan yaitu I menurunnya populasi biota perairan terutama ikan. Mengingat batwra pnns ikan yang terdapat sungai atau kali di sepanjang ruas jalan Mukomuko - I Batas Sumatera Barat ini cukup beragam. Dampak selanjutnya adalah menurunnya hasiltangkapan ikan yang berpengaruh tefiadap pendapatan penduduk. I 4.3.2.3. Komponen Sosekbudkesmas l^) l.Gangguan Lalu Lintas dan Rusaknya Jalan Besaran dampak dinilai besar mengingat volume lalu lintas eksisting pada I Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat adalah cukup tinggi (5.340 kendaran/hari, dari data ini menunjukkan volume lalu lintas I : sangat tinggi sehingga dengan adanya sedikit hambatan akan mengkibatkan kemacetan yang cukup panjang ( > 500 m). Sifat dampak meskipun hanya pada tahap konstruksi namun untuk lalu I lintas yang sangat tinggi akan sangat merugikan pegguna jalan. Sedangkan tolok ukur dampak adalah panjangnya antrian kendaran I sebelum memasuki area kegiatan dan adanya komplain dari pengguna jalan. I-\ r) 2. Peningkatan Kesempatan Kerja dan Peluang Usaha Besaran dampak timbulnya kesempatan kerja dan peluang berusaha yaitu t besar lowongan pekerjaan yang dapat diisioleh tenaga kerja setempatdan besar peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh usahawan setempat. I 3. Timbulnya Kecemburuan Sosial Besaran dampak timbulnya kecemburuan sosial adalah jumlah anggota I masyarakat setempat yang ingin bekerja pada proyek dapat memanfaatkan kesempatan kerja yang ada. ini narnun lrdak I 4. Gangguan Kesehatan Masyarakat I PT. BLANTICKINDOANEKA '.r5offioffioal,qo tWlH,4bW&Jl4s.b t&@)nao w- t4 I t I Laporanflfrfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Besaran dampak timbulnya gangguan kesehatan masyarakat adalah jumlah anggota masyarakat setempat yang mengeluh karena menderita I gangguan pemafasan, iritasi mata dan gangguan kenyamanan. 5. t Penurunan Sanifasi Lingkungan -Besaran dampak pbnurunan sanitasi lingkungan adalah jumlah sampah domestik non 83 dari kegiatan kantor proyek berupa potongan kertas dan I pfastik sebesar 0,25 mslhai, Sementara dari penginapan karyatcan berupa potongan kertas, palstik, daun, sisa makanan dan sisa bahan I makanan yang sudah tidak dapat digunakan berdasarkan jumlah penghuni penginapan adalah sebesar t3 m3/hari. I 4.3.3. Tahap Pasca Konstruksi (Tahap Operasi) \ I 4.3.3.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Penurunan kualitas udara I Penurunan kualitas udara, yakni meningkatnya kadar polutant seperti CO, Pb, NOz, SOz dan debu di udara. Kadar debu serta CO, Pb, NOz dan SOz I diperkirakan akan meningkat dan melebihi baku mutu yang diijinkan (PP No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara). Sebagai perbandingan hasil pengukuran di ruas jalan Mukomuko - Batas Sumatera I a. Barat pada bulan Agustus 2011 adalah sebagai berikut: Karbon Monoksida (CO) 614,127 pg/Nm3 I b. Debu (PM ao), 51,990 pg/Nm3, Fenurunan kualitas udara merupakan dampak negatif, dengan toiok ukur ll 2. dampak baku mutu berdasarkan PP No.41 Tahun 1999. Peningkatan kebisingan I Suara / bunyi bising yang berasal dari lalu lintas kendaraan bermotor yang terdapat di sekitar jalan Mukornuko - Batas Sumatera Bara[, yang dipengaruhi oleh semakin dekatnya jarak sumber bising dengan penerima I kebisingan. Tingkat kebisingan diarealpemukiman saat ini belum melebihi ambang batas 55 dBA bila menggunakan peruntukan kawasan t pemukiman. Sebagai perbandingan hasil pengukuran tingkat kebisingan di jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat yang dilakukan pada bt.tlan 16 I Agustus 2011 di Kota Mukomuko yaitu sebesar 56,4 dBA, yang merupakan kavrasan perdagangan dengan nilai NAB sebesar 70 dBA. t PT: BLANTICKII\DO ANEKA tr|'?\4bk|e@llaJl*'et ,&@)wP ffiolqoffi.6w tv- t5 I I I Laporonflf,,fiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Peningkatan kebisingan merupakan dampak negatif, dengan tolok ukur dampak berdasarkan baku mutu sesuai Keputusan Menteri Negara I Lingkungan Hidup No. 48/MNLFU11/1996 permukiman dan fasilitas pendidikan adalah 55 dBA. NAB untuk kawasan I 4.3.3.2. Komponen Sosekbudkesmas 1. I Gangguan Keselamatan dan Rawan Kxelakaan Lalu Lintas Sumber dampak ini adalah pengguna jalan yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, hal ini dapat terjadi karena pengguna jalan I merasa tingkat pelayanan jalan sudah tinggi.Jenis dampak adalah kerarvanan kecelakaan terutama pada lokasilokasi tertentu, seperti: I r- pemukiman yang padat, fasilitas sekolah/ibadah. Besaran dampak dapat digolongkan kecil tetapi karena menyangkut masalah keselamatan l manusia maka dampak harus dikelola. t 2. Gangguan Lalu Lintas I Besaran dampak terganggunya lalu lintas adalah tingkat gangguan perjalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan sebagai afu\ttat I pemeliharaan jalan. 3. Gangguan Kesehatan Masyankat I Besaran dampak terganggunya kesehatan masyarakat adalah jumlah keluhan masyarakat berkaitan dengan meningkatnya gafi'vgg[ran I pernafasan dan iritasimata akibat meningkatnya debu di udara, gangguan kenyamanan akibat meningkatnya kebisingan. l,; RINGKASAN DAMPAK I Ringkasan dampak yang akan ierjadi dalam bentuk tabulasi disajikan pada Tabel4.1. berikut ini. I I I t PT. BLANTICKINDO AITEKA Ibln^AhiAPlaa*lde f&@)we lv- t6 I I I t f\J j z o ch F"E tQ iof, I lFg T il a, $ii hl l-' o o = = c e !r = Et sii Eg IF D t o al o F l> 3 x = o t =}l.Fr !i! lr-t z 9r (D o) o :' E o (o il 6i 3E' E. A' = 6 o I o u, o q o) E 0) T €3 x o = 5' rO o c ; J o 3 CT o.l t ot 'i o) o z U It) o x = q) E - o tr, c ot !P = I iF CL D' = o, o) 3 o 3 5 tt s* ot tt 3 T z E (D = CL r c =. o) d o X o I (o I @ o, 0, @ o-ct o-o) 9P 3l 3 ah It c I o)= D o= aG 3 il. (t 3s3 9pF EE- Y-< - 0) 6tt 4, l') EEFgEF =9-= E EE gEg 3c3 E @ a o 2- E o 2.. (D a o I D 3 :ct o 3 a r t t D 5 I F$E F E D a(D - 3 og. 6S 6' € .{ ql ru -- I : I 99 I P q&a a6=O 9= s rol =e. Fi ? FB e ! ggFsEs g P.d eo =(o = ro D I' { -=d q_ 3 gE -J F D 5 <)< I o) ot a ro AI sg€ 3P *gE -ggFgE EO' (D+ 5< E =, I :F I 5 l) A' =' !) g,B 3 ar o- E gl { o or= :r g JOt D =€ a -Fa a7i E.P I g-. *$ E- s. '6 I €. c I EE FFFFF eeeeE !t s, srP (Do .o 1t E (D e o) r =-E .=:TtE'E'ttE o, A) to ar oqt o) sr x I == erE 9P"===f= *Fsssss dddd6 ii*€€€€€ == o- ot ot 33 Fit' g)0t o- 'ct 1c = CL !' 'Gt o' x o o B : .='g *s+s* F (lt or x- ot I q) eC =H -40604 ss eaaEa 5555 o' O, o) o(C! (O (O (O Ot q) q! 35 (o (o o<n cc (o (o (i: a c (ct 9' f = $ I I I I t <ri ti s GI z, at Cb F'S IQ ER I -t, -It ET E-F o o 90 ?= €F Ei :li sa- F (D E. o, o .=. ID ELG =O 6'tt :\\ F .)$l EE ot o) 3 EO il t't != o- 1q' I =!l JO qE o d qr -qt o, q, = qt !t 3 o, EB @ 6 U' = ! o (D t =- - It 5 =:t 3 =! ct E (cr ID = c Eg = a - x I lIIa rdg d !) =, ot o, J 3 CL c! -:t eil CL G I 7F o 3 g o !t I = I trt !, or Vr ro' |t, 6) CL C) c I o) 5 (o (o g ot = =ot -Ei -'E g€ =| e gE€Bg t3- 3 E 0) B' a BEBEF EE - 2 t 5 EE s Ae - o a gg 6o o!! s€ ==-!r (cr =39. Er F C' - 3 .a - t I -o)=' =o- aor qt a t x- -(a i: ot+ ot I 5 9-9rsr9t gFs o, o.E - g srg P (ct ,aC5 -6E I I FI co .= 6q9 =ot act FEEFg€FEEFH$$ E O)JCL 5=t da E 305 *E' !l gggg$EggFE ID o'(D -.E e.E r !9roB - - I -ll, =a) ID gEE$-Fgrg.gF JO a:. E.9 =(o ors :t - I !t o , A) a= 3 E 9c. o ) I ,) r (ct g F* x= t\) a q)(o O) st Ef+E s$s qfr fi-3xfi 1i34 Ea cL -^ A'6 (o o- Ea3 I ot (D = o = g+ (O =F- EE$gE argfi (cr -- @- 5 = c qt a = t = (D E 'o llt - EEEE 5 E FFFF C C C C ='E 95' SrP (D e E qt I FEE e3Eee 9!t =F A) q) C F-'=D E fFEiFBBB x OJ l D O I = f, -= ot qro!=D!D :F:rF 4 3-99J==== e = a Itt f=r35 3 T'E aoaa = o 5o-o - E !t o) o, x # g Feeeg o) T € o =!DtD F€€ 6lDrt I = l, ID U' c F (O qE FaAse = ID a (o U' ; (O +F3 GI F 3 (o q-- E EEE O(cI (O (O 3 (o E= (O =5 =GD 44 OI(l B I l' I T t N I = o e f'r F's IQ I $F si IIF ilE T' (D 3 g 5 T o I |rt D o <t It o ! = CN -F :|s 5 .)lr il t'r o - It q) d t 3q' I !) = qt ot = o -t g. D = o I e :' t - o = 3 r 0, ot :t 3 C' c I - € D t o iilF o = lr 3 = r :F E D :T o t I I F @ o o) t^ o + P 9p v, c I ,) (= !t T (cr e !t = C- 3 E 0) 6t - Eg-Eei - I = ot 4 g FCE sE8 = - C' - 3 3 at, € - gEF tr t 9L I a@ {d I 5 P9' ? t I H \o -(o dE ,= (o 69 =ot g. Tt g q)O - t 5qt -At <= ;' ot - - tt C' I o) 3 I a 7' (o o - - ll) a A) x q) I f o (D = ct- <) ttE (D T e 1t FFFF EE e q) is eee B' =.; tA A <t E 'lt 'Ct 3 A) Ol D !l x t o Itt A) r --E erE DJfS=J tddF = 5o-o-cr-Gl gF€eg€ a - - o) = Irl t o a (o (o E F g.aBE qiEEE F 5 q I I I L,apaanflfrfrir T UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar T 4.5. DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP RUAS JALAN MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARAT I Selain dikaji dampak yang terjadi akibat kegiatan peningkatan Ruas Mukomuko Batas Sumatera Barat terhadap lingkungan hidup l, sebagaimana tertuang dalam butir 4.1 sampai butir 4.4. tersebut di depan, maka dikaji pula dampak lingkungan hidup di sekitar terhadap I 4.5.1. Ruas Mukomuko - Batas Sumatera Barat sebagai berikut: Dampak Genangan Air Terhadap Ruas Jalan I Dampak genangan air berpotensi terjadi di Sta 7+600, karena kondisi jalan yang menyerupai cekungan sebelum melintasi jembatan air atap I seng, dan di sebelah kiri jalan terdapat telaga pulau cinta yang berldlak sekitar 30 meter dari pinggir jalan. Tidak berfungsinya saluran drainase l') di sta ini, menyebabkan genangan. setiap hujan turun akan menirtlurlkan I 4.5.2. Dampak PotensiLongsoran Tebing Jalan Terhadap Ruas Jalan Di Sta 31+200 sebelah kanan jalan terdapat lereng jalan dengan l, panjang yang berpotensi longsor t 20 m. Tempat yang berpotensi longsor belum dilakukan penanganan, selain itu drainase eksiting yang t kurang terawat dan ditumbuhi gulma. t l1 T t T t t PT. BLANTICKINDOANEKA I&Anbr-@!'Be& r#E@)tuF IV -2:0 I I t t I I t I I l') w&v I WWqege$wftwweW I IP T ef ffiw, t I traporanflf,,fir UKL - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I BAB V t PROGRAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP I I. 5.1. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP I 5.1.1. Tahap Pra Konstruksi I Tidak ada l') 5.{.2. Tahap Konstruksi 5.1.2.1. Komponen Fisik-Kimia i. ltllenurunnya Kualitas Udara I a. Sumber Dampak 1). Mobilisasi alat berat dan material 2). pembersihan lahan l. 3). Pekerjaan tanah (gati dan timbun) 4). Pekerjaan perkerasan jalan I Tofok Ukur Dampak Tolok ukur dampak menurunya kuatitas udara adalah nilai ambang T batas dari parameter kualitas udara ambient yang telah ditetapkan l1 dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 (lihat Tabel S.1.). Tabel5.1 Baku Mutu Kualitas Udara Ambient I Parameter surtur Dioksida (soz) Nitrogen Dioksida (NO2) Karbon Monooksida (CO) Satuan pg/Nml pg/Nm: pgNm: Bakuhtrl qn 400 30.000 Timbal(Pb) pg/Nm' 2 T TSP (Debu) uo/Nm" 23rJ Sumber : PP 41 Tahun I c. Tujuan pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengeroraan ringkungan hidup adarah untuk mencegah, I meminimisasi <ian mengendaiikan ciampak negatil menurunnya t PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioc@o@o@rrr^f 4rf ,&@ta& 4de&x@a-L&sb v-I I I I Eryoranfl.f,fiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I kualitas udara yang terjadi karena meningkatnya kadar debu dan gas pencemar. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Dalam mengangkut material curah dari sumbernya (penggalian tebing) ke lokasi penimbunan, tendaraan pengangkut mafaria, dilengkapi dengan penutup dari terpal. I 2r. PEhbatasan volume material agar tidak melebihi kapasitas kendaraan pengangkutnya. 3). I 4). Memasang rambu/peringatan agar kendaraan pengangkut material mengurangi kecepatan apabila memasuki lokasi proyek Memberikan peringatan dan sanksi kepada sopir kendaraan I pengangkut material jika terbukti melanggar ketentuan rambu lalulintas maupun batas kecepatan. l') 5). Melakukan penyiraman secara berkala lahan tempat kegiatan untuk mengurangi kadar debu di udara (terutama dr mu-srm kemarau). I 6). Kendaraan proyek yang akan keluar areal proyek, ban kendaraan terlebih dulu dicuci (disemprot air) untuk I 7). membersihkan dari kotoran (tanah /lumpur) sehingga tidak terbawa ke luar areal proyek (jalan eksisting). Apabila masih terjadi ceceran pada jalan eksisting segera I 8). iJibersihkan. Apabila te{adi kerusakan permukaan jalan segera diperbaiki. I 9). Peralatan dan kendaraan pengangkut material yang digunakan dalam kondisi laik jalan, untuk mengurangi pencernararr dan l) emisigas buang. 10). Melengkapi pekerja lapangan dengan masker dan peralatan keselamatan kerja (safefy helm, dll). I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di area tapak proyek teruiama yang berdekatan dengan permukiman, perdagangan, T tempat ibadah, dan bangunan sekolah. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu selama komponen kegiatan mobilisasi alatalat berat dan material, t PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioEso@offiiErw !fiirPlHMkX@hJetu t#a@1tu@ r{ -2 I I I Eapmanffib UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I pembersihan lahan, pekerjaan tanah atau galitimbun serta pekerjaan perkerasan jalan sebagai sumber dampak tengah berlangsung. I g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana 2'). Pengawas. : : Kontraktor/SubKontraktor) Konsuttan Supervisidan P2JN Piovinsi Bengkulu I 3). PBnerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten T Mukomuko, Dinas PU Proyirrsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Dlnas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I ') lleningkatnya Kebisingan a. Sumber Dampak I 1). Mobilisasialat berat dan material 2). Pembersihan lahan I 3). Pekerjaan tanah (gali dan timbun) 4). Pekerjaan perkerasan jalan t b. Tofok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak tingkat kebisingan adalah baku mutu I tingkat kebisingan yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menieri Negara Lingkungan Hidup No. Kep48/MenLH /11/1996 (Tabel 5.2.). l) No Tabel5.2 Baku Mutu Tingkat Kebisingan Peruntukan Satuan Baku hnrJ T 1 Pemerintahan dan Fasilitas Umum dBA 60 2 Perkantoran dan Perdaoanoan dBA 65 3 Perumahan dan Pemukiman dBA 55 T 4 Perdagangan dan Jasa dBA 70 5 Ruanq terbuka Hiiau dBA 50 6 Rekreasi dBA 70 I 7 lndustri c. Kepmen LH No.: KefiAMenLH/l1/1996. Tuiuan Pengelolaan Lingkungan Hidup dBA 70 t Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimalisasi dan mengendalikan dampak negatif meningkatnya I PT. BLAIYTICKINDO ANEKA #offio*owo.*M IW1dtu.ki'@laJMs ,*EE@]mq v-3 t I I fi,aporanflfrfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I kebisingan yang tefladi akibat kegiatan pengangkutan materia] dan pengoperasian alat berat dalam pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas I Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat, t d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Dalam pengaturan / menyusun. jam kerja perlu berkoordinasi dengan masyarakat setempat melalui tokoh - tokoh masyarakat I atau desa guna mengurangi gangguan kebisingan masyarakat sedang beristirahat. dl saat I 2). Menggunakan kendaraan proyek dalam kondisi baik (tidak menimbulkan kebisingan). 3). Pekerja proyek diwajibkan menggunakan pelindung telinga (ear t plug) dan peralatan keselamatan keqa (safety helm, sepatu borrt, dil). () I Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup l Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di area tapak proyek terutama yang berdekatan dengan permukiman, perdagangan, tempat ibadah dan bangunan sekolah. I Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu selama komponen kegiatan mobilisasi alat-alat berat dan matcdcfi, pembersihan lahan, pekerjaan tanah atau galitimbun serta pekerjaan t perkerasan jalan sebagai sumber dampak tengah berlangsung. l) g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). 2). Pelaksana Pengawas : : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Proinet t 3). Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provirrsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, T Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. T T PT. BLANTICKIIIDO ANEKA i.Eoffiod*owoffiM 4ry|ub.xex..ryhJd&s v -4 t&@tturs t I t tapordnAfr,frir UKL - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 3. Terganggunya Aliran Air Atau Terjadi Genangan a. Sumber Dampak I Sebagai sumber dampak adalan pekerjaan drainase yarrg mengakibatkan tertutupnya saluran / drainase eksisting. I b. Tolok Ukur Dampak Luas dan kedalaman genangan air yang tidak diinginkan berada di I sekitar tapak proyek selama kegiatan konstruksi berlangsung, yarvg sebelum dilakukan pekerjaan drainase tidak ada gangguan atau t gendh$aii aii. c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, l') meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif terganggunrla aliran air atau terjadinya genangan air akibat pekerjaan drainase baru. d. I Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Menyiapkan saluran drainase sementara, agar air permukaan di sekitar lokasi kegiatan dapat tetap mengalir ke saluran yarvg I 2). masih dapat berfungsi. Memastikan saluran drainase tidak tersumbat (buntu), terutaihi t pada jam istirahat (sore) sehingga jika pada malam hari turun hujan tidak terjadi genangan air sekitar proyek. di badan jalan atau daerah I 3). Melaksanakan kegiatan konstruksidi musim kemarau. l) e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan pada lokasi proyek yang terdapat saluran drainase samping eksisting. I t. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi, selama pembuatan saluran drainase yang permanen telah selesai dibuat. I g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Proy,rnsi Bengkulu T PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioE*o@.@M v-5 3&4n'Ekx@hJe*b t&@)tus t I I Ldporanflf,fib UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Kantor Lingkungan Hidup Kahr.ryafcn Mukomuko, Dinas PU Provinsi I Bengkulu dan Kabupaten Mukornuk6, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I Pengotoran Jalan a. t Sumber Dampak Sumber dampak terhadap pengotoran jalan adalah pengangrkutan material dan kendaraan proyek yang keluar-masuk area proyek. I b. Tolok Ukur Dampak I ) Tolok Ukur Dampak adalah tidak terjadi pengotoran terhadap jalan eksisting sehingga tidak menimbulkan kerusakan permukaan jabn dan gangguan lalu lintas. I c. Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan dampak pengotoran jalan adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak ne$aAf t pengotoran jalan yang tedadi akibat kegiatan pengangkutan material untuk p6lAkSanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup t ) 1). 2). Penutupan bak pengangkut material dengan menggunakan terpal/plastik. Pembatasan volume material (tidak melebihi kapasitas l 3). kendaraan). Kendaraan proyek yang akan keluar areal proydr, han I kendaraan harus dicuci (disemprot air) untuk membersihkan dari kotoran (tanah /lumpur) sehingga tidak terbawa ke luar areal proyek fialan eksisting). I 4). Apabila masih terjadi ceceran pada jalan eksisting segera dibersihkan. 5). Apabila terjadi kerusakan permukaan jalan segera diperbaiki. T I PT. BLANTICKINDO AITEKA i"*offiots*o|ffiorffiM ery\u/,ek@bbsb ,&@)wa \r-5 I I t f,,aporunflfr,fir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan dilakukan di jalan eksisting yang menjadi jalur I pengangkutan material. f. I Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan selama kegiatan sebagai sumber dampak berlangsung. I g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana 2\. Pengawas : : Kontraktor/SubKontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Prolrinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I') Direktonat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Proyinsi t Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dlnas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I : ilenurunnya Kualitas Air Permukaan a. Sumber Dampak T Sebagai sumber dampak adalah pengoperasian base camp f.kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan), pembersihan lahan dan I pekerjaan tanah (gali dan timbun). l) b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak kualitas air permukaan adalah PP 82 Tahun 2001, kualitas air permukaan kelas | (lihat 71abe15.3.) I Tabel5.3 Baku Mutu Kualitas Air Permukaan Untuk Parameter Kunci Xe,las ll I No A FISTKA Parameter Satuan Baku ttr t B 2 'l Zatpadatterlarut Zat padat tersusDensi KilUtA mg/L mdL 1.000 50 1 PH 6-9 I 2 3 4 Amonia bebas (NHr-N) Oksisen terlarut (DO) Minyak Lemak ms/L mg/L mq/L 0,5 6 1 I PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioffioMoffiM I4F(aAA&i@la.,&'sb ,&B)tus v -'r I I I Laporanflftiir UKL - UPt Ruas Jalan Mukon'luko - Batas Sumbar I No 5 Detefien Parameter Satuan rnq/L Baku o,2 ltr I 6 7 8 BODs coD Deterqent mq/L mcy'L uq/L 2 10 200 c MIKROBIOLOGI I 1 Fecalcoliform 2 Totalcoliform Sumber PPt2,Tahun2001 MPN/100m] MPN/I00m1 100 1000 t c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, I meminimalisasi dan mengendalikan dampak negatif menurunnya kualitas air permukaan yang teriadi akibat pengoperasian base camp (kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan), pembersihan I lahan dan pekerjaan tanah. l') d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Menyediakan tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) yang t memenuhi persyaratan kesehatan. Urin dan tinja dimasr.drkan ke kloset yang diteruskan ke tangki septik (septic tank) yang memenuhi persyaratan kesehatan (Gambar 5.1.). Tangki septik I yang dibangun terdiri dari 2 (dua) buah bak yaitu pengendapan dan bak peresapan. Bak pengendapan berfungsi bak I untuk mengendapkan padatan yang berasal dari toilet, lrtrr.pu:r atau padatan yang mengendap secara periodik 3 bulan sekali clisedot dengan mobil tinja. Bak perespan berfungsi untuk I menjemihkan cairan yang berasal dari bak pengendapan, setelah jemih selanjutnya dialirkan ke badan air. l) 2). Oli bekas yang timbul dari perawatan mesin-mesin alal -be,ral termasuk genset ditampung dalam drum khusus, disimpan sementara dan secara periodik 1 bulan sekali diserahkan kepada I pengusaha pengolah oli bekas yang mempunyai izin (Gambar 5.2). I 3). Pada bengkel tempat penggantian oli mesin alat-alat be.rat dilengkapi dengan bak perangkap minyak. Lantai tempat penggantian oli terbuat dari bahan semen kedap air, di bagaian I' tepi dibuat parit untuk mengalirkan cairan ke bak perangkap minyak yang dibangun dekat tempat tersebut. Oli yang tercecera I di lantai disemprot air sehingga air yang mengandung minyak masuk ke bak perangkap. Di bak perangkap terjadi pemisahan T PT. BLANTICKINDOANEKA v-8 3b4r&&x@an.bgb ,&@)aoQ t I t Lapmani.f,,fib UKL - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I antara minyak dengan air, minyak yang berada di atas disedot dan dimasukkan ke dalam drum sebagaimana oli bekas (Gambar I 5.2.). l, I I I I.) I I I T l) I t I l, I' PT. BLAI\TICKII\D O ffiofficffioMo@M t+n4loilwa ^WLutubi6ryta.EJd*b AIIEKA v-9 I I tropmanflf,,frir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar Gambar 5.1 Diagram Septic Tank Yang Memenuhi Persyaratan Kesehatan ) ) PT. BLANTICKIIIDO ANEKA Mo@oc* @@M v- ICI lrfr1Utu^-x@aet,d*gb f*ti@)w4 I LaporanAffir UKL - UPL Ruas Jalan Mul<omuko - Batas Sumbar I Gambar 5.2. Contoh Penyimpanan Oli Bekas I t I I I ) I Penyimpanan oli bekas yang benar I t I I I I Penyimpanan oli bekas yang kurang benar I I I I PT. BLANTICKINDOANEKA !bteA5&x@EaJMsb t#a@)wa EgOWoffiM V- TE J t I f,aporanffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Gambar 5.3. Diagram Perangkap Minyak T I I TEilPAT PENGGANThN MINYAK PELUMAS I DI MESIN ATS ALAT{AT i.ANTAI SERAT KEDF CAMN I I t I I BAK PEFTANGKAP M]NYAK TAMPAKATAS ffi Codbtr b* lsE EflctDil&E.. I Alr b€Empsr mfnygk Ai )€ sdah hdh Dari Wo.k6,ED Kc B€dan At I I A. bEmpu.dnFk ffi19 sudsh FFlh Dd Bengkd I :I-_I Ke8*nN JM Arl^. kl* I I I T I T PT. BLANTICKINDOANEKA Mofficffi ffiM v -L2 4|&4n]|*rEx@e4Je5 \ r&@)dte I I I Eaporonfl.ffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 4) Pembersihan lahan dilakukan pada saat tidak turun hujan, biomasa dan tanah yang diperoleh dari pembersihan lahan I segera diangkut ke penimbunan yang ditentukan. Pekerjaan tanah dilakukan pada saat tidak turun hujan, tanah yang diperoleh dari galian segera diangkut ke penimbunan yang I ditentukan. Selain itu membersihan tanah yang pada jalan agar supaya tidak terbawa air larian ketika turun hujan. I Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan (kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan), tebing yang di base camp dilakukan penggalian serta tempat penimbunan tanah hasil galian yiitu pada pelebaran jalan atau cekungan yang tidak berair di sekitar ) '') ruas jalan. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu selama I komponen kegiaian base camp, pembersihan lahan dan pekefaan tanah tengah berlangsung. t, g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Konkaktor) t 2). PCngawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provinsi Bengkulu t 3). Penerima Laporan : Satuan Keria Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan ll Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko I 6. Itllenurunnya Kualitas Air Tanah a. Sumber Dampak I Sebagai sumber dampak adalah pengoperasian base camp (kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan). 7 I llE PT. BLANTTCKTNp0 ANEKA lu'#ffffi:Hffiff* v- t3 I I I [,aporonflffik UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak untuk kualitas air tanah yaitu Permenkes Nomor : I 4l6lMenKesl Perll)V1990 tentang persyaratan kualilas ain bereiln, yaitu :Zat padat terlarut (TDS) = 1.500 mg/L, Kekeruhan = 25 NTU, = 50 = 0,5 mg/L, total kolifoim = I Wama jumlah/100 ml. Pt-Co, Detergent 50 I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, I meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif menurunnya kualitas air tanah yang terjadi akibat pengoperasian base camp (kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan), I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup l) 1). Menyediakan tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) memenuhi persyaratan kesehatan. Urin dan tinja dimasukkan ke kloset yang diteruskan ke tangki septik (septic tank) yang yang I mdihenuhi persyaratan kesehatan (Gambar 5.1. di depan). 21. Oli bekas yang timbul dari perawatan mesin-mesin alat berat I termasuk genset ditampung dalam drum khusus, disimpan sementara secara periodik 1 bulan sekali diserahkan k#da pengusaha pengolah oli bekas yang mempunyai izin (Gambar t 5.2. dan Gambar 5.3. didepan). t e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan di base camp t) f. (kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan). Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu selama pengoperasian base camp lengah berlangsung. I g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provnsi Bengkulu t 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Tekhilr I PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioEsory.,qoffi.+rs tf,rnLdtutu^@hJd*s t&P)noe v -14 I I I taporanflffrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsl I Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu T glan Kabupaten Mukomuko. I 7. Timbulnya Gangguan Kestabilan Lereng/Longsoran Teblng Jalan a. I Sumber Dampak Sumber dampak terjadinya gangguan kestabilan lereng atau teriadinya longsoran disebabkan oleh komponen kegiatan pekerjaan I tanah yang berupa galian pada tebing untuk penyiapan pelebaran perkerasan badan jalan. Penggalian tebing dilakukan di wilayah yang l) banyak struktur genlogi berupa sesar (patahan), curah hujan dan hari hujan tinggiserta merupakan wilayah lilwan gempa. I b. Tolok Ukur Dampak Panjang, lebar dan ketebalan mass€r tanah yang longsor, I Tujuan Pengelolaan lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan adalah untuk mencegah dan/atau meminimalkan t terjadinya longsorang tebing jalan akibat penggalian teblng pada pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas I Sumatera Barat seria pengoperasian jalan tersebut. I I) d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Untuk Tebing Jalan Yang Berpotensi Longsor (Sta-29+000 dan Sta- 33+2oo) t a). Massa tanah yang sudah terlepas dari batuan induknya dibersihkan, tanah hasil pembersihan diangkui dan diiimbun I b). pada lokasi cekungan yang tidak berair. Pemasangan dinding penahan longsoran dengan tinggi disesuaikan dengan tinggi bagian tebing yang hn$ar. I Pemasangan dilakukan pada bagian tebing yang batuannya rapuh untuk menahan longsoran yang kemungkinan masih akan I terus terjadi. t PT. BLANTICKINDOANEKA ffiofficEEo@offiM 1rfr4tu&bx@!aJsSb uMe@)W4 v- t5 I I I Laporanfl.frftb UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Pembuatan selokan pada kaki tebing untuk mengalirkan rembesan air yang keluar dari bagian tebing yang longsor I maupun air hujan yang jatuh pada tebing. Pada ruas jalan berjarak 200 meter sebelum lokasi longsoran dilakukan pemasangan rambu-rambu sementara pemberitahuan I mengenai adanya pekerjaan penggalian tebing, penyempitan jalan, pengurangan kecepatan, hati-hati serta pemasangan I rambu permanen untuk membed tahu adanya longsoran tebing. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan dilakukan di lokasi-lokasi yang akan dilakukan penggalian tebing atau penimbunan untuk pelebaran perkerasan I badan jalan yaitu diSta-29 sampaiSta. 33. t) t. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilaksanakan pada saat konstruksi berlangsung khususnya pada saat melakukan pekerjaan galian tanah yang I memerlukan pemotongan tebing jalan. g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I, 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) 2). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provinsi I 3). Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dafi Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten lr Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukorru.rko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu I dan Kabupaten Mukomuko. I I I I PT. BLANTICKINDOANEKA ffio@offio@offi@ffi ,rfr \&tu.x-xw f&@1ffi6 6.!.,e *rt v- !6 I I I Laporanfl"frfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Gambar 5.4. Kondisi Eksisting Tebing Jalan di Sta-29+000 sampaiSta 33+200. I T I I I lf I I I I l,; I I I I I PT. BLANTICKThIDO ANEKA ffioffioE*ow.l@M aW\utuxex@aaJd*sb t&@)me v -17 I I t Eapranflfrfiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 5.1.2.2. Komponen Biologi i. I Penurunan Populasi Flora dan Fauna Darat a. Sumber Dampak Pembersihan lahan darivegetasi penutup dan benda-benda lain yang I tidak digunakan. I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak adalah populasi flora dan fauna darat I dibandingkan dengan kondisi pada ron6 6wAl. c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif me$unrstmta l) populasi flora dan fauna darat akibat pembersihan lahan. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Hilangnya tanaman turus jalan dapat dikelola dengan menanam kembali jenis-jenis pohon yang sesuai dengan kondisi tapak eLa.t t lahan, dan mempunyai sifat-siht yang cocok untuk tanaman turus jalan misalnya Mahoni, Tanjung, Pinus, Akasia dan Angsana. Jarak tanam diusahakan 7 meter. Lokasi penanaman pada perempatan I jalan harus memenuhi sudut pandang dari jalan di sebelah kanan maupun di kiri. Untuk menghindari konflik dan ketegangan sodal, I maka sebelum dilakukan penebangan pohon saat land clearing, maka terlebih dahulu dilakukan kesepakatan dengan penduduk dan l) dilakukan penyelesaian dengan baik. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I di sepanjang ruas Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan Jalan Mukomuko Batas Sumatera Barat yang dilakukan I pembersihan lahan. t. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan dilakukan selama pembersihan lahan dari vegeiasi sebagai sumber dampak iengah beriangsung. I I PT. BLANTICKINDOANEKA MO@cMoWoffimW x|bqeeei6tebffi*b w4gtnoe v-tE I I fi,aporanflfrfrir T * Batas Sumbar UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko I g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2) Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provifirsi Bengkulu 3) : t Penerima Laporan Satuan Kerja Direktorat Bina T6knllt Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, I Dinas PU Provinsi Bengktrlu Kabupaten Mukomuko, dan Dinas I Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I Terganggunya Kehidupan Biota Perairan a. Sumber Dampak l) Merupakan dampak turunan dari menurunnya kualitas air permukaan atau sebagai dampak tak langsung dari pengoperasian base camp serta pembersihan lahan dan pekerjaan tanah (gali dan timbun). T b. Tolok Ukur Dampak I Tolok ukur dampak dampak adalah populasi biota perairan yang ada di perairan dekat dengan pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. t c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif n enrfiolulnya lt populasi biota perairan yang terjadi sebagai akibat tak langsung dari pehgoperasian base cam. t d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Menyediakan tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) yang I memenuhi persyaratan kesehatan. Urin dan tinja dimasulckan Jre kloset yang diteruskan ke tangki septik (seplic tank) yang memenuhi persyaratan kesehatan (lihat pengelolaan kualitas air I permukan di depan) 2). Oli bekas yang timbul dari perawatan mesin-mesin alat berat t termasuk genset ditampung dalam drum khusus secara panodr,< 1 bulan sekali diserahkan kepada pengusaha pengolah oli bekas I PT. BLANTICKINDOANEKA i*o@ots*oBffioffiM I&laAAx-Xdwa4.bk Wm)we \{- t9 I I T Loporanffib UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I yang mempunyai izin (lihat pengelolaan kualitas air permukan di depan). I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasipengelolaan tingkungan hidup dilakukan di lokasiyang sedang I dilakukan pembersihan lahan, pekeriaan tanah dan base canry (kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan). I f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup t Pengelolaan lingkungan dilakukan secara kontinyu selama komponen kegiatan kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan se@ui sumber dampak tengah berlangsung. t g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup l) 1) Pelaksana 2\ Pengawas : : Konhaktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisidan P2JN Pror+ins, Bengkulu I 3) P6ndtiina Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknlk Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten I Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengtkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas t Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I 5.1.2.3. Komponen Sosekbud-Kesmas 1. Terganggunya Lalu Lintas Dan Kerusakan Jalan I r ) a. Sumber Dampak Terganggunya lalu lintas sebagai akibat dari beberapa komponen I 1). I kegiatan sebagai berikut Mobilisasi alat berat dan material, 2). Pekerjaan perkerasan jalan dan 3). Pekerjaan pemasangan sarana pelengkap dan penunjang. Sementara kerusakan jalan terjadi akibat t mobifisasi alat berat dan material. l I b. Tolok Ukur Dampak Tolok Ukur Dampak adalah tingkat gangguan perjalanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan dan panjang ruas jalan yang t rusak. I PT. BLANTICKINDOANEKA nsoffioc* nvrt \de.bl$ryr&.lddsr- ,#a@ttuQ ffiGM v -20 t t t traporonflf,,fir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, I meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif gangguan tcl,u lintas dan rusaknya ruas jalan. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Tergangunya Lalu Lintas : I 1). Pefaksanaan pekerjaan dilakukan Mukomuko - di luar peak hour Batas Sumatera Barat (akhir pekan) .H,rart I 2). Pemasangan rambu lalu lintras sementara terkait dengan keberadaan proyek (spesifikasi perambuan mengikuti standart perambuan sementara, contoh perambuan disajikan dalam I Gambar 5.5 dan 5.6 l) t t I Gambar 5.5 Gontoh Rambu Sementara Yang Dipasang Pada Tahap Konstruksi I Untuk Rusaknya Jalan : 1). I Pembatasan volume material agar tidak melebihi kapasitas kendaraan pengangkutnya- 2). Pembatasan volume material agar bobot total kendaraan berikut I 3). iiiaterial tidak melebihi tonase kelas jalan. Memberikan peringatan dan sanksi kepada sopir kendaraan I pengangkut material apabila kapasitas muatannya melebihi ketentuan yang ditetapkan. 4). Kendaraan proyek yang akan keluar areal proyek, ban I kOndaraan terlebih dulu dicuci (disemprot air) untuk membersihkan dari kotoran (tanah /lumpur) sehingga tidak I 5). terbawa ke luar areal proyek (alan eksisting). Apabila masih terjadi ceceran pada jalan eksisting sedrera dibersihkan. T 6). Apabila terjadi kerusakan permukaan jalan segera diperbaiki. I PT. BLAI\TICKINDO AIYEKA ffiofficffio@oreM tdi.F\dtu.xe tffi@)D.re xJrytBaJs$b v -21 I I t traporanflfrfib UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I .A €€r rA "frl7} I ) EYg-J '-}' I I nr l: '.: : i T I t: . ,1.- i:v T I K, # f' l) Gambar 5.6. v/ @'' Perambuan Sementara Penyempitan Satu Laiur I Pada Jalan A2UD e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup . Lokasi pengelolaan dilakukan di sepanjang tapak kegiatan dan T rute jalur pengangkutan material . I Lokasi untuk pemasangan rambu sementara dilakukan pada segmen-segme jalan yang sedang dilakukan pekerjaan peningkatan jalan. t f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup I ) Pengelolaan dilakukan selama mobilisasi alat berat dan material, pekerjaan perkerasan jalan serta pekerjaan pemasangan sarana pelengkap dan penunjang sebagai sumber dampak berlangsung. I g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1) 2) Pelaksana Pengawas : : Kontraktor/SubKontraktor) Konsultan Supervisidan P2JN Provinsi Bengkulu T 3) Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mtikomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu I PT. BLANTICKIIIDO AITEKA *offiocgo@offieW ^W1u&kilrla.,s& W4@)tus v-p T I I Laporanffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan I Kabupaten Mukomuko. Timbulnya Kesempatan Kerja Dan Peluang Berusaha t a. Sumber Dampak Penerimaan tenaga kerja untuk pelaksanaan konstruksi fisik I Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. b. I Tolok Ukur Dampak 1). Jumlah angkatan kerja setempat yang diterima di proyek. 2). Tidak terjadi kecemburuan sosial / keresahan masyarakat I setempat terkait dengan kegiatan mobilisasi / penerimaan tene€A l) kerja. 3). Tidak terjadi gangguan kamtibmas dari masyarakdt. c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup t Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk meningkatkan dan memaksimalkan dampak positif kesempatan kerja dan peluc*vg I, berusaha yang teriadi akibat penerimaan tenaga kerja untuk pelaksanaan konstruksi fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - I Batas Sumatera Barat. d. Upaya Pengelolaan Lingkungan I 1). Mengharuskan kepada Kontraktor pelaksana proyek, Suplayer dan Konsultan supervisi untuk memberi prioriias penerimaan tenaga kerja proyek yang berasaldari masyarakat setempat yang l,-'y memenuhi kualifikasi. 2). Memberikan informasi adanya penerimaan tenaga keria meJeJur I 3). Pemerintah Kecamatan atau Desa setempat. Memberi upah gaji tidak kurang dari standar Upah Minimum I Kabupaten Mukomuko yang berlaku saat ini. e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup T Pengelolaan dilakukan di wilayah-wilayah permukiman yang dilalui oleh ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Biiat. I I PT. BLANTICKII{DO A}TEKA ffiofficEgo|Morery 4EFlil&& ,ff&@)drB ii-maaJs*r- v-B I T I trapnranflfrftir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar T t. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilaksanakan pada saat penerimaan tenaga kerja t sebelurn pekerjaan konstruksi fisik dimulai. g. I lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana : Kontraklor/SubKontraktor) 2) Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provinsi I 3) Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga den T Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu I -) dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan I Kabupaten Mukomuko Timbulnya Kecemburuan Sosial I a. Sumber Dampak Mobilisasi Tenaga Kerja / penerimaan tenaga ke{a urfruk I pelaksanaan konstruksi fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. I b. Tolok Ukur Dampak Sebagai tolok ukur dampak adalah jumlah anggota masyarakat setempat yang ingin bekeria pada proyek ini namun tidak dalat T memanfaatkan kesempatan kerja yang ada, dan juga kesempatan I,.. kontraktor lokal atau badan usaha berupa koperasi yang tid6k dib6il kesempatan untuk berkolaborasi dengan kontraktor pelaksana. I c. Tujuan Pengelofaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, I meminimalisasi dan mengendalikan dampak negatif kecemburuan sosial yang terjadi akibat mobilisasi tenaga kerja untuk pelaksanaan I - konstruksi fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko Batas Sumatera Barat serta pengoperasian jalan tersebut. I I PT. BLANTICKII\DO ANEKA :,H.##i!- ^"*" hesb v -'M I I I f,,aporcnfl(,frir UKL - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan 1). Mengharuskan kepada Kontraktor pelaksana proyek, Suplayer I dan Konsultan supervisi untuk memberi prioritas penerirnaan tenaga kerja proyek yang berasaldari rnasyarakat setempat yang mem6nuhi kuilifikA3l. T 2). Memberikan informasi adanya penerimaan tenaga kerja melalui Pemerintah Kecamatan atau Desa setempat. I 3). Melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kesemqatan kerja yang ditimbulkan sangat terbatas. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan di wilayah-wilayah permukiman/desa yang I dilakuioleh ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. l) t. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilaksanakan pada saat penerimaan tenaga kerja sebelum pekerjaan konstruksi fisik dimulai. I g, Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1) 2) Pelaksana Pengawas : Kontraktor/SubKontraktor Konsultan Supervisi dan P2JN ProH'rnsr I Bengkulu 3) Pdherima Laporan : Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi Beng*ulu dan t ) Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko I 4. Terganggunya Kesehatan illasyarakat t a. Sumber Dampak Terganggunya kesehatan masyarakat merupakan dampak turunen dari menurunnya kualitas udara, meningkatnya kebisingan I dan menurunnya kualitas air permukaan dan air tanah atiau dampak tak langsung akibat dari mobilisasi alat berat dan material, pemebrsihan t lahan, pekerjaan tanah, pekerjaan perkerasan jalan pengoperasian base camp.. serta I PT. BLANTICKINDOANEKA ffiofficwogffioffitFrts ,&@)wg ^W\utux-l@l'a&s v -2s I t f,,apnranflfrfrir T - UKI - UPL Ruas Jalan Mukomuko Batas Sumbar I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak adalah keluhan masyarakat berkaitan I dengan meningkatnya gangguan pernafasan dan iritasi mata aklbat meningkatnya debu di udara, gangguan kenyamanan akibat I meningkatnya kebisingan. Selain itu kesulitan mendapatkah 6ii b6riih akibat dari menurunnya kualitas air permukaan dan air tanah yang digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih untuk tumah I tangga. c. I Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimalisasi dan mengendalikan dampak negatif terganggunya I kesehatan masyarakat yang terjadi akibat mobilisasi alat b€rat, pengangkutan material , pembersihan lahan, pekerjaan tanah serta l') pengoperasian base mmp dalam pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat Peningkatan Ruas - Batas Sumatera Barat. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Dengan mengelola dampak primemya yaitu menurunnya kualitas udara, meningkatnya kebisingan dan menurunya kualifas air permukaan dan air tanah. I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan proyek terutama yang berdekatan dengan permukiman, f*lrpaf di lokasi tapak I) ibadah dan bangunan sekolah serta aliran sungai yang dekat dengan kegiatan. t f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu selama I komponen kegiatan mobilisasi alat-alat berat dan pembersihan lahan, pekerjaan tanah, pekerjaan perkerasan jalan mata'ial, seria pengoperasian base camp iengah berlangsung. I g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Konkaktor) t PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffio&'*o@o@M 4FF4e/'hxGx@aabtu t&@tWP v -zrt I T I f,aporanflfr,fiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknk Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup KabupatEh I Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Dinas Perhubungan Provinsi Berr€krJr dan Kabupaten Mukomuko I Menurunnya Sanitasi Lingkungan a. Sumber Dampak I Sebagai sumber dampak adalah pengoperasian base camp yang terdiri dari kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak adalah jumlah sampah non 83 yang I ditimbulkan oleh pengoperasian base camp (kantor proyek, gudan\g dan penginapan karyawan). I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, I meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif menur\lrnrra sanitasi lingkungan yang tefadi akibat pengoperasian base camp I (kantor proyek, gudang dan pengonapan karyawan). l-) d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Melarang karyawan yang membuang sampah pada sembarang tempat. I 2). Menyediakan bak sampah pada setiap ruangan, setelah bak sampah penuh maka sampah yang ada dalam bak tersebui I ditimbun pada tempat penimbunan sampah sementara berupa BIN (Gambar 5.9). Setelah BIN penuh secara periodik 3 hari sekali diangkut ke tempat penimbunan akhir. Sampah yang I disediakan terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu wama merah untuk sampah basah dan wama hitam untuk sampah kering. BIN Jtiga I didesain ada ruangan untuk sampah kering dan ruangan untuk sampah basah. I PT. BLANTICKINDOANEKA ffio@cEgoffioffiw rtif4eekx@h.,6sld wa@)dt& v-n I t I fi,aporanflfriir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I I I t T I ll e. Gambar 5.7 Contoh Bak Sampah dan Bll{ Yang Akan Digunakan L6kasi Pengelolaan Lingkungan Hidup t Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan (kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan). di base I Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu selama I pengoperasian base camp (kantor proyek, gudang dan penglrvaryan karyawan) tengah berlangsung. I g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I) 1). 2). 3). Pelaksana Pengawas Laporan : : : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisidan P2JN Prosnsr Bengkulu t Penerima Satuan Kerja Direktorat Bin6 TCknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten t Mukornuko, Dinas PU Pround Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkirlu dan Kabupaten Mukomuko. t I PT. BLANTICKINDOANEKA tf,*FlHM.bxryh&tu &@]we t{ -2t I I I Eaporcnffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 5.1.3. Tahap Pasca Konstruksi (Operasi) I 5.1.3.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Menurunnya Kualitas Udara I '- a. Sumber Dampak Pengoperasian jalan setelah ditingkatkan akan meningkatkan I kepadatan kendaraan sehingga menimbulkan emisi kendaraan bermotor khususnya CO, NO2, SOz, Pb dan debu, yang gas htrarrg mempengaruhi areal pemukiman penduduk, fasilitas pendidikan cian T tasilitas ibadah yang berada di ruas Jalan Mukomuko - Batias Sumatera Barat. I b. l) Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak menurunya kualitas udara adalah nilai ambang batas dari parameter kualitas udara ambient yang telah di*elrykan dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 (lihat Tabel 5.1. di I depan). t c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, I meminimalisagi dan mengendalikan dampak negatif mer.t/ravqya kualitas udara yang terjadi akibat pengoperasian ruas Jalan Batas Sumatera Barat. Mukomuko - I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup ll Melakukan penanaman pohon mengurangi penyebaran polutan. Agar pohon berfrrngsi sebagai banier maka pohon di sekitar tapak proyek untuk - - pohon tersebtrf dapat pohon tersebut ditanam rapat I dari bawah ke aias. Hal ini dapat dilakukan dengan penanaman tumbuhan jenis tertentu yang berdaun lebat. Jenis vegetasi yang t dapat berfungsi sebagai banier antara lain 1). '. Vegetasi perdu yang ditanam paling dekat dengan perker'aen jalan sebagai banier tingkat satu ; teh-tehan (Acalypha wilkistanan). Tumbuhan ini dapat dibentuk dengan pemangkasan T tertentu. l 2). Vegetasi jenis pohon rendah, sebagai banier tingkat dua yang ditanam dibelakang tumbuhan barrier tingkat satu antara laio .' I PT. BLANTICKIIIDO ANEKA ffio@offiowo@M aW1tuMb@aaJs*b ,#e@tds v -y) I I I trapnranflfrfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I kembang merak (Euphorbiapulcheima), fillisium (Fillicium decipiens), tanjung (Mimusop sp), bungur (Lagerstroemia I 3). spesiosa) Vegetasi jenis pohon tinggi sebagai banier tingkat tiga: Tembesi (Samanea saman) aselm (Tamaindus indica), mahoni (Snietenie I mahagonll dan lain - lain. t Vegetasi ini selain berfungsi mengurangi pencemaran juga berhtngsi meredam kebisingan, memberi rasa sejuk dan menambah keindahan. Jenis vegetasi pelindung lainnya yang dapat digunakan untuk I pengelolaan kualitras udara disajikan pada Tabel 5.4. Secara skematis upaya pengelolaan kualilas udara dengan penanaman jenis vegetrasi I disajikan pada Gambar 5.10. Tabel5.4. l) No. Jenis - Jenis Vegetasi Yang Dapat Digunakan Untuk Pengelolaan Kualitas Udara Nama llmiah Nama Daerah Kefrge t 1 2 3 Acalypha microphylla Aoave ameicana Allamanda cathaftica Teh tehan Aqave america Alamanda - Euohort$arpg4' Agave ceae Apocynaceae 4 Ailisia exelsa Rasamala Hammamelidaceae l, 5 6 Aftemathenficodes Amherstia nobilis Kriminif merah Bunoa ratu Amarantsceae Lequminosae Graminae 7 Axonopus cpmpressus Rumoaut oaitan I I 9 10 Arundinata oumilla Bambusa muftiplex Bambusa vulgaris Bambu oanqkas Bambu cina Bambu iepanq Graminae Graminae Graminae 11 Baninstonia asiatica Keben / butun Myrtaceae I 12 13 Bauhinia purpurea Bougeniella glabra Bunga Kupu-kupu Bouqenvil unou Lequminoceae Niclaqinaceae l) 14 Brownea capitella Bunoa Lampion Leouminoceae 15 Carmona retusa Serut Boraoinaa 16 Cassra biflora Casia qolden Leguminosae 17 Cassia siamea Johar Lequminosae 18 Chlorophvlum bichefti Lili paris tepi daun putih Liliaceae t 19 20 21 C h rysa I id o c arpus /ufescens C le raden d ron tho m so na e Coccos nucifera Palem kunino Nona makan sirih Kelapa Palmae Verbenaceae Palmae Dialium indum Asam Kranii Legumrno€ae I 22 23 Dillenia phipinensis Sempur Dilleniaceae 24 Dunnta reaens Panokas kunino Verbenaceae 25 Duranta vaieoata Teranq bulan Verbenaceae I 26 27 28 Ficus benvamina Ficus alabela Ficus repens Berinoin Ficus qlabela Dollar Moraceae Moraceae Moraceae 29 Glinsidia sepium Gamal Leguminoceae I 30 31 lxora chinesis Ph.vlostachvs sulphu rea Soka kecil Bambu Kuninq Leguminoceae Graminae I PT. BLANTICKINDOANEKA ffiofficE*oEo&M ttcp\utu.bW!'zs*b ,#&fi)tue v-w I I [,aporanflft$b UKt - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I No. 32 Nama llmiah Polvathia lonoifolia Nama Daerah Glodogan tiang Keluma Annonace* 33 Polvathia fraorans Glodogan Annonaceae I 34 35 36 Schima noronhae Shorea ieprosula Sr'atnodea campulata Puspa Meranti Kecerutan Temstroemiaceae Dipterocarpaceae Bignoniaceae I 37 38 39 Swietenia mahagoni Tamarindus indica Thuia ortentalis Mahoni Asam iawa Cemara Kipas Meliaceae Leguminosae Coniferaceae 40 Vinca rosea Tapak dara Apocvnaceae I Sumber : Pedoman AWbat Lalu Lintas Jalan, Gambar 5.8. I Skema Pengetolaan Kualitas Udara dan Kebisingan Terdisoersr &eatmosfir I ) I Pohon Tinsgi . PagarKanailarau 16mlsk Drn#m hata Rambatanhising I Pohen-rendaft I I RUMIJA...... Jenis - jenis tanaman yang disarankan : I Perdu : Teh-tehan, bluntas, pangkas kuning (atau yang lain lihat Tabel 5.1) Pohon rendah : Kembang merak , filisium, angsana, turi, akasia, dll. Pohon tinggi : Tembesi, asam, mahoni, cemara laut, flamboyant. Kiara payung, dll I ) Keteranqan: 1. 2. Ditanam di area yang berdekatan dengan pemukiman penduduk. Penanaman pohon dilakukan dengan menambah kerapatan karena pada sisi jalan I Sudah ada tanaman penghijauan baik dikiri maupun kanan. e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I Lokasi pengelolaan lingkungan untuk meminimasi dampak penurunan kuatitas udara adalah pada ruas jalan yang berdekatan dengan I permukiman, bangunan instansi pemerintah, tempat ibadah dan bangunan sekolah. t I PT. BLANTICKINDOANEKA ffio@oEgo@o@M IAFlflexGx..@h.bsd.b t&(6lwe v-3I I I I Eoporonflfrfrir UKL - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I t. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama setahun sejak I dioperasikan ruas Jalan Mukomuko ditingkatkan. - Batas Sumatera Barat setelah I g, lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JN Pronnei Bengkulu I 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten I Mukomuko, Dinas PU Prouhsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, ) I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I Meningkatnya Kebisingan a. Sumber Dampak l. Pengoperasian jalan yang meningkatkan kepadatan sehingga menimbulkan suara / kendaraan bunyi yang berasal dari suara mesin kendaraan bermotor yang metintas di ruas Jalan Mukomuko - Batas I Sumatera Barat. I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak dampak tingkat kebisingan adalah Keputusan : t ) Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor (Tabel 5.2. didepan). Kep-48/MNLH/11/1996 t c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, t meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif peningkatan kebisingan yang terjadi akibat pengoperasian Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup I Pengelolaan lingkungan dilakukan dengan penanaman vegetasi di sekitar ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat (barb$ I PT. BLANTICKIIIDO ANEKA ffioffio@oMotdM 4tI+Dle&hf,WhJ6*b t&@)are v -32 I I I Laporanfl(,frb UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I sebagaimana pada pengelolaan kualitras udara. Penanaman vegetasi terutama yang berbatasan langsung dengan pemukiman serta area I sensilif seperti fasililas pendidikan dan fasilitas ibadah (ihat Tabel S-5- dan Gambar 5.8). t Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lahan di sekitar tapak proyek yang berbatasan I langsung dengan pemukiman penduduk serta area sensitif scf'e{ti lasilitas pendidikan dan fasilitas ibadah. I Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama setahun sejak I dioperasikan ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat sc*dott lr ditingkatkan. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup 1), Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provtntl Bengkulu I 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bihi TEkhiR, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, t Dinas PU Provinsi BengkuLr dan Kabupaten Mukomuko, Dinas I Perhubungan Provinsi Bengkulu dah Kabupaten Mukomuko. l) I I I T I PT. BLANTICKII\DO ANEKA *offiocsogdoreM tVi.rt 1dtutuxSryi Btaaattue h .r.h 3& v -33 l' I t tapranflf,fiir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Jenis Tabel5.5. - Jenis VegetasiYang Dapat Digunakan Untuk Pengelolaan Kebisingan I Volume Jarak dari Ke{inggian Nama llmiah t a,i-tr.,--- Rtr-ntuksi I No Nama Daerah pengukuran daun (m') (m) (m) ketillsr@l) 1. Acaiamangfun Akasia 114,39 30,20 4,00 qI manoium I 2. 3. Bambosasp. Cxiasiamea Barbu odnooodani Jdrar 12'03 @,74 16,40 9,80 2,54 1.20 4,9 o3 4. Dunntrerens Anak nakal 1.68 9,80 1.20 0,8 t 5. 6. 7. lxoniannia llewa so Helilnnia sp. Soka Kekaretan Sebe 1,350 1.105 1.792 11.20 4,60 3.20 1.20 1.20 1.20 0,9 0,9 3,4 I 8. Vermenia obtusifolia Likuan-Yu isingan Akibat Lalu Untas Jalan, 20M DPU Kebisingan 2,4U 8,20 1,20 2,3 ) I 5.1.3.2. Komponen Soskbud-Kesmas 1. Meningkatnya Gangguan Keeelamatan dan Rawan Kecelakaan I Lalu Lintas a. Sumber Dampak I Sumber dampak adalah pengopersian Jalan Mukomuko Sumatera Barat (dengan tingkat pelayanan jalan yang sudah baik), - Batas yang akan membawa kecenderungan pengguna jalan memacu I kendaraannya dengan kecepatan lebih tinggi. b. I Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak adalah meningkatnya ftekwensi atau angka kecelakaan pada tahap pasca konstruksi akibat para penggunajalan l.) memacu kendaraannya tedalu tinggi. I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif ter@irya I kecelakaan. t d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Pengelolaan lingkungan dilakukan dengan pemasangan rambu I lalu-lintas (rambu peringatan adanya lokasi sekolah, ,badah slan I PT. BLAIITICKINDO AIIEKA ffioffioe*o@o@M td.tp \U b.Xe XW f&16)tuie h .b Sb v-y t I I fi,aporonflfr,ftir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I pemukiman penduduk) dan rambu pengurangan kecepatan. Rencana pemasangan rambu dapat dilihat dalam lampiran. I 2). Pembuatan zebra cross untuk para penyeberang ialan, khususnya pada tempat yang ramai seperti pasar dan bangunan t sekolah. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup I Lokasi pengelolaan lingkungan hidup adalah kawasan pemukiman dengan padat penduduk, fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadaEr yeng I merupakan lokasi pengelolaan dampak rawan kecelakaan: Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup t Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat dioperasikan. I -) Institusi Pengeloiaan Lingkungan Hidup 1), Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2'). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan : Satuan Keria Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor I Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas I Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomukd. I I Terganggunya Lalu Lintas a. Sumber Dampak I Pemeliharaan jalan yang berakibat terganggunya lalu lintas pengguna ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. trag4 t b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak adalah tingkat gangguan perjalanan yang I dirasakan oleh para pengguna jalan sebagai akibat peryldJh,araar\ jalan. T I PT. BLANTICKII{DO ANEKA MofficHoffioffiM 4F 4ruAbxEi@lEJ&* t+tu@jtue v -35 I I I tapnranflfrfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, I meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif terganggunya laLu lintas. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 1). Menerapkan traffic management dalam pelaksanaan proyek. I 2'). Pemasangan rambu lalu lintas sementara terkait keberadaan proyek. dcn'g"fi't I e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan dilakukan pada lokasi sebelum dilakukan I pemeliharaan jalan dan pada jalur pengangkutan material. I ) f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan selama pekerjaan pemeliharaan ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat T berlangsung. l, g. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidult 1), Pelaksana : Kontraktor/SubKontraktor) I 2). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provinsi Bengkulu 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten l) Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dnas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan T Kabupaten Mukomukd. 3. Terganggunya Kesehatan Masyarakat T a. Sumber Dampak t Terganggunya kesehatan masyarakat sekitar terjadi sebagai dznrfnk turunan dari menurunnya kualitas udara dan meningkatnya kebisingan atau sebagai dampak tak langsung akibat dari pengoperasian jalan. T I PT. BLANTICKTNDOANEKA t4r\utu.r-l@laJesd.b v -K; W&@)tute I t T f,,oporanflfftk UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I b. Tolok Ukur Dampak Tolok ukur dampak adalah keluhan masyarakat berkaitan dengan I meningkatnya gangguan pemafasan dan iritasi mata ?kibat meningkatnya debu di udara, gangguan kenyamanan akibat I meningkatny6 kdbiSingAtl. c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup I Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mencegah, meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif terganggunrya I kesehatan masyarakat yang terjadi akibat pengoperasian Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat setelah dilakukan peningkStin. I d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Cukup dengan mengelola dampak primemya yaitu menurunnya I,) kualitas udara dan meningkatnya kebisingan. e. t Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan di area tapak proyek terutama yang berdekatan dengan kawasan permukiman, tempat I ibadah dan bangunan sekolah. I f. Periode Pengelolaan Lingkungan HidUp Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara kontinyu selama ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat dioperasikan. I g. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup I:) 1), 2\ Pelaksana Pengawas : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provlasr Bengkulu I 3). PBnerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga dan t Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi BengrkuJu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas I Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko t I PT. BLANTICKIhIDO ANEKA MOfficdsoMo@M TBP4BM-Xei@hJr'*b ,+na{@)tue v-w I I I [,apomnflftfir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t 5.2. PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 5.2.1. Tahap Pra Konstruksi I Tidak ada 5.2.2. TahapKonstruksi I 5.2.2.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Menurunnya Kualitas Udara a. Jenis DampakYang Dipantau T Jenis dampak yang dipantau adalah menurunnya kualitas udara karena meningkatnya kandungan debu, Timbal (Pb) dan $aS I pencemar (SOz, NOz dan CO) di udara. I Sumber Dampak 1). Mobilisasialat berat dan material I' ) 2). 3). 4). Pembersihan lahan Peke{aan tanah (gali dan timbun) Pekerjaan perkerasan jalan I Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui T sejauh mana keberhasilan dan effektivitas pengelolaan ling*a4gen penurunan kualitas udara akibat mobilisasi alat berat dan material, I pembersihan lahan, pekerjaan tanah serta pekerjaan perkerasan jalan. I Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau I ,) Parameter lingkungann hidup yang dipantau adalah kandungan debu, Timbal (Pb) dan gas pencemar di udara seperti SOz, NO2 dan CO. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data sarpd t Pengumpulan data ditakukan dengan cara pengambilan di lapangan, selanjutnya dilakukan analisis iingkungan hidup. di laboratorium t Analisis data dilakukan dengan metode perbandingan antara hasil pemantauan dengan baku mutu yang telah ditetapkan I (Tabel5.1. didepan). Metode analisis, peralatan yang digunakan diperlihatkan Tabel 5.6. I PT. BLANTICKINDOANEKA ffiofficEcowo@Elw 4 tFFlAb.k ,&F)Ns x&r@h.Ms v -38 t T T [,apmonflf,fir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t Tabel5,6. Metode, Peralatan Sampling dan Analisis Kualitas Udara I No Parameter Wakhr Pengu kuran lletode Samplins Jenis Sampling Peralatan Analisis Metode Anafis P:re t l Spdtffi ,| S02 iam Gas deteclion GasSamoler Pararosanilin 2 NOz l jam Gas detec{ion Gas Sampler Analisis Spekbobtometer Salbman co jam Gas deteclion Gas Sampler Non Disperslve NDlRAnalyzer I 3 1 Infra Red (NDIR) 4 Pb l jan Dust detec{ion Dust Sampler Spekbobtometik Spektototo meter b Debu 1 jam Dustdetedion Dust Sampler Gravirnetik Timbang6n analilik T 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup T Lokasi pemantauan kualitas udara dilakukan di 3 titik, yaitu : - Titik satu (Ul) diambildi SDN 06 Desa Pasar Sebelah, titik l.) ini diambil untuk mewakili kualitas udara kautasan pemukiman dan pendidikan pada Ruas Jalan Mukomuko - Bdtas Sumatera Barat, pada peta tergambar dekat Sta- t - 10+000. Titik dua (U2) diambil di Pasar Lubuk Pinang untuk mewakili I kondisi lingkungan di kawasan perdagangan dan pemukiman yang telah banyak kegiatan, pada peta I - tergambar dekat Sta 26+100, Titik tiga (U3) diambil di Pos Polisi untuk mewakili kondisi lingkungan di lokasiyang belum banyak kegiatan, pada peta I tergambar dekat Sta 32+600. Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan I.) Pdfnantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung dengan frelvvensi 6 (enam) bulan sekali. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Pelaksana : Kontraktor/SubKontraktor 2) Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provinsi T Bengkulu 3) Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten I Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, t PT. BLANTICKINDOANEKA No rt*Fldexex@h.,s$b t#a@ldr& ffic E**o |@o @6$Jm v -39 l' T I tapomrflfrfrh UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko I 2. MeningkatnyaKebisingan I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah tingkat kebisingan terulanra yang t terjadi di b. Sumber Dampak permukiman penduduk. I 1). 2). Mobilisasi alat berat dan material Pembersihan ldhan t 3). 4). Pekerjaan tanah (gali dan timbun) Pekerjaan perkerasan jalan t ) Tujuan Pemantauan Lingkunga Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya penge,thlaart lingkungan peningkatan kebisingan akibat mobilisasi alat-alat berat dan material konstruksi, pemebrsihan lahan, pekerjaan tanah serta I pekerjaan perkerasan jalan. I Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah tingkat kebisingan. t e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data_: Pengumpulan data dilakukan melalaui pengukuran l*ng*at T ) kebisingan di lapangan dengan menggunakan peralatan Sound I Level Meier. Analisis data dilakukan dengan membandingkan antara hasil pengukuran dengan baku mutu menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Kep- I 48lMenLH/11/1996 (Baku mutu kebisingan dapat dil,hat Fvaa Tabel5.3). 2). L0kasl Pemantauan Lingkungan Hidup T - Titik satu (U1) diambil di SDN 06 Desa Pasar Sebelah, titik ini diambil untuk mewakili kualitas udara kawasan t pemukiman dan pendidikan pada Ruas Jalan Mukonuko - I PT.BLANTICKINDOANEKA MoffioMo4.qoffiM tfuluebWEdJistu ,w@)drs v -40 I t T Ldpnrcnflf,fiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Batas Sumatera Barat, pada peta tergambar dekat Sta- 1 0+000. I - Titik dua (U2) diambil di Pasar Lubuk Pinang untuk rnewakiti kondisi lingkungan di kawasan perdagangan dan I - pemukiman yang telah banyak kegiatan, pada peta tergambar dekat Sta 26+100, Titik tiga (U3) diambil di Pos Polisi untuk mewakili kondisi lingkungan difokasiyang befum banyak kegiatan, pada peta T tergambar dekat Sta 32+600. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung dengan frekwensi 3 (tiga) bulan sekali. T t) i. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1) 2\ Pelaksana Pengawas : Kontraktor/SubKontraktor) Konsuhan Supervisi dan P2JN Proyinsi Bengkulu I 3) Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Proyinsi I Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko I Terganggunya aliran air/timbulnya genangan air l-) a. Jenis Dampak Yang Dipantau Terganggunya aliran air atau terjadinya genangan di lokasi proyek dan pemukiman sekitarnya. I b. Sumber Dampak I Sebagai sumber dampak adalah pekerjaan drainase samping yang mengakibatkan tertutupnya saluran / drainase eksisting. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan T I PT. BLANTICKINDOANEKA ffioffio4EoMoffiM r&lEAhx-iryh.bse t+u-@ttus v -41 I I t fi,aponnffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar t lingkungan terganggunya aliran air atau terjadinya genangan air akibat pekerjaan drainase samping. I Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau I Luas dan kedalaman genangan air dan waktu terjadinya genangan air di lokasi proyek dan permukiman penduduk terdekat I Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Meiode Pengumpuian dan Anaiisis Data : Pemantauan ada atau tidaknya genangan dilakukan dengan I peninjauan di lapangan, serta mendapatkan informasi yang berasal dari lingkungan masyarakat. / menampung 2). I LokasiPemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan di lokasi proyek dan area sensitif berupa pemukiman penduduk dan fasilitas umum. I ) 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Pemantauan ditakukan selama masa konstruksi berbngr*mg I f. dengan ftekwensi pada setiap saat ketika turun hujan lebat. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1) 2\ Pelaksana Pengawas : Kontraktor/SubKontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Proxinsi I 3) Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Proyinsi l) Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I 4. PengotoranJalan I a. Jenis Dampak Pengotoran jalan yang terjadi akibat dari ceceran tanah yang iatuh I pada saat pengangkutan dan yang terbawa oleh ban kendaraan proyek pada saat keluar dari area proyek. T I PT. BLANTICKINDOANEKA Rffoffiodso@o 4ry4nM.hrba.EJrt's W@)dro ffi4r'fi v -42 I I T trapwanfl{frir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I b. Sumber Dampak Pengangkutan material (terutama tanah) dan kendaraan yang keluar- I masuk area proyek. Biasanya ban kendaraan yang keluar dari prcryek dalam kondisi kotor (adanya clay yang menempeldi ban kendaraan). I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan jenis dampak pengotoran jalan adalah untuk I mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upa.ra pengelolaan lingkungan dampak pengotoran jalan akibat I pengangkutan material dalam pelaksanaan ftsik Peningkatan RuaS Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat Peningkatan Ruas Jalan I - Mukomuko Batias Sumatera Barat yang telah dilakukan oleh institusi pelaksana pengelolaan lingkungan hidup. |,) d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipaniau 1). Ceceran tanah / lumpur pada jalan eksisting I 2). Kerusakan permukaan jalan Metode Pemantauan Lingkungan Hidup I 1) Pengumpulan dan Analisis Data Melakukan pengamatan langsung : di lapangan dengan &u6rn I 2) parameter tersebut diatas. LdkbsiPemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan terutama di area proyek dan fasilitas t umum di sekitamya (pemukiman penduduk, fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah dan fasilitas perdagangan) l.\ 3) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Waktu pemantauan adalah selama pengangkutan material berlangsung dengan periode pemantauan 1 (satu) minggu sekali. I f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1). 2). Pelaksana Pengawas : : Kontraktor/SubKontraktor) Konsultan Supervisidan P2JN Provinsi I Bengkulu 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Margla dan I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi I PT. BLANTICKINDO AIVEKA ffioffioffioffio@l'Gr'fi rEFltuAi&i@ac.6*b r#a@lw6 v -43 T I T traporonflfrfiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu t dan Kabupaten Mukomuko. Menurunnya Kualitas Air Permukaah T ' b.' Jenis Dimpak Yang Dipaiitau Jenis dampak yang dipantau adalah I kualitas air menurunnya permukaan karena meningkatnya kadar TSS, TDS, BOD, COD, Amonia, Detergent, Minyak dan Lemak serta koliform. I Sumber Dampak t Sebagai sumber dampak adalah pengoperasian pengoperasian base camp (kantor proyek, gudang dan penginapan pembersihan lahan dan pekerjaan tranah (gali dan timbun). karyalren), ) t Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengCd,aan lingkungan menurunnya kualitas air permukaan akibat pengoperasian l. kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. I Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah kandungan TDS, TSS, pH, BOD, COD, DO, Amonia, Deterjen, Minyak dan Lemakeerta I koliform. I) e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data_: Pengambilan sampel air permukaan pada setiap titik Sldfl,rran I dengan menggunakan alal Karemer Water Sampler dan difampung dalam alat penampungan air (ierigen), sehingga untuk I satu kolom air akan diwakili oleh satu jerigen sampel air. Untuk menjaga agar sampel air yang telah diambil tidak terkontaminasi dan rusak selama pengangkutan maka sampel air terselrut T diawetkan sesuai dengan parameter yang dianalisis dan jerigen- jerigen air tersebut dimasukkan dalam Coo/ Box yang beilsi eS. I Parameter-parameter kualitas air yang mudah berubah dan tidak dapat diawetkan seperti pH dan oksigen tedaM (DO) dianalisis I PT. BLANTICKINDOANEKA I&4rtuxex@!4Js$b w(d)noe v-M t I T fi,opnranflffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I di lokasi pada saat pengambilan sampel (in situ). untuk parameter-parameter kulitas air yang lain akan dianalisis di Sedangkan I laboratorium (Ta bel 5. 7. ). S elanjutnya hasil analisis dibarvtwvgkan dengan baku mutu menurut PP 82 Tahun 2001 kualitas air t sungai kelas ll (Lihat Tabcl 5.3). , ". Tabel 5.7. Metode Analisis Kualitas Air Permukaan - ,' I I Parameter Yanq Diulur Renbng Satnn Teknik Penguinn SpesituHHe Pan& I Amonium 5{0/50 msa Kolomelri derEn Nessler sNr19165-1989 0,005{,25 mg/L Koluimefi dengan perak dielil sNr 1$2601-1992 ditiokarbamat BOD mg/L lnkubasi pada tempenatur 20 o C, sNl0G2s03-1sx I coD Oksigen tedann 5.50 mg/L mg/L 5 had Refluks secara tertutup Tibimeti sNl 0s2504-1991 sNr 06-2424-1996 I pH sNr0e1140-1989 .) Kolilinja 1-14 zu-tru Kotont/ Safuan oH JmUlfl)mL ElektromeEi Saringan membran sNr19395&1995 100m1 Kolitotal Jmulfi)rnL Tabung fermentasi sNt19415S1Qn6 I TDS TSS Deterjm 0,01-2 mg/t mg/l- ps/r Graimetd Gravimetd Spektofotomebi dengan biru metilna sNl 0&1136-1989 sNt 0F1135-1989 sNr 0s2476-1991 sNt 0s4159-1996 t, Minyak dan 1-50 mS/L Ekslraksi dengan Petroleumeler Lemak Sumher Data: Keputusan Mentai Nqara Ungfungn Hidup RI Nonw 37 Tilun 2003 tentang Metode Analha Ktalitas Air Permukam dan Pengambilan Sampel Air Pernukaan I 2\, Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Mengingat lokasistudi merupakan satu DAS, yaitu DAS Selagan, I maka pemantauan dilakukan pada Sungai yang terdekat dengan base camp 1 titik dan 1 titik lagi pada bagian hilir Sungai Anak I.) 3). Selagan. Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung I dengan frekwensi6 (enam) bulan sekali. I t. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) : t 2). 3). Pengawas Pdnerima Laporan : Konsultan Supervisidan P2JN Proylnsi Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten I PT. BLANTICKIhIDO ANEKA ffiofficEtro@o&M l&lCMkXdtt-h.,j*S ,*@)w& v -45 I I t Aaporanflfrfiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. .J Menurunnya Kualitas Air Tanah a. l' Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah menurunnya kualitas atr tanah karena meningkatnya kadar Amonia, Detergeni, Minyak dan Lemak I serta koliiorm total. b. I Sumber Dampak Sebagai sumber dampak adalah pengoperasian base camp berupa l) c. kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. Tuiuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan menurunnya kualitas air tanah akibat pengoperaeran T" kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah kandungan Amonia, Detergent, Minyak dan Lemak serta koliform total. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup T.; 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data: Pengambilan sampel air tanah pada setiap titjk dilakukan dengan I menggunakan alat Karemer Water Sampler dan ditampung dalam alat penampungan air (erigen), sehingga untuk satu kolom air akan diwakili oleh satu jerigen sampel air. Untuk I menjaga agar sampel air yang telah diambil tidak terkontaminasi dan rusak selama pengangkutan maka sampel air tersebut t diawetkan sesuai dengan parameter yang dianalisis dan jerigen- jerigen air tersebut dimasukkan dalam Cool Box yang berisi es. Parameter-parameter kualitas air yang mudah berubah dan tidak I dapat diawetkan seperti pH dan temperatur dianalisis di lokasi pada saat pengambilan sampel (in situ). Sedangkan untuk I PT. BLANTICKIhIDO ANEKA ^#offioffio@oI8M 4r'F1dMtuWhJeSb r#ag)dp v -46 I I t Lapmonflfrfrir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I parameter-parameter kulitas air yang lain akan dianalisis laboratorium (Iabel 5.7.). Selanjutnya hasil analisis dibandingkan di I dengan baku mutu rnenurut PP srngai kelas | (Lihat Tabel 5.3). 82 Tahun 2001 kualitas air I Tabel 5:8. liletode Analisis.Kualitas Air Tanah I Yano Diukur Amonium OH Parameter Rentang ffi0i50 1-14 Safuan mq/L Teknik Pengujian Kolomebi denqn Nessler Elekbomebi Spesifikasl Hetoda Pengufian sN]19.165$1989 sNt0F114&1989 I Kolitotal TDS Detergen 0,01-2 JmU100 mL nu/l- pdL Tabuno fermentasi Gravimebi Spekbfotornebi dengan biru sN119415&1995 sNl 06-113/S,1gtO sNt0&247&1991 I metilna Minyak dan t-50 Eksbaksi dengan mgn- sNt0&415$1996 Lemak Peboleumeter l) Data: Keputuvn Menteri Nqan Ungkungan Hidup Rl Nunor 37 Tahun Analisis Kualitas Air Permukaan dan Pengambilan Sampel Nr Permukaan 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup I Sungai yang terdekat dengan base camp yang meliputi kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan sebelah httlu sebanyak 1 titik. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung I dengan ftekwensi 6 (enam) bulan sekali. t. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1). Pelaksana 2). Pengawas : : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisidan P2JN Proi'nei t:, 3). Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan t Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Frupnsi I Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi BengkUlu I dan Kabupaten Mukomuko. T I PT. BLANTICKIIIDO ANEKA ffioffic r&@)D.rE E*owo tYfr1dtu.x-wbJs*b ffirrrrt r{ -47 I I I taporanflfrfrir ,- I 7. Gangguan Kestabilan Lereng/Longsoran Tebing Jalan a. Jenis Dampak Yang DiPantau I Jenis dampak yang dipantau adalah terjadinya longsoran Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. di ruas t b. Sumber Dampak Sumber dampak tedadinya gangguan kestabilan lereng atau I longsoran tebing jalan adalah pekerjaan tanah dengan penggelran tebing jalan untuk pelebaran jalan pada kegiatan fisik peningkatan I jalan ruas Mukomuko - Batas Sumat6ii Baiat. c. I Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan jenis dampak gangguan kestabilan lereng atau longsoran tebing jalan adalah untuk mengetahui sejauh mana I ) keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan gangguan kestabilan lereng atau longsoran tebing jalan akibat kegiatan fi$ik I Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat yang telah dilakukan. T d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau 1). Adanya material runtuhan pada jalan eksisting I 2'r. Teriadi amblesan pada sisi badan jalan 3). Adanya tanda-tanda sebelum terjadi longsoran yaitu adanya jalur sesar yang diiandaiciengan baiuan yang mengalami reiak-retak, I mata air yang keluar dari tebing jalan, retakan panjang tebing yang sejajar dengan jurus (sfrike) lereng tebing' di atas I I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1) I PengumPulan dan Analisis Data : Melakukan pengamatan dan pengukuran langsung di tapan'gan dengan acuan parameter tersebut di atas. Data yang terkumpul I 2') dianalisis secara tabulasi. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : di area proyek peningkatan Jalan I Pemantauan dilakukan Mukomuko - Batas Sumatera Barat khususnya pada lakasi pemotongan tebing/bukit dan penimbunan untuk pelebaran I perkerasan badan jalan, yaitu Sta-29+000 sampai Sta-33+200. I PT. BLANTICKINDOANEKA #owoffio@.lffidffi ttfl4bM.xex@h.lrD$D t*u4@)ws v -48 I I t trapmanfl.Qftb UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar - I 3) Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan : Waktu pemantauan adalah selama pekeriaaan penggalian tebing t berlangsung dengan periode pemantauan setiap saat pada I waktu turun hujan lebat. I t f. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup ! 1), Pelaksana : Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Pfclirfisi Bengkulu 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direkiorai Bina eknik, I Direktorat Jenderal Bina Marga, dan n Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten I Mukomuko, Dinas PU Provinsi -\ Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I ) '.- Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu I dan Kabupaten Mukomuko. I 5.2.2.2. Komponen Biologi 1. Menurunnya Populasi Flora dan Fauna Darat l. a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah menurunnya populasi llora dan I b. fauna darat Sumber Dampak I Sebagai sumber dampak adalah pembersihan lahan dari vegetasi I penutup dan benda-benda lain yang tidakj digunakan. a I : ) c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui f sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan penurunan populasi flora dan fauna darat. t d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah jenis vegetasi dan I satwa liar yang berada di kiri dan kanan jalan. I t PT. BLANTICKINDO AIYEKA rtiF4nek@hbsb r&@]dre v-49 I I t .Caporcnfl.ft$ir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I Pengumpulan data dilakukan dengan cara menghitung ienis dan jumlah pohon yang terkena pembersihan lahan. Data yang I didapat dianalisis secara tabulasi dan dibandingklan d6ngin ronA lingkungan hiduP'awal, 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup: I Pemantauan dilakukan Batas Sumatera Barat di sepanjang ruas Jalan Mukomuko - t 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung dengan fiekwensi pada setiap 6 (enam) bulan sekali' t t. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup ) I 1), Pelaksana 2\. Pengawas : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Prout"tsi I Bengkulu 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU ProYrnsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I Terganggunya Kehidupan Biota Perairan I., a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah terganggunya kehidupan hiota perairan khususnya ikan (neKon). I b. Sumber Dampak I Sebagai sumber dampak merupakan dampak turunan dari rnenurunnya kuafitas air permukaan atau dampak tak langsu'ng dari pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan- I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana kebefiasilan dan efektivitas upaya pengelo{aan I PT. BLANTICKINDOANEKA n*so@OE*o@oreM eWlu&x-ll@hJMse t#@)Wg v-50 I t I trapnanflfrfiir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I lingkungan terganggunya kehidupan biota perairan akibat tak langsung dari pengoperasian kantor proyek, gudang dan penginapan I karyawan. d. I Parameter Lingkungan Hidup Yang DipantiU Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah jenis ikan yang berada di sungai yang terkena dampak. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup v 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data Pengumpulan : data dilakukan melalui wawancara dagun I penduduk setempat yang biasa menangkap ikan di sungai. Hasil wawanxara dianalisis secara tabulasi dan dibandingklan dengan rona lingkungan hidup awal. l.) 2). Lokasi Pemantiauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan di Sungai Air Maniunto 1 titik dan St Dgtai I 3). Anak Selagan I litik. Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Pemantauan dilakukan selama masa konstruksi berlangsung l. dengan fiekwensi pada setiap 6 (enam) bulan sekali. t. I Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1), Pelaksana : Kontraktor/SubKontraktor) 2). Pengawas : Konsultan Supervisi dan P2JN Pronnsi I 3). Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, I -., Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provrnsi I Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi BengkulU I dan Kabupaten Mukomuko. T I t PT. BLANTICKINDO AI\IEKA ffioffiotsso@5@M rbldMh@l.e.b5e f+kt6ttu?a v-51 t' I I Lrponnflft$ir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 5.2.2.3. Kom ponen Sosekbud-kesmas 1. Terganggunya Lalu Lintas dan Rusaknya Jalan I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipanrau adalah terganggunya lalu lintas dan I rusaknya jalan di ruas Jalan Mukomuko jaringan jalan sekitar. - Batas Sumatera Barat dan I b. SUinber Dampak 1) Mobilisasialat berat dan material 2) Pekerjaan perkerasan jalan T 3) Pekeriaanpemasangan sarana pelengkapdan penunjangt I -\ Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui -'J sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan T lingkungan terganggunya lalu lintas akibat mobilisasi alat berat dan material, pekerjaan perkerasan jalan serta pekerjaan pemasangan I sarana pelengkap dan penunjang. I Parameter Lingkungan Hidup Yang DipantaU Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah peristiwa terjadinya gangguan lalu lintas dan panjang ruas jalan yang rusak. t e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : J Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan dengan parameter peristiwa terjadinya gangguan lalu l,r lintiS dan panjang ruas jalan yang rusak. Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. I 2). LokasiPemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan pada ruas jalan yang sedang dil.akukan pekerjaan perkerasan dan jalur pengangkutan material. t 3). Jangka Wakfu dan Frekuensi pemantauan : Jangka waktu pemantauan dilakukan selama kegiatan konstruksi I bedangsung dengan frekwensi setiap saat jika diperlukan. f. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1), Pelaksana : Kontraktor/SubKontraktor) I PT. BLANTICKINDO AIIEKA ffioffic@ Iti44eercr@hJsS ,&@td4 @M \{ -5?, I ! I taporanflftfir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja DirektoratBina Teknk, Direktorat Jenderal Bina Marga dan l, Kantor Lingkungan Hidup KabupatEF Mukomuko,. Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Dinas Perhubungan Provinsi Aen€Filu dan Kabupaten Mukomuko. I 2. Timbulnya Kesempatan Keria dan Peluang Berusaha a. Jenis DampakYang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah timbulnya kesempatan kerF trdn I) peluang berusaha yang diperoleh penduduk setempat dengan adanya mobilisasi tenaga ke{a pada kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. I b. Sumber Dampak Sumber dampak teriadinya kesempatan kerja dan peluang berusaha adalah mobilisasi/penerimaan tenaga kerja untuk pelaksanaan fislk t, Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. l c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui t sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya penga,lhraart lingkungan kesempatan keda dan peluang berusaha akibat mobilisasi l:, tenaga keda untuk pelaksanaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau 1 Jumlah tenaga kerja dari penduduk setempat yang diterima / terserap I oleh proyek dan usahawan lokal yang dapat memanfaatkan peiuang berusaha terkait dengan proyek peningkatan ruas Jalan Mukomuko Batas Sumatera Barat. - I I T PT. BLANTICKINDOANEKA v -53 ^#officffio@offiry IFFId&rEiryh&s& t&@)tu6 t t I Lapranflf,,fir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I Data dikumpulkan melalui pencatatan jumlah tenaga keria yen'S terdapat di proyek dan jumlah tenaga kerja dan usahawan yang berasal dari masyarakat setempat. Data yang t6ikumpul a dianalisis secara tabulasi. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : I Pemantauan dilakukan pada desa-desa yang dilalui oleh ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : Jangka wakfu pemantauan kesempatan kerja dan peluang berusaha dilakukan selama pekeriaan fisik Peningkatan Ruas I Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat berlangsung den€Art l) fiekuensipemantauan dilakukan 6 bulan sekali. f. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup l 1), 2). Pelaksana Pengawas : : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Prormet Bengkulu 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja DirektoratBina Teknllt, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten I Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. t 3. Timbulnya Kecemburuan Sosial a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah timbulnya kecemburuan sosial bagi tenaga keda setempat yang tidak dapat memanfaatkan I kesemapatan kerja yang terjadi. b. Sumber Dampak I Sumber dampak terjadinya kesempatan kerja dan peluang berusaha adalah mobilisasi tenaga kerja untuk pelaksanaan fisik Pentrgkafan J Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. I BT. BLANTICKINDOANEKA ffioffioHoHoffiM trF4uMxeid.'oh.b*b ,&@)we v-g T I I trapnranfl{fii UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I c. Tuiuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungcn kecemburuan sosial akibat mobilisasi tenaga kerja untuk I pelaksanaan Sumatera Barat. fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Bata6 I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Jumlah tenaga kerja dari penduduk setempat yang tidak diterima / I terserap dan para usahawan (koperasi atau kontraktor lokal) oleh proyek dan bersikap cemburu. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup l) 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data: Datra dikumpulkan melalui wawancara dengan penduduk setempat terutama angkatan keria. Selanjutnya data yang t 2). terkumpul dianalisis secara tabulasi. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan pada desadesa yang dilalui oleh ruas t 3). Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantrauan : Jangka waktu pemantauan kecemburuan sosial dilakukan T selama pekerjaan fisik Peningkatan Ruas Jalan Mukomx*o - Batas Sumatera Barat berlangsung dengan frekuensi I pemantauan dilakukan 6 bulan sekali. t) t. InstitusiPemantauanLingkunganHidup 1), 2). Pelaksana Pengawas : : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Pronnrsi I 3). Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, I Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi I Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulti I dan Kabupaten Mukomuko. I PT. BLANTICKINDOANEKA ffiofficBowo@M TFF4AAhex@hJldgb r#a(d)turu v -5s t I I [,apnranflfrfrk UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 4. Terganggunya Kesehatan Masyarakat a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah terganggunya kesdrralan masyarakat berupa terganggunya pernafasan, terjadinya iritasi mata t cian terganggunya kenyamanan serta kesuiitan mendapatkan air bersih. I b. Sumber Dampak Terganggunya kesehatan masyarakat merupakan dampak turunan I dari menurunnya kualiias udara, meningkainya kebisingan menurunnya kualitas air permukaan atau dampak tak langsung dari dan mobilisasi alat berat dan material konstruksi, pekerjaan perkerasan I jalan, pengoperasian base camp yang meliputi kantor proyek, gttdeng dan penginapan karyawan. l') c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pen'lph*aan lingkungan hidup kesehatan masyarakat yang telah dilakukan. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah keluhan t masyarakat atas terganggunya pernafasan, iritasi mata, kenyarmenan dan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup l) 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung di : rnelakukan lapangan serta wawancara dengan I masyarakat setempat menggunakan kuisionei. Selain itu mengevaluasi surat aduan dari masyarakat. Selanjutnya Data I 2). yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan pada permukiman penduduk yang dilalui I 3). oleh ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Bardt. Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan : I Jangka waktu pemantauan dilakukan selama kegiatan konstruksi berlangsung dengan fekwensi setiap 3 bulan sekali. I {a PT. BLANTICKINDOANEKA trfrlBebwhJb9b t&m)dre \r-56 t I t fr,aprarffiir UKL - UPt Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I f. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1), Pelaksana : Kontraktor/SubKontraktor) I 2). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Pronnei Bengkulu I 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja DirektoratBina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga dan T Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi I Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu I dan Kabupaten Mukomuko. l) Menurunnya Sanitasi Lingkungan a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah menurunnya sanitasi lingkungan I akibat tefadinya sampah domestik atau non 83. I b. Sumber Dampak Sumber dampak menurunnya sanitasi lingkungan sebagai akibat dari sampah domestik atau non 83 yang timbul dari pengoperasian kantor I proyek, gudang dan penginapan karyawan t c. Tuiuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui lr sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya p€ngte'lalaan lingkungan sanitasi lingkungan yang telah dilakukan. I Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah jumlah sampah I domestik dan penanganan sampah domestik yang terjadi. e. Metode Pemaniauan Lingkungan Hidup I 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan I langsung di lapangan serta wawancara dengan masyarakal I PT. BLANTICKINDO AIVEKA '.sOffio|x*oEoffiM IttttH/'bxcr@la',s* t*tu(otlds v -57 I I I taponni.ffik UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I setempat dengan menggunakan kuisioner. Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan pada base camp yang meliputi kantor proyek, gudang dan penginapan karyawan serta TPS. I I 3). Jangka Wakfu dan Frekuensi pemantauan : Jangka waktu pemantauan ditakukan selama kegiatan konstruksi I berlangsung dengan fekwensi setiap hari sekali. f. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1), 2). Pelaksana Pengawas : .',' Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi l I 3). Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Keria Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga dah I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi t Bengkulu dan Kabupaten Mukornr*o, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuk6. I 5.2.3. Tahap Pasca Konstruksi (Operasi) I 5.2.3.1. Komponen Fisik-Kimia 1. Menurunnya Kualitas Udara I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah menurunnya kualitas udara I akibat dari meningkatnya kadar debu, timbal dan gas pencemar (SO2, NOz dan CO). I b. Sumber Dampdk Pengoperasian jalan yang meningkatkan kepadalan kendaraan I sehingga menimbulkan emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya CO, NOz, SO2, Pb dan debu, yang mempengaruhi areat pemukiman penduduk, fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadah yang I berada di koridor Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Ba'rat. I PT. BLANTICKII\DO ANEKA ffioffioEgo@0l*M 4&ldexG ,#&@twg i&rdsh.re$b v-58 I I I trapnronffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh mana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan menurunnya kualitas udara yang telah dilakukan. I I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah kandungan debu, I timbaldan gas pencemar (SO2, NOz dan CO) di udara. e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup I 1) Metode Pengumpulan dan Analisis Data : Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan sampel t I di lapangan, selanjutnya dilakukan analisis lingkungan hidup. di laboratorwrn Analisis data dilakukan dengan metode perbandingan antai€ I hasit pemantauan dengan baku mutu yang telah ditetapkan (Tabel 5.1. di depan). Metode analisis, peralatan yang digunakan I 2). diperlihatkan Tabel 5.6. di depan. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Di sepanjang ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat I sebanyak 3 lokasi yaitu SDN 06 Desa Pasar Sebelah (Sta- 10+000), depan Pasar Lubuk Pinang (Sta-26+100), dan Pos I 3). Pofisi(Sta 32+600). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Pemantauan dilakukan selama ruas Jalan Mukomuko - I Batas Sumatera Barat dioperasikan dengan frekwensi 6 (enam) bulan sekali. t t. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1), : I Pelaksana 2\. Pengawas Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu I 3). Penerima Laporan : Saiuan Kerja Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga dan t Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu t I PT. BLANTICKIIYDOANEKA 4b4&A&kr@l4Jetub r&@ttue v-59 I I T taporanffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko * Batas Sumbar I dan KabuPaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan I Kabupaten Mukomuko. 2, Meningkatnya Kebisingan I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah meningkatnya kebisinagn akibat I meningkatnya kepadatan kendaraan menanjak. serta kondisi jalan yang T b. Sumber Darnpak Pengoperasianjalan yang meningkatkan kepadatan kendaraan I sehingga meningkatnya kebisinagn yang mempengaruhi areal pemukiman penduduk, fasilitias pendidikan dan ibadah yang berada di t ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barut. c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan peningkatan kebisingan adalah untuk mengetahui sejauh mana kebefiasifan dan efektivitas WaYa pengelolaan lingkungan meningkatnya kebisingan akibat T Batas Sumatera Barat. pengoperasian Jalan Mukomuko - I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah tingkat kebisingan. t e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup l ..; 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data Pengumpulan : data dilakukan dengan pengukuran ti*gkat kebisingan di lapangan dengan menggunakan peralatan Sound I Level Meter. Analisis data dilakukan dengan perbandingan antara hasil yang pengukuran dengan baku mutu metode t sesuai Kepulusan Menteri Negara Lingkungan Hidup 48/MNLH/11/1996 (Tabel 5.2. di depan). No. 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup I Di sepanjang ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat sebanyak 3 lokasi yaitu SDN 06 Desa Pasar Sebelah (Sta- I 10+000), depan Pasar Lubuk Pinang (Sta-26+100), dan Pos Polisi(sta 32+600). t PT. BLANTICKII{DO ANEKA ffioffio6* I&4UA&ex.@aa.t'*sb r&@ttua v -60 I t I Eapnranffiir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Pemantauan dilakukan selama ruas Jalan Mukomuko - Batas I Sumatera Barat dioperasikan dengan frekwensi sekali. 3 (tiga) butan I f. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1), Pelaksana : Kontraktor/SubKontraktor) I 2). Pengawas : Konsultan Supervisidan P2JN Provlnsi Bengkulu 3). I Penerima Laporan: Safuan Keria Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, I Dinas PU Provinsi Bengkulu lGbupaten Mukomuko, dan Dinas t) Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. I 5.2.3.2. Komponen Sosekbudkesmas 1. Gangguan Keselamatan dan Rawan Kecelakaan Lalu Lintas I a. Jenis DampakYang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah meningkatnya kecelakaan lalu I lintas akibat dari rawan kecelakaan. b. Sumber Dampak I Sumber dampak adalah pengopersian Jalan Mukomuko Batas Sumatera Barat (dengan tingkat pelayanan ialan yang lebth bark)' - l.l yang akan membawa kecenderungan pengguna jalan memacu K6hdaraannya dengan kecepatan lebih tinggi. I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan jenis dampak adalah untuk mengetahui sejauh I mana keefiektifan pengelolaan yang telah dilakukan dabm menangani dampak meningkatnya kecelakaan lalu lintas. I d. Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah tingkat dan I kefatalan korloan kejadian kecelakaan lalu lintas . T FTi E PT. BLANTICKINDO ANEKA ffioffioffio@c#Grw v-5t =- f E , abalB&kx@h.,l** l--a t$a@tfre I I I L,opuoni.frfrir UKt - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan di T lapangan dengan parameter tersebut di atas. Analisis data dilakukan dengan metode perbandingan antara hasil p6ncit6tih I kejadian pada saat periode pemantauan dengan periode sebelumnya I 2). Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Pemantauan dilaksanakan : di lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan, antara lain: di depan lokasi fasilitas umum T (pendidikan, ibadah, perdagangan/pasar) dan tikungan tajam. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan : I Jangka waktu pemantauan dilakukan selama Ruas Jalan Mukomuko - Balas Sumatera Barat dioperasikan, dengan t) f. fekuensi setiap saat ketika diperlukai'i. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup I 1), Pelaksana 2). Pengawas : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provi.nsi I 3). Penerima Laporan : Bengkulu Satuan Kerja Direktorat Bina TekniR, Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu I dan Kabupaten Mukomuko, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan l; 2. Gangguan Lalu Lintas Kabupaten Mukomuko. I a. Jenis Dampak Yang Dipantau Jenis dampak yang dipantau adalah terganggunya lalu lintas di ruas I Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat, b. Sumber Dampak I Sebagai sumber dampak adalah pemeliharaan jalan yang berakibat terganggunya lalu lintas bagi pengguna jalan. I t PT. BLANTICKINDO A}TEKA !@lEA&hxdryrh.,Ms t&@)Dua v -61 I I t Laporannfrfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I c. Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui I sejauh rnana keberhasilan dan efektivitas upaya pengelolaan lingkungan terganggunya lalu lintas akibat pemeliharaan jalan. I d, Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah peristiwa l terjadinya gangguan lalu lintas. e. Metode Pemantauan I 1). Lingkungan Hidup Metode Pengumpulan dan Analisis Data : Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan I pengamatan langsung di lapangan dengan adtan pararneter tersebut diatas. Data yang terkumpul dianalisis se@ra tabulasi. l-) 2). Lokasi Pemantiauan Lingkungan Hidup : Pemantauan dilakukan pada ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat yang sedang dilakukan pekerjaan pemeliharaan t jalan dan jalur pengangkutan material. 3). Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan : I Jangka waktu pemantauan dilakukan selama pemeliharaan jalan tengah berlangsung dengan fekwensi setiap saat ketika diperlukan. I f. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup t 1), Pelaksana 2\. Pengawas : Kontraktor/Sub Kontraktor) Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu I ) 3). Penerima Laporan : Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Dinas I Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. t I l PT. BLANTICKINDOANEKA i'*officEUoMo.trGlffi tWldtux--xwh.bsle r*na@tWB v-63 I I t LaporonAfrhir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I 3. Terganggunya Kesehatan Masyarakat a. Jenis Dampak Yang Dipantau I Jenis dampak yang dipantau adalah terganggunya kesehatan masyarakat berupa terganggunya pemafiasan, iritasi mata dan I kenyamanan. Sumber Dampak I Terganggunya kesehatan masyarakat berupa gangguan pernafasan dan iritasi mata merupakan dampak turunan dari menurunnya kualitas t udara, sementara gangguan kenyamanan akibat meningkatnya kebisingan. Atau dampak iak langsung pengoperasian ruas Jalan - Batas Sumatera Barat. I Mukomuko ) Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup I Tujuan pemantauan lingkungan hidup adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efekiivitas upaya pengelolaan lingkungan terganggunya kesehatan masyarakat yang I telah dilakukan. I Parameter Lingkungan Hidup Yang Dipantau Parameter lingkungan hidup yang dipantau adalah keluhan I masyarakat atas terganggunya pernafasan, iritasi mata dan kenyamanan. I e. Metode Pemantauan Lingkungan Hidup 1). Metode Pengumpulan dan Analisis Data : I ) Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung di m€Jakukan lapangan serta wawancara dengan misyarakat setempat menggunakan kuisioner dan mengevaluasi I surat aduan dari masyarakat. Selanjutnya Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. 2\. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup : T Pemantauan dilakukan pada permukiman penduduk yang dilalui Oleh ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat. I 3). Jangka Waktu dan Frekuensi pemantauan Jangka waktu pemantauan dilakukan selama ruas Jalan : I Mukomuko - Batas Sumatera Barat dioperasikan dengan frekwensi setiap saat ketika diperlukan. I PT. BLANTICKINDO AI\"EKA ffio@cdffiowoffiGff trpFldtut-l@a&Jeb r+tuldrw8 v-& I I I Loporarflfrfrir UKL - UPL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumbar I t. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup 1), Pelaksana Kontraktor/Sub Kontraktor) I 2). Pengawas Konsultan Supervisi dan P2JN Provinsi Bengkulu 3). Penerima Laporan : Sat. Ker. Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kantor I Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Dinas PU Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, I Perhubungan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. Dinas I I I I I I I t I PT.BLANTICKINDOANEKA v-65 ^&o@oHoffic8M AW\Ebk.x@h,.Ms t&@tdta I I T I I I I I I l] I I, I I l) I l I I I I I I Lopmonfl.frfrir UKL - UPL Ruas iaian iviukomuko - Batas Surnbar I BAB VI I TANDA TANGAN DAN CAP I I Dcmikian Dokumcn upaya Pcngclolaan Lingl(ungan Hiilup dan upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Peningkatan Ruas Jalan Mukumuko - I Batas Sumatera Barat ini, kami buat sesuai dengan Lampiran ll Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 13 Tahun 2010 Tanggal 7 Mei 2010 I Tentang Format Penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), untuk dapat dipergunakan l) sebagaimana mestinya. I Jakarta, Oktober 2011 Ka. Sub.Dit. Teknik Lingkungan & Keselamatan Jalan, Dit.Jen Bina Marga I I I lr. Herrv Vaza. M.Eng SE. I, NIP:19620204 198703 1002 T t I I t PT. BLANTICKINDOANEKA Moffio@ !bldAAkbFhJl*s& ,fie@)noe ffic@w VI-1 I I I I I f' t I I I') T Lampiran 1 I, Strip Map Ruas Jalan Mukomuko - I Batas Sumatera Barat I ll I I I I I I I I I I I I t I l0 I I I I l_. l' t I I T T I I I PRELIMTNARY RIGHT OF WAY (ROW) INVENTORY SURVEY PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARAT I I I Pintu Masuk Bandara KaliAir Atap Seng sTA 7+800 STA 6+000 I I !1+500 STA i2+S0C I ,) # s#s I t *ss *s# :sss I B.+000 $TA 8{'5C0 $TA 1$+00C STrtr 12iCt0 I I T' ) Jembatan AirAtap Seng sTA 7+800 STA 8+700 SMAN 7 Mukomuko 914 le+400 I I I I I LEGENDA: 'i:.is\ Perkebunan ;,==; 11"ntot -:;- il Jembatan KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA BINA TEKNIK TEKNIK w &. gpt. r.'una LL ry. JL. Pailinm No. 20 Kebyor.r Saru - Jalarb Sdaril r2110. Iro (021)72{663a, fax lU1)72f90022 Ti I ,.i*"S$l i i-'t ..; SemaUBetukar Masiid/Musholla T T Pemukiman U i Pertokoan f Sungai/Kali UKL . UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR i=a 2011 I 'f'f a.---,1 Sekolah ii Makam I I I I T I I l,l I I I T l-, [- I I I I I I I PRELTMTNARY RIGHT OF WAY (ROW) INVENTORY SURVEY PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMATERA BARAT Pemukiman & Kebun Pemukiman & Kebun Masjid At Taqwa STA 191300 sTA 23+900 STA 2I+5OO STA :) \- frsftd ?sfr #fi sffsn#nBo*n fi#fr Ffr# fisfr sfis fi# fr# #fr fr#'fr ffsfr ft#fr 3t)0 srA $TA.22+000 $i'A 2?i50O STA 23{-5tl0 $1'A ?4+CSC Tugu Kurketa Pemukiman & Kebun STA 19+100 sTA't9+400 LEGENDA: KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 'F "s. Perkebunan i.==; 14un,ot DIREKTORAT BINA TEKNIK !a::i- SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK ..-;*. * Gd. $pt. Ta.una Lr. tv. Jt. P3liffa No. 20 Kobayorsn Earu - J.ta(a Selaran 12r1c. Irp (02r)72a66q, Fs (021! 727$022 :W SemaUBelukar i. HenoKoan '-i: i Masjid/Musholla r\^ i | ]'emuKrman L.J UKL . UPL RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMBAR =i*==F sekotah ii Makam 2011 i--.,-! I I PRELTMINARY RIGHT OF WAY (ROW) INVENTORY SURVEY PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMATERA BARAT I Pasar Lb Pinang STA 26+300 Kantor Desa Lb Pinang sTA 27+000 Sungai Air Manjunto STA 28+000 I I Kantor Desa fuah Tiga KUA & Bank Bengkulu STA 26+100 lndustri Bata Merah sTA 28+100 STA 24+000 I I lJ fr# I I ssl#ss# I gtA 2-44-5C0 STA 25*0$0 STA STA 2ii+0ti0 S'i'rr I lr STA 26+600 SDN 1 Lb Pinang STA 27+100 g1g 29+800 Tikungan Ganda Tajam STA 29+900 I' I Camat Lb Pinang STA 26+500 I I I LEGENDA: .i$. *-\t+ -i: Perkebunan i-=; Kantor i:';:3. <> j! Jembatan KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT SATUAN BINA TEKNIK KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK Jdbila Sora'a. 12rr0. Irr acz1)t2{66a. Far (02r) t?7S022 cd. Sapr, Tarun. Ll. ry. JL. Pailhura No 20 Kebayor.n Saru - I $$$'r ::j semaldBelukar Masjid/Musholla I Pertokoan '. z-\ - i UI HemuKrman Y Sungai/Kali UKL - IJPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR 2011 I ''i-n i____.i sekolah ii-i i Makam l I PRELTMINARY RIGHT OF WAY (ROW) INVENTORY SURVEY PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMATERA BARI\T I I I Jalan Berliku STA 30+000 Pos lnduk Polisi STA 32+600 t b-a t STA 31 w@ STA 31+0S0 rtl STA 31+5SC STA 32+CC0 '/@ STA lp F "ryF€Ff?rry T?-FIFF'tr?ff1fq FTF @ @ I z1-- I C-..---- ' e&dd*e&dt&&"&*i&esdt*d .!f.f;-F"t*|,-f-{|"d-s-r"I r*&* l#ffi^s#l#-i 'f, 'l f -t-I I STA t""""'t"" 3CrLI$S STA 3*f5C0 ttl Si?A 31+300 STA 32-*0S+ STA 32+50, i0 -:v6t/'* I l_ Rawan Lonsol STA 31+200 Batas Akhir sTA33+200 lrt I I l I LEGENDA: S .&. Perkebunan i==i Kantor -::-' KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA BINA TEKNIK TEKNTK J. Gd. sapf. Trrun! LL lv, Jt. Patrimora No. 20 x.bayoril Earu - Jdr4a sdar.n t2r10. nD (021)724665{. Fd {o21t72fxo22 I "N* i 1r; SemaUBelukar Masjid/Musholla '. l-\- i t-J I Pertokoan I HemuKrman UKL . UPL RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMBAR t '-i*-* i--.-i Sekolah It Makam 2011 Lampiran 2 Matrik Ringkasan UKL Rencana Peningkatan Ruas Jafan Mukomuko - Batas Sumatera Barat I I LamPiran-2 : Matrik Ringkasan UKL Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat I Rencana peningkaian l:;tiiiJ.ri I karena tidak ada kegiatan pengadaan tanah I Tidak ada dampak pada tahap pra konstruksi Satuan Kerja TAHAP KONSTRUKSI Pengelolaan dilakukan 1i I Mengharuskan Supervisi dan Direktorat Bina Teknik lFumlah angkatan TuJuat pengelolaan di wilaYah-wilaYah dilaksanakan Pada Penerimaan Tenaga 1. TimbulnYa kerja setemPat lingkungan hiduP keoada KontraKor Pelaksana permukiman Yang dilalui saat penerimaan P2JJ Provinsi DireKorat Jenderal Kerja kesemPatan kerja yang diterima di aaltan untuk priyeX, SuPlaYer dan- Konsultan ruas tenaga kerja Bengkulu Bina Marga dan dan peluang meningkatkan dan iupervisi untuk memberi prioritas oleh Jalan Badan Lingkungan proyek. Mukomuko - Batas sebelum pekerjaan Hidup KabuPaten I berusaha penerimaan tenaga kerja ProYek 2). Tidak terjadi memaksimalkan yang berasal dari masYarakat Sumatera Barat konstruksi fisik kecem-buruan dampak Positif dimulai Mukomuko sosiaU kere-sahan kesemPatan kerja iete,mpat Yang memenuhi dan kualifikasi. IJ masYarakat Peluang setemPat terkait berusaha Yang 2). Memberikan dengan kegiatan terjadi akibat informasi adanYa Penerlmaan oenerimaan tenaga tenaga kerja melalui Pemerintah mobilisasi/ Peneri- i<erja untuk Kecamatan atau Desa setemPat' I maan tenaga kerja. 3). Tidak terjadi gang- oelaksanaan 3). Memberi uPah guan kamtibmas konstruksi fisik gaji tidak kurang dari standar dari masYarakat. Peningkatan Ruas Udah Minimum KabuPaten Jalan Mukomuko - Mukomuko Yang berlaku saat ini' I Batas Baral Sumatera tupan Pengelolaan tJ. traenffirusran kePad.a Pengelolaan dilakukan Kontrakt$r/Sub Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik . TimbulnYa di wilaYah-wilaYah KontraKor Pelaksana Proyel! 'permukiman/desa dilaksanakan Pada KontraKQr PI.JJ DireKorat Jenderal lingkungan hiduP saat Penerimaan Provinsi I Kecemburuan sosial masyarakat setemPat yang ingin pada ProYeK namun tidak bekerja Inl daPat adalah mencegah, untuk meminimalisasi dan SuplaYer dan Konsultan untuk memberi suPervisi Prioritas penerimaan tenaga kerja ProYek dilakui oleh Mukomuko ruas Yang Jalan Batas tenaga kerja sebelum pekerjaan konstruksi fisik : Bengkulu Bina Badan Lingkungan Hidup Marga dan KabuPaten y"nS berasal dari masYa;'akat Sumatera Barat Mukomuko I memanfaatkan kesempatan yang ada. kerja mengendalikan dampak negatif kecemburuan sosial yang terjadi akibat letempat Yang kualifikasi. memenuhi 2). Memberikan informasi adanYa dimulai. i i penerimaan tenaga kerja melalui I) mobilisasi kerja pelaksanaan konstruksi tenaga untuk fisik Femerintah Kecamatan atau Desa setemPat. 3). Melakukan sosialisasi kePada I Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera masYarakat bahwa kesemPatan kerja Yang ditimbulkan sangat terbatas. Barat serta I pengoperasian jalan tersebut Lokasi Selama mobilisasi Kontraldor/Sub Konsultan Satuan Kerja Mobilisasi : Mencegan, Apabila terjadi kerusaKan segera Pengelolaan alat berat sebagai Kontrafitor Supervisi dan DireKorat Bina Teknik dilakukan di sePanjang I a. Alat Berat meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif memperbaiki jalur pengangkutan sumber damPak berlangsung. P2JJ Provinsi Bengkulu Direktorat Bina Marga dan Jenderal Badan Lingkungan kerusakan jalan Hidup KabuPaten I Tingkat gangguan eksisting Mencegah, pEtaksanaan pekerjaan dilakukan di Pemasangan ramDu Setama mobilisasi alat berat sebagai trakipr/Sub KontraKcr Konsultan Supervisi dan Mukomuko Kerja Diretctorat Bina Teknik Gangguan lalu lintas luar peak hour jalan Mukomuko - sementara dilakukan di P2JJ Provinsi DireKorat Jenderal I perjalanan Yang dirasakan oleh pengguna jalan Para meminimisasi dan mengendalikan dampak negatif gangguan lalu lintas Batas Sumatera Barai (akhir pekan) lokasi (segmen-segmen) dimana kegiatan sumber dampak berlangsung. sumber damPak berlangsung. Bengkulu Bina Marga dan Badan Lingkungan I I I I P1 'ngef olaan :Llttgftull gq! I.r| U bi ;',t,. ....--.t --+$,r,gffi ........T.ft,- ,-.-. =#rlffi I ****ffi :i:-: ii i...rr'r.+.i.1:::i: ri:l$n$.e,l P l{?d.,;';, "=ffi Hidup KabuPaten Mukomuko I Konsultan Satuan Kerja agal Lofasi Pengelolaan Selama rnobilisasi KontraKor/Sub Mencegah dan ' Pembatasan volume marerlal 1). Supervisi dan Direktorat Bina Teknik I b. Material 1. Kerusakan Jalan I jalan IngKar meminimalisasi dampak kerusakan jalan eksisting tidak kendaraan PengangkutnYa. 2). Pembatasan volume melebihi kaPasitas material dilakukan di sePanjang alat berat sebagai jalur material Pengangkutan sumber damPak berlangsung. KontraKor P2JJ Provinsi Bengkulu Direktorat Jenderal Bina Badan Marga dan Lingkungan total berikut Hidup I aoar bobot kendaraan KabuPaten .iteriat tidak melebihi tonase Mukomuko kelas jalan. 3). Memberikan Peringatan dan I sanksi kePada soPir kendaraan pengangkut material aPabila kapisitas muatannYa melebihi keientuan Yang ditetaPkan. l.) 4). Kendaraan ProYek Yang akan keluar areal ProYek, ban kendaraan terlebih dulu dicuci (disemprot aiO untuk I membersihkan dari kotoran (tanah /lumPur) sehingga tidak terbawa ke luar areal ProYek fialan eksisting). I 5). Apabila masih terjadi ceceran pada jalan eksisting segera dibersihkan. 6). Apabila terjadi kerusakan I permukaan jalan segera dioerbaiki' ub Konsultan Satuan Kerja dan n-Embaasan volume material agar Lokast Pengelolaarr Selama mobilisasi Supervisi dan DireKorat Bina Teknik I Menceg ah KontraKor Pengotoran jalan BanyaknYa ceceran tidak melebihi kapasitas kendaraan dilakukan di sePanjang alat berat sebagai P2JJ Provinsi DireKorat Jenderal material Yang jatuh meminimalisasi jalur Pengangkutan sumber damPak Bina Marga dan dijalan eksisting dampak terhadaP pengangkutnYa' 'Memberikan berlangsung. Bengkulu pengotoran jalan 2). Peringatan . dan material Badan Lingkungan sanksi kePada soPir kendaraan Hidup KabuPaten pengangkut material 1., kapisitas aPabila muatannYa melebihi Mukomuko ketentuan Yang ditetaPkan I' 3). Kendaraan ProYek Yang akan keluar areal ProYek, ban kendaraan terlebih dulu dicuci (disemProt ai| untuk membersihkan dari kotoran (tanah I /lumpur) sehingga tidak terbawa ke luar areal proyek fialan eksisting)' 4). Apabila masih terjadi ceceran pada jalan eksisting segera I dibersihkan Pelat<.sanaan peKer;aan ollaKuKar I Lokasi Pengelolaan Selama moblllsasl Kontraktor/Sub Konsultan Satuan DireKorat Bina Teknik Kerja llngKai gartgguar 1). Supervisi dan 3. Gangguan lalu Mencegah, di luar Peak hour jalan Mukomuko dilakukan di sePanjang sebagai sumber KontraKor P2JJ Provinsi Direktorat Jenderal ll perjalanan Yan! meminimisasi dan jalur Pengangkutan dampak lintas dirasakan oleh Pare mengendalikan - Batas Sumatera Barat (akhir berlangsung. Bengkulu Bina Marga dan pengguna jalan dampak negatif pekan) material Badan Lingkungan gangguan lalu lintas 2).Pemasangan rambu lalu lintas Hidup KabuPaten sementara terkait dengan lr Mukomutco keberadaan ProYek (sPesifikasi perambuan mengikuti standart It lr I I I ii'i:..:.; i ::..::l.:::n._ :j: r;ii:i''-n ' . r.'ilt:: {p.er ,ffi$;+[gliffi ,n .t'F.tY,'l$ o-d*,ti,li; lH$$ili' ,ir:]:.:i::.i o$tn-iisi:P., enq6lciidiinrLln.q ilii*i+i :.r-S.F:r! i;:':l;.i'l; It:.,:r:;]r tiiS,l il::ii ++F$ f'...!i,'$ i:lt,l ...''{l .' 'l;il'.:,$itrl'::i.o I dalam drum khususm secara lr ' periodik1 bulan sekali diserahkan kepada Pengusaha pengolah oli bekas Yang I 3). mempunyai izin. Pembersihan lahan dilakukan pada saat tidak turun hujan' I biomasa dan tanah Yang diperoleh dari pembersihan lahan segera diangkut ke Penimbunan yang telah ditentukan. I 4). Pekerjaan tanah dilakukan Pada saat tidak turun hujan, tanah yang diperoleh dad galian segera diangkut ke penimbunan Yang l.) 5). telah ditentukan. Membersihan tanah Yang Pada jalan agar supaya tidak terbawa air larian ketika turun huian. I 2. Menurunnya kualitas air tanah Permenkes 416/MenKes/ lvlencegan, meminimi-sasi dan t1. Menyediakan temPat mandi, cuci dan kakus (MCK) Yang Lokasi base camP Selama pengoPera- sian base camp KontraKor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi P2JJ dan Provinsi Satuan Keria DireKorat Bina Teknik DireKorat Jenderal persyaratan berlangsung. Bina Marga dan I Perll)U1990 mengen-dalikan memenunl Bengkulu dampak negatif kesehatan. Urin dan tinja Badan Lingkungan penurunan kualitas dimasukkan ke kloset Yang Hidup Kabupaten air tanah diteruskan ke tangki sePtik Mukomuko I (septic tank) Yang memenuhi persyaratan kesehatan. 2). Oli bekas Yang timbul perawatan mesin-mesin alat dari I berat termasuk genset ditamPung dalam drum khusus periodik 1 bulan sekali diserahkan kePada Pengusaha secara pengolah oli bekas Yang l,_ mempunYai izin. Satuan ) Base camp Selama pengoPera- Kontraktor/Sub Konsultan Ker.;a l' (kantor TerganggunYa Populasi biota Mencegah, proyek, gudang sian base camp, Kontraktor Supervisidan Direktorat Bina Teknik kehidupan biota perairan yang ada di meminimi-sasi dan primernya Yaitu kualitas atl dan P2JJ Provinsi DireKorat Jenderal permuKaan. penginapan karya-wan), pembersihan lahan peralran sungai-sungai Yang mengen-dalikan tebing yang dilakukan dan Pekerjaan Bengkulu Bina Marga dan terpotong ruas jalan dampak negatif penggalian serta temPat tanah berlangsung Badan Lingkungan - Hidup Kabupaten I Mukomuko Batas menurunnya populasi biota penimbunan tanah hasil Sumatera Barat, galian yaitu Pada Mukomuko khususnya jenis ikan perairan yang tedaPat. pelebaran jalan atau cekungan Yang tidak I berair di sekitar ruas jalan. Satuan -l lvlelarang K.rlyawall Area kantor ProYek, Selama peng- KontraKor/Sub Konsultan Kerja I Mencegah, memlnl- ydrrY Jumlah samPah non ). Supervisi Dlrektorat Bina Teknik 4. Menurunnya 83 yang ditimbulkan misasi dan mengen- membuang samPah Pada gudang dan Peng- operasian kantor KontraKor dan sanitasi lingkungan inapan karyawan. proyek, gudang PZJJ Provinsi Direktorat Jenderal oleh pengoPerasian dalikan damPak sembarang temPat. dan Penginapan Bengkulu Bina Marga dan kantor proYek, gudang negatif menurunnya 2). Menyediakan bak samPah Pada Badan Lingkungan kar-yawan tengah I dan karyawan. penginaPan sanitasi lingkungan setiap ruangan, setelah sampah Penuh maka samPah yang ada dalam bak tersebut ditimbun pada tempat penimbunan bak berlangsung. Hidup Kabupaten Mukomuko I I I I I :j:1 i::::. .,1;r: NO,: :i:+r:;.:,i il:l::. ::,-rt:'..'.: a:!: ri:-:l ::i-.r,! ,:a.:.:r..f i"B'*#ffi if:i $ffi .ti.: i-:.1 ..,.ii'.,'.i ..:T.Pel. l,rt.'.'. .t,li, ii.r...:,,l.'.ilit. [*il t', iitffi- s'arnpan sementara (TPS) I Konsultan Kerja Tapak proyek teru-tama Selama kegiatan KontraKor/Sub MelaKuKan penylrarrl I 4. ihan 1. MenurunnYa kualitas udara (terutama debu) Peraturan Pemerlnta No.41 Tahun 1999 Mencegan, memlnl- misasi dan mengen- dalikan damPak negatif menurunnya €berkala lahan tempat kegiatan untuk mengurangi kadar debu (terutama di musim kemarau)' di udara yg berdekatan dengan kawasan permu-kiman sumber dampak berlangsung terutama pada KontraKor Supervisi P2JJ Bengkulu dan Provinsi DireKorat Bina Teknik DireKorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan musim kemarau I kualitas udara Pembersihan lahan dilakukan Lokasi dimana Selama kegiatan KontraKor/Sub Konsultan Hidup Kabupaten Mukomuko Satuan Kerja 2. MenurunnYa PP 82 lanun ZUU-|, 1) pembersihan lahan pembersihan lahan Kontraldror Supevisi dan DireKorat Bina Teknik pada saat tidak turun hujan, I kualitas air permukaabn kualitas air Permukaan kelas I meminimi-sasi mengen-dalikan dampak dan negatif biomasa dan tanah diperoleh dari Pembersihan lahan segera diangkut ke Penimbunan Yang dilakukan berlangsung P2JJ Bengkulu Provinsi DireKorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan menurunnya kualitas Hidup KabuPaten ) tt air permukaan 2) yang telah ditentukan. Membersihan tanah Yang Pada jalan agar supaya tidak terbawa Mukomuko air larian ketika turun hujan. I 3. Penurunan PoPUlasl flora - fauna darat Populasi flora fauna dan darat Mencegah, meminimi-sasi dan Menanam kembali jenis-jenis pohon yang sesuai dengan kondisi taPak Dl sepanjang ruas Mukomuko Sumatera Barat Yang Jalan Batas Selama komPonen kegiatan pembersihan lahan Kontraktor/Sub Kontraktor Konsultan Supervisi P2JJ dan Provinsi Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal itau lahan, dan mempunyai sifat-sifat dibandingkan dengan mengen-dalikan Bina Marga dan t kondisi pada awal. rona dampak negatif penurunan PoPulasi flora dan fauna darat yang cocok untuk tanaman turus jalan misalnya Mahoni, Tanjung, Pinus dan Angsana. Jarak tanam diusahakan 7 dilakukan Pembersihan lahan. sebagai sumber dampak tengah berlangsung. Bengkulu Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko meter. Lokasi Penanaman Pada I perempatan jalan harus memenuhi sudut pandang dari jalan di sebelah kanan mauPun di kiri. Satuan I 5. Galian & Timbunan 1. MenurunnYa kualitas udara Peraturan Pemenn No. 41 Tahun 1999 ,anl misasi dan mengen- dalikan dampak berkala lahan temPat kegiatan untuk mengurangi kadar debu di Tapak proyek teru-tama yS berdekatan dengan kawasan permu-kiman, Selama komPonen kegiatan Pekerjaan tanah (galian dan KontraKor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi P2JJ Bengkulu dan Provinsi Bina Marga dan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal udara (terutama di musim tempat ibadah, dan timbunan) t) negatif menurunnYa kualitas udara kemarau). 2). MelengkaPi Pekerja laPangan dengan masker dan Peralatan banounan sekolah. dilakukan Badan Lingkungan Hidup KabuPaten Mukomuko l' 2. MneingkatnYa Keputusan Menteri Mencegah, 1 keselamatan keria (safetY helm, dil). ). Ljalam pengaturan / Itlerlyu5ur I Tapak proYek terutama Selama KomPonen KontralStor/Sub Kontraktor Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik I jam kerja Perlu berkoordinasi yang berdekatan dengan kegiatan Pekerjaan kebisingan Negara Lingkungan meminimi-sasi dan dengan masYarakat setemPat kawasan permu-kiman, tanah (galian dan P2JJ Provinsi Direktorat Jenderal Hidup No. 48/MNLH mengen-dalikan tempat ibadah, rumah timbunan) tengah Bengkulu Bina Marga dan t11t1996 dampak negatif melalui tokoh tokoh masYarakat - sakit dan ber-langsung. Badan Lingkungan meningkatnya kebi- atau desa guna mengurangi rumah Hidup Kabupaten I singan 2). gangguan kebisingan , di saat masyarakat sedang beristirahat. Menggunakan kendaraan dan sekolah. Mukomuko kendaraan ProYek dalam kondisi I baik (tidak kebisingan). 3). Pekerja ProYek menimbulkan diwajibkan menggunakan Pelindung telinga I (ear Plud dan Peralatan keselamatan kerja (safefY helm, sepatu boot, dll). it lr I I 1,...,: hffijE'@ I ffi I 3. PP 82 Tahun 2001, Mencegan, t; eefe4aan tanah dilakukan Pada Lokasi dimana kegiatan Selama pekerjaan Kontraktor/Sub Konsultan Satuan Kerja Menurunnya saat tidak turun hujan, tanah Yang pekerjaan tanah tanah galian dan KontraKor Supervisi dan Direktorat Bina Teknik I kualitas air permukaan kualitas air permukaan kelas I meminimi-sasi dan mengen-dalikan dampak negatif diperoleh dari galian segera diangkut ke Penimbunan Yang telah ditentukan. (penggaliar/pemotongan tebing dilakukan serta tempat penimbunan timbunan berlangsung P2JJ Bengkulu Provinsi DireKorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan menurunnya kualitas 2) tanah hasil galian Yaitu Hidup Kabupaten I air permukaan Membersihan tanah Yang Pada jalan agar suPaya tidak terbawa air larian ketika turun hujan. pada pelebaran atau cekungan Yang jalan tidak berair di sekitar Mukomuko I ruas ialan.. UntuK lebtng Jalan Yang Eerporensl Pengelolaan dilakukan Selama pekerjaan Kontraktor/Sub Konsuftan Satuan Kerja 4. Timbulnya Panjang, lebar dan Mencegah, tanah Supervisi DireKorat Bina Teknik ketebalah massa meminimi-sasi dan Longsor (Sta-29+000 dan Sta- di lokasi-lokasi Yang dengan KontraKor dan gangguan 33+2oo) akan dilakukan menggali tebing P2JJ Provinsi Direktorat Jenderal kestabilan tanah yang longsor, mengen-dalikan Bengkulu Bina Marga dan l,') penggalian tebing atau Massa tanah Yang berlangsung lerenglterjadi dampak negatif a). sudah penimbunan untuk Badan Lingkungan longsoran tebing gangguan kestabilan terlepas dari batuan induknYa Hidup Kabupaten lereng atau dibersihkan, tanah hasil pelebaran perkerasan ialan Mukomuko longsoran tebing pembersihan diangkut dan badan jalan yaitu di Sta- I jalan ditimbun pada lokasi cekungan yang tidak berair. b). Pemasangan dinding Penahan 29 sampaiSta. 33 longsoran dengan tinggi I disesuaikan dengan bagian tebing Yang Pemasangan dilakukan Pada tinggi longsor. bagian tebing Yang batuannya I rapuh untuk menahan longsoran yang kemungkinan masih akan terus terjadi. c). Pembuatan selokan Pada kaki I tebing untuk mengalirkan rembesan air Yang keluar dari bagian tebing Yang longsor l) t -' maupun air hujan Yang jatuh pada tebing. d). Pada ruas jalan beriarak 200 meter sebelum lokasi longsoran I dilakukan pemasangan rambu- rambu pemberitahuan sementara mengenai adanya pekerjaan Penggalian iebing, I penyempitan jalan, pengurangan kecepatan, hati- hati serta Pemasangan permanen untuk memberi tahu rambu I 5. Gangguan kesehatan Keluhan berkaitan masYarakat dengan Mencegah, memini- misasi dan mengen- adanva lonqsoran tebing. Mengelola damPak PrimernYa Yaitu menurunnya kualitas udara, Area tapak ProYeK Selama kegiatan terutama yg berdekatan yang mneimbulkan dengan Ka-wasan dampak Primer KontraKor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi PZJJ dan Provinsi Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik DireKorat Jenderal meningkatnYa gang- dalikan dampak meningkatnYa kebisingan dan Bina Marga dan I masyarakat Bengkulu menurunya kualitas air permukaan. permukiman, temPat berlangsung. guan pernafasan dan negatif ibadah, rumah sakit dan Badan Lingkungan iritasi mata, gangguan terganggunya kese- rumah sekolah serta Hidup KabuPaten kenyamanan serta hatan masyarakat Mukomuko aliran sungai Yang I kesulitan Mendapatkan bersih air terpotong oleh ruas jalan Mukomuko Sumatera Barat. - Batas I I I I -__+:-j;i:.- sr 5'i-.--P---nl' skun0an,Hidup':'r''rri:r I ii ifi': iiiii ,.:-i::1 I "u+ffi Pekerjaaan Drainase SamPing ferganggunYa aliran air permukaan ,qtau r'+::': t:',ld genangan tidak :'.i Luas dan kedalaman f i.r.i.iri i. iiii:.:. i-:.: air Yang rii::irr.r::.,aii.::'-ijiii.t .'iriiiY; Mencegah, memlnl- misasi dan mengen- dalikan damPak l.|VenyiaPkan saluran drainase sementara, agar air Permukaan di sekitar lokasi kegiatan daPat Tapak sekitarnya ProYek dan Selama pembuatan saluran yang drainase permanen KontraKor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi PZJJ dan Provinsi Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik DireKorat Jenderal Bina Marga dan terjadinya genangan diinginkan tetaP mengalir ke saluran Yang telah selesai Bengkulu berada di sekitar negatif dibuat. Badan Lingkungan masih daPat berfungsi. Hidup KabuPaten I tapak proYek selama kegiatan konstruksi berlangsung, Yang terganggunYa aliran air atau terjadinYa genangan air 2). Memastikan saluran drainase tidak tersumbat (buntu), terutama pada jam istirahat (sore) Mukomuko sebelum dilakukan sehingga jika I pekerjaan drainase tidak ada gangguan atau genangan air. PadS malam hari turun hujan tidak terjadi genangan air di badan jalan atau daerah sekitar Proyek. Melaksanakan I 3). kegiatan konstruksi di musim kemarau. Selama komPonen KontraKor/Sub Konsultan Satuan Kerja l) Mencegah, memini- 1) Melakukan PenYiraman secara Tapak proYek teru-tama 7. Perkerasan Jalan 1. MenurunnYa kualitas Peraturan F'emenn yS berdekatan dengan kegiatan Pekerjaan KontraKor Supervisi dan DireKorat Bina Teknik No. 41 Tahun 1999 misasi dan mengen- berkala lahan temPat kegiatan P2JJ Provinsi Direktorat Jenderal udara untuk mengurangi kadar debu di kawasan Permu-kiman, perkerasan jalan dalikan damPak tempat ibadah, tengah ber- Bengkulu Bina Marga dan negatif menurunnya udara (terutama di musim dan langsung. Badan Lingkungan bangunan sekolah. Hidup KabuPaten rl kualitas udara 2) kemarau). MelengkaPi Pekerja laPangan dengan masker dan Peralatan Mukomuko keselamatan keqa lsafetY helm, dil). I MeningkatnYa kebisingan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Mencegah, meminimi-sasi dan 't) ualanll PellgcltulorU jam kerja rt Perlu berkoordinasi Tapak proYek terutama yang berdekatan dengan Selama komPonen kegiatan Pekerjaan perkerasan ialan KontraKor/Sub Kontraktor Konsultan Supervisi PZJJ dan Provinsi Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal dengan masYarakat setemPat kawasan permu-kiman, Bina Marga dan Hidup No. 48/MNLH I mengen-dalikan tengah ber- Bengkulu dampak negatif melalui tokoh tokoh tempat ibadah, rumah Badan Lingkungan masyarakat atau desa guna sakit dan t1111996 rumah langsung. meningkatnYa kebi- Hidup KabuPaten singan mengurangi gangguan sekolah. Mukomuko kebisingan di saat masYarakat I 2) sedang beristirahat Pekerja ProYek' diwajibkan menggunakan Pelindung telinga (ear plusl dan I Peralatan keselamatan kerja (safetY helm' sepatu boot, dll). ) Konsultan Satuan Kerja Pemasangan ramou Selama PeKerJaan Kontraktor/Sub fl) Pelaksanaan pekerjaan dilakukan I' 8. Pemasangan Sarana PelengkaP Gangguan lalu lintas Tingkat gangguan perjalanan Yang dlrasakan oleh Para Mencegan, meminimisasi mengendalikan dan I I Ol luar Peak hour jalan VuXomuko - Batas Sumatera sementara dilakukan di lokasi (segmen-segmen) pemasangan sa- rana dimana ProYek akan dan Penunjang pelengkaP KontraKor Supervisi PZJJ Bengkulu dan Provinsi DireKorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan pengguna jalan. dampak negatif I Barat (akhir Pekan) Badan Lingkungan dilakukan. Sedangkan sebagai sumber I gangguan lalu lintas I zl Pemasangan rambu lalu lintas I I sementara terkait dengan keberadaan ProYek (sPesifikasi pengelolaan lainnya dilakukan sepanjang Yang di jalur dampak berlangsung. Hidup KabuPaten Mukomuko I perambuan mengikuti standart I I Reramnuan sementara) pengangkutan dan taPak nrovek TAHAP PASCA KONSTRUKSI - tron;uliar-- ffi I il1. 1 Pengoperasian jalan ruas Mukomuko - 1. MenurunnYa kualitas udara Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 Mencegah, memini- misasi dan mengen- dalikan damPak MelaKuKan penanaman PUrrurr ul sekitar taPak ProYek untuk mengurangi PenYebaran Polutan.. @u- fiman I penduduk, I fasilitas pendidikan dan fSAafiGs1aEn tKfitr;ItotSub IMukomuko I Kontraktor - I Sumatera Barat Batas ISupervisi dan I Direktorat Bina Teknik I P2JJ Provinsi I Direktorat Bina Marga dan Jenderal Batas Sumatera akibat fasilitas ibadah I dioperasikan. I Bengkulu I Agar pohon - Pohon tersebut daPat I Yang I Badan Lingkungan negatif menurunnya I meningkatnya Barat berfungsi sebagai banier maka I berada di koridor jalan volume kendaraan kualitas udara pohon - Pohon tersebut ditanam I Mut<omuko - Batas I Hidup KabuPaten I Mukomuko iapat dari bawah ke atas. Hal ini I Sumatera Barat t I I I iitrir,iai,.Pa ffianhlidup'..i'.." l+*J $.ffi I ii:; .'-.+:.:i =ntffi ,:'t :.= :i dapat dilaKuKan dengan Penalrarrrarl + .'j::: +: t I 2. Kepulusan -Mencegah, memini- lvlel lttrr I tumbuhan berdaun lebat. jenis tertentu Yang Oenqan Penanaman vegetasi di Sekitar loKasl kiman Pemu- Selama ruas jalan Mukomuko - Batas Kontraktor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik MeningkatnYa misasi dan mengen- sekiiar ruas jalan Mukomuko - Batas Penduduk, Sumatera P2JJ Provinsi DireKorat Jenderal I Negara kebisingan akibat Lingkungan fasilitas Pendidikan dan Barat Hidup Nomor KeP-48/ dalikan damPak Sumatera Barat (baier) sebagaimana Bengkulu Bina Marga dan meningkatnYa negatif pada Pengelolaan kualitas udara' fasilitas ibadah Yang dioperasikan. Badan Lingkungan itenanaman vegetasi terutama yang berada di volume kendaraan MenLH/1111966 koridor jalan Hidup KabuPaten meningkatnYa kebi- Mukomuko Batas berbatasan langsung dengan Mukomuko I singan pemukiman serta area sensitif seperti Sumatera Barat Yang tanamannYa masih iasilitas pendidikan dan fasilitas jarang ibadah Satuan Kerja I 3. Gangguan keselamatan dan MenlngKarnya rr t- kwensi atau angka Mencegah, memini- misasi dan mengen- t;tengetotaan ' lingkungan dilakukan oengan Pemasangan rambu lalu- lintal (rambu Peringatan adanYa KaWaSan PerlluKllllclrl dengan padat Penduduk' fasilitas Pendidikan dan Selama ruas jalan Mukomuko Sumatera - Batas Barat KontraKor/Sub Kontraktor Konsultan Supervisi P2JJ dan Provinsi DireKorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan kecelakaan Pada dalikan damPak Bengkulu l,l dioperasikan. rawan kecelakaan tahap Pasca kons- negatif terjadinYa lokasi sekolah, ibadah' dan Pemu- fasilitas ibadah. Badan Lingkungan lalu lintas truksi akibat Para kecelakaan. kiman Penduduk) dan rambu Hidup KabuPaten pengurangan kecePatan. Mukomuko pengguna jalan z). i,emasangan lamPu kuning di memacu kendara- I annya terlalu tinggi. lokasi fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah dan Pemukiman oenduduk. 3). Fembuatan zebra cross untuk Padat I 4. Gangguan Kelunan masyala^dr para Penyeberang jalan. Rrea taPak ProYek Mencegah, memlnl- mngaoE-Empatr-rimernYa Yaitu terutama udara Yang ber- Selama ruas Mukomuko - Jalan Batas KontraKor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi dan Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik Direktorat berkaitan misasi dan mengen- menurunnYa kualitas dan dekatan Sumatera Barat P2JJ Provinsi Jenderal I dengan dengan kesehatan meningkatnYa gang- dalikan damPak meningkatnYa kebisingan. dioperasikan. Bengkulu Bina Marga dan masYarakat kawasan Permu-kiman, Badan Lingkungan guan pernafasan dan negatif (dampakturunan tempat ibadah, rumah Hidup KabuPaten dari menurunnYa iritasi mata akibat terganggunya kesehatan sakit dan rumah Mukomuko I kualitas udara dan meningkatnYa kebisingan meningkatnYa debu di udara, gangguan kenYamanan akibat masyarakat sekolah. l) meningkatnYa kebisingan. KontraktolSub Konsu ltan Satuan Ker.1a lcl ). Menerapkan traffic nlana-gement Pada lokasi sebelum Selarll?l Pe^YrJdor I KontraKor Supervisi dan DireKorat Bina Teknik Tingkat gangguan lvlgllcggal I, II I rrr rr- 1 pemeliharaan ruas Femeliharaan jalan Gangguan lalu dilakukan Peme-liharaan z. misasi dan mengen- dalam Pelaksanaan ProYeK' - P2JJ Provinsi Direktorat Jenderal ruas MukomuKo - lintas perjalanan Yang dalikan 2). Pelaksanaan pekerjaan dila-kukan ialan dan Pada jalur jalan Mukomuko Bengkulu Bina Marga dan Batas Sumatera dlrasakan oleh Para damPak di luar Peak hour ialan Mukomuko peng-angkutan material Batas Sumatera Badan Lingkungan pengguna jalan negatif 1l' Barat terganggunYa lintas. lalu - Batas Sumatera Barat (akhir pekan) Barat berlangsung. Hidup KabuPaten Mukomuko lr 3). Pemasangan rambu lalu. lintas sementara terkait dengan keberadaan ProYek (sPesifikasi perambuan mengikuti standar It oerambuan sementara). It It lr lr I I t lr I' T I l) T Lampiran 3 I Upaya P, gelolaan, Lingxungan (UKL) T Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko.* I Batas Sumatera Barat II' T--'ti I I I I t: l, I l I I I I I I l-) I I t I l,_ ,) l t I I I KEMENTERIAN PEKERJA.AN UMUM DTREKTORAT KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK BINA TEKNIK SATUAN I Gd. S.phlarun. Lt N, JL Panimur! No. m Xlb.yotan aaru _ Jd& S.lal.n 12110. np (O2lP?'669. Fd (0?1)727s@2 UKL . UPL RUAS MUKOMUKO 'BATAS SUMBAR I 2011 I UPAYA PENGELOL/MN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO. BATAS SUMATERA BARAT I (t d I I o I @ @ / (o { I @ @ { I a ..-\ -A il ll v t,J '/ { I @ { o I o) Menjelang Kawasan Sekolahan di pasang rambu kejut { J N I sTli6+500 A 10+500 sTA 1 1+000 sTA 6#4-\ STAT+000 sTA 7+500 STA 8+000 I l._ m i@lE , \ a-') --= I lc_f-iE I t lE ' t I .touW .rol.roo .rorfooo sTA 7+500 574 g+S00 g1a 9+000 sTA 11+500 STA 12+000 I B I I I $ r,*rnn"nkekiri e r,*unn.nsanda O Banyak anak-anak c Tanjakan ffi Rambu Kejut KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINA TEKNIK I 0 r,*unn"nkekanan Q r'*unnrnsanda e ,,*rnn"ntajamkekiri a"nv"r.tikungan @ Hati-hati Balas kecepatan c Turunan SATUAN KERJA DTREKTORAT BINA TEKNIK Gd.$pb T.s. U V. JL ?Sh@ No.20 K.byqlr h- Ja@ S*bn 121t0. np {021)u46$a, Fs (02r) 27900-2 $ Q maksimum 40 km Zebra Cross UKL . UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR I FI r,*unn"ntajamkekanan laturranuatu @ Akhir batas kecepatan 2011 Q Q I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARAT I I I U' { I a { U' { A o a @ I -I + (rl + I { o -{ a J .J. { 5 o, l.) I N J ot I I I T 914 12+S00 sTA 13+m0 STA 14+000 STA 1 STA 1S+S00 srA 16+000 STA 17+000 \11 A 17+500 STA 18+000 \ l@*F, l_. I I I _) / ,l-l le------l I STA 12+500 914 13+000 STA 13+500 STA 15+000 " "'t " " STA 15+500 STA 16+000 sTA 16+500 STA 17+000 >ll STA 17+500 STA 18+000 STA 12+000 I I I LEGENDA: O t'.rnn"n ke kiri o Tikungan ganda e Banyak anak-anak e Tanjakan ffi Rambu Kejut KEMENTERIAN PEKERJAAN UMU DIREKTORAT BINA TEKNIK BINA TEKNIK M e SATUAN KERJA DIREKTORAT I 0 t'nrnn"n ke kanan e Tikungan ganda o Hati-hati Turunan G4 $pbTtrh. u v. JL hdtur.. No. A Kd.Fran 8.ru. JM S.labn t21ro. tiP (021y2469, Fd (a1rag@?2 O t'nunn"ntajamkekiri o Banyak tikungan @ Batas kecepatan maksimum 40 km != Zebra Cross UKL - UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR I O t'*rnn"n tajam ke kanan o Jatuhan batu @ Akhir batas kecepatan 2011 I I I I -4- I 7V' N 5 { I I .) I I I I ':.'T. . .:Iii t I .=/I I I STA 23+500 STA 24+000 I I I KEMENTERIAN PEKERJAAN UMU DIREKTORAT BINA TEKNIK M SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK I Gd. sepra lru. u. ry. JL htuE No.20 Kdatsnn 85ru -Jakatu Screbn t2lr0. np (021)u4669. F*lvlrntw0p UKL . UPL RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMBAR I 2011 t UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA I I I I I ll I I I sTA 24+500 sTA 25+500 sTA 27+000 sTA27+500 STA28+000 STA28+500 sTA24+000 I l_ I I I sTA 25+000 sTA 25+500 STA 26+000 STA 27+500 STA 28+000 I I I LEGENDA: O. t,*rnnrn ke kiri Q t,*rnnrnsanda $ a"nvuxanak-anak Q raniar<an ffi Rambu Kejut KEMENTERIAN PEKERJAAN UMU DIREKTORAT BINA TEKNIK M SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK I Q t'*rnnunkekanan t'*rnn"n tajam ke kiri Q t'*rnnunsanda eunv.rtikunsan C l?f v t,o-n"o Batas kecepatan Q ,u,un"n s.$pb Tat@ u N. & P:lhu6 do.20 X.bayors 8d-&tu scldan 12110. np (021)7269, Fd (m1) 7279m22 Q e maksimum 40 km Zebra Cross UKL - UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR f;| I Q t,*unn.ntajamke kanan O .latunan uatu @ onn'ro"taskecePatan 2011 I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO. BATAS SUMATERA BARAT t I I a I a @ + a { { G) (, + I o) O o) J C' N) l:) I I dilakukan perbaikan yang sudah ada penanaman tanaman I penahan lonsor sTA 32+000 sTA 33+000 STA 30+000 t l_ ) I I STA 30+000 J sTA 32+500 ""'t"' sTA 33+000 T t I I I LEGENDA: C t,*unn"n ke kiri o Tikungan ganda o Banyak anak-anak c Tanjakan KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINA TEKNIK I Q t'nrnnrnkekanan o Tikungan ganda c Hati-hati c Turunan SATUAN Gd. Sapb KERJA DIREKTORAT Tirlor Ll, V. JL. P:huh No.20 K.byotr Bsru - &btu S!1.1, BINA 12110. nP TEKNIK (021P2466s, F?\ lo21r7279oon Q t'*unnun tajam ke kiri e Banyak tikungan. @ Batas kecepatan maksimum 40 km Zebra Cross UKL . UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR o FI I Q t'nunnrn tajam ke kanan Jatuhan batu @ Akhir batas kecepatan EI 2011 I UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARAT I I I I I ll @ I I I I I zoo lsolsol-solso,lsolsol roo I roo I l, /il oneLn I I I I I LEGENDA: t,*rnnun ke kiri o Tikungan ganda c Banyak anak-anak c Tanjakan KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINA TEKNIK I $ Q t'*rnn"nkekanan e Tikungan ganda e Hati-hati c Turunan SATUAN KERJA DIREKTORAT Gd.8.pb Taru. U. ry. JL P.rohur. Ne.20 &bryd..8aru BINA -J*rtuSel.bn t2i10. np (021F2.665a, TEKNIK Fd pzr) 27902? O t'*ung"n tajam ke kiri e Banyak tikungan @ Batas kecepatan maksimum 40 km E Zebra Cross UKL. UPL RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMBAR I @ tt*unnuntajamke kanan o Jatuhan batu @ Akhir batas kecepatan FI 2011 I UPAYA PENGELOLMN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARI\T I I I I I I I t I @ I I zoo I roo ,lsolsol roo I roo .l roo I I /o^ DETAIL B I I I I I LEGENDA' $) Tikunsan ke kiri Q t,*rnnunsanda Q a"nv.xanak-anak A tanjat<an ffi Rambu Kejul KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK BINA TEKNIK I {Q) Gd. Sipb Tmn. Lt. V. JL P.tumur. No. 20 K&Fn. Brtu -&6 S.labn l21ro. nP (02tP24669. Fd (021) 279@?2 (p Tikunoan ke kanan e t'nunn.n ganda Q "",tn"o Turunan Tikunoan tajam ke kiri a"nv"rtikunsan @) a"t". kecepatan v maksimum 40 km E $) Q Zebra cross UKL - UPL RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMBAR I Q TikunSantajamke kanan Q latunanuatu @ ntniru"taskecepatan FI .2011 I i PAYA PENGELOL/MN LINGKU NGAN I U PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARAT I I I I I I I I U' { l') -\ (tl I (n I t s I I /6i\ DErAltc l-) t't l I t I I LEGENDA: $ t'*unn"n ke kiri o Tikungan ganda e Banyak anak-anak o Tanjakan KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINA TEKNIK I 0 tt*unnunkekanan o Tikungan ganda c Hati-hati c Turunan SATUAN KERJA DIREKTORAT Gd. sr9bT.|@ LL lv, JL PaMuE No.4 X$ryonn Baru -S&Sd.bn BINA TEKNIK t2tto.np (O2l)zasl, Fulo2lr727ffi2 O t'*unn"ntajamkekiri o Banyak tikungan @ Batas kecepatan maksimum40 km F Zebra Cross UKL.. UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR I O n*unn"ntajamkekanan o Jatuhan batu @ Akhir batas kecePatan tr 2011 I I I I I I I l=l T I T I l-, I I I I I I I I UPAYA PENGELOTJMN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO. BATAS SUMATERA BARAT I I I I I lJ I I I I I ) I I I I I LEGENDA: $ rituno.n ke kiri Q t'*unn.n sanda Q eunvuxanak-anak Q raniar<an ffi Rambu Kejul KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT SATUAN KERJA OIREKTORAT BINA TEKNIK BINA TEKNIK I tu*n"n s4b Tl||M. -J.bna S.hbn r2lto. np (021)72.6u. Fa l@1l72r9oon t'*rnn.n t",tn",' Gd. Lt- tv, I ParilhuE No.20 Xd.yoEn B.ru Q t'nunn"nkekanan @ sanda Q Q t'*unn"ntajamkekiri aunv"rtikungan (G) g"t". kecepatan Q Q v maksimum 40 km Zebra Cross UKL " UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR fr| I Q t'nunn"ntajam ke kanan 0 latutranuatu @ exnitbataskecepatan 2011 I UPAYA PENGELOL/MN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO. BATAS SUMATERA BARAT I I I I I ftJ U' ; t I t I II @ \: & l' 6i\ orrrut o t 9.1 I / I I LEGENDA: O t'*rnn.n ke kiri o Tikungan ganda e Banyak anak-anak e Tanjakan KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINA TEKNIK I Q t,*rnn"nkekanan c Tikungan ganda o HatFhati c Turunan SATUAN KERJA OIREKTORAT BINA TEKNIK 6d. s4b frruM u V, I PrttBnuE No. 20 Xdrf Bil - J.ts S.!.bn t2l10. Tlp (@1]248, Fa lo21r 7n9@2 0 t'*unn"ntajamkekiri e Banyak tikungan @ Batas kecepatan maksimum 40 km E Zebra Cross UKL . UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR I O n*unnun tajam ke kanan o Jatuhan batu @ Akhir batas kecepatan E 2011 l PAYA PENGELOL/MN LINGKUNGAN I U PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARAT I I I @ + o) CD I % @ { (, G\ I ll (t I -{ CJ J |--| rl5Ol o I r150t r---------------'l I I t_ 6t\ r) DETATL I l' I I I I LEGENDA: t,*rnnun ke kiri e Tikungan ganda O e"nv"ranak-anak c Tanjakan ffi Rambu Kejut KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINA TEKNIK l $ @ t*unn"nkekanan e Tikungan ganda C "uo-n",' c Turunan SATUAN KERJA DIREKTORAT Gd.$pb Tffir Lr rv. & PsbuE No.20 Kd.Ftr BINA TEKNIK &d - J&o S.bbn r2lto. np (021F246554, Fs (O2trn79OO2Z ,Q t'*rnnrn tajam ke kiri o Banyak tikungan (G) \/ a"t"rkecepatan maksimum 40 km E Zebra Cross UKL . UPL RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMBAR I Q t,*unn"ntajam ke kanan o Jatuhan batu @ nrnirbataskecepatan E t= 2011 l I I l:' I I I lf' I Lampiran 4 I Matrik Ringkasan UPL I F(eneana - Peningkatan Ruas Jalan I Mukomuko - Batas Sumatera Barat I) I I I I I I I I I Lampiran4 : Matrik Ringkasan UPL I Rencana Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera barat I I I kua-litas udara Mobilisasialat berat dan material Mengetahui sejauh mana dan keberhasilan effektivitas Timbal (Pb) dan gas pencemar di udara Pengumpulan dengan @(a data dilakukan pengambilan sampel di lapangan, selanjutnYa SDN Sebelah, satu 06 (Ul) diambil di Selama masa Desa Pasar truksi berlangsung tfik ini diambil dengan frekwensi 6 Konsultan SupeMsi dan P2JJ Provinsi Bengkulu DireKorat Bina Teknik DireKorat Jenderal Bina Marga dan l(arena Pembersihan lahan Badan Lingkungan Hidup dilakukan analisis I untuk mewakili pengelolaan ling- seperti SOz, NOz dan di kualitas (enam) bulan sekali. meningkatnYa Pekerjaan tanah (gali dan timbun) kungan penurunan co. laboratorium lingkungan hiduP. udara kawasan Kabupaten Mukomuko kan-dungan debu, Timbal Pekerjaan perkerasan kualitas udara Analisis data dilakukan dengan pemukiman dan metode perbandingan antara pendidikan pada Ruas (Pb) dan gas jalan lp pencemar (SO2, NOz dan CO) di udara. hasil pemantauan dengan baku mutu yang telah ditetaPkan Jalan Mukomuko Batas Sumatera Barat, Pada - peta tergambar dekat Sta- 10+000. I - Titik dua (U2) diambil di Pasar Lubuk Pinang untuk mewakili kondisi lingkungan di kawasan I perdagangan dan pemukiman Yang telah banyak kegiatan, Pada peta tergambar dekat Sta I 26+100, tiga (U3) diambil di - Titik Pos Polisi untuk mewakili kondisi lingkungan di I lokasi yang belum banYak kegiatan, Pada Peta tergambar dekat Sta 32+600. I ,-l Meningkatnya Mobilisasi alat berat dan material Mengetahui sejauh mana keberhasilan ingkat kebisingan. Pengumpulan data melalaui pengukuran tingkat -Titik satu (Ul) diambil di SDN 06 Desa Pasar truksi berlangsung Selama masa kons- KontraKbr/Sub Kontrak{or Konsultan Supervisi dan P2JJ Provinsi Direktorat Bina Teknik Direktorat kebisingan Jenderal Bina Marga dan Sebelah, titik ini diambil dengan frekwensi 6 Bengkulu lt- Pekerjaan perkerasan jalan dan lingkungan peningkatan efeKivitas upaya pengelolaan kebisingan di lapangan dengan menggunakan peralatan Sound Level Meter. Analisis data untuk mewakili kualitas (enam) bulan sekali. udara pemukiman kawasan dan Badan Lingkungan HiduP Kabupaten Mukomuko pendidikan pada Ruas I kebisingan membandingkan antara hasil pengukuran dengan baku mutu yang berlaku Jalan Mukomuko Sumatera Barat, - peta tergambar dekat Sta- Batas Pada I 1 0+000. - Titik dua (U2) diambil di Pasar Lubuk Pinang untuk mewakili kondisi I di kawasan lingkungan perdagangan dan pemukiman Yang telah banyak kegiatan, Pada I peta tergambar dekat Sta 26+1 00, tiga (U3) diambil di - Titik Pos Polisi untuk mewakili I T I t Mgtode-.Pemhh-tauan Lin0kungan.:r.. : ,. .;:' ,i ..iins-titUs-i.P,.emantauaii Lingkungan,Ftidupr... , r..r:,:-::,: '. i;.::ii I r.rljji l..iji. Paiiifi i Eter. :1 :...: .. : 1,'': : :i','. -:: "',:' #u'*a*et,ixx+lliia"ri*ti. ;l.ii'itiejii g*riiiaUa;:it t:::1::-:::_;::' rCii..,;. .ffi :+ '.tiifiitt$l$#g".i j:;i'ttip$ lqa.fiiu,i.q.$....i -iiir i,ii:,i'.l.fDib:5iifd'iiii.''iii I kondisi lingkungan lokasi yang belum banyak kegiatan, pada di peta tergambar dekat Sta I a Terganggunya Aliran Air atau Pekerjaan samping drainase yang Mengetahui sejauh mana keberhasilan Luas dan kedalaman genangan air dan Pemantauan ada atau tidaknYa genangan dilakukan dengan 32+600. Lokasi proyek dan area sensitif berupa pemul{man Selama konstruksi masa KontraKor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi dan P2JJ Provinsi Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik Direktorat waKu peninjauan di penduduk dan fasilitas berlangsung dengan Bengkulu Jenderal Bina Marga dan I Terjadi mengakibatkan dan efektivitas upaya terjadinya lapangan, serta Genangan tertutupnya saluran I pengelolaan ling- genangan air mendapatkan / menamPung umum. frehruensi pada setiap Badan Lingkungan Hidup drainase eksisting. kungan informasi yang berasal dari saat ketika turun Kabupaten Mukomuko terganggunya a;iran lingkungan masyarakat hujan lebat. I 4 Pengotoran jalan Pengangkutan material (terutama tanah) dan air atau terja-dinya oenanoan air Mengetahui sejauh mana keberhasilan 1). Ceceran tanah / lumpur pada jalan Melakukan langsung di pengamatan lapangan dengan Pemantauan dilakukan terutama di area proyek dan Selama pengangkutan KontraKor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi dan P2JJ Provinsi Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik Direktorat lp kendaraan yang keluar- masuk area proyek. dan efeKivitas upaya pengelolaan lingkungan dampak pengotoran jalan eksisting 2). Kerusakan 3). permukaan jalan Gangguan lalu acuan parameter diatas. tersebut fasilitas umum di sekitarnYa (pemukiman ibadah dan penduduk, fasilitas pendidikan, fasilitas fasilitas material berlangsung dengan pemantauan 1 (satu) minggu sekali. periode Bengkulu Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko t lintas 4). Kecelakaan lalu lintas perdagangan) I Menurunnya kualitas air permukaan Pengoperasian base Mengetahui sejauh Kandungan TDS, camp (kantor proyek, mana keberhasilan TSS, pH, BoD, COD, gudang dan penginapan dan efeKivitas DO, Amonia, Pengambilan sampel air Mengingat lokasi permukaan pada setiaP titik merupakan satu DAS, dilakukan dengan DAS Selagan, maka studi Yaitu Selama masa kons- truksi berlangsung dengan frekwensi 6 Kontraktor/Sub KontraKor Konsultan Supervisi dan P2JJ Provinsi Bengkulu Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan karyawan), pembersihan upaya pengelolaan Detergent, Minyak menggunakan alat Karemer pemantauan dilakukan pada (enam) bulan sekali. Badan Lingkungan Hidup I lahan dan pekerjaan tanah (gali dan timbun). ling-kungan menurunnya kualitas air permukaan dan Lemak koliform. serta Water Sampler dan ditamPung dalam alat penampungan air fierigen), sehingga untuk satu Sungai yang terdekat dengan base camp 1 titik dan 1 titik lagi pada bagian Kabupaten Mukomuko kolom air akan diwakili oleh hilir Sungai Anak Selagan. I satu jerigen sampel air. Untuk menjaga agar sampel air Yang telah diambil tidak terkontaminasi dan rusak I ,) selama pengangkutan maka sampel air tersebut diawetkan sesuai dengan parameter Yang l' dianalisis dan jerigen-jerigen air tersebut dimasukkan Cool Box yang berisi es. Parameter-parameter kualitas dalam I air yang mudah berubah dan tidak dapat diawetkan sePerti pH dan oksigen terlarut {DO) dianalisis di lokasi pada saat I pengambilan sampel (in situ). Sedangkan untuk parameter- parameter kulitas air yang lain akan dianalisis di laboratorium I (Tabel 5.7.). Selanjutnya hasil analisis dibandingkan dengan baku mutu menurut PP 82 Tahun 2001 kualitas air sungai I o Menurunnya kualitas air Pengoperasian base Mengetahui sejauh Amonia, Detergent, Pengambilan sampel air Sumur terdekat dengan kelas camp (kantor proyek, mana keberhasilan Minyak dan Lemak permukaan pada setiap titik base camp sebanyak 1 titik I Selama masa kons- truksi berlangsung KontraktoriSub Kontraktor Konsultan Supervisi dan P2JJ Provinsi Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik DireKorat dan dilakukan denqan frekwensi 6 Benokulu Jenderal Bina Maroa dan oudanq dan penoinapan denqan I tanah efeKivitas serta koliform total. I t I I : i::l:i .;a_.::lr $.!i:tti:i.:'r!$ 1.1'; ::: .1111 I Badan Lingkungan H Kabupaten Mukomuko I I I l,l I t I Kerja Direktorat Bina Teknik Direlctorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko l, - l\- I I I Komponen Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan I Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko I I I I t I Kabupaten Mukomuko I I Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup I Kabupaten Mukomuko I? n Kerja Direktorat Bina Teknik Direktorat I Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko I t udkesmas I Satuan Kerja Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup I i.l Kabupaten Mukomuko I Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik Direktorat I Jenderal Bina Marga dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko I I I I I I I I I erganggunya ke-sehatan masya+akat Terganggunya kesehatan masyarakat beruPa gangguan pemafasan dan mana dan keberhasilan efektivitas pemafasan, iritasi pengamatan langsung di Mukomuko Selama ruas atas terganggunya dengan cara melakukan yang dilalui oleh ruas jalan Mukomuko - Batas Batas Sumatera Barat Kontraktor/Sub Kontraktor Konsultan SupeMsi dan P2JJ Provinsi Bengkulu Satuan Kerja DireKorat Bina Teknik DireKorat Jenderal Bina Marga dan mata dan lapangan serta wawancara Sumatera Barat dioperasikan dengan Badan Lingkungan Hidup I berupa terganggunya per-nafasan, iritasi mata dan iritasi mata merupakan dampak turunan dad menurunnya kualitas udara, sementara upaya pengelolaan ling-kungan terganggunya kesehatan kenyamanan. dengan masyarakat seternpat meng:-gunakan kuisioner dan mengevaluasi surat aduan dari frekwensi setiap saat ketika diperlukan. Kabupaten Mukornuko I kenya-manan. gangguan kenyamanan akibat tak meningkatnYa kebisingan. Atau damPak langsung masyarakat masyarakat SelanjutnYa Data yang terkumpul dianalisis secara tabulasi. I pengoperasian ruas jalan Mukomuko Sumatera Barat Batas I'J I T I I I l'' I T I I I I Lampiran 5 Upaya Pernantauan Lingkungan (UPL) Peningkatan Ruas Jalan Mukomuko - Batas Sumatera Barat I UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARAT I I I I t lp I I t . STA 6+000 l STA I t I I i'l ffi l#*:Ec*> #> fr E ljl # ffi t E ffi - I - <--.--_-----r u \ v fl <--------] I STA 0+000 sTA 0+500 STA 1+000 sTA 1+500 sTA 2+000 sTA 2+500 sTA 3+000 STA 3+500 STA 4+000 sTA 4+500 STA sl00o STA 5+500 +00n I I I ffi Kecelakaan Lalin KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK BtNA TEKNIK F* l021lt279o? I PrhuE Klbymn 8tru - Jabtu s.bbn np (021)72469. N Gd. s:pb Tflnr Li. ry. I No- 20 12110- Kestabilan Lereng Kualitas Udara dan Kebisingan UKL . UPL RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMBAR I I Kualitas Air Permukaan 2011 I t I I I I t lJ I I t I I ) I I I t I I I I I I I t t t tJ I I I I I lt' I I I I I I I t UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO. BATAS SUMATERA BARAT I I a I -{ N o t CN I (t { { N t\) @ + 1\) l,l OJ @ I t t sTA 23+500 I I l" I sTA 22+500 I I I LEGENDA: EIEM ffiffi Kecelakaan Lalin KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK BINA TEKNIK I J*d G( SrDb Taruna tL V. JL PaShuE No.20 K.Eydrn garu - S.labn 121 t0. Trp (021P246654. Fd (0?1) 7279@22 f - fi K{$l Kestanilanlereng Kualitas Udara dan Kebisingan UKL . UPL RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMBAR I . ! xuaritas Air Permukaan 2011 I t UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO. BATAS SUMATERA BAR,AT I I I T I l.? I I t sTA 25+000 sTA25+500 STA 26+000 sTA 27+000 sTA27+5(A sTA 28+000 STA 29+000 STA 30+000 I I \J__. I'! I STA 24+000 STA 24+500 STA 25+000 STA 25+500 STA 26+000 STA 26+500 STA 27+000 STA 27+500 STA 28+000 STA 29+000 I I I Kecelakaan Lalin KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINA TEKNIK SATUAN KERJA OIREKTORAT BINA TEKNIK I Kestabilan Leleng Kualitas Udara dan Kebisingan Gd. sapb faruE Lt. rv. JL- UKL . UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR Pathu6 No.20 X?b.yor4 Baru - Jalad. S.r.bn r?110. Trp (021)724669. Fd 1o21r7279w22 t Kualitas Air Permukaan 2011 I l I UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN RUAS MUKOMUKO - BATAS SUMATERA BARAT I I T l i @ t U, @ + (t I t @ o) o 3 CD N G) I .l t I I I I i) I I STA 31+000 I I I Kecelakaan Lalin KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINA TEKNIK SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA TEKNIK I Kestabilan Lereng Kualilas Udara dan Kebisingan Gd.$pb l.runa LL N, JL- UKL - UPL RUAS MUKOMUKO . BATAS SUMBAR Palrhuh No. 20 X.barn B.ru. JBka& Sclabn 121i0. tlp (02it24665a. Fu l021ln79OO2 I Kualitas Air Permukaan 2011 I I I I' t" I I 1 I\J I I tuffikffiT;ffi I I t\ ( .- \ /) \.- t I t I ,\ l I I I I{ASIL ANALISIS PENGUJIAN KUALITAS UDARA AMBIENT Nomor : 012 /Lab-HIPEKKES-0t/2011 I Taoggal Lokasi Pelaksanaan : : 16 Agustus 2011 1 Muko-muko/Jlrayamuko-muko padang/S:0233'37,1" E:701 06'27,3" I No Parameter RrrmUB Kimia Satuao HasilAnalisis 1 BML Metode Perdatan I z Karbon Monoksida Debu co PMGo) PglNm3 pg,/Nm3 641n 51,990 10.000 230 Pararosanilin Gravimetric IFV-JIIS Soectrofotometer Dust samDler - AAS I Kondisi cuaca suhu udata kdembaban oc % 30,30h 410 pjsggl leading Direct readi.q Heat Stress Digital Heat Stress Digital t kecepatan anrtia arah ansiD Ketetagan: m/s 014 Utara Dkearcadine Direct readinq Fleat Saess Dieial * I x Peogukuran 30 menit BML : Baku Mutu Lingkungan Ber&sarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahua 1999 I K.p"l" Menoetahui: Balai Hipe&es dan lfi( Rengkuh:, Agustus 2011 Pehrgas, I Propiasi Bengkulu I Ir. YENIDA, MKM Yoclv Masrizal ST I NIP. 19670925 799203 2.004 NIP. 1 9821 11 2200903700r I I3 I I T I l' t I I I t l, I' I t -) I '-/ I J I I I li1,''J I I I I l' I I I I PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO KANTOR LINGKUNGAN HIDUP I Jln. Imam Bonjol Konrpleks Perkantoran Pemdakab. Mukomuko l, Mukomuko, o/ November 201I l" Nonror Sifat 6691 Penting J)3 tF.4tXV201l Kepada Yth, Kepala Direktorat Jend. Bina Marga Cq. Kasubdit Teknik Lingkungan I l,anrpiran Perihal Rekomendasi Atas Dokumen dan Kesalamatan Keria UKL-UPL Peninskatan Jalan di- JAKARTA I ) Menindaklanjuti surat Saudara Nomor : Um.Ol03/et-03/59512011 I tertanggal 3l Oktober 201I perihal Penyanrpaian dan Permohonan Pembahasan Dokumen UKL-UPL Ruas Jalan Mukonruko - Batas Sumbar di Kabupaten I J lvlukomuko, bersama ini diberitahukan bahwa berdasarkan hasil evaluasi teknis yang telah dilakuhan. maka terhadap UKI-UPL unnrli kegiatan Peningkatan I Ruas Jalan tersebut secara teknis dapat disetujui. UKL-UPL yang telah disetujui merupakan bagian yang tidak terpisahkan I dari surat rekomendasi ini dan menjadi acuan bagi penanggung javvab ke-giatan dalam menjalankan kegiatannya dengan tetap berpcdoman pada peraturan l perundang-undangan yang berlak u. Apabila terjadi pemindahan lokasi kegiatan. desain dan/atau proses dan/atau kapasitas dan/atau bahan baku danlatau bahan penolong atas usaha T,) dan/atau kegiatan, terjadi bencana alam dan/atau lainnya yang menyebabkan perubahan lingkungan yang sangat mendasar baik sebelum maupun saat I pelaksanaan kegiaian, maka penanggung jawab kegiatan wajib menyusun UPL atau AMDAL baru sesuai ketentuan peraturan perundang-'.mdangan yang UKL- t berlaku. Kepada Kepala KasuMit. Teknik Lingkungan dan Keselamatan Jalan I wajib melakukan seluruh ketentuan yang terrrraktub dalarn UKL-UPL bertangpngjawab sepenuhnya atas pengelolaan dan pemantauan dampak dan I lingkungan dari kegiatan Peningkatan Ruas Jalan. Kepada Kepala KasuMit. Teknik Lingkungan dan Keselamatan Jalan wajib melaporkan yrlaksanaan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang tercantum dalam l" I I I I IJKL-UPL tersebut kepada Kantor L.ingkungan Hicltrp Kabr"tpaten Mukomtrko darr instapsi-instansi sektor tcrkait (termetsuk in.strttt.ti pentberi lzin) setiap 3 t (tiga) bulan sekali terhirung sejak tanggal diterbitkannya surat rekomendasi ini. Selanjutnya Bupari Mukomuko- Kepala Kantor Lingkungan Flidup l, Kabupaten lr4ukornuko- Kepala Dinzs Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Kabupaten Mukomuko melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang rvajib dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan I' yang tercantum dalam perizinan sebagaimana dimaksud. Demikian disampaikan- atas perhatiannya diuca terimaliasih. I /r-f I Ht= ll 303 l 006 I Tentbusun disampaikan kepaela Yth : 1. Bapak Bupati Mukomulio (sebagai laporan) 2. Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko 3- Kepala Dinas Pekerjaan lJmum, Pertambangan T dan Energi Kab. Mukomuko 4- KepaJaKantor J<PTSP Kabupaten Mukomuko I 5- Arsip I T '_) I t I I I I I I I -%E i,. : a,r I !:'i- E R .l .4. .; i' F i I A .; .r !. :.; ..r, UU Fl r Id T i.ilI{fiK'r$k.qg'.iF\r}tiRAt. r},{:"i{ il,4.RG.{ I d lV ii j.F:HrK-[{itA,ql- i:c:i,':!r.i l+: hi. tiq5s.;;.ir 8l\A - r-.ir ;: Jiilr3n 12:ii. :,?l:l rtl, j,.-.jE. i6,1r : T'EK}ilK tr': i!ii;6. :-1!Jj28. ,',;;l; kiif,i r No,n,; .jr.1 .1rd)5 ir Gktobg' 2011 /6i-ei,r/s9l ./ .r, , Jakafa, I i;:n'Pir?r-r I iiua) be*as I: I ,{- .. Kelt.tua Yiil, fq I Xopala Eadan Llnglongan t{idup l{a bupater tsiii ko- Hu ko ld, I irui{.i-i,lr;i:{::. I F*riha! : Periyampaian dail Parstrshonan Fernbahasan Dokum€n Ul(t * tjPL *,uas ,.f )alan lfukc.t'tul(o - Batas Sumbardi !{rbupeten muto-3{uko, 1 i'J I I lvitri rrr-iaklar4urtr pelaksenaan bha,oan kegiatan liiridtii peiyusunan dulsrnen UKL - UPL RUA5 jabir -Eacs SUnrSar ';r iiebupeter i"!ur'c-l"iuko, bgrs6ma ini |3ii'ii S3mpaikan I i4uko-lvir-rko e beriu:s DrJi<uriierl UKL - UPL Pty:ilqxaral Ruas -lalalt t"ltrkO-Muko - 6atas Sumbar di Prori*si l , 6c,y*u,u. r a SehuDurrgart rieng+n itai tersebut, kanti ruhoa D.gr:iJnren USi- - UFL tersebur dapai diBfqses I dan ciilaliuxatipe;nibshesarri-e$it-tatrui, I Denrikian di salnpaikan, ates pei'iranan dan kerjasa;narya, kerrri ucapkan ter;*p lcasih. I a n ,'' ,'' ld,-:'h'ND: . ?uu ' N..XiSUEDIT TEi{HIK UITGKUT'$AN &. twc/t''-{ A, TI NIP, 196103C71989032002 I JETLbU!A@ l. Direkltrr Sina Te,knik isebagai lapo'an) [*J, -l?;.. t .l Direktur PT. Blantickindo Ane*a. II, I KA lca6.i- a I T4 =(t./ */o, nu s.Hc4 l- ry7y63tr 't^otoz- t ot1 I T
Groupe de la Banque mondiale · Environmental Assessment
Indonesia - Western Indonesia National Roads Improvement Project : environmental assessment (Vol. 9 of 29) : Upaya pengelolaan lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL) untuk Mukomuko - Batas Sumbar
Voir le document original
Le texte intégral est hébergé par l’organisation qui le publie. lawenc.com indexe les métadonnées et renvoie vers la source officielle.
Texte intégral
Informations clés
Organisation
Groupe de la Banque mondiale
Type de document
Environmental Assessment
Pays
Indonésie
Source
Banque mondiale